MAKNA-MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAAH – Lanjutan (8)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Senin, 22 Rabiul Awwal 1439 / 11 Desember 2017

📕 AQIDAH

📝 Usdzh. Prima Eyza

📖 MAKNA-MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAAH
– Lanjutan (8) –
==========☆☆☆==========
🌹🍃🌹🍃🌹🍃🌹🍃🌹

Assalaamu’ alaikum wrwb

Apa kabar, adik-adik para pemuda Islam kebanggaan umat ?
Mudah-mudahan senantiasa dalam kebaikan iman dan Islam, dalam limpahan kenikmatan dan rahmat Allah SWT, dalam semangat yang membara dan kesungguhan di jalan Allah SWT… Aamiin..

Pembahasan kita pekan lalu sudah selesai membicarakan Makna-Makna Laa Ilaaha illallaah pada makna yang ketujuh yakni لَا مَحْبُوْبَ إِلَّا الله   (Tidak ada Yang Dicintai kecuali Allah). Kali ini mari kita lanjutkan kepada makna yang kedelapan.

Makna yang kedelapan dari kalimat لَا إِلٰهَ إِلَّا الله (Laa Ilaaha ilaLLAAH: Tidak ada Ilah selain Allah) adalah:

لَا مَرْهُوْبَ إِلَّا الله

(Tidak ada Yang Ditakuti kecuali Allah)

✨ Tidak ada Yang Ditakuti kecuali Allah

Menurut syariat, hanya Allah SWT saja yang berhak ditakuti. Orang-orang yang beriman hanya takut kepada Allah SWT dan mereka tidak takut kepada selain Allah SWT; takut terhadap kemarahan-Nya, takut terhadap siksa-Nya, dan takut terhadap hal-hal yang akan membawa kepada murka dan azab-Nya.
Rasa takut ini bukan membuat diri kita lari, melainkan rasa takut yang akan membuat kita selalu mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
Hanya Allah SWT saja yang layak ditakuti dengan mendekatkan diri kepadaNya.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

_”Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmatKu yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepadaKu, niscaya Aku penuhi janjiKu kepadamu; dan hanya kepada-Ku lah kamu harus takut (tunduk).”_
(QS. Al Baqarah [2]:40)

Demikian pula Allah SWT berfirman,

أَلَا تُقَاتِلُونَ قَوْمًا نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ وَهَمُّوا بِإِخْرَاجِ الرَّسُولِ وَهُمْ بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَوْهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

_”Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janji) nya, padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama kali memulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allahlah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”_
(QS. at Taubah [9]:13)

Juga firman-Nya,

الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا

_”(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah­-risalah Allah, mereka takut kepadaNya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat perhitungan.”_
(QS. Al Ahzab [33]:39)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُون

_”Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut, sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.”_
(QS. Al Mu`minuun [40]:60)

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa yang dimaksudkan disini adalah mereka yang memberikan sesuatu dengan rasa takut dan malu bila amalannya tidak diterima Allah SWT.

Hal seperti ini termasuk ke dalam Bab *”Bersikap Hati-hati dan Merasa Takut kepada Allah.”*
Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ahmad:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَل، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَعِيدِ بْنِ وَهْبٍ، عَنْ عَائِشَةَ؛ أَنَّهَا قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، {وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ} ، هُوَ الَّذِي يَسْرِقُ وَيَزْنِي وَيَشْرَبُ الْخَمْرَ، وَهُوَ يَخَافُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ؟ قَالَ: “لَا يَا بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ، يَا بِنْتَ الصِّدِّيقِ، وَلَكِنَّهُ الَّذِي يُصَلِّي وَيَصُومُ وَيَتَصَدَّقُ، وَهُوَ يَخَافُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ”.

Telah diceritakan kepada kami Yahya ibnu Adam, telah diceritakan kepada kami Malik ibnu Magul, telah diceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Sa’id ibnu Wahb, dari Aisyah ra yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya, _”Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan “orang-orang yang mengerjakan perbuatan mereka, sedangkan hati mereka takut? Apakah itu adalah orang yang mencuri, berzina, dan minum khamr dalam keadaan takut kepada Allah?”_  Rasulullah saw menjawab: _”Tidak, hai anak perempuan As-Siddiq. Tetapi dia adalah orang yang shalat, puasa, dan bersedekah, sedangkan ia takut kepada Allah SWT”._

☝🏻 Orang-orang Beriman Takut kepada Allah SWT Hingga Menangis

Allah Ta’ala berfirman,

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا ۩

_”Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.”_
(QS. Al Israa` [17] : 109)

Demikian pula Rasulullah saw bersabda :

لاَ يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللهِ تَعَالَى حَتَّى يَعُودَ اللَّبَنُ فِي الضَّرْعِ…”.

_“Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah, hingga air susu kembali ke tempatnya”._
(HR. Tirmidzi dan Nasa’i)

Juga sabda Rasulullah saw,

لَيْسَ شِيْئٌ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ قَطْرَيْنِ وَأَثَرَيْنِ : قَطْرَةُ دُمُوعٍ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وَقَطْرَةُ دَمٍ تُهْتَرَقُ فِي سَبِيْلِ اللهِ. فَأَمَّا اْلأَثَرَيْنِ فَأَثَرٌ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَأَثَرٌ فِي فَرِيْضَةٍ مِنْ فَرَائِضِ اللهِ.

_“Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah daripada dua tetes dan dua bekas. Dua tetesan itu adalah air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah yang tertumpah di jalan Allah. Sedangkan dua bekas itu adalah bekas-bekas fii sabilillah dan bekas-bekas melakukan suatu kewajiban di antara kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan Allah.”_
(HR Tirmidzi)

Seorang ulama tabi’in, Hasan al Bashri pernah ditanya, _“Wahai Abu Sa’id, apa yang harus kami lakukan? Kami berteman dengan orang-orang yang selalu menakut-nakuti kami (tentang Allah. -penj) sampai-sampai hati kami terbang melayang.”_
Maka Hasan al Basri menjawab, _“Demi Allah, sesungguhnya jika kamu bergaul dengan orang-orang yang selalu menakut-nakuti kamu sampai akhirnya kamu benar-benar merasakan keamanan (di akhirat. -penj) ; adalah lebih baik daripada berteman dengan orang-orang yang selalu membuatmu merasa aman sampai akhirnya justru menyeretmu ke dalam keadaan yang menakutkan.”_
(dalam “Aina Nahnu min Ha’ulaa’i”, hal.16)

Demikianlah, semoga kita menjadi orang-orang beriman yang amat besar rasa takutnya kepada Allah SWT sebab tidak ada yang layak ditakuti kecuali Allah Ta’ala.

Wallaahu a’lam bishshowab.
Bersambung.

🌹🍃🌹🍃🌹🍃🌹🍃🌹

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

MAKNA-MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAAH – Lanjutan (7) –

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Senin, 29 Rabbiul Awwal 1439 / 18 Desember 2017

📕 AKHLAQ

📝 Ustdz. Prima Eyza

📖 MAKNA-MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAAH
– Lanjutan (7) –

📿💕📿💕📿💕📿💕📿

Assalaamu’ alaikum wrwb

Apa kabar, adik-adik para pemuda Islam kebanggan umat ?
Mudah-mudahan senantiasa dalam kebaikan iman dan Islam, dalam limpahan kenikmatan dan rahmat Allah SWT, dalam semangat yang membara dan kesungguhan di jalan Allah SWT… Aamiin..

Pembahasan kita pekan lalu sudah selesai membicarakan Makna-Makna Laa Ilaaha illallaah pada makna yang keenam yakni لَا آمِرَ َإِلَّا الله (Tidak ada Pembuat Yang Memerintah kecuali Allah). Kali ini mari kita lanjutkan kepada makna yang ketujuh.

Makna yang ketujuh dari kalimat لَا إِلٰهَ إِلَّا الله (Laa Ilaaha ilaLLAAH: Tidak ada Ilah selain Allah) adalah:

لَا مَحْبُوْبَ إِلَّا الله

(Tidak ada Yang Dicintai kecuali Allah)

▪ Tidak ada Yang Dicintai kecuali Allah

Aqidah Laa Ilaaha illallaah (Tiada Tuhan/Ilah selain Allah) yang diucapkan harus dilandaskankan pada kecintaan kepada Allah SWT. Kenapa? Karena salah satu makna dari kata “ilah” itu adalah “al mahbub” (Yang dicintai).
Maka ketika kita mengucapkan “Laa Ilaaha illallaah” berati kita mengikrarkan dan bersumpah bahwa tidak ada Yang Dicintai kecuali Allah SWT.
Kenapa harus dilandaskan kepada kecintaan? Sebab manusia tidak akan manut/taat jika tidak setia (loyal). Dan mereka tidak akan setia jika tidak cinta. Begitu pula kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Kita tidak akan taat kepada-Nya, jika kita tidak setia (loyal), dan kita tidak akan setia kepada-Nya jika kita tidak cinta kepada Allah SWT.
Jadi tuntutannya adalah: diawali dengan cinta kepada Allah SWT.
Cinta seperti apa yang dituntut untuk kita berikan kepada Allah SWT ?

▪  Cinta yang Dituntut  (مُقْتَضَيَاتُ الْحُبِّ)

Cinta yang dituntut untuk kita serahkan kepada Allah SWT adalah:
1. Cinta yang sempurna (كَمَالُ الحُبِّ).
2. Mencintai apa-apa yang dicintai oleh Allah SWT dan RasulNya (مَحَبَّةُ مَا أَحَبَّهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ).
3. Membenci apa-apa yang dibenci oleh Allah SWT dan RasulNya (بُغْضُ مَا أَبْغَضُهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ).

(1) Cinta yang sempurna (كَمَالُ الحُبِّ)

Allah SWT dan RasulNya haruslah lebih dicintai dari pada yang lain.
Allah Ta’ala berfirman dalam QS. At Taubah (9) ayat 24,

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

_”Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”.  Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”_

→ Kita boleh mencintai anak, suami/istri, kerabat, harta, dan yang lainnya, tapi yang paling dicintai haruslah Allah SWT.

Demikian pula Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al Baqarah (2) ayat 165,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

_”Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zhalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).”_

→ kecintaan seorang mukmin kepada Allah SWT haruslah teramat sangat cintanya, bukan cinta yang sama dengan cinta kepada selainNya.

Maka, cinta yang sempurna kepada Allah SWT harus memenuhi prinsip berikut:
1.Tidak boleh SAMA CINTAnya kepada selain Allah SWT dengan kepada Allah SWT (يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللهِ)
2.Tidak boleh LEBIH CINTA kepada selain Allah SWT (أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ)
3.Harus AMAT SANGAT CINTAnya kepada Allah SWT (أَشَدُّ حُبًّا لِلهِ)

Kenapa cinta tertinggi dan sempurna harus kita serahkan kepada Allah SWT?
1.Karena tabiat cinta itu menuntut pengorbanan.
Jika tidak sempurna kecintaan kita kepada Allah SWT, maka kita tidak akan siap berkorban demi membuktikan keimanan dan menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.
2.Sebab menuruti tuntutan anak, istri, dan lainnya tidak boleh bertentangan dengan kecintaan/ketaatan kepada Allah SWT.
Maka hendaklah sempurna kecintaan kita kepada Allah SWT, agar kecintaan kita kepada selain-Nya berada dibawah kecintaan kita kepada-Nya.

(2) Mencintai apa-apa yang dicintai oleh Allah SWT dan Rasulnya (مَحَبَّةُ مَا أَحَبَّهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ)

Yakni harus ada penyesuaian dalam masalah kecintaan. Haruslah kita mencintai apa-apa yang dicintai oleh Allah SWT (juga RasulNya). Karena belum tentu yang kita cintai, juga dicintai Allah SWT dan RasulNya. Jadi, kitalah yang harus menyesuaikan diri terhadap apa-apa yang dicintai oleh Allah SWT dan RasulNya.
Firman Allah Ta’ala,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

_”Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”_
(QS. Al Baqarah [2] : 216)

Kalangan Ulama berkata:

مَحَبَّةُ مَحْبُوْبِ الْمَحْبُوْبِ مِنْ تَمَامِ مَحَبَّةِ الْمَحْبُوْبِ

_“Mencintai yang dicintai kekasih adalah tanda kesempurnaan cintanya kepada kekasih.”_

Dan Kekasih kita yang paling hakiki adalah Allah SWT.

(3) Membenci apa-apa yang dibenci oleh Allah SWT dan Rasulnya (بُغْضُ مَا أَبْغَضُهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ)

Contohnya, Allah SWT dan RasulNya membenci perbuatan keji (الْفَحْشَاءِ), kemungkaran (الْمُنْكَرِ) dan permusuhan الْبَغْيِ) ) , maka kita pun harus membencinya.
Firman Allah Ta’ala,

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

_”Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”_
(QS. An Nahl [16] : 90)

Sungguh akan membuat tersinggung, apabila yang kita cintai membenci sesuatu tapi kita malah menyukainya. Begitu pula kepada Allah SWT. Ketika kita mengaku mencintai Allah SWT, maka janganlah kita menyukai apa-apa yang dibenci-Nya, serta sebaliknya, janganlah membenci apa-apa yang dicintai-Nya.

▪ Mencintai Allah SWT Butuh Pembuktian

Diantara bukti kecintaan kita kepada Allah SWT yang disebutkan di dalam Al Qur`an yakni :

-Mengikuti Rasul saw (إِتِّبَاعُ الرَّسُوْلِ)

Allah berfirman dalam QS. Ali ‘Imran (3) ayat 31,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

_”Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”_

-Berjihad/berjuang di jalan Allah (الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ)

Allah berfirman dalam QS. Al Hujurat (49) ayat 15,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

_”Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.”_

→ bukti iman yang kokoh adalah berjihad/berjuang menegakkan/membela agama Allah SWT.
→ Jika benar beriman kepada Allah SWT, maka harus berani menanggung resiko untuk menunaikan semua ketatatan kepada Allah Ta’ala.

Dan masih banyak lagi ayat-ayat Al Quran yang berbicara tentang pembuktian kecintaan kepada Allah SWT ini.

Berkata para Ulama:

مَحَبَّةُ الْمَحْبُوْبِ لاَ تُنَالُ إِلا بِاحْتَمَالِ الْمَكْرُوْهَةِ

_”Mencintai kekasih tidak akan tercapai kecuali dengan menanggung segala resiko.”_

Demikianlah jika kita benar mencintai Allah SWT. Maka tentu kita akan siap menanggung segala resiko/konsekuensi dari keimanan tersebut, yakni menyempurnakan ketaatan dan ketundukan sepenuhnya kepada Allah SWT.

Nabi saw bersabda tentang orang yang mencintai Allah SWT, ia akan merasakan manisnya iman:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ كَانَ يُحِبُّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَمَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَمَنْ كَانَ أَنْ يُلْقَى فِي النَّارِ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يَرْجِعَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ

_”Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu orang yang mencintai orang lain hanya karena Allah, ia lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, dan ia tidak suka kembali kepada kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka.”_
(Shahih Muslim No.60)

Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang disebutkan Nabi saw dalam hadits diatas. Aamiiin…

Wallaahu a’lam bishshowab.
Bersambung.

📿💕📿💕📿💕📿💕📿

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Adab Naik Kendaraan Darat

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Selasa, 23 Rabbiul Awwal 1439 / 12 Desember 2017

📕 IBADAH

📝 Novria Flaherti

📖 Adab Naik Kendaraan Darat
==========☆☆☆==========
🚔🚦🚔🚦🚔🚦🚔🚦🚔

Assalamu’alaikum para pejuang muda, ada yang hobby Traveling? Kendaraan apa yg paling sering digunakan?

Tapi gausah jauh-jauh ngomongin traveling karena….

Sehari-hari kita selalu naik kendaraan darat, ke sekolah, ke toko buku ataupun ke tempat les. Kendaraan yang kita naiki berupa motor, mobil ataupun bis.

Nah, naik kendaraan juga ada adabnya, yaitu:

1⃣ Mendahulukan kaki kanan sambil membaca basmalah dan mendahulukan kaki kiri pada saat turun kendaraan.

2⃣ Duduklah di tempat yang telah disediakan.

3⃣ Jangan meludah di dalam kendaraan, dan mengeluarkan anggota badan dari jendela.

4⃣ Berdoalah agar diberi keselamatan saat perjalanan dan ucapkanlah Alhamdulillah ketika sampai tujuan.

5⃣ Ucapkanlah takbir ketika mendaki dan tasbih ketika menurun (Diriwayatkan dari Jabir RA, ia berkata: _‘’Apabila melewati jalan mendaki, kami bertakbir dan apabila melewati jalan menurun, kami bertasbih.’’_ (HR Bukhari)).

Doa naik kendaraan.

سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ

SUBHAANAL LADZII SAKHHORO LANAA HAADZAA WA MAA KUNNAA LAHUU MUQRINIINA WA INNAA ILAA ROBBINAA LAMUNGQOLIBUUNA.

Artinya:

Maha suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami tidak kuasa mengendalikannya, dan kepada Allah kami kembali.

Wallahu alam bii sawwab

🚔🚦🚔🚦🚔🚦🚔🚦🚔

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Manusia Tempat Salah Lupa

⁉UMM (Ustadz Menjawab MFT)

📆 Jum’at , 26 Rabbiul Awwal 1439 / 15 Desember 2017

💝🌼💝🌼💝🌼💝🌼💝

🍃🌸 Manusia Tempatnya Salah dan Lupa🌸🍃

💢💢💢💢💢💢

Assalamu’alaikum. Ustadz, ada keterangan bahwa manusia adalah tempat kesalahan dan lupa. Apakah ini hadits atau keterangan ulama?Jazaakallaah khair. (0416523xxxx)

🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh …

Bunyinya: _Al Insaan mahalul Khatha’ wan Nisyaan_ – Manusia tempatnya salah dan lupa.

Ini adalah pepatah dan bukan hadits. Tetapi, ada hadits yg mirip dgn itu, yaitu:

َ كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Setiap anak Adam pernah berbuat salah dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertobat dari kesalahannya.
*(HR. At Tirmidzi no. 2499,  Hasan)*

Demikian. Wallahu a’lam

🌷🌴🌱🌾🌵🌸🍃🍄

✍ Farid Nu’man Hasan
🔊 Join channel: bit.ly/1Tu7OaC
🅿️ Fanspage: https://facebook.com/ustadzfaridnuman
❄️ Kunjungi Website Resmi: alfahmu.net

💝🌼💝🌼💝🌼💝🌼💝
Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Asbabun Nuzul QS. Al-A’raf : 204

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 27 Rabbiul Awwal 1439 / 16 Desember 2017

📕 AL-QUR’AN

📝 Ida Faridah

📖 Asbabun Nuzul QS. Al-A’raf : 204
==========☆☆☆==========
🎷🌸🎷🌸🎷🌸🎷🌸🎷

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar mujahid muda? Semoga adik-adik semuanya masih dalam naungan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Aamiin.

Adik-adik yang di rahmati Allah, kali ini kita akan membahas tentang Asbabun Nuzul surat Al-A’raf ayat 204, ayat ini melarang kita berbicara saat shalat, langsung aja ya kita bahas 🎉

وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

_”Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”_ (QS. Al-A’raf : 204)

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa turunnya ayat ini berkenaan dengan orang-orang yang membaca Al-Quran dengan nyaring di waktu shalat bermakmum pada Nabi, ayat ini memerintahkan untuk selalu mendengarkan dan memperhatikan bacaan imam. Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dan lain-lain

Adik-adik yang dirahmati Allah, dalam sebuah riwayat lain juga dikemukakan bahwa turunnya ayat ini berkenaan dengan orang-orang yang bercakap-cakap _(dibaca ngobrol / ngerumpi)_di waktu shalat. Ayat ini melarang berbicara ketika di bacakan Al-Quran.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abu Hurairah

Dalam riwayat lain juga adik-adik dikemukakan pula bahwa ayat ini turun berkenaan dengan seorang pemuda Ansar yang mengikuti bacaan ayat-ayat Al-Quran yang dibacakan Rasulullah, sebelum beliau selesai membacanya. Ayat ini melarang mengganggu orang yang sedang membaca Al-Quran.

Nah adik-adik, ketika shalat dan imam membaca Al-Quran dengarkan baik-baik ya biar kita mendapatkan rahmat dari Allah.

Wallahu A’lam

🎷🌸🎷🌸🎷🌸🎷🌸🎷

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

ADAB MEMBACA AL-QURAN

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Selasa, 30 Rabbiul Awwal 1439 / 19 Desember 2017

📕 IBADAH

📝 Ustadzah Novria Flaherti

📖 Adab Membaca Al-Qur’an
==========☆☆☆==========

Assalamu’alaikum adik-adikku sekalian ..

Sudah tahu dong yaa Al-Qur’an itu apa?

Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman-firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Pahala orang membaca Al-Quran itu 1 huruf 10 kebaikan.

Soo, yuuuk kita perbanyak membaca Al-Qur’an dan mempelajari adabnya.

1⃣ Berwudhu lah sebelum membaca Al-Qur’an

2⃣ Berpakaian rapi, bersih, sopan dan menghadap kiblat.

3⃣ Dimulai dengan membaca taawudz dan dilanjutkan membaca basmalah _(kecuali surah At-Taubah tanpa membaca basmalah)_

4⃣ Tidak mengeraskan suara bacaan Al-Qur’an ketika orang lain sedang solat

5⃣ Meletakkan Al-Qur’an ditempat yang lebih tinggi

6⃣ Tidak bermain-main, bercanda atau tertawa ketika sedang membaca Al-Qur’an

7⃣ Membacanya dengan Tartil (perlahan-lahan), tidak tergesa-gesa dan sesuai dengan tajwid.

Doa sebelum membaca Al-Quran:
اللهم افتح علي حكمتك و انشر علي رحمتك وذكرني ما نسيت ياذ الجلال والإكرام

_Allahummaftah ‘alayya hikmataka wansyur ‘alayya rahmataka wa dzakkir nii maa nasiitu yaa dzaljalaali wal ikraami_

Semoga dengan membaca Al-Qur’an bisa menambah keimanan kita kepada Allah SWT dan mendapatkan syafaatnya di Yaumil akhir nanti . Aaamiiin

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

MENJAGA WUDHU

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Rabu, 02 Rabbiul Akhir 1439 / 20 Desember 2017

📕 AKHLAQ

📝 Kak Lelisya

📖 MENJAGA WUDHU
==========☆☆☆==========
✋💦✋💦✋💦✋💦✋

Assalamu’alaikum adik-adikku sekalian …

Bagi umat muslim, wudhu sudah tentu bukanlah hal yang asing dan bahkan merupakan hal yang pasti dilakukan setiap hari sebelum melakukan sholat. Ya, wudhu merupakan salah satu syarat sah seseorang sebelum melakukan ibadah sholat.

Wudhu sendiri merupakan aktivitas membersihkan diri dari segala jenis hadas kecil yang menempel di tubuh. Wudhu merupakan salah satu syarat sahnya sholat seorang muslim.

Dalam al qur’an, Allah berfirman:
”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu, kedua tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu serta basuhlah kedua kakimu sampai mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6)

Menjaga wudhu sendiri merupakan salah satu hal yang sangat disarankan oleh Rasulullah.
Wudhu sebelum tidur akan didoakan Malaikat agar diampuni segala dosa, Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci.’”
(HR. Ibnu Hibban dari Ibnu Umar RA)

✋💦✋💦✋💦✋💦✋

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Berlelah Yang Indah


Berlelah yang Indah

Oleh: ​Bunda Rochma Yulika​

Berlelah itu indah jika kita berlelah di jalan dakwah. Berlelah itu berkah jika kita berlelah untuk raih jannah. Dan berlelah itu ibadah jika kita berlelah karena Allah.

Syaikh Ahmad Yasin menasihati kita semua dalam sebuah kalimat, ”Siapa yang menyerahkan jiwanya untuk hidup demi agamanya, maka ia akan melalui hari-hari dengan kelelahan, akan tetapi ia akan hidup dan mati dalam kemuliaan.”

Mari kita berlelah untuk mengemban amanah. Meski terasa berat, namun akan raih kebahagiaan hingga kehidupan akhirat.
Bila bicara tentang kesuksesan, tak lepas perjalanan ini selalu menghadirkan keletihan. Bahkan kita tahu banyak para salafusshalih menjalani kehidupannya dengan kelelahan.

Tapi bukan kesah dan keluh yang hadir mengiasi wajah mereka selain kepuasan serta kebahagiaan tiada tara.
Berlelah di jalan kebenaran itulah kebahagiaan. Berlelah untuk menegakkan kebenaran itulah kebajikan. Dan berlelah bersama orang-orang beriman itulah kewajiban.

Tetaplah di sini di jalan dakwah ini. Sesulit apapun perjalanan ini, bila selalu bergandengan tangan bersama orang-orang yang beriman untuk menjunjung tinggi kejayaan Islam di muka bumi ini.

Lelah…..
Satu kata yang terlontar kala merasakan beratnya amanah. Satu kata yang hadir sebagai ekspesi yang menggambarkan selemah-lemahnya kondisi dan sisi manusia kita.

Namun perlu kita bersama renungkan. Seberapa lelah para Nabi dan Rasul dalam menyebarkan dinnullah. Seberapa lelah para salafusshalih untuk menebar kebaikan di muka bumi ini. Dan kita tinggal menapaktilasi jejak-jejak kebaikan yang ditinggalkan oleh mereka.

Lelah itu biasa, namun akan menjadi luar biasa bila kita mampu menikmati setiap lelah karena kita berlelah di jalan dakwah. Jenuh itu biasa, namun akan menjadi luar biasa jika kita tetap bertahan di jalan kebaikan. Sakit itu biasa, namun akan menjadi luar biasa bila kita bisa menikmati rasa sakit karena paham jalan menuju Allah itu sulit.

Keyakinan akan perniagaan yang tak pernah rugi membuat generasi Rabbani tak kenal henti memperjuangkan diin mulia ini. Merenda asa, mengukir prestasi, meneguhkan jati diri, menggenapkan ketaatan pada ilahi begitulah ciri pejuang sejati.
Tak gentar meski harus terlempar. Tak menghindar meski harus terkapar. Tak mundur selangkah meski harus berdarah-darah.

Jiwa-jiwa mereka tangguh meski kadang terjatuh. Keterjatuhan tak membuat mereka merana lantaran baginya dengan keterjatuhan itu mereka bisa belajar tentang hidup sesungguhnya.

Jiwa-jiwa mereka kokoh, sekokoh karang di laut yang tak mudah goyah, yang tak mudah runtuh. Lantaran jiwa mereka telah terisi oleh kecintaan pada sang pemilik alam semesta.

Ibnul Jauzi dalam bukunya, Shifatus Shafwah, dengan sangat baik hati menyebutkan perkataan Syumait bin Ajlan yang menjadi bukti bahwa sejatinya kekuatan orang mukmin ada di hatinya, bukan pada anggota badannya. Syumaith berkata, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menjadikan kekuatan orang mukmin ada pada hatinya, tidak pada anggota badannya. Tidakkah kalian melihat orang tua yang lemah, dia mampu berpuasa di siang hari dan shalat di malam hari sedangkan pemuda tidak bisa melakukannya.” (Shifatus Shafwah : III/341)

Wallahu A’lam

Iklan dan Kenyataan Barang Beda


Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah…Iklan yang berlebihan ini sangat banyak terjadi, yang ditampilkan hanya yang baiknya saja.
Jadi bagaimana, apakah kita haram membelinya?
bgmn kita bijak menyikapi iklan yg bombastis ataupun bgmn kita sbg pembeli hrs bijak membedakan antara kebutuhan/demand dg keinginan/needs.
Syukron. Manis 05

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Soal iklan, jika produsen mengiklankannya tdk sesuai dg kenyataan, maka haram baginya. Adapun pembelinya tdk berlaku halal haram thd sebuah barang terkait dgn iklannya.. kalaupun dipermasalahkan halal haramnya, mungkin terkait dg kandungan barang tsb atau dg proses transaksinya… apakah boleh atau tidak.

Wallahu a’lam.

Awal Kerusakan Sebuah Negara, Hilangnya Nahi Munkar​


Syaikh Muhammad Al Ghazaliy Rahimahullah:

قال الشيخ محمد الغزالي:
إنما فسدت الرعية بفساد الملوك، وفساد الملوك بفساد العلماء، فلولا القضاة السوء والعلماء السوء لقلّ فساد الملوك خوفاً من إنكارهم.

Sesungguhnya rusaknya rakyat disebabkan oleh rusaknya para penguasa, dan rusaknya penguasa disebabkan rusaknya para ulama. Seandainya tidak ada para hakim dan ulama yang buruk, niscaya hanya sedikit penguasa yang rusak, karena mereka (hakim dan ulama yg buruk) takut mengingkari para penguasa.

📚 Aqwaal Asy Syaikh Muhammad Al Ghazaliy no. 10