Mengingatkan Imam yang Lupa..


Assalamualaikum ustadz/ ah.. Kebetulan saya rumahnya deket mesjid dan selalu sholat berjamaah yang ingin saya tanyakan bagaimana hukumnya kalau kita melakukan sholat berjamaah trus imamnya lupa satu rakaat lagi dan beliau langsung tasyahud akhir ,apakah bnar sholat kita tetep sah? ,,, atau kita harus melakukan sholat satu rakaat lagi yang kurang tadi ??? Mohon jawaban nya ,, syukron
Kebetulan imam di mesjid saya sering lupa dalam sholat dan kadang juga sering lupa ayat yang dibaca walau satu ayat , bagaimana hukumnya ke kita sebagai ma’mum nya beliau apakah dosa kita sebagai ma’mum atau kah imam nya harus diganti ????
[ A 33 ]

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Ketahuilah kekurangan imam, atau bahkan kesalahan fatal imam, semuanya ditanggung oleh imam itu sendiri, bahkan tidaklah ditanggung oleh makmum. Hal ini berdasarkan beberapa dalil berikut: Allah Ta’ala berfirman:

أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. (QS. An Najm : 38-39)   Ayat lain:

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ

 “Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.” (QS. Al Mudatsir (74): 38)
Dalam hadits:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلُّونَ بِكُمْ فَإِنْ أَصَابُوا فَلَكُمْ وَلَهُمْ وَإِنْ أَخْطَئُوا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ

Dari Abu Hurairah dia berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Mereka shalat sebagai imam bagi kalian, maka jika mereka benar, pahalanya bagi kalian dan mereka, dan jika mereka salah, maka pahalanya untuk kalian, dosanya ditanggung mereka.” (HR. Bukhari No. 694)  Sahl berkata:

إِنِّي سَمِعْتُ رَسُول
َ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْإِمَامُ ضَامِنٌ فَإِنْ أَحْسَنَ فَلَهُ وَلَهُمْ وَإِنْ أَسَاءَ يَعْنِي فَعَلَيْهِ وَلَا عَلَيْهِمْ

“Sesungguhnya aku mendengar, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:”Imam itu adalah penanggung jawab, jika dia benar, maka pahalanya bagi dia dan bagi makmum, jika dia salah, maka tanggung jawabnya adalah kepadanya, bukan kepada makmum.”    (HR. Ibnu Majah No. 981, Syaikh Al Albani mengatakan: shahih. Lihat  Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah No. 981)                
Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:

تصح إمامة من أخل بترك شرط أو ركن إذا أتم المأموم وكان غير عالم بما تركه الامام

“Bermakmum kepada orang yang tertinggal syarat dan rukun shalat adalah sah, dengan syarat makmum tidak tahu kesalahan tersebut dan dia menyempurnakan apa-apa yang ditinggalkan oleh imam.”   (Fiqhus Sunnah, 1/241)

Wallahu a’lam.

Riyadhus Shalihin (Bab Shiddiq – Predikat Shiddiq​)


​Bab Shiddiq – Predikat Shiddiq​

​Hadits:​

عن ابن مسعود – رضي الله عنه – ، عن النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – ،
قَالَ : إنَّ الصِّدقَ يَهْدِي إِلَى البرِّ ، وإنَّ البر يَهدِي إِلَى الجَنَّةِ ، وإنَّ الرَّجُلَ لَيَصدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقاً .

وَإِنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الفُجُورِ ، وَإِنَّ الفُجُورَ يَهدِي إِلَى النَّارِ ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكتَبَ عِنْدَ الله كَذَّاباً
مُتَّفَقٌ عَلَيهِ .

​Artinya:​

​Dari Ibnu Mas’ud r.a. dari Nabi Muhammad s.a.w., sabdanya:​

​”Sesungguhnya kejujuran – baik yang berupa ucapan atau perbuatan – itu menunjukkan kepada kebajikan dan sesungguhnya kebajikan itu menunjukkan ke surga dan sesungguhnya seseorang benar-benar melakukan kejujuran sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang Shiddiq, sangat mengutamakan kejujuran​.

​Dan sesungguhnya berdusta itu menjerumuskan kepada kebururukan/durhaka dan sesungguhnya keburukan/durhaka itu membawa kepada neraka dan sesungguhnya seseorang itu benar-benar berdusta sehingga dicatatlah di sisi Allah sebagai seorang yang pendusta.”​

​(Muttafaq ‘alaih)​

☆☆☆☆☆

Ustadz Arwani akan membahas detail dalam kajian AUDIO di bawah ini.

DOWNLOAD MP3 KAJIAN KITAB DISINI

Selamat menyimak.

Bolehkah Menolaknya???


Assalamu ‘alaikum wrwb….
Bagaimana hukumnya, jika seorang istri menolak ajakan suami untuk berhubungan sex. Trus bagaimana hukumnya jika istri tidak taat pada suami seperti tidak perhatian.
akan tetpi, istri ini, rajin ibadah, dhuha, shalat dan mengaji, apakah tidak apa-apa
alasan menolak ajakan suami dan tidak perhatian di karenakan hamil. Apakah tidak apa-apa bersikap seperti itu di karenakan hamil❓
🅰2⃣5⃣

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

​Dalam kondisi normal, tidak boleh istri menolak ajakan suami untuk berhubungan.​

​”Bila seorang suami memanggil istrinya ke ranjang lalu tidak dituruti, hingga sang suami tidur dalam keadaan marah kepadanya niscaya para malaikat melaknati dirinya sampai Shubuh” (Muttafaq ‘Alaih dari hadits abu Hurairah).​

Namun bukan berarti penafsiran hadits tersebut membuat banyak ‘kasus’ istri yang terpaksa memenuhi hajat suami, dalam kondisi sakit sekalipun.

​​Kondisi yg membolehkan istri menolak di antaranya adalah ketika istri sakit​​

Ketika sakit pun seseorang bahkan mendapat keringanan untuk shalat dengan cara duduk atau berbaring, atau bahkan tidak berpuasa di bulan Ramadhan meskipun itu adalah kewajiban.

Dengan demikian, ketika istri sedang mengalami sakit, tidak semestinya suami memaksakan istri untuk melayani keinginannya. Suami perlu memahami bahwa kondisi istri yang sedang sakit tentu saja tidak mampu untuk menjalankan kewajibannya.

Juga ketika istri hamil muda yang membahayakan kondisi janin jika melakukan hubungan intim

Ada beberapa kondisi kehamilan yang rentan dan membahayakan janin jika pasutri tetap melakukan hubungan suami istri, khususnya saat usia kandungan masih sangat muda.

Wallahu a’lam.

Tradisi Orang-Orang Arab (2)

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Kamis, 03 Rabbiul Akhir 1439 / 21 Desember 2017

📕 SIROH

📝 Kak Siro

📖 Tradisi Orang Arab (2)
==========☆☆☆==========
🎎📯🎎📯🎎📯🎎📯🎎

Diantara orang-orang Quraisy tetap ada yang mengatakan “Kami adalah anak keturunan Ibrahim dan penduduk tanah suci penguasa Ka’bah dan penghuni Mekah”. Tidak ada seorangpun dari bangsa Arab yang mempunyai hak dan kedudukan seperti kami. Maka tidak layak bagi kami keluar dari tanah suci ini ke tempat lain karena itu mereka tidak melaksanakan wukuf di Arafah dan tidak ifadhah dari sana tetapi ifadhah dari Muzdalifah. Tentang hal ini Allah menurunkan ayat :

ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

_Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (‘Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang._ ( QS. AL Baqarah 199).

Hal-hal baru lainnya :

🧀 Mereka berkata tidak selayaknya bagi orang-orang Quraisy untuk memberi makan keju dan meminta minyak Samin ketika mereka sedang ihram.

🚫 Mereka tidak boleh masuk Baitul haram dengan mengenakan kain wol dan tidak boleh berteduh jika ingin berteduh kecuali di rumah-rumah pemimpin selama mereka sedang ihram.

🚱 Mereka juga berkata “Penduduk diluar tanah suci tidak boleh memakan makanan yang mereka bawa dari luar tanah suci ke tanah suci bila kedatangan mereka untuk Haji atau umroh”.

👘 Mereka juga menyuruh penduduk diluar tanah suci untuk tetap mengenakan ciri pakaiannya sebagai penduduk bukan tanah suci pada awal kedatangan mereka untuk melakukan tawaf awal. Jika tidak memiliki ciri pakaiannya sebagai penduduk luar tanah suci mereka harus tawaf dalam keadaan telanjang ini berlaku untuk kaum laki-laki Sedangkan untuk wanita harus melepaskan semua pakaiannya kecuali baju rumahnya yang longgar saat itu mereka berkata :

_Hari ini tampak sebagian atau semuanya_
_Apa yang tiada tampak tiada diperkenankannya_

Lalu Allah menurunkan ayat mengenai hal ini

 يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

_Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan._ (QS Al Araf : 31)

Pakaian yang dikenakan penduduk luar tanah suci Harus dibuang setelah melakukan tawaf awal dan tak seorang pun boleh mengambilnya lagi begitu pula orang yang bersangkutan.

Hal baru lainnya :

🕳 Mereka tidak memasuki rumah dari pintunya selama dalam keadaan ihram mereka membuat lubang dibagian belakang rumah dan dari lubang itulah mereka keluar masuk rumahnya mereka menganggap hal ini sebagai perbuatan yang baik namun Alquran melarangnya (Al Baqarah 189)

🎎 Semua ritual keagamaan tersebut adalah kesyirikan dan penyembahan terhadap berhala keyakinan terhadap khayalan dan khurafat.

Begitulah agama mayoritas bangsa Arab. Sebelum itu sudah ada agama Yahudi, Nasrani, majusi dan Shabi’ah yang masuk ke dalam masyarakat Arab.

🎎📯🎎📯🎎📯🎎📯🎎

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Tata cara mubahalah​


Assalamualaikum ustadz… Apakah itu Muhaballah dan bagai mana tata caranya…
Jika ada suatu kasus yg mnimpa A kmudian smua org mnghujat… lalu si A ber muhaballah.. apakah yg mnghujat kena imbasnya? Makasi ustadz

Jawaban
~~~~~~~~~~~~~~~~

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh .

Bukan Muhaballah .. tapi Mubaahalah, Yaitu:

أَن يجتمع القوم إِذا اختلفوا في شيء فيقولوا : لَعْنَةُ الله على الظالم منا .

Berkumpulnya sekelompok rangka ketika mereka berbeda pendapat dalam suatu hal, lalu mereka berdoa: ​Semoga laknat Allah atas orang yang zalim di antara kita.​

​(Lihat Lisaanul ‘Arab, 11/71)​

Hal ini disyariatkan dalam rangka menerangkan yg hak dan membuktikan yang batil, setelah hujjah disampaikan kepada orang yang dianggap berada dalam kebatinan.

Dalilnya adalah:

فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَةَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ

Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. (QS. Ali Imran: 61)

Mujahadah ini Sunnah dilakukan kepada orang yg keras kepala dan membangkang kepada Al Haq. Imam Ibnul Qayyim berkata:

السُّنَّة فى مجادلة أهل الباطل إذا قامت عليهم حُجَّةُ اللهِ ولم يرجعوا ، بل أصرُّوا على العناد أن يدعوَهم إلى المباهلة ، وقد أمر اللهُ سبحانه بذلك رسولَه

Adalah Sunnah mendebat orang-orang yg di atas kebatilan, jika sudah ditegakkan hujjah-hujjah agama Allah kepada mereka tp mereka belum rujuk dari kesalahannya, bahkan jika mereka melakukan pembangkangan maka hendaknya lakukan mubahalah kepada mereka, hal itu diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan RasulNya.

​(Zaadul Ma’ad, 3/643)​

Mubahalah ini berlaku umum, tidak hanya saat mendebat orang kafir. Tetapi jika kepada orang Islam yang menyimpang dan jahat.

Para ulama di ​Al Lajnah Ad Daimah​ mengatakan:

ليست المباهلة خاصة بالرسول صلى الله عليه وسلم مع النصارى ، بل حكمها عام له ولأمته مع النصارى وغيرهم ؛ لأن الأصل في التشريع العموم ، وإن كان الذي وقع منها في زمنه صلى الله عليه وسلم في طلبه المباهلة من نصارى نجران فهذه جزئية تطبيقية لمعنى الآية لا تدل على حصر الحكم فيه

Mubahalah bukan Kekhususan bagi Nabi ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​ bersama Nasrani saja, tapi juga berlaku umum bagi umatnya baik dengan Nasrani atau selainnya.

Sebab, hukum asal dari tasyri’ (pensyariatan) adalah berlaku umum, walau pun kejadian nyatanya di zaman Nabi ​Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam​ merupakan ajakan kepada Nasrani Bani Najran secara khusus, tapi penerapan hukum yg ada tidaklah dibatasi.

​(Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 4/203-204)​

Syarat-syarat mubahalah adalah:

1. Ikhlas karena Allah Ta’ala, bukan untuk mencari ketenaran, tapi membuktikan kebenaran.

2. Sudah disampaikannya hujjah kepada pihak yang menyelisihi kebenaran.

3. Pihak yang menyelisihi memang membangkang dan melawan

4. Hanya dalam masalah agama yang urgen, bukan masalah perselisihan fiqih yang memang para ulama sdh sejak lama tidak sama pendapatnya. Atau masalah bukan pada masalah-masalah sepele dan tidak penting, misal mubahalah hanya karena perbedaan lebih dulu mana ayam atau telurnya.

Demikian. Wallahu a’lam

Pandangan Fikih Tentang Biaya Perjalanan Dinas


© Pandangan Fikih Tentang Biaya Perjalanan Dinas

1. Dari aspek akad atau transaksi, dapat dipilah menjadi dua opsi.

a. Jika yang dimaksud adalah sewa (ijarah) atau fee yang didapatkan oleh pegawai tersebut atas jasa melakukan pekerjaan atau menyelesaikan pekerjaan tertentu berbasis harian, biaya tersebut harus berbasis harian. Oleh karena itu, jika dipersingkat, biaya sah yang diambil adalah sejumlah hari yang riil ditunaikan. Sementara itu, sisanya dikembalikan kepada pemerintah atau kantor kecuali jika pemerintah atau kantor merelakannya.

b. Jika transaksi yang disepakati adalah sewa atas progres. Maksudnya biaya dinas yang dikeluarkan bukan berbasis harian, tetapi berbasis progres. Jika waktu yang ditentukan tiga hari, tetapi output-nya sudah bisa selesai dalam dua hari, biaya tersebut sudah sah diterima dan halal dimanfaatkan pegawai. Jenis kontrak ini dinamakan ju’alah karena fee atau reward diberikan kepada pegawai adalah atas jasanya berbasis progres, bukan berbasis harian. Jika ini yang diberlakukan, biaya yang didapatkan pegawai atas progres yang dihasilkan walaupun waktunya dipersingkat itu diperkenankan atau halal.

▪Akad ijarah, yaitu akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa (ujrah) tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan barang itu sendiri; akad ijarah juga berlaku untuk memperoleh jasa pihak lain guna melakukan pekerjaan tertentu dengan pembayaran upah (ujrah/fee).

▪Ju’alah adalah janji atau komitmen (iltizam) untuk memberikan imbalan (reward/’iwadh//ju’l) tertentu atas pencapaian hasil (natijah) yang ditentukan dari suatu pekerjaan.

2. Berdasarkan teori akad di atas, perlu diperjelas kontrak yang biasa ditandatangani, apakah berbasis harian atau progres. Jika berbasis harian dan sulit ditunaikan, sebaiknya jenis kontrak yang disepakati bukan berbasis harian, tetapi berbasis progres. Sebaiknya diarahkan agar dari awal transaksi yang disepakati berbasis progres atau hasil dari pekerjaan agar fee yang didapatkan halal dan legal.

Sebagaimana firman Allah,

قَالُوا نَفْقِدُ صُوَاعَ الْمَلِكِ وَلِمَنْ جَاءَ بِهِ حِمْلُ بَعِيرٍ وَأَنَا بِهِ زَعِيمٌ

Penyeru-penyeru itu berkata: “Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh bahan makanan (seberat) beban unta, dan aku menjamin terhadapnya” (Q.S. Yusuf : 72)

3. Sebagai muslim dan da’iyah, kita sebaiknya memberikan teladan dan mendorong pemangku kebijakan agar kegiatan tersebut menuntaskan pekerjaan dan hasilnya sehingga meskipun harinya dipersingkat, hasil atau outputnya dapat direalisasikan sebagaimana yang disepakati.

Wallahu a’lam.

Terbentuknya Turki Muda, Awal Mula Kejatuhan Kekhilafahan Turki Utsmani


Pada masa pemerintahan Sultan Abdülaziz (1861-76), beliau sangat mendukung program pendidikan militer dan tidak menyukai oposisi politik serta pergerakan intelektual pada masa tersebut. Menurut sejarawan militer Turki terkemuka Mesut Uyar dan Edward J. Erickson, tanpa disadari khalifah, kebijakannya memunculkan nemesis yang berujung tumbangnya kekhilafahan (hal. 182).

Sebagian tokoh yang tidak disukai Sultan Abdülaziz dibuang ke luar negeri atau melarikan diri. Mereka berkumpul di kota-kota Eropa, khususnya Paris. Mereka ini membentuk persatuan Yeni Osmanlılar (Turki Utsmani Baru), namun lebih populer dengan istilah:

Jeune Turcs atau Young Turks alias Turki Muda

Kelompok ini berbeda dari organisasi serupa pada abad sebelumnya, utamanya karena mereka mendukung terbentuknya parlemen untuk membatasi kekuasaan sultan. Semacam reformasi serta pembentukan Constitutional Governance.

Walau mereka sendiri tidak memiliki kekuatan, namun idenya diserap oleh golongan perwira militer Mektebli melalui konsep Osmanlılık atau Turki-Utsmanisme. Konsep Osmanlılık ini menuntut loyalitas dengan imbalan kebebasan politik serta kesetaraan ekonomi. Hal ini dianggap wajar mengingat besarnya tuntutan seoaratisme dan revolusionis komunitas Nasrani di wilayah kekhilafahan Turki Utsmani.

Secara naif Turki Muda serta golongan perwira Mektebli percaya bahwa proklamasi berdasarkan konstitusi ini akan menghentikan seluruh gerakan nasionalisme begitu saja. Bahkan secara lugu mereka percaya bahwa agama dan dan etnisitas dapat diakomodasi melalui keterwakilan pada parlemen.

Ketika gerakan Turki Muda ini mulai terasa, bahkan Sultan Abdülaziz mulai menaruh curiga kepada seluruh perwira tinggi militernya. Pemecatan yang dilakukan beliau semakin menguatkan golongan ini sehingga terbentuklah upaya menggulingkan kekuasaan. Terkumpul dalam golongan dari berbagai kepentingan diwakili oleh Hüseyin Avni Paşa dari Mektebli, Mehmed Rüştü Paşa sang Sadrazam sendiri, Mithat Paşa tokoh politik penggagas reformasi, bahkan juga Süleyman Hüsnü Paşa sang penilik akademi militer juga.

Pada tanggal 30 Mei 1876 Sultan Abdülaziz diturunkan secara paksa.

Agung Waspodo, menarik nafas panjang melihat banyaknya kesamaan dalam perkembangan politik di berbagai negeri Kaum Muslimin sekarang ini.

The Military History of the Ottomans, Uyar & Erickson, 2009.

Foto kongres pertama Turki Muda di Paris pada tahun 1868.

Menjual Tanah Wakaf dan Memalsukan Kwitansi


Assalamualaikum wr wb, Ustadz…

1. Di sekitar tempat tinggal ada bangunan sekolah+perumahan guru yg sudah bertahun2 lamanya,info nya lahan yg dipakai adalah hasil waqaf,kemudian belakangan,oleh si pemilik,lahan2 yg ada perumahan gurunya dijual,yg tersisa hanya lahan yg ada bangunan sekolah dan halamannya,. Bagaimana hukumnya status jual beli perumahan tsb?

2. Bila si fulan diminta oleh perusahaan/instansi tempat bekerja untuk membeli barang,misal harga barang 1jt,kmudian diadakan tawar menawar sehingga harga menjadi 900rb,namun di kwitansi si fulan meminta agar harga tetap ditulis 1jt (100rb nya untuk fulan),bagaimana hukumnya? Manis🅰2⃣8⃣

Jawaban
———-

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala rasulillah wa ba’d:

1⃣ Jika benar itu adalah tanah waqaf, maka penjualan tersebut tidak lepas dari dua kemungkinan:

📌 Dijual untuk kepentingan pribadi, maka ini haram, bahkan termasuk dosa besar. Allah Ta’ala berfirman: “Wahai orang beriman, janganlah kalian memakan harta kalian yang ada di antara kalian, dengan cara yang bathil.” (QS. An Nisa: 29)

📌 Dijual untuk dipindahkan, lalu dibelikan tanah waqaf baru, agar tetap terpelihara amanah waqafnya. Ini tidak apa-apa.

2⃣ Kasus seperti itu tidak boleh. Sebab:

📌 “Walaa ta’aaanuu ‘alal itsmi wal ‘udwaan” – Jangan saling bantu dalam dosa dan kejahatan. (QS. Al Maidah: 2)

📌 Nabi Shallallahu ‘Alahi wa Sallam bersabda: “Man ghasysyanaa falaisa minnaa” – barang siapa yang menipu kami maka bukan golongan kami.” (HR. Muslim No. 101)

Wallahu a’lam.

Tradisi Orang Arab

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Kamis, 18 Rabbiul Awwal 1439 / 07 Desember 2017

📕 Shiroh

📝 Kak Siro

📖 Tradisi Orang Arab
==========☆☆☆==========
🎯🎲🎯🎲🎯🎲🎯🎲🎯

Tradisi-tradisi orang Arab selain menyembah berhala, yakni :

🏹 Mereka juga mengundi nasib dengan menggunakan anak panah yang tidak ada bulunya. Anak panah yang digunakan untuk memberi nasib tersebut diberi 3 Tanda. Anak panah pertama diberi tanda “YA” panah kedua diberi tanda “TIDAK” panah ke tiga tidak diberi tanda apa apa.

Mereka mengundi nasib untuk memastikan pelaksanaan suatu keinginan atau Rencana seperti berpergian atau lain-lainnya dengan menggunakan anak panah itu. Jika yang keluar panah bertanda “YA” mereka melaksanakannya dan jika yang keluar panah bertanda “TIDAK” mereka menangguhkan nya hingga tahun depan dan berbuat hal serupa sekali lagi. Bila yang keluar anak panah yang tidak diberi tanda mereka mengulanginya lagi.

Selain tiga anak panah bertanda seperti itu ada jenis lain lagi yang diberi tanda air dan tebusan. Ada juga anak panah Bertanda “Dari golongan kalian” atau “Bukan dari golongan kalian” atau “Anak angkat” jika mereka memperkarakan nasab seseorang mereka membawa orang itu ke hadapanku Hubal, sambil membawa 100 hewan qurban dan diserahkan kepada pengundi anak panah. Jika yang keluar tanda “Dari golongan kalian” maka orang tersebut merupakan golongan mereka dan jika yang keluar tanda “Bukan dari golongan kalian” maka orang tersebut hanya sebagai rekan persekutuan dan jika yang keluar tanda “Anak angkat” maka orang tersebut Tak ubahnya anak angkat bukan termasuk dari golongan mereka dan juga tidak bisa didudukan sebagai rekan persekutuan.

Perjudian dan Undian tidak berbeda jauh dengan hal tersebut.

🔮Mereka juga percaya kepada perkataan Peramal, orang pintar, ahli Nujum.

Peramal adalah orang yang mengabarkan sesuatu yang bakal terjadi di kemudian hari. Ia mengaku bisa mengetahui rahasia gaib pada masa mendatang. Diantara peramal ini ada yang mengaku memiliki pengikut dari golongan jin yang memberinya suatu pengabaran. Di antara mereka mengaku bisa mengetahui hal-hal gaib lewat suatu pemahaman yang dimilikinya. Diantara mereka mengaku bisa mengetahui berbagai masalah lewat isyarat atau sebab yang memberinya petunjuk dari perkataan, perbuatan atau keadaan orang yang Bertanya kepadanya. Orang semacam ini disebut paranormal atau orang pintar. Ada pula yang mengaku bisa mengetahui orang yang kecurian dan tempat di mana dia kecurian serta orang tersesat dan lain lain.

💫 Selain peramal ada ahli Nujum yaitu orang yang memperhatikan keadaan bintang dan planet lalu dia menghitung perjalanan dan waktu peredarannya agar dengan begitu dia bisa mengetahui berbagai keadaan di dunia dan peristiwa-peristiwa yang bakal terjadi pada masa mendatang. Pembenaran terhadap pengabaran ahli Nujum pada hakekatnya merupakan keyakinan terhadap bintang bintang. Sedangkan keyakinan mereka terhadap bintang-bintang merupakan keyakinan terhadap hujan. Maka mereka berkata _”hujan yang turun kepada kami berdasarkan bintang ini dan bintang itu”_.

Di kalangan mereka juga ada tradisi _Thiyarah_ yakni pesimis terhadap sesuatu. Pada mulanya mereka mendatangkan seekor burung atau biri-biri lalu melepaskannya. jika burung atau biri-biri itu pergi ke arah kanan mereka jadi berpergian ke tempat yang hendak dituju dan hal itu dianggap sebagai pertanda baik. Jika burung atau biri-biri tersebut berjalan ke kiri mereka mengurungkan niatnya untuk bepergian dan menganggapnya sebagai tanda kesialan. Mereka juga meramal di tengah perjalanan bila bertemu burung atau hewan tertentu.

🔖Tidak berbeda jauh dengan hal tersebut adalah kebiasaan mereka menggantungkan ruas tulang kelinci. Mereka juga meramal kesialan dengan sebagian hari, bulan, hewan atau wanita. Mereka percaya bahwa bila ada orang mati terbunuh, jiwanya  tidak tentram bila dendamnya tidak dibalaskan. Ruhnya bisa menjadi burung hantu yang berterbangan di padang pasir Seraya berkata _”Berilah aku minum, Berilah aku minum”_ jika dendamnya sudah dibalaskan maka ruhnya menjadi tentram.

Sekalipun masyarakat Arab seperti itu sisa-sisa agama Ibrahim tetap ada di kalangan mereka dan mereka sama sekali tidak meninggalkan nya. Seperti pengagungan terhadap Ka’bah, tawaf, haji, umroh wukuf di Arafah dan muzdalifa. Meskipun ada hal-hal baru dalam pelaksanaannya.

Wallahu alam bi sawwab

🎯🎲🎯🎲🎯🎲🎯🎲🎯

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

ASHBABUN NUZUL QS AL ZALZALAH

🐝 MFT (MANIS For Teens)

📆 Sabtu, 20 Rabbiul Awwal 1439 / 09 Desember 2017

📕 Al – Qur’an

📝 Bu Ida Faridah

📖 *ASHBABUN NUZUL QS AL ZALZALAH*
==========☆☆☆==========
💎⚖💎⚖💎⚖💎⚖💎

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Apa kabar mujahid muda? Semoga adik-adik semuanya masih dalam naungan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Aamiin.

Adik-adik yang di rahmati Allah, kali ini kita akan membahas tentang Asbabun Nuzul surat Az-Zalzalah ayat 7 dan 8 yang menjelaskan Goncangan, langsung aja kita bahas ya

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ

_”Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”_ (QS. Az-Zalzalah : 7)

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ

_”Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”_ (QS. Az-Zalzalah : 8)

Adik-adik yang dirahmati Allah, dalam sebuah riwayat dikemukakan ketika turun ayat ini kaum muslimin menganggap bahwa orang yang bersedekah sedikit tidak akan memperoleh pahala; orang yang berbuat dosa kecil, seperti sombong, mengumpat, mencuri penglihatan dan sebangsanya tidak tercel; serta menganggap bahwa ancaman Neraka dari Allah hanyalah disediakan bagi orang-orang yang berbuat dosa besar. Maka turunlah ayat ini (QS. Az-Zalzalah : 7-8) sebagai bantahan terhadap anggapan mereka itu.

(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin Jubair)

Demikian adik-adik pembahasan kali ini, apapun yang kita lakukan akan mendapatkan balasan dari Allah

Wallahu A’lam

💎⚖💎⚖💎⚖💎⚖💎

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c