QS. Nuh (Bag. 2)

Oleh: Dr. Saiful Bahri, M.A

Materi sebelumnya:
http://www.iman-islam.com/2016/02/qs-nuh-bag-1.html?m=1

Dengan Dialog dan Bukan Dengan Doktrin

Nabi Nuh as dalam berdakwah tidaklah pernah memaksa, tidak juga menggunakan doktrin yang tidak masuk akal. Beliau berdakwah dengan penuh hikmah. Bahkan kaumnya diajak berdialog dengan membaca ayat-ayat kauniah Allah.

โ€Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? Padahal dia sesungguhnya telah menciptakanmu dalam beberapa tingkatan kejadian. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? Dan Allah menciptakan bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya. Kemudian dia mengambalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkanmu (ke hari kiamat) dengan sebenar-benarnya. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan. Supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi ituโ€. (QS. 71: 13-20)

1. Pertama, Nabi Nuh mengajak kaumnya untuk mengenal penciptaan manusia yang bertingkat-tingkat. Siapakah yang menjadikan hal tersebut. Dari setetes air mani yang mengandung sperma yang membuahi ovum kemudian berubah melalui berbagai fase hingga kemudian membentuk janin yang sempurna sampai kemudian keluar dari rahim ibunya. Siapa yang mampu menciptakan hal seperti itu.

2. Kedua, Alam sekeliling manusia. Langit, bintang dan jagad raya yang ada terhampar begitu luas. Tak ada yang tahu seberapa luasnya. Di mana batas-batasnya. Siapakah yang menciptakannya. Dan siapakah yang menjadikan bumi menghampar sebagai tempat hidup manusia yang bisa berjalan ke mana saja untuk menjemput rizki dan karunia Allah.

Tapi, nihil. Hati kaum Nabi Nuh benar-benar tertutup. Lebih keras dari batu. Maka Nabi Nuh pun mengeluhkan pada Allah,
๐Ÿ“Œโ€Nuh berdoa: Ya Tuhanku, tolonglah aku, karena mereka mendustakan akuโ€ (QS. 23: 26)

Dalam surat ini Nabi Nuh lebih jelas berdoa,
๐Ÿ“Œโ€Nuh berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka., dan melakukan tipu-daya yang amat besar.โ€ (QS. 71: 21-22)

Kukuh Dalam Kesalahan

Lihatlah bagaimana mereka bersikukuh pada ego mereka. Para pemuka kaum menyeru tak henti-henti pada semua orang. Anehnya perkataan mereka lebih didengar daripada perkataan Nabi Nuh as. Padahal mereka jelas-jelas menjerumuskan kepada kesesatan.

โ€Dan mereka berkata: Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwaโ€™, yaghuts, yaโ€™uq dan nasrโ€. (QS. 71: 23)

Wadd, suwwaโ€™, yaghuts, yaโ€™uq dan nasr adalah nama-nama berhala yang mereka sembah.

Imam Bukhary meriwayatkan perkataan sahabat Ibnu Abbas ra.,โ€Tuhan-tuhan mereka ini kemudian disembah orang-orang di semenanjung Arab . Wadd disembah kabilah al-Kalb yang bertempat di Daumah al-Jandal, Suwwaโ€™ disembah oleh Hudzail, Yaghuts oleh Murad dan Bani Ghutaif, Yaโ€™uq disembah Kabilah Hamdan serta Nasr disembah Kabilah Hamir di Yaman โ€ฆโ€ ([6]).

Dulunya mereka adalah orang-orang shalih yang baik yang kemudian dikultuskan secara berlebihan oleh orang-orang yang datang setelah mereka. Syaitan pun bermain di sana untuk menyesatkan manusia.

๐Ÿ“Œโ€Dan sesudahnya mereka menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan. Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka. Maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allahโ€. (QS. 71: 24-25)

Karena itu, sebagai pamungkas Nabi Nuh memohon yang terbaik. Menyerahkan ketentuan kepada Allah. Supaya Allah menghukum mereka.

๐Ÿ“Œโ€ Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.โ€ (QS. 71: 26-27)

Dan sebagaimana kita tahu, air pun melimpah dari segala arah.

๐Ÿ“Œโ€Maka kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkanโ€. (QS. 54: 11-12)

Keluarga yang Dibanggakan

Bersambung

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

Bila Pohon Semakin Meninggi

Penulis : Ustadzah Rochma Yulika
Serial motivasi diri di jalan Ilahi (1)
Bila pohon semakin meninggi, kan bersua dengan angin yang merobohkannya. 
Bila pohon semakin meninggi, kan bersua dengan hujan menderas yang kan menghanyutkan nya. 
Bila pohon semakin meninggi, akan bersua dengan teriknya matahari yang akan mengerontangkan nya. 
Bila pohon semakin meninggi, kan bersua dengan badai yang akan memporak-porandakannya
Namun menjadilah pohon yang tak hanya meninggi namun harus menghunjam kan akarnya agar tak mudah ditumbangkan, meski sedahsyat apapun kekuatan yang akan menyerangnya. 
Akar yang menghunjam itulah iman yang teguh, keyakinan yang penuh totalitas sehingga apa pun yang terjadi tak pernah lepas dari kehendak Allah. 
Batangnya yang kokoh dan menjulang tinggi menunjukkan ketangguhan dan kekokohan prinsipnya yakni untuk menegakkan kalimatullah. 
Itulah pohon yang baik. 
Kala meninggi hadirkan keteduhan dan kebermanfaatan bagi orang banyak. 
Daunnya pun semakin rimbun hingga hadirkan sepoi-sepoinya angin.  
Mari kita kuatkan motivasi dan azam  dalam bekerja mengusung amanah maka bagaikan pohon yang semakin kokoh akarnya. 
Dalam kondisi yang sulit, kita masih dapat bekerja dan terus tumbuh dengan amal kebaikan, itu menunjukkan kekuatan iman dan niat kita hanya untuk Allah. 
Pelajaran yang bisa dipetik adalah…..
Terkadang kesuksesan kita itu menjadi sandungan bagi orang lain. 
Keberuntungan-keberuntung an yang kita dapatkan dari Allah bisa membuat orang lain tidak rela. Entah apa pun namanya
Namun perlu disadari bahwa yang namanya angin, hujan, badai, terik matahari adalah sunatullah. Dan semua pasti akan berlalu. 
Kesabaranlah serta kesyukuran yang menjadi penjaga hati kita agar tetap melangkah tanpa terjeda sedikitpun. 
Asshobru minassayajaah… Sabar itulah wujud dari keberanian kita dalam menghadapi masalah. 
Begitu pula ungkapan syukur yang akan semakin meninggikan derajat kita di hadapan Allah. 
Allah telah berfirman: “Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji?” (QS Al-Ankabut:2-3).
Sebuah keberuntungan bila diri kita menjadi terpilih melalui berbagai ujian. Karena itulah jembatan yang akan mengantarkan kita menuju surga. 
Skenario Allah kadang tidak kita pahami lantaran keterbatasan kita sebagai manusia. 
Jika manusia mau menyadari bahwa Rasulullah mengingatkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi bermaksud: 
“Sesungguhnya bagi setiap umat ada ujian dan ujian bagi umatku ialah harta kekayaan.”
 
Masya Allah, Walhamdulillah, 
Wallahu Akbar,
Wallahu musta’an. 
Biarlah Allah yang atur skenario terbaiknya hingga beri keajaiban. Insya Allah.
Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

Menangis Bukan Karena Kita Lemah

Penulis : Ustadzah Rochma Yulika

Sahabat Surgaku…
Pernahkah kita menangis?
Sudahkah kita menangis hari ini?

Atau….
Betapa sulitnya kita menangis?

Atau….
Kita malu jika harus menangis?

Apakah hati kita mudah disentuh oleh keagungan Nya?

Apakah hati kita mudah trenyuh kala merasakan betapa besar kasih sayang Nya?

Menangislah karena mampu merasakan cinta kepada Nya.
Menangislah karena telah sering melalaikan Nya.
Dan menangislah karena kita mendurhaka pada Nya.

Menangis itu perlu, karena banyak hal yg harus kita tangisi.

Teringat kata yang terlontar hingga datang petaka.
Terlintas sikap tak layak ada hingga datangkan lara di jiwa.
Terbersit sesal kala berperilaku yang jauh dari norma.

Sentuh hatimu dengan mengingat khilafmu.
Sentuh hatimu dengan mengingat dosamu
Dan sentuh hatimu dengan mengingat segala alpamu.

Menangislah…
Curahkanlah segala rasa bersalahmu hanya pada Rabbmu.

Kita perlu menangis bukan karena lemahnya diri kita, namun kita menangis karena kita punya hati.

Dalam Al Isra ayat 109 Allah menyampaikan pesan,”Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'”.

Dengan menangis akan menghadirkan kekhusyu’an.
Rasulullah pun menganjur kan kita menangis di banyak tempat dan momen.

1. Pertama, pada saat membaca Al Quran.
Beliau bersabda,”Bacalah Al Quran dan menangislah. Jika engkau tidak menangis maka berpura-puralah menangis.” (HR. Tiemidzi)

2. Kedua, pada saat rasa takut kita kepada Allah itu hadir.
Karena tangis kita akan memberi keselamatan. Beliau bersabda,”Dua jenis mata yang tidak disentuh oleh api neraka, mereka yang menangis karen takut kepada Allah dan mata yang piket malam di sabilillah.”

3. Ketiga, pada saat menyebut nama Nya dan menyendiri bersama Nya.
Rasulullah menyebutkan, bahwa satu golongan yg akan mendapat naungan Allah kelak pd hari kiamat adalah orang yg menyebut Allah dalam kesendirian, lalu kedua matanya berlinang air mata. (Mutafaq alaih)

4. Keempat, saat kita mendapat nasihat-nasihat keimanan.
Seperti kata ‘irbadh bin Sariyah ra,”Rasulullah saw menasihati hati kami dengan sebuah nasihat yang membuat mata kami berderai air mata dan hati kami pun bergetar.”

5. Kelima, ketika berada di waktu sore, setelah melampaui perjalanan hari dengan segala aktivitas.
Sepertin Adh Dhahhak bin Mazahim yg selalu menangis jika ia telah berada di sore hari. Saat ditanya,”Apa yang membuatmu menangis?”
Ia menjawab,”Aku tidak tahu, manakah diantara amalku yang terangkat ke langit hari ini.”

Dan kita wahai saudariku…
Pernahkah kita khawatir atas amal kita. Atau kita sudah merasa cukup dengan bekal yang akan kita bawa?

Merenungi sejenak sejarah perjalanan kita. Yakinkah kita dengan apa yang sudah kita lakukan? Sehingga kita bersantai dan berpangku tangan.

Bersegeralah kita mengevaluasi diri. Dan selalu memperbaharui niat karena Allah swt.

Keenam, saat kita tertinggal amalan utama. Sebagaimana Sa’ad bin Abdul Aziz rahimahumullah yg selalu menangis kala ketinggalan sholat berjamaah.

Kita menangis karena kita punya hati.
Kita menangis karena kita punya rasa empati.
Kita menangis karena ada duka dalam hati.
Kita menangis karena ada rasa takut pada Ilahi
Dan kita menangis lantaran beban berat yang tak mampu ditanggung sendiri.

Semoga kita menjadi hamba-hamba yang mampu mendekat pada Ilahi Rabi.

Dengan kerendahan hati kita mengabdi. Dan dengan air mata yang hadir karena cinta hakiki.

Begitulah Menanda cinta dengan Air mata lantaran besarnya cinta pada yang Maha Pecinta.

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

AYAH YANG DIRINDUKAN (AWASSS!! INI TULISAN SERIUS, GAK NYANTAI)

Pemateri: Ustadz BENDRI JAISYURRAHMAN (twitter :@ajobendri)

(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku. Ayahnya berkata: “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (Yusuf : 4-5)

Lihatlah dialog yang terjadi antara ayah dan anak dalam ayat di atas. Sungguh adalah dialog yang indah. Dialog yang menggambarkan begitu dekatnya hubungan antara anak dan ayah. Sesuatu yang sekarang begitu jarang kita lihat. Ayah dan anak seringkali merasa asing. Bertegur sapa sebatas perlu. Layaknya orang yang sedang menunggu antrean busway. Isinya pun seputar PR anak, makan dan biaya kuliah.  Fisik mereka serumah namun jiwa mereka terpisah lain dunia.

Yusuf, dalam ayat tersebut diceritakan mendatangi ayahnya. Bertanya tentang sesuatu yang sangat pribadi. Yakni tentang mimpi yang dialaminya. Sebuah hal yang menunjukkan ia hanya akan tanyakan sesuatu kepada orang yang paling ia percaya. Dan ayahnya pun memahami arti mimpi tersebut bahwa itu adalah kabar gembira dari Allah untuknya. Dan demi menjaga hal yang tidak diinginkan, maka ia pun menasehati anaknya agar berhati-hati dengan mimpinya terutama tak menceritakan kepada saudaranya.

Yang menarik dari dialog di atas adalah panggilan Yusuf kepada ayahnya menggunakan sebutan  ูŠุง ุฃุจุช, seolah-olah orang yang dipanggil, yakni Yaโ€™qub ayahnya, berada di tempat yang jauh, padahal dia ada di depannya. Orang yang ada di depannya dibuat seakan-akan berada di tempat yang jauh menandakan ia dinantikan kehadirannya, karena yang dimaksudkan adalah menghadirkan hatinya dan perhatian terhadap sesuatu yang akan diceritakan (Hiwarul Abaโ€™ Maโ€™al Abna fiil Qurโ€™anil Kariim wa Tathbiqotuhut Tarbawiyah, Sarah Binti Halil Ad Dakhili)

Dari sinilah kita bisa mengambil dua pelajaran penting dalam konteks pengasuhan saat ini :
1. Adakah AYAH menjadi figur yang dirindukan oleh anaknya
2. Sejauh mana anak menaruh kepercayaan terhadap sang ayah

Ayah yang dirindukan. Ini menunjukkan ikatan hati yang terjalin sedemikian erat. Kesibukan ayah dalam mencari nafkah tak menghalanginya untuk menjalin ikatan batin kepada anaknya. Sehingga tiap pertemuan dirasa begitu berharga oleh anak. Kadang hanya singkat namun memberi makna. Ada kesan mendalam yang digoreskan dalam batin anak. Tentu hal ini terjadi jika ayah betul-betul menjalankan fungsinya sebagai pengasuh sekaligus pengasih.

Ketidakmampuan ayah menghadirkan kerinduan dalam jiwa anak berakibat kepada beralihnya perhatian anak kepada sosok-sosok lain diluar sana. Televisi dan segala perangkat digital menjadi rujukan mereka sekaligus pengisi kekosongan jiwa anak akan hadirnya ayah. Jiwa mereka telah terikat oleh pahlawan-pahlawan rekayasa buatan media. Dampaknya, kepulangan ayah ke rumah tak lagi dianggap istimewa. Ucapan salam ayah di depan teras rumah tak menggetarkan jiwa mereka untuk menyambut. Kalah dengan teriakan tukang bakso yang kadang membuat sebagian anak histeris menyambutnya.

Ketidakrinduan anak kepada ayah ini menjadikan fungsi ayah terbatas hanya kepada dua hal :
1. Memberi nafkah
2. Memberi izin untuk menikah

Tanpa sadar, anak menganggap ayah sebatas mesin ATM. Didatangi saat kehabisan uang belanja. Kehadiran ayah dirasa ada dan tiada. Bahkan banyak yang merasa sudah yatim sebelum waktunya meski sang ayah masih ada di sekitarnya. Walโ€™iyadzubillahโ€ฆ

Jika ini dibiarkan terjadi, maka hilanglah rasa kepercayaan anak kepada sang ayah. Dan ini ditandai dengan banyaknya ayah yang tak tahu kapan pertama kali anak lelakinya mimpi basah. Kenapa demikian? Sebab anak merasa sungkan untuk bertanya akan masalah seksualitas yang dialaminya. Bayangkan! Ayah menuntut anaknya untuk sholat subuh ke mesjid. Sementara anaknya baru saja mengalami mimpi basah dan tak tahu harus mandi junub. Sholat si anak tidak sah. Tentu ayah lah sebagai penanggung jawabnya.

Menjadi ayah yang dirindukan memang tak mudah. Layaknya menanam benih hingga menjadi tanaman padi yang bernas, butuh ketekunan, keseriusan dan kesabaran. Namun kelak ayah akan memanen hasilnya. Yakni berupa kepercayaan dari anak. Saat anak betah berlama-lama bercerita di hadapan ayah akan kegiatan sehari-harinya. Menjadikan ayah rujukan informasi pertama. Bahkan saat anak hadapi suatu masalah, ia tahu kepada siapa ia mencari solusi. Tak lain adalah ayahnya.

Bagi anak yang telah timbul rasa kepercayaan kepada ayahnya, sang ayah telah menjelma menjadi โ€˜super heroโ€™ pertamanya. Memberi inspirasi di sepanjang perjalanan usia anak. Bahkan hingga ia berusia dewasa dan menua.
Tidakkah ini menjadi hal yang begitu menggembirakan bagi sang ayah? Saat petuah dan nasehat ayah senantiasa didengarkan dan dipatuhi anak. Bahkan saat ayah meninggal dunia, tak henti-hentinya anak mendoakannya seraya memohon ampun bagi sang ayah. Dan hal ini berdampak kepada kebahagiaan ayah di akherat. Perhatikanlah hadits berikut ini :
ุฅู† ุงู„ุฑุฌู„ ู„ุชุฑูุน ุฏุฑุฌุชู‡ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ ููŠู‚ูˆู„ : ุฃู†ู‰ ู„ูŠ ู‡ุฐุง ุŸ ููŠู‚ุงู„ : ุจุงุณุชุบูุงุฑ ูˆู„ุฏูƒ ู„ูƒ . โ€Œ
โ€œSesungguhnya ada seorang AYAH yang diangkat derajatnya di surga, maka iapun heran dan berkata : Bagaimana ini bisa untukku? Maka dikatakan : disebabkan anakmu beristighfar (memohonkan ampun) untukmuโ€ (HR. Ahmad, Al Baihaqi)

Subhanallah. Maka, jadilah ayah yang dirindukan. Ayah yang tak sekedar mengurus kebutuhan fisik anak namun juga jiwanya. Luangkan waktu untuk berbincang mesra bersama mereka. Tak boleh ada media lain yang membuat kekhidmatan obrolan menjadi rusak. Abaikan dulu HP, laptop dan segala jenis media yang selalu menempel di dekat ayah. Sebab anak juga punya perasaan. Tak ingin diduakan.

Kelak ayah akan menjadi sosok layaknya Yaโ€™qub. Yang begitu dekat dengan anak-anaknya. Menjadi figur yang utama dalam kehidupan mereka. Mengiringi perjalanan hidup anak hingga mereka dewasa. Meski raga terpisah namun hati terikat dalam jalinan cinta. Seraya berharap terkumpul bersama di surga.

Ya, negeri ini sedang darurat ayah. Dengan kata lain anak-anak kita butuh hadirnya sosok ayah. Ayah yang siap mengorbankan kesenangannya menonton bola di malam hari untuk membacakan cerita sebelum anak tidur. Ayah yang siap mengeluarkan segala jurus untuk mengikat hati anaknya. Ayah yang menjadi pahlawan pertama bagi mereka. Agar tak ada lagi anak-anak yang begitu ditanya : dimana ayahmu? Mereka cuma bisa menjawab โ€˜tauโ€™ ah gelapโ€™.

Ayah, pulanglah!

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

KARENA KEBERSIHAN HATI PENGHUNINYA, SURGA BISA TERASA DALAM RUMAH KITA (Bag-2)

Pemateri: Ustadzah Dra. INDRA ASIH

Materi sebelumnya ….
(Bag 1 & 2) http://bit.ly/1RdrwWs

Agar surga ada di rumah kita :
3. Perbanyak membaca Al-Qurโ€™an, jangan sampai hari dalam rumah kita terlewatkan tanpa membaca dan memahami kalam-kalam Allah. Al-Quran di turunkan bukan hanya untuk mencari berkah dengannya, tetapi Allah turunkan sebagai pelajaran, nasihat, obat, dan pedoman hidup.

 ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุงุกูŽุชู’ูƒูู…ู’ ู…ูŽูˆู’ุนูุธูŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู’ ูˆูŽุดูููŽุงุกูŒ ู„ูู…ูŽุง ูููŠ ุงู„ุตูู‘ุฏููˆุฑู ูˆูŽู‡ูุฏู‹ู‰ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ู ู†ููŠู†ูŽ

โ€œHai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasehat/pelajaran dari Rabbmu (al-Qurโ€™an) dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada (hati manusia), dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.โ€ (QS Yunus: 57).

 ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูŠูŽุณูŽู‘ุฑู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ู„ูู„ุฐูู‘ูƒู’ุฑู ููŽู‡ูŽู„ู’ ู…ูู†ู’ ู…ูุฏูŽู‘ูƒูุฑู

โ€œDan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qurโ€™an untuk peringatan/pelajaran, maka adakah orang yang (mau) mengambil pelajaran?โ€ (QS al-Qamar: 17).

4. Perbanyak dalam rumah kita mengingat Allah Subhanahu wa Taโ€™ala dengan dzikrullah, karena dengan berdzikir kita akan senantiasa merasa diawasi oleh Allah, sehingga hati dan pikiran lebih terkontrol untuk berhati-hati dalam berniat dan beramal.

 ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ูŽูŽู‘ ู‚ููŠูŽุงู…ู‹ุง ูˆูŽู‚ูุนููˆุฏู‹ุง ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฌูู†ููˆุจูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุชูŽููŽูƒูŽู‘ุฑููˆู†ูŽ ูููŠ ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ููŽุฑู’ ุถู ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุจูŽุงุทูู„ู‹ุง ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ููŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู

โ€œ(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau ducom
 atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): โ€˜Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.โ€™.โ€ (QS. Ali โ€˜Imran: 181)

5. Berlatihlah untuk berbahagia dengan kebahagiaan orang lain. Dari Anas bin Malik radhiyallahu โ€˜anhu dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, beliau bersabda, โ€œTidaklah (sempurna) iman seseorang diantara kalian hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.โ€ (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Sehingga penting bagi kita untuk pandai-pandai menata hati. Ketika melihat tetangga beli mobil baru, maka biasanya syubhat mengganggu hati dengan berpikiran suโ€™udzon. Maka hendaklah dengan lapang dada kita berpikiran bahwa ketika tetangga beli mobil baru, adalah suatu kebahagian pula untuk kita karena (Alhamdulillah) kita nanti bisa numpang, kita bisa merasakan pula nyamannya mobil tersebut. Subhanallah, betapa tentram hati kita sekeluarga ketika kita mampu menata hati dengan baik, maka semua yang terjadi akan terasa sebagai nikmat, nikmat dan nikmat. ูˆูŽุฅูุฐู’ ุชูŽุฃุฐูŽูŽู‘ู†ูŽ ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู’ ู„ูŽุฆูู†ู’ ุดูŽูƒูŽุฑู’ุชูู…ู’ ู„ูŽููŽุฒููŠุฏูŽู†ูŽู‘ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฆูู†ู’ ูƒูŽููŽุฑู’ุชูู…ู’ ุฅูู†ูŽู‘ ุนูŽุฐูŽุงุจููŠ ู„ูŽุดูŽุฏููŠุฏูŒ

โ€œDan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan: โ€œSesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.โ€ (QS. Ibrahim: 7)

6. Bila kita dilempari batu, maka tangkaplah batu itu, kumpulkan dan bangunlah dengannya sebuah rumah yg indah. Ketika ada yang mengkritik, terima kritikan tersebut dengan sebuah senyuman disertai ucapan โ€œterima kasihโ€. Dua hal ini akan membuat si pengritik langsung tahu bahwa yang dikritik bukanlah orang sembarangan. Mengucapkan โ€œterima kasihโ€ plus senyum pada saat dihujani kritik adalah sebuah sinyal bahwa kita sudah dewasa dan matang. Kata โ€œterima kasihโ€ dan senyum juga bisa menjadi โ€œserangan balikโ€ yang baik bagi mereka yang mengkritik karena biasanya mereka belum tentu akan melakukan hal yang sama pada saat dirinya yang kena kritik.

7. Janganlah menangisi nasi yang telah menjadi bubur, karena itu hanyalah akan menyia-nyiakan waktu.

Bangkitlah dan bersemangatlah untuk membuat sebab takdir Allah menjadi lebih baik. Jangan pernah mengucapkan kata-kata yang mengundang syubhat dari syaithan, seperti mengatakan, โ€œSeaindainya aku melakukan itu, pastilah akan terjadi begini.โ€ Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melarang kita mengucapkan โ€œSeandainya demikian maka demikianโ€ karena ucapan itu akan membuka celah munculnya hal-hal tersebut. Orang yang tabah menyadari bahwa semuanya sudah ditakdirkan, dia tidak menyesali kesungguhan dan upaya yang sudah ditempuhnya. Oleh karenanya Nabi memerintahkan kita untuk berkata, โ€œQaddarAllahu wa maa syaaโ€™a faโ€™alaโ€. Biarlah terjadi karena memang itulah yang sudah ditakdirkan Allah. Tiada gunanya mengeluh dan berandai-andai.

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œBersemangatlah untuk meraih segala hal yang bermanfaat bagimu. Mintalah pertolongan Alloh dan jangan lemah. Apabila engkau tertimpa sesuatu (yang tidak menyenangkan) janganlah berkata, โ€˜Seandainya aku dulu berbuat begini niscaya akan menjadi begini dan begituโ€™ Akan tetapi katakanlah, โ€˜QaddarAllahu wa maa syaaโ€™a faโ€™alaโ€™ (Allah telah mentakdirkan, terserah apa yang diputuskan-Nya), Karena perkataan seandainya dapat membuka celah perbuatan syaitan.โ€ (HR. Muslim).

8. Tata hati dengan gemar berbagi. Anas bin Malik mengisahkan, โ€œDahulu Abu Thalhah adalah orang Anshar di Madinah yang paling banyak harta kebun kurmanya. Kebun yang paling dicintainya adalah โ€œBairuhaโ€, kebun itu ada di depan masjid yang Nabi selalu memasukinya untuk minum airnya yang bagus.โ€ Anas mengisahkan,

โ€œKetika turun ayat โ€˜Kalian tidak akan memperoleh kebaikan hingga kalian menginfakkan sesuatu yang kalian cintai.โ€™ Abu Thalhah bangkit dan berkata, โ€œWahai Rasulullah! Sesungguhnya Allah berfirman, โ€˜Kalian tidak akan memperoleh kebaikan hingga kalian menginfakkan sesuatu yang kalian cintai.โ€™ Sesungguhnya harta yang paling aku cintai adalah โ€œBairuhaโ€, harta itu aku sedekahkan di jalan Allah, aku harapkan kebaikan dan pahalanya di sisi Allah, berikanlah wahai Rasulullah sebagaimana Allah perlihatkan kepada engkau. Nabi shallallahu โ€˜alahi wa sallam kemudian bersabda, โ€œItu harta yang baik, aku telah mendengar apa yang kamu katakan. Menurutku engkau berikan saja harta itu kepada kerabat-kerabatmu.โ€ Abu Thalhah berkata, โ€œAku akan melakukannya wahai Rasulullah.โ€ Lalu ia bergegas membagikan harta itu kepada kerabat-kerabatnya dan anak-anak pamannya.โ€ (Hadits Riwayat Al-Bukhari).

9. Kunjungilah fakir miskin dan seringlah mengingat kematian, karena dengan itu kita menjadi sadar bahwa dunia ini benar-benar hina, hidup di dunia tidaklah lama, dan hidup di dunia hanyalah untuk mencari bekal menghadap Allah Rabbul โ€˜alamin. Sehingga keluarga kita akan tumbuh menjadi orang-orang yang qanaโ€™ah, zuhud, dan suka berbagi kebahagiaan.

 ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู†ููˆู†ูŽ ุฒููŠู†ูŽุฉู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุงู‚ููŠูŽุงุชู ุงู„ุตูŽู‘ุงู„ูุญูŽุงุชู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽ ุจูู‘ูƒูŽ ุซูŽูˆูŽุงุจู‹ุง ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ุฃูŽู…ูŽู„ุง

โ€Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.โ€ (QS. Al-Kahfi : 46).

 ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆุง ุฃูŽู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽูˆู’ู„ุงุฏููƒูู…ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉูŒ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ูŽูŽู‘ ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุฃูŽุฌู’ุฑูŒ ุนูŽุธููŠู…ูŒ

โ€Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.โ€ (QS. Al-Anfaal : 28).

Harta bukanlah tujuan, namun tidak lebih hanya sebagai salah satu sarana dan bekal untuk beribadah kepada Allah taโ€™ala. Allah taโ€™ala telah berfirman dalam salah satu ayat-Nya,

 ุงู†ู’ููุฑููˆุง ุฎูููŽุงูู‹ุง ูˆูŽุซูู‚ูŽุงู„ุง ูˆูŽุฌูŽุงู‡ูุฏููˆุง ุจูุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ููุณููƒูู…ู’ ูููŠ ุณูŽ ุจููŠู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ููŽู‘ ุฐูŽู„ููƒูู…ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ

โ€Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.โ€ (QS. At-Taubah : 41).

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender)

Pemateri: Dr. Wido Supraha (wido@supraha.com)

LGBT mulai ramai digunakan sekitar tahun 90-an di media-media Amerika untuk menggantikan istilah Gay untuk dapat meliputi cakupan penyimpangan seksual yang lebih luas.

Keberanian untuk membuka pembicaraan tentang hal yang tabu ini telah ditemukan dimulai sekitar tahun 50 atau 60-an dengan mengganti istilah homoseksual dengan homophile, kemudian dirubah menjadi gay di tahun 70-an. Terdapat istilah lain tapi tidak terlalu populer seperti sexual minority.

Komunitas dengan gejala penyakit kejiwaan ini, kemudian mengkonsolidasikan kekuatan mereka, sekaligus memanfaatkan berbagai celah di banyak negara, khususnya negara-negara yang telah melepaskan agama sebagai ruh negara dan politik, untuk menampilkan diri mereka di tengah alam kebebasan yang kebablasan.

Lahirlah kemudian beragam syubhat, pemikiran-pemikiran baru yang mencoba untuk semakin menguatkan eksistensi mereka, sekaligus mendorong tingkat penerimaan masyarakat religius sekalipun khususnya masyarakat yang tidak memprioritaskan ilmu dalam kehidupan mereka. Namun benarkah syubhat tersebut?

Mari kita kumpulkan sebagian di antara syubhat mereka tersebut, dan kita coba menjawabnya bersama-sama.

Nabi Luth a.s. tidak pernah berdakwah kepada kaum LGBT, dan bahkan kaum Nabi Luth a.s. bukanlah kaum LGBT

Al-Qur’an menggunakan bahasa yang sangat tinggi untuk menggambarkan betapa bejatnya kebiasaaan kaum nabi Luth bin Haran bin Azar a.s., putra dari saudara laki-laki Nabi Ibrahim a.s., sang Kekasih Allah itu. Telah hilang dari jiwa mereka rasa ketertarikan kepada wanita dikarenakan kebiasaan mereka mengikuti hawa nafsu syaithan dalam mencintai sesama jenis.

Bahkan kemudian, tamu Nabi Luth a.s. yang tentunya sangat layak untuk dihormati, tidak kurang menjadi target yang paling menarik bagi mereka. Inilah diantara yang dapat dipahami ketika Allah Swt berfirman,

ูˆูŽุฌูŽุงุกูŽู‡ู ู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ู ูŠูู‡ู’ุฑูŽุนููˆู†ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ูŠูู‘ุฆูŽุงุชู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู…ู ู‡ูŽุคูู„ูŽุงุกู ุจูŽู†ูŽุงุชููŠ ู‡ูู†ูŽู‘ ุฃูŽุทู’ู‡ูŽุฑู ู„ูŽูƒูู…ู’ ููŽุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุฎู’ุฒููˆู†ู ูููŠ ุถูŽูŠู’ูููŠ ุฃูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฑูŽุดููŠุฏูŒ

โ€œDan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: โ€œHai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?โ€ (QS. Huud: 78)

Sebagai seorang Nabi, Luth a.s. telah berdakwah dengan berbagai upaya untuk mengobat penyakit yang diderita akal mereka. Ia mengingatkan sentiasa agar umatnya bertaubat, khususnya dari perilaku LGBT. Ini pemahaman yang jelas ketika Allah Swt berfirman,

ูˆูŽู„ููˆุทู‹ุง ุฅูุฐู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู‚ูŽูˆู’ู…ูู‡ู ุฃูŽุชูŽุฃู’ุชููˆู†ูŽ ุงู„ู’ููŽุงุญูุดูŽุฉูŽ ู…ูŽุง ุณูŽุจูŽู‚ูŽูƒูู…ู’ ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุญูŽุฏู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ ุŒ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูู…ู’ ู„ูŽุชูŽุฃู’ุชููˆู†ูŽ ุงู„ุฑูู‘ุฌูŽุงู„ูŽ ุดูŽู‡ู’ูˆูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู ุจูŽู„ู’ ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ู…ูุณู’ุฑููููˆู†ูŽ

โ€œDan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: โ€œMengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?โ€ Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.โ€ (QS. Al Aโ€™raf: 80-81)

Bahkan kemudian Allah Swt menguatkan ayat tersebut dengan firman-Nya,

ุฃูŽุชูŽุฃู’ุชููˆู†ูŽ ุงู„ุฐูู‘ูƒู’ุฑูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ , ูˆูŽุชูŽุฐูŽุฑููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌููƒูู…ู’ ุจูŽู„ู’ ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ุนูŽุงุฏููˆู†ูŽ

โ€œMengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.โ€ (QS. Asy Syuโ€™ara: 165-166)

Dalam setiap rencana strategis dakwah Nabi Luth a.s. selalu telah diketahui terlebih dahulu oleh lingkungan eksternal, hal ini karena pengkhianatan isterinya, sebuah pengkhianatan ideologis. Namun kita melihat bahwa LGBT tidak pernah ditoleransi oleh Nabi Luth a.s., tapi selalu dicarikan solusi penyembuhannya.

LGBT adalah karunia dari Tuhan

Faktanya hingga hari ini, seluruh penelitian tidak mampu membuktikan teori tersebut. Peneliti pertama yang memperkenalkan adanya gen gay adalah Magnus Hirscheld dari Jerman (1899), berikutnya ada Dr. Michael Bailey dan Dr. Richard Pillard di tahun 1991, dan dilanjutkan oleh Dean Hamer (seorang gay) di tahun 1993. Berbekal penelitian Dean Hamer, Prof. George Rice (Universitas Western Ontarion, Kanada) kembali riset di tahun 1999, dan Prof. Alan Sanders (Universitas Chicago) diketahui juga meneliti masalah gay di tahun 1998-1999, dan tidak menemukan apapun.

Lihat : trueorigin.org/gaygene01.php

โ€œKami menerima bahwa lingkungan mempunyai peranan membentuk orientasi seksual โ€ฆ Homoseksualitas secara murni bukan karena genetika. Faktor-faktor lingkungan berperan. Tidak ada satu gen yang berkuasa yang menyebabkan seseorang menjadi gay โ€ฆ kita tidak akan dapat memprediksi siapa yang akan menjadi gay.โ€

โ€œSilsilah keluarga gagal menghasilkan apa yang kami harap temukan yaitu sebuah hukum warisan Mendelian yang sederhana. Faktanya, kami tidak pernah menemukan dalam sebuah keluarga bahwa homoseksualitas didistribusikan dalam rumus yang jelas seperti observasi Mendel dalam tumbuhan kacangnya.โ€ (Dean Hamer. Mengenal pemikiran beliau dapat klik: https://www.youtube.com/watch?v=qJVkOKslXnQ)

Pencarian sebuah gen gay bukan suatu usaha pencarian yang bermanfaat. Saya tidak berpikir ada gen tunggal yang memerintah perilaku manusia yang sangat kompleks.

Ada berbagai komponen genetik dalam semua yang kita lakukan, dan adalah suatu kebodohan untuk menyatakan gen-gen tidak terlibat. Tapi saya tidak berpikir gen-gen itu menentukan.โ€ (Ruth Hubbard, pengurus โ€œThe Council for Responsible Geneticsโ€, penulis buku โ€œExploding the Gene Mythโ€).
Saksikan wawancara bersama Ruth Hubbard di http://gender.eserver.org/exploding-the-gene-myth.html)

American Psychiatric Association (APA) menerbitkan buku panduan psikologi berjudul Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disordersโ€ (DSM). Di Indonesia, ada buku saku yang merupakan rangkuman singkat DSM bernama (Pedoman Penggolongan & Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ). Namun 5 (lima) dari 7 (tujuh) orang tim pembuat DSM adalah homo dan lesbian. Anggota task force APA terdiri dari Judith M Glassgold Psy. D sebagai ketua (Lesbian), Jack Dreschers MD (Homoseksual), A. Lee Beckstead Ph.D (Homoseksual), Beverly Grerne merupakan Lesbian, Robbin Lin Miler Ph.D (Bisexual), Roger L Worthington (Normal) tapi pernah mendapat โ€œCatalist Awardโ€ dari LGBT Resource Centre, dan Clinton Anderson Ph.D (Homoseksual). (Lihat Rita Soebagyo dalam wawancara dengan Hidayatullah Online.)

Kecenderungan LGBT juga perlu diwaspadai dari pemilihan faktor makanan dengan banyak 3P (Pewarna, Pengawet dan Perasa) dan diperburuk semakin banyaknya radikal bebas seperti Polusi Udara dan Asap Rokok. Hal ini di antara yang memicu lahirnya penyakit degeneratif, maka kita menyaksikan adanya pria di usia 40 tahun yang telah memiliki anak dan istri kemudian diketahui bersifat transgender.

Gay bukan penyakit menular

66% faktor lingkungan sangat mempengaruhi jiwa seseorang menjadi Gay (Pandangan NiklasLangstrom, seorang Professor di Karolinska institutet, Senior Researcher, Correctional Services, Twitter: @NiklasLangstrom)

Para pendukung gay kemudian mencoba menularkan mereka dengan ragam aktifitas. Di dunia pendidikan, mereka mendorong konsep baru yakni bahwa orang tua harus memposisikan dirinya sebagai fasilitator bagi anak sejak kecil dalam menentukan pilihan gendernya, dan agama tidak boleh berperan mengintervensi.

Maka kemudian jangan terkejut jika ada seorang anak yang telah tertular pemikiran ini dengan tanpa berdosa berbicara di depan publik bahwa gender adalah anugerah dari Tuhan dan tidak boleh ada yang mengecam mereka yang berbeda gender.

Pakar Kedokteran Jiwa, Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari, Psikiater menyebutkan bahwa suara-suara yang menghalalkan perkawinan sejenis (homoseksual dan lesbian) sebenarnya lebih bersumber dari jiwa yang sakit, emosi yang tidak stabil dan nalar yang sakit.

Penyakit homo/lesbi ini bisa diobati. Kasus homoseksual tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan melalui proses perkembangan psikoseksual seseorang, terutama faktor pendidikan keluarga di rumah dan pergaulan sosial.

Homoseksual dapat dicegah dan diubah orientasi seksualnya, sehingga seorang yang semula homoseksual dapat hidup wajar lagi (heteroseksual). (Dadang Hawari, Pendekatan Psikoreligi pada Homoseksual)

Sebagian dokter banyak menceritakan pengalaman mereka. Misalkan bagaimana seorang penderita gay baru datang ke dokter ketika duburnya sudah rusak. Ia kemudian tidak jadi berobat setelah melihat sendiri bagaimana tingkat kerusakan duburnya yang sangat parah.

Sebagian gay mungkin baru tersadarkan setelah nasi menjadi bubur, bahwa ternyata para pendukung LGBT tidak akan membersamai mereka di saat kondisi mereka semakin kritis.

Ketika para dokter dan perawat pun sangat berhati-hati memegang tubuh mereka yang mengidap banyak penyakit menjijikan, namun pada saat itu, hanya orang tua merekalah yang penuh ikhlas merawat mereka, meski sebelumnya merekalah orang tua yang paling keras mengecam perilaku anaknya.

Gay tidak bisa disembuhkan karena bukan penyakit

Sebagian psikiatri ketika merewind masa kecil seorang pengidap gay, menemukan bahwa kebanyakan biseksual memiliki trauma masa kecil dengan ibu atau bapaknya, sehingga ia lebih nyaman berbicara dengan selain orang tuanya.

Seorang anak yang tumbuh dengan kecenderungan ‘melambai’, mungkin karena ia dibesarkan di lingkungan dengan jumlah wanita lebih banyak (keluarga dekat atau teman sekolah), berpotensi akan terus menguat jika orang tua dan lingkungannya tidak segera meluruskan perilakunya atau pilihan-pilihan hidupnya.

Misalkan ketika seorang anak laki-laki lebih memilih penjepit rambut dan boneka, maka orang tua harus segera memberikan alternatif atas pilihannya.

Dalam hal ini peran ayah tidak boleh hilang. Sebagus apapun seorang ibu menceritakan kisah kepahlawanan pria, tidak akan sama jika ayah yang menceritakan dan meneladankannya.

Seorang anak yang terbiasa menonton media massa akan perilaku pria-pria yang sengaja ‘melambai’ dan tidak didampingi orang tuanya berpotensi untuk meniru, atau minimal menjadi sosok yang menerima keadaan.

Maka orang tua harus selalu menemani dan memberikan pelajaran positif bagi anaknya agar tetap tegas dalam kelelakiannya dan memandang bahwa apa yang disaksikannya adalah bentuk penyimpangan kejiwaan. Yang patut disayangkan film kartun Ipin dan Upin pun masih terdapat tokoh Bang Saleh yang dapat mengganggu perkembangan identitas anak.

Dalam konteks tumbuh kembang anak, terapi terhadap orang tua jauh lebih penting agar dapat lebih optimal membersamai anak-anaknya, sehingga wabah penyakit tidak keburu menjadi kronis dan sulit disembuhkan.

Sebagai penutup, mari kita cegah berkembangnya pemikiran dan nafsu LGBT minimal melalui cara berikut ini:

1.  Meningkatkan peran dan kualitas orang tua

2. Menguatkan pendidikan agama

3. Memperhatikan asupan makanan

4. Memperhatikan lingkungan pendukung

5. Memperhatikan bahaya informasi media

Wallahu A’lam.

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

JEBAKAN DI ATAS JEBAKAN

Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

Pengepungan dan Penyerbuan Szigetvรกr
6 Agustus s/d 8 September 1566

Pengepungan ini dieja sebagai [หˆsiษกษ›tvaหr] dalam bahasa Hungaria dalam istilah Szigetvรกr ostroma, dalam istilah Kroasia sebagai: Bitka kod Sigeta atau Sigetska bitka, dan dalam istilah Turki sebagai: Zigetvar KuลŸatmasฤฑ.

Pengepungan terhadao kota Szigetvรกr menjadi sebuah keharusan karena ia adalah titik itu berada pada jalur keberangkatannya menuju pengepungan kota Wina (Vienna) pada tahun 1566. Pertempuran yg terjadi bersamaan dengan pengepungannya mempertemukan antara kekuatan Kerajaan Habsburg Austria yang dipimpin oleh Ban-Kroasia yg bernama Nikola ล ubiฤ‡ Zrinski (dalam bahasa Hungari: Zrรญnyi Miklรณs) melawan Khilafah Turki Utsmani yang dipimpin langsung oleh Sultan Suleiman I Kanuni  (the Magnificent).

Latar Belakang

Setelah kekalahan di Mohรกcs tahun 1526, yg mengakibatkan hilangnya kedaulatan Kerajaan Hungaria, Ferdinand I diangkat menjadi raja oleh para bangsawan Hungaria dan Kroasia. Setelah itu terjadilah serangkaian konflik yang menimpa Kerajaan Habsburg beserta sekutunya melawan Turki Utsmani. Pada Perang Pendek (Little War) kedua pihak kehabisan energi akibat besarnya korban yg jatuh. Kampante militer Turki Utsmani mereda hingga dimulainya penyerangan terhadap Szigetvรกr ini.

Pada bulan Januari 1566, tanoa disadarinya, Sultan Suleiman I berangkat perang untuk yang terakhir kalinya. Pengepungan Szigetvรกr yg berlangsung dari 5 Agustus hingga 8 September 1566 walau berakhir pada kemenangan Turki Utsmani namun kedua pihak kembali mengalami jatuhnya korban yg besar. Kedua pemimpinnya juga wafat dalam kejadian ini, Zrinski gugur pada serbuan terakhirnya sedangkan Suleiman wafat di tendanya karena sakit.

Lebih dari 20 ribu pasukan Turki Utsmani yang gugur dalam beberapa kali serbuan sedangkan hampir seluruh pasukan pertahanan Zrinski yg berjumlah 2.300 orang itu gugur semua. Sebagian besar barisan pertahanan terkahir yang gugur pada hari terakhir mencapai jumlah 600 orang. Pengepungan dan pertempuran itu kembali menghentikan langkah Suleiman menuju Vienna tahun itu. Setelah beliau wafat, Vienna aman dari ancaman hingga ke pengepungan berikutnya tahun 1683.

Pentingnya Arti Pertempuran Ini

Pertempuran ini penting artinya sampai-sampai seorang pemuka agama Perancis, Cardinal Richelieu, sempat menjelaskan bahwa “pertempuran ini telah menyelamatkan peradaban [barat].” Pertempuran ini masih populer dalam kesejarahan bangsa Kroasia dan Hungaria.

Pergerakan Pasukan

Pada bulan Januari 1566, Suleiman I Kanuni telah memerintah Khilafah Turki Utsmani selama 46 tahun dan usianya telah mencapai 76 tahun. Ia menderita penyakit asam urat (gout) sehingga keberangkatannya ke medan perang yg ketigabelas ini harus ditandu. Pada tanggal 1 Mei 1566, beliau berangkat dari ฤฐstanbul mengepalai balatentara Turki Utsmani terbesar yg pernah dipimpinnya.

Sedangkan lawannya, Ban Nikola ล ubiฤ‡ Zrinski adalah pemiliki tanah paling luas di seluruh Kerajaan Kroasia, seorang komandan tempur yg berpengalaman, dan menjadi kepala para bangsawan (Ban) seKroasia selama periode 1542-1556. Pada awal karir hidupnya ia pernah merasakan pertempuran Vienna dan status kemiliterannya cemerlang.

Pasukan Turki Utsmani mencapai kota Belgrade pada 27 Juni setelah long-march selama 49 hari. Di sini Suleiman I bertemu dengan John II Sigismund Zรกpolya yg pernah ia janjikan utk menjadi pemimpin seluruh wilayah Hungaria. Sesampainya di Belgrade, Suleiman I mengetahui bahwa Zrinski sudah berhasil merebut pemukiman Turki di Siklรณs. Atas perkembangan ini beliau memutuskan untuk menunda rencana penyerangannya atas Eger/Erlau dan mengalihkan perhatiannya pada benteng Szigetvรกr guna melenyapkan ancaman ini sebelum meneruskan rencana besarnya.

Pertempuran

Elemen intai terdepan dari balatentara Turki Utsmani sampai di pinggir kota Szigetvรกr pada tgl 2 Agustus dan, diluar dugaan, pasukan Hungaria menyerang lebih awal dan sempat mengakibatkan kerugian yg tidak sedikit. Namun keadaan kacau ini segera diredakan sebelum akhirnya sultan tiba dengan pasukan utamanya pada hari Senin 19 Muharam 974 Hijriah. Tenda kebesarannya dibangun di atas bukit Similehov dimana ia dapat melihat keseluruhan pandan medan tempur. Dihambat mobilitas oleh penyakitnya, maka sultan menerima laporan harian di tendanya langsung dari Menteri Utamanya yg dijabat oleh Sokollu Mehmed Pasha. Sokollu merupakan panglima di lapangan.

Pengepungan itu dimulai keesokan harinya ketika sultan mengeluarkan perintah utk menyerbu parit pertahanan; gelombang pertama ini dihentikan setelah sultan mempelajari pola bertahan lawannya. Walaupun pertahanan di Szigetvรกr sebenarnya kurang personil dan kalah jumlah berkali lipat, namun mereka sampai akhir pertempuran tidak pernah dikirimi bantuan apapun dari Vienna.

Setelah beberapa bulan dikepung dengan penuh nestapa, sedikit personil pertahanan yg tersisa terpaksa mundur ke dalam pertahanan kota tua untuk mempersiapkan garis mundur terakhir jika bala bantuan tidak kunjung datang. Sebenarnya sultan telah memberikan peluang kepada Zrinski untuk menyerah dengan tawaran sebagai penguasa Kroasia dibawah Turki Utsmani namun sang Ben tidak pernah menjawab dan berniat untuk terus bertahan.

Benteng terkahir inipun sudah menunjukkan tanda-tanda kejatuhan namun para pemimpin kesatuan Turki Utsmani di lapangan tetap menunjukkan keraguan. Pada hari Jum’at 21 Safar 974 Hijriah (6 September 1566) sultan Suleiman I Kanuni – cucu Sultan Mehmed II Fatih – ini wafat di dalam tendanya. Kewafatannya dirahasiakan sedemikian rupa oleh lingkar satunya dan dengan segera kurir diperintahkan untuk mengantarkan surat tsrsegel kepada calon penerusnya, Selim II, untuk bersiap-siap. Sang kurir pun tidak mengetahui isi berita yg ia bawa menuju kediaman sang penerus yg berada jauh di sebelah timur Anatolia. Perjalanan jauh ini hanya ditempuh dalam 8 hari saja.

Pertempuran Terakhir & Jebakan

Babak terakhir terjadi keesokan harinya dimana benteng tersebut sudah tinggal puing-puing yg berserakan serta api yg menyala, dengan drum mesium menebarkan bau yg menyengat di sana-sini. Pada pagi hari dikeluarkanlah perintah serbuan terakhir dimana pasukan terdepan dibekali dengan “Api Yunani” setelah titik-titik pertahanan terakhir dihujani mortir terlebih dahulu. Dampaknya adalah, bangunan terakhir itu rubuh dan menimpa kamar-kamar imperial dan bekas barak.

Zrinski tetap bertaham dan tidak membiarkan pasukan Turki Utsmani utk menerobos ke bagian dalam istana. Kini lautan pasukan Turki Utsmani itu merangsek memenuhi jembatan kecil yang menghubungkan dengan istana bagian dalam. Tiba-tiba gerbangnya terbuka dan meriam kaliber besar Hungaria yg sudah disiapkan pun menyalak dan memuntahkan ratusan patahan besi yg menyambar nyawa sekitar 600 pasukan lawan terdepan tanpa ampun.

Setelah itu Zrinski memimpin serbuan balasan dari arah dalam istana menuju barisan pasukan Turki Utsmani yg masih terkesima dengan kejutan tadi. Keenam-ratus pasukan yg dipimpin oleh Zrinski itu mendapati pasukan lawannya tidak bergeming dan bentrokan jarak dekatpun tak terelakkan. Zrinski terkena tembakan musket dua kali tepat di dada dan panah tepat di kepala sebelum roboh. Sisa-sisa pasukannya mundur kembali ke istana bagian dalam.

Akhirnya pasukan Turki Utsmani berhasil merebut istana bagian dalam itu dan seluruh personilnya dieksekusi kecuali segelintir yg dibiarkan hidup oleh kesatuan Janisari atas kesalutan terhadap mereka. Tercatat hanya 7 orang pasukan Hungaria yg lolos atau dibiarkan lolos. Jasad Zriski dilepaskan dari kepalanya, jasadnya dikebumikan dengan penghormatan militer penuh, sedangkan kepalanya dibawa sebagai bukti kemenangan di hadapan pasukan.

Jebakan Lagi

Sebelum istana bagian dalam itu berhasil direbut oleh pasukan Turki Utsmani dan bahkan sebelum serbuan terakhir yg dipimpin oleh Zrinski, ia telah memerintahkan agar tumpukan mesiu di basement istana tersebut sdh dinyalakan dengan sumbu yg lambat. Benar saja, setelah semua personil pertahanan ditaklukkan maka pasukan Turki Utsmani berhamburan ke dalam istana dalam tersebut tanpa menyadari adanya jebakan lagi.

Ledakan tiba-tiba itu merenggut lebih banyak lagi pasukan terbaik Turki Utsmani!

Nyawa sang menteri utama nyaris terancam jika ia tidak diberi peringatan oleh pelayan Zrinski tentang jebakan itu ketika ia dan pengawalnya sedang memeriksa kamar pribadi Zrinski. Pelayan yg sama itu mengatakan bahwa harta pribadi Zrinski tekah tergadaikan semua untuk memperbaiki benteng tersebut. Mendengar dan mempercayai berita jebakan tersebur membuat Sokollu beserta pasukan pengawal berkudanya bergegas meninggalkan istana dalam bersama pasukan lainnya.. waktu yg demikian pendek menyebabkan tidak cukup waktu untuk mengevakuasi selurunya. Ledakan tersebut membawa serta hampir 3.000 pasukan terdepan Turki Utsmani wafat secara mengenaskan.

Akhir Pengepungan

Korban di pihak Turki Utsmani sangat besar sejumlah 7.000 Janisari, 28.000 pasukan infanteri lainnya, 3 orang berpangkat pasha, dengan total keseluruhan sekitar 20-35 ribu pasukan.

Setelah pertempuran itu Sokollu memalasukan cap kesultanan utk mengirimkan berita kememangan tersebut agar wafatnya Suleiman tidak diketahui dahulu. Surat tersebut juga menjelaskan kepada para komandan lapangan mengapa ekspedisi ke Vienna dibatalkan. Kondisi kesehatan sultan juga dijadikan alasan ia tidam dapat menemui pasukan yg menang itu secara langsung. Jenazah sultan dibawa balik ke ฤฐstanbul dan para pemimpin lingkar-1 bersandiwara seolah-olah terus berkomunikasi dengannya. Kerahasiaan tersebut dijaga selama 3 pekan lamanya dan dokter istana pun terpaksa diamankan untuk tetap menjaga kerahasiaan tersebut.

Letihnya perjalanan yang panjang dan taqdir juga yang mewafatkan sultan sehingga misi ke Vienna terpaksa dibatalkan. Sokollu harus kembali ke ฤฐstanbul utk menerima perintah berikutnya dari Sultan Selim II. Kalaupun sultan masih hidup, serbuan ke Vienna pun harus ditunda karena masa akhir penyerbuan ke Szigetvรกr sangat dekat dengan awal musim dingin. Pertahanan yg “bandel” di Szigetvรกr ternyata menjadi “penyelamat” basib kota Wina.

Agung Waspodo, kali ini tidak perlu menyimpulkan apa2 karena seluruhnya merupakan kesimpulan bagi mereka yg bersedia berpikir setelah 449 tahun kemudian, kurang satu hari..

Depok, 6 Agustus 2015, pas masuk waktu maghrib.

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

Jangan Pernah Lagi Mengatakan Mereka Hanya Berpangku Tangan!

Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

Dimulainya Pengepungan Kota al-Jazฤซrah al-Khadra (Algeciras) – 3 Agustus 1342 โ€“ 26 Maret 1344

Pengepungan kota Algeciras adalah salah satu rangkaian peristiwa yg dikenal sebagai Reconquista atau usaha sistemik perebutan wilayah al-Andalus oleh berbagai kerajaan nasrani di Semenanjung Iberia. Pada pengepungan ini kekuatan Kerajaan Castile dibawah Alfonso XI mendapat bantuan dari Kerajaan Aragon dan Republik Genoa. Sasaran pengepungan adalah kota kaum muslimin al-Andalus yg diberi nama Al-Jazฤซra Al-Khadra atau disebut Algeciras oleh kaum nasrani. Ketika itu, kota tersebut merupakan kota pelabuhan utama milik Kesultanan Mariniyah (Maroko) di wilayah bagian Eropa.
Pengepungan itu berlangsung selama 21 bulan dimana sekitar 30.000 penghuni kota, termasuk penduduk sipil beserta pasukan pertahanan dari Suku Berber asal Afrika, menderita hidupnya akibat blokade darat dan laut yg menghambat masuknya bahan pangan. Emirat Granada pernah mengirim pasukan bantuan, namun mereka dikalahkan oleh koalisi kaum nasrani di Pertempuran Rรญo Palmones. Setelah kekalahan itu, pada hari Jum’at, 10 Dzul Qa’dah 744 H (26 Maret 1344) kota Algeciras ini menyerah untuk kemudian diserap mejadi bagian dari Kerajaan Castile. Pertempuran ini kemungkinan besar adalah konflik militer pertama yg menggunakan bubuk mesiu dan meriam di Eropa.

al-Jazฤซrah al-Khadra pada awalnya adalah bagian dari Emirat Granada yang pada tahun 1329 diambil alih penjagaannya oleh Kesultanan Mariniyah (Maroko) yg menjadikannya ibukota untuk wilayahnya di Eropa. Dari kota ini, gabungan kekuatan Emirat Granada dan Kesultanan Mariniyah melancarkan serangan dan menguasai Jabal Tariq (Gibraltar) pada tahun 1333 sehingga timbul kesan seolah-olah pergerakan Reconquista telah terhenti.

Kemudian pada tahun 1338, Abdul Malik anak dari sultan Mariniyah yg diberi amanah memerintah kota al-Jazฤซrah al-Khadra dan Hisn ar-Rundah (Ronda) melancarkan serbuan-serbuan ke wilayah selatan Kerajaan Castile. Pada salah satu serbuan, ia gugur dan jenzahnya dibawa ke al-Jazฤซrah al-Khadra utk dikebumikan. Ayahnya, Abu al-Hasan ‘Ali ibn ‘Utsman, ketika mendengar berita itu bergegas menyeberangi selat pada tahun 1340, mengalahkan armada Castile serta mendarat di kota. Di pusara anaknya ia berjanji untuk mengalahkan raja Castile dengan mengepung kota Tarifa terlebih dahulu.

Mendapatkan begitu besar energi penyerangan yg dibawa dari Maroko, Raja Alfonso XI dari Castile yg merasa akan kehilangan kota Tarifa dari kendalinya segera meminta bantuan dari Raka Afonso IV dari Portugal. Kedua pasukan besar ini bertempur di Pantai Los Lances dekat Tarifa dalam sebuah pertempuran yg dikenal sebagai Rip Salado pada hari Senin, 8 Jumadil Awal 741 Hijriah (30 Oktober 1340). Kemenangan ini meyakinkan Alfonso XI utk segera menundukkan kota al-Jazฤซrah al-Khadra yg menjadi pintu masuk bagi pasukan kaum muslimin Maroko tersebut.

Pada hari Sabtu, 1 Rabi’ul Awwal 743 Hijriah (3 Agustus 1342), dan tenda-tenda sudah didirikan, Raja Castile menginstruksikan kesatuan zeni kerajaan untuk mempelajari wilayah setempat guna merumuskan posisi terbaik dalam menggelar kepungan. Tantangan utama mereka adalah menghalangi pasukan dari dalam kota untuk keluar serta menghambat pasukan dari luar untuk masuk ke dalam kota, khususnya yg berasal dari jalur Tarifa maupun Jabal Tariq. Direncanakan sedemikian rupa agar kota ini menyerah karena kelaparan bukan dengan serbuan militer yg diduga akan merenggut banyak korban.

Pasukan yg mengepung ternyata mebghadapi masalah yg lebih banyak dari perkiraan mereka. Pertama, pada awal bulan Oktober mereka terkena badai yg besar sehingga tenda-tenda mereka di bagian barat laut terendam banjir sehingga area tenda maupun garis kepung tersebut mendadak berubah menjadi rawa. Pasukan pertahanan kota mengambil peluang ini guna melancarkan serangan dadakan pada malam hari sehingga mengakibatkan kerugian yang banyak. Kedua, akibat dari badai dan banjir tersebut maka pasukan kaum nasrani terpaksa memindahkan markas besar berasama sebagian besar pasukannya ke muara Sungai Palmones sambil menghabiskan bulan Oktober 1342 di sana. Melihat perpindahan itu, pasukan dari dalam kota mengumpulkan sisa kekuatan mereka di Villa Vieja untuk mengirimkan serangan besar. Dalam serangan tersebut, para pemuka kaum muslimin berhasil menerobos hingga ke area tenda dan mengakibatkan banyak korban para pembesar kaum nasrani, antara lain Gutier Dรญaz de Sandoval, Lope Fernรกndez de Villagrand, utusan vasal Joan Nรบรฑez, dan Ruy Sรกnchez de Rojas yg juga merupakan utusan dari ordo militer fanatik nasrani Master of Santiago.

Lambat laun, kondisi kedua belah pihak semakin memburuk. Bahan pangan juga sempat menjadi langka di pihak kaum nasrani setelah kebanjiran itu dan bahkan banyaknya pasukan yg terlibat dalam pengepungan berikut buruknya kebersihan area garis belakang menimbulkan banyak penyakit menular.

Pada bulan Mei 1343, pasukan yg dikirim oleh Emirat Granada melintasi Sungai Guadiaro dan bergerak menuju kota. Raja Alfonso XI mengirim detasemen pengintainya untuk menilai situasi dan tingkat ancaman. Dari hasil pengintaian tersebut, ia mengirimkan surat kepada Emir Granada bahwa ia bersedia melepas kepungan jika dibayar sejumlah upeti (tribute). Setelah menerima surat tersebut, Emir Granada hanya menawarkan gencatan senjata yg rupanya tidak cukup bagi pihak Castile yg memerlukan dana segar guna membayar pasukannya.

Andai saja upeti ini dibayar mungkin kejadian berikutnya bisa berubah, namun para pemimpin kaum muslimin pada era itu menganggap pembayaran upeti sebagai bentuk perendahan dan penghinaan yg tidak dapat diterima.

Pada bulan Januari 1344, Raja Alfonso XI memutuskan untuk membangun kembali rantai laut (chain sea-boom) guna menghambat bantuan yg datang dari Jabal Tariq menggunakan kapal-kapal kecil. Penghalang laut ini dibuat dari tambang kapal yg ditopang oleh drum yg diikat bersama membentuk pelampung pengikat. Posisi pelampung tersebut diperkuat dengan bekas tiang kapal yg dihujamkan ke dasar laut. Pembangunan rantai laut dan struktur penunjangnya membutuhkan waktu 2 bulan dimana selundupan bantuan tetap lolos lewat jalur laut hingga akhirnya terputus total pada awal bulan Maret. Kini dapat dipastikan bahwa tinggal menunggu waktu untuk kota tersebut menyerah dengan syarat yang lebih menguntungkan bagi pihak pengepung.

Pada hari Jum’at, 10 Dzul Qa’dah 744 Hijriah kota Algeciras menyerah dimana penduduknya bebas keluar kota dalam perlindungan, gencatan senjata selama 10 tahun, dan Emirat Granada membayar upeti 12 ribu doubloon setiap tahun. Raja Alfonso XI menerima ini walau para penasihat militernya mengajukan diteruskannya pengepungan hingga jatuhnya kota.

Jatuhnya kota Algeciras menandai masuknya masa penghujung Reconquista dan kini tinggal Jabal Tariq yg menjadi incaran kaum nasrani.

Agung Waspodo, melihat episode akhir kegigihan kaum muslimin al-Andalus yg tidak dapat dikesampingkan begitu saja.

Depok, 2 Agustus 2015, malam menjelang tanggal bersejarah itu 671 tahun kemudian..

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

Teruslah Berjuang Kawan, Kezaliman Harus Dilawan

Oleh: Ustadz Abdullah Haidir Lc.

Jika musuh makin kuat memerangimu,
Tak ada jalan lain kecuali kau Tambahkan kekuatan juangmu….
Selain itu adalah kekalahan!

Jika mereka dengan berbagai macam cara memerangi dakwah.
Kau akan dapatkan berbagai macam cara utk membelanya.

Kezaliman tidak punya nafas panjang…
Karena itu, yang sangat mereka takutkan adalah perlawanan yang punya nafas panjang…

Jangan pernah berhenti..!

Bergembiralah jika dapatkan mereka yang marah melihat dusta dan kezaliman,

Berhati-hatilah jika dapatkan mereka yang senyum penuh intrik dan permusuhan.

Jika kau marah dengan kezaliman dan dusta, pertanda akal dan jiwamu masih sehat.

Yang sakit, adalah mereka yang marah dengan kemarahanmu….

Jangan harap musuhmu habis…
Berharaplah agar semangatmu tidak habis

Jangan harap musuh berhenti….
Berharaplah agar perjuangnmu tak berhenti.

Wallahu aโ€™lam

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

Mukmin Yang Kuat

Oleh: Ustadz Abdullah Haidir Lc.

Materi hari ini VIDEO Motivasi, silahkan buka di link berikut:

https://youtu.be/o0OIAOW3ZTE
—————————-

Alhamdulillah Allah pertemukan kita di majelis ilmu, majelis yang mudah-mudahan menjadi indikasi bahwa Allah SWT menghendaki kita menjadi muslim yang baik.

Hadits:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ : ุงูŽู„ู’ู€ู…ูุคู’ู…ูู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽู€ูˆููŠู‘ู ุฎูŽู€ูŠู’ุฑูŒ ูˆูŽุฃูŽุญูŽุจู‘ู ุฅูู„ูŽู€ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู€ู…ูุคู’ู…ูู†ู ุงู„ุถู‘ูŽุนููŠู’ููุŒ ูˆูŽููู€ูŠู’ ูƒูู€ู„ูู‘ ุฎูŽู€ูŠู’ู€ุฑูŒ ุŒ ุงูุญู’ู€ุฑูุตู’ ุนูŽู€ู„ูŽู€ู‰ ู…ูŽุง ูŠูŽู€ู†ู’ู€ููŽู€ุนูู€ูƒูŽ ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุนูู†ู’ ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู€ุนู’ุฌูŽู€ุฒู’ ุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุตูŽุงุจูŽูƒูŽ ุดูŽู€ูŠู’ุกูŒ ููŽู€ู„ูŽุง ุชูŽู‚ูู„ู’: ู„ูŽูˆู’ ุฃูŽู†ูู€ู‘ูŠู’ ููŽุนูŽู„ู’ุชู ูƒูŽุงู†ูŽ ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽูƒูŽู€ุฐูŽุง ุŒ ูˆูŽู„ูŽู€ูƒูู†ู’ ู‚ูู„ู’: ู‚ูŽู€ุฏูŽุฑู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุดูŽุงุกูŽ ููŽุนูŽู„ูŽุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ู„ูŽูˆู’ ุชูŽู€ูู’ู€ุชูŽู€ุญู ุนูŽู…ูŽู„ูŽ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu โ€˜anhu , beliau berkata, Rasรปlullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allรขh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan.

Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allรขh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah.

Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allรขh, dan Allรขh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan.

Diriwayatkan oleh Muslim (no. 2664); Ahmad (II/366, 370); Ibnu Mรขjah (no. 79, 4168); an-Nasรข-i dalam Amalul Yaum wal Lailah (no. 626, 627); at-Thahawi dalam Syarh Musykilil Aatsรขr (no. 259, 260, 262); Ibnu Abi Ashim dalam Kitab as-Sunnah (no. 356).

Kehidupan kita adalah perjuangan kita.

Agar kita mampu berjuang, agar kita eksis dalam kehidupan, maka kita harus memiliki kekuatan.

Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih Allah cintai daripada mukmin yang lemah. Meskipun keduanya baik, tapi yang kuat lebih baik dari yang lemah.

Bagaimana agar kita menjadi mukmin yang kuat? Mampu menghadapi berbagai macam tantangan kehidupan dan mampu mengemban semua kewajiban ibadah dan dakwah yang Allah dan Rasulullah SAW berikan?

Rasulullah memberikan tips:

Berusahalah untuk selalu melakukan sesuatu yang beramanfaat.
Bermanfaat bagi kehidupan kita baik di dunia apalagi akhirat.

Jadi, jangan biasakan waktu dan potensi kita habis terbuang percuma melakuakn hal-hal yang tidak bermanfaat atau yang sia-sia.

Jangankan melakukan hal-hal yang haram, hal-hal tidak bermanfaatpun sedapatnya kita hindari.

Jangan habiskan waktu kita hanya untuk nongkrong, bicara tanpa guna, hanya menghabiskan waktu kita di depan televisi berjam-jam untuk menonton sinetron. Itu semua tidak ada manfaat nya.

Lebih baik kita gunakan untuk membaca, belajar ilmu agama, atau lakukan bersilturrahim, mengambil ilmu dan nasihat dari ulama, itu akan jauh lebih manfaat.

Setiap melakukan kegiatan selalu tanyakan apakah ini ada manfaatnya atau tidak.

Selanjutnya Rasulullah SAW menyampaikan tips berikutnya:

Mintalah pertolongan dari Allah SWT. Mintalah petunjuk dan bantuan dari Allah. Sebab segala sesuatunya ada di tangan Allah.

Dialah yang menetapkan, yang menentukan. Jangan sampai kita hanya bersandar dan berpangku tangan pada usaha dan ikhtiar manusia saja.

Ikhtiar di perintahkan, tapi selanjutnya sebagai seorang muslim, kita harus memasrahkan hasilnya kepada Allah. Mohon kepada Allah SWT agar tiap usaha kita diberikan hidayah, taufik dan kemudahan dan jalan keluar.

Kemudian, jangan engkau merasa lemah.

Ini masalah mentalitas dan watak manusia. Dimana kadang seringkali langkah-langkah kebaikan kita terhalang oleh perasaan dan mentalitas bahwa kita tidak mampu, lemah dan tidak akan berhasil.

Yakini bahwa tidak ada yang Allah perintahkan, perbuatan baik yang menjadi tuntutan untuk kita lakukan, selain kita masih dapat melakukannya.

Sebab Allah mengatakan tidaklah Allah membebani seseorang kecuali sesuai dengan atau di bawah kemampuannya.

Jadi sering kali kita tidak bisa berbuat baik bukan karena kita tidak punya tenaga, bukan karena tidak punya kemampuanโ€ฆ

Tapi sering kali itu semua terjadi karena kita tidak punya KEMAUAN.

Ingin ngaji, baca Al Quran, turut berdakwah, kita tidak melakukannya karena merasa tidak mampu, PADAHAL kita MAMPU.

Disinilah pentingnya motivasi dari dalam diri selalu kita bangun.
Maka jangan sekali-kali kita merasa lemah.

Demikianlah nasihat Rasulullah SAW agar kita dapat menjadi mukmin yang kuat.

Bersungguh-sungguhlah berusaha untuk melakukan apa yang bermanfaat bagimu.

Mintalah pertolongan kepada Allรขh (dalam segala urusanmu) serta

Yakinlah bahwa sesungguhnya kita memilki kekuatan, kita memiliki potensi untuk melakukan banyak hal apabila kita bersungguh-sungguh dan  melakukannya dengan sebaik-baiknya.

Wallahu aโ€™lam

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com