Tidak Berkumur dan Membasuh Hidung Saat Wudhu Karena Takut Tertelan

โœUstadzah Dewi Wulandini

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒน๐ŸŒท

โœPertanyan dari Dina A 33

Kalau sedang puasa, takut batal atau makruh maka wudhu nya tetap seperti biasa kecuali berkumur dan membasuh hidung. Tetap sah ndak ya? Soalnya sepengetahuan saya, mulut dan hidung tidak termasuk bagian yang wajib dibasuh…
Mohon koreksi dan penjelasannya๐Ÿ˜Š


Jawaban:

Memang tidak wajib dibasuh.. tapi kalau kita basuh secara hati-hati tanpa unsur kesengajaan mau membatalkan puasa sepertinya dibolehkan.. Islam itu agama yang mudah dan
takutnya jangan berlebihan juga. Insya Allah tak apa.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia..

Bagaimana Cara Mengajak Anak Shalat?

โœ Ustadzah Dra. Indra Asih

๐Ÿ€๐Ÿ‚๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒบ๐ŸŒน๐Ÿ„๐ŸŒฟ

๐Ÿ“ŒAssalamualaikum wr wb.                                    
___________________
Pertanyaan nya.            
Ustadzah, saya mau bertanya, bagaimana cara nya supaya anak mau sholat anak saya laki laki 9 thn alhmdulilah kami brdua sdh mncontohkan dan suami saya jg slalu mngajak sholat ke mesjid trkadang anak saya tdk mau k mesjid maunya d rumah apalg klau dia baru pulang sekah dan suami saya suka mmaksakn hrus kemesjid trus jadi ribut, mohon solusinya Ustadz / Ustadzah dan bagaimana saya harus bersikap ?
____________________
Jawaban nya.                  

Wa alkaikumsalam warahatullahi wabarakatuh

1. Berdialog santai dg anak tentang karakter Al Mushollin

Ajak anak membuka Al-Qurโ€™an Surat Al-Maโ€™arij (70) mulai dari ayat 11 hingga 34. Berikan pengantar seperti bunyi ayat 11 hingga 21, bahwa pada hari kiamat, ada orang yang sangat ingin menebus dirinya dari siksa api neraka, dengan anaknya, atau dengan istrinya, atau dengan saudaranya, atau dengan keluarganya, bahkan kalau perlu dengan semua manusia di bumi. โ€œBiarlah mereka masuk neraka semua, asalkan saya bisa selamatโ€, begitu kira-kira.

Mereka masuk neraka karena selama hidup di dunia, selalu menyikapi sesuatu tidak pada tempatnya. Jika mereka mendapat kesulitan, mereka selalu berkeluh kesah, menggerutu, ngambek, marah atau memukul. Jika mereka mendapat kebaikan atau kekayaan, mereka pelit bukan main, sombong, atau boros. Apapun yang terjadi, sikap mereka selalu negatif.

Masuk dan beri penekanan pada ayat ke 22 : โ€œIlaal musholliin, Kecuali orang-orang yang mendirikan sholat (secara berkesinambungan).โ€

Hanya orang-orang yang berkarakter Al-Mushollin yang bisa selamat dari api neraka.

Dengan suasana santai tanyalah, apakah sholatnya selama ini sudah bisa masuk kategori Al-Mushollin atau belum, misalnya : Menurutmu kalau sholatnya sambil bercanda, masuk golongan Al-Mushollin tidak?

Kalau sholat sengaja ditelat-telatin, masuk golongan Al-Mushollin tidak?

Buat daftar terperinci tentang sikap sholatnya selama ini, dan diskusikan satu per satu dgnya mana yang menurutnya sudah masuk kategori Al Mushollin dan mana yang belum.

Tanyakan apakah ia ingin masuk golongan Al-Mushollin atau tidak.
Bantu ia melakukan evaluasi apa saja yang harus ia perbaiki dari sholatnya.

2. Ajak anak berdiskusi ttg Al-Qurโ€™an Surat Thaha (20) ayat 14 : “Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku, dan dirikanlah shalat, untuk mengingat Aku.โ€

Tanyakan pada anak, apakah selama sholat dia ingat kepada Allah?

Jika anak menjawab belum, maka berbincanglah dari hati ke hati mengapa dia belum bisa mengingat Allah selama sholat.

Bantu anak mengevaluasi sholatnya, lalu lakukan diskusi dengan memancing ide anak kira-kira apa yang bisa ia lakukan agar sholat berikutnya lebih bisa mengingat Allah.

Ajak dia utk melaksanakan idenya sendiri. Lakukan terus perbincangan ini dari hati ke hati, minimal sekali dalam sehari. Jika belum juga terlihat hasilnya, bersabarlah tanpa berhenti berusaha.

โ€œDan perintahkanlah keluargamu untuk shalat dan bersabarlah kamu dalam melakukannya.โ€ (QS Thaha (20) : 132)

3. Mendoakan anak dan mengajaknya berdoa agar istiqomah dalam sholat

Bersamaan dengan usaha kita memotivasi anak, jangan lupa mengajarinya doa Nabi Ibrahim a.s.

โ€œRabbiij’alnii muqiimash-shalaati wamin dzurrii-yatii, rabbanaa wataqabbal du’aa, Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang selalu mendirikan shalat, demikian juga anak keturunanku. Ya Tuhanku, perkenankan do’aku.” (QS. Ibrahim (14) : 40)Wallahu’alam

๐ŸŒบ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒน
โ€Ž
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia

Kitab Ath Thaharah (bersuci) (10) – Bab Al Miyah (Tentang Air)

๐Ÿ“† Selasa,  13 Jumadil Akhir 1437H / 22 Maret 2016

๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ Ustadz Farid Nu’man Hasan, SS.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“šHadits ke 10:

ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุงูุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง; – ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงูŽู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุบู’ุชูŽุณูู„ู ุจูููŽุถู’ู„ู ู…ูŽูŠู’ู…ููˆู†ูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง – ุฃูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽู‡ู ู…ูุณู’ู„ูู…ูŒ

๐Ÿ“ŒDari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma; bahwasanya Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mandi dengan memakai air sisa Maimunah Radhiallahu โ€˜Anha. Dikeluarkan oleh Muslim

๐Ÿ“šTakhrij Hadits:

-๐Ÿ”น          Imam Muslim dalam Shahihnya No.  323

-๐Ÿ”น          Imam Ahmad dalam Musnadnya No. 3465

-๐Ÿ”น          Imam Al Baihaqi dalam As Sunan Ash Shaghir No.  141,  juga As Sunan Ash Shughra No. 191, juga As Sunan Al Kubra No. 857

-๐Ÿ”น         Imam Ath Thabarani dalam Al Muโ€™jam Al Kabir No. 1033

-๐Ÿ”น         Imam Ad Daruquthni dalam Sunannya, 1/53

-๐Ÿ”น         Imam Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya No. 108

-๐Ÿ”น          Imam Abu โ€˜Uwanah dalam Musnadnya No. 808

-๐Ÿ”น          Imam Al Bazzar dalam Musnadnya No. 5261

-๐Ÿ”น          Imam Abdurrazzaq dalam Al MushannafNo. 1037

๐Ÿ“šStatus Hadits:

                Hadits ini shahih, dimasukkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, dan lain-lain. Shahih Muslim adalah kitab paling shahih setelah Shahih Bukhari.

                Berkata Imam An Nawawi Rahimahullah:

ุฃูˆู„ ู…ุตู†ู ููŠ ุงู„ุตุญูŠุญ ุงู„ู…ุฌุฑุฏุŒ ุตุญูŠุญ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠุŒ ุซู… ู…ุณู„ู…ุŒ ูˆู‡ู…ุง ุฃุตุญ ุงู„ูƒุชุจ ุจุนุฏ ุงู„ู‚ุฑุขู†ุŒ ูˆุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ุฃุตุญู‡ู…ุง ูˆุฃูƒุซุฑู‡ู…ุง ููˆุงุฆุฏุŒ ูˆู‚ูŠู„ ู…ุณู„ู… ุฃุตุญุŒ ูˆุงู„ุตูˆุงุจ ุงู„ุฃูˆู„

       ๐Ÿ“Œ     “Kitab pertama yang paling shahih adalah Shahih Al Bukhari, kemudian Shahih Muslim. Keduanya adalah kitab paling shahih setelah Al Quran. Dan Shahih Al Bukhari paling shahih di antara keduanya dan paling banyak manfaatnya. Ada yang mengatakan Shahih Muslim paling shahih, tapi yang benar adalah yang pertama.” (Imam An Nawawi, At Taqrib wat Taisir, Hal. 1. Mawqi’ Ruh Al Islam)

๐Ÿ“šKandungan Hadits:

                Ada beberapa hal yang bisa diambil maknanya dari hadits ini:

๐Ÿ“‹1โƒฃ .       Hadits ini dari Ibnu Abbas, yakni Abdullah bin Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, siapakah dia?

Abdullah bin Abbas memiliki kun-yah (gelar) Abu โ€˜Abbas (bapaknya Abbas). Namanya adalah  Abdullah, putera Abbas bin Abdul Muthalib.   Beliau dan ayahnya adalah sahabat sekaligus famili  Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam. Abbas bin Abdul Muthalib adalah adik dari ayah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, Abdullah. Maka, โ€˜Abbas bin Abdul Muthalib adalah paman nabi, sedangkan Abdullah bin โ€˜Abbas adalah sepupu nabi. Jadi, ayah beliau bernama โ€˜Abbas, anaknya juga bernama โ€˜Abbas.

                Imam Ibnul Atsir Rahimahullah mengatakan:
                โ€œAbdullah bin โ€˜Abbas bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf, Abul Abbas Al Qursyi Al Hasyimi. Dia adalah anak dari paman Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, diberikan kun-yah (gelar panggilan) dengan nama anaknya Al โ€˜Abbas,   sebagai anaknya yang paling besar, dan ibunya bernama Lubabah Al Kubra binti Al Harits bin Khuznul Al Hilaliyah.

                Abdullah bin Abbas juga dinamakan Al Bahr (samudera) karena ilmunya yang luas, dia juga dinamakan Hibrul Ummah (tintanya umat). Dia dilahirkan di celah bukit di Mekkah tiga tahun sebelum hijrah, Beliau di-tahnik[1]oleh Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam. (Usadul Ghabah, Hal. 630)

                Imam Adz Dzahabi Rahimahullah menyebutnya dengan istilah Al Bahr(Samudera), Hibrul Ummah (tintanya umat),Faqihul โ€˜Ashr (ahli fiqih zamannya), dan  Imamut Tafsir (imam ahli tafsir).

                Beliau mengambalih hadits secara baik dari Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, juga meriwayatkan dari Umar, Ali, Muadz, ayahnya, Abdurrahman bin Auf, Abu Sufyan Sakhr bin Harb, Abu Dzar, Ubay bin Kaโ€™ab, Zaid bin Tsabit, dan lainnya. Beliau membacakan Al Quran di hadapan Ubay dan Zaid (karena Ubay dan Zaid di antara sahabat nabi yang menulis wahyu Allah Taโ€™ala, pen).

                Sederetan nama beken dari kalangan tabiโ€™in senior telah menjadi muridnya, seperti Urwah bin Zubeir, Said bin Jubeir, Ikrimah, Abu Asy Syaโ€™tsa Jabir, Mujahid bin Jabr, Al Qasim bin Muhammad, Abu Rajaโ€™ Al โ€˜Atharidi, Abul โ€˜Aliyah, โ€˜Atha bin Yasar, โ€˜Atha bin Abi Rabah, Asy Syaโ€™bi, Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin,  Muhammad bin Kaโ€™ab Al Qurzhi, Syahr bin Hausyab, Ibnu Abi Malikah, Amru bin Dinar, Dhahak bin Muzahim, Ismail As Suddi, dan lainnya.

                Beliau memiliki beberapa anak, paling tua adalah Al Abbas, paling kecil Ali Abu Al Khulafaโ€™. D antara mereka ada Al Fadhl, Muhammad, Ubaidullah, Lubabah, dan Asmaโ€™.

                Ketika Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam wafat, usia beliau adalah  10 tahun, ada juga riwayat yang menyebut 13 tahun, ada juga yang menyebut 15 tahun. (Siyar Aโ€™lam An Nubala, 3/331-335)

                Menurut Ali bin Al Madini,  Ibnu Abbas wafat pada tahu 68 atau 67 Hijriyah. Sementara Al Waqidi, Al Haitsam, dan Abu Nuโ€™aim mengatakan: tahun 68. Disebutkan bahwa Beliau hidup selama 71 tahun.  (Ibid, 3/359)

                 Abdullah bin โ€˜Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma memiliki banyak keutamaan dan pujian untuknya. Diantaranya sebagai berikut:

                 Beliau mengatakan:

ุฏูŽุนูŽุง ู„ููŠ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุคู’ุชููŠูŽู†ููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุชูŽูŠู’ู†ู

๐Ÿ“Œ                Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mendoakan untukku sebanyak dua kali, agar Allah memberikanku hikmah (ilmu). (HR. At Tirmidzi No. 3823, katanya: hasan gharib. Syaikh Al Albani menshahihkannya. LihatRaudh An Nadhir No. 395, Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 3823)

                Ibnu โ€˜Abbas mengatakan, ketika Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam berada di rumah Maimunah, dia membawa air wudhu buat nabi, lalu berkata kepada nabi: โ€œAbdullah bin Abbas telah menyediakan air wudhu untukmu.โ€ Lalu Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุงู„ู„ู‡ู… ูู‚ู‡ู‡ ููŠ ุงู„ุฏูŠู† ูˆ ุนู„ู…ู‡ ุงู„ุชุฃูˆูŠู„

             

๐Ÿ“ŒYa Allah, fahamkanlah agama baginya, dan ajarkanlah ia taโ€™wil. (HR. Imam Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 6280, katanya: shahih, dan Bukhari-Muslim tidak meriwayatkannya. Imam Adz Dzahabi menyepakati keshahihannya. Ath Thabarani dalam Al Muโ€™jam Al Kabir No. 10587, Ath Thabari dalam Tahdzibul Atsar No. 2159)

                Sementara dalam riwayat Imam At Tirmidzi yang lain berbunyi: โ€˜Allimhu Al Hikmah – Ajarkanlah dia Al Hikmah. (No. 3824, katanya:hasan shahih)

                Ada pun dalam riwayat Imam Al Bukhari, hanya: โ€œAllahumma faqqihhu fiddin โ€“ Ya Allah, fahamkanlah agama baginya. (HR. Bukhari No. 143), juga dalam Kitab Al Fadhail,berbunyi: Allahumma โ€˜allimhu Al kitab โ€“ Ya Allah ajarkanlah dia Al Kitab (Al Quran).

๐Ÿ“‹2โƒฃ .       Hadits ini menunjukkan kebalikan dari hadits sebelumnya, yakni bolehnya suami menggunakan air bekas mandi istrinya, atau sebaliknya.  Sebab, dengan jelas bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam sendiri   memakai air   sisa yang dipakai istrinya. Kenyataan ini menguatkan apa yang dikatakan oleh para ulama, bahwa larangan yang ada pada hadits sebelumnya bukanlah larangan yang menunjukkan haram atau makruh, tetapi larangan untuk mendidik dan membimbing suami istri.

Inilah pandangan mayoritas ulama, bolehnya seorang suami bersuci memakai air bekas istrinya atau sebaliknya, secara bergantian.

Imam An Nawawi Rahimahullah berkata:

ูˆุฃู…ุง ุชุทู‡ูŠุฑ ุงู„ุฑุฌู„ ูˆุงู„ู…ุฑุฃุฉ ู…ู† ุฅู†ุงุก ูˆุงุญุฏ ูู‡ูˆ ุฌุงุฆุฒ ุจุฅุฌู…ุงุน ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ู„ู‡ุฐู‡ ุงู„ุงุญุงุฏูŠุซ ุงู„ุชูŠ ููŠ ุงู„ุจุงุจ ูˆุฃู…ุง ุชุทู‡ูŠุฑ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ุจูุถู„ ุงู„ุฑุฌู„ ูุฌุงุฆุฒ ุจุงู„ุงุฌู…ุงุน ุฃูŠุถุงูˆุฃู…ุง ุชุทู‡ูŠุฑ ุงู„ุฑุฌู„ ุจูุถู„ู‡ุง ูู‡ูˆ ุฌุงุฆุฒ ุนู†ุฏู†ุง ูˆุนู†ุฏ ู…ุงู„ูƒ ูˆุฃุจูŠ ุญู†ูŠูุฉ ูˆุฌู…ุงู‡ูŠุฑ ุงู„ุนู„ู…ุงุก

๐Ÿ“ŒAda pun seorang laki-laki (suami) dan wanita (istri) bersuci dari bejana yang sama, maka itu boleh berdasarkan ijmaโ€™ kaum muslimin karena adanya hadits-hadits dalam bab ini. Ada pun bersucinya wanita dengan menggunakan sisa air laki-laki adalah boleh berdasarkan ijmaโ€™ juga. Ada pun bersucinya laki-laki dengan air sisa wanita, maka itu boleh menurut kami (Syafiโ€™iyah), Malik, Abu Hanifah, dan mayoritas ulama. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 4/2)

Sedangkan Imam Ahmad bin Hambal, Imam Daud Azh Zhahiri, mengatakan hal itu terlarang, begitu juga menurut sebagian tabiโ€™in seperti Abdullah bin Sarjis dan Al Hasan Al Bashri.  Sedangkan Imam Saโ€™d bin Al Musayyib memakruhkannya. (Ibid)

Lalu, Imam An Nawawi Rahimahullah mengatakan:

ูˆุงู„ู…ุฎุชุงุฑ ู…ุง ู‚ุงู„ู‡ ุงู„ุฌู…ุงู‡ูŠุฑ ู„ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ุงู„ุตุญูŠุญู‡ ููŠ ุชุทู‡ูŠุฑู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ู…ุน ุฃุฒูˆุงุฌู‡ ูˆูƒู„ ูˆุงุญุฏ ู…ู†ู‡ู…ุง ูŠุณุชุนู…ู„ ูุถู„ ุตุงุญุจู‡

๐Ÿ“ŒPendapat yang dipilih adalah apa yang dikatakan oleh mayoritas ulama, karena hadits-haditsnya yang shahih menunjukkan bersucinya Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersama istri-istrinya, keduanya masing-masing menggunakan sisa yang lainnya. (Ibid, 4/3)

Pernyataan Imam An Nawawi bahwa telah terjadi ijmaโ€™ kebolehan wanita bersuci dengan air bekas suaminya telah dikritik ulama lain. Sebab, pada kenyataannya telah terjadi pendapat juga sebagaimana perbedaan pendapat tentang laki-laki yang bersuci dengan air bekas istrinya.

Berikut ini penjelasan Syaikh Abul โ€˜Ala Al Mubarkafuri Rahimahullah:

 ู‚ูู„ู’ุช ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ูุงุฎู’ุชูู„ูŽุงูู ูููŠ ุชูŽุทู’ู‡ููŠุฑู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุจูููŽุถู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุชูŽุทู’ู‡ููŠุฑู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุจูููŽุถู’ู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽูˆูŽูˆููŠู‘ู ุฌูŽุงุฆูุฒูŒ ุจูุงู„ู’ุฅูุฌู’ู…ูŽุงุนู ุŒ ูˆูŽุชูŽุนูŽู‚ู‘ูŽุจูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽุงููุธู ุจูุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ุทู‘ูŽุญูŽุงูˆููŠู‘ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุซู’ุจูŽุชูŽ ูููŠู‡ู ุงู„ู’ุฎูู„ูŽุงููŽ

๐Ÿ“ŒAku berkata: inilah perbedaan pendapat tentang bersucinya laki-laki dengan air bekas wanita. Ada pun bersucinya wanita dengan air bekas laki-laki Imam An Nawawi mengatakan boleh menurut ijmaโ€™. Hal ini telah dikomentari oleh Al Hafizh (Ibnu Hajar) dengan pernyataan Ath Thahawi bahwa telah pasti adanya perbedaan pendapat di dalamnya. (Tuhfah Al Ahwadzi, 1/168)

Namun demikian umumnya para ulama memang memberikan keringanan atas kebolehan kaum laki-laki bersuci dengan air bekas istrinya, sebagaimana dikatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Berikut ini keterangannya:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงูุจู’ู†ู ุชูŽูŠู’ู…ููŠู‘ูŽุฉูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูู†ู’ุชูŽู‚ูŽู‰ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูุฎู’ุตูŽุฉู ู„ูู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ู…ูู†ู’ ููŽุถู’ู„ู ุทูŽู‡ููˆุฑู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู

๐Ÿ“ŒBerkata Ibnu Taimiyah dalam Al Muntaqa, bahwa mayoritas ulama memberikan keringanan bolehnya bagi laki-laki menggunakan air bekas bersucinya wanita.(Ibid)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

QS. Al-Muzammil (Bag.2)

๐Ÿ“† Senin, 12 Jumadil Akhir 1437H / 21 Maret 2016

๐Ÿ“š Tadabbur Al-Qur’an

๐Ÿ“ Dr. Saiful Bahri, M.A

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Materi pekan sebelumnya
http://www.iman-islam.com/2016/03/senin-5-jumadil-akhir1437h-14-maret.html?m=1

๐Ÿ“šUntuk Para Pendusta

๐Ÿ“Œโ€˜โ€™Karena sesungguhnya pada sisi kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih. Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbanganโ€™โ€™. (QS.73: 12-14)

Siksaan yang sangat pedih telah Allah siapkan untuk mereka yang memusuhi kekasih-Nya. Adzab yang akan membuat mereka kering dan haus. Tak ada makanan kecuali hanya menambah kepedihan dan rasa kering yang tak terbayangkan.

Sebelumnya, saat sangkakala Israfil ditiup alam semesta ini menjadi demikian rapuh dan lebur dalam kehancuran. Termasuk orang-orang yang ada di atas bumi. Semua mengalami kefanaan. Karena kekekalan hanya dimiliki oleh Dzat Yang Maha Hidup.

Para pendusta yang memusuhi Rasulullah bukannya tak tahu, bahwa sunnah Allah berlaku untuk orang-orang yang mendustakan utusan-Nya. Umat-umat sebelum mereka telah dibinasakan. Sia-sia kengerian itu bahkan sebagian masih bisa dilacak. Lihatlah apa yang dialami Firโ€™aun. Manusia kerdil yang sombong yang menahbiskan dirinya sebagai Tuhan. Kemudian hanya menjumpai kebiasaan yang menghinakan. Ditenggelamkan Allah dan kemudian jasadnya diperlihatkan kepada banyak orang yang datang setelahnya. Bahkan hingga saat ini, jasadnya masih dijaga dan terawat baik dalam museum. Yang demikian untuk diambil pelajaran bagi kaum mukminin juga bagi mereka yang mendustakan dan memusuhi risalah Allah.

๐Ÿ“Œโ€œSesungguhnya kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Firโ€™aun. Maka Firโ€™aun mendurhakai Rasul itu, lalu kami siksa dia dengan siksaan yang beratโ€.(QS. 73: 15-16)

Dan seperti kisah kezhaliman dan pendustaan ini masih akan berlangsung terus hingga saat ini, sampai pada hari ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah. Padahal Allah tak henti-hentinya mengingatkan manusia dan memperingatkan orang-orang dzalim tersebut agar menghentikan kedzalimannya.

๐Ÿ“Œโ€œMaka bagaimana kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak berubanโ€. (QS. 73: 17)

Ini adalah sebuah perumpamaan yang sangat dahsyat. Hari kiamat yang sangat menakutkan itu seperti yang dikisahkan Allah di ayat ini, bahkan akan sanggup memutihkan rambut anak-anak kecil. Sebuah gambaran yang menakutkan. Hari yang sangat mengerikan [14].

๐Ÿ“šAmbilah Sebuah Keputusan

๐Ÿ“Œโ€œSesunguhnya ini adalah suatu peringatan. Maka barang siapa yang menghendaki niscaya ia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannyaโ€. (QS.73: 19)

Peringatan telah dan terus disampaikan Allah maka sekarang semuanya kembali pada diri masing-masing manusia. Dialah yang akan memilih. Mengikuti petunjuk Allah atau berpaling dan memusuhi serta mendustakan peringatan itu. Inilah kebijakan Allah, setelah itu semua manusialah yang akan menanggung semua pilihannya. Karena Allah pun tak pernah memaksa. Karena ketaqwaan ataupun kemaksiatan manusia tak berpengaruh sedikitpun terhadap kekuasaan Allah. Tidak mengurangi ataupun menambahnya.

Jika seluruh manusia dan jin yang pernah dan akan ada, semua tunduk dalam kepasrahan kepada-Nya; maka tidaklah yang demikian itu menambah kemanfaatan bagi-Nya. Bila seluruh manusia dan jin yang pernah dan akan ada, semua menentang-Nya. Maka tidaklah hal itu mengurangi kebesaran-Nya. Dan bila seluruh manusia dan jin yang pernah dan akan ada, semua memohon kepada-Nya. Dan semua permohonan itu dikabulkan-Nya, tidaklah hal itu mengurangi kekuasaan dan kebesaran kerajaan-Nya. Kecuali seperti sehelai benang yang dicelupkan kedalam bentangan samudera [15].

๐Ÿ“šPenutup: Kasih Sayang dan Kemudahan-Kemudahan Allah

Salah satu bentuk kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya adalah dengan memberikan kemudahan-kemudahan. Termasuk diantaranya keringanan-keringanan yang kita dapatkan, atau sebagian kita kenal dengan โ€œrukhshahโ€. Demikian juga tentang perintah shalat malam ini. Dari yang semula wajib, kemudian dengan turunya ayat ke dua puluh ini menjadi sunnah.

๐Ÿ“Œโ€œSesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam, atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak mampu menentukan batas-batas waktu-waktu itu, Maka dia memberi keringanan kepadamu. Karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari al-Qurโ€™an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang dijalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari al-Qurโ€™an dan dirikanlah sembahyang, tunaikan zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu berbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayangโ€. (QS.73:20)

Karena Allah Maha Mengetahui kondisi hamba-hamba-Nya. Akan ada yang sanggup melakukannya semalam, dan itupun tak akan bisa dilakukan terus menerus karena badan kita memliki hak untuk diistirahatkan. Ada juga yang bisa melakukannya sedikit bahkan ada yang kadang-kadang saja melakukan shalat malam. Karena ada yang tua dan muda, ada yang sehat dan yang sakit. Ada yang sibuk berperang, memiliki karakter pekerjaan yang melelahkan ada yang sedang stabil imannya dan ada yang labil dan seterusnya.

Maka kemudian Allah jadikan shalat malam hukumnya sunnah. Tapi tetap berfungsi sebagai pembekalan secara efektif bagi penerus risalah Nabi Muhammad saw, sekaligus sebagai jalan untuk meraih kemuliaan di sisi Allah. Seperti dalam firman-Nya.

๐Ÿ“Œ โ€œDan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ketempat yang terpujiโ€. (QS.17: 79)

Sungguh luas kasih sayang-Nya. Allah memberikan kesempatan bagi hamba-Nya untuk berlomba meraih kemuliaan bagi siapa saja yang  mau berusaha meraihnya. Coba kita renungkan pesan Ibnu Athaillah as-Sakandary,

๐Ÿ“Œโ€œAllah sengaja menetapkan waktu โ€“waktu tertentu untuk beribadah agar engkau tidak sampai tertinggal karena menunda mengerjakannya. Dan Allah memberi keluasaan waktu bagimu agar tetap ada kesempatan untuk memilihโ€ [16].

                                                                              โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”โ€”-

[1] Imam Jamaluddin as-Suyuthi, al-Itqรขn fi โ€˜Ulumi al-Qurโ€™an, Beirut: Darul Kutub al-Ilmiah, cet.I, 2004 M/ 1425 H,  hal 20, Imam Badruddin az-Zaekasyi, al-Burhan fi Ulumi al-Qurโ€™an, Beirut: Darul Fikr, cet.I, 1988 M/ 1408 H, Vol.I, hal.294

[2] Lihat: Kamus al-Munjid fi al-lughah wa al-Aโ€™lam, Beirut Dar al-Masyriq, cet.36, 1997, hal.306

[3]  Ibnu Katsir, Tafsir al-Qurโ€™an al-Azhim, Cairo: al-Maktabah al-Qayyimah, Vol.IV, hal.563

[4]  Prof. Dr. Jumโ€™ah Ali Abd Qader, Maโ€™รขlim suar al-Qurโ€™an, Cairo: Universitas Al-Azhar, Cet.I, 2004 M / 1424 H, Vol.2, hal.716

[5]  Muhyiddin Darwisy, Iโ€™rabul al-Qurโ€™an al-Karim wa Bayanuhu, Beirut: Dar Ibnu Katsir, Cet.9, 2005 M / 1426 H, Vol.VIII. Hal 109

[6]  Sedikit saja dari waktu malam. (Lihat: Imam az-Zamakhsyar, al-Kasysรขfโ€™an Haqรขโ€™iqu at-Tanzil, Cairo: Maktabah Musthafa al-Halaby, Cet.I, 1354 H, Vol.IV, Hal 152

[7] Iman al-Qurthuby, al-Jamiโ€™ li Ahkami al-Qurโ€™an Cairo: Darul Hadits, 2002 M / 1422 H, Vol.X, hal.33

[8] Ibid. Lihat Juga: Imam al-Baghawy, Maโ€™alim at-Tanzil, Beirut: Darul Kutub Ilmiah. Cet.1, 2004 M / 1424 H, Vol. IV, hal. 376 dan tesis penulis, Kitab Lawamiโ€™ al-Burhan wa Qawathi al-Bayan fi-Maโ€™any, Dirasah wa tahqiq, Cairo: Universitas Al-Azhar, 2006 M, Vol.II, hal.730

[9] Imam syihabuddin al-Alusy, Ruh al-Maโ€™any, Beirut: Darul Fikr, 1997 M/1417 H, vol.XXIX, hal.182

[10] lihat tesis penulis; Kitab lawaniโ€™ al-Burhan, Ibid.Vol.II, hal.730

[11]  Seorang alim dari Mesir, kelahiran Alexandria tahun 1250 M dan meninggal pada tahun 1309. Beliau adalah syeikh ketiga dalam tarekat asy-Syadzili. Beliau telah menulis buku lebih dari 20 karya. Dan kitab al-Hikam adalah pesan-pesan penuh hikmah yang menjadi magnum opusnya, sebuah karya monumental yang dibaca dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa.

[12]  Ibnu Athaโ€™illah as-Sakandary, Kitab Al-Hikam, (terj. Dr. Ismail Baโ€™adillah), Jakarta: Khatulistiwa Press. Cet.I,hal.64, Hikmah ke-44.

[13]  Prof. Dr. Yusuf al-Qaradhawy, al-Imรขn wa al-Hidayรขh, Cairo: Maktabah Wahbah, Cet.16, 2007 M / 1428 H, hal 173

[14]  Iman Ibnu Katsir, Tafsir al-Qurโ€™an al-Azhim, Op.Cit,Vol.IV, hal 568

[15]  Seperti hadits qudsy yang diriwayatkan Imam Muslim dalam shahilnya, kitab  al-Birr wa ash-Shilah, hadits no: 2577. Dari sahabat Nabi saw, Abu Dzar al_Ghifary. (Ibnu Daqiq, al-โ€˜Id, Sayrhu al-Arbaโ€™in an-Nawawiyah, Cairo: Darussalam, Cet.III, 2007 M / 1428 H, hal 207-208)

[16]  Ibnu Athaโ€™illah as-Sakandary, Kitab Al-Hikam,Op.Cit, hal. 226 hikmah ke-170

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Ijab Qabul Setelah Talaq Ba’in

โœ Ustadzah Dra Indra Asih

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒน

Assalamualaikum

Ustadzah, saya mau bertanya, saya dan suami pernah bercerai talak bain(talak 1) di pengadilan agama Nabire Papua, kemudian kami menikah kembali secara agama tanpa melalui KUA di mana wali saya pd saat itu adalah saudara sepupu ayah saya dan beliau memberi kuasa kepada wali nikah kami yang seorang pegawai pengadilan agama(Mamuju) dan disaksikan oleh 2 orang wanita dan 1 orang laki-laki di Mamuju. Kemudian yang meragukan saya adalah mahar yang disebutkan adalah sebuah cincin 5 gram yang barang itu saya beli sendiri dari hasil menjual barang bersama kami pd saat masih suami istri ditambahkan uang pribadi hasil keringat saya (saya menjualnya pd saat kami sudah bercerai). untuk perlu diketahui, pada saat kami bercerai tdk ada pembagian harta gono gini. Yang kedua pd saat ijab kabul yg disebutkan adalah nama saya binti nama kakek saya (bukan nama ayah saya). apakah pernikahan kami ini halal atau bagaimana ustad/ustadzah?

Jazakillah Ustadzah

__________________
JAWABAN

Kalau yg saya pahami, dalam Islam memang tidak ada harta gono gini. Jadi barang yg dijual kalo tidak eksplisit disebutkan barang pemberian dari suami untuk istri ketika sebelum cerai berarti barang itu milik suami. Sehingga hasil penjualannya juga milik suami. Dan hasil penjualan itu ada nilainya di cincin tsb. Jadi in shaa Allah pernikahannya sah dr sisi mahar. Tinggal si istri bersediakan merelakan uang pribadi yg ada di cincin itu atau sampaikan agar suami membayarkan jumlah uang istri yg terkandung di cincin tsb.
Utk nama, selama tujuannya jelas ukhty tsb, in shaa Allah sah pernikahannya.

Allahu a’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐Ÿ€๐ŸŒธ๐ŸŒท๐Ÿ„๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh :
www.imas-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…

Menjual Tanah Wakaf

โœUstadz Farid Nu’man Hasan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒน

๐Ÿ“ŒAssalamualaikum wr wb, Ustadz๐Ÿ˜Š

Pertanyaan Member Manis ๐Ÿ…ฐ2โƒฃ8โƒฃ

1. Di sekitar t4 tinggal ada bangunan skolah+perumahan guru yg sudah bertahun2 lamanya,info nya lahan yg dipakai adalah hasil waqaf,kemudian belakangan,oleh si pemilik,lahan2 yg ada perumahan gurunya dijual,yg tsisa hanya lahan yg ada bngunan skolah dan halamanya,. Bgaimana hukum nya status jual beli perumahan tsb?

 2. Bila si fulan diminta oleh perusahaan/instansi t4 bekerja untk membeli barang,misal harga barang 1jt,kmudian diadakan twar menawar shingga hrga menjadi 900rb,namun di kwitansi si fulan meminta agar harga tetap ditulis 1jt (100rb nya untk fulan),bgaimana hukumnya?                            

___________________

Jawaban nya.                    

Wa ‘alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala rasulillah wa ba’d:

1โƒฃ Jika benar itu adalah tanah waqaf, maka penjualan tersebut tidak lepas dari dua kemungkinan:

๐Ÿ“Œ Dijual untuk kepentingan pribadi, maka ini haram, bahkan termasuk dosa besar. Allah Ta’ala berfirman: “Wahai orang beriman, janganlah kalian memakan harta kalian yang ada di antara kalian, dengan cara yang bathil.” (QS. An Nisa: 29)

๐Ÿ“Œ Dijual untuk dipindahkan, lalu dibelikan tanah waqaf baru, agar tetap terpelihara amanah waqafnya. Ini tidak apa-apa.

2โƒฃ Kasus seperti itu tidak boleh. Sebab:

๐Ÿ“Œ Walaa ta’aaanuu ‘alal itsmi wal ‘udwaan – Jangan saling bantu dalam dosa dan kejahatan. (QS. Al Maidah: 2)

๐Ÿ“Œ Nabi Shallallahu ‘Alahi wa Sallam bersabda: “Man ghasysyanaa falaisa minnaa – brgsiapa yang menipu kami maka bukan golongan kami.” (HR. Muslim No. 101)

Wallahu a’lam

 ๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia..

Imam Sering Lupa, Bagaimana Dengan Shalat Kita?

โœUstadz Farid Nu’man Hasan, S.S

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐Ÿ’๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒน

๐Ÿ„Pertanyaan dari Siti A 33 :

Kebetulan saya rumahnya deket mesjid dan selalu sholat berjamaah yang ingin saya tanyakan bagaimana hukumnya kalau kita melakukan sholat berjamaah trus imamnya lupa satu rakaat lagi dan beliau langsung tasyahud akhir ,apakah bnar sholat kita tetep sah? ,,, atau kita harus melakukan sholat satu rakaat lagi yang kurang tadi ??? Mohon jawaban nya ,, syukron

Kebetulan imam di mesjid saya sering lupa dalam sholat dan kadang juga sering lupa ayat yang dibaca walau satu ayat , bagaimana hukumnya ke kita sebagai ma’mum nya beliau apakah dosa kita sebagai ma’mum atau kah imam nya harus diganti ????

—-

JAWABAN:

Ketahuilah kekurangan imam, atau bahkan kesalahan fatal imam, semuanya ditanggung oleh imam itu sendiri, bahkan tidaklah ditanggung oleh makmum. Hal ini berdasarkan beberapa dalil berikut:                

Allah Taโ€™ala berfirman:
ุฃูŽู„ู‘ูŽุง ุชูŽุฒูุฑู ูˆูŽุงุฒูุฑูŽุฉูŒ ูˆูุฒู’ุฑูŽ ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูŽุง ุณูŽุนูŽู‰

(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. (QS. An Najm : 38-39)                

Ayat lain:
 ูƒูู„ู‘ู ู†ูŽูู’ุณู ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจูŽุชู’ ุฑูŽู‡ููŠู†ูŽุฉูŒ

โ€œTiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.โ€ (QS. Al Mudatsir (74): 38)

Dalam hadits:

 ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ุจููƒูู…ู’ ููŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุตูŽุงุจููˆุง ููŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุฎู’ุทูŽุฆููˆุง ููŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’

Dari Abu Hurairah dia berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œMereka shalat sebagai imam bagi kalian, maka jika mereka benar, pahalanya bagi kalian dan mereka, dan jika mereka salah, maka pahalanya untuk kalian, dosanya ditanggung mereka.โ€    (HR. Bukhari No. 694)  
           
Sahl berkata:
 ุฅูู†ู‘ููŠ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุถูŽุงู…ูู†ูŒ ููŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูŽ ููŽู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุณูŽุงุกูŽ ูŠูŽุนู’ู†ููŠ ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’

โ€œSesungguhnya aku mendengar, Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:โ€Imam itu adalah penanggung jawab, jika dia benar, maka pahalanya bagi dia dan bagi makmum, jika dia salah, maka tanggung jawabnya adalah kepadanya, bukan kepada makmum.โ€    (HR. Ibnu Majah No. 981, Syaikh Al Albani mengatakan: shahih. Lihat  Shahih wa Dhaif Sunan Ibni Majah No. 981)                

Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:
 ุชุตุญ ุฅู…ุงู…ุฉ ู…ู† ุฃุฎู„ ุจุชุฑูƒ ุดุฑุท ุฃูˆ ุฑูƒู† ุฅุฐุง ุฃุชู… ุงู„ู…ุฃู…ูˆู… ูˆูƒุงู† ุบูŠุฑ ุนุงู„ู… ุจู…ุง ุชุฑูƒู‡ ุงู„ุงู…ุงู…

โ€œBermakmum kepada orang yang tertinggal syarat dan rukun shalat adalah sah, dengan syarat makmum tidak tahu kesalahan tersebut dan dia menyempurnakan apa-apa yang ditinggalkan oleh imam.โ€ (Fiqhus Sunnah, 1/241)

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒป๐ŸŒท๐Ÿ’๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…

Istri Menolak Ajakan Jimak

โœUstadzah Dra.Indra Asih

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒน

Assalamu ‘alaikum wrwb.

Bagaimana hukm nya, jika seorang istri  menolak ajakan suami untk brhub sex. Trus bgaimana hukum ny jika istri tdk taat pda suami sepeti tdk perhtian.
akan tetpi, istri ini, rajin ibdah, dhuha, shalat dan mengaji,  apakah tdak ap2
alasan menolak ajakn suami dan tdak perhtian d karenakan hmil. Apakah tdk apa2 brskp sperti itu di karenakan hamilโ“
๐Ÿ…ฐ2โƒฃ5โƒฃ

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Dalam kondisi normal, tidak boleh istri menolak ajakan suami untuk berhubungan.

“Bila seorang suami memanggil istrinya ke ranjang lalu tidak dituruti, hingga sang suami tidur dalam keadaan marah kepadanya niscaya para malaikat melaknati dirinya sampai Shubuhโ€ (Muttafaq โ€˜Alaih dari hadits abu Hurairah).

Namun bukan berarti penafsiran hadits tersebut membuat banyak ‘kasus’ istri yang terpaksa memenuhi hajat suami, dalam kondisi sakit sekalipun.

Kondisi yg membolehkan istri menolak di antaranya adalah ketika istri sakit

Ketika sakit pun seseorang bahkan mendapat keringanan untuk shalat dengan cara duduk atau berbaring, atau bahkan tidak berpuasa di bulan Ramadhan meskipun itu adalah kewajiban.

Dengan demikian, ketika istri sedang mengalami sakit, tidak semestinya suami memaksakan istri untuk melayani keinginannya. Suami perlu memahami bahwa kondisi istri yang sedang sakit tentu saja tidak mampu untuk menjalankan kewajibannya.

Juga ketika istri hamil muda yang membahayakan kondisi janin jika melakukan hubungan intim

Ada beberapa kondisi kehamilan yang rentan dan membahayakan janin jika pasutri tetap melakukan hubungan suami istri, khususnya saat usia kandungan masih sangat muda.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…

Ibu membantu Mengasuh Anak Kita

โœUstadzah Dra.Indra Asih

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒน

Assalamualaikum ustadz/ustadzah…
 Tiap hari saya kerja ustad/ustadzah.Bagaimana hukumnya apabila ibu saya membantu mengasuh anak saya dirumah, sedangkan saya menginginkan ada pengasuh yang khusus buat mengasuh anak saya,tapi ibu saya katanya ikhlas kalau beliau yang mengasuh anak saya. Bingung saya ustadz/ah…Mohon jawabannya.Terimakasih,Wassalamualaikum…

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh…
Pertanyaan ini menurut saya bukan inti masalahnya. Karena pertanyaan ini muncul dari inti pertanyaan apakah yang mendorong harus bekerja setiap hari dengan kondisi anak yang masih butuh pengasuhan.
Mungkin ibu ukhty menimbang mendesaknya pengasuhan buat anak tsb, hingga berkenan mengasuh cucunya.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐ŸŒผ๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…

Mendapat Undangan Orang yang Tidak Dikenal

โœUstadzah Nurdiana

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน.                                                                      
๐Ÿ“ŒAssalamuallaikum wr wb.                                                

๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ.                                          

Pertanyaan nya
1โƒฃ Bagaimana hukumnya mendapatkan undangan pernikahan  tp kita tidak kenal?
๐Ÿ…ฐ0โƒฃ8โƒฃ

___________________
Jawaban nya.                      

Waalaikumsalam wr wb.                                                  

1โƒฃ Kalau kita di undang terlepas kenal atau tidak sepanjang di dalamnya tidak ada kemaksiatan maka kita wajib datang, Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam:

ู…ูŽู†ู’ ุฏูุนููŠูŽ ููŽู„ู’ูŠูุฌูุจู’

โ€œBarangsiapa yang diundang, hendaklah ia memenuhinya.โ€(Hr Bukhori dan Muslim).                                  
Wa Allhu a,lam.

 ๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

Membeli Produk dari Negara yang Memusuhi Islam

โœUstadzah Rofita S.Pd.I
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน.                                                                       
๐Ÿ“ŒAssalamuallaikum wr wb.                                       
___________________
Pertanyaan nya.               
Apa hukum nya bila kita  menjual/ membeli produk2 dr negeri2 yg jelas2 menunjukkan permusuhannya pada agama islam dan kaum muslimin?
๐Ÿ…ฐ0โƒฃ8โƒฃ,                                  
๐Ÿ๐Ÿ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐Ÿ๐Ÿ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐Ÿ๐Ÿ.                                       
Jawaban nya.                         
Waalaikumsalam wr wb.                                                     
๐ŸŒด Kalau  kita sudah tahu secara jelas dan ada pengganti produk yang sama sebaiknya kita tinggalkan.  Produk negeri sendiri pastinya lebih baik untuk keuntungan negara. Jadi sekaligus memajukan negeri kita. Ajak orang lain agar beli produk dalam negeri maka secara otomatis akan sedikit demi sedikit produk luar negeri itu akan lenyap di bumi kita. Umat Islam pun akan semakin bersemangat untuk memproduksi sekaligus menjadi konsumen. Hal ini perlahan tapi pasti kelak bisa memberikan kesejahteraan bersama khususnya umat Islam.                 
Wa Allhu a,lam. 
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒธ๐ŸŒน
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…