Menerima Jamuan dari Harta yang Diketshui Tidak Baik

✏Ust. Rikza Maulana Lc. M.Ag

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

📌Assalamuallaikum wr wb.                                  
🌴Pertanyaan nya. Kalau kita tahu seseorang itu sering melakukan korupsi. Dan kita diberi makanan atau dijamu beliau. Apakah tidak apa-apa jika diterima? Adakah riwayat tentang rasul atau sahabat saat mengalami hal semacam itu? Terima kasih

Pertanyaan dr 🅰0⃣9⃣ mohon jawabannya ustad🙏.                                                
🌴Jawaban nya.                  

Wa alaikumussalam wr wb. Jika kita tahu bahwa uang teraebut hasil mencuri, korupsi dan sejenisnya maka harus ditolak. Krn jangankan menerima, jual beli barang hasil curian/korupsi dosanya adalah sama seperti dosa pencurinya.
Wallahu A’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

One Day One Juz, Riya?

✏Ustadzah Dra Indra Asih

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹.                                                    

📌Ada pertanyaan ustadzah Dari korma 02

1).Assalamuallaikum ustadzah Apa ada hukum dlm Islam yang melarang seorang wanita memotong rambutnya?                      
Member Manis
⬆ 🅰2⃣8⃣

2)., bagaimana hukumnya one day one juz, yang setiap kali harus laporan ketika kholas, sy pernah mendengar bahwa sebaik-baik ibadah adalah dilakukan secara sembunyi?

🅰0⃣9⃣ kami mohon jawabannya ustadzah.                              

🌴. Jawaban nya.                

🍄 Wa alaikumsalam wr wb.

1⃣.Wanita boleh memotong rambut, berdasarkan hadits:

لَيْسَ عَلَى النِّسَاءِ حَلْقٌ ، إِنَّمَا عَلَى النِّسَاءِ التَّقْصِيْرُ

“Wanita tidak boleh mencukur habis(menggundul) rambutnya tetapi boleh memendekkannya.” (Hadis shahih, riwayat Abu Zur’ah)

2⃣
Lihat jawabannya di http://www.dakwatuna.com/2014/01/17/44930/one-day-one-juz-odoj-katanya-riya-benarkah/#axzz44KyPDf5z

Wallahu A’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Bolehkan Pria Terlihat Lekuk Tubuhnya?

✏Ust. Farid Nu’man Hasan

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Assalamualaikum.
Ust saya ijin bertanya.
Di sekolah kami ada peraturan memasukkan baju bagi yg ikhwan. Nah ada seorang guru yg menolak kesepakatan tsb dg alasan bahwa jika memasukan baju maka bentuk tubuhnya/uaratnya nampak. Dia menyamakan dg wanita yg dilarang menampakkan bentuk tubuhnya.
Bagaimana menyikapi ini ust, karena beberapa siswa (SD) yg melanggar tidak memasukkan baju seragamnya beralasan bahwa bpk itu aja gak masukin baju dan kata beliau gak papa g dimasukin.

Jawaban:

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah .., Bismillah wal Hamdulillah ..

Masalah ini perlu diperjelas batasan aurat laki-laki dulu, bahwa jumhur ulama mengatakan dari pusar ke lutut. Lengkapnya buka link berikut ini:

http://www.iman-islam.com/2015/11/ustadz-menjawab-batalkah-shalat-jika.html

Jadi, jika laki-laki sudah menutup bagian auratnya dengan baik maka itu sudah cukup.

Ada pakaian seragam saat ini tdk ada yang  hanya menutup pas auratnya saja, tapi atasan bawahan sekaligus.

Ada pun memasukan baju, tidak apa-apa, apalagi jika  pakaiannya longgar dan mereka masih SD,  sebab ini tidak bisa disamakan dengan lekuk tubuh wanita. Tidak ada dasarnya, dan tidak benar diqiyaskan dengan wanita.

Justru Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah buka baju di hadapan sahabatnya, dan ini sudah pasti terlihat lekuk tubuhnya.

Berikut ini kisahnya:

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ، أَخْبَرَنَا خَالِدٌ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ أُسَيْدِ بْنِ حُضَيْرٍ، رَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ قَالَ: بَيْنَمَا هُوَ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ وَكَانَ فِيهِ مِزَاحٌ بَيْنَا يُضْحِكُهُمْ فَطَعَنَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي خَاصِرَتِهِ  بِعُودٍ فَقَالَ: أَصْبِرْنِي فَقَالَ: «اصْطَبِرْ» قَالَ: إِنَّ عَلَيْكَ قَمِيصًا وَلَيْسَ عَلَيَّ قَمِيصٌ، «فَرَفَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَمِيصِهِ، فَاحْتَضَنَهُ وَجَعَلَ يُقَبِّلُ كَشْحَهُ»، قَالَ إِنَّمَا أَرَدْتُ هَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ

Berkata kpd kami ‘Amru bin ‘Aun, mengabarkan kami Khalid, dari Hushain, dari Abdurrahman bin Abi Laila, dari USAID BIN HUDHAIR, dia seorang laki-laki dari Anshar: “Ketika dia (Usaid bin Hudhair) sedang berbicara dengan kaumnya dan di dalamnya ada canda yang membuat mereka tertawa, maka Nabi  ﷺ memukul pinggangnya  dengan sebatang kayu. Maka dia (USAID) berkata, ‘Beri saya kesempatan untuk qishash (membalas setimpal).” Beliau bersabda, “Silakan membalas.” Dia berkata, “Engkau memakai baju, sedangkan saya (ketika engkau pukul) tidak memakai baju.” Maka Rasulullah  ﷺ mengangkat bajunya. Maka dia (Usaid bin Khudair) langsung memeluknya dan mencium pinggangnya. Lalu dia berkata, ‘Inilah yang aku inginkan wahai Rasulullah.” (HR. Abu Daud No.  5224, Ath Thabarani, Al Mu’jam Al Kabir No. 556,  Al Baihaqi, Syu’abul Iman, No. 13586,  Al Baghawi,  10/169,  Al Hakim, Al Mustadrak ‘Alash Shahihain, 3/288)

Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: “Isnadnya shahih sesuai syarat Syaikhain/Al Bukhari dan Muslim.” (Lihat Ta’liq Musnad Ahmad, 17/329. Cat kaki hadits No. 11229)

Juga Syaikh Al Albani (Lihat Misykah No. 4675, Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 2554).

Maka, pelarangan memasukan baju buat anak-anak SD selain sikap kelewat batas, dan menunjukkan minimnya pemahaman syariah.

Wallahu A’lam

✏ Farid Nu’man Hasan

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Hidayah Wewenang Allah ﷻ, Maksudnya?

✏Ust. Abdullah Haidir Lc

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹🌿.                                            📌Assalamualaikum…
terkait pembahasan hidayah dan taufiq.
mohon maaf, pertanyaan saya mungkin seperti menyalahkan Allah, namun dibalik ini. insyaAllah, apapun itu saya percaya qodo dan qodarnya Allah. hanya ilmu saya masih dangkal saja, jadi masih mempertanyakan hal remeh ini.

ini juga mirip pertanyaan sebelumnya, mungkin saya yg kelewat baca jawabannya.
tentang  surat alqashash 56.

dijelaskan bahwa hidayah dan taufiq wewenang  Allah.

nah, seperti halnya paman nabi muhammad. beliau pasti dicintai nabi, dan pasti didoakan nabi agar memeluk islam. namun tidak pernah iya nyatakan masuk islam.

apakah ini juga kuasa Allah yg membiarkannya tetap menjadi kafir? knapa diciptakan surga dan neraka jika  setelah diberitahu masih memilih yg baik dan jahat dan siapa saja yg mendapat hidayah dan taufiq.?

sekali lagi saya mohon maaf, atas pertanyaan ini. hanya untuk ilmu pengetahuan.
astaghfirullahaladziim.

terimakasih.                                
Member Manis Endah 🅰2⃣8⃣.                  

🍁Jawaban nya.                            

🌿Waalaikumussalam…

Allah maha kuasa atas segalaNya. Dia berhak atas segala sesuatu. Tidak satupun pihak yang berhak mempertanyakan mengapa begini dan mengapa begitu…

لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ – الأنبياء : 23

“Dia tidak ditanya apa yang Dia perbuat, sedangkan mereka ditanya (atas perbuatan mereka).” (Al-Anbiya: 23)

Jadi kitalah yang hendaknya mempertanyakan diri kita sebelum ditanya Allah.

Namun, walaupun Allah dapat berbuat sekehendakNya, Dia jauh dari sifat zalim. Dia menjadikan sebab atas setiap peristiwa, walau tidak semua lepas dari kehendak Allah.

Sembuh dan sakit dari Allah, namun kita tahu semua bahwa mengapa orang sembuh, dan mengapa orang sakit, pasti ada sebab2nya. Kadang sebab2 itu sangat tampak, kadang tersembunyi.

 Begitupula halnya dengan hidayah, khususnya yg bersifat taufiq. Dia mutlak hak Allah, tapi pasti di balik itu ada sebab2nya, mengapa ada org yang mendapatkan hidayah taufiq mengapa ada yg tidak, ada yang mudah ditangkap, ada yang tidak. Spt kasus Abu Thalib, betul dia membela Nabi dan melindunginya… tapi mungkin ada yg dia lalai, tidak menghindar dari pergaulan dg org2 kafir yg memsuhi beliau… sehingga mudah dipengaruhi… atau hal lain yg kita tidak ketahui….

Jadi sebab2 org tdk mendapatkan hidayah itu ada saja, apakah ada kesombongan, atau dendam, permusuhan, dll.

Yg penting bagi kita, jalan hidayah sudah jelas, mana yg Allah ridhai sudah jelas, Al- Quran hadits ada di hadapan kita, para ulama masih ada yg menjelaskan. Otak kita masih berfungsi normal utk mencena… itu semua sudah merupakan sarana lengkap utk menerima hidayah Allah… maka tempuhlah. Dan jangan cari2 alasan menghindar darinya dg alasan sudah kehendak Allah…

Jika hidayah Allah sudah kita miliki, maka bersyukurlah, akuilah kemurahan Allah terhadap kita yang memberikan kita hidayah taufiqNya. Jangan sombong, teruslahh rawat, banyaklah berdoa……Karena itu, ketika ada seorang sahabat bertanya ttg masalah ini, ‘Apakah kita diam saja wahai Rasulullah saw (menunggu takdir Allah kepada kita, apakah jadi ahli surga atau neraka)” Beliau jawab, “Beramallah, semua akan dipermudah sesuai tujuann penciptaannya…” Jika kita beramal dg amal2an shaleh.. maka akan dibukakan pintu2 keimanan dan kesalehan….

Hadaanallahu wa iyyakum ajma’iiin.                          
Wallahu A’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Tahapan Setelah di Padang Mahsyar

✏Ust. DR. H. Saiful Bahri M.A

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹🌺.                                      

📌Assalamu’alaikum wr , wb,
Ustad. Saya hendak menanyakan tiap tahapan yg akan kita alami setelah padang mahsyar? Apakah tafsir dr surat Maryam ayat 68, bahwa  seluruh manusia akan mengelilingi jahannam sambil berlutut, dan hanya orang  bertaqwa. Yang  akan diangkat?                                           Member Manis  🅰2⃣8⃣.                                    

🌿Jawaban nya,              

Wa alaikum salam wr wb
Ayat yg disebutkan (QS. Maryam 68) bukan untuk semua manusia, tetapi untuk orang-orang yang ingkar/mendustakan hari kebangkitan dan juga setan2 (dari kalangan manusia dan jin). Setan bisa berupa jin juga bisa berupa manusia.

{وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ} [الأنعام 112]

Ini penegasan bahwa keduanya sama saja. yaitu akan dikumpulkan bersama di neraka jahannam.

Adapun proses kebangkitan setelah masa diam paska tiupan pertama. Maka ditandai dg tiupan kedua:

1. Dibangkitkan dari kubur. Terjadi di bumi, yaitu di bumi Syam. Namun bumi tak seperti saat itu tidak seperti kondisi bumi sekarang.

{يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ} [ابراهيم : 48]

2. Dibangkitkan ruh dan jasadnya. Setelah itu akan melalui proses hisab/penghitungan amal dan seterusnya sampai semua orang masuk surga atau neraka.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Judul : Resiko Membawa Isteri Ke Medan Perang & Pembuktian Bahwa Mursyid Agama Syi’ah-Qizilbasy Ternyata Bisa Dikalahkan!

📆 Kamis, 22 Jumadil Akhir 1437H / 31 Maret 2016

📚 SIROH DAN TARIKH

📝 Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Pertempuran Chaldiran – 23 Agustus 1514

Pertempuran ini juga disebut Chaldoran (dalam bahasa Persia: چالدران‎; dalam bahasa Turki: Çaldıran) membuahkan kemenangan bagi Khilafah Turki Utsmani atas Kerajaan Safawi (Safavi). Dampak dari kemenangan tersebut adalah masuknya wilayah Anatolia bagian timur dan Irak bagian utara ke dalam lingkup Turki Utsmani.

Walau kemudiam sebagian wilayah tersebut direbut kembali oleh Safawi, namun pada konflik berikutnya tahun 1532-55 wilayah tersebut dikuasai lagi serta dikokohkan menjadi wilayah Turki Utsmani. Disamping itu, Turki Utsmani juga menguasai wilayah barat-laut Iran walau sementara. Pertempuran ini hanyalah pembuka dari 41 tahun konflik yang menguras energi kedua pihak sampai Perjanjian Amasya pada tahun 1555.

Pada umumnya keunggulan ada pada pihak Turki Utsmani walau Safawi tetap bertahan; terutama pada daerah dengan populasi Syi’ah yang padat seperti Luristan dan Kermanshah. Dua wilayah Mesopotamia dan Armenia barat sempat direbut kembali oleh Safawi, tetapi hilang secara permanen ke Turki Utsmani pada Perjanjian Zuhab pada tahun 1639.

Di palagan Chaldiran, pihak Turki Utsmani mendatangkan pasukan dengan jumlah yang lebih besar antara 60-200 ribu personil dipimpin okeh Yavuz Sultan Selim I dengan peralatan perang yang lebih maju. Sedangkan pasukan Qizilbasy Safawi yang dipimpin oleh Shah Isma’il I membawa sekitar 40-80 ribu personil. Shah Isma’il nyaris tertangkap di medan perang dan pengalaman tersebut membuatnya terguncang secara psikologis sampai mundur dari pengelolaan perang sekembalinya dari Chaldiran. Dalam pertempuran ini ia tidak sempat menyelamatkan isteri-isterinya dari rombongan kerajaan yang tertangkap oleh pasukan Turki Utsmani.

Pertempuran ini penting dalam sejarah karena ia membuktikan anggapan bahwa tidak benar mursyid (pimpinan spiritual) agama Syi’ah Qizilbasy tidak dapat dikalahkan. Selain itu, pertempuran ini juga penting karena menandai perpindahan loyalitas Bangsa Kurdi dari ke Safawi kepada Turki Utsmani.

Latar Belakang

Setelah Yavuz Sultan Selim I berhasil mengonsolidasikan kekhilafahan Turki Utsmani maka ia segera mengalihkan perhatiannya pada faktor eksternal yang selama ini menyokong instabilitas dalam negeri. Agama Syi’ah Qizilbasy yang bernaung di bawah Kerajaan Safawi selama ini memihak pada elemen minoritas yang mengingingkan kejatuhan Turki Utsmani; bahkan menyokong pihak keluarga Bayezid II yang memberontak.

Kekhawatiran Selim I adalah populasi syi’ah yang banyak bermukim di perbatasan Turki Utsmani yang selama ini tunduk kepada pemerintahan akan terpancing untuk membuat rusuh dengan adanya aktivitas Shah Isma’il di seberang perbatasan. Selim I merasa perlu untuk memberikan pelajaran pada Shah Isma’il I yang menjadi pemimpin spiritual sekaligus raja bagi Safawi yang aparturnya simpatik kepada Agama Syi’ah. Propaganda yang dikirimkan ke wilayah perbatasan adalah bahwa Kerajaan Safawi berasal dari keturunan Nabi (saw).

Sebelum berangkat perang, Selim I sudah meminta fatwa kepada ‘alim-‘ulama Turki Utsmani yang terkenal berani “berseberangan” dari pandangan sultan; bahkan terhadap Sultan Fatih sebelumnya. Fatwa yang dikeluarkan oleh Syaikhul Islam pada waktu itu adalah bahwa Qizilbasy adalah musyrik atau murtad. Sebagai balasannya, Shah Isma’il menuduh Selim I sebagai agresor tanah kaum Muslimin, pezina, penumpah darah, serta tuduhan lain guna menggoyahkan stabilitas internal Turki Utsmani.

Ketika Yavuz Sultan Selim I memulai ekspedisi militernya, Kerajaan Safawi diserang dari timur oleh Kesultanan Uzbek dipimpin oleh Abu-l Fath Muhammad yang juga mengalami permasalahan dengan propaganda Agama Syi’ah Qizilbasy di negerinya. Shah Isma’il I yang mengkhawatirkan dirinya bakal menghadapi perang dari dua front mengeluarkan perintah untuk “bumi-hangus” (scorched earth) setiap jengkal tanah yang hendak dikuasai Turki Utsmani.

Wilayah timur Anatolia dan Kaukasus merupakan tanah dengan iklim dan medan yang sangat tidak bersahabat kepada manusia. Ditambah lagi dengan kebijakan bumi-hangus Shah Isma’il serta sulitnya membawa perbekalan untuk pasukan yang berjumlah banyak mengakibatkan banyak pasukan Selim I yang gelisah. Bahkan ada satu orang prajurit elit Janisari yang mengamuk serta menembakkan senapannya ke arsh tenda sultan. Ketika Selim I mendapatkan informasi intelijen bahwa Shah Isma’il sedang menyusun pasukannya dekat Desa Chaldiran, maka ia menyegerakan pasukannya untuk bergerak ke sana.

📌Pertempuran

Pasukan Turki Utsmani membawa dengan susah payah meriam lapangan berikut ribuan pasukan elit Janisari. Kedua elemen kekuatan andalan itu diposisikan di belakang gerobak logistik yang kini berfungsi sebagai benteng lapangan. Kerajaan Safawi mengerahkan pasukan berkudanya untuk menyerang lini kanan dan kiri Turki Utsmani menghindari deretan meriam yang berada di tengah. Hal yang tidak diantispasi oleh Safawi bahwa meriam tersebut sangat lincah bermanuver sehingga korban berjatuhan. Keunggulan teknologi ini menjadi faktor pengunggul yang besar dalam pertempuran ini disamping kekalahan Safawi pada perencanaan serta kedisiplinan prajuritnya.

Kekalahan ini begitu tak terduga oleh pihak Safawi sehingga mundurnya pasukan yang tersisa menjadi tak terkendali. Semua menyelamatkan diri masing-masing tanpa koordinasi. Pasukan kawal Shah Isma’il menyelamatkan pimpinannnya namun terpisah dari rombongan tenda kerajaan. Diantara rombongan tenda kerajaan yang tertinggal dan tidak dapat diselamatkan adalah iringan kedua isteri Shah Isma’il yang tertawan oleh pasukan kavaleri Turki Utsmani yang mengejar rombongan yang mundur tak tentu arah itu.

📌Kesudahan

Pertempuran singkat itu menyebabkan tidak hanya hancurnya pasukan utama Safawi namun hilangnya pertahanan kota Tabriz. Kota ini tetap melawan walaupun tidak ada harapan untuk bertahan sehingga mengalami kehancuran yang besar; bentengnya diratakan dengan tanah sebelum ditinggalkan.

Efek dari kekalahan ini adalah padamnya pemberontakan Syi’ah di sepanjang perbatasan serta keterpukulan Shah Isma’il atas harga dirinya yang jatuh, aura mistik tak-terkalahkan yang buyar, serta hilangya tulang-punggung pasukan Safawi. Setelah perisitiwa Chaldiran, Shah Isma’il tidak lagi tampil ke depan publik maupun urusan administrasi kerajaannya.

Balatentara Safawi mengalami perubahan drastik dengan didatangkannya senapan api dari negara-negara Eropa. Anak Shah Isma’il yang bernama Tahmasp I juga mendatangkan meriam untuk melengkapi ketentaraam yang baru dibentuk ulang setelah kekalahan di Chaldiran.

Satu kekeliruan strategik Yavuz Sultan Selim I adalah ia tidak meneruskan kemenangan ini hingga ke jatung wikayah Safawi di Iran namun justru meembelokkan pasukannya ke selatan untuk menghadapi faktor ancaman kedua yaitu Kesultanan Mamluk yang juga merongrong wilayah perbatasan Turki Utsmani.

Agung Waspodo, mencatat bahwa jika Sultan Selim I tidak ke Mesir untuk mengalahkan Mamluk maka Portugis di Samudera Hindia mungkin menjadi lebih bebas lagi berkeliaran mengancurkan kesultanan Muslimin lainnya di region tersebut. Semua tikungan dan belokan sejarah sudah ada Yang mengaturnya, persis 501 tahun yang lalu..

Depok, 23 Agustus 2015

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Sumber Air Mata Keinsyafan

📆 Rabu,  21 Jumadil Akhir 1437H / 30 Maret 2016

📚 Tazkiyatun Nufus

📝 Ustadz Umar Hidayat M. Ag.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

💦Mari kita mengambil air dari sumber mata air keinsafan agar hidup semakin tergugah.
Ketika airmata menderas membasahi wajah dan hati kita, ini pertanda hadirnya saraf insaf.

🌷Pertobatan dan kesadaran yang puncak. Maka, di saat inilah segala sesuatu yang selama ini telah menggembok jiwa menjadi terbuka, menghasilkan ‘kekuatan’ yang siap untuk melejitkan potensi yang diri.

💦Sebijak mata air keinsafan, mari kita belajar dari pengalaman. Lantaran pengalaman mengajarkan. Menyajikan sesuatu yang terbaik untuk kita. Meski kita menjadi bodoh jika selalu menyimpan anggapan bahwa untuk mengambil pelajaran dari suatu pengalaman kita harus mengalaminya.

🍁Bukankah Allah telah menjelaskan kisah masa lalu untuk kita jadikan pengajaran. Dan ketika Allah mengabarkan apa yang akan terjadi esok, bukankah itu rambu-rambu sekaligus cita yang diharapkan manusia?

💧Seperti kisah Umar bin Khaththab masuk Islam. Berwatak keras dan bertubuh tegap, ciri khas Umar. Tak heran sebelum masuk Islam kaum Muslimin mendapatkan perlakukan kasar darinya. Sebenarnya perang batin itu bergemuruh selalu, antara mengagungkan ajaran nenek moyang, senang hiburan dan mabuk-mabukan, dengan kekagumannya terhadap ketabahan kaum Muslimin dalam mempertahankan keyakinan.

💦Sejernih mata air keinsafan. Melihat adik perempuannya Fatimah dan sang suami Sa’ad bin Zaid memeluk Islam, naik pitamlah Umar. Namun dari sikap beringas Umar kepada dua anggota keluarganya itu pula tak lama kemudian pintu hidayah terbuka untuknya. Hatinya tergetar membaca kalam Ilahi yang lembarannya dipegang oleh Fatimah.

💧Umar bergegas seraya menggenggam pedang menemui Muhammad Saw. Setelah berada di hadapannya, bertanyalah Rasulullah seraya memegang baju dan gagang pedang Umar.
“Engkau, wahai Umar, akankah terus begini hingga kehinaan dan azab Allah diturunkan kepadamu sebagaimana yang dialami oleh Walid bin Mughirah ? Ya Allah inilah Umar bin Khaththab, kokohkanlah Islam dengannya.”

💦Derai airmata keinsafan terus mengalir di sudut-sudut mata Umar mendengar kalimat-kalimat yang terhunus untuknya. Hatinya terus bergejolak memastikan kebenarannya karena ia tahu yang berucap adalah Muhammad sang al-amin.

💦Sederas airmata keinsafan, Umar lalu berucap, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah, dan Engkau adalah Rasulullah.”

💧Sejernih mata air keinsafan. Sekasar tamparan dan tendangan Umar kepada orang-orang yang dicintainya tak mampu menundukkan keimanannya, bahkan ia sendiri tersadarkan. Sekeras Umar akhirnya luluh mendengar firman-Nya.

🍁Maka dalam setiap perubahan yang terjadi pada manusia keinsafan adalah pintunya. Adapun airmata keinsafan menandainya. Inilah momentum seseorang akan bangkit dari keterpurukannya.

🌷Seperti Khalid bin Walid tersadar dengan masa lalunya. Seperti ketertarikan para tukang sihir raja Fir’aun yang akhirnya beriman mengikuti Musa.

🍃Seperti kita yang akan mengambil hikmah atas kesalahan-kesalahan masa lalu.

🍁Kesalahan yang Berhikmah
Dalam aroma keinsafan, apa pun airmata yang menetes di jalan Tuhan ini terasa melegakan hati kita. Airmata apa pun di jalan Tuhan begitu berarti. Lantaran Tuhan menjadi sumber mata air kehidupan kita. Setetes tetapi bermakna. Setetes tetapi melepaskan dahaga.

Setetes tetapi membangkitkan jiwa. Membangunkan mereka yang tertidur makin tak terasa. Mendorong gairah mereka yang sedang gontai keletihan di jalan Tuhan. Bisa menghibur mereka yang sedang dirundung duka. Atau mengingatkan saat-saat seseorang mulai lengah dari tugasnya. Bahkan, bisa menjadi tempat rehat orang-orang yang sehat. Obat bagi yang sakit.

💦Tafsir jalan lain menuju kesuksesan dunia, berdampak akhirat yang sesungguhnya.
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Q.s. Ali Imran [3]: 139)

💦Sebijak mata air keinsafan, luka itu tetap ada, meski kesalahan harus bisa diambil hikmahnya.

🍁Bukan saja untuk pelakunya, bahkan untuk kita semuanya. Bahwa kesalahan‐kesalahan kecil itu tidak selalu kecil. Kesalahan kecil bisa mengakibatkan kesalahan yang lebih besar. Bersamaan dengan kesalahan itu, persoalannya bisa menjadi besar pula. Maka, kesalahan kecil pun harus segera dibetulkan.

💦Jangan menangisi kesalahan. Menangislah lantaran kita terlambat mengambil sikap dalam menghadapi kesalahan.

💦Bertaubat dan segera menuju ampunan itulah jalan terbaik meraih kemuliaan.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Makna Hidayah dan Berdoa Memohon Hidayah

📆 Rabu,  21 Jumadil Akhir 1437H / 30 Maret 2016

📚 Morivasi

📝 Ustadz Abdullah Haidir Lc.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى، وَالتُّقَى، وَالْعَفَافَ، وَالْغِنَى

Ya Allah, aku mohon; Hidayah, takwa, kesucian diri dan kecukupan

Dalam hadits riwayat muslim sebelumnya, Nabi saw memohon 4 perkara; Hidayah, takwa, kesucian diri dan kecukupan.

Hidayah, sebagaimana dikatakan para ulama ada dua bentuk;

🔹Pertama, berarti petunjuk,
🔹Kedua, berarti tunduk dan taat mengikuti petunjuk tersebut.

🌷Hidayah dalam arti petunjuk artinya kita diberi pemahaman yang benar dan lurus, tidak bengkok dan menyimpang, terkait ajaran Allah. Sehingga kita tahu, mana yang Allah perintahkan, mana yang dilarang. Mana yang Allah cintai, mana yang dibenci. Ini hidayah dalam arti pemahaman agama.

🍁Karena itu, memohon hidayah semestinya berbanding lurus dengan upaya kita yang tak kenal henti untuk terus belajar memahami ajaran Islam.

🍁Jika setiap hari kita meminta hidayah kepada Allah, melalui surat Al-Fatihah, mestinya itu berbanding lurus dengan semangat kita memahami Islam.

🌷Hidayah yang kedua, adalah hidayah dalam bentuk ketundukan dan ketaatan kita kepada petunjuk Allah yang telah kita ketahui. Biasanya disebut taufiq.

Kalau sering ditanyakan, apa perbedaan antara hidayah dan taufiq, maka makna hidayah disini bermakna pemahaman atas petunjuk Allah, Sedangkan taufiq adalah kesiapan diri untuk mengikuti dan mena’ati ajaran-ajaran dan petunjuk-Nya.

Tahu wajibnya shalat, menutup aurat, haramnya homoseksual, riba, itu hidayah dalam arti pemahaman. Apakah dia taati semua itu? Itulah taufiq.

💦Maka ketika kita memohon hidayah kepada Allah, artinya kita memohon diberikan pemahaman yang benar terhadap agama, dan juga kekuatan dan kemauan untuk mentaatinya.

💦Sebagaimana doa Umar bin Khattab;

اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه

Allahumma arinal haqqa haqqaa warzuqnattibaa’ah, wa arinal baathila baathilaa warzuqnajtinaabah.

“Ya Allah, perlihatkan kepada kami yang haq itu haq dan kuatkan kami untuk selalu mengikutinya. Tunjukkan kepada kami yang batil itu batil dan kuatkan kami untuk selalu menjauhinya.”

💦Hidayah taufiq ini sangat mahal. Inilah penentunya. Tidak cukup seseorang bangga mempunyai ilmu yang melimpah tentang Islam, masalahnya dia mendapat taufiq tidak…?

💦Jika apa yang dia ketahui tidak berbuah ketaatan dan ketundukan, tapi justeru pembangkangan, bahkan mempengaruhi orang dengan dalihnya, itu musibah!

💦Sekedar bangga mampu membaca kitab kuning, alumni pesantren ini itu, anggota ini itu, semua itu tak ada gunanya jika tidak tunduk pada syari’at Allah.

Jangnkan mereka, Iblis yang sudah tinggal di surga, hidup bersama malaikat mulia, dan menyaksikan secara langsung kebesaran Allah, tetapi ketika ingkar, langsung Ditendang dari surga!

💧Maka, memohon hidayah kepada Allah artinya adalah, memohon diberikan pemamahan yang benar terhadap syariat-Nya, dan juga memohon dikuatkan untuk mentaati-Nya.

🌷Dari sini kita dapat membedakan dua ayat yang sepintas bertentangan. Dalam surat Asy-Syura: 52

وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya engkau (maksudnya Rasulullah) sungguh memberi petunjuk ke jalan yang lurus.

💦Dengan ayat dlm surat Al-Qashash: 56

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاء

Dalam ayat ini Allah menyatakan, “Engkau (maksudnya Rasulullah) sungguh tidak dapat memberi hidayah sekalipun kepada orang yang engkau cintai….”

💦Ayat yang pertama, maksudnya adalah bahwa Rasulullah saw tugasnya menyampaikan ajaran Allah dan menjelaskan syari’at-Nya.

💦Ayat kedua menjelaskan bahwa masalah seseorang menerima atau tunduk kepada yang Rasulullah saw sampaikan, itu bukan wewenangnya, tetapi wewenang Allah Ta’ala.

Wallahu a’lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

KETIKA ISTRI MELIHAT SUAMI MAKSIAT

✏Ust. DR.H.Saiful Bahri M.A

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹📌

Assalamualaikum wr wb.                                            

🍓Pertanyaan nya.

Bagaimana sebaiknya mengambil tindakan atas perbuatan suami yg kita tahu dimurkai Allah. Semisal menghina Allah dan menendang kitab suci Al Qur’an. Apakah perbuatannya ini dapat dijadikan alasan yg kuat untk meninggalkan suaminya? Mohon pencerahan. Jazakumullah…🅰0⃣8⃣.                                                    

 🍓.Jawaban nya.                

Wa alaikumsalam.
Berdasarkan penuturan di atas, maka perbuatan suami sudah termasuk maksiat. Maka langkah yg diambil mengingatkan dengan cara yg makruf, mengajak kembali taubat. Melibatkannya agar bersentuhan dengan lingkungan yang baik.

Adapun, wacana/solusi alternatif untuk meninggalkannya bisa berarti dua:
1. Meninggalkan sementara masih dengan status sebagai suami istri dengan melibatkan/mediasi kedua pihak keluarga.
2. Meninggalkan dengan status cerai. Juga melalui mediasi kedua pihak keluarga. Dan kemudian diteruskan ke pihak yg berwenang mengurusi perceraian khulu’ (cerai gugat).

Semoga Allah senantiasa menjaga keluarga kita semua. Allahumma  Aamiin. Wallahu A’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

APAKAH MEMBERI SEBAGIAN RIZKI KEPADA ORANG TUA TERMASUK SEDEKAH?

🔮Ustadzah  Dra. Indra Asih

🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻

Assalamu’alaikum..
Misalnya, Bila orang tua kita kekurangan dlam hal finansial. Bahkan untuk kehidupan sehari-hari harus sampai berhutang. Sedangkan kita mempunyai niat untuk bersedekah. Mana yang harus kita dahulukan, bersedekH atau membantu orang tua kita? Apakah memberikan sebagian rejeki kepada orang tua termasuk sedekah?
Hatur nuhun

Ada tambahan pertanyaan lagi boleh?✌
Tadi tentang sedekah , Kalau untuk zakat bagaimana ya hukum nya?

A 35
=================

Jawaban
___________

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabaraakatuh

SEDEKAH UNTUK ORANG TUA

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Mereka bertanya tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu infakkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” (QS. Al-Baqarah: 215).

Dari Salman bin Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الصَّدَقَةَ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ، وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ

“Sedekah untuk orang miskin, nilainya hanya sedekah. Sementara sedekah untuk kerabat, nilainya dua: sedekah dan silaturahim.” (HR. An-Nasai).

Ayat dan hadis di atas, menunjukkan dibolehkannya memberikan sedekah untuk orang tua.

ZAKAT KEPADA ORANG TUA

Salah satu kaidah yang berlaku terkait penerima zakat,

“Tidak boleh memberikan zakat kepada orang yang wajib dinafkahi oleh muzakki”

Ketika kita memberikan zakat kepada orang yang wajib kita nafkahi, seperti anak, istri, atau orang tua, maka mereka menjadi tidak butuh nafkah dari kita. Sehingga ada sebagian harta kita yang seharusnya menjadi jatah nafkah untuk anak atau orang tua, tidak jadi kita berikan, karena mereka sudah memegang harta dari zakat kita.

Dengan demikian, ada manfaat dari zakat yang kita bayarkan, yang kembali kepada kita sebagai muzakki.

Jadi pada dasarnya zakat tidak boleh diberikan kepada orang yang nafkahnya menjadi tanggungan kita, seperti anak dan orang tua. Hak mereka adalah mendapatkan nafkah; bukan zakat.

Namun dalam kondisi orang tua kekurangan (fakir dan miskin), sementara anaknya tidak mampu memberikan nafkah, namun mampu memberikan zakat, dalam kondisi demikian zakat boleh diberikan kepada orang tua.

Hanya saja kalau anak mampu memberi nafkah, maka nafkah itulah yang diberikan kepada mereka; bukan zakat.

🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com

💼Sebarkam! Raih Bahagia