Suami/Istri Bercerai, Status Mahram Mertua Bagaimana?

✏Ust. Farid Nu’man Hasan

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹📌

Assalamu’alaykum ustadz, ada  ¥ąɲǥ
Titip prtanyaan untuk ustadz Farid Nu’man : Klw suami/istri meninggal, apakah ayah/ibu mertua kembali menjadi non mahram? Syukron, jazakumullohu khayron katsiroo atas jawabannya.😊Soalnya kan klw kasus cerai berarti suami/istri bukan mahrom atau kembali mnjadi non mahrom lg, bgitu pun dgn ayah/ibu mertua, nah gimana dgn kasus kematian, apakah sm hukumnya? Syukron..

🍃🍃🍃

Wa ‘alaikumussalam wa Rahmatullah …

Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ba’d:

Status mertua adalah TETAP mahram, walau seseorg sudah tidak lagi bersama anak mertuanya,  baik karena wafat atau cerai. Sebab orang tersebut sudah menggaulinya, maka mertuanya telah menjadi mahramnya.

Allah Ta’ala berfirman:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; IBU-IBU ISTRIMU(mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu)  ISTRI-ISTRI ANAK KANDUNGMU(menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An Nisa: 23)

Kecuali, jika dia bercerai atau istrinya wafat, dalam keadaan belum pernah jima’, maka mertuanya boleh dinikahinya, alias bukan mahram.

Berikut ini, tertera dalam Tafsir Al Quran Al ‘Azhim-nya Imam Ibnu Katsir Rahimahullah:

وقال ابن جرير: حدثنا ابن بشار، حدثنا ابن أبي عدي وعبد الأعلى، عن سعيد عن قتادة، عن خِلاس بن عَمْرو، عن علي، رضي الله عنه، في رجل تزوج امرأة فطلقها قبل أن يدخل بها، أيتزوج أمها؟ قال: هي بمنزلة الربيبة.
وحدثنا ابن بشار حدثنا يحيى بن  سعيد، عن قتادة، عن سعيد بن المسيب، عن زيد بن ثابت قال: إذا طلق الرجل امرأته قبل أن يدخل بها فلا بأس أن يتزوج أمها.

Berkata Ibnu Jarir: berkata kepada kami Ibnu Basyar, berkata kepada kami Ibnu Abi ‘Adi, berkata kepada kami Abdul A’la, dari  Sa’id, dari Qatadah, dari Khilas bin ‘Amr dari ‘Ali Radhiallahu ‘Anhu, tentang seorang yang menikahi wanita lalu dia menceraikamnya tapi belum menggaulinya, apakah dia boleh menikahi ibunya? ‘Ali menjawab: “Ibu mertua (dalam hal ini) kedudukannya sama dengan anak tiri.”

Berkata kepada kami Ibnu Basyar, berkata kepada kami Yahya bin Sa’id, dari Qatadah, dari  Sa’id bin Al Musayyib, dari Zaid bin Tsabit, katanya:

“Jika seseorang menceraikan istrinya dan dia belum  menggaulinya, maka tidak apa-apa dia menikahi ibunya (ibu dari istrinya).”

(Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 2/250)

Dekian. Wallahu A’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Sumbangan Masjid dari Non Muslim

✏Ust Farid Nu’man Hasan

🐝🍃🌴🌿🌷🍂🌻

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum…..
Sy mau bertanya ustadz. Prtanya’an ini masih diperrdebatkan disini.
Bagaimana hukumnya menerima sumbangan masjid dr orang nonmuslim?
Mhon pnjlasannya…! Trimaksih bnyak… syukron…
I-15

Jawaban:
Wa ‘alaikumussalam

BOLEH menerima hadiah atau sumbangan dr non muslim selama berasal dr harta halal, baik berupa uang dan barang. Hal ini ditegaskan para ulama baik  Syafi’iyah dan lainnya. Dalilnya:

– Nabi menerima hadiah dr romawi yg nasrani berupa jubah yg sempit.  Hr. Abu Daud

– Nabi menerima bantuan juga dari musyrikin Bani Khuzaah saat akan perang melawan musyrikin lainnya

– Tentunya bantuan paman nabi baik materil dan moril kepada dakwah Islam. Walau Beliau wafat dalam keadaan kafir.

Wallahu a’lam

🍂🍃🌹🌺🌾🌸🌷

Dipersembahkan :
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala

Mangapa Bisa Terjadi Proses Perkawinan Sedarah (di awal generasi anak Adam)?

✏Ust Farid Nu’man Hasan

🐝🍃🌴🌿🌷🍂🌻

Assalamu’alaikum
Saya mau bertanya ustadz
Ketika di awal penciptaan manusia, mangapa bisa terjadi proses perkawinan sedarah (di awal generasi anak Adam ‘alayhissalam)?

Jawaban:
 Wa ‘alaikumussalam, itu keistimewaan orang2 zaman itu. Sesuai dg kehendak Allah. Dan tdk terjadi kecacatan fisik spt halnya hal itu terjadi di masa sekarang. Dan pada zaman itu blm ada aturan syariat pernikahan spt pada masa sekarang.
Wallahu a’lam.

🍂🍃🌹🌺🌾🌸🌷

Dipersembahkan :
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala

Tugas Malaikat Jibril Saat Ini

✏Ust Saiful Bahri

🐝🍃🌴🌿🌷🍂🌻

Apakah tugas malaikat jibril sekarang ini?

⬆ Pertanyaan dari member 07

Jawaban :

 عليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Malaikat Jibril setelah purna wahyu kpd Nabi Muhammad SAW.

Malaikat Jibril dan malaikat lainnya bertasbih siang dan malam. Mendoakan kaum mukminin dan para aulia Allah. Dan turun ke bumi di setiap malam lailatul qadar (QS. Al-Qadr:4). Wallahu a’lam.

🍂🍃🌹🌺🌾🌸🌷

Dipersembahkan :
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala

Tembok Ya’juj dan Ma’juj

✏Ustadz Agung waspodo

 Assalamu’alaikum afwan ukhti, ana mau titip pertanyaan tentang tembok ya’juj dan ma’juj.mohon penjelasannya

⬆ Pertanyaan dari member 07

Jawaban :

 Temboknya dibangun oleh Dhu’l Qarnain, Letaknya di sebelah timur kota Madinah, tetapi tidak ditentukan khusus oleh Rasulullah SAW.

Wallahu’alam

🍁🍂🌴🌺🌼🌿🌻

Dipersembahkan : www.iman – islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala

Suami Mengesampingkan Nafkah Batin Istri Karena Sibuk Bekerja

🌿Ustdz. Dra. Indra Asih

🌿🍁🌺🍄🍀🌷🌻🌹

Mohon tanya apa hukumnya bagi suami mngesampingkan nafkah batin istrinya sementara suami lebih sibuk bekerja?
Disamping pasangan ini blum menunaikan kewajibanya.
[A14]

============

Jawabanya :

Wajib hukumnya seorang suami memuaskan istri dengan nafkah batin.

Ibnu Qudamah:
“Memberi nafkah batin wajib bagi suami jika tidak ada udzur”. Maksud dari Ibnu Qudamah tersebut adalah bahwasanya wajib bagi suami untuk memuaskan istrinya karena ini hak istri atas suami. Sebagaimana diketahui bahwa wanita teramat tersiksa bilamana hak ini tidak terpenuhi.

Perkara wajib ini adalah sebuah langkah pencegahan akan fitnah (kerusakan), karena tingkat keimanan antara wanita dengan wanita lainya berbeda. Dimana sebuah perkara yang dzalim bila sang suami tidak bersedia menggauli istrinya tanpa sebab yang jelas, sedang kedzaliman itu adalah haram hukumnya.

Wajib disini adalah bila perkara ini tiada ditunaikan maka akan mendatangkan dosa atas pelanggaran syara’ dalam hak dan kewajiban dalam pernikahan.
Dan hendaknya seorang istri menuntut haknya dan suami menuruti tuntutan istrinya atas haknya dan menjalankan kewajibanya selaku suami.

Jadi kesimpulanya adalah seorang suami dibebankan kewajiban untuk menggauli istrinya yang dimana bila ia tidak menggauli istrinya maka ia juga dikenai dosa atas kelalaian kewajibanya dan kedzolimanya.

Tidak istri saja yang terkena ancaman dosa bila tidak bersedia berhubungan intim. Keduanya suami dan istri saling berkewajiban untuk melakukan hubungan intim.
Karena dalam masalah pernikahan keduanya memiliki satu hak antara satu dengan lainya dan satu kewajiban antara satu dengan lainya.

Allah swt berfirman :

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.”(QS.2:228)

Pendapat wajibnya seorang suami menggauli istri ini juga dikemukakan oleh Imam Malik, alasan Imam Malik adalah bahwasanya nikah adalah demi kemaslahatan suami istri dan menolak bencana dari mereka. Ia (suami) melakukan hubungan untuk menolak gejolak syahwat istri, sebagaimana juga untuk menolak gejolak syahwat suami.

Imam Ghazali berpendapat, sebaiknya seorang suami menggaulii istrinya empat hari sekali. Ini semua merupakan suatu langkah dalam menenangkan istri karena ini merupakan suatu kewajiban. (Fiqih Sunnah)

 Hadits diriwayatkan dari Asy-Sya’bi, Ka’ab bin Siwar Al Asadi pernah duduk disamping Umar bin Khotob dan datanglah seorang wanita yang mengadu padanya :

”Hai Amirul Mukminin, aku sama sekali tidak pernah melihat seorang lelaki yang lebih utama dari suamiku. Demi Allah ia selalu shalat semalam suntuk dan berpuasa disiang harinya, kemudian ia memohonkan ampunan kepada istrinya dan memujinya.
Umar berkata :”Ya itu suamimu”. Wanita ini berkali-kali menyampaikan aduan ini dan berkali-kali pula Umar menjawab.
Kemudian ka’ab berkata kepada Umar. “ Wahai Amirul Mukminin, wanita ini mengadu atas suaminya yang menjauhi tempat tidur istrinya”.
Umar menjawab : “ sebagaimana yang kau ketahui putuskanlah kedua masalah sumi istri ini”.
Ka’ab berkata :” Sungguh aku berpendapat bahwa wanita ini yang keempat setelah wanita yang ketiga. Maka aku putuskan tiga hari siang dan malam untuk ibadah suamimu dan satu hari satu malam untuk berkumpul dengan istri”.
Kemudian ia berpesan pada suami “Sesungguhnya pada istrimu ada hak. Hai suami engkau mendatangi istrimu empat hari sekali bagi yang sedang. Berikanlah hak itu dan hilangkanlah keburukanmu.”
Kemudian Umar berkata pada Ka’ab : “Demi Allah pendapat (keputusanmu) yang pertama kali ini menakjubkanku dari pendapat-pendapat orang lain, maka aku perintahkan kau untuk pergi menjadi hakim di Bashrah. (Al Mughni)

 Jadi beradasarkan riwayat ini bahwa bila ada seorang suami tidak bersedia menggauli istrinya ini merupakan tindak kejahatan yang bisa diadukan kepada hakim/penguasa untuk diputuskan perkaranya.
Jika ini bukan tindak kejahatan Umar dan Ka’ab tidak akan memutuskan suatu perkara ini,dan Umar juga tidak akan mengangkat Ka’ab menjadi hakim di Bashrah. Tidak menggauli istri adalah pelanggaran atas hak istri dan bentuk kedzaliman yang terkategori kriminal.
Entah apapun alasan sang suami, bahkan ia beralasan dalam rangka ibadah pada Allah tetap saja itu suatu kedzaliman bila ia enggan menggauli istrinya. Dan karena ini suatu tindak kriminal (kedzaliman) dan perenggutan hak maka sang istri berhak mengadukanya pada pengadilan. Sebagaimana ia dianiaya fisik (dipukuli) oleh suami.
Ini semua karena memukuli istri tanpa hak dan tidak memenuhi hak istri untuk digauli sama-sama kedzaliman.

Ibnu Taymiyyah menyatakan :
“Seorang suami harus memberikan nafkah batin kepada isterinya secara makruf. Sebab, ia termasuk kebutuhannya yang paling utama; melebihi kebutuhannya terhadap makan.
Nafkah batin yang wajib dipenuhi oleh suami menurut sebagian ulama paling lama empat bulan sekali.
Sementara pandangan lain sesuai dengan kebutuhan isteri dan kemampuan suami untuk memenuhinya.”

Imam Ahmad berpendapat: “ Hubungan badan dengan istri wajib, sekalipun demikian, kewajiban suami adalah menjaga hak istri (yaitu digauli).
Hendaknya suami bersikap sedang dalam berpuasa dan shalat malam agar mampu melaksanakan hubungan wajib dengan istri.

Batas ritme hari menggauli istri

Adapun berapa lama waktu ritme menggauli istri para ulama berbeda pendapat namun sangat mudah untuk dipahami.

Imam Al Ghazali berpendapat wajib setiap empat hari sekali. Alasan ini adalah karena Al Imam Ghazali bahwa empat hari ini adalah berdasarkan jatah seorang suami yang boleh memadu empat wanita. Jadi ini akan ada penggiliran yang adil yaitu sehari sekali setiap putaran. Dan alasan lainya adalah bila ada seorang suami yang mukim, dimana setiap hari sang suami berdampingan dengan istri setiap hari, dimana setiap malam mereka bertemu.
Maka kewajiban ini jatuh setiap empat hari sekali, dan bila hendak ditambah menjadi tiga kali dalam empat hari tiadalah mengapa jika memang kedua belah pihak baik kondisinya.
Dan bila dalam waktu empat hari tidak ada hasrat bagi keduanya maka tiada mengapa tidak bersenggama atas keridhoan kedua belah pihak.
Namun jika ada salah satu pihak berhasrat, maka perkara ini haruslah dipenuhi dan bagi yang tidak berhasrat haruslah membesarkan pengertiannya.

Dan sebagian ulama berpendapat wajib senggama itu ritme waktunya adalah empat bulan sekali, sebagaimana pendapat Imam Ahmad yang dikutip Ibnu Qudamah dalam Al Mughni.
Adapun ritme waktu empat bulan sekali ini bilamana sang suami bekerja dengan cara safar mukim.
Maksud dari safar mukim adalah sebagaimana seorang pedangang yang dimana ia sering berkeliling yang terkadang ia pergi berhari-hari dan berminggu-minggu namun disatu sisi ia masih ada waktu, kesempatan dan kemampuan untuk pulang.

Sebagian ulama lagi mewajibkan menggauli istri dengan ritme waktu empat bulan sekali. Ini berdasarkan riwayat dari Umar bin Khotob yang menyuruh tentaranya setiap empat bulan sekali pulang untuk menemui istrinya.

Dalam sebuah riwayat, suatu saat Umar bertanya pada anaknya Hafzah. “ Wahai Hafzah berapa lama wanita sanggup menahan” . Hafzah terdiam dan tidak menjawab karena malu.
Kemudian Umar mengerti dan berkata: “ Tidak perlu malu dalam perihal agama”. Kemudian Hafzah menjawab “ Empat bulan kami (para wanita) mampu menahan”.
Setelah mendapat keterangan ini Umar memutuskan untuk menggilir tentaranya yang berada diluar untuk berganti dengan kelompok pasukan yang lain setiap empat bulan sekali, agar para suami yang menjadi tentara bisa menunaikan kewajibnya atas hak istrinya.
Jadi bagi suami yang bekerja secara safar yang jauh, maka diusahakanlah setiap empat bulan sekali untuk pulang dalam rangka memenuhi hak istrinya dan menunaikan kewajibanya.

Kesimpulan:

Jadi jelaslah sudah bahwa seorang istri juga punya hak untuk disenggamai sang suami dan suami berkewajiban memenuhi hak istri ini. Yang dimana sang suami berkewajiban memuaskan batin istri bila ia tidak bersedia maka ia berdosa dan sang istri juga berkewajiban untuk bersedia melayani sang suami bila ia menolak maka ia akan berdosa. Keduanya sama-sama dikenai dan dibebani kewajiban akan hal ini.

Langkah-langkah yang bisa ditempuh istri jika suami tidak memberikan nafkah batin

1. Mengkomunikasikan dengan suami

Coba untuk membahas masalah ini pada kondisi dan waktu yang tepat. Usahakan dalam kondisi suami sudah cukup istirahat dan dalam kondisi santai. Ungkapkan perasaan dan kesedihan istri karena dinginnya suami

Melalui perbincangan ini diharapkan keduanya dapat menyampaikan segala ketidak puasan hati masing-masing, namun sebelum melangkah lebih jauh dalam perbincangan, anda berdua perlu menyakinkan bersama bahwa keadaan rumahtangga yang dialami sekarang adalah tidak sehat dan perlu jalan keluar untuk memperbaiki keadaan.

2. Sepakati untuk berlibur/cuti

Mungkin anda suami isteri merancang liburan, baik di rumah atau jika memungkinkan ke tempat yang jauh dari hiruk pikuk kota dan tempat yang dapat membuatkan suami melupakan hal pekerjaan yang selalu dipikirkan dengan serius.

Secara tidak langsung dengan mood dan suasana yang tenang, mungkin bisa merubah keadaan menjadi lebih baik.

3. Konsultasi dengan penasehat pernikahan

Jika suami sepakat bahwa keadaan rumahtangga adalah kritis dan dalam keadaan yang tidak sempurna, coba sarankan kepada suami untuk berkonsultasi untuk membantu untuk memperbaiki keadaan rumahtangga anda.

Perlu juga diperhatikan, jangan sekali-kali mengadukan isu rumahtangga anda ini kepada lelaki (bukan mahram) baik yang sudah berumahtangga ataupun tidak kecuali kepada pakar seperti penasehat. Hal ini khawatir menyebabkan kepada hal-hal yang tidak diinginkan dan menjadi dimanfaaatkan oleh laki-laki yang tidak bertanggungjawab atas nama simpati.

Dekatkanlah diri pada Allah agar anda diberikan kekuatan dalam mengharungi saat-saat yang sulit ini. Perbanyakanlah sholat dan doa agar diberikan pertolongan dan diteguhkan keimananan anda.

🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com

💼Sebarkan! Raih Bahagia

Mencegat Kafilah Dagang dalam Konteks Kekinian

✏ Ustadz Rizka Maulana, Lc.,M.Ag

🌿🌺🍁🌻🍀🍄🌸🌷🌹

1⃣Mau tanya ttg mencegat kafilah dagang dalam konteks kekinian,
apakah sama dengan membeli cabe pada petani cabe yg ingin menjual dg menumpangi mobil angkot.si pembeli membelinya scr grosir ktika mobil yg di tumpangi berhenti sblm smpai pasar… si penjual pun ridho dg harga yg di tawarkan si pembeli.
nah,, si pembeli td bermaksud utk menjual kembali di pasar scra ecer

2⃣Sy bgbung dlm sbuah lembaga, dan mdapat tagihan tunggakan iuran koperasi yg mnurut sy berat. Padahal sy tdk pnah ingin ataupun mbuat pjanjian ‘hitam diatas putih’ dgn pihak lembaga tsebut untuk bgabung sbg anggota koperasix. Seolah2 sy sdh berhutang.
Pihak lembaga mwajibkn agg u msuk angg koperasi walaupun mrk tdk stuju dan tsb dan memotong gaji sy stiap bulanx.
Apakah itu termasuk hutang?

🅰2⃣1⃣

🌿🌿🌿Jawab🌿🌿🌿

1⃣Mencegat kafilah dagang dalam konteks kekinian lebih mirip dgn para tengkulak yg “mencegat” para petani langsung dari sawah ladangnya, terlebih ketika petani tdk punya pilihan lain kecuali menjual kpd tengkulak tsb, krn misalnya sudah di kasih dp atau diberikan pinjaman dulu seblumnya oleh para tengkulak. Adapun pedagang yg dicegat di jalan, namun terjadi tawar menawar dan petani tahu persis berapa harga cabe tsb di pasar, lalu sepakat dgn harga yg ditawarkan, maka boleh saja. Poin penting dalam larangan mencegat kafilah dagang adalah krn petani tdk tahu harga pasar, lalu dicegat di tengah jalan dan dikelabui harga pasar dgn harga fiktif lalu ia menjualnya jauh di bawah harga pasar.
Wallahu A’lam

2⃣Jika masuk lembaga tsb memang dipersyaratkan harus menjadi anggota koperasinya dan kita menyetujuinya, maka menjadi keharusan. Dan pembayaran yg belum dibayarkan bisa menjadi hutang. Namun dalam hal tidak ada persyaratan spt itu, maka menjadi anggota koperasinya menjadi tdk wajib dan seharusnya tdk menjadi hutang.

🌿🌺🍁🍄🌸🌻🌷🌹

Dipersembahkam oleh:
www.iman-islam.com

💼Sebarkan! Raih Bahagia…

Membeli dengan Rupiah, Jual dengan Dolar

✏ Ustadz Rizka Maulana, Lc.,M.Ag

🌿🌺🍁🌻🍀🍄🌸🌷🌹

1⃣Bagaimana kalo kita grosir barang dari indo(membeli) Dgn rupiah terus di jual pakai dollar apakah termasuk riba. misalnya harga brg diindo. satu brg 100 ribu di jual Dgn hrga 10 dlr Dgn nilai mata uang yg trn naik riba kah….??

2⃣Maraknya org jual pulsa indo dgn harga yg tidak dikurskan rupiah tp pakai dolar apakah kita sbg konsumen juga kecipratan dosa jika ini dikategorikan riba?

🅰2⃣1⃣

🌿🌿🌿jawab🌿🌿🌿

1⃣Beli dgn rupiah dan dijual dgn dolar boleh saja, tidak ada larangannya dan bukan riba
2⃣Kalau jual pulsa pakai dolar masih memungkinkan,  dengan syarat harganya harus sesuai dgn kurs pada hari tsb.

🌿🌺🍁🍄🌸🌻🌷🌹

Dipersembahkam oleh:
www.iman-islam.com

💼Sebarkan! Raih Bahagia…

Menjual Emas Online

✏ Ustadz Rizka Maulana, Lc.,M.Ag

🌿🌺🍁🌻🍀🍄🌸🌷🌹

Bagaimana hukumnya menjual perhiasan emas secara online?
Karena ada yg bilang, kalau emas penjualannya harus dari tangan ke tangan.
🅰2⃣1⃣

🌿🌿🌿jawab🌿🌿🌿

Jual beli emas, boleh saja dengan cara online, selama kadar, ukuran dan bentuknya jelas. Jual beli emas secara langaung tangan ke tangan, yadan bi yadin adalah lebih baik, terhindar dari perselisihan pendapat.

🌿🌺🍁🍄🌸🌻🌷🌹

Dipersembahkam oleh:
www.iman-islam.com

💼Sebarkan! Raih Bahagia…

Jangan ada Keributan Gara-Gara Kata “Jangan”

📆 Sabtu, 17 Jumadil Akhir 1437H / 26 Maret 2016

📚 KELUARGA & PARENTING

📝 Pemateri: Ustadz BENDRI JAISYURRAHMAN @ajobendri

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁 🌿

1. Beberapa hari ini banyak yg tanya saya (lebih tepatnya ajak diskusi) seputar kata “jangan” dalam ilmu parenting dan Alquran

2. Sebagian ada yg mengatakan kata “jangan” sebaiknya dihindarkan diganti kata anjuran. Ini ajaran parenting

3. Sebagian yg lain justru mempertentangkan dgn berdalih bahwa alquran justru banyak memuat kata jangan. Apakah quran salah?

4. Ujung-ujungnya saling melabel. Seolah-olah ilmu parenting yg menolak kata “jangan” dianggap tidak islami, pro yahudi, dsb.

5. Nah, ini yg saya khawatirkan. Pertentangan yg berujung kepada labeling. Jangan-jangan ini disengaja. Eh kok pake kata “jangan”? :p

6. Bukannya sok bijak. Sebab orang sok bijak sok bayak pajak hehe.. Tapi bersikap ekstrim meskipun baik tidak sesuai sunnah nabi.

7. Hakikatnya, islam ini agama pertengahan (ad diinul wasath). Maka tindakan menyalahkan ilmu yg bersumber dari barat tanpa dicari akarnya juga tak tepat

8. Seolah-olah kalau parenting itu dari barat jelas-jelas salah. Langsung tertolak. Padahal kita sering makan dari barat semisal rendang dari sumatera barat #eh 😀

9. Ilmu parenting pada dasarnya bagian dari ilmu “keduniawian” dimana rasul mengatakan “kalian lebih tau urusan dunia kalian”. Artinya silahkan inovasi

10. Tentu bukan berarti islam tak punya konsep dasar. Sama seperti ilmu kedokteran, parenting juga punya dasar ilmunya

11. Tapi Islam tak menolak inovasi dalam bidang kedokteran sebab berprinsip “hukum asal muamalah adalah boleh kecuali ada dalil yg melarang”

12. Maka, inovasi dalam kedokteran semisal operasi jantung, kemotherapi, dan cesar itu boleh kecuali yg jelas ada larangannya.

13. Sama juga dgn ilmu parenting. Muncul banyak inovasi yg tak semuanya kita tolak kecuali dgn dalil yg tegas.

14. Mengenai kata “jangan” itu sendiri tak perlu kita cari dalih. Hal ini memang ada dalam alquran. So what?

15. Tentu sesuatu yg berada dlm alquran tak boleh diragukan. Ini wilayah iman (QS 2:2)

16. Namun, sesuatu yg ada dalam alquran tentu harus dilihat prakteknya dalam keseharian nabi. Sebab beliau sejatinya ‘penerjemah’ terbaik maksud dari alquran

17. Jika hanya berdasarkan quran tanpa lihat praktek nabi, hati-hati bisa terkecoh. Bisa-bisa malah aneh.

18. Sholat, contohnya. Dalam quran perintahnya hanya rukuk dan sujud (qs 48 : 29). Jika tanpa melihat rasul, maka kita akan anggap sesat orang yg iktidal atau duduk tahiyat

19. Begitu juga penggunaan kata “jangan” dalam quran. Kita harus dudukkan dalam konteks ilmu parenting yg dicontohkan Rasul

20. Itu artinya, mari kita tengok sejarah bagaimana sikap rasul kepada anak-anak? Dan kita akan dapati beberapa perlakuan yg “beda”

21. Sesuatu yg dilarang kepada orang dewasa ternyata dimaklumi bahkan dibolehkan kepada anak-anak

22. Jika orang dewasa dilarang main patung atau boneka, ternyata anak-anak boleh. Aisyah contohnya

23. Jika orang dewasa dilarang ngobrol atau bercanda dalam sholat. Maka khusus anak-anak semisal husein, main di punggung rasul bahkan dibiarkan

24. Bayangkan, kalau yg main di punggung itu Umar. Mungkin sudah rasul marahin

25. Bahkan ada seorang anak yg pipis di baju rasul, dibiarkan. Tak dilarang. Kalau itu sahabat? Mungkin udah dikeroyok sama yg lain

26. Karena itu, melihat penggunaan kata “jangan” dalam alquran tak boleh sembarangan. Ada patokan dan standarnya

27. Untuk anak kecil yg belum baligh tentu beda perlakuannya dengan orang dewasa

28. Bahkan sesama orang dewasa saja masih ada perlakuan yg beda. Contohnya orang badui yg pipis di masjid nabawi dibiarkan, tak dilarang

29. Kenapa? Karena orang badui itu tak tahu alias bodoh. Inilah hebatnya rasul. Bersikap berdasarkan konteks kejadian

30. Jadi ayat tak dikeluarkan serampangan. Indah betul Islam ini jadinya

31. Karena itu, sebagai panduan penggunaan kata jangan ada beberapa pembahasan yg lumayan panjang. Salah satu yg mau saya bahas disini yakni konteks usia

32. Minimal ada 3 konteks usia penggunaan kata jangan sesuai sikap nabi : utk anak yg belum berakal, untuk anak yg sudah berakal dan utk remaja atau dewasa

33. Untuk remaja atau dewasa rasul tak ragu untuk memberikan kata jangan jika memang membahayakan agama orang ini. Biasanya terkait akidah dan akhlak

34. Sementara utk anak, rasul sikapnya beda.Rasul bedakan yg sudah berakal mana yg belum.

35. Caranya sesuai petunjuk rasul dlm urusan perintah sholat yaitu “jika sudah bisa bedakan kanan dan kiri”. Itu artinya sudah diajak berpikir

36. Nah, untuk anak tipe ini (bisa bedakan kanan dan kiri) kata larangan atau “jangan” dibolehkan.

37. Tapi lebih elok jika ditambah solusinya agar mereka tau apa yg harus dilakukan. Ingat mereka minim pengalaman

38. Hal ini dialami oleh Rafi’ bin Amr Al Ghifari yg punya hobi melempar kurma. Rasul melarangnya namun kasih solusi.

39. Solusinya adalah kalau mau makan kurma, yg jatuh di tanah, tak perlu dilempar. Indah kan?

40. Sementara untuk anak yg belum bisa berpikir, rasul tak melarang. Lebih banyak memberi tahu sikap yg tepat. Bahkan cenderung membiarkan

41. Yang dibiarkan rasul juga biasanya terkait dgn hal-hal yg berkaitan dgn eksplorasi skill.

42. Rasul bahkan memotivasi anak yg lagi main panah di mesjid dgn ucapan “teruslah memanah. Sesungguhnya kakek moyangmu ismail seorang pemanah”

43. Kalau anak sekarang main panah di masjid? Udah jadi rempeyek dihujat jamaah hehe

44. Makanya, yg kedua yg harus dipahami selain konteks objeknya juga konteks apa yg dilarang

45. Jika untuk eksplorasi skill hindari kata jangan. Agar anak termotivasi kembangkan potensi. Tapi untuk eksplorasi spiritual dan emosi silahkan pakai “jangan” dgn penjelasan

46. Contoh penjelasan dlm quran “jangan ikuti langkah syetan, syetan itu musuh nyata bagimu”

47. Lebih elok jika larangan ada penjelasan. Tentu ini pas bagi anak yg sudah berpikir.

48. Di masa rasul ada seorang anak yang saat makan berlari-lari. Rasul ucap : “nak, sebutlah Allah. Pakai tangan kananmu dan makan yg dekat denganmu”

49. Rasul tak keluarkan kata ‘jangan’ sebab anak ini butuh tindakan konkret apa yg harus ia lakukan saat itu

50. Kesimpulannya, gak perlu bersikap ekstrim. Parenting meski dari barat bisa jadi adalah hikmah kaum muslimin yg tercecer

51. So, buanglah sampah pada tempatnya ups..maksudnya pakailah kata jangan pada konteksnya.

52. Sekarang, silahkan cicipi jangan nya (alias sayur) 😀

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…