Ketika Kaum Musyrikin Quraisy Pertama Kali Mengakui Eksistensi Kaum Muslimin di Madinah

๐Ÿ“† Kamis, 29 Jumadil Akhir 1437H / 7 April 2016

๐Ÿ“š SIROH DAN TARIKH

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

๐Ÿ“ Ketika Kaum Musyrikin Quraisy Pertama Kali Mengakui Eksistensi Kaum Muslimin di Madinah

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Berawal dari mimpi Rasul SAW memasuki kota Makkah dengan aman maka dimulailah perjalanan 1500 sahabat untuk melaksanakan umroh pertama kalinya. Mereka demikian bergembira dalam menyongsong kerinduan akan kampung halaman setelah 6 tahun berhijrah. Turut bersama Rasulullah SAW adalah isterinya yg bernama Ummu Salamah. Kerinduan adalah sebuah perayaan yang sangat manusiawi yang juga dirasakan oleh para sahabat.

Sesampainya mereka di Dhul Hulaifah, semua laki-laki mengenakan kain ihram adapun pedang yg mereka bawa semua tersimpan dalam sangkurnya karena bukan ekspedisi militer. Kesatuan pengintai yg dikirim Rasulullah SAW membawa berita bahwa jalan menuju Makkah telah diblokade oleh pasukan elit Quraisy yg juga mengerahkan kekuatan para Budak berkulit hitam. Dalam berbagai kesempatan, Rasulullah SAW selalu berupaya mengumpulkan data intelijen secara sistematik.

Khalid ibn al-Walid yg dikerahkan para pemuka Quraisy bersama 200 pasukan berkuda bermaksud menyerang secara mendadak pada waktu zuhur. Namun Allah SWT mewahyukan dibolehkannya sholat Khauf dimana sebagian sahabat bersiaga dengan senjata mereka ketika sebagian lain shalat; momen genting tersebut terselamatkan. Kecenderungan kepada perdamaian tidak pernah menjadikan Kaum Muslimin lengah akan ancaman lawannya.

Rasulullah SAW mengubah arah perjalanan mereka ke Tsaniyatul Marar hingga sampai ke sebuah sumur tua yg mulai mengering di daerah al-Hudaibiyah dimana mereka mendirikan tenda. Mu’jizat Allah SWT turun berupa mengalir derasnya kembali air di sebuah cerukan yang ditancapi anak panah oleh Rasulullah SAW. Ini adalah sebuah contoh perencanaan yang maksimal dan dengannya Allah Ta’ala turunkan bantuan sesuai dengan waktunya.

Ketika berkemah di sini, Kaum Quraisy mengirim 3 utusan berturut-turut. Ketika utusan ketiga, ‘Urwa ibn Mas’ud ats-Tsaqafi, menginap diantara Kaum Muslimin, ia menduga bahwa para sahabat pasti meninggalkan beliau pada saat genting nantinya. Namun setelah menyaksikan secara langsung bagaimana interaksi diantara Kaum Muslimin ia berubah pandangan. Ketika ia kembali ke Kaum Musyrikin Quraisy, ia berkata “aku sudah pernah melihat istana Kaisar serta Raja-Raja, namun belum pernah suatu kaum setia, mencintai, menghormati, dan rela berkorban utk pemimpinnya daripada Kaum Muslimin.

Bersambung..

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

MATI YANG BAGAIMANA YANG DISEBUT MATI SYAHID?

๐Ÿ‘ณUstadz Menjawab
โœUst. Farid Nu’man Hasan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

๐Ÿ“ŒAssalamualaikum wr wb ustadz/ah…Saya mau bertanya, tentang mati syahid. Mati seperti apa sajakah yg termasuk mati syahid? Dan mohon penjelasan nya tentang macam2 mati syahid. Terima kasih….. ๐Ÿ…ฐ2โƒฃ8โƒฃ

Jawaban;
—————–
Bismillah wal Hamdulillah …
Orang-orang yang mati syahid itu banyak, di antaranya:

1โƒฃ Dibunuh Karena Amar Maโ€™ruf Nahi Munkar Kepada Penguasa Zalim

Dari Jabir radhiallahu โ€˜anhu, Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam  bersabda,

 ุณูŠุฏ ุงู„ุดู‡ุฏุงุก ุญู…ุฒุฉ ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ู…ุทู„ุจ ุŒ ูˆุฑุฌู„ ู‚ุงู„ ุฅู„ู‰ ุฅู…ุงู… ุฌุงุฆุฑ ูุฃู…ุฑู‡ ูˆู†ู‡ุงู‡ ูู‚ุชู„ู‡

โ€œPenghulu para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, dan orang yang berkata benar kepada penguasa kejam, ia melarang dan memerintah, namun akhirnya ia mati terbunuh.โ€   (HR. Al Hakim, Al  Mustdarak-nya, Ia nyatakan shahih, tetapi Bukhari-Muslim tidak meriwayatkannya.  Adz Dzahabi menyepakatinya. Syaikh Al Albany mengatakan hasan, dia memasukkannya dalam kitabnya As Silsilah Ash Shahihah,  No. 374)

3โƒฃ  Dibunuh Karena Melindungi Harta

Dari Ibnu Umar Radhiallahu โ€˜Anhuma, Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูุชูู„ูŽ ุฏููˆู†ูŽ ู…ูŽุงู„ูู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ

โ€Barangsiapa yang dibunuh karena hartanya, maka dia syahid.โ€   (HR. Al Bukhari No. 2348)

3โƒฃ  Dibunuh karena membela agama, keluarga, dan darahnya (kehormatan)

Dari Saโ€™id bin Zaid Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู‚ูุชูู„ูŽ ุฏููˆู†ูŽ ู…ูŽุงู„ูู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู‚ูุชูู„ูŽ ุฏููˆู†ูŽ ุฏููŠู†ูู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู‚ูุชูู„ูŽ ุฏููˆู†ูŽ ุฏูŽู…ูู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู‚ูุชูู„ูŽ ุฏููˆู†ูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ

Barangsiapa yang dibunuh karena hartanya maka dia syahid, barangsiapa dibunuh karena agamanya maka dia syahid, barangsiapa yang dibunuh karena darahnya maka dia syahid, barangsiapa yang dibunuh karena membela keluarganya maka dia syahid.โ€   (HR. At Tirmidzi, No. 1421, katanya: hasan shahih. Abu Daud, No. 4177. An Nasaโ€™i,  No. 4095. Ahmad, Juz.  4, Hal. 76, No. 1565. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib, Juz. 2, Hal. 75, No. 1411)

4โƒฃ  Mati karena penyakit thaโ€™un, sakit perut, dan tenggelam

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

  ู…ูŽุง ุชูŽุนูุฏู‘ููˆู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽู‡ููŠุฏูŽ ูููŠูƒูู…ู’ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ู‚ูุชูู„ูŽ ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุดูู‡ูŽุฏูŽุงุกูŽ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ุฅูุฐู‹ุง ู„ูŽู‚ูŽู„ููŠู„ูŒ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ููŽู…ูŽู†ู’ ู‡ูู…ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู‚ูุชูู„ูŽ ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู…ูŽุงุชูŽ ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู…ูŽุงุชูŽ ูููŠ ุงู„ุทู‘ูŽุงุนููˆู†ู ููŽู‡ููˆูŽ ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู…ูŽุงุชูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุจูŽุทู’ู†ู ููŽู‡ููˆูŽ ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ู…ูู‚ู’ุณูŽู…ู ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุจููŠูƒูŽ ูููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽุฑููŠู‚ู ุดูŽู‡ููŠุฏ

Siapa yang kalian anggap sebagai syahid? Mereka menjawab: โ€œOrang yang dibunuh di jalan Allah, itulah yang syahid.โ€ Nabi bersabda: โ€œKalau begitu syuhada pada umatku sedikit.โ€ Mereka bertanya: โ€œSiapa sajakah mereka wahai Rasulullah?โ€ Nabi menjawab: โ€œSiapa yang dibunuh di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena thaโ€™un dia syahid, siapa yang mati karena sakit perut maka dia syahid.โ€ Ibnu Miqsam berkata: โ€œAku bersaksi atas ayahmu, pada hadits ini bahwa Beliau bersabda: โ€œOrang yang tenggelam juga syahid.โ€ (HR. Muslim No. 1915)

5โƒฃ Juga karena melahirkan, tertiban, dan terbakar. Sebagaimana hadits berikut:

ุงู„ุดู‘ูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู ุณูŽุจู’ุนูŒ ุณููˆูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽุชู’ู„ู ููู‰ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุทู’ุนููˆู†ู ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽุฑูู‚ู ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽุตูŽุงุญูุจู ุฐูŽุงุชู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู’ุจู ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุจู’ุทููˆู†ู ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽุตูŽุงุญูุจู ุงู„ู’ุญูŽุฑููŠู‚ู ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ูŠูŽู…ููˆุชู ุชูŽุญู’ุชูŽ ุงู„ู’ู‡ูŽุฏู’ู…ู ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุชูŽู…ููˆุชู ุจูุฌูู…ู’ุนู ุดูŽู‡ููŠุฏูŒ ยป.

Mati syahid itu ada tujuh golongan, selain yang  terbunuh fi sabilillah: โ€œOrang yang kena penyakit  thaโ€™un, tenggelam, luka-luka di tubuh, sakit perut, terbakar, tertiban, dan wanita melahirkan.โ€ (HR. Abu Daud No. 3113, shahih)

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah berkata:

ู‚ุงู„ ุงู„ุนู„ู…ุงุก:ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจุดู‡ุงุฏุฉ ู‡ุคู„ุงุก ูƒู„ู‡ู…ุŒ ุบูŠุฑ ุงู„ู…ู‚ุชูˆู„ ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ุŒ ุฃู†ู‡ู… ูŠูƒูˆู† ู„ู‡ู… ููŠ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ุซูˆุงุจ ุงู„ุดู‡ุฏุงุกุŒ ูˆุฃู…ุง ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุงุŒ ููŠุบุณู„ูˆู†ุŒ ูˆูŠุตู„ู‰ ุนู„ูŠู‡ู….

  Berkata para ulama: Yang dimaksud   syahadah (mati syahid) adalah bagi mereka semua,  selain karena terbunuh di jalan Allah,   dan sesungguhnya bagi mereka di akhirat akan mendapatkan ganjaran syuhada, ada pun di dunia mereka tetap dimandikan dan dishalatkan. (Fiqhus Sunnah, 2/633)
Demikian. Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan :
Www.iman-islam,com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih pahala, …….

APAKAH BERSENTUHAN DENGAN NON MUSLIM MEMBATALKAN WUDHU?

๐Ÿ‘ณUSTADZ MENJAWAB
โœ Ustadz Farid Nu’man

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒป๐Ÿ€๐Ÿ„๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒน

Assalamu’alaikum Wr. Wb ustadz/ah…Mau bertanya itu, kemaren waktu saya PKL ada yg bilang kalo perempuan sudah wudhu kemudian bersentuhan dgn wanita non muslim maka harus wudhu lagi, itu benar? Dan kalau benar apakah berlaku untuk laki”? Terima kasih ๐Ÿ™‚
I07

JAWABAN
——————-

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah ..
Menurut mayoritas ulama, tidak usah mengulang wudhunya. Sebab mereka suci tubuhnya.

Imam An Nawawi Rahimahullah mengatakan:

ูˆูŽุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ุงู„ู’ุจูุฎูŽุงุฑููŠู‘ ูููŠ ุตูŽุญููŠุญู‡ ุนูŽู†ู’ ุงูุจู’ู† ุนูŽุจู‘ูŽุงุณ ุชูŽุนู’ู„ููŠู‚ู‹ุง : ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู… ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุฌูุณ ุญูŽูŠู‘ู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽูŠู‘ูุชู‹ุง . ู‡ูŽุฐูŽุง ุญููƒู’ู… ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู… . ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑ ููŽุญููƒู’ู…ู‡ ูููŠ ุงู„ุทู‘ูŽู‡ูŽุงุฑูŽุฉ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุฌูŽุงุณูŽุฉ ุญููƒู’ู… ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู… ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูŽุฐู’ู‡ูŽุจู†ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุฐู’ู‡ูŽุจ ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงู‡ููŠุฑ ู…ูู†ู’ ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽู„ูŽู . ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู„ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ : { ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููˆู†ูŽ ู†ูŽุฌูŽุณ } ููŽุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏ ู†ูŽุฌูŽุงุณูŽุฉ ุงู„ูุงุนู’ุชูู‚ูŽุงุฏ ูˆูŽุงู„ูุงุณู’ุชูู‚ู’ุฐูŽุงุฑ ุŒ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑูŽุงุฏ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽุนู’ุถูŽุงุกูŽู‡ูู…ู’ ู†ูŽุฌูุณูŽุฉ ูƒูŽู†ูŽุฌูŽุงุณูŽุฉู ุงู„ู’ุจูŽูˆู’ู„ ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽุงุฆูุท ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆู‡ู…ูŽุง . ููŽุฅูุฐูŽุง ุซูŽุจูŽุชูŽุชู’ ุทูŽู‡ูŽุงุฑูŽุฉ ุงู„ู’ุขุฏูŽู…ููŠู‘ ู…ูุณู’ู„ูู…ู‹ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽูˆู’ ูƒูŽุงููุฑู‹ุง ุŒ ููŽุนูุฑู’ู‚ู‡ ูˆูŽู„ูุนูŽุงุจู‡ ูˆูŽุฏูŽู…ู’ุนู‡ ุทูŽุงู‡ูุฑูŽุงุช ุณูŽูˆูŽุงุก ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุญู’ุฏูุซู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุฌูู†ูุจู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุญูŽุงุฆูุถู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ู†ูููŽุณูŽุงุก ุŒ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ูƒูู„ู‘ู‡ ุจูุฅูุฌู’ู…ูŽุงุนู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ู’ุชู‡ ูููŠ ุจูŽุงุจ ุงู„ู’ุญูŽูŠู’ุถ

โ€œImam Bukhari menyebutkan dalam Shahihnya, dari Ibnu Abbas secara mualaq (tidak disebut sanadnya): Seorang muslim tidaklah najis baik hidup dan matinya. Ini adalah hukum untuk seorang muslim. Ada pun orang kafir maka hukumnya dalam masalah  suci dan najisnya adalah sama dengan hukum seorang muslim (yakni suci). Ini adalah madzhab kami dan mayoritas salaf dan khalaf. Ada pun ayat (Sesungguhnya orang musyrik itu najis) maka maksudnya adalah najisnya aqidah  yang kotor, bukan maksudnya anggota badannya najis seperti najisnya kencing,  kotorannya , dan semisalnya. Jika sudah pasti kesucian manusia baik dia muslim atau kafir, maka keringat, ludah, darah, semuanya suci, sama saja apakah dia sedang berhadats, atau junub, atau haid, atau nifas. Semua ini adalah ijma kaum muslimin sebagaimana yang telah lalu saya jelaskan dalam Bab Haid. (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 2/87. Mawqi Ruh Al Islam)
Penjelasan di atas, menunjukkan bahwa mayit non muslim adalah sama dengan mayit muslim, yakni suci. Bahkan Imam An Nawawi mengklaim telah terjadi ijma kaum muslimin.

Namun, faktanya tidak  ijma. Sebagian salaf dan ahli zhahir menyatakan bahwa kaum kafir adalah najis ketika hidupnya, tentu apalagi mayitnya.
 Abdullah bin Abbas Radhiallahu Anhuma  berpendapat bahwa sesuai zahir ayat: innamal musyrikun najasun  (sesungguhnya orang musyrik itu najis), maka tubuh orang musyrik itu najis sebagaimana najisnya babi dan anjing. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Al Hasan Al Bashri, katanya: Barang siapa yang bersalaman dengan mereka maka hendaknya berwudhu.โ€  (Lihat Tafsir Ayat Al Ahkam, 1/282)

Ini juga menjadi pendapat kaum zhahiriyah. Berkata Imam Ibnu Katsir Rahimahullah:

ูุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ ุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ู„ูŠุณ ุจู†ุฌุณ ุงู„ุจุฏู† ูˆุงู„ุฐุงุชุ› ู„ุฃู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุญู„ ุทุนุงู… ุฃู‡ู„ ุงู„ูƒุชุงุจุŒ ูˆุฐู‡ุจ ุจุนุถ ุงู„ุธุงู‡ุฑูŠุฉ ุฅู„ู‰ ู†ุฌุงุณุฉ ุฃุจุฏุงู†ู‡ู….

Maka, menurut jumhur bukanlah najis badan dan zatnya, karena Allah Taala menghalalkan makanan Ahli Kitab, dan sebagian Zhahiriyah menajiskan badan mereka. (Tafsir Al Quran Al Azhim, 4/131)

Namun yang shahih adalah pendapat jumhur bahwa mereka adalah suci, sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Ayat Al Ahkam berikut ini:

ุงู„ุชุฑุฌูŠุญ : ุงู„ุตุญูŠุญ ุฑุฃูŠ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ ู„ุฃู† ุงู„ู…ุณู„ู… ู„ู‡ ุฃู† ูŠุชุนุงู…ู„ ู…ุนู‡ู… ุŒ ูˆู‚ุฏ ูƒุงู† ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู… ูŠุดุฑุจ ู…ู† ุฃูˆุงู†ูŠ ุงู„ู…ุดุฑูƒูŠู† ุŒ ูˆูŠุตุงูุญ ุบูŠุฑ ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… .

Tarjih: yang shahih adalah pendapat jumhur (mayoritas) karena seorang muslim berinteraksi dengan mereka, dahulu Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam minum dari wadah kaum musyrikin, dan bersalaman dengan  non muslim.
Wallahu Aโ€™lam.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ„๐Ÿ€๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒป

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia….

Keimanan Selalu Menuntut Pengorbanan

๐Ÿ“† Kamis, 29 Jumadil Awal 1437H / 7 April 2016

๐Ÿ“š SIROH DAN TARIKH

๐Ÿ“ Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

๐Ÿ“ Keimanan Selalu Menuntut Pengorbanan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Di pelabuhan Syaibah, pesisir Laut Merah inilah para sahabat generasi paling awal mu’minin membuktikan keimanan mereka kepada Allah Ta’ala.

Setelah terus bertahan dalam ancaman, aniaya, siksaan, hingga pembunuhan sekian lama di kota Makkah maka diturunkan kepada mereka Surah al-Kahfi. Menurut para mufassirin surah ini mengandung 3 hikmah yg memberikan isyarat untuk mencari tempat untuk mengamankan keimanan mereka:

1. Kisah Ashabul Kahfi: menjahui kezaliman penguasa semata untuk mengamankan keimanan mereka dan Allah SWT memberkahi usaha sungguh-sungguh itu serta membukakan jalan dikemudian hari,

2. Kisah Khaidir dan Nabi Musa (as): mengupayakan segala macam ikhtiar untuk menghindari konfrontasi yang belum perlu dan juga belum diperintahkan kehadapan penguasa yang zalim dengan sebuah target yaitu kembali dengan kekuatan,

3. Kisah Dzulqarnain: pentingnya peran seorang Raja yg beriman kepada Allah Ta’ala, tegas dan adil, lagi perkasa dalam melindungi rakyatnya dari berbagai macam gangguan dan marabahaya.

Setelah itu baru diturunkan ayat ke-10 dari Surah az-Zumar (38) yaitu: “Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Than mu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

Para mufassirin menyepakati bahwa ayat ini yg mendorong Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat berhijrah ke Habasyah di seberang pantai ini di benua Afrika.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

SHALAT FAJAR SETELAH SHALAT SUBUH, BOLEHKAH?

๐Ÿ‘ณUstadz Menjawab
โœUst. Farid Nu’man Hasan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน
๐Ÿ“ŒAssalamuallaikum wr wb

๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฅ

Assalamualaikum ustadz๐Ÿ˜€ , ada pertanyaan dr member ๐Ÿ…ฐ0โƒฃ8โƒฃ:

Mau tanya apakah boleh shalat sunat fajar dilakukan sesudah shalat subuh? Karena sy seorang ibu yg memiliki bayi. Pernah suatu kali sy mendahulukan shalat sunat fajar tp kemudian bayi sy menangis dan sy hrs menyusuinya hingga sy shalat subuhnya sdh telat sekali diakhir waktu. Demikian prtanyaan sy. Jzk atas jawabannya

๐ŸŒด.Jawaban nya

Wa’alaikumussalam wa rahmatullah … Bismillah wal Hamdulillah ..

Shalat sunah fajar boleh diqadha, yakni dilakukan setelah subuh baik matahari telah terbit atau belum. Hal ini berdasarkan hadits berikut (sebenarnya masih ada beberapa hadits lainnya, namun saya sebut dua saja):

Hadits Pertama:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูุตูŽู„ู‘ู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ููŽู„ู’ูŠูุตูŽู„ู‘ูู‡ูู…ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ู…ูŽุง ุชูŽุทู’ู„ูุนู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œBarangsiapa yang belum shalat dua rakaat fajar, maka shalatlah keduanya (sunah fajar dan subuh) sampai tebitnya matahari.โ€  (HR. At Tirmidzi No. 423)

Imam At Tirmidzi Rahimahullah berkata:

ูˆู‚ุฏ ุฑูˆูŠ ุนู† ุงุจู† ุนู…ุฑ ุฃู†ู‡ ูุนู„ู‡  ูˆุงู„ุนู…ู„ ุนู„ู‰ ู‡ุฐุง ุนู†ุฏ ุจุนุถ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ูˆุจู‡ ูŠู‚ูˆู„ ุณููŠุงู† ุงู„ุซูˆุฑูŠ ูˆุงุจู† ุงู„ู…ุจุงุฑูƒ ูˆุงู„ุดุงูุนูŠ ูˆุฃุญู…ุฏ ูˆุฅุณุญู‚

Telah diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa dia melakukannya. Sebagian ulama telah mengamalkan hadits ini dan inilah pendapat Sufyan At Tsauri, Ibnul Mubarak, Asy Syafiโ€™I, Ahmad, dan Ishaq. (Sunan At Tirmidzi, penjelasan hadits No. 423)

Imam Asy Syaukani menulis dalam Nailul Authar sebagai berikut:

ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุซูŽุจูŽุชูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุถูŽุงู‡ูู…ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ููŽุฑููŠุถูŽุฉู ู„ูŽู…ู‘ูŽุง ู†ูŽุงู…ูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽููŽุฑู

โ€œTelah tsabit (kuat) bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam telah mengqadha keduanya  (shalat sunah fajar)  bersama shalat wajib (subuh) ketika ketiduran saat fajar dalam sebuah perjalanan.โ€

Tentang hadits Imam At Tirmidzi di atas,  Imam As Syaukani berkata:

ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ู…ูŽุง ูŠูŽุฏูู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ุนู ู…ูู†ู’ ููุนู’ู„ูู‡ูู…ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏ ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ุตู‘ูุจู’ุญู

โ€œPada hadits ini tidaklah menunjukkan  larangan untuk melaksanakan dua rakaat tersebut setelah shalat subuh.โ€    (Nailul Authar, 3/25)

Hadits Kedua:

Hadits yang paling jelas tentang qadha shalat sunah fajar adalah riwayat tentang Qais bin Umar bahwa beliau shalat subuh di masjid bersama Rasulullah, sedangkan dia sendiri belum mengerjakan shalat sunah fajar. Setelah selesai shalat subuh dia berdiri lagi untuk shalat sunah dua rakaat. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam   berjalan melewatinya dan bertanya:

ู…ูŽุง ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ููŽุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู‡ู ููŽุณูŽูƒูŽุชูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽู…ูŽุถูŽู‰ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง

โ€œShalat apa ini?, maka dia menceritakannya. Lalu, Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam diam, dan berlalu tanpa mengatakan apa-apa.โ€ (HR. Ahmad No. 23761, Abdurazzaq dalam Al Mushannaf No. 4016, Alauddin Al Muttaqi Al Hindi dalam Kanzul Ummal No. 22032, Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah berkat: Berkata Al Iraqi: sanadnya hasan. (Fiqhus Sunnah, 1/187). Syaikh Syuaib Al Arnauth mengatakan: hadits ini mursal (terputus sanadnya pada generasi sahabat), namun semua perawinya tsiqaat. Lihat Taliq Musnad Ahmad No. 23761)

Beliau  melanjutkan:

ูˆุธุงู‡ุฑ ุงู„ุงุญุงุฏูŠุซ ุฃู†ู‡ุง ุชู‚ุถู‰ ู‚ุจู„ ุทู„ูˆุน ุงู„ุดู…ุณ ูˆุจุนุฏ ุทู„ูˆุนู‡ุงุŒ ุณูˆุงุก ูƒุงู† ููˆุงุชู‡ุง ู„ุนุฐุฑ ุฃูˆ ู„ุบูŠุฑ ุนุฐุฑ ูˆุณูˆุงุก ูุงุชุช ูˆุญุฏู‡ุง ุฃูˆ ู…ุน ุงู„ุตุจุญ

โ€œSecara zhahir, hadits-hadits ini menunjukkan bahwa mengqadha shalat sunah fajar  bisa  dilakukan sebelum terbit matahari atau setelahnya. Sama saja, baik terlambatnya karena adanya udzur atau selain udzur,  dan sama  pula baik yang luput itu shalat   sunah fajar saja, atau juga shalat subuhnya sekaligus.   (Fiqhus Sunnah, 1/187) Sekian. Wallahu Alam

Syaikh  Abul Hasan Al Mubarkafuri Rahimahullah menjelaskan:

ูˆู‚ุงู„ ุงุจู† ุงู„ู…ู„ูƒ: ุณูƒูˆุชู‡ ูŠุฏู„ ุนู„ู‰ ู‚ุถุงุก ุณู†ุฉ ุงู„ุตุจุญ ุจุนุฏ ูุฑุถู‡ ู„ู…ู† ู„ู… ูŠุตู„ู‡ุง ู‚ุจู„ู‡. ูˆุจู‡ ู‚ุงู„ ุงู„ุดุงูุนูŠ – ุงู†ุชู‡ู‰. ูˆูƒุฐุง ู‚ุงู„ ุงู„ุดูŠุฎ ุญุณูŠู† ุจู† ู…ุญู…ูˆุฏ ุงู„ุฒูŠุฏุงู†ูŠ ููŠ ุงู„ู…ูุงุชูŠุญ ุญุงุดูŠุฉ ุงู„ู…ุตุงุจูŠุญุŒ ูˆุงู„ุดูŠุฎ ุนู„ูŠ ุจู† ุตู„ุงุญ ุงู„ุฏูŠู† ููŠ ู…ู†ู‡ู„ ุงู„ูŠู†ุงุจูŠุน ุดุฑุญ ุงู„ู…ุตุงุจูŠุญุŒ ูˆุงู„ุนู„ุงู…ุฉ ุงู„ุฒูŠู†ูŠ ููŠ ุดุฑุญ ุงู„ู…ุตุงุจูŠุญ

Berkata Ibnu Al Malik: Diamnya nabi menunjukkan bolehnya mengqadha shalat sunah subuh setelah ditunaikan kewajiban subuhnya, bagi siapa saja yang belum melakukannya sebelumnya. Ini adalah pendapat Asy Syafii. Selesai. Demikian juga pendapat Syaikh Husein bin Mahmud Az Zaidani dalam kitab Al Mafatih Hasyiah Al Mashabih, Syaikh Ali bin Shalahuddin dalam kitab  Manhal Al Yanabi Syarh Al Mashabih, dan juga Al Allamah Az Zaini dalam Syarh Al Mashabih. (Mirah Al Mafatih, 3/465).

Namun, hal ini tidak boleh dijadikan kebiasaan.

Wallahu Alam
 ๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Pahala…

APAKAH RAMBUT WANITA HAID YANG RONTOK HARUS DISUCIKAN?

๐Ÿ‘ณUstadz Menjawab
โœUst. Farid Nu’man Hasan

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Assalamuallaikum wr wb…Saya mau bertanya ke ustadz/ah
Apakah di dlm islam ada  hukum serta dalilnya, jika seorang wanita hamil atau nifas, baik rambut, kuku atau anggota badan lainnya tdk boleh rontok/lepas,  kalaupun rontok atau lepas harus disucikan dulu Krn pernah  kejadian. Seorang teman yg khawatir dan mencari-cari  di lantai  rambut rontoknya  saat dia haid sehingga dia kumpulkan, disimpan  rambut tsb di kertas, nanti kalau sudah mandi jinabah, semua rambut yg rontok  diikutkan mandi /disucikan.

๐ŸŒด. Jawaban nya.
 —————-                                                          Waalaikumsalam  wa Rahmatullah wa Barakatuh.
Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu โ€˜Ala Rasulillah wa baโ€™d:

Di beberapa kitab para ulama memang ada anjuran untuk tidak memotong rambut dan kuku ketika haid atau junub, seperti Imam Al Ghazali dalam Ihya โ€˜Ulumuddin-nya. Sehingga hal ini menjadi keyakinan sebagian kaum muslimin.

Sebenarnya, hal ini tidak memiliki dasar dalam Al Quran, As Sunnah, dan ijmaโ€™. Baik secara global dan terpeinci, langsung dan tidak langsung, tersurat dan tersirat. Oleh karena itu pada dasarnya tidak apa-apa, tidak masalah memotong rambut dan kuku baik yang haid dan junub.

Hal ini merupakan baraโ€™atul ashliyah, kembali kepada hulum asal, bahwa segala hal boleh-boleh saja selama tidak ada dalil khusus yang melarangnya dari pembuat syariat.
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ุงู„ุญู„ุงู„ ู…ุง ุฃุญู„ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ูˆุงู„ุญุฑุงู… ู…ุง ุญุฑู… ุงู„ู„ู‡ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ูˆู…ุง ุณูƒุช ุนู†ู‡ ูู‡ูˆ ู…ู…ุง ุนูุง ุนู†ู‡

โ€œYang halal adalah apa yang Allah halalkan dalam kitabNya, yang haram adalah yang Allah haramkan dalam kitabNya, dan apa saja yang di diamkanNya, maka itu termasuk yang dimaafkan.โ€
(HR. At Tirmidzi No. 1726, katanya: hadits gharib. Ibnu Majah No. 3367, Ath Thabarani dalam Al Muโ€™jam Al Kabir No. 6124. Syaikh Al Albani mengatakan: hasan. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 1726. Juga dihasankan oleh Syaikh Baariโ€™ โ€˜Irfan Taufiq dalam Shahih Kunuz As sunnah An Nabawiyah, Bab Al Halal wal Haram wal Manhi โ€˜Anhu, No. 1)    

Kaidah ini memiliki makna yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Mereka dibebaskan untuk melakukan apa saja dalam hidupnya baik dalam perdagangan, politik, pendidikan, militer, keluarga, penampilan, dan semisalnya, selama tidak ada dalil yang mengharamkan, melarang, dan mencelanya, maka selama itu pula boleh-boleh saja untuk dilakukan. Ini berlaku untuk urusan duniawi mereka. Tak seorang pun berhak melarang dan mencegah tanpa dalil syaraโ€™ yang menerangkan larangan tersebut.

Oleh karena itu, Imam Muhammad  At Tamimi Rahimahullah sebagai berikut menjelaskan kaidah itu:

ุฃู† ูƒู„ ุดูŠุก ุณูƒุช ุนู†ู‡ ุงู„ุดุงุฑุน ูู‡ูˆ ุนููˆ ู„ุง ูŠุญู„ ู„ุฃุญุฏ ุฃู† ูŠุญุฑู…ู‡ ุฃูˆ ูŠูˆุฌุจู‡ ุฃูˆ ูŠุณุชุญุจู‡ ุฃูˆ ูŠูƒุฑู‡ู‡
 โ€œSesungguhnya segala sesuatu yang didiamkan oleh Syariโ€™ (pembuat Syariat) maka hal itu dimaafkan, dan tidak boleh bagi seorang pun untuk mengharamkan, atau mewajibkan, atau menyunnahkan, atau memakruhkan.โ€ (Imam Muhammad At Tamimi,  Arbaโ€™u Qawaid Taduru al Ahkam โ€˜Alaiha, Hal. 3. Maktabah Al Misykah)

 Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah mengatakan:

ูˆู‡ูˆ ุณุจุญุงู†ู‡ ู„ูˆ ุณูƒุช ุนู† ุฅุจุงุญุฉ ุฐู„ูƒ ูˆุชุญุฑูŠู…ู‡ ู„ูƒุงู† ุฐู„ูƒ ุนููˆุง ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ุญูƒู… ุจุชุญุฑูŠู…ู‡ ูˆุฅุจุทุงู„ู‡ ูุฅู† ุงู„ุญู„ุงู„ ู…ุง ุฃุญู„ู‡ ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุญุฑุงู… ู…ุง ุญุฑู…ู‡ ูˆู…ุง ุณูƒุช ุนู†ู‡ ูู‡ูˆ ุนููˆ ููƒู„ ุดุฑุท ูˆุนู‚ุฏ ูˆู…ุนุงู…ู„ุฉ ุณูƒุช ุนู†ู‡ุง ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ู‚ูˆู„ ุจุชุญุฑูŠู…ู‡ุง ูุฅู†ู‡ ุณูƒุช ุนู†ู‡ุง ุฑุญู…ุฉ ู…ู†ู‡ ู…ู† ุบูŠุฑ ู†ุณูŠุงู† ูˆุฅู‡ู…ุงู„

Dia โ€“Subhanahu wa Taโ€™ala- seandainya mendiamkan tentang kebolehan dan keharaman sesuatu, tetapi memaafkan hal itu, maka tidak boleh menghukuminya dengan haram dan membatalkannya, karena halal adalah apa-apa yang Allah halalkan, dan haram adalah apa-apa yang Allah haramkan, dan apa-apa yang Dia diamkan maka itu dimaafkan. Jadi, semua syarat, perjanjian, dan muamalah yang didiamkan oleh syariat, maka tidak boleh mengatakannya haram, karena mendiamkan hal itu merupakan kasih sayang dariNya, bukan karena lupa dan membiarkannya. (Iโ€™lamul Muwaqiโ€™in, 1/344-345)

๐Ÿ“˜ Pandangan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah

Tertulis dalam Majmuโ€™ Al Fatawa-nya:

ูˆูŽุณูุฆูู„ูŽ: ุนูŽู†ู’ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฅุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฌูู†ูุจู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽุตู‘ูŽ ุธููู’ุฑูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุดูŽุงุฑูุจูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุดูŽุทูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูŽู‡ู ู‡ูŽู„ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุดูŽูŠู’ุกูŒ ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽุŸ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุดูŽุงุฑูŽ ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ุฅู„ูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅุฐูŽุง ู‚ูŽุตู‘ูŽ ุงู„ู’ุฌูู†ูุจู ุดูŽุนู’ุฑูŽู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุธููู’ุฑูŽู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนููˆุฏู ุฅู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุฌู’ุฒูŽุงุคูู‡ู ูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ููŽูŠูŽู‚ููˆู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ู‚ูุณู’ุทูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽุงุจูŽุฉู ุจูุญูŽุณูŽุจู ู…ูŽุง ู†ูŽู‚ูŽุตูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒ
ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽุนู’ุฑูŽุฉู ู‚ูุณู’ุทูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽุงุจูŽุฉู: ููŽู‡ูŽู„ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽู…ู’ ู„ูŽุงุŸ .
ููŽุฃูŽุฌูŽุงุจูŽ
ู‚ูŽุฏู’ ุซูŽุจูŽุชูŽ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุญูŽุฏููŠุซู ุญูุฐูŽูŠู’ููŽุฉูŽ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุญูŽุฏููŠุซู ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง {: ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฌูู†ูุจูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุฌูุณู} . ูˆูŽูููŠ ุตูŽุญููŠุญู ุงู„ู’ุญูŽุงูƒูู…ู: {ุญูŽูŠู‘ู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽูŠู‘ูุชู‹ุง} . ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูŽุฑูŽุงู‡ููŠูŽุฉู ุฅุฒูŽุงู„ูŽุฉู ุดูŽุนู’ุฑู ุงู„ู’ุฌูู†ูุจู ูˆูŽุธููู’ุฑูู‡ู ุฏูŽู„ููŠู„ู‹ุง ุดูŽุฑู’ุนููŠู‘ู‹ุง ุจูŽู„ู’ ู‚ูŽุฏู’ {ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ: ุฃูŽู„ู’ู‚ู ุนูŽู†ู’ูƒ ุดูŽุนู’ุฑูŽ ุงู„ู’ูƒููู’ุฑู ูˆูŽุงุฎู’ุชูŽุชูู†ู’} ููŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุบู’ุชูŽุณูู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู’ู‡ู ุจูุชูŽุฃู’ุฎููŠุฑู ุงู„ูุงุฎู’ุชูุชูŽุงู†ู. ูˆูŽุฅูุฒูŽุงู„ูŽุฉู ุงู„ุดู‘ูŽุนู’ุฑู ุนูŽู†ู’ ุงู„ูุงุบู’ุชูุณูŽุงู„ู ููŽุฅูุทู’ู„ูŽุงู‚ู ูƒูŽู„ูŽุงู…ูู‡ู ูŠูŽู‚ู’ุชูŽุถููŠ ุฌูŽูˆูŽุงุฒูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู…ู’ุฑูŽูŠู’ู†ู. ูˆูŽูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุชูุคู’ู…ูŽุฑู ุงู„ู’ุญูŽุงุฆูุถู ุจูุงู„ูุงู…ู’ุชูุดูŽุงุทู ูููŠ ุบูุณู’ู„ูู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ูุงู…ู’ุชูุดูŽุงุทูŽ ูŠูŽุฐู’ู‡ูŽุจู ุจูุจูŽุนู’ุถู ุงู„ุดู‘ูŽุนู’ุฑู. ูˆูŽุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู.

Ditanyakan:
Tentang seorang laki-laki yang junub dia memotong kukunya, atau kumisnya, atau menyisir kepalanya apakah dia terkena suatu hukum? Sebagian orang telah mengisyaratkan hal   demikian dan mengatakan: โ€œJika seorang junub memotong rambut atau kukunya maka pada hari akhirat nanti bagian-bagian yang dipotong itu akan kembali kepadanya dan akan menuntutnya untuk dimandikan, apakah memang demikian?โ€

Jawaban:
—————–
Wa Alaikum salam wr wb,
Telah shahih dari Nabi ๏ทบ yang diriwayatkan dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhuma,  yaitu ketika ditanyakan kepadanya tentang status orang junub, maka Beliau ๏ทบ bersabda: โ€œSeorang muโ€™min itu tidak najis.โ€ Dalam riwayat yang Shahih dari Al Hakim: โ€œBaik keadaan hidup dan matinyaโ€

Saya tidak dapatkan dalil syarโ€™i yang memakruhkan memotong rambut dan kuku bagi orang yang junub.  Justru Nabi ๏ทบ  memerintahkan orang yang masuk islam, โ€œHilangkan darimu rambut kekufuran dan berkhitanlah.โ€ Beliau juga memerintahkan orang yang masuk Islam untuk mandi. Dan beliau tidak memerintahkan agar potong rambut dan khitannya dilakukan setelah mandi. Tidak adanya perintah, menunjukkan bolehnya potong kuku dan berkhitan sebelum mandi. Begitu pula diperintahkannya (oleh Nabi) kepada  wanita haid untuk menyisir rambutnya padahal menyisir rambut akan merontokan sebagian rambutnya. Wallahu Aโ€™lam.โ€ (Majmuโ€™ Al Fatawa, 21/121)
Wallahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia…

KETIKA KECEWA MENERPA

๐Ÿ“† Rabu,  28 Jumadil Akhir 1437H / 6 April 2016

๐Ÿ“š Motivasi

๐Ÿ“ Ustadz Abdullah Haidir Lc.

๐Ÿ“‹ KETIKA KECEWA MENERPA

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Ketika kecewa menerpaโ€ฆ

Itu hanya isyarat, hidup ini tak sempurna.

Siapakah orang yang tak pernah kecewa?

Tidak ada!
Sekalipun dia raja.

Jangan biarkan kecewa menyandera anda.

Apalagi merusak kehidupan anda yang berharga.

Ada saatnya, kecewa kan menimpa.
Itu hukum kehidupan di alam fana.

Yang penting, sikap kita bagaimana?

Banyak cara mengatasinya.

Yang paling manjur, lupakan sajaโ€ฆ
Mohonkan ampun untuk semua..
Lalu tenggelam dalam kerja nyataโ€ฆ
Serta hanyut dalam lirih zikir dan doaโ€ฆ.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Kenangan Jabal Uhud, Aku Mencintamu, Kumohon Cintailah Aku.

๐Ÿ“† Rabu,  28 Jumadil Akhir 1437H / 6 April 2016

๐Ÿ“š Tazkiyatun Nufus

๐Ÿ“ Ustadz Umar Hidayat M Ag.

๐Ÿ“‹ Kenangan Jabal Uhud, Aku Mencintamu, Kumohon Cintailah Aku.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Tidakkah engkau akan merasa sangat mendalam rasa di dada ketika mencinta berbalas mencinta.

Serasa haus berbalas seteguk air yang membasah kerongkongan kita.

Jabal uhud yang mencinta kita dan kita pun mencintanya.
Sebegitu aroma itu menandas dalam hati Rasulullah hingga Allah nisbatkan dalam surgaNya.

Mari berhimpit suka dan duka di gunung Uhud.

Sebentuk cinta yang menjeda, menjadi syuhada di tengah laga.

Tidakkah engkau iri dengan Hanzalah?
Hanzalah, kisah cinta yang berlabuh dalam telaga ketaatan padaNya. Manten baru yang sedang memadu rindu dengan kekasihnya di malam pertama. Belum sempat mandi jinabah, hamasah dan istijabah syu’uriyah lebih menggelora menyambut perintah perang uhud. Maka tak berpanjang panjang nengulur waktu dan oikiran, hanzalah berangkat berperang. Saat terdengar Hanzalah syahid tak ditemukan jenazahnya. Subhanallah, Nabi mendengar Hanzalah dimandikan para malaikat. Tidakksh engkau ngiri padanya?

Gunung yang tak terlupakan. Tempat kenangan rasulullah bersebab, kata Abdullah bin mas’ud, Nabi sangat sedih. Hingga Sesenggukan, menangis.

Pertanda sedih begitu sangat. Mengenang jatuhnya para syuhada perang uhud.

Jabal uhud yang sempat dulu mau diangkat Jibril lantaran tingkah penduduk Yasrib yang melukai Nabi. Namun Nabi melarangnya. Lalu menjadi sejarah taatnya Nabi atas hasil musyawarah para sahabatnya. Tapi tidak dengan sepenuh ketaatan sahabat pada petintah Nabi.

Wal hasil kaum muslimin kalah di perang uhud dengan 70 orang menjadi penanda syuhada. Bahkan Rasul pun terluka. Diisukan tiada.
Kekalahan yang “sakitnya tuh di sini.”

Sebait kisah yang nenegangkan. Elok yang berbalas kepahitan.

Diperang uhud itu episode kemenangan kaum Muslimin sudah dihadapan mata. Tapi begitu musuh sebagian mati bersimbah darah.

Harta bergelimpang menggoda rasa.
Aha…. harta ternyata menggoda. Pasukan panah di bukit ……… turun berebut harta.
Aha…..ini mangsa yang lezat bagi kholid bin walid penghulu penggiat tentara musuh berbalik memutar bukit …… dan menghabisi muslimi

Demikian sikap manusia yang terlemah imannya.

Suka melupa Allah saat berselimut nikmat nan bahagia. Suka bergiat mengejar Allah saat sedih gundah gulana.

‘Ajaban minal mukminin, sungguh menakjubkan kehidupan seorang muslim.

Jika menemu nikmat rasa syukur tercuat. Jika musibah dan coba menimpa sabar menghiasinya.
Serasa nenghibur diri mengenang para syuhada di bukit Uhud ini.

Assalamu’alaika yaa ‘amman-nabiyyi sayyidina hamzatabni ‘abdil muttholib.

Assalamu’alaika yaa asadallahi wa asada rusuulillahi.

Assalamu’alaija yaa sayyidas-suhdaa’i.

Assakamu’akaija ya mus’ababna unair yaa qooidal- mukhtari yaa nan atsbata qidamaihi alar-rimaahi hatta ataahul yaqiin. Aamiin.

Alhamdulillah jabal uhud mengenang dan aku telah datang. Aku mencintamu, ku mohon cintailah aku. Ku mohon.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

APAKAH BULU MATA PALSU TERMASUK MENYAMBUNG RAMBUT?

๐ŸŒ USTADZAH MENJAWAB
โœUstadzah Dra.Indra Asih

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐Ÿ’๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

Pertanyaan dari A 13

Assaalaamu ‘alaikum wrwb..
Maaf ustadzah mau tanya, apakah bulu mata palsu termasuk menyambung rambut?
Makasih.

JAWABAN:

Menurut saya pertanyaan ini tentu saja dikaitkan dengan keinginan untuk memakai bulu mata palsu ini.

Saya lebih tertarik membahasnya dari sisi tujuan dan dampak negatifnya

Artikel-artikel yang membahas tentang bulu mata palsu menyebutkan manfaatnya untuk tampil cantik dan seksi. Salah satunya berbunyi:

Merias mata bisa membuat seorang wanita terlihat berbeda alias lebih cantik dan sexy. Selain merias mata dengan eye shadow, biasanya sebagian wanita juga memakai bulu mata palsu.

Sedangkan dari sisi negatifnya disebutkan,dokter telah memperingatkan ekstensi bulu mata bisa menimbulkan risiko kesehatan serius, dari infeksi mata sampai alergi. Bulu mata palsu bahkan dapat merusak bulu mata alami seseorang, sehingga membuat bulu mata asli mereka lebih tipis, katanya memperingatkan.

Bulu mata ekstensi biasanya dilakukan di salon, tapi benda kecantikan ini juga bisa diterapkan sendiri. Penerapannya, bulu mata sintetis pribadi ditempel pada bulu mata alami perempuan. Fungsi bulu mata ekstensi adalah untuk memperpanjang, menambah volume, dan dapat bertahan sampai enam minggu.

Namun, Robert Dorin dari Tru and Dorin Medical Group di Kota New York, Amerika Serikat, mengatakan, lem yang digunakan untuk menempelkan bulu mata palsu ke bulu mata alami perempuan bisa menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang.

โ€œUntuk beberapa alasan bakteri dapat menetap di sana sehingga menyebabkan infeksi jamur dan virus.โ€

Beberapa lem mengandung formalin yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Lalu, bulu mata gaya ini juga dapat memicu infeksi mata karena kotoran dan bakteri yang terjebak di dalamnya,โ€ kata Dorin.

Risiko terbesarnya adalah bulu mata ekstensi dapat merusak bulu mata alami, karena dia diletakkan di atas kelopak mata. Akibatnya, bulu mata alami dapat menjadi lebih tipis.

โ€œMenggunakan bulu mata ekstensi secara teratur dapat memberikan tekanan pada folikel rambut. Pada akhirnya bulu mata akan rontok dan tidak tumbuh kembali,โ€ kata Dorin.

โ€œDi Jepang, bulu mata ekstensi sangat populer. Namun, benda kecantikan ini menyebabkan dokter mata menerima peningkatan pasien yang datang dengan masalah mataโ€ katanya. Sebagian besar kunjungan ke klinik mata di negara tersebut disebabkan oleh infeksi karena bulu mata ekstensi, ujarnya.

Kecantikan yang sesungguhnya adalah kecantikan alami dan bukan penipuan disertai dengan kecantikan hati. Apalagi resikonya demikian besar bagi kesehatan. Jadi hindarilah penggunaan bulu mata palsu tsb.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒธ๐Ÿ’๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih bahagia…

ADAB IKHWAN DAN AKHWAT AGAR TIDAK MUDAH BAPER

๐Ÿ’ปUstadzah Menjawab
๐Ÿ’Ustadzah Nurdiana

๐ŸŒฟ๐Ÿ๐ŸŒบ๐Ÿ„๐Ÿ€๐ŸŒท๐ŸŒป๐ŸŒน

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ustadz/ah…saya ingin bertanya tentang  adab akhwat dan ikhwan supaya tidak mudah baper. Apalagi untuk aktivis rohis, supaya tetap bisa jaga hijab..kira kira bagaimana ya?
Syukron ๐ŸŒบ๐ŸŒบA18

——————

Jawaban :
Wa Alaikum salam wr wb,
Kami senang mendengar tekad dan  keinginan anti  untuk bisa komitmen dengan nilai  Islam. Memang Benar seorang aktivis rohis pasti akan banyร k berinteraksi dengan banyak orang,baik akhwat dan terkadang ikhwan,

Sebagai mana Allah firmankan:
โ€œWahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa โ€“ bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenalโ€.

Allah berfirman bahwa Ia menciptakan manusia berbangsa โ€“ bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenali. Artinya, Allah swt memerintahkan manusia untuk bersosialisasi dan saling bergaul satu dengan yang lainnya. Allah swt juga menjelaskan di dalam ayat ini bahwa manusia diciptakan berbeda-beda dari berbagai suku dan bangsa, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dengan apa yang dimiliki orang tersebut karena sesungguhnya yang paling mulia dihadapan Allah swt adalah orang yang paling bertakwa.

Adab โ€“ adab pergaulan dalam islam :
๐ŸŒทPertama, hendaknya setiap muslim menjaga pandangan matanya dari melihat lawan jenis secara berlebihan. Dengan kata lain hendaknya dihindarkan berpandangan mata secara bebas. Perhatikanlah firman Allah berikut ini,

โ€œKatakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: โ€œHendaklah mereka menahan pandanganya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuatโ€ (QS. 24:30)

Awal dorongan syahwat adalah dengan melihat. Maka jagalah mata ini agar terhindar dari tipu daya syaithan. Tentang hal ini Rasulullah bersabda,

โ€œWahai Ali, janganlah engkau iringkan satu pandangan (kepada wanita yang bukan mahram) dengan pandangan lain, karena pandangan yang pertama itu (halal) bagimu, tetapi tidak yang kedua!โ€ (HR. Abu Daud).

๐ŸŒทKedua, hendaknya setiap muslim menjaga auratnya masing-masing dengan cara berbusana islami agar terhindar dari fitnah. Secara khusus bagi wanita Allah SWT berfirman,

Dan Katakanlah kepada perempuan-perempuan Yang beriman supaya menjaga pandangan mereka (daripada memandang Yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali Yang zahir dari padanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya Dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka Yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka Yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki Yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak Yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa Yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Wahai orang-orang Yang beriman, supaya kamu berjaya. (An-Nuur : ayat 31).

Batasan aurat bersama bukan mahram (ajnabi)
1. Lelaki โ€“ antara pusat ke lutut
2. Wanita โ€“ seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan

โ€ข Berpakaian sopan menurut syaraโ€™, yaitu tidak tipis sehingga menampakkan warna kulit, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk badan dan kerudung  dipanjangkan  melebihi  dada. Tidak salah berpakaian asalkan menepati standar pakaian Islam.

โ€ข Maknai pemakaian busana untuk sholat Sebagaimana kita berpakaian sempurna semasa mengadap Allah, mengapa tidak kita praktikkan dalam kehidupan di luar? Sekiranya mampu, bermakna solat yang didirikan berkesan dan berupaya mencegah kita daripada melakukan perbuatan keji dan mungkar.

โ€ข Jangan memakai pakaian yang tidak menggambarkan identitas kita sebagai seorang Islam. Hadith Nabi SAW menyebutkan : โ€œBarangsiapa yang memakai pakaian menjolok mata, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat kelak..โ€ ( Riwayat Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai dan Ibnu Majah)

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman,
โ€œHai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan juga kepada istri-istri orang muโ€™min: โ€˜Hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.โ€™ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.โ€ (QS. 33: 59)

๐ŸŒทKetiga, tidak berbuat sesuatu yang dapat mendekatkan diri pada perbuatan zina (QS. 17: 32) misalnya berkhalwat (berdua-duaan) dengan lawan jenis yang bukan mahram. Nabi bersabda, โ€œBarangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah berkhalwat dengan seorang wanita (tanpa disertai mahramnya) karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaithan (HR. Ahmad).

๐ŸŒทKeempat, menjauhi pembicaraan atau cara berbicara yang bisa โ€˜membangkitkan syahwatโ€™. Arahan mengenai hal ini kita temukan dalam firman Allah,

โ€œHai para istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti perempuan lain jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara hingga berkeinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya. Dan ucapkanlah perkataan yang maโ€™ruf.โ€ (QS. 33: 31).

Berkaitan dengan suara perempuan Ibnu Katsir menyatakan, โ€œPerempuan dilarang berbicara dengan laki-laki asing (non mahram) dengan ucapan lembut sebagaimana dia berbicara dengan suaminya.โ€ (Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3)
Wahai isteri-isteri Nabi, kamu semua bukanlah seperti  perempuan Yang lain kalau kamu tetap bertaqwa. oleh karena itu janganlah kamu berkata-kata Dengan lembut manja (semasa bercakap Dengan lelaki asing) kerana Yang demikian boleh menimbulkan keinginan orang Yang ada penyakit Dalam hatinya (menaruh tujuan buruk kepada kamu), dan sebaliknya berkatalah Dengan kata-kata Yang baik (sesuai dan sopan). (Al-Ahzaab : 32).
Melembutkan suara berbeda dengan merendahkan suara. Lembut,mendayu-dayu diharamkan, manakala merendahkan suara adalah dituntut. Merendahkan suara bermakna kita berkata-kata dengan suara yang lembut, tidak keras, tidak meninggi diri, sopan dan sesuai didengar oleh orang lain. Ini amat bertepatan dan sesuai dengan nasihat Luqman AL-Hakim kepada anaknya yang berbunyi

:โ€œDan sederhanakanlah langkahmu semasa berjalan, juga rendahkanlah suaramu (semasa berkata-kata), ‘ Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledaiโ€ (Surah Luqman : ayat 19). Penggunaan perkataan yang baik ini perlu dipraktekkan dalamkeseharian kita baik secara langsung tidak langsung , contohnya melalui SMS, Yahoo Messengger ataupun apa yang ditulis di dalam Facebook karenanya menggambarkan keperibadian penuturnya.

Berkaitan dengan ungkapan yang baik ini, di dalam Al-Quran ada beberapa bentuk ungkapan yang wajar kita praktikkan dalam komunikasi seharian yaitu:
1. Qaulan Sadida (An-Nisaโ€™ :9) : Isi pesanan jujur dan benar, tidak ditambah atau dibuat-buat
2. Qaulan Maโ€™rufa (An-Nisa : 5) :Menyeru kepada kebaikan dan kebenaran
3. Qaulan Baligha (An-Nisaโ€™ : 63) : Kata-kata yang membekas pada jiwa
4. Qaulan Maisura (Al-Israโ€™ : 28) : Ucapan yang layak dan baik untuk dibicarakan
5. Qaulan Karima (Al-Israโ€™: 23) : Perkataan-perkataan yang mulia.

sehingga menjadi tanggung jawab  kita untuk menjaga sikap perilaku supaya diri ini tidak menjadi sebab  timbulnya fitnah.
Wa Allahu a’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ„๐Ÿ€๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒป

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia….