Adakah Arti dari Sebuah Nama?

📆 Kamis, 28 Rajab 1437H / 5 Mei 2016

📚 SIROH DAN TARIKH

📝 Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

📝 Adakah Artı dari Sebuah Nama ?

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Mari kita simak kisah sebuah kapal perang..

Kapal tempur penjelajah (battlecruiser) dengan nama Yavuz Sultan Selim milik angkatan laut Turki Utsmani ini diambil diambil dari nama Sultan Selim I. Kapal ini diperoleh pada tahun 1914 dari Jerman pada awal Perang Dunia Pertama. Kapal ini aslinya bernama SMS Goeben yang sempat diburu oleh angkatan laut Inggris sepanjang perjalanannya sebelum berhasil lolos ke Selat Dardanelles memasuki wilayah perairan Turki Utsmani. Dengan hibah ini masuklah Turki Utsmani ke dalam pusaran Perang Dunia Pertama.

🔆 Lesson #1: tidak semua hadiah mendatangkan manfaat, pandai-pandailah memilah!

Nama yang diambil untuk kapal ini tidak tangung-tanggung, yaitu nama seorang sultan dua era setelah Muhammad II Fatih. Pada era Sultan Selim I tersebut seluruh wilayah bekas Kesultanan Mamluk jatuh ke tangannya. Pada masa 1516-1517 daerah Syam, Lubnan, Filistin, Mesir, hingga Hijaz termasuk kedua Haramayn (Makkah dan Madinah) menjadi bagian dari kekhilafahan Turki Utsmani.

🔆 Lesson #2: setiap masa memiliki penaklukannya, apa penaklukan kita?

Ada sejarawan yang berpendapat bahwa pada masa Sultan Selim I ini Turki Utsmani mendapatkan keabsahan memanggul sebutan khilafah setelah perlindungan serta pelayanan atas kedua Tanah Suci (khadimul Haramayn) diberikan oleh Khalifah al-Mutawakkil III penerus Khilafah Abbasiyah.

🔆 Lesson #3: menjadi pemimpin itu adalah menjadi pelindung serta pelayan bagi penduduknya, bukan malah penindasnya!

Pada awal masa Perang Dunia Pertama memang Mesir sudah berada dibawah kendali Inggris. Namun wilayah pertempuran lainnya di Timur Dekat (Near East) tidak berbeda jauh dengan tapal batas pada masa Sultan Selim I dengan pengecualian tambahan wilayah Irak. Pada akhir Perang Dunia Pertama, hampir seluruh wilayah tersebut terlepas dari kendali İstanbul; menandai awal dari sebuah masa kelam keterpurukan Ummat di seluruh penjuru dunia.

🔆 Lesson #4: selalu mengutamakan kesatuan dan kesejahteraan ummat sebelum segala sesuatunya!

Apalah Artı Sebuah Nama? Untuk yang memahami sejarah, mungkin segala-galanya!

Lewat waktu syuruq, Depok 14 April 2016
Agung Waspodo

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Tiga Kali Khutbah dlam Dua Hari, Di Tempat Tempat Berbahaya

📆 Kamis, 28 Rajab 1437H / 5 Mei 2016

📚 SIROH DAN TARIKH

📝 Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

📝 Tiga Kali Khutbah dalam Dua Hari, Di Tempat-tempat Berbahaya

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Sultan Mehmed II Ingin Selalu Berada Ditengah Balatentaranya

Catatan Awal April, Antara Tahun 2016 dan 1453

Ada tiga kejadian besar dua-tiga hari kemarin, 9-10 April. Namun utk mengaksesnya kita perlu menengok bilangan tahun 1453. Memang sudah berselang 563 tahun yang lalu, namun apa yang dilakukan oleh Sultan Mehmed II masih menggelora dalam catatan pecinta sejarah. Sultan generasi ketujuh khilafah Turki Utsmani ini menggelar tiga khutbah dalam dua hari di tiga tempat berbahaya.

⛵Pertama, sultan belia yang baru ditinggal wafat ayahnya 2 tahun silam harus mengumpulkan segenap kekuatan diri untuk membakar semangat para pelautnya di dermaga Diplokionion. Sebuah pelabuhan yang tidak begitu jauh dari koloni Galata; masih dalam jangkauan para assassin Genoa yang tersohor ıtu.

Di tempat berbahaya itu, Sultan Mehmed II melepas mereka berlayar dengan 100 kapal perang menuju muara Haliç (“teluk” dalam bahasa Arab –  khalij).  Sebuah akses laut strategis yang memisahkan antara kota Constantinople dan koloni Galata. Para pejuang laut Turki Utsmani itu dipimpin oleh nakhoda Baltaoğlu dengan sasaran memutus rantai laut yang membentang menghalangi jalur masuk menuju Haliç, populer dikenal sebagai “Tanduk Emas” atau “Golden Horn.” Jika Rantai itu berhasil diputus maka kota Konstantinopel diperkirakan akan lebih mudah jatuh.

🔆Lesson #1: strategi yang biasa-biasa saja jika dieksekusi dengan kecepatan yang luar biasa akan manjur paling tidak dalam dua hal; menguras energi lawan dan menutupi strategi andalan sebenarnya.

🏇🏿 Kedua, kemudian sultan yang gemar berkuda perang sejak kecil ini bergerak cepat di atas tunggangannya menaiki bukit di sebelah barat Selat Bosphorus. Ia menyempatkan untuk menyemangati unit zeni yang sedang berjuang memindahkan kanon melalui pinggir lereng-lereng yg curam. Sebuah wilayah pebukitan lagi berhutan lebat yang belum sepenuhnya steril dari para pemburu Byzantium yang disegani ketepatan panah jarak jauhnya.

Di tempat berbahaya itu, Sultan Mehmed II menitipkan belasan kanon Urbanus ukuran sedang kepada panglima Zaganos Paşa. Kepadanya dipundakkan sasaran merebut benteng Byzantium di Therapia untuk menggenapkan “cekikan” atas kota Konstantinopel. Jatuhnya benteng ini bakal menutup semua akses lawan ke arah utara.

🔆Lesson #2: lewati rute dan prosedur yang tidak biasa, maka hasilnya bisa luar biasa; ketidak-terdugaan adalah ancaman yang dibenci lawan.

🏇🏿 Ketiga, setelah itu sultan penghapal al-Qur’an sejak usia 12 tahun ini mengendarai kudanya sepanjang malam dan menyeberangi Haliç dekat titik hulunya. Beliau harus kembali ke tenda kesultanan di Bukit Maltepe sebelum waktu subuh. Sultan Mehmed II ingin subuh berjamaah dengan kesatuan bengkel dan perbaikan Turki Utsmani. Tempat di garis belakang, namun zonanya berhadapan langsung dengan gerbang Santo Romanus yang dipadati oleh sniper bayaran Byzantium.

Di tempat ini ia merasa akrab karena ia dapat menyaksikan langsung perbaikan atas kanon-kanon Urbanus terbesarnya. Sultan Mehmed II amat menyukai teknologi terapan dan untuk itu ia langsung turun tangan. Khutbahnya kini lebih berupa tindakan daripada kata-kata. Beberapa kanon dirombak ulang untuk mendapatkan kaliber yang lebih kecil namun diharapkan meningkat frekuensi tembaknya. Hal ini sejalan dengan catatan beliau untuk mengatasi sigapnya zeni konstruksi Byzantium dalam memperbaiki benteng kota. sudah diperbaiki dan diposisikan ulang.

🔆Lesson #3: beradaptasilah dalam kesunyian, maka ia dapat melonjakkan daya saing dalam keramaian.

Bagian Ketiga, Latuftahanna
Menyongsong Napak Tilas Fatih, 22-31 Mei 2016
Royal Indonesia Travel

Menjelang waktu dhuha,
Jakarta, 11 April 2016
Agung Waspodo

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Menunda Qodha Puasa

USTADZ MENJAWAB
✏Ustad Farid Nu’man Lc
* Menunda Qadha Puasa *
Assalamu’alaikum.
Ustadz, Apa hukumnya seorang wanita yang meng qada puasa di bulan sya’ban?
Saya dengar katanya tidak di perolehkan. 1⃣3⃣

Jawaban:
_Wa’Alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Bismillah wal Hamdulillah .._
Mengqadha puasa sampai berjumpa bulan sya’ban selanjutnya tidak apa-apa, sebagaimana riwayat berikut:
‘Aisyah _Radhiallahu ‘Anha_ berkata:
ما كنت أقضي ما يكون علي من رمضان إلا في شعبان حتى توفي رسول الله صلى الله عليه و سلم
“Aku tidak pernah mengqadha apa-apa yang menjadi kewajiban atasku dari Ramadhan, kecuali di bulan sya’ban, sampai wafatnya Rasulullah ﷺ. “
(HR. At Tirmidzi No. 783, katanya: hasan shahih)
Hadits ini jelas bahwa ‘Aisyah _Radhiallahu ‘Anha_, mengqadha shaum Ramadhan di bulan Sya’ban selanjutnya. Itu tidak mengapa.
Bahkan sebagian ulama membolehkan kapan saja waktunya tanpa batasan, berdasarkan ayat berikut:
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ *فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ*
“Maka barang siapa di antara kamu yang sakit atau dalam keadaan perjalanan (lalu ia berbuka), *maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu _pada hari-hari yang lain_*.”
(QS. Al Baqarah: 184)
Dalam ayat ini, tidak dibatasi kapankah _“hari-hari lain itu,”_ sehingga bagi mereka boleh sampai kapan pun.
Syaikh Sayyid Sabiq _Rahimahullah_ mengatakan:
قضاء رمضان لا يجب على الفور، بل يجب وجوبا موسعا في أي وقت، وكذلك الكفارة. فقد صح عن عائشة: أنها كانت تقضي ما عليها من رمضان في شعبان (1) ولم تكن تقضيه فورا عند قدرتها على القضاء.
“Mengqadha shaum Ramadhan tidak wajib bersegera, tapi ini kewajiban yang waktunya lapang kapan saja waktunya, begitu juga kafarat. Telah shahih dari ‘Aisyah bahwa Beliau mengqadha kekewajiban Raamadhan di bulan Sya’ban, dia tidak menyegerakannya pada dia mampu melakukannya.”
*( _Fiqhus Sunnah_, 1/470)*
Hanya saja menurut mayoritas ulama, jika seseorang menunda qadha tanpa adanya ‘udzur, bukan karena sakit, hamil, menyusui, tapi karena *sengaja* menunda-nunda maka bukan hanya qadha tapi juga fidyah.
Syaikh Wahbah Az Zuhaili _Rahimahullah_ menjelaskan:
وأما إذا أخر القضاء حتى دخل رمضان آخر، فقال الجمهور: يجب عليه بعد صيام رمضان الداخل القضاء والكفارة (الفدية). وقال الحنفية: لا فدية عليه سواء أكان التأخير بعذر أم بغير عذر.
“Jika menunda qadha sampai masuk Ramadhan selanjutnya, maka mayoritas ulama mengatakan: wajib baginya setelah puasa Ramadhan dia melakukan qadha dan kafarat sekaligus (yaitu fidyah). Ada pun Hanafiyah mengatakan: “Tidak ada fidyah baginya, sama saja apakah dia menundanya karena ada ‘udzur atau tidak ada ‘udzur.”
*( _Al Fiqhul Islami wa Adillatuhu_ , 3/108)*
Kita lihat, apa yang dilakukan oleh ‘Aisyah _Radhiallahu ‘Anha_, dia tanpa fidyah hanya qadha. Sedangkan mewajibkan fidyah membutuhkan dalil, jika tidak ada maka, cukup qadha saja tanpa fidyah sebagaimana pendapat Imam Abu Hanifah, juga Hasan Al Bashri, Ibrahim An Nakha’i, dan lainnya.
Wallahu A’lam. Wa Shallallahu ‘Ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam
Farid Nu’man Hasan

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
sebarkan! raih pahala…

Terkait Amalan di Bulan Rojab

👳Ustadz Menjawab
✏Ustadz Abdullah Haidir
🌿🌺🍁🌸🌼🍀🌻🌷🌹
Assalamu’alaikum ustadz/ah..
Saya mau bertanya tentang amalan rajab yang di baca pada jum’at terakhir bulan rajab diantara dua kutbah..
“ahmadurrasulullah muhammadurasulullah”. Apakah ada dalilnya.. Mohon penjelasan. Jazakallah.  🅰2⃣8⃣
JAWABAN:
Semua amalan yang dikhususkan di bulan Rajab tidak ada dalilnya…..
wallahu a’lam
🌿🌺🍁🌸🌼🍀🌻🌷🌹
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih pahala…

Melintasi Makam, Perlukah Mengucap Salam

Ustadzah Menjawab
Ustadzah Ida Faridah

Assalamuallaikum…ingin bertanya.
Kalau kita sedang lewat kuburan. Katanya harus salam. Itu tanda menghargai adanya kuburan atau bagaimana ya?
Terimakasih  A36
Jawaban
========
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Rasulullah s.a.w. mengajarkan kepada kita adab ketika memasuki makam orang-orang muslim agar mengucapkan salam.
ﺍﻟﺴﻼﻣﻌﻠﯿﮑﻢ ﺍﮬﻞ ﺍﻟﺪﯾﺎﺭﻣﻦ ﺍﻟﻢﺀﻣﻨﯿﻦ ﻭﺍﻟﻤﺴﻠﻤﯿﻦ ﻭﺍﻧﺎﺍﻥ ﺷﺎﺀﺍﻟﻠﮧ ﺑﮑﻢ
ﻻﺣﻘﻮﻥ ﻧﺴﺄﻝ ﺍﻟﻠﮧ ﻟﻨﺎﻭﻟﮑﻢ ﺍﻟﻌﺎﻓﯿﮧ
”Selamat sejahtera atas kamu penduduk daerah kaum
mu’minin dan muslimin,dan bila Allah menghendaki kami akan menyusulmu, kami mohon kepada Allah untuk kami dan kamu agar sejahtera.”
(HR. Muslim)
“Ketika seseorang melewati kuburan yang ia kenal kemudian mengucapkan salam maka ahli kubur itu menjawab salamnya dan mengetahui orang itu. Dan ketika ia melewati kuburan yang tidak dikenal kemudian mengucapkab salam kepada ahli kubur maka ahli kubur itu menjawab salamnya.
(HR. Abu Hurairoh).
Wallahu a’lam.

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com
Sebarkan! Raih Bahagia….

Bolehkah Sholat dengan Mata Terpejam

💻Ustadzah Menjawab
💐Ustadzah Nurdiana
🌿🍁🌺🍄🍀🌷🌻🌹
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Tanya Ustadz/Ustadzah
Gimana hukumnya klo sholat tapi mata kita tertutup? A 38
Jawaban
————–
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Para ulama memakruhkan memejamkan mata saat sholat, diantaranya hanafi, maliki,hambali, sebagian syafi’i Terdapat sebuah hadis dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلاةِ فَلا يَغْمِضْ عَيْنَيْهِ
”Apabila kalian melakukan shalat makan janganlah memejamkan kedua mata kalian.”
Hadis ini diriwayatkan oleh at-Thabrani (w. 360 H) dalam Mu’jam as-Shagir no. 24. dari jalur Mus’ab bin Said, dari Musa bin A’yun, dari Laits bin Abi Salim.
Hadis ini dinilai dhaif oleh para ulama pakar hadis, karena dua alasan,
1. Laits bin Abi Salim dinilai dhaif karena mukhtalat (hafalannya kacau), dan dia perawi mudallis (suka menutupi)
2. Mus’ab bin Said, dinilai sangat lemah oleh para ulama. Ibnu Adi mengatakan tentang perawi ini,
يحدث عن الثقات بالمناكير ويصحف عليهم ، والضعف على حديثه بيِّن
”Beliau membawakan hadis-hadis munkar atas nama perawi terpercaya dan menyalahi ucapan mereka. Status dhaif hadisnya sangat jelas.”
Mengenai alasan dihukumi makruh, ada beberapa keterangan dari para ulama, diantaranya,
a. Memejamkan mata ketika shalat, bukan termasuk sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibnul Qoyim (w. 751 H) mengatakan,
ولم يكن من هديه صلى الله عليه و سلم تغميض عينيه في الصلاة
”Bukan termasuk sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, memejamkan mata ketika shalat.” (Zadul Ma’ad, 1/283)
b. Memejamkan mata ketika shalat, termasuk kebiasaan shalat orang yahudi. Dalam ar-Raudhul Murbi’ – kitab fikih madzhab hambali – pada penjelasan hal-hal yang makruh ketika shalat, dinyatakan,
ويكره أيضا تغميض عينيه لأنه فعل اليهود
”Makruh memejamkan mata ketika shalat, karena ini termasuk perbuatan orang yahudi.” (ar-Raudhul Murbi’, 1/95).
c. Karena memejamkan mata bisa menyebabkan orang tertidur, sebagaimana keterangan dalam Manar as-Sabil (1/66).
Untuk itu, sebagian ulama membolehkan memejamkan mata ketika ada kebutuhan. Misalnya, dengan memejamkan mata, dia menjadi tidak terganggu dengan pemandangan di sekitarnya. Ibnul Qoyim mengatakan,
والصواب أن يقال : إن كان تفتيح العينين لا يخل بالخشوع فهو أفضل ، وإن كان يحول بينه وبين الخشوع لما في قبلته من الزخرفة والتزويق أو غيره مما يشوش عليه قلبه ، فهنالك لا يكره التغميض قطعًا ، والقول باستحبابه في هذا الحال أقربُ إلى أصول الشرع ومقاصده من القول بالكراهة
Kesimpulan yang benar, jika membuka mata (ketika shalat) tidak mengganggu kekhusyuan, maka ini yang lebih afdhal. Tetapi jika membuka mata bisa mengganggu kekhusyuan, karena di arah kiblat ada gambar ornamen hiasan, atau pemandangan lainnya yang mengganggu konsentrasi hatinya, maka dalam kondisi ini tidak makruh memejamkan mata. Dan pendapat yang menyatakan dianjurkan memejamkan mata karena banyak gangguan sekitar, ini lebih mendekati prinsip ajaran syariat dari pada pendapat yang memakruhkannya. (Zadul Ma’ad, 1/283).).
Wallahu a’lam.
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Tips Menjadi Jomblo Sholihah Smart dan Energik

📆 Rabu, 27 Rajab 1437 H / 4 Mei 2016 M

📚 MOTIVASI

📝 Ustadz Dr. Wido@Supraha.com

📋 TIPS MENJADI JOMBLO SHOLIHAH SMART DAN ENERGIK

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌼 Alhamdulillaahi bi ni’matihii tatimmushshaalihaat,
Segala puji hanyalah milik Allah yang dengan nikmat-Nya sempurna seluruh kebaikan.

Menjadi jomblo juga adalah kenikmatan kok, semoga ini cara Allah mendorong kesiapan yang utuh menuju gerbang yang ditunggu.

🌻 Asyhadu an-Laa ilaaha illallaah, wa Asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.
Jomblo atau tidak, bukan itu persoalannya, namun apakah qalbu dan bibir ini sentiasa memperbaharui syahadah, “Aku bersaksi bahwa tiada Ilah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Saw adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.

🌺 Allaahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aalihii wa shahbihii ajma’iin,
Jomblo mengingatkan diri bahwa sejatinya manusia nafsi-nafsi menuju Yaumul Yaqin, maka marilah kita sentiasa bershalawat atas Nabi Muhammad Saw, keluarganya, sahabat-Nya seluruhnya.

🌸 Yaa Akhawaat fiddiin, rahimanii wa rahiimakumullah,

🍃 Menikah adalah 1/2 agama, perintah Allah Swt, penyeimbang kehidupan, dan peningkat ketenangan jiwa. Amal mulia ini adalah awal dari sebuah kerja besar yang tidak bisa dilalui dengan ketenangan kecuali orang-orang yang tenang.

🍃 Persoalan utama hari ini adalah apakah memang kita sudah siap untuk menikah. Jangan-jangan jika hari ini kita menikah justru lahir banyak kemunduran padahal hidup ini untuk kemajuan. Bukankah yang terutama justru persiapan dan pembiasaan sehingga lahir berbagai kemudahan dan jalan keluar dalam kondisi jomblo atau berdua.

🍃 Shalihah, Smart dan Energik adalah 3 kata yang memang menempel dalam diri setiap mukminah. Shalihah kemestian, smart keharusan, energik keniscayaan. Shalihah semakin berkualitas dengan sifat smart dan energik, dan setiap pilihan yang smart akan membuat energi yang semakin energik membentuk keshalihan yang paripurna.

🍃 Shalihah, Smart dan Energik tidak terkait dengan seseorang itu jomblo atau berdua, karena dia seyogyanya sudah bersifat inherent. Namun kita perlu ingat, bahwa sesuatu yang besar adalah karena kumpulan yang kecil. Kebiasaan besar adalah kumpulan kebiasaan kecil. Terbiasa dengan yang kecil, dan tidak meremehkan yang kecil, akan menjadi jalan kemudahan bagi yang besar.

🍃 Hal-hal penting yang dapat menjaga 3 (tiga) hal di atas perlu kita hadirkan dan upayakan keberadaannya.

❣Pertama, memelihara komunikasi dengan Allah Jalla wa ‘ala.

Ingatlah bahwa Allah Swt bersama kita, baik dalam kondisi terpuruk dan bahagia, namun kebiasaan kita dekat dengan-Nya di kondisi bahagia akan memudahkan kita dikenali-Nya di saat kita terpuruk.

Kebersamaan dengan Allah akan memberikan energi yang tak pernah henti, sehingga lahirlah pilihan-pilihan smart. Jika Adam dan Hawa baru ketemu setelah saling mencari bertahun-tahun lamanya, maka hakikatnya menunggu sang pangeran yang baru berbilang tahun, belum ada bandingannya.

❣Kedua, selalu siapkan waktu dengan orang-orang terdekat.

Tentunya orang terdekat kita adalah orang tua, adik, kakak, dan kerabat. Tapi ciptakanlah orang-orang terdekat tambahan. Mereka bisa terlahir karena kesamaan visi sehingga melahirkan gerak bersama.

Mereka pun bisa terlahir sebagai dampak dorongan diri untuk mengisi, sehingga melahirkan kebersamaan yang penuh. Jomblo punya potensi untuk lebih optimal dalam kreasi ini. Sesuatu yang akan membuat kita nyaman meski sang pangeran belum hadir.

❣Ketiga, selalu awali hari dan isi hari dengan energi positif.

Energi positif lahir berawal dari tahajjud dan subuh berjama’ah yang kita lakukan. Energi positif sempurna dengan dzikir pagi yang kita nikmati. Energi ini akan mendorong lahirnya energi turunan, sesuatu seperti keinginan untuk tersenyum ramah dan lepas kepada sesiapapun yang ditemui, bahkan menggerakan diri untuk berbuat lebih melengkapi manusia lain, dan menjaga alam sekitar. Bahkan, jika energi positif itu mampu kita tularkan kepada seluruh makhluk di sekitar kita, pantulannya akan semakin memperkaya diri sehingga energi bertambah tinggi.

❣Keempat, Think Positive Be Passionate.

Sejatinya kita dilahirkan untuk sibuk, dan Allah berjanji akan menyaksikan kesibukan kita. Kesibukan akan mendorong kita untuk selalu berpikir positif. Kecintaan pada kesibukan akan membawa kita pada fokus kerja karena begitu menikmati. Syaithan pun mendapatkan penghalang tambahan untuk merasuki jiwa-jiwa yang sibuk. Maka temukanlah passion kita, nikmatilah, dan teruslah berkarya, karena karyamu akan semakin berkualitas kelak bersama sang pangeran.

Alhamdulillah ‘ala kulli haalin.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Setiap Kedzaliman, akan Menjadi Perkara Besar Di Hari Kiamat

📆 Rabu, 27 Rajab 1437 H / 4 Mei 2016 M

📚 MUAMALAH

📝 Ustadz Rikza Maulan, Lc, M.Ag

📋 Setiap Kedzaliman, Akan Menjadi Perkara Besar Di Hari Kiamat

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

📚Hadits:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهَا فَإِنَّهُ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤْخَذَ لِأَخِيهِ مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَخِيهِ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa yang berbuat satu kedzaliman kepada saudaranya, maka hendaklah ia meminta untuk dihalalkan.

Karena pada Hari Kiamat kelak, tidak akan bermanfaat (banyaknya) dinar dan dirham.

Dan (pada hari tersebut), setiap kezaliman akan dibalas dengan cara diberikan kebaikan (amal shalehnya) kepada saudaranya (yg didzaliminya).

Jika ia tidak mempunyai kebaikan lagi, maka kejahatan saudaranya (yang didzaliminya) akan diambil dan dipikulkan kepada dirinya.” (HR. Bukhari)

📚Hikmah Hadits :

❣1. Pentingnya beramal shaleh dalam hal menjaga hubungan baik, terutama terkait interaksi dengan sesama muslim.

Karena setiap muamalah dengan sesama muslim yang baik, kelak akan dibalas dengan kebaikan yang berlipat, demikian juga sebaliknya setiap keburukan atau kedzaliman terhadap orang lain, kelak akan dibalas dengan dengan keburukan yang bisa jadi kelak menjadi penghalang besar dalam menggapai keridhaan Allah Swt.

❣2. Seperti gambaran perbuatan dzalim dalam hadits di atas, yang harus dibayar oleh pelakunya dengan pahala amal shaleh yang dimilikinya.

Kelak amal shalehnya akan diambil oleh Allah Swt dan diberikan kepada orang yang didzaliminya.

Semakin banyak kedzaliman nya, maka akan semakin banyak pula pahala amal shalehnya yang diambil darinya.

Dan ketika pahala amal shalehnya habis, dan ia tidak lagi bisa membayar kedzalimannya, maka yang terjadi adalah dosa-dosa orang yang didzaliminya akan diambil oleh Allah Swt lalu dipikulkan ke atas pundaknya.

❣3. Maka setiap kedzaliman yang telah dilakukan terhadap saudaranya, hendaknya minta dihalalkan.

Apakah kedzaliman terkait hutang piutang, urusan bisnis dan perniagaan, mencederai kehormatan, atau dalam segala urusan lainnya, hendaknya ia menyelesaikannya, atau minta dimaafkan.

Karena setiap muslim terhadap muslim lainnya adalah haram; darahnya, hartanya dan kehormatan nya.

Wallahu A’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Tadabbur Surat An-Naba’

📆 Senin, 2 Sya’ban 1437H / 9 Mei 2016 M
📚 Tadabbur Al-Qur’an

📝 Dr. Saiful Bahri, M.A

📋 Tadabbur Surat An-Naba’

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

📚  *Mukaddimah: Jawaban Atas Berbagai Keraguan*

 Dalam surat ini Allah lebih banyak menjelaskan tentang hari kebangkitan dan kemudian pembalasan bagi para manusia sesuai amal dan perbuatannya. Hari yang didustakan oleh banyak orang sejak para rasul sebelum Nabi Muhammad _Sholallohu ‘alayhi wa Sallam_  menyampaikannya pada kaum mereka.

Dengan hal inilah Allah menyampaikan pesan dalam surat  _An-Naba’_ (Berita Besar) di awal juz 30. Juz terakhir dari al-Qur’an yang didalamnya terdapat 37 surat. Sebagian besar surat tersebut diturunkan Allah di masa kenabian pertama yang dikenal dengan periode Makkah. Hanya dua saja –yang disepakati oleh para ulama- merupakan surat  _madaniyah_ , yaitu surat al-Zalzalah dan surat An-Nashr yang turun pada periode Madinah.

Surat an-Naba’ diturunkan setelah surat al-Ma’arij([1]). Surat ini memuat sebuah berita besar yang dipertanyakan dan didustakan oleh orang-orang kafir([2]). Yaitu berita tentang hari kiamat yang selalu membuat manusia penasaran dan mencari tahu kapan datangnya([3]).

📚 *Hari Kiamat: Misteri Yang Takkan Pernah Terkuak Waktunya*

            Siapapun orangnya takkan pernah mengetahui kapan tiba masanya hari kiamat; bahkan Nabi Muhammad _Sholallohu ‘alayhi wa Sallam_ sekalipun. Karena itu bila ada yang mengaku-aku mengetahui kapan datangnya hari kiamat, sudah bisa dipastikan bahwa orang tersebut adalah seorang pendusta, hanya pembual yang bermulut besar.

  📌          _”Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentang ini. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui. Kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui”_. (QS. 78: 1-5)

            Imam al-Alusy menyebutkan bahwa kata ganti ketiga yang berbentuk plural di sini tanpa didahului penyebutan mereka sebelumnya bisa jadi dimaksudkan untuk menghinakan mereka yang mendustakan hari kiamat. Yaitu orang-orang  _kuffar quraisy_ . Sehingga mereka perlu dihadirkan dalam kesempatan ini. Atau bisa jadi justru merekalah yang meneror kaum muslimin dengan pertanyaan yang bernada penghinaan. Pada hakikatnya mereka bukanlah bertanya, karena sikap mereka sudah sangat jelas. Mendustakan adanya hari kiamat([4]). Apapun maksud mereka Allah sudah menegaskan bahwa penentuan hari kebangkitan sudah dilakukan Allah dan tak seorang makhluk-Nya pun yang mengetahui rahasia tersebut. Tidak juga orang terdekat-Nya, baginda Rasulullah _Sholallohu ‘alayhi wa Sallam_  atau malaikat Jibril

Dengan ini Allah sekaligus mengancam para pendusta tersebut bahwa kelak yang mereka olok-olokkan akan menjadi kenyataan. Cepat atau lambat mereka akan segera mengetahui dan menyesal saat itu. Dan penyesalan seperti ini tidaklah berguna, karena mereka telah menyia-nyiakan kesempatan yang sebelumnya terbuka luas ketika di dunia.

📚 *Tanda-tanda Kekuasaan Allah*

            Sejenak Allah memalingkan pembicaraan tentang hari kebangkitan. Para pendusta itu –khususnya- dan para manusia secara umum melalui Rasulullah dan orang-orang mukmin, diajak berpikir, melihat berbagai fenomena alam yang diciptakan Allah. Dengan pikiran jernih, dapat menghantarkan manusia untuk sampai pada keyakinan kebenaran hari kiamat.

📌            _“Bukankah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan kami jadikan kamu berpasang-pasangan, Dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat, Dan kami jadikan malam sebagai pakaian, Dan kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, Dan kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, Dan kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), Dan kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, Supaya kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, Dan kebun-kebun yang lebat?”_ (QS. 78; 6-16)

Ayat-ayat di atas –sebagaimana tutur Imam Qatadah- merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah yang sekaligus sebagai pembuka pembicaraan yang lebih serius tentang hari kebangkitan([5]).

Bumi yang terhampar luas ini pada hakikatnya tidaklah seberapa jika dibanding dengan luasnya alam semesta ciptaan Allah. Gunung-gunung yang dipasang sebagai pasaknya kelak akan dicabut bagaikan bulu-bulu ringan. Allah jualah yang menciptakan apapun serba berpasangan. Menjadikan sebuah perbedaan yang bahkan sangat mencolok, menjadi sebuah keserasian. Ia juga yang sanggup menentukan hari kehancuran bagi apa saja.

            Menariknya Allah menyebut tidur sebagai sebuah nikmat istirahat bagi manusia. Sekaligus sebagai tanda hari kebangkitan. Bahwa tidurnya manusia di malam hari bagaikan sebuah kematian. Dan ketika ia terbangun di pagi hari Allah telah membangkitkannya dari sebuah kematian. Maka kelak hari kebangkitan yang sesungguhnya setelah mati juga demikian. Hanya saja tiada yang tahu kapan terjadinya.

📌            _”Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan”_. (QS. 6: 60)

Dalam surat al-An’am ini, Allah menggunakan kata _”yatawaffâkum”_ (mematikan kalian), yaitu menidurkan di malam hari. Ibnu al-Anbary mengatakan, “tidur disetarakan seperti kematian karena semua kegiatan manusia terputus” ([6]). Allah juga menjadikan malam seperti halnya pakaian yang menutupi. Karena pada malam hari manusia beristirahat, dan menggunakan sebagian besar waktunya untuk privasi diri dan tak ingin diketahui oleh orang lain. Sedangkan siang Allah jadikan sebagai waktu bagi manusia untuk beraktivitas. Keduanya berpasangan dan diganti Allah secara bergiliran untuk kepentingan manusia. Siapakah yang menggilir kedua waktu tersebut secara bergantian? Bagaimana seandainya sepanjang waktu menjadi malam yang gelap? Atau menjadi terang selamanya, menjadi siang tanpa malam. Itulah hikmah penciptaan pergantian waktu. Dzat yang mampu melakukannya tentu juga mampu membangkitkan manusia setelah kematiannya.

Dialah sang pencipta tujuh lapis langit tanpa tiang yang berada di atas bumi secara kokoh. Pernahkah manusia membayangkan satu saja dari tujuh lapis langit tersebut terjatuh dan menimpa bumi, tempat manusia berada dan melangsungkan kehidupannya.

Allah juga yang menjadikan pelita sangat terang, yaitu matahari. Tanpa pernah padam sejenak pun. Semua manusia merasakannya dengan kadar yang berbeda-beda. Semua telah di tentukan Allah sehingga sesuai untuk manusia. Pernahkah kita bayangkan seandainya jarak antara matahari dan bumi tempat kita berada dijauhkan Allah sedikit saja. Mungkin dunia ini akan segera membeku kedinginan. Atau sebaliknya jaraknya didekatkan sedikit saja, maka semua yang ada di bumi akan terbakar kepanasan. Dzat yang sangat detil memperhitungkan hal tersebut tentu saja mudah dalam membangkitkan makhluk-Nya setelah kematian.

Allah juga yang menurunkan dari awan-awan yang membawa air menjadi hujan yang mengguyur bumi. Dari air yang satu itu kemudian diterima oleh tanah yang bermacam-macam jenisnya. Dari sana kemudian tumbuh berbagai jenis biji-bijian dan tumbuhan yang macamnya sangat beragam dan sangat banyak, sebagian diantaranya menjadi perkebunan dan taman-taman yang indah dan lebat. Dan setiap waktu selalu saja ditemukan jenis tanaman dan tumbuhan baru. Semuanya berasal dari satu jenis air. Yaitu air dari awan. Dzat yang bisa melakukannya tentu saja mampu membangkitkan manusia setelah kebinasaannya.

📚 *Hari yang Ditunggu-Tunggu*
🔹Bersambung🔹

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Cinta (bag-2)

📆 Sabtu, 30 Rajab 1437H / 7 Mei 2016

📚 KELUARGA

📝 Pemateri: Ustadz DR. Wido Supraha

📋 CINTA ( bag-2)

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌿

Bag-1 http://www.iman-islam.com/2016/05/cinta-bag-1.html?m=1

🔆Seorang ulama besar yang lahir di Bashrah pada pertengahan tahun ke-2 abad ke-2 Hijriyah, Al-Imam Abu ‘Abdullah al-Harits bin Asad al-Muhasibi (wafat 243 H), memiliki wawasan yang luas dan keilmuan mendalam di bidang fikih, hadits, sekaligus seorang ahli kalam yang meninggalkan karya tulis dengan jumlah yang sangat banyak membahas tentang zuhud, akhlak, pendidikan dan kelembutan hati (ar-raqa’iq), sehingga ia pun dijuliki dengan al-Muhasibi karena banyaknya ber-muhasabah(introspeksi diri), menulis bahwa sesungguhnya permulaan cinta adalah ta’at, dan ta’at itu terlahir dari cinta kepada Allah Jalla wa ‘Ala, karena Dialah yang memulai hal tersebut, dan karena Dia memperkenalkan diriNya kepada mereka, menunjukkan kepada mereka untuk menaati-Nya, dan memperlihatkan kasih sayang kepada mereka dengan mencukupi mereka. Lalu Dia menjadikan kecintaan terhadap diri-Nya itu sebagai titipan dalam hati para pecinta-Nya, kemudian Dia memakaikan mereka cahaya yang terang dalam lafazh-lafazh mereka karena kuatnya cahaya kecintaan-Nya dalam hati mereka. Ketika Allah melakukan hal tersebut kepada mereka, Dia memperlihatkan mereka – sebagai bentuk kegembiraan pada mereka, kepada para malaikatnya, hingga seluruh penduduk langitpun mencintai mereka. [5]

Lebih lanjut, Abu ‘Abdullah al-Muhasibi berkata bahwa yang paling memberikan manfaat bagi seorang mukmin untuk mengobati diri dalam urusan agamanya adalah memutus rasa cintanya terhadap dunia dari hatinya. Apabila dia melakukan itu, maka ringan untuk meninggalkan dunia[6], dan mudah untuk menggapai akhirat, namun dia tidak dapat berada di atas keadaan tersebut kecuali dengan berbagai perlengkapannya. Yang menjadi pangkal perlengkapannya adalah pikiran, pendek angan-angan, mengulangi tobat dan kesucian, mengeluarkan rasa mulia dalam hati, senantiasa bersikap rendah hati, membangun hati dengan ketakwaan, mengekalkan kesedihan dan banyaknya kegelisahan yang datang padanya. Betapa banyak orang yang beramal dengan amal yang telah dipaparkannya sementara kecintaannya terhadap dunia dalam hatinya pun bertambah, dan banyak orang yang tidak memperbanyak amal-amal tersebut, namun cintanya kepada dunia semakin berkurang, karena dia mengambilnya melalui jalannya. Maka di dalam Adab an-Nufus (hlm. 136) beliau mengatakan, “Karena sesungguhnya hati yang disertai dengan berpikir akan menjadi hidup jika memikirkan akhirat, dan akan menjadi mati jika memikirkan dunia.”

🔆Seorang ulama fikih bermadzhab Hambali yang juga seorang penasihat, ahli tafsir, ahli hadits dan budayawan yang digelari Jamaluddin (Keindahan Agama) yang bernama Abul al-Faraj, Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Ali al-Qurasyi at-Taimi al-Bakri (lahir 511 H, wafat 597M), atau ia juga dikenal dengan nama Ibn al-Jauzi (panggilan yang dinisbatkan pada salah satu kakeknya yang dikenal dengan al-Jauzi karena menjualjauzah (jenis buah di daerahnya) pernah berkata, “Bersihkanlah hatimu dari berbagai kotoran karena cinta itu tidak akan diberikan kecuali dalam hati yang bersih. Apakah kamu tidak melihat seorang petani memilih tanah yang baik, menyiraminya dan mengairinya, kemudian membajaknya dan mengawasinya. Setiap dia menemukan batu di dalamnya, maka dia akan melemparkannya, dan setiap dia melihat yang dapat merusak tanahnya, maka dia menyingkirkannya, kemudia dia menaburkan benih ke dalamnya dan menjaganya dari berbagai hal yang dapat merusaknya. Begitu pula dengan Allah Jalla wa ‘Ala.”

Lebih lanjut beliau berkata, “Jika seorang hamba ingin dicintai oleh-Nya, maka hendaknya dia memangkas berbagai duri kesyirikan dari hatinya, lalu membersihkannya dari kotoran-kotoran riya dan keraguan, kemudian menyiraminya dengan air tobat daninabah, lalu membajaknya dengan seretan rasa takut dan ikhlas, lalu menyamakan batin dan zhahirnya dalam ketakwaan, kemudian meletakkan benih hidayah di dalamnya, maka berbuahlah benih-benih cinta.” [7]

🔆Berkata al-Muhaqqiq al-Hafizh Syamsuddin Abu ‘Abdullah Muhammad bin Abu Bakar bin Ayyub bin Sa’d bin Harits az-Zar’i ad-Dimasqy yang terkenal dengan Ibn Qayyim al-Jauziyyah (lahir 691 H, wafat 751 H, namanya dinisbatkan kepada sekolah yang didirikan oleh Yusuf bin Abdurrahman al-Jauzi karena ayahnya turut mendirikannya), “Setiap kesalahan yang terjadi di jagat raya ini, pangkalnya adalah cinta dunia. Janganlah engkau melupakan kesalahan kedua nenek moyang kita dahulu, karena sebabnya adalah cinta kekekalan di dunia. Janganlah engkau melupakan dosa iblis, karena sebabnya adalah cinta kepada kekuasaan, yang rasa cintanya lebih buruk daripada cinta dunia. Dengan sebab itu pula Fir’aun, Haman serta bala tentaranya, Abu Jahal serta kaumnya dan bangsa Yahudi menjadi kufur.”

Lebih lanjut beliau berkata, “Cinta dunia dan kepemimpinan yang menyebabkan manusia masuk ke dalam neraka, sedangkan zuhud terhadap dunia dan kekuasaan yang menyebabkan manusia masuk ke dalam surga. Mabuk sebab cinta dunia lebih berbahaya dibandingkan mabuk meminum khamr. Pemabuk cinta dunia tidak akan sadar hingga dia berada dalam kegelapan liang lahat. Anda saja penutupnya dibuka dalam memandang dunia, maka dia pasti mengetahui bahwa apa yang dia lakukan adalah kemabukan, dan itu lebih berbahaya dibandingkan mabuk khamr.” [8]

✅ Maka marilah kita hadirkan cinta dalam seluruh kerja-kerja besar kita agar melahirkan harmoni. Cinta yang tidak bertujuan duniawi akan tetapi ukhrawi, karena hanya cinta seperti ini yang akan melahirkan energi besar untuk berkarya di dunia, karena hanya di dunia tempat bertanam cinta untuk merasakan semaiannya kelak.

[1] Persis seperti judul sebuah buku yang ditulis oleh Mohammad Fauzil Adhim

[2] Shalih Ahmad asy-Syami, Nasihat Ulama Salaf, hlm. 133

[3] Ibid, hlm. 139

[4] Ibn Jauzi, Al-Hasan al-Bashri, hlm. 38-39

[5] Tahdzib Hilyah al-Auliya (3/273)

[6] Maksudnya meninggalkan ketamakan terhadap harta dunia, dan menjadikannya hanya sebagai perantara dan bukanlah sebuah tujuan

[7] Lihat al-Yawaqit al-Jauziyah fi al-Mawa’izh an-Nabawiyah, tahqiq Sayyid bin Abdul Maqshud, Muassasah al-Kutub ats-Tsaqafiyah (hlm. 139)

[8] Lihat Iddatush Shabirin, cetakan Darul Kitab al-Arabi (hlm. 266)

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…