Kalau Cinta Katakanlah! Surga Bagimu

๐Ÿ“† Ahad, 29 Sya’ban 1437H / 05 Juni 2016

๐Ÿ“š *Muamalah*

 ๐Ÿ“ *Ust. Farid Nu’man Hasan*

 ๐Ÿ“‹ *Kalau Cinta Katakanlah! Surga Bagimu*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

โฃ Anas bin Malik Radhiallahu โ€˜Anhu bercerita:

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŽู…ูŽุฑู‘ูŽ ุจูู‡ู ุฑูŽุฌูู„ูŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูู‰ ู„ุฃูุญูุจู‘ู ู‡ูŽุฐูŽุง. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ยซ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู’ุชูŽู‡ู ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฃูŽุนู’ู„ูู…ู’ู‡ู ยป. ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู„ูŽุญูู‚ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูู‰ ุฃูุญูุจู‘ููƒูŽ ููู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู.
ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽูƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ุฃูŽุญู’ุจูŽุจู’ุชูŽู†ูู‰ ู„ูŽู‡ู.

Bahwa ada seorang laki-laki sedang bersama Nabi ๏ทบ, lalu lewatlah seorang laki-laki di hadapannya. Maka, dia berkata: โ€œWahai Rasulullah, saya benar-benar mencintai orang itu.โ€

Maka Nabi ๏ทบ berkata kepadanya: โ€œApakah kamu sudah memberitahu dia?โ€

Dia menjawab: โ€œBelum.โ€ Nabi bersabda: โ€œBeritahu dia!โ€ Lalu dia   menghampiri laki-laki itu dan berkata: โ€œAku mencintaimu karena Allah.โ€

Laki-laki itu menjawab: โ€œSemoga Allah mencintaimu, lantaran cintamu kepadaku karenaNya.โ€ (HR. Abu Daud No. 5127, Ibnu Hibban No. 571, Ahmad No. 12430. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth dan Syaikh Al Albani)

Cinta karena Allah ๏ทป yaitu cinta didasari oleh Islam, aqidah dan ukhuwah, bukan karena hartanya, sukunya, almamaternya, bisnisnya, kekayaannya, dan penampilannya.

Semua ini fana, maka cintanya pun akan fana. Sebaliknya, cinta karena Allah ๏ทป akan melanggengkan para pecinta sampai mereka di surga nanti, kekal dan abadi.

โฃ Abu Hurairah Radhiallahu berkata, bahwa Nabi ๏ทบ bersabda:

ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŒ ูŠูุธูู„ู‘ูู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‡ู ูููŠ ุธูู„ู‘ูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู„ูŽุง ุธูู„ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุธูู„ู‘ูู‡ู

Ada tujuh golongan manusia yang akan Allah berikan perlindungan pada hari tidak ada perlindungan kecuali perlindungan dariNya (maksudnya hari kiamat) : …….. (salah satunya adalah)

ูˆูŽุฑูŽุฌูู„ูŽุงู†ู ุชูŽุญูŽุงุจู‘ูŽุง ูููŠ ุงู„ู„ู‡ู ุงุฌู’ุชูŽู…ูŽุนูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุชูŽููŽุฑู‘ูŽู‚ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู

Dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul karenaNya dan berpisah pun karenaNya. (HR. Al Bukhari No. 660)

โฃ Abdullah bin Masโ€™ud Radhiallahu โ€˜Anhu bercerita, ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah ๏ทบ :

ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูƒูŽูŠู’ููŽ ุชูŽู‚ููˆู„ู ูููŠ ุฑูŽุฌูู„ู ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ ู‚ูŽูˆู’ู…ู‹ุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู„ู’ุญูŽู‚ู’ ุจูู‡ูู…ู’ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ? ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ู…ูŽุนูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ

  Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang seseorang yang mencintai kaum padahal dia belum pernah berjumpa dengan kaum itu? Rasulullah menjawab: โ€œSeseorang akan hidup bersama orang yang dicintainya.โ€ (HR. Al Bukhari No. 6169)

Imam Ibnu Baththal Rahimahullah menjelaskan:

ูุฏู„ ู‡ุฐุง ุฃู† ู…ู† ุฃุญุจ ุนุจุฏู‹ุง ูู‰ ุงู„ู„ู‡ ูุฅู† ุงู„ู„ู‡ ุฌุงู…ุน ุจูŠู†ู‡ ูˆุจูŠู†ู‡ ูู‰ ุฌู†ุชู‡ ูˆู…ุฏุฎู„ู‡ ู…ุฏุฎู„ุฉ ูˆุฅู† ู‚ุตุฑ ุนู† ุนู…ู„ู‡ ุŒ ูˆู‡ุฐุง ู…ุนู†ู‰ ู‚ูˆู„ู‡ : ( ูˆู„ู… ูŠู„ุญู‚ ุจู‡ู… ) ูŠุนู†ู‰ ูู‰ ุงู„ุนู…ู„ ูˆุงู„ู…ู†ุฒู„ุฉ

Hadits ini menunjukkan bahwa manusia yang mencintai seorang hamba karena Allah, maka Allah akan mengumpulkan antara dia dan orang yang dicintainya itu di surgaNya, dia akan dimasukan ke dalamnya walau amal dia sedikit dibanding amal orang tersebut. Inilah maksud dari perkataannya (padahal dia belum pernah berjumpa dengan kaum itu) yakni dalam amal dan kedudukannya. (Syarh Shahih Al Bukhari, 9/333)

  Maka, cintailah orang-orang yang benar lagi jujur, shalih,  syuhada,  ulama, dan paling utama adalah Rasulullah ๏ทบ, keluarganya, dan para sahabat-sahabatnya.  Walau kita masih jauh untuk seperti mereka, tapi mencintai mereka adalah bagian dari ketaatan atas perintah  Allah dan RasulNya.

โฃ Allah Taโ€™ala berfirman:

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุทูุนู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ูŽ ููŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูุฏู‘ููŠู‚ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูู‡ูŽุฏูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽ ูˆูŽุญูŽุณูู†ูŽ ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุฑูŽูููŠู‚ู‹ุง

  Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An Nisa: 69)

Semoga Allah ๏ทป tumbuhkan rasa cinta kita kepada orang-orang shalih, betah bersama mereka, dan bisa mengikuti jejak keshalihan mereka. Amiin.

Wallahu Aโ€™lam.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Tazkirah Ramadan

๐Ÿ“† Ahad, 29 Sya’ban 1437H / 05 Juni 2016

๐Ÿ“š *Motivasi*

 ๐Ÿ“ *Ust. Abdullah Haidir Lc.*

 ๐Ÿ“‹ *Tazkirah Ramadan*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Ramadan Sudah Dekat, ada beberapa hal untuk saling mengingatkan;

โฃ *1. Jangan tunggu saat berbuka di depan televisi*

Saat-saat berbuka adalah saat-saat yang indah, apakah untuk tilawah atau zikir dan doa, ataukah untuk bercengkrama dengan keluarga… tontonan televisi dapat membuyarkan itu semua….

โฃ *2. Hati2 dengan agenda buka bersama*

Buka bersama adalah budaya yang baik untuk menghangatkan hubungan.

Namun harus selektif, kalaupun hadir, usahakan terhindar dari kemungkaran dan jangan sampai meninggalkan shalat berjamaah dan shalat taraweh…

Bagaimana teknisnya, silakan diatur masing-masing.

Ingat….
Ramadan bukan hanya syahrushshiyam…bulan puasa….tapi juga syahrul qiyam….bulan qiyamullail…taraweh.

Sebagaimana kita tidak ingin ada hari yang puasanya terlewat…mestinya kita juga tidak sudi ada malam yang qiyamnya terlewat….

โฃ *3. Menu hidangan berbuka*

Sedapat mungkin bersikap wajar dalam hidangan berbuka.

Buka puasa bukan saatnya melampiaskan nafsu makan yang tertunda sejak pagi…

Baik secara syar’i, kesehatan, ekonomi dan sosial, berbuka secara berlebihan adalah tidak baik.

Upayakan ikuti sunah dalam berbuka, jika ada ruthab (kurma setengah masak), makanlah ruthab terlebih dahulu.
Jika tidak ada, makanlah kurma terlebih dahulu.

Jika tidak ada, minumlah air bening….sebagaimana Nabi shallallahu alaih wa sallam melakukan hal itu.

Kendali diri salah satunya justru ditentukan saat berbuka.

โฃ *4. Bersiaplah berbagi*

Betapa besar anjuran berbagi di bulan Ramadan.

Rasulullah saw yang sudah dikenal paling dermawan, lebih dermawan lagi jika sudah masuk Ramadan.

Di samping hal ini akan semakin melengkapi Ramadan kita, tidak hanya membangun hubungan terbaik kepada Allah, tapi juga membangun hubungan terbaik kepada sesama…

โฃ *5. Persiapan lebaran*

Jangan sampai memalingkan kita dari amaliah Ramadan…
Justeru semakin menjelang akhir Ramadan, harus semakin tinggi frekwensi ibadahnya…. hingga dianjurkan i’tikaf.

Wallahu a’lam bishshawab…

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Kendala dan Solusi Keluarga Muslim dalam Mewujudkan Shaum yang Berkualitas

๐Ÿ“† Sabtu, 28 Sya’ban 1437H / 04 Juni 2016

๐Ÿ“š *KELUARGA & TARBIYATUL AULAD*

๐Ÿ“ Pemateri: *Ustzh. DR. Hj. Aan Rohanah, Lc , M.Ag*

๐Ÿ“ *Kendala dan Solusi Keluarga Muslim  dalam Mewujudkan Shaum yang Berkualitas*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Banyak faktor yang menjadi kendala bagi keluarga muslim dalam mewujudkan shaum yang berkualitas. Kendala tersebut jangan dibiarkan terulang bertahun- tahun tanpa solusi, harus ada solusi yang bisa mengatasinya. agar setiap tahun selalu bisa mewujudkan shaum yang kualitasnya lebih baik.

๐Ÿ“Œ Kendala yang biasa dihadapi oleh keluarga muslim dalam mewujudkan shaum yang berkualitas diantaranya , adalah:
_1. Repot mengurus anak-anak balita._
_2. Ibu yang sedang hamil dan menyidam._
_3. Ibu yang sedang haid._
_4. Banyak pekerjaan rumah tangga, apalagi jika pembantu pulang kampung._
_5. Pulang mudik untuk lebaran._
_6. Persiapan lebaran disepuluh  hari terakhir._

Keluarga muslim harus bisa mengatasi dan harus yakin bahwa banyak solusi yang bisa didapatkan untuk menghindar dari berbagai  kendala tersebut.   Karena Allah telah berfirman:

ูุงู† ู…ุน ุงู„ุนุณุฑ ูŠุณุฑุง . ุงู† ู…ุน ุงู„ุนุณุฑ ูŠุณุฑุง.

Artinya: Maka sesungguhnya ( disetiap ) kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya (disetiap ) kesulitan ada kemudahan”.
QS. Al Insyiroh (94) : 5 -6

Ayat tersebut diungkapkan 2x untuk memantapkan keyakinan keluarga muslim bahwa setiap kendala pasti ada solusinya jika mau menyelesaikannya dengan sungguh-sungguh.

Banyak solusi yang bisa didapatkan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut , diantaranya adalah:

๐ŸŒธ *_1. Solusi terhadap Kendala anak balita_*
a. bersama keluarga lain membuat day care di sekitar aktifitas amal shaleh ayah dan ibu.
b. Memberikan kesibukan kepada anak-anak dengan permainan yang tidak berbahaya disamping ayah dan bunda yang sedang beramal shaleh.
c. Sesama anggota keluarga bersepakat bergantian menjaga anak -anaknya.
d. penugasan kepada anak yang sudah besar untuk menjaga adiknya.
e.  Ibu dan ayah harus siap dan ikhlas untuk beramal shaleh sambil menjaga anak- anak mereka.
f. gunakan waktu istirahat dan waktu main mereka untuk beramal shaleh.

๐Ÿ€ *_2. Solusi dari kendala hamil dan menyidam_*
a. Niat beramal shalehnya harus meningkat menjadi tekad/ al’azmu.
 b. Bersungguh – sungguh / bermujahadah dalam melawan malas, lemas, mual, dan pusing untuk tetap beraktivitas amal shaleh.
c. Bertekad untuk mewariskan sifat- sifat terpuji bagi janin yang ada dalam rahimnya.
d. Berusaha untuk mengejar target yang sudah ditentukan.
e. Meyakini bahwa perjuangan mewujudkan generasi imaamul muttaqin berawal dari masa hamil.
f. Berjamaah dengan yang lain dalam aktifitas amal shaleh .

๐ŸŒท *_3.Solusi bagi ibu yang sedang  haidh_*
a. Harus tetap istiqomah dalam amal- amal  shaleh yang diperbolehkan.
b. Berkhidmat kepada keluarga yang akan beramal shaleh.
c. Membantu dan meringankan pekerjaan anggota keluarga yang lain
d. Menyiapkan buka dan sahur untuk orang yang berpuasa.
e. Memberikan buka puasa kepada tetangga atau jamaah di masjid.
f. Menghidupkan malam dengan zikir, murojaah hafalan quran,  istighfar, shalawat dan doa.

๐Ÿ’ *_4. Solusi dari kendala pulang kampung._*
a. Berusaha untuk Istiqamah
b. Diatur waktu pulangnya yang tidak menganggu ibadah 10 hari terakhir terutama malam lailatul qadar.
c. Menejmen waktu yang baik sehingga tidak ada ibadah yang tertinggal.
d. Dalam perjalanan banyak membaca alquran atau menyimak tilawah quran (dari hp, mp3, vcd dll ) ,  berzikir, beristighfar, bershalawat dan berdoa.

๐ŸŒธ *_5.Solusi dari  Kendala pekerjaan rumah_*
a. Menggunakan prinsip efektif dan efisien.
b. Menejmen waktu yang baik.
 c. Memberlakukan skala prioritas.
d. Ada pembagian tugas dan pekerjaan
e. Menegakkan hak-hak ukhuwwah , saling membantu, dan saling meringankan beban.

๐Ÿ€ *_6. Solusi dari kendala persiapan lebaran._*
a. Memahami bahwa persiapan lebaran adalah sunnah, sedangkan istiqomah di 10 hari terakhir wajib dan amal yang wajib tidak boleh dikalahkan oleh amal yang sunnah.
b. Melakukan persiapan lebaran yang praktis saja.
c. Ada yang bisa dilakukan sebelum datangnya Romadhan seperti membeli baju lebaran.
d. I’tikaf di masjid.

Semoga bermanfaat, fastabiqul khairoot !

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Mewujudkan Shaum yang Berkualitas bagi Keluarga Muslim

๐Ÿ“† Sabtu, 28 Sya’ban 1437H / 04 Juni 2016

๐Ÿ“š *KELUARGA & TARBIYATUL AULAD*

๐Ÿ“ Pemateri: *Ustzh. DR. Hj. Aan Rohanah, Lc , M.Ag*

๐Ÿ“ *Mewujudkan Shaum yang Berkualitas bagi Keluarga Muslim*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ ๐ŸŒธ

Hanya dengan shaum yang berkualitas seorang hamba bisa mendapatkan seluruh keutamaan Romadhan dan keutamaan shaumnya. Sehingga tidak termasuk orang yang diharamkan dari kebaikan yang ada di bulan Romadhan. Rasulullah bersabda:

ูุงู† ุงู„ุดู‚ู‰ ู…ู† ุญุฑู… ููŠู‡ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆ ุฌู„

  Artinya : ” sesungguhnya orang yang sengsara adalah orang yang ketika di bulan Romadhan diharamkan dari rahmat Allah SWT. “

Shaum yang berkualitas bukan shaum yang hanya meninggalkan makan dan minum saja, tetapi shaum yang berkualitas adalah meninggalkan semua bentuk napsu yang dilarang oleh Islam dan mengiringinya dengan berbagai bentuk kebaikan  yang dilandasi oleh  keikhlasan dan sesuai dengan ajaran Islam. Ulama fiqih sering menyebutnya dengan shaumu khushuushil khushush.

Ayah dan ibu di tengah kesibukannya menyelesaikan kewajiban rumah tangga,  tetap bisa mewujudkan shaum yang berkualitas sebagaimana telah dilakukan keluarga Rasulullah, keluarga para sahabat dan keluarga para salafush shaleh.  Kita semua berharap setiap tahun bisa mewujudkan shaum di bulan Romadhan lebih berkualitas dari pada tahun2 sebelumnya. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita untuk mewujudkannya.

Adapun kiat mewujudkan shaum yang berkualitas adalah sebagai berikut:

๐Ÿ€1. Memiliki persepsi dan pemahaman yang benar tentang kemuliaan dan keutamaan Romadhan.

๐Ÿ€2. Iman yang kuat yang dapat menumbuhkan kecintaan dan kegemaran dalam beramal shaleh serta menumbuhkan kekuatan untuk bisa mengatasi semua rintangan.

๐Ÿ€3. Niat yang ikhlas untuk mewujudkan shaum yang berkualitas secara istiqamah sejak awal hingga akhir Romadhan.

๐Ÿ€4. Banyak berdoa kepada Allah memohon kemudahan , kesehatan, dan  pertolongan Nya.

๐Ÿ€5. Bersungguh- sungguh/ bermujahadah. Allah berfirman:

ูˆุงู„ุฐูŠู† ุฌุงู‡ุฏูˆุง ููŠู†ุง ู„ู†ู‡ุฏูŠู†ู‡ู… ุณุจู„ู†ุง
Artinya:
” Dan orang- orang  yang bersungguh- sungguh di jalan Kami niscaya Kami berikan kepada petunjuk untuk selalu berada di jalan Kami”. QS Al ‘Ankabut (29) : 69

๐Ÿ€6. Memiliki target amal shaleh yang jelas.

๐Ÿ€7. Membuat jadwal kegiatan / amalan sehari-hari.

๐Ÿ€8. Disiplin dengan jadwal agar bisa mencapai target amal yang sudah ditentukan.

๐Ÿ€9. Evaluasi terhadap amalan hariannya apakah sudah sesuai  jadwal dan apakah bisa mencapai target.

๐Ÿ€10. Saling tolong menolong dan bekerjasama dalam kebaikan.

๐Ÿ€11. Bersegera dalam kebaikan dan tidak menunda.

๐Ÿ€12. Menghidupkan jiwa berlomba dalam kebaikan pada seluruh anggota keluarga.

๐Ÿ€13. Memberlakukan skala prioritas:
a. mendahulukan yang wajib dari pada yang sunnah,
b. mendahulukan yang pahalanya lebih besar,
c. mendahulukan yang lebih besar manfaatnya dan
d. mendahulukan yang lebih penting.

๐Ÿ€14. Menyelesaikan kegiatan rumah tangga dengan efisien dan efektif.

๐Ÿ€15. Mewujudkan rumah sebagai lingkungan yang Islami.

๐Ÿ€16. Mengkondisikan keluarga pada persepsi yang sama tentang romadhan dan saling berwasiat tentang kebenaran dan kesabaran.

Semoga bermanfaat, fastabiqul khairoot!

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Keteguhan Dibalik QS Al Qalam 68: 2-3

📆Sabtu, 28 Sya’ban 1437H/ 04 Juni 2016
📗Al-Qur’an
📝 Ustadz Noorahmat
📖 *Keteguhan Dibalik QS Al Qalam 68: 2-3*
========================
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Alhamdulillah….
Adik-adik…
Hari ini kita coba kaji bagian pembuka dari salah satu surat di Juz 29. Surat Al Qalam yang merupakan salah satu surat yang diturunkan di Makkah (Makkiyyah) yang kalau adik-adik buka di mushaf utsman terdapat di halaman 564.
Suatu ketika… Rasulullah SAW ditimpa kegalauan ketika aktifitas beliau mensyiarkan nilai-nilai Tauhid justru ditanggapi orang-orang musyrik Makkah dengan menganggap bahwa Rasulullah SAW merupakan seorang yang gila atau kerasukan syaithan [1]. Maka kemudian Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat kedua dan ketiga dari Surat Al Qalam ini…
مَآ أَنتَ بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ بِمَجۡنُونٍ۬, وَإِنَّ لَكَ لَأَجۡرًا غَيۡرَ مَمۡنُونٍ۬.
Dengan karunia Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah orang gila. Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. (68: 2-3)
Maksud dari Firman Allah Azza wa Jalla pada ayat kedua adalah bahwa Rasulullah SAW bukanlah orang gila sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang bodoh dari kaum Quraisy. Mereka mendustakan apa yang beliau bawa berupa hidayah (petunjuk) yang jelas dan membuat mereka akhirnya menganggap beliau sebagai orang gila. [2] Jadi adik-adik… Allah Azza wa Jalla bersumpah dengan Qalam dan Kitab yang ditulis untuk membuka pintu pengajaran, karena Allah Ta’ala tidak bersumpah kecuali untuk urusan-urusan yang besar. Disini Allah Aza wa Jalla menjelaskan *muqsam ‘alaih* ( _isi sumpah_ ) itu: “Sesungguhnya Rasulullah SAW tidaklah gila seperti yang mereka sangkakan. Allah telah mengkaruniakan kepada beliau kenabian, keistimewaan akal dan kemuliaan akhlak”. Setelah itu Allah Ta’ala menjelaskan beberapa ni’mat-Nya kepada beliau diantaranya berupa ganjaran yang besar dan pahala yag banyak serta tidak akan terputus _[tak terhitung banyaknya]_ karena beliau menyampaikan risalah Allah Azza wa Jalla kepada makhluk-Nya, termasuk karena keshabaran beliau dalam menghadapi gangguan dan keteguhan beliau menghadapi musibah. [4] Dari kedua ayat tersebut….kita bisa mengambil beberapa hikmah dari akhlak beliau yang bisa kita aplikasikan dalam keseharian sebagai seorang pemuda muslim yang mengidolakan Rasulullah SAW sebagai teladan kehidupan kita…
1. Rasulullah SAW *mempraktikkan* apa yang diwahyukan Allah SWT kepada beliau. Beliau tidak sekedar tahu, tapi beliau juga mengaplikasikannya dalam keseharian. Itulah mengapa beliau SAW disebut sebagai Al Qur’an berjalan. Karena tiada satu wahyu-pun yang tidak beliau fahami dan semua dipraktikkan dalam keseharian dalam bentuk keteladanan bagi kita semua hingga akhir zaman.
2. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam hal *keyakinan* kepada Allah Azza wa Jalla. Beliau yakin dengan tugas yang Allah Ta’ala berikan. Dan beliau pantang menyerah dalam melaksanakan amanah tersebut. Meski beliau dianggap gila atau kerasukan syaithan…tetap saja beliau komitmen dalam mengemban tugas sebagai Rasulullah. Demikian pula dengan kita. Komitmen dengan nilai-nilai Islam dan menyampaikannya kepada kawan-kawan kita dalam bentuk keteladanan. Jangan justru kita yang terpengaruh J
3. Rasulullah SAW *hanya mengharapkan* keridhaan Allah Ta’ala dan tidak mengharapkan balasan dari yang lain. Maka dari itu, kita pun harus menjadikan orientasi tertinggi kita adalah Ridha Allah Ta’ala, bukan Ridha yang selain-Nya…. (apalagi Ridho Irama….nggak nyambung nanti 😅)
4. Rasulullah SAW *sangat bershabar* ketika menghadapi kesulitan. Maka kita semua harus bershabar dalam memperjuangkan tegaknya nilai Islam. Keshabaran itu bukan nrimo atau terima apa adanya lho ya….tapi shabar itu juga bermakna berjuang melakukan perubahan dengan sebesar-besarnya kemampuan dan potensi yang kita miliki.
5. Rasulullah SAW senantiasa *bertoleransi* terhadap siapun di sisi beliau, Beliau selalu memperhatikan siapa saja yang ada di sekitar beliau. Kesalahan mereka akan diluruskan belau dengan penuh kelembutan dan sesuai dengan kondisi dan kapasitas masyarakat yang Rasulullah SAW hadapi. Tapi ingat ya adik-adik….semua beliau lakukan dalam upaya mendidik ummat manusia menjadi lebih baik dari segala sisinya.
6. Rasulullah SAW senantiasa *mempraktikkan keadilan*. Baik terhadap kawan maupun lawan. Beliau tidak langsung marah ketika disebut sebagai orang Gila. Inilah yang membuat beliau semakin disegani oleh kawan maupun kawan. Karena sikap beliau sangat terukur dan terjaga serta tidak serampangan. Coba bayangkan bila saat itu Rasulullah SAW langsung angkat pedang menunjukkan kemarahan….bisa jadi kita tidak pernah mengenal Islam…
7. Rasulullah SAW *penuh kepatuhan* kepada Allah Azza wa Jalla. Inilah yang menjadikan beliau sebagai yang utama diantara seluruh Nabi dan Rasul. Karena seluruh sikap beliau menunjukkan kepatuhan tingkat tertinggi kepada kehendak Allah Azza wa Jalla. Tidak pernah sekalipun beliau menselisihi perintah Allah ta’ala. Maka sampai diamanakah keta’atan kita kepada Allah Rabb Semesta Alam?
Barakallahu fiikum ajma’iin
 
————-
*Maraji*
*[1]* Riwayat Ibnu Mundzir dari Ibnu Juraij sebagaimana dituliskan dalam kitab Lubabun Nuqul
*[2]* AlMisbah Al Munir fi Tahzib Tafsir Ibnu Katsir
*[3]* Tafsir At Tabari
*[4]* Ibid.
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih pahala…..

Spasi Kehidupan

๐Ÿ“† Jumat, 27 Sya’ban 1437H /  03 Juni 2016

๐Ÿ“š *Motivasi*

 ๐Ÿ“ *Ust. Abdullah Haidir Lc.*

 ๐Ÿ“‹ *Spasi Kehidupan*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐ŸŒทDulu, kita pernah diajarkan bahwa rel kereta itu harus diberi jarak/spasi satu sama lain, agar tersedia ruang utk memuai.

โ˜˜Spasi dalam tulisan juga dibutuhkan, utk keindahan dan kemudahan memahami. Bayangkan kalau tulisan tidak ada spasinyaโ€ฆ

๐ŸŒทBegitulah kurang lebih yang juga kita butuhkan dalam hidup ini: *Spasi kehidupan.*

โ˜˜Ruang yg harus kita kosongkan untuk diisi sesuai kebutuhan..

๐ŸŒทHidup ini sangat beragam, berwarna, berkelindahan, penuh konsideran. Beratlah kala dipahami mutlak-mutlakan, serba dikotomis dan hitam putih.

โ˜˜Spasi dalam kehidupan dapat kita maknai sebagai ruang permakluman, toleransi, ruang diskusi, mencari konsideran, mencari hikmah, dll.

๐ŸŒทKetika kita melihat anak istri tidak menurut, langsung kita vonis mereka durhaka, itu pertanda kita tidak punya spasi kehidupan.

โ˜˜Tapi, jika di tengah kekecewaan menghadapi hal tsb, kita tetap memberi ruang untuk memahami alasan mereka bersikap spt itu, itulah *spasi kehidupan..*

๐ŸŒทIbnu Mubarak berkata, โ€œJika istri dan hewan tunggangan saya tdk menurut, saya melihatnya sebagai indikasi ketakwaan yang sedang turun..โ€

โ˜˜Ketika kita memuji seseorang, jangan lupa sediakan spasi dalam diri kita tentang sisi kemanusiaannya yg berpotensi salah dan khilafโ€ฆ

๐ŸŒทSehingga jika memang suatu saat ada kesalahan yg terbukti dia lakukan, kita tdk berapologi atau berbalik 180 derajat memusuhinyaโ€ฆ

โ˜˜Pun sebaliknya, jika kita tdk menyukai sikap seseorang, hendaknya tetap memberikan *spasi* utk memahami alasannya, latar belakangnya, atau lainnya.

๐ŸŒทApalagi kalau masalahnya sangat terbuka untuk membrikan ruang interpretasi dan yg menyampaikannya memilki kapasitas ilmu dan pengalaman..

โ˜˜Ketiadaan spasi kehidupan inilah yg menjadikan setiap perbedaan berujung dengan benturan, kata-kata keji atau bahkan kekerasan, dlm semua dimensi..

๐ŸŒทSpasi kehidupan ini bukan berarti tidak punya prinsip. Prinsip itu harus, tapi terukur, tidak membabi buta serta tetap menghormati pihak lain.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Bila Tilawah Lebih utama dari Doa

๐Ÿ“† Jumat, 27 Sya’ban 1437H /  03 Juni 2016

๐Ÿ“š *Motivasi*

 ๐Ÿ“ *Ustadzah Rochma Yulika*

 ๐Ÿ“‹ *Bila Tilawah Lebih utama dari Doa

*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐ŸŒทBerdoa tanpa usaha sama artinya dengan bohong.
Berusaha tanpa berdoa artinya sombong

โ˜˜Keduanya saling melengkapi aagar terpenuhi harapan diri.
Tak akan kecewa hati karena keinginan tercukupi

๐ŸŒทDoa adalah permohonan, pengharapan seorang hamba kepada Sang Khaliq.

โ˜˜Doa itu intinya adalah ibadah, doa adalah senjata, doa adalah obat, doa adalah pintu segala kebaikan.

๐ŸŒทDengan banyak berdoa banyak urusan terselesaikan, banyak kesempitan terlapangkan, banyak masalah akan teruraikan.

โ˜˜Doa yang utama kala kita memperbanyak tilawah Al Quran.

๐ŸŒทDari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu โ€˜anhu, ia berkata : Rasulullah Shalallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman :

“Barang siapa yang sibuk membaca Al Qur’an dan dzikir kepada Ku dengan tidak memohon kepada Ku, maka ia Aku beri sesuatu yang lebih utama dari pada apa yang Aku berikan kepada orang yang minta”.

Kelebihan firman Allah atas seluruh perkataan seperti kelebihan Allah atas seluruh makhlukNya”.(Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).

โ˜˜Dalam sebuah kisah…
Muhammad Bin Qais mengatakan:
“Diberitahukan kepadaku bahwa ketika seorang bangun pada malam hari untuk mengerjakan sholat Tahajjud, maka berkah dari Surga akan diturunkan untuknya. Para malaikat akan turun untuk mendengarkan lantunan bacaan Al Qurannya.

Mereka berada di rumah tersebut serta semua makhluk yang ada di atmosfer ini akan mendengarkan bacaannya.

โ˜˜Ketika dia telah menyelesaikan sholat dan duduk untuk berdoa, maka para malaikat akan mengelilinginya dan membaca aamiin untuk doanya tersebut.

๐ŸŒทSetelah dia selesai mengerjakan sholat tahajjud dan beristirahat, maka akan ada seruan yang ditujukan padanya, ‘seorang hamba yang telah melaksanakan ibadah dengan baik tidur dengan penuh kenikmatan”

โ˜˜Apapun persoalan hidup kita, apakah kita sedang bahagia atau sedih, tetaplah berdoa kepada Allah. Jangan pernah berhenti memanjatkan doa kepada Allah, karena doa adalah masa depan kita. Doa adalah kekuatan kita, doa adalah senjata kita.

โ˜˜Perhatikan ada-adab berdoa, dan bersabarlah menunggu dikabulkan-Nya

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Bibel, Injil & Silsilah Nabi

๐Ÿ‘ณUstadz Menjawab๐Ÿ‘ณ
๐Ÿ’ปUstadz Dr. Wido Supraha
( supraha.com )

๐Ÿ“†Kamis, 2 Iuni 2016 M
                 26 Sya’ban 1437 H
๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ

Assalamualaikum saya mau tanya..
Apa perbedaan injil dan bibble?
Mengapa di inggris, nama nama nabi dikenal dengan nama lain yang ternyata nama lain tersebut terdapat dalam bibble ?
Misalnya Musa (Inggris: Moses), Harun (Inggris: Aaron), Daud (Inggris: David) saya barusan membacanya di http://tuanzamier-atjeh.blogspot.co.id/2013/05/silsilah-nabi-muhammad-saw-hingga-nabi.html?m=1
Bagaimana hukumnya jika mualaf misal ia berasal dari negara inggris, lalu salah menyebut nama nabi yg sebenarnya? Karena teman saya berasal dari negara afrika, ia beberapa bulan yang lalu mualaf.
Saya penasaran.. mohon jawabannya
๐Ÿ…ฐ3โƒฃ8โƒฃ

Jawaban:
————–

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡ ุŒ
Injil dan Bible merujuk kepada kitab yang sama, demikian juga perbedaan penyebutan nama Nabi, sejatinya merujuk pada orang yang sama. Kalau kita bandingkan antara nama Nabi yang kita lafazhkan dari Al-Qurฤn, dan nama Nabi yang digunakan kaum Kristiani dari bahasa Ibrani, atau bahasa Latin atau bahasa Inggris sejatinya adalah merujuk pada sosok yang sama.

1 . ADAM / ADAM
2 . IDRIS / ENOCH
3 . NUH / NOAH
4 . HUUD / HEBER
5 . SHALEH / SHELAH
6 . IBRAHIM / ABRAHAM
7 . LUTH / LOT
8 . ISMAIL / ISHMAEL
9 . ISHAQ / ISAAC
10. YAKUB / YACOB
11. YUSUF / YOSEPH
12. AYUB / JOB
13. ZULKIFLI / EZEKIEL
14. SU’AIB / JETHRO
15. YUNUS / JONAH
16. MUSA / MOSES
17. HARUN / AARON
18. ILYAS / ELIJAH
19. ILYASIN / ELISHA
20. DAUD / DAVID
21. SULAIMAN / SOLOMON
22. ZAKARIA / ZECHARIAH
23. YAHYA / JOHN
24. ISA / YESUS
25. MUHAMMAD ๏ทบ

Tentunya bagi seorang Muslim, akan jauh lebih baik melafazhkan nama Nabi sesuai firman Allฤh ๏ทป. Namun begitu, dalam rangka dakwah kepada orang-orang kafir yang terbiasa dengan lafazh-lafazh dari bahasa kaum mereka, tidaklah mengapa menggunakan lafazh mereka, dan dalam hal ini tidak ditemukan larangan dalam nash yang shahih. Penggunaan bahasa yang mereka fahami, selain akan membuat dakwah menjadi lebih efektif, juga dapat lebih menarik hati mereka ke jalan hidayah. Namun begitu, yang utama setelahnya adalah mengajak manusia kepada cara melafazhkan nama Nabi sesuai firman Allah ๏ทป, khususnya mereka yang telah meyakini bahwa Tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allฤh ๏ทป, dan bahwa Nabi Muhammad ๏ทบ adalah utusan-Nya dan hamba-Nya.
Wallฤhu a’lam.

๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด๐ŸŒด

Dipersembahkan Oleh :
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผRaih pahala!Sebarkan..

MengQodho Sholat Karena Malas, Bagaimana Hukumnya???

๐ŸŽ€Ustadzah Menjawab๐ŸŽ€
โœUstadzah Nurdiana

๐Ÿ“†Kamis, 2 Juni 2016 M
                 26 Sya’ban 1437 H
๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ

Assalammu’alaikum ustadz/ah..
Temen saya bertanya. Dia itu sering sekali tidak sholat. Misalnya, dia tidak sholat subuh, dzuhur, ashar. Sengaja. Karna dia kadang suka males, eh pass waktu sholat maghrib dia mulai berfikir kalo itu dosa. Dan akhirnya di qadha di sholat maghrib. Bisakah seperti itu? Bagaimanakah hukumnya? Terimakasih. Wassalammu’alaikuum. ๐Ÿ…ฐ3โƒฃ3โƒฃโœ”.                              
Jawabannya.
————–

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡ ุŒ
kondisi yang ditanyakan memang banyak terjadi di tengah masyarakat kita, hal tersebut di sebabkan karena ketidak pahaman tentang fiqih sholat, pentingnya sholat dan nikmatnya orang yang selalu menjaga sholat.

Banyak faktor penyebabnya kenapa orang melalaikan sholat, diantara penyebabnya seperti yang dijelaskan yaitu *”malas”* ini penyakit yang tidak ada obatnya kecuali orang tersebut mau melawannya. Malas adalah salah satu tanda lemah iman.

Allah berfirman :
“Allah tidak akan merubah nasib satu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya.”
( Qs. Ar Ra’d :11 )

Kepada orang seperti ini pendekatannya jangan pendekatan fiqih tapi lebih di motivasi untuk banyak belajar masalah aqidah terutama kaitannya dg usul tsalasah (Allah, Rasul, Islam) di kuat dulu aqidahnya, pemahamannya sehingga bersamaan dengan itu harapannya ibadahnya bisa membaik.
Wa Allahu a’lam.

๐ŸŒบ๐Ÿ€๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒน๐ŸŒพ

Dipersembahkam oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih pahala….

Sholat Istikhoroh, sehari berapa kali???

๐ŸŽ€Ustadzah Menjawab๐ŸŽ€
โœ’Ustadzah Novria, S.Si

๐Ÿ“†Kamis, 2 Juni 2016 M
                  26 Sya’ban 1437 H
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒผ๐ŸŒท๐ŸŒน

Assalamuร laikum Ustadz/ah…
Saya dihadapkan dlm masalah berat dan harus membuat keputusan iya/tidak. Keputusannya pun harus segera saya tetapkan. Dlm hal ini bolehkah saya melakukan istikharah bbrp kali dlm sehari? Dan kpn saja wkt yg tepat buat istikharah? ๐Ÿ…ฐ3โƒฃ8โƒฃ

Jawaban
—————

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡ ุŒ
Sholat Istikharah boleh dilakukan berulang kali jika kita ingin istikharah pada Allah dalam suatu perkara. Karena istikharah adalah doโ€™a dan tentu saja boleh berulang kali. Ibnu Az Zubair sampai-sampai mengulang istikharahnya tiga kali.

Dalam shahih Muslim, Ibnu Az Zubair mengatakan,

 โ€œAku melakukan istikharah pada Rabbku sebanyak tiga kali, kemudian aku pun bertekad menjalankan urusanku tersebut.โ€

Sholat Istikharah boleh dilakukan kapan saja di siang hari atau malam hari,tapi waktu2 yg mustajab lebih diutamakan, seperti antara adzan dan iqomat, atau disepertiga malam terakhir.

Allahu A’lam Bishawab

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ๐ŸŒป๐Ÿ„๐ŸŒผ๐ŸŒท๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia….