MENGHIDUPKAN RASULULLAH SHALALLAHU ‘ALAIHI WASSALAM DALAM JIWA ANAK-ANAK KITA Bag.3

📆 Sabtu, 25 Syawal 1437H / 30 Juli 2016

📚 *KELUARGA & TARBIYATUL AULAD*

📝 Pemateri: *Ustadzah Dra. Indra Asih*

📝 *MENGHIDUPKAN RASULULLAH SHALALLAHU ‘ALAIHI WASSALAM DALAM JIWA ANAK-ANAK KITA  Bag.3*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁 🌷

*Bag. 1&2*   http://www.iman-islam.com/2016/07/menghidupkan-rasulullah-shalallahu.html?m=1

*7. Berhibur mencontoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam*

🌷 _*7.a. Berhibur sekedarnya saja (sa’atan, sa’atan)*_

“Demi Zat yang diriku dalam kekuasaannya! Sesungguhnya andaikata kamu disiplin terhadap apa yang pernah kamu dengar ketika bersama aku dan juga tekun dalan zikir, niscaya Malaikat akan bersamamu di tempat tidurmu dan di jalan-jalanmu. Tetapi hai Handhalah, saa’atan, saa’atan! (bergurau sekedarnya saja!). Diulanginya ucapan itu sampai tiga kali.” (HR. Muslim)
Sahabat, mereka biasa bergurau, ketawa, bermain-main dan berkata yang ganjil-ganjil, karena mereka mengetahui akan kebutuhan jiwanya dan ingin memenuhi panggilan fitrah serta hendak memberikan hak hati untuk beristirahat dan bergembira, agar dapat melangsungkan perjalanannya dalam menyusuri aktivitasnya. Sebab aktivitas hidunya itu masih panjang.
Ali bin Abi Thalib pernah berkata: “Sesungguhnya hati itu bisa bosan seperti badan. Oleh karena itu carilah segi-segi kebijaksanaan demi kepentingan hati.” Dan katanya pula: “Istirahatkanlah hatimu sekedarnya, sebab hati itu apabila tidak suka, bisa buta.”
Abu Darda’ pun berkata juga: “Sungguh hatiku akan kuisi dengan sesuatu yang kosong, supaya lebih dapat membantu untuk menegakkan yang hak.”
Oleh karena itu, tidak salah kalau seorang muslim bergurau dan bermain-main yang kiranya dapat melapangkan hati, dengan syarat kiranya hiburannya itu tidak menjadi kebiasaan dan perangai dalam seluruh waktunya, yaitu setiap pagi dan petang selalu dipenuhi dengan hiburan, sehingga melupakan kewajiban dan melemahkan aktivitasnya.
Bermain-main dalam kehidupan seperti makanan yang dicampur dengan sedikit garam sehingga terasa lezat. Tetapi jika garam itu terlalu banyak akan merusak makanan.
Dalam bermain-main, seorang muslim tidak boleh menjadikan harga diri dan identitas seseorang sebagai sasaran permainannya. Tidak juga diperkenankan dalam berguraunya itu untuk ditertawakan orang lain, dengan menjadikan kedustaan sebagai wasilah (cara).
“Celakalah orang yang beromong suatu omongan supaya ditertawakan orang lain, kemudian dia berdusta. Celakalah dia! Celakalah dia!” (HR. Tirmidzi)

🌷 _*7.b. Macam-macam hiburan yang halal*_

Ada beberapa macam permainan dan seni hiburan yang disyariatkan Rasulullah saw. untuk kaum muslimin, guna memberikan kegembiraan dan hiburan mereka. Dimana hiburan itu sendiri dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi ibadah dan melaksanakan kewajiban dan lebih banyak mendatangkan ketangkasan dan keinginan.
Hiburan-hiburan tersebut kebanyakannya berbentuk suatu latihan yang dapat mendidik mereka kepada manusia berjiwa kuat dan mempersi-apkan mereka untuk maju ke medan jihad fi sabilillah.
Di antara hiburan-hiburan itu ialah :

🌷 *7.b.i. Perlombaan lari cepat*
Para sahabat dulu biasanya mengadakan perlombaan lari cepat, sedang Nabi sendiri mengiyakannya. Ali adalah salah seorang yang paling cepat.
Rasulullah saw. sendiri mengadakan pertandingan dengan istrinya guna memberikan pendidikan kesederhanaan dan kesegaran.
Aisyah mengatakan : “Rasulullah bertanding dengan saya dan saya menang. Kemudian saya berhenti, sehingga ketika badan saya menjadi gemuk, Rasulullah bertanding lagi dengan saya dan ia menang, kemudian ia bersabda: Kemenangan ini untuk kemenangan itu.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

🌷 _*7.b.ii. Gulat*_
Rasulullah saw. pernah gulat dengan seorang laki-laki yang terkenal kuatnya, namanya rukanah. Permainan ini dilakukan beberapa kali. (HR. Abu Daud)

🌷 _*7.b.iii. Memanah*_
Di satu saat, Nabi pernah berjalan-jalan menjumpai sekelompok sahabatnya yang sedang mengadakan pertandingan memanah, maka waktu itu Rasulullah saw. memberikan dorongan kepada mereka dengan sabdanya:
“Lemparkanlah panahmu itu, saya bersama kamu.” (HR. Bukhari)
Pertandingan memanah itu bukan sekedar hobby atau bermain-main saja, tetapi salah satu bentuk daripada mempersiapkan kekuatan sebagai yang diperintah Allah dengan firman-Nya :
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditam-batkan untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan Musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah Mengetahuinya.” (QS Al Anfal 8:60)
“Kamu harus belajar memanah karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (HR. Bazzar dan Thabrani)
Namun Rasulullah saw. memperingatkan para pemain agar tidak menjadikan binatang-binatang jinak dsb. sebagai sasaran latihannya.
“Sesungguhnya Rasulullah saw. melaknat orang yang menjadikan sesuatu yang bernyawa sebagai memanah.” (HR. Bukhari dsasaranan Muslim)
Karena terdapat unsur penyiksanaan terhadap binatang dan merenggut jiwa binatang serta memungkinkan untuk membuang-buang harta. Justru itu pula Rasulullah saw. melarang mengadu binatang.

🌷 _*7.b.iv. Main anggar*_
Rasulullah saw. telah memberi perkenan kepada orang-orang Habasyah (Ethiopia) bermain anggar di dalam Masjid Nabawi dan ia pun memberi perkenan pula kepada Aisyah untuk menyaksikan permainan itu.
Umar, karena wataknya tidak suka bermain-main, maka dia bermaksud akan melarang orang-orang Habasyah yang sedang bermain itu, tetapi kemudian dilarang oleh Nabi.
“Ketika orang-orang Habasyah sedang bermain anggar di hadapan Nabi, tiba-tiba Umar masuk, kemudian mengambil kerikil dan melemparkannya kepada mereka. Kemudian Rasulullah saw. berkata kepada Umar: biarkanlah mereka itu, hai Umar.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pengarahan Nabi dalam mendidik dan memberikan hiburan hati istri-istrinya, yaitu dengan memperkenankan permainan yang mubah seperti ini. Sehingga kata Aisyah :
“Sungguh saya saksikan Nabi membatas saya dengan selendangnya, sedang saya melihat orang-orang Habasyah itu bermain di dalam masjid, sehingga saya sendiri yang merasa bosan. Mereka itu lincah selincah gadis muda belia yang masih suka bermain.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini merupakan suatu kelapangan dari Rasulullah saw. dengan mengizinkan permainan seperti ini dilakukan di Masjidnya yang mulia itu, agar di dalam masjid dapat dipadukan antara kepentingan duniawi dan ukhrawi; dan sebagai suatu pendidikan buat kaum muslimin, agar mereka suka bekerja di waktu bekerja dan bermain-main di waktu main-main. Di samping itu, bahwa permainan semacam ini bukan sekedar bermain-main saja, tetapi suatu permainan yang bermotif latihan.
Para ulama berkata “Bahwa masjid dibuat adalah demi kepentingan urusan kaum muslimin. Oleh karena itu apa saja yang kiranya bermanfaat untuk agama dan manusia, maka bolehlah dikerjakan di masjid.”

🌷 _*7.b.v. Menunggang kuda*_
“Sesungguhnya Rasulullah saw. pernah mengadakan pacuan kuda dan memberi hadiah kepada pemenangnya.” (HR. Ahmad)
Berkatalah Umar :
“Ajarlah anak-anakmu berenang dan memanah dan perintah-lah mereka supaya melompat di atas punggung kuda.”

🌷 _*7.b.vi. Berburu*_
Berburu itu sendiri pada hakikatnya adalah bersenang-senang, olahraga dan bekerja, baik dengan menggunakan alat seperti tombak dan panah atau dengan melepaskan binatang buruan seperti anjing dan burung.

🌷 _*7.b.vii. Mengenai Main dadu (termasuk main kartu)*_
Seluruh permainan yang di dalamnya ada perjudian, hukumnya haram. Sedang apa yang dinamakan judi, yaitu semua permainan yang mengandung untung-rugi bagi si pemain.
Jika tidak dibarengi dengan perjudian, maka sementara ulama ada yang menandang haram dan sebahagian lagi memandang makruh.
Kepada muslim yang bersikap wara maka jauhkanlah permainan ini karena permainan ini telah disifatkan kepada orang-orang yang lalai.
“Barangsiapa bermain dadu, maka seolah-olah dia mencelupkan tangannya dalam daging babi dan darahnya.” (HR. Muslim)
“Barangsiapa bermain dadu, maka sungguh dia durhaka kepada Allah dan RasulNya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah dan Malik)

🌷 _*7.b.viii.  Mengenai Main catur*_
Menurut hukum asalnya, segala sesuatu adalah mubah. Dalam hal catur ini tidak ada nas tegas yang mengharamkannya. Dan pada catur itu sendiri melebihi permainan dan hiburan biasa. Di dalamnya terdapat semacam sport otak dan mendidik berfikir.
Kebolehan permainan disyaratkan dengan tiga syarat :
_i. Karena bermain, tidak boleh menunda-nunda shalat_
_ii. Tidak boleh dicampuri perjudian_
_iii. Ketika bermain, lidah harus dijaga dari perkataan najis_
Kalau ketiga syarat ini tidak dapat dipenuhi, maka dapat dihukumi haram.

🔸Selesai🔸

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷VH🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Berhati-hati Dalam Perkara Kecil

📆 Jumat,  24 Syawal 1437 H / 29 Juli 2016 M

📚 MUAMALAH

📝 Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag

📋  *Berhati-hati Dalam Perkara Kecil*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

📚 *Hadits*

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا هَذَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ وَأَمَّا هَذَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ دَعَا بِعَسِيبٍ رَطْبٍ فَشَقَّهُ بِاثْنَيْنِ فَغَرَسَ عَلَى هَذَا وَاحِدًا وَعَلَى هَذَا وَاحِدًا ثُمَّ قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا (رواه اليخاري)

Dari Ibnu Abbas radliallahu ‘anhuma berkata; Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam suatu ketika melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda:

“Kedua penghuni kubur ini sedang mendapatkan siksa, dan keduanya disiksa bukan karena perbuatan dosa besar.

Yang satu disiksa lantaran *tidak bersuci dari kencingnya*, sedangkan yang kedua disiksa karena *suka mengadu domba (orang lain)*.”

Kemudian beliau meminta sepotong pelepah kurma yang masih basah. Lalu beliau membelahnya menjadi dua dan menancapkannya pada dua kuburan tersebut.

Beliau kemudian bersabda: ‘Semoga ini bisa meringankan keduanya selagi belum kering.’ (HR. Bukhari)

📚 *Hikmah Hadits :*

❣1. Anjuran untuk *berhati-hati dan tidak menganggap remeh perkara-perkara yang dianggap kecil*. Karena ternyata banyak orang yang disiksa lantaran menganggap remeh perkara perkara yang kecil.

Diantaranya adalah ketidak hati-hatian dalam menjaga lisan, sehingga lisannya dapat mengadu domba antara seseorang dengan orang lain (namimah), dan ketidak hati-hatian dalam masalah buang air kecil, sehingga auratnya tidak terhijab dari orang lain, atau tidak tuntasnya dalam membersihkan najis dari sisa air kecilnya, sehingga pakaiannya ternoda oleh najis.

Dan ternyata perkara yang dianggap ringan ini, mengakibatkannya mendapatkan azab.

❣2. Kemuliaan dan kemurahan hati Nabi Saw, dengan mendoakan umatnya yg mendapatkan siksa, seraya menancapkan pelepah kurma agar umatnya diringankan dari siksa.

Wallahu A’lam

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Sebuah Operasi Setengah Hati* *Kegagalan Beruntun yang Menandai Babak Akhir

📆 Kamis, 23 Syawal 1437H / 28 Juli 2016

📚 SIROH DAN TARIKH

📝 Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

📝 *Sebuah Operasi Setengah Hati*
*Kegagalan Beruntun yang Menandai Babak Akhir*

🌸🍀🌷💐💐🌷🍀🌸

*_Penyerangan Pulau Gozo, Juli 1551_*

Pada tanggal 18 Juli 1551 Masehi, kekhilafahan Turki Utsmani mengalami kegagagalan dalam menundukkan sarang bajak laut Order of St. John di Pulau Malta. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengamankan jalur pelayaran Kaum Muslimin di Laut Mediterranean. Pulau Gozo menjadi sasaran berikutnya dalam daftar ancaman teratas.

Pada tahun 1551 angkatan perang Turki Utsmani lebih dahulu membebaskan kota Tripoli di pantai Afrika Utara sehingga rencana bajak laut Order of St. John menjadikannya markas kedua mereka kandas. Dengan keberhasilan itu pula, secara taktis serangan ke Pulau Gozo menjadi perlu.

*Malta*

Panglima Perang Turki Utsmani untuk misi ini adalah Sinan Paşa yang didampingi oleh admiral Sal’a Reis dan Dragut Reis. Pada awalnya pendaratan di Pulau Malta dilancarkan ke arah Marsamxett, namun hanya dengan kekuatan 10 ribuan pasukan ternyata dinilai tidak cukup untuk menundukkan Birgu dan benteng St. Angelo yang terlalu kuat.

*Lesson #1* _tentukan prioritas, seimbangkan dengan kemampuan_

Perhatian balatentara Turki Utsmani kini beralih kepada kota Mdina yang terletak di pegunungan sebelah barat pulau. Melihat perkembangan ini, garnizun perim oak Order of St. John di Mdina dibawah Fra Villeganion mengumpulkan penduduk di desa sekitar untuk memusatkan kekuatan di dalam benteng kota.

*Lesson #2* _bergeraklah lebih cepat daripada lawan_

Kesigapan lawan serta kedatangan armada bantuan yang berani menyerang armada Turki di Teluk Marsamuchetto membuat balatentara Turki Utsmani kehilangan momentum. Standar operasi berikutnya adalah beralih pada sasaran sekunder yaitu Pulau Gozo.
Gozo

Pertahanan lawan di Pulau Gozo jauh lebih rendah di bawah gubernur Gelatian de Sessa yang tidak berdaya menghadapi kepungan balatentara Turki Utsmani. Ia berusaha melobi Sinan Paşa, namun di tolak secara mentah.

Setelah kepungan selama beberapa hari, benteng utama di Pulau Gozo menyerah dimana 300 orang sempat meyusup keluar. Selebihnya, 6 ribuan orang termasuk pasukan dan gubernurnya ditangkap sebagai tawanan perang. Sebagian besar mereka menjadi budak yang diangkut menuju Tripoli pada tanggal 30 Juli.

*Lesson #3* _kuasai dan jangan puas dengan rebutan kecil_

*Konsekuensi*

Pulau Gozo yang nyaris tak berpenghuni setelah itu mendapatkan perhatian prioritas untuk didiami kembali oleh para bajak laut Order of St. John. Dibutuhkan 150 tahun lagi untuk mendapatkan populasi sebanyak sebelum 1551.

Serangan ini mendorong dibentuknya komisi perbaikan sistem pertahanan kedua pulau yang terdiri dari dua orang ilmuan perbentengan Leone Strozzi dan Pietro Pardo. Pajak ditingkatkan pada masa grandmaster Juan de Homedes untuk perbaikan serta peningkatan kualitas pertahanan dan pengadaan kesatuan Dejma pengawas pantai.

*Lesson #4* _selalu meluangkan waktu untuk evalusi dan membenahi diri_

Kedua benteng St. Michael dan St. Elmo ditingkatkan struktur pertahanannya sebagaimana bastion di Mdina dan Birgu atas rekomendasi komisi tersebut. Pertahanan baru dibangun di Senglea.

Kegagalan operasi ini mendorong serangan berskala lebih besar pada tahun 1565, namun friksi antar pimpinan serta jauhnya garis logistik menyebabkan ia juga kandas. Dua serangan berikutnya pada 1613 dan 1709 juga dilancarkan setengah hati atas Pulau Gozo; keduanya kandas lagi.

Tanda-tanda melemahnya balatentara Turki Utsmani mulai nyata di front ini.

Hari kedua bulan Syawal 1437 H, bertepatan dengan 7 Juli 2016, Depok yang cerah

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🍀😋

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahalanya

Surat An-Nashr

Sabtu, 25 Syawal 1437 H/ 30 Juli 2016
Al-Qur’an
Ustadz Noorahmat
 *Surat An-Nashr*
==========================

Assalamu’alaikum wr wb.
Adik-adik. Kali ini kita akan membahas surat yang turun di fase akhir risalah kenabian. Yaitu Surat An Nashr.
سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. [QS An-Nasr: 1]
Surat An Nashr ini turun menjelang wafatnya Rasulullah SAW sebagai sebuah khabar gembira bahwa Rasulullah SAW akan melihat kejayaan dan kemenangan Islam.
Ada yang menarik pada kelanjutannya….yuk disimak.
وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا * فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا
Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.
[QS An-Nasr: 2 – 3]
Adik-adik…
Apa ya hubungan antara istighfar dengan kemenangan Islam dan kejayaan kaum muslimiin? Menang kok justru disuruh istighfar?
Ternyata memang seseorang ataupun sekelompok manusia yang diberi kemenangan seringkali terjangkiti sebuah penyakit kronis….
Penyakit apa itu adik-adik?
Penyakit itu adaah penyakit hati berupa rasa kagum berlebih pada diri sendiri atau NARSIS yang berujung pada kesombongan….
Jangankan kemenangan muslim…..lulus UN dengan nilai Amazing saja bisa menimbulkan efek Narsis…..iya apa iya hayo…? Eh…
Nah ketika seorang muslim atau kumpulan muslim atau entitas organisasi Islam mendapat nikmat kemenangan, tidak jarang diantara mereka dan pemimpinnya terjangkiti efek Narsis ini sebagaimana juga menjangkiti banyak pemimpin “sukses” dunia yang akhirnya berujung pada kejatuhan yang sangat pahit.
Sejarah mencatat karir melejit seperti Ramses sang Fir’aun, Napoleon Bonaparte, Adolf Hitler, hingga tak terkecuali pemimpin-pemimpin di Indonesia. Sukses di awal masa kelemimpinan namun berujung pada akhir kehidupan yang menyedihkan dan cenderung mengenaskan.
Oleh karena itu, kemenangan, keberhasilan, kesuksesan dan kejayaan harus ddisambut dengan pujian yang tulus pada Allah Azza wa Jalla atas nikmat kejayaan yang diberikan-Nya agar selalu ingat bahwa kejayaan itu tidak lepas dari keputusan Rabb Penguasa Alam Semesta.
Sekaligus diiringi permohonan ampun kepada Allah Ta’ala Dzat pemberi nikmat kejayaan atas segala bentuk kelengahan dan kealfaan tindak-tanduk kita selama proses menuju kejayaan yang kita peroleh. Karena Allah Ta’ala Yang Maha Sempurna menutupi kelengahan dan kelemahan kita yang bisa menangguhkan kejayaan.
Adik-adik sekalian….
Syukur dan Istighfar merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya tidak sekedar menjaga amal dari ke-sia-sia-an, namun juga sekaligus menjaga hati dari kesombongan maupun keangkuhan. Karena sadar sepenuhnya bahwa nikmat kejayaan itu diberikan oleh Allah Azza wa Jalla kepada kita sebagai anugerah dan bentuk kasih sayang Allah Ta’ala pada hamba-Nya.
Melalui surat ini, Allah mengajarkan kepada kita semua untuk selalu mengembalikan keutamaan kepada Allah Rabb Semesta Alam, sekaligus pengakuan diri atas kelengahan dan kelemahan diri dihadapan-Nya dengan memohon ampun kepada Allah Al Ghafuur Ar Rahiim. Sebab hanya milik Allah Al Aziz segala bentuk keutamaan dan kejayaan.
Wallahua’lam.

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala

Membentuk Mental Pemenang

Jum’at, 24 Syawal 1437 H/ 29 Juli 2016
Pengembangan Diri dan Motivasi
Ustadzah Wiwit, Ustadzah Dina, Ustadzah Heni
 *Membentuk Mental Pemenang*
==============================

Assaalaamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh
Hai sobat muda, salam semangat perubahan!! 
Senang sekali kita bisa bersua lagi di grup manis for teen ini.
setelah di pekan sebelumnya, kita tak bersua  mohon maaf yaa 
Oke, materi kali ini adalah…..
MEMBENTUK MENTAL PEMENANG
Sebelumnya, yuk kita coba resapi dulu yang berikut ini.
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ
_Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan._
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
_Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan._ (Huud : 15-16)
Sob, kalau kita coba pahami ayat diatas, mudah banget ya kalo Alloh pingin buat dunia kita lapang selapang lapangnya.
Begitu juga sebaliknya, sangat mudah bagi Alloh membuat hidup kita disempitkan sesempit sempitnya.
Ayat 15-16 jelasin tentang keadaan orang yg beramal hanya untuk dunia. Gak ridho ama jatahnya di dunia, dan kalaupun berdoa, minta semua dibayar didunia
Orang yg beramal demi kehidupan dunia dan perhiasannya, ia akan mendapat balasan pekerjaannya di dunia dengan sempurna dan ia di dunia nggak mungkin dirugikan.
Pernah ngerasa ibadah semangat cuma pas keliatan orang (riya)? Padahal kalo sendiri malesnya minta ampun?Motor butut dah diganti mobil, tetep aja susah solat jamaah..rejeki nambah tetep aja sedekah kurang dari 10 persen penghasilan?
Nah..hati hati
Sob..jangan jangan Alloh lgi ngasih semua jatah kita, tpi alloh lgi habisin semua di dunia tapi dicabut keberkahan dan ampunan di akhirat.
Al Aufi dalam Tafsir ibnu katsir menjelaskan ayat diatas khusus buat yg beramal tapi riya :
“Orang orang yg suka riya, kebaikan mereka dibalas di dunia dan mereka tidak akan dizalimi sedikitpun. Barangsiapa yg melakukan atau tidak amal baik untuk dunia, misal puasa,shalat, tahajud hanya untuk kepentingan dunia, maka Allah berkata , _”Aku akan memenuhi pahala dunia yg ia cari, namun amalnya itu rusak karna tujuannya dunia dan di akhirat nanti ia termasuk yg merugi”_
Sob,
Entah sampe kapan kita akan hidup. Itupun kalo dihitung, gak tau lah sudah berapa lama usia kita isi dengan ketaatan.
So, supaya kita tdk mjd org yg merugi, kita perlu membentuk mental kita menjadi mental pemenang
mental pemenang berarti mengejar SUKSES AKHIRAT terlebih dulu, baru mengejar SUKSES dunia
Yuk Mari mendekat kpd Alloh, agar hubungan kita ama Alloh makin erat.. 🙂

www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala

Hikmah ramadhan

Kamis, 23 Syawal 1437 H/ 28 Juli 2016
Fiqih Ibadah
 Suci Susanti S.SoS.I
 *Hikmah Ramadhan*
=====================

Assalammualaykum adik-adik solehah..
Sebentar lagi bulan Syawal berakhir. Yuk… yang belum puasa sunnah syawal masih ada waktu beberapa hari lagi.
Masih ada yang ingat bahasan bunda minggu kemarin tentang hikmah Ramadhan ?
Nah… sekarang bunda akan bahas satu persatu.
Yang pertama tentang hikmah taat.
1. Sebenarnya apa sih arti taat itu ?
Taat adalah mengikuti aturan dan menjauhi larangan.
Sepertinya mudah ya adik-adik. Mudah untuk dituliskan dan diucapkan. Tapi dalam kenyataannya masih banyak yang berat melaksanakan.
Contoh kita menuruti perintah Allah adalah mengenakan hijab atau jilbab. Coba deh adik-adik lihat di sekitar lingkungan. Masih banyak sekali muslimah yang belum memakai hijab. Alasannya banyak. Ada yang katanya belum dapat hidayah, ada yang karena ngga mau aja, ada juga yang takut kalau pake hijab jadi ngga ‘kekinian’. Padahal jelas sekali perintah Allah swt bahwa semua muslimah wajib berhijab.
2. Kepada siapa saja kita harus taat ?
2.1. Yang pertama pastinya kita harus taat kepada Allah swt dan Rasulullah saw. Seperti perintah Allah swt dalam QS An-Nisa 59 ;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ
” Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya)… “
Wajib hukumnya bagi semua muslim untuk tunduk patuh pada perintah Allah swt dan Rasulullah saw. Semua perintah Allah swt harus dituruti. Dalam mentaati Allah swt, kita ngga boleh sepotong-sepotong. Mengambil yang sesuai dengan keadaan kita dan menjauhi yang ngga sesuai dengan keinginan kita. Perintah Allah swt harus kita jalani secara utuh.
Memang ada ya, yang mengambil aturan Allah swt sepotong-sepotong ?
Ada dan banyak banget adik-adik. Contohnya, ada sebagian muslim yang ngga mau pakai hijab dengan alasan hijab budaya Arab tapi dia tetap menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Atau ada juga yang sudah berhijab tapi masih pacaran. Ini semua ngga utuh dalam mentaati perintah Allah swt. Seharusnya hijab dikerjakan, puasa Ramadhan dilaksanakan dan tidak berpacaran. Yang seperti ini artinya taat pada Allah swt secara utuh, tidak sepotong-sepotong.
2.2. Taat kepada orangtua
Nah.. untuk kita yang masih punya orangtua, wajib banget mentaati perintah mereka.
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
“Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya” [Al-Isra : 23]
Jelas sekali perintah Allah swt di atas agar kita mentaati orangtua. Kalau disuruh shalat ya shalat. Disuruh baca Alquran ya baca Alquran. Ikuti dan taati orangtua, selama nasehat yang diberikan tidak melanggar perintah Allah swt.
Selain taat pada orangtua, Allah swt jiga menyuruh kita untuk memperlakukan mereka sebaik-baiknya. Ada kalanya kita _bete_ banget sama nasehat orangtua.
Dalam hati kita ngomong “Ih.. mama ngga ngerti anak muda banget deh.”
Atau malah ketika orangtua kita memberi nasehat, karena ngga sesuai maka kota lawan. Wah… jangan sampai ya adik-adik. Ngga boleh banget melawan orangtua. Membentak orangtua, apalagi sampai teriak-teriak.
Coba baca lagi ayat di atas. Allah swt secara jelas mengatakan bahwa berkata ‘ah’ saja ngga boleh. Apalagi sampai melawan, membentak bahkan berteriak.
Pokoknya ketika orangtua memberi nasehat kebaikan, kita wajib untuk taat. InsyaAllah ngga ada orangtua soleh yang akan menjerumuskan anaknya.
Sekian dulu ya adik-adik solehah. InsyaAllah hikmah selanjutnya akan dibahas minggu depan.
Enjoy your school…
Enjoy your life..
Put Allah always swt in your heart ☺
Wassalammualaykum…
——————
Maroji :
Shahih Tafsir Ibnu Katsir

=====================
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala

Dakwah Itu…

📆 Rabu,  22 Syawal 1437 H / 27 Juli 2016 M

📚 DAKWAH ISLAM

📝 Ustadz Abdullah Haidir Lc.

📋  *Dakwah Itu………*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

🌺Dakwah itu, membina, bukan menghina…
Dakwah itu, mendidik, bukan ‘mendelik’…
Dakwah itu, mengobati, bukan melukai….
Dakwah itu, mengukuhkan, bukan meruntuhkan…
Dakwah itu, menguatkan, bukan melemahkan…

🌼Dakwah itu, mengajak, bukan mengejek…
Dakwah itu, menyejukkan, bukan memojokkan..
Dakwah itu, mengajar, bukan menghajar….
Dakwah itu, belajar, bukan kurang ajar ..
Dakwah itu, menasehati, bukan mencaci maki…
Dakwah itu, merengkuh, bukan menuduh…
Dakwah itu, bersabar, bukan gusar…

🌺Dakwah itu, argumentative, bukan provokatif..
Dakwah itu, bergerak cepat, bukan sibuk berdebat…
Dakwah itu, realistis, bukan fantastis …
Dakwah itu, adu konsep di dunia nyata, bukan adu mulut dan olah kata.

🌼Dakwah itu, mencerdaskan, bukan mencemarkan…
Dakwah itu, menawarkan solusi, bukan mengumbar janji…
Dakwah itu, berlomba dalam kebaikan, bukan berlomba saling menjatuhkan..
Dakwah itu, menghadapi masyarakat, bukan membelakangi masyarakat…

🌺Dakwah itu, memperbarui masyarakat, bukan membuat masyarakat baru..
Dakwah itu, mengatasi keadaan, bukan meratapi kenyataan…
Dakwah itu, pandai memikat, bukan mahir mengumpat …

🌼Dakwah itu, menebar kebaikan, bukan mengorek kesalahan…
Dakwah itu, menutup aib dan memperbaikinya, bukan mengumpat aib dan menyebarkannya..

🌺Dakwah itu, menghargai perbedaan, bukan memonopoli kebenaran..
Dakwah itu, apresiasi terhadap langkah positif, bukan mencari-cari motif….

🌼Dakwah itu, mendukung semua proyek kebaikan, bukan memunculkan keraguan..
Dakwah itu, memberi senyum manis , bukan menjatuhkan vonis…
Dakwah itu, berletih-letih menanggung problema umat, bukan meletihkan umat…

🌺Dakwah itu, menyatukan kekuatan, bukan memecah belah barisan..
Dakwah itu, kompak dalam perbedaan, bukan ribut atas nama persatuan…
Dakwah itu, menghadapi musuh, bukan mencari musuh…
Dakwah itu, mencari teman, bukan memusuhi teman…
Dakwah itu, melawan kesesatan, bukan berbicara menyesatkan…
Dakwah itu, menjulurkan tangan, bukan menjulurkan lidah…

🌼Dakwah itu, asyik dengan kebersamaan, bukan bangga dengan kesendirian…
Dakwah itu, menampung semua lapisan, bukan mengkotak-kotakkan…

🌺Dakwah itu, kita mengatakan.. ‘aku cinta kamu’… bukan… ‘aku benci kamu..’

🌼Dakwah itu, kita mengatakan, ‘Mari bersama kami…’ bukan.. ‘Kamu harus ikut kami…’

🌼Dakwah itu, dapat di masjid, di sekolah, di pasar, di kantor, di parlemen, di jalanan, hingga di tempat kebanjiran….
Dakwah bukan hanya di pengajian….!

🌺Dakwah itu…,asyik dah …
🌼Mau ikutan?… Hayuu lah..!

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Syarah Hadits Arbain Nawawiyah (Bag. 2)

📆 Selasa,  21 Syawal 1437 H / 26 Juli 2016 M

📚 Fiqih dan Hadits

📝 Ustadz Farid Nu’man Hasan, SS.

📋  *Syarah Hadits Arbain Nawawiyah (Bag. 2)*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

📚 *SYARAH HADITS PERTAMA (Niat dan Ikhlas)*

📌 *Matan Hadits* :

  عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله تعالى عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله تعالى عليه وعلى آله وسلم يقول: “إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى، فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه”. رواه إماما المحدثين: أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبه البخاري وأبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة.

  Dari Amirul Mu’minin, Abu Hafsh Umar bin Al Khathab Radhiallahu Ta’ala ‘Anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya amal itu hanyalah beserta niat, dan setiap manusia mendapatkan apa-apa sesuai yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrahnya  kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya itu adalah kepada Allah dan RasulNya, dan barang siapa yang hijrahnya   karena dunia yang diinginkannya atau wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada apa-apa yang ia inginkan itu.”  (Diriwayatkan oleh Imamul Muhadditsin, Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abul Husein Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi, dalam kitab shahih mereka yang merupakan kitab hadits paling shahih)

📌 *Takhrij Hadits:*

–  Imam Bukhari, Jami’ush Shahih, No. 45, 163, 2392, 3685, 4783, 6311, 6553
–  Imam Muslim, Jami’ush Shahih, No.  1907
–  Imam At Tirmidzi, As Sunan, No. 1698
–  Imam Abu Daud, As Sunan,  No. 2201
–  Imam Ibnu Majah, As Sunan, No. 4227
–  Imam Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra, No.181, 2087, 12686, 14773
–  Imam Ibnu Hibban, Ash Shahih, No. 388, 4868

Semuanya melalui jalur sahabat nabi yang sama yakni Umar bin Al Khathab Radhiallahu ‘Anhu. Beliau menggunakan kata sami’tu (Aku mendengar) yang menunjukkan bahwa Beliau mendengar hadits ini secara langsung dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tanpa perantara.

📌 *Makna Hadits:*

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله تعالى عنه قال  :

“Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Al Khathab Radhiallahu ‘Anhu, dia berkata:”

  Amirul Mu’minin artinya pemimpin orang-orang beriman, yakni orang yang mengurus berbagai urusan (Al Umur) kaum beriman yang berada dalam jangkauan wilayah kekuasaannya. Umar bin Al Khathab Radhiallahu ‘Anhu adalah orang pertama yang dipanggil dengan sebutan gelar ini. Orang pertama yang memanggilnya dengan sebutan ini adalah Abdullah bin Jahsy, dan menurut riwayat lainnya adalah Amr bin Al ‘Ash dan Mughirah bin Syu’bah. Sejak itu panggilan Amirul Mu’minin menjadi panggilan baku bagi khalifah selanjutnya.

  Bahkan pada masa selanjutnya, istilah tersebut juga dipakai oleh para ulama hadits yakni Amirul Mu’minin fil Hadits (pemimpin orang beriman dalam hadits) sebuah gelar tertinggi yang diberikan kepada ahli hadits. Di antara ahli hadits yang menyandang gelar ini pada masanya masing-masing adalah Imam Al Bukhari dan Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani (walau Beliau lebih dikenal dengan gelar Al Hafizh).

  Abu Hafsh Umar bin Al Khathab adalah  -sebagaimana keterangan Imam As Suyuthi dalam Tarikhul Khulafa’:
Beliau adalah Umar bin Al Khathab bin Nufail bin Abdil ‘Uzza bin Riyah bin Qurth bin Razah bin ‘Adi bin Ka’ab bin Lu’ai. Dialah Amirul Mu’minin, Abu Hafsh Al Qursyi Al ‘Adawi Al Faruq.

  Masuk Islam tahun keenam masa kenabian, saat usianya 27 tahun sebagaimana kata Imam Adz Dzahabi. Imam An Nawawi mengatakan Umar bin Al Khathab dilahirkan 13 tahun setelah peristiwa gajah (tahun gajah). Dia berasal dari suku Quraisy yang paling mulia. Masuk Islam termasuk generasi awal setelah 40 laki-laki dan 11 wanita. Ada juga yang mengatakan setelah  39 laki-laki dan 23 wanita, dan ada juga yang mengatakan setelah 45 laki-laki  dan 11 wanita. Setelah keislaman Umar, kaum muslimin di Mekkah senantiasa berjaya dan mereka amat berbahagia dengan keislamannya.

Dia adalah salah seorang sahabat nabi yang paling utama, salah seorang yang dikabarkan dijamin masuk surga, dan salah seorang khalifatur rasyidin. Beliau meriwayatkan hadits dari nabi 539 buah. (Imam As Suyuthi, Tarikhul Khulafa’, Hal. 89. Cet. 1. 2004M-1425H. Maktabah Nazar Mushthafa Al Baz)

  Selanjutnya:

 : سمعت رسول الله صلى الله تعالى عليه وعلى آله وسلم يقول”

Aku mendengar
 Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa ‘Ala Aalihi Sallam bersabda”  
  Ucapan Umar,  Sami’tu (Aku Mendengar) menunjukkan bahwa hadits ini didengarnya secara langsung dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tanpa perantara orang lain. Hal ini ditegaskan oleh Al ‘Allamah Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin Rahimahullah sebagai berikut:

وفي قوله سَمِعْتُ دليل على أنه أخذه من النبي صلى الله عليه وسلم بلا واسطة. والعجب أن هذا الحديث لم يروه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم إلا عمر رضي الله عنه مع أهميته، لكن له شواهد في القرآن والسنة.

  “Ucapannya ‘Aku Mendengar’ merupakan dalil bahwa Beliau mengambil hadits ini dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan tanpa perantara. Mengagumkannya adalah bahwa hadits sepenting ini tidak ada sahabat yang meriwayatkannya dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kecuali Umar Radhiallahu ‘Anhu. Tetapi hadits ini memiliki syawahid (banyak saksi/penguat) dalam Al Quran dan As Sunnah.” (Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin, Syarh Arba’in An Nawawiyah Hal. 3. Mawqi’ Ruh Al Islam)

  Selanjutnya:

إنما الأعمال بالنيات :”Sesungguhnya amal itu hanyalah beserta niat”
  Kata innama adalah –sebagaimana kata para ulama muhaqqiq (peneliti)-  Lil Hashr  للحصر)) yakni sebagai pembatas,  sehingga dia bermakna ‘Sesungguhnya hanyalah’ . Sebagai itsbat (penetap) dari hukum dari hal yang disebutkan setelahnya.

  Dengan kata lain tidak ada amal kecuali dengan niat. Jika dikatakan: Zaidun Qaaimun (Zaid sedang berdiri). Maka ini tidak ada pembatasan, bisa saja Zaid berdiri sambil makan, bersandar, atau aktiftas lainnya. Tetapi jika dikatakan Innama Zaidun Qaaimun (Sesungguhnya Zaid hanyalah sedang berdiri), maka ini sudah ada pembatasan bahwa aktifitas zaid cuma berdiri,  tidak yang lainnya.

  Al A’mal adalah jamak (plural) dari ‘amal (perbuatan),  sebagai kelanjutan dan ikrar dari niat. Al A’mal mencakup berbagai bentuk perbuatan, baik perbutan hati, lisan, dan jawarih (anggota badan). Amal hati seperti tawakkal kepada Allah, kembali dan takut kepadaNya. Amal lisan seperti berbicara dan makan. Amal jawarih seperti perbuatan tangan dan kaki dan yang semisalnya.

  Imam Ibnu Daqiq Al ‘Id Rahimahullah mengatakan:

والمراد بالأعمال: الأعمال الشرعية. ومعناه: لا يعتد بالأعمال بدون النية مثل الوضوء والغسل والتيمم وكذلك الصلاة والزكاة والصوم والحج والاعتكاف وسائر العبادات، فأما إزالة النجاسة فلا تحتاج إلى نية لأنها من باب الترك والترك لا يحتاج إلى نية، وذهب جماعة إلى صحة الوضوء والغسل بغير نية.

  “Yang dimaksud Al A’mal adalah amal-amal syar’i. artinya amal perbuatan tersebut  tidaklah cukup dengan tanpa niat, seperti wudhu, mandi junub, tayammum, demikian juga shalat, zakat, puasa, haji, I’tikaf, dan semua ibadah. Sedangkan menghilangkan najis tidaklah membutuhkan niat, karena itu merupakan pembahasan at tarku  (meninggalkan perbuatan), dan meninggalkan perbuatan tidaklah membutuhkan niat. Segolongan manusia berpendapat sahnya wudhu dan mandi  junub walau tanpa niat.”  Demikian dari Imam Ibnu Daqiq Al ‘Id.

  An Niyyat –dengan huruf Ya’ ditasydidkan- adalah jamak dari niyyah yang bermakna ‘azmul qalbi (tekad di hati). Di juga bermakna Al Qashdu (maksud).

Secara syariat menurut Syaikh Ibnu Al ‘Utsaimin niat bermakna:

العزم على فعل العبادة تقرّباً إلى الله تعالى، ومحلها القلب، فهي عمل قلبي ولاتعلق للجوارح بها

Tekad (keinginan kuat) untuk melaksanakan ibadah demi mendekatkan diri kepada Allah Ta’la, letaknya di hati, dan dia termasuk amal hati yang tidak tergantung dengan perbuatan anggota badan.  (Syaikh Ibnu Al ‘Utsaimin, Syarh Al Arba’in An Nawawiyah hal. 4-5. Lihat juga Syaikh Ismail bin Muhammad Al Anshari, At Tuhfah Ar Rabbaniyah Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, Hal. 2. Maktabah  Al Misykah. Juga Imam Ibnu Daqiq Al ‘Id, Syarh Al Arba’in An nawawiyah, Hal. 26. Maktabah Al Misykah)

 Maka, amal perbuatan dikatakan

SAH sebagai perbuatan, jika dibarengi niat untuk melaksanakannya. Tanpa niat, itu dinamakan ketidaksengajaan, rekayasa atau sandiwara, walau secara lahiriyah juga nampak adanya perbuatan tersebut.

  Tidak dinamakan shalat orang yang melakukannya tanpa niat, walau lahiriyahnya menampakkan dia sedang shalat. Tidak dinamakan masuk Islam bagi orang kafir yang mengucapkan dua kalimat syahadat, jika melaksanakannya tanpa niat untuk itu, melainkan sekedar tuntutan skenario di film.

  Selanjutnya:

وإنما لكل امرئ ما نوى :
“dan setiap manusia mendapatkan apa-apa sesuai yang diniatkannya.”

  Maksudnya, hasil akhir yang didapatkan seseorang dari perbuatannya  tergantung niat apa dibalik perbuatannya itu, dia tidak akan mendapatkan selain yang diniatkannya.

  Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr Hafizhahullah mengatakan:

  “Barangsiapa yang datang ke masjid untuk shalat, atau untuk menghadiri shalat berjamaah, atau mencari pahala dengan berdzikir dan membaca Al Quran, maka dengan ini dia akan mendapatkan sesuai apa yang diinginkannya. Ada pun yang masuk ke masjid  untuk melakukan amal yang tidak ada kaitan dengan perkara agama dan ketaatan, maka dia mendapatkan sesuai apa yang diinginkannya itu, dan tidak   mendapatkan pahala.” (Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr, Syarh Sunan Abi Daud, No. 066. Maktabah Al Misykah)

  Para ulama berbeda pendapat, apakah kalimat  ‘ wa innama likullimri’in maa nawa’ memiliki makna yang sama dengan innamal a’malu bin niyyat, ataukah dia merupakan kalimat penegas (taukid) dari kalimat tersebut?

  Dan, Syaikh Ibnu Al ‘Utsaimin lebih menguatkan bahwa maknanya adalah sebagai kalimat penegas. Sebab, pengulangan (repetition) biasanya memang berfungsi sebagai penegas, penguat dan penjelas dari kalimat sebelumnya.

🔹 Bersambung .. (masih syarah hadits 1)🔹
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

💼 Sebarkan! Raih pahala…

KENAPA YA NABI DILAHIRKAN DI MAKKAH?

📆Selasa, 21 Syawwal 1437 H/ 26 Juli 2016
📘Sirah
📝 Wido Supraha
📖 KENAPA YA NABI DILAHIRKAN DI MAKKAH?
=============================
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Brother and Sista,
Alhamdulillah, ternyata mudah kan ya menghafalkan nasab Nabi Muhammad Saw, manusia yang telah dipilih Allah Swt sebagai penutup para Nabi. Setiap pilihan Allah Swt sejatinya menunjukkan Rububiyah Allah dan memperlihatkan keutamaan sesuatu itu pada jenisnya. Itulah yang terlihat ketika Allah memilih langit yang paling atas dari tujuh tingkatan, Surga Firdaus, Tiga Malaikat Utama (Jibril, Mikail, Israfil), dan 2 khalil (kekasih) dari 5 Rasul Ulul Azmi dari 313 Rasul dari 124.000 Nabi. Demikian pula pilihan Allah kepada Nabi Muhammad Saw dari Bani Hasyim, dari Suku Quraisy, dari keturunan Kinanah, dari Khuzaimah, dari keturunan Ismail a.s. Rahasia-rahasia seperti ini yang perlu kita lebih perdalam bersama.
Demikian pula terhadap pemilihan Tanah Suci untuk para Nabi juga tidak terlepas dari tujuannya sebagai tempat berkumpulnya manusia dari berbagai penjuru negeri untuk pelaksanaan ritual ibadah mereka, sebagai tempat tersucikannya hati mereka, sebagai tempat yang paling aman bagi penganutnya, dan sebagai sarana penghapusan dosa. Tentu saja tanah itu adalah menjadi negeri yang paling baik dan paling dicintai-Nya, sehingga Allah bersumpah dengannya (lihat Q.S. At-Tin: 3 dan Q.S.  Al-Balad: 1), menjadikan masjid pertama yang dibangun di muka bumi ada di dalamnya, melarang manusia membuang hajat sembari menghadap dan membelakangi titik pusatnya, menyebutnya sebagai induk dari semua kampung (Umm al-Qurā), menjatuhi hukuman kepada yang berniat jahat di dalamnya (lihat Q.S. Al-Hajj: 25), memasukinya dengan berihram dengan pengecualian, dan menjadikan perasaan manusia tidak akan pernah bosan untuk mengunjunginya kembali. Coba deh niatkan dalam hati agar di antara negara pertama yang nanti sahabat-sahabat kunjungi adalah Makkah al-Mukarramah, ada perasaan yang jauh lebih menentramkan di sana.
Oh ya, tanah air bangsa Arab asli itu berada di kawasan Barat Daya Asia. Bagian Utara berbatasan dengan Syam, bagian Timur dengan Teluk Arab dan Laut Amman, bagian Selatan dengan Samudera Hindia, dan bagian Barat dengan Laut Merah. Kawasan inilah yang disebut Jazirah Arab atau Anak Benua Arab, dengan menisbatkan nama ini kepada bangsa Arab karena merupakan tanah kelahiran asli mereka, dan sebagian bangsa Arab tinggal di luar jazirah Arab, terutama suku pedalaman di Syam. Sementara bangsa Arab pada aslinya merupakan keturunan dari dua bangsa besar: Qahthan dan ‘Adnan.
So, udah mulai kebayang kan sedikit tentang rahasia pemilihan lokasi kelahiran Nabi? Ada pertanyaan bro and sis? Nanti kita lanjutkan lagi yach.
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih pahala….

Obat Galau

 Senin, 20 Syawal 1437H/ 25 Juli 2016
 Akhlak
 Kingkin Anida
 Obat Galau
=====================

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Hai sahabat fillah, gimana kabar kamu sekarang? Lagi galaukah? Hmm, galau boleh boleh aja sih. Itu normal. Yang ngga normal, bila galau dibiarin aja. Kamu bakal jadi anggota Komunitas Galau Internasional lho.
Hati galau adalah milik Allah. Hati ngga galau milik Allah juga sih… hati kita itu amanah Allah. Hati yang perlu senantiasa dijaga kekuatannya, kecerdasannya, kesehatannya untuk membangun pribadi bertakwa. Hati bertakwa itu imun dari kegalauan.
Hati yang sehat tidak galau, adalah hati yang terkategori dalam “Qolbun Syakirun” maknanya adalah hati yang selalu menerima apa adanya (qona’ah) dengan penuh rasa berterima kasih pada Allah.
Hati yang senang dengan pemberian Allah. Hati demikian yakin bahwa itulah rahmatNya yang terbaik bagi dirinya. Tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.
Allah berfirman :
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
_”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram_”(QS 13:28).

============================
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala…