KPR Bank Syariah, Riba?

*Ustadz Menjawab*
_Jum’at, 26 Agustus 2016_
*Ustadz Rizka Maulana*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน.
Assalamu’alaikum ustadz/ah..
apakah orang yg kredit rumah melalui KPR bank syariah termasuk kategori riba? mohon penjelasannya. Jazakallah

Jawaban
——

ูˆ ุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆ ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆ ุจุฑูƒุงุชู‡ ุŒ
Pembiayaan rumah dgn kpr syariah, via bank syariah, bprs atau koperasi syariah hukumnya boleh saja, selama dilakukan dgn lembaga syariah dan menggunakan prinsip syariah.
Adapun denda, boleh dikenakan terhadap nasabah yg mampu tapi menunda2 pembayaran. Dengan syarat denda tsb tidak diakui sebagai pendapatan LKS, melainkan digunakan utk dana sosial, disumbangkan kepada yg tidak mampu.

*Bahaya Riba*

ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุจู’ู†ู ุงู„ุตู‘ูŽุจู‘ูŽุงุญู ูˆูŽุฒูู‡ูŽูŠู’ุฑู ุจู’ู†ู ุญูŽุฑู’ุจู ูˆูŽุนูุซู’ู…ูŽุงู†ู ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุดูŽูŠู’ุจูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ู‡ูุดูŽูŠู’ู…ูŒ ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู†ูŽุง ุฃูŽุจููˆ ุงู„ุฒู‘ูุจูŽูŠู’ุฑู ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุนูŽู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุขูƒูู„ูŽ ุงู„ุฑู‘ูุจูŽุง ูˆูŽู…ูุคู’ูƒูู„ูŽู‡ู ูˆูŽูƒูŽุงุชูุจูŽู‡ู ูˆูŽุดูŽุงู‡ูุฏูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‡ูู…ู’ ุณูŽูˆูŽุงุกูŒ

Dari Jabir ra berkata, bahwa “Rasulullah SAW melaknat orang yang memakan riba, orang yang memberikannya, penulisnya dan dua saksinya, dan beliau berkata, mereka semua adalah sama.” (HR. Muslim)

*Makna Hadits Secara Umum*
Hadits yang sangat singkat di atas, menggambarkan mengenai bahaya dan buruknya riba bagi kehidupan kaum muslimin. Begitu buruk dan bahayanya riba, sehingga digambarkan bahwa Rasululla SAW melaknat seluruh pelaku riba. Pemakannya, pemberinya, pencatatnya maupun saksi-saksinya. Dan keesemua golongan yang terkait dengan riba tersebut dikatakan oleh Rasulullah SAW; โ€œMereka semua adalah sama.โ€

Pelaknatan Rasulullah SAW terhadap para pelaku riba menggambarkan betapa munkarnya amaliyah ribawiyah, mengingat Rasulullah SAW tidak pernah melaknat suatu keburukan, melainkan keburukan tersebut membawa kemadharatan yang luar biasa, baik dalam skala indiividu bagi para pelakunya, maupun dalam skala mujtamaโ€™ (baca ; masyarakat) secara luas.
Oleh karenanya, setiap muslim wajib menghindarkan dirinya dari praktek riba dalam segenap aspek kehidupannya. Dan bukankah salah satu sifat (baca ; muwashofat) yang harus dimiliki oleh setiap aktivis daโ€™wah adalah โ€œmemerangi ribaโ€? Namun realitasnya, justru tidak sedikit yang justru menyandarkan kasabnya dari amaliyah ribawiyah ini.
Wallahu Aโ€™lam. Wa Shallallahu โ€˜Ala Nabiyyina Muhammadin wa โ€˜Ala Aalihi wa Shahbhi Ajmaโ€™in.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com

Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia….

Menjaga Nafsu Kita

๐Ÿ“† Jumat, 24 Dzulqo’dah 1437H / 26 Agustus 2016

๐Ÿ“š *TAZKIYATUN NAFS*

๐Ÿ“ Pemateri: *Ustadzah Rochma Yulika*

๐Ÿ“‹ *Menjaga Nafsu Kita*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

_Bergegas menata hati menanda diri masih berpakaian taqwa._

Tak sedikit diantara kita yang enggan beringsut dari satu keadaan seperti halnya berada dalam kubangan kesesatan.

Dalam *surat Al Fathir* pun dikatakan _ada orang yang dengan sengaja mendzalimi dirinya._
_Yakni orang-orang yang lebih menikmati keburukan dibanding berada dalam kebaikan._

Langkah memang terasa lebih ringan kala nafsu mengajak pada kesesatan.

Teringat sebuah ayat *innanafsa la amaratubbisuu’i illa ma rahima Rabbi*
_Hanya Rahmat Allah yang membuat kita mampu menuju kebaikan._

Masya Allah….
Jika bukan lantaran kasih sayangnya enggan kita beranjak dan bangkit menyambut apa yang telah dititahkan.

Ada beberapa hal yang membantu menjaga kita agar nafsu terjaga dalam kebaikan.

โฃ1. Tilawah Al Qur’an dan tadaburi isinya.

โฃ2. Berada di lingkaran orang-orang beriman yang adanya saling mengingat kan.

โฃ3. Memilih Lingkungan keshalihan agar akhlak terpuji menjadi pilihan.

โฃ4. Belajar kisah para nabi, Rasul dan para pendahulu yang mana mereka sangat menjaga ketaatannya.

โฃ5. Mengingat perjalanan menuju kematian yang membuat kita gelisah bila jauh dari amalan.

Menjadi manusia berakhlak mulia, menjadi pribadi yang semangatnya menggelora agar mampu memenuhi amanah yang telah menanti kita.

Bismillah…..

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com

Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

๐Ÿ—ณSebarkan dan raihlah pahala …

Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan-Amalannya (Bag. 1)

๏“† Kamis, 23 Dzulqa’dah 1437 H/ 25 Agustus 2016
๏“˜ Ibadah
๏“ Ustadz Farid Nu’man Hasan
๏“– Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan-Amalannya (Bag. 1)
============================
๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ
๏—ž Dzulhijjah adalah salah satu bulan mulia dalam kalender Islam. Banyak umat Islam yang menantikan kedatangannya, khususnya para calon jamaah haji, juga tentunya para peternak hewan qurban. Berikut ini adalah beberapa keutamaan bulan Dzulhijjah yang mesti kita ketahui dan semoga bisa memancing kita untuk melakukan banyak amal kebaikan pada bulan tersebut.
1โƒฃ Dzulhijah termasuk Asyhurul Hurum
๏—ž Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan mulia, yang telah Allah Ta’ala sebutkan sebagai asyhurul hurum (bulan-bulan haram). Maksudnya, saat itu manusia dilarang (diharamkan) untuk berperang, kecuali dalam keadaan membela diri dan terdesak.
๏—ž Allah Ta’ala berfirman:
ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ู„ูŽุง ุชูุญูู„ูู‘ูˆุง ุดูŽุนูŽุงุฆูุฑูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ุดูŽู‘ู‡ู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ูŽ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah , dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram โ€ฆ” (QS. Al-Maidah (5): 2)
๏—ž Ayat mulia ini menerangkan secara khusus keutamaan bulan-bulan haram, yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Bulan yang termasuk Asyhurul hurum (bulan-bulan haram) adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Rajab, dan Muharam. (Sunan At-Tirmidzi No. 1512)
๏—ž Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
ุงู„ุณู†ุฉ ุงุซู†ุง ุนุดุฑ ุดู‡ุฑุงู‹ุŒ ู…ู†ู‡ุง ุฃุฑุจุนุฉูŒ ุญุฑู…ูŒ: ุซู„ุงุซูŒ ู…ุชูˆุงู„ูŠุงุชูŒ ุฐูˆ ุงู„ู‚ุนุฏุฉุŒ ูˆุฐูˆ ุงู„ุญุฌุฉ ูˆุงู„ู…ุญุฑู…ุŒ ูˆุฑุฌุจ ู…ุถุฑ ุงู„ุฐูŠ ุจูŠู† ุฌู…ุงุฏู‰ ูˆุดุนุจุงู†”.
“Setahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga yang awal adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharam. Sedangkan Rajab yang penuh kemuliaan antara dua Jumadil dan Sya’ban.” (HR. Bukhari No. 3025)
2โƒฃ Anjuran Banyak Ibadah Pada Sepuluh Hari Pertama (Tgl 1-10 Dzulhijjah)
๏—ž Sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan yang besar. Disebutkan dalam Al-Qur’an:
ูˆูŽุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู (1) ูˆูŽู„ูŽูŠูŽุงู„ู ุนูŽุดู’ุฑู (2)
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr (89): 1-2)
๏—ž Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan maknanya:
ูˆุงู„ู„ูŠุงู„ูŠ ุงู„ุนุดุฑ: ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจู‡ุง ุนุดุฑ ุฐูŠ ุงู„ุญุฌุฉ. ูƒู…ุง ู‚ุงู„ู‡ ุงุจู† ุนุจุงุณุŒ ูˆุงุจู† ุงู„ุฒุจูŠุฑุŒ ูˆู…ุฌุงู‡ุฏุŒ ูˆุบูŠุฑ ูˆุงุญุฏ ู…ู† ุงู„ุณู„ู ูˆุงู„ุฎู„ู.
“(Dan demi malam yang sepuluh): maksudnya adalah sepuluh hari pada Dzulhijjah. Sebagaimana dikatakan Ibnu Abbas, Ibnu Az Zubeir, Mujahid, dan lebih dari satu kalangan salaf dan khalaf.” (Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, 8/390. Dar Ath Thayyibah)
๏—ž Ada juga yang mengatakan maksudnya adalah sepuluh hari awal Muharram, ada juga ulama yang memaknai sepuluh hari awal Ramadhan. Namun yang benar adalah pendapat yang pertama. (Ibid) yakni sepuluh awal bulan Dzulhijjah.
๏—ž Keutamaannya pun juga disebutkan dalam As-Sunnah. Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, bahwasanya Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:
ู…ูŽุง ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ูููŠ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ูŠูุฎูŽุงุทูุฑู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽู…ูŽุงู„ูู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนู’ ุจูุดูŽูŠู’ุกู
“Tidak ada amal yang lebih afdhal dibanding amal pada hari-hari ini.” Mereka bertanya: “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab: “Tidak pula oleh jihad, kecuali seseorang yang keluar untuk mengorbankan jiwa dan hartanya, lalu dia tidak kembali dengan sesuatu apa pun.” (HR. Bukhari No. 969)
Imam Ibnu Katsir mengatakan, maksud dari “pada hari-hari ini” adalah sepuluh hari Dzulhijjah. (Tafsir Al Quran Al โ€˜Azhim, 8/390. Lihat Syaikh Sayyid Ath Thanthawi, Al Wasith, 1/4497. Mawqi’ At Tafasir)
๏—ž Maka, amal-amal shalih apa pun bisa kita lakukan antara tanggal satu hingga sepuluh Dzulhijjah; sedekah, shalat sunnah, shaum -kecuali pada sepuluh Dzulhijjah-, silaturrahim, dakwah, jihad, dan lainnya. Amal-amal ini pada hari-hari itu dinilai lebih afdhal dibanding jihad, apalagi berjihad pada hari-hari itu, tentu memiliki keutamaan lebih dibanding jihad pada selain hari-hari itu.
๏—ž Untuk berpuasa pada sepuluh hari ini, ada dalil khusus sebagaimana diriwayatkan oleh Hafshah Radhiallahu ‘Anha, katanya:
ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŒ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ูŠูŽุฏูŽุนูู‡ูู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุตููŠูŽุงู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุดู’ุฑูŽ ูˆูŽุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุบูŽุฏูŽุงุฉู
“Ada empat hal yang Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam belum pernah meninggalkannya: puasa ‘Asyura, Al-‘Asyr (puasa 10 hari Dzulhijjah), puasa tiga hari tiap bulan, dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR. An Nasa’i, dalam As Sunan Al Kubra No. 2724, Abu Ya’la dalam Musnadnya No.  7048, Ahmad No. 26456)
๏—ž Hanya saja para ulama mendhaifkan hadist ini. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan: “Hadits ini dhaif, kecuali sabdanya: “dua rakaat sebelum subuh,” yang ini shahih. (Taโ€™liq Musnad Ahmad No. 26456)
๏—ž Didhaifkan pula oleh Syaikh Al-Albani. (Irwaโ€™ul Ghalil, No. 954)
Bersambung…
๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๏“ฒSebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
๏“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๏–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๏“ฎ Twitter : https://twitter.com/grupmanis
๏“ท Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๏•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Perang Pasti Membawa Kehancuran bagi Semua Namun Kemerdekaan Tidak Selalu Menguntungkan bagi yang Berkorban paling Banyak

📆 Kamis, 23 Dzulqo’dah 1437H / 25 Agustus 2016

📚 *SIROH DAN TARIKH*

📝 Pemateri: *Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP*

📝 *Perang Pasti Membawa Kehancuran bagi Semua Namun Kemerdekaan Tidak Selalu Menguntungkan bagi yang Berkorban paling Banyak*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

*Tragedi Pemimpin Pengkhianat *

Setelah kekalahan Turki Utsmani pada akhir Perang Dunia Pertama, tidak hanya berdampak pada lepasnya berbagai propinsi luar kekhilafahan namun terjadi invasi atas wilayah inti Anatolia. Dilemahkannya kedudukan serta dinihilkannya kekuasaan khalifah oleh golongan Turki-Muda menurunkan daya konsolidasi perjuangan rakyat semesta. Kekacauan negeri menjadi diluar kendali Turki-Muda dengan bermainnya berbagai kekuatan asing yang sudah lama menginginkan tumbangnya kekhilafahan Ummat Islam. 

*Lesson #1* ketika syura dan institusi keummatan diabaikan maka apa yang dimulai secara sepihak biasanya merugikan semua. 

*Lesson #2* pertikaian internal selalu mudah untuk mendapatkan dukungan dari pihak eksternal. 

Dalam kondisi genting seperti ini, terjadilah pemberian mandat oleh Sultan Mehmet VI Vahidedin kepada perwira yang bernama Mustafa Kemal untuk menggalang perlawanan untuk Perang Kemerdekaan. Dengan mandat tersebut ia mengobarkan perlawanan semesta untuk mengusir pendudukan Armenia, Perancis, Italia, Yunani, dan pendudukan koalisi atas İstanbul. Rakyat merapatkan barisan masih atas pertimbangan mandat kekhilafahan. Atas pertimbangan perlunya basis konsolidasi yang aman dari jangkauan musuh maka Ankara dinobatkan menjadi ibukota.

*Lesson #3* orang terbaik di suatu era belum tentu baik di era berikutnya. 

*Lesson #4* oleh karena itu orang yang religius harus selalu tampil dan berkinerja unggul agar ummat tidak terpaksa menerima pilihan buruk yang disodorkan. 

Gambar ini menunjukkan sebuah lokomotif pejuang kemerdekaan Turki yang menjadi korban serangan tentara Yunani. Serangan tersebut terjadi di dekat kota Uşak pada jalur utama kereta-api antara Ankara dan İzmir, 1923, AND. 

Setelah berhasil memukul mundur pendudukan atas wilayah inti Anatolia, legasi kekhilafahan Turki Utsmani perlahan dihapus dari ingatan rakyat Turki. Mustafa Kemal yang telah menjadi pahlawan bagi Republik Turki bahkan mendapatkan gelar Atatürk; sang bapak Turki. Pada tahun 1922 Atatürk melalui Grand National Assembly (Türkiye Büyük Millet Meclisi) menghapus kesultanan, 1924 kekhilafahan dicoret, 1925 pengajian dan tarekat dilarang, 1927 topi Fez lambang persatuan diperkarakan, 1928 aksara Arab dan lafaz adzan diganti, dan 1935 seluruh nama belakang diturkikan.

*Lesson #5* momentum kelemahan institusi Ummat menjadi awal penghancurannya oleh sosok yang disangka bagian dari Ummat.

*Lesson #6* tidak sepantasnya Ummat tertipu lagi oleh sosok pemimpin yang khianat di era penipuan media yang nyata. 

Pagi sendu
Depok, 22 Agustus 2016
Agung Waspodo

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹

Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

💼 Sebarkan! Raih pahala…

Menyayangi Lawan Jenis Dalam Islam

*Ustadz Menjawab*
_Kamis, 25 Agustus 2016_
*Ustadz DR Wido Supraha*
💐🌻🌷🌹 *BATASAN KASIH SAYANG SESAMA MANUSIA*
📬 Soal: ” Assalamualaikum Ustadz.. Sejauh mana pandangan islam mengenai saling sayang menyayangi karena Alloh. (dalam artian lawan jenis) . Terima kasih.”
🔓 Jawab:
———–
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
” _Islam adalah agama kasih dan cinta. Umatnya didorong untuk membangun cinta dan kasih kepada seluruh manusia, sesama jenis maupun lawan jenis. Namun bukan cinta dalam perspektif hawa nafsu, melainkan cinta dalam perspektif meraih ridha Ilahi_ ”
📌 Cinta tidak selalu bermakna harus memiliki. Cinta adalah sesuatu yang terus harus dilahirkan kepada siapapun manusia di muka bumi ini. Lebih khusus, cinta harus selalu dihadirkan kepada pangeran yang dihadirkan Allah ada dalam perjanalan hidup kita. Jika berkenan dapat melihat artikel ‘Cinta’ yang saya tulis di supraha.com.
🚨 Sayang-menyayangi adalah kerja hati, ciri _hizbullah_. Batasannya ada pada tata aturan fisik atau jasad, dan batasan hati ada pada sesuatu yang berada di luar porsi pengelolan hati manusia, dan biasanya sesuatu keluar dari porsi ketika manusia lebih mengikuti hawa nafsu daripada kesucian fitrah. Mari kita tadabburi firman Allah dalam Surat Al-Mujadilah [58] ayat 22:
                         *لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ*
_Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung._
📚 *Sumber* || Al-Qur’an dan As-Sunnah
🌍 *Telegram Channel: * @supraha || [#IslamIsBeautiful] Wallahu a’lam.
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

KARAKTERISTIK ISLAM

๏“† Rabu, 22 Dzulqa’dah 1437 H/ 24 Agustus 2016
๏“— Aqidah
๏“ Ustadz Farid Nu’man Hasan
๏“– *KARAKTERISTIK ISLAM*
============================
๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ
๏“Œ *Mukadimah*
 
๏–‡ Rubrik Aqidah kali ini menurunkan kajian tentang Khasha-isul Islam (Karakteristik Islam) sebagai perbekalan ilmiah bagi para da’i, selain sebagai upaya tarbiyah tsaqafiyah, juga agar para da’i mampu menampilkan Islam yang haq, istimewa dan unggul.
๏–‡ Islam memiliki karakter, ciri khas, dan kepribadian yang berbeda dengan agama lainnya. Baik itu Yahudi, Kristen, atau agama paganis seperti Hindu, Budha, atau isme (paham) buatan manusia seperti komunisme, sosialisme, kapitalisme dan  lain-lain. Karakter ini, bukan sekadar menunjukkan perbedaan, tetapi juga keunggulan, ketinggian, keistimewaan, dan kemurniannya sebagai ajaran agama.
๏–‡ Tidak banyak umat Islam yang mengetahui karakter agamanya. Itulah kenyataan yang  telah lama dan tidak mengenakan. Baik terjadi karena kemalasan mempelajari agamanya, atau karena  konspirasi pembaratan, juga karena pembodohan sistematis.
๏–‡ Boleh dikatakan sukses. Umumnya umat Islam memandang Islam itu hanya Isya, Subuh, Lohor (zhuhur), Ashar, dan Maghrib, sesuai dengan singkatan namanya.   Inna lillahi wa Inna ilaihi raji’un. Adapun yang lain memandang Islam itu hanya Jihad, shalat tidak shalat pokoknya jihad! Yang lain menganggap Islam itu Khilafah dan Khilafah, hidup matinya untuk khilafah, walau mereka tidak mengerti apa itu khilafah! Ada lagi menganggap Islam itu sekadar shalawat nabi, jika sudah shalawat seakan sudah pada puncak khidmah (pengabdian) terhadap Islam. Ada juga yang memandang Islam itu hanya aqidah dan ibadah. Benarkah Islam seperti itu yang diajarkan oleh Allah Jalla wa ‘Ala melalui lisan Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa Sallam? Benarkah Islam terbentuk dalam wujud serpihan-serpihan seperti itu? Lalu, apa itu Islam?
๏–‡ Berkata Al-Ustadz Hasan Al-Banna rahimahullah:
ุงู„ุฅุณู„ุงู… ู†ุธุงู… ุดุงู…ู„ ูŠุชู†ุงูˆู„ ู…ุธุงู‡ุฑ ุงู„ุญูŠุงุฉ ุฌู…ูŠุนุง ูู‡ูˆ ุฏูˆู„ุฉ ูˆูˆุทู† ุฃูˆ ุญูƒูˆู…ุฉ ูˆุฃู…ุฉ ุŒ ูˆู‡ูˆ ุฎู„ู‚ ูˆู‚ูˆุฉ ุฃูˆ ุฑุญู…ุฉ ูˆุนุฏุงู„ุฉ ุŒ ูˆู‡ูˆ ุซู‚ุงูุฉ ูˆู‚ุงู†ูˆู† ุฃูˆ ุนู„ู… ูˆู‚ุถุงุก ุŒ ูˆู‡ูˆ ู…ุงุฏุฉ ุฃูˆ ูƒุณุจ ูˆุบู†ู‰ ุŒ ูˆู‡ูˆ ุฌู‡ุงุฏ ูˆุฏุนูˆุฉ ุฃูˆ ุฌูŠุด ูˆููƒุฑุฉ ุŒ ูƒู…ุง ู‡ูˆ ุนู‚ูŠุฏุฉ ุตุงุฏู‚ุฉ ูˆุนุจุงุฏุฉ ุตุญูŠุญุฉ ุณูˆุงุก ุจุณูˆุงุก .
“Islam adalah nizham (tatanan)  sempurna yang mencakup seluruh sisi kehidupan. Dia adalah negara dan tanah air, pemerintah dan umat, akhlak dan kekuatan, rahmat dan keadilan, wawasan dan undang-undang, ilmu dan ketetapan, materi dan kekayaan alam, atau penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran, sebagaimana dia adalah aqidah yang benar serta ibadah yang sahih, tidak lebih tidak kurang.” (Al-Imam Asy Syahid Hasan Al-Banna, Majmu’ah Ar-Rasail, hal. 305. Maktabah At-Taufiqiyah, Kairo. tanpa tahun)
*1โƒฃ Rabbaniyah (ketuhanan)*
๏–‡ Inilah karakteristik yang pertama. Islam adalah ajaran yang bersumber (mashdaran) dari Allah Tabaraka wa Taโ€™ala. Sedangkan Rasulullah Muhammad Shallallahu โ€˜alaihi wa Sallam, hanyalah Rasul (pembawa risalah), ucapannya adalah wahyu dari Tuhannya, bukan hawa nafsunya. Karena itu keliru jika Islam disebut Mohammedenism (faham/isme buatan Muhammad), sebab Islam adalah ajaran buatan Allah Jalla wa โ€˜Ala, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa Sallam hanyalah pembawa risalah-Nya.
๏–‡ Allah Tabaraka wa Taโ€™ala berfirman:
“Dan tidaklah yang diucapkan (Muhammad) adalah hawa nafsunya, melainkan wahyu dari Tuhan.” (QS. An-Najm: 3-4)
๏–‡ Imam Ibnu Katsir berkata: “Apa yang diucapkannya bukanlah dari hawa nafsu dan keinginannya, itu hanyalah firman-Nya yang dengannya ia diperintah untuk menyampaikannya kepada manusia secara sempurna, tanpa penambahan dan pengurangan.” (Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al Qur’anul ‘Azhim, 4/247)
๏–‡ Dalam tafsir lain disebutkan: “Tidaklah ia mengucapkan dengan Al-Qur’an ini menurut hawa nasfunya, dan tidaklah Al-Qur’an ini melainkan wahyu dari Allah semata.” (Syaikh Khalid Abdurrahman Al-Ak, Shafwatul Bayan li Ma’anil Qur’anil Karim, hal. 526. Dar Al-Basyair, Damaskus)
๏–‡ “Muhammad itu hanyalah seorang Rasul, telah berlalu sebelumnya rasul-rasul โ€ฆ.” (QS. Ali-Imran: 144)
๏–‡ Maksudnya: “Muhammad adalah sama dengan seluruh rasul-rasul yang diutus sebelumnya.” (Syaikh Khalid Abdurrahman Al-‘Ak, Ibid, hal. 68) yaitu hanya membawa risalah Allah, bukan ia yang menciptakan risalah tersebut.
Rasul secara bahasa berarti utusan atau pesuruh. Diambil dari kata arsala-yursilu sama artinya dengan ba’atsaโ€“yab’atsu yang berarti mengutus. Jadi, secara bahasa sudah jelas bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam hanyalah utusan Allah yang bertugas membawa dan menyampaikan (tabligh) risalah-Nya, yakni Islam.

๏–‡ Begitu pula hadits-hadits yang terucap dari lisannya, juga tidak akan keluar kecuali melalui bimbinganNya. Rasulullah ‘Alaihi Shalatu was Salam telah menegaskan hal itu:

๏–‡ “Ketahuilah, sesungguhnya aku telah diberikan Al-kitab (Al-Qur’an) dan sesuatu sepertinya bersamanya (yakni Al-Hadits).” (HR. Ahmad, Abu daud, dan Tirmidzi)

๏–‡ Dalam tafsir Ibnu Katsir (4/247), dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ‘Alaihi shalatu was salam bersabda: “Apa saja yang aku kabarkan kepada kalian adalah dari Allah, yang tidak ada keraguan di dalamnya.” (HR. Abu Bakar Al-Bazzar, katanya: kami tidak mengetahui riwayat lain kecuali dengan sanad ini)

๏–‡ Dalam hadits lain, “Tidaklah aku berkata kecuali kebenaran.” Sebagian sahabat bertanya, “Engkau memanggil kami wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya tidaklah aku berkata kecuali kebenaran.” (HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiallahu โ€˜anhu)
๏–‡ Islam sebagai ajaran Rabbaniyah (ketuhanan), sangat jelas terlihat ketika kita mengkaji ayat-ayat tentang Iptek. Contoh surat Yunus: 61 tentang adanya benda yang lebih kecil dari atom. Atau tantangan Allah Jalla wa ‘Ala dalam surat Ar-rahman terhadap Jin dan Manusia untuk menembus langit dan bumi jika mempunyai kekuatan (sulthan), atau Anemokori (penyerbukan bunga dengan angin) dalam Al-Hijr: 22, atau tentang tiga pelindung rahim ibu hamil yaitu chorion, amnion, dan dinding uterus, Al-Qur’an menyebutnya tiga kegelapan dalam Az-Zumar:6, dan masih sangat banyak yang lainnya. Ini semua menunjukkan Al-Qur’an telah berbicara tentang sesuatu di luar jangkauan manusia zamannya ia diturunkan, yang baru tertangkap hikmahnya pada masa belakangan. Hal tersebut, tentu mustahil hasil buatan manusia Ummi (buta baca dan tulis) seperti Rasulullah SAW. Pastilah kaum berakal mengatakan ini dari Allah Rabbul Jalil.
๏–‡ Sedangkan agama lain, bukanlah ajaran Tuhan melainkan ajaran manusia-manusia yang menjadi pembawanya. Nasrani misalnya, banyak sekali diktum-diktum agama (baik Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama/Taurat) yang terasuki ucapan-ucapan kotor manusia. Ajaran mereka, seperti wajibnya khitan bagi laki-laki, haramnya babi, haramnya patung makhluk bernyawa -ketentuan yang sangat mirip dengan Islam-  telah dirubah oleh Paulus yang mengatakan bahwa khitan itu tidak bermanfaat, hanya babi hutan yang haram, dan perubahan-perubahan lainnya. Paulus termasuk pihak yang paling bertanggung jawab terhadap berbagai perubahan-perubahan sebagian besar ajaran Nasrani dari aslinya. Ialah yang menciptakan rekaan-rekaan dalam Injil yang diyakini dari Yesus oleh pemeluk Nasrani. Ia bernama Saulus seorang Yahudi (lagi-lagi Yahudi!) yang awalnya anti Yesus, ceritanya, ia mendapat ‘hidayah’ menjadi pengikut setia Yesus lalu ia mengganti nama menjadi Paulus.
๏–‡ Benarlah Firman Allah Jalla wa ‘Ala:
“Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan-tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah  bagi mereka akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besar bagi mereka akibat apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 79) 
๏–‡ Imam Ibnu Katsir mengatakan, berkata Sufyan Ats-Tsauri, dari Abdurrahman bin ‘Alqamah, aku bertanya kepada Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu tentang ayat (di atas), Ia menjawab: ayat itu diturunkan untuk kaum musyrikin dan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani).
๏–‡ Az-Zuhry berkata, mengabarkan kepadaku ‘Ubaidillah bin Abdullah, bahwa Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu berkata: “Wahai kaum muslimin! Bagaimana kalian bertanya kepada Ahli Kitab tentang sesuatu, padahal Kitabullah (Al-Qur’an) yang Dia turunkan kepada nabi-Nya telah mengabarkan, namun kalian membacanya dengan sepele, bahwa Allah Ta’ala telah mengatakan kepada kalian bahwa Ahli Kitab telah merubah Kitab Allah dan selainnya. Mereka menulis dengan tangan-tangan mereka Al-Kitab itu, lalu mereka mengatakannya itu dari Allah dengan tujuan mencari keuntungan yang sedikit dengannya.” (HR. Bukhari, Tafsir Ibnu Katsir, 1/118)
Bersambung…
๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๏“ฒSebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
๏“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๏–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๏“ฎ Twitter : https://twitter.com/grupmanis
๏“ท Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๏•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Bila Kita…

📆 Rabu, 21 Dzulqo’dah 1437H / 24 Agustus 2016
📚 *MOTIVASI*

📝 Pemateri: *Ustadz Abdullah Haidir Lc.*
📋 *Bila kita…..*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
_Bila kita….._
Bila kita semangat menempuh jalan tuk meraih kebahagiaan dunia,
_Mestinya kita lebih semangat menempuh jalan meraih kebahagiaan akhirat…_
Bila kita sedih dengan hilangnya berbagai peluang dunia,
_Mestinya kita jauh lebih sedih dengan hilangnya berbagai peluang akhirat…_
Bila kita gembira saat menerima,
_Mestinya kita lebih bergembira dalam memberi…._
_Bila kita rajin menabung untuk mendirikan rumah mungil di dunia,_
Mestinya kita lebih rajin menabung untuk membangun istana megah di surga..
Bila pandangan kita sangat jeli melihat kekurangan dan aib orang lain,
_Semestinya kita lebih jeli memandang aib dan kekurangan sendiri…_
Bila kita lihat ada orang yang semangat menyebarkan kebatilan,
_Mestinya kita lebih semangat menyebarkan kebenaran…_
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Pembagian Daging Qurban

*�Ustadz Menjawab*
_Rabu, 24 Agustus 2016_
🌿Ustadz Farid Nu’man
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Ada pertanyaan lagi dari I20 :
Assalamualaikum.. afwan ustadz ana masih belum faham tentang pembagian qurban. Ditempat ana ada sistem patungan satu ekor sapi untuk 7 0rang. Setelah dipotong dagingnya pun dibagi 7. Misal satu ekor sapi dagingnya 70 kg dibagi 7 jadi perorang dapat 10 kg. Nanti yang dapat 10 kg dibagi 1/3. Jadi yang qur an hanya mengambil 1/3 (kurang lebih 3 kg) untuk dimakan dan disimpan. sisanya dibagikan/disedekahkan ke kaum kerabat/tetangga masing2. Ini bagaimana ustadz .. apakah sudah sesuai ketentuan dalam berqurban. Jazaakallah khairan
🍃🍃jawaban🍃🍃
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Bismilkah wal Hamdulillah ..
Tidak ada pembagian yang lugas dan rinci dalam Al Quran dan As Sunnah mengenai hal ini, kecuali yang tertera dalam Al Quran yaitu untuk shahibul qurban dan faqir miskin.
Ada pun tentang berapa bagiannya, apakah 1/3, 1/2, dan lainnya adalah ijtihadiyah saja dari para ulama. Ini bisa disesuaikan dengan kebiasaan yang lama berlangsung di sebuah negeri.
Pemilik hewan kurban (shahihul qurban) berhak mendapatkannya dan memakannya. Hal ini berdasarkan perintah dari Allah Ta’ala sendiri:
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ  
“.. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (QS. Al Hajj (22): 28)
Ayat ini menunjukkan bahwa pemilik hewan kurban berhak memakannya, lalu dibagikan untuk orang sengsara dan faqir, mereka adalah pihak yang lebih utama untuk mendapatkannya. Selain mereka pun boleh mendapatkannya, walau bukan prioritas.
Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah memaparkan cara pembagian sebagai berikut:
للمهدي أن يأكل من هديه الذي يباح له الاكل منه أي مقدار يشاء أن يأكله، بلا تحديد، وله كذلك أن يهدي أو يتصدق بما يراه. وقيل: يأكل النصف، ويتصدق بالنصف .وقيل: يقسمه أثلاثا، فيأكل الثلث، ويهدي الثلث، ويتصدق بالثلث.
  “Si pemiliki hewan kurban dibolehkan makan bagian yang dibolehkan baginya *sesuai keinginannya tanpa batas.* Dia pun boleh menghadiahkan atau mensedekahkan sesuka hatinya. Ada pula yang mengatakan dia boleh memakannya setengah dan mensedekahkan setengah. Dan dikatakan: dibagi tiga bagian,  untuknya adalah sepertiga, dihadiahkan sepertiga, dan disedekahkan sepertiga.”  (Fiqhus Sunnah, 1/742-743)
Demikian. Wallahu a’lam
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
www.iman-manis.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Umar bin Khattab

📆 Selasa, 21 Dzulqo’dah 1437 H/ 23 Agustus 2016
📕 Sirah
📝 Ustadzah Ida Faridah
📖 Umar bin Khattab
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺
🐝 Assalamu’alaikum sahabat MFT…..
🐝 Apa kabarnya hari ini???
🐝 Baik adik-adik, kali ini kita akan membahas profile sahabat Nabi.
🍯 *Umar bin Khattab*
✨ Umar bin Khattab memiliki nama lengkap Umar bin Khattab bin Naufal bin Abdi ‘Uzza bin Rabi’ah bin Abdullah bin Qarh bin Razaah bin ‘Adiy bin Ka’ab. Ayahnya bernama Khattab bin Nufa’il Al-Shimh Al-Quraisyi dan ibunya Hantamah binti Hasyim. Beliau lahir pada tahun 581 M di kota Mekkah dari suku Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy, suku terbesar di kota Mekkah saat itu.
✨ Umar lahir dari keluarga bangsawan, ia bisa membaca dan menulis, yang pada itu merupakan sesuatu yang langka. Beliau memiliki fisik yang tinggi besar dan memiliki karakter keras dan tegas. Sehingga di segani dan dihormati oleh penduduk Mekkah. Beliau seorang pemberani dan sering menyelesaikan peperangan yang terjadi di zaman Jahiliyah.
✨ Sebelum masuk islam, Umar melakukan adat istiadat jahiliyah, antara lain pernah mengubur putrinya hidup-hidup dan seorang peminum berat. Beliau sangat memusuhi dan membenci islam.
✨ Peristiwa Islamnya Umar bin Khattab sangat istimewa. Suatu hari Umar mencari Nabi Muhammad SAW untuk membunuhnya. Di tengah perjalanan beliau mendapat berita bahwa adiknya yang bernama Fatimah telah masuk Islam. Umar marah dan pergi ke rumah adiknya untuk membuktikan kabar tersebut. Ketika dia tiba dirumah adiknya, ia mendengar adiknya sedang melantunkan beberapa ayat suci Al-Qur’an. Mendengar bacaan tersebut, Umat minta adiknya untuk memberikan lembaran tersebut; namun adiknya tidak memberikan bacaan tersebut sebelum Umar mandi. Selesai mandi, Umar menerima lembaran yang dibaca oleh adinya, maka bergetarlah hatinya ketika membaca ayat-ayat pada surat Thaha.
✨ Kemudian Umar bin Khattab pergi kerumah Nabi Muhammad SAW dan menyatakan keIslamanya. Maka bergemalah takbir keluar dari mulut para sahabat yang hadir pada saat itu. Menurut riwayat, Umar masuk Islam setelah masuk islamnya 40 laki-laki dan 11 perempuan atau orang ke-52 yang masuk Islam; namun ada juga yang berpendapat Umar adalah orang yang ke-40 masuk Islam.
✨ Setelah masuk Islam, sikap keras dan kebencian terhadap Nabi Muhammad SAW dan umat Islam mulai berubah menjadi lemah lembut dan tumbuh kecintaan kepada Nabi SAW. Sebaliknya, sikap tegas dan keras tetep ditunjukkan jika berhadapan dengan kafir Quraisy. Dengan watak yang tegas dan keras, Umar bin Khattab menjadi pembela utama Nabi Muhammad SAaw dan umat Islam dari gangguan kafir Quraisy. Hal ini menjadikan umat islam semakin kuat dan disegani.
✨ Nabi Muhammad SAW memberi gelar dengan sebutan Al-Faruq yang berarti Sang Pembeda. Seperti dalam sebuah hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Al-Hakim dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Allah SWT telah menempatkan kebenaran pada lisan dan hati Umar. Allah SWT dengannya membedakan yang hak dan yang batil”
✨ Umar bin Khattab memiliki pemikiran kritis. Dia sering memprotes kebijakan Nabi Muhammad SAW yang dianggap tidak rasional.
✨ Disamping memiliki pemikiran daya kritis, tegas dan keras, Umar bin Khattab memiliki sikap yang sangat mulia yaitu seseorang yang sangat mudah menangis bila mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dia akan luluh hatinya jika dibacakan ayat Al-Qur’an.
✨ Umar bin Khattab meninggal setelah dibunuh oleh Abu Lu’luah pada hari Rabu, 4 Dzulhijjah 23 H. Beliau di tusuk dengan sebilah pisau ketika beliau sedang melaksanakan shalat. Beliau wafat pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M.
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
💽 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
💾 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Qurban dan Pembahasannya (Bag. 4)

📆 Selasa, 20 Dzulqo’dah 1437H / 23 Agustus 2016
📚 *HADITS DAN FIQIH*
📝 Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.*
📋 *Qurban dan Pembahasannya (Bag. 4)*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Materi sebelumnya…
http://www.iman-islam.com/2016/08/qurban-dan-pembahasannya-bag-3.html?m=1
*8⃣         Cara Pembagian Daging Kurban*
Pemilik hewan kurban berhak mendapatkannya dan memakannya. Hal ini berdasarkan perintah dari Allah Ta’ala sendiri:
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ  
📌 “.. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (QS. Al Hajj (22): 28)
Ayat ini menunjukkan bahwa pemilik hewan kurban berhak memakannya, lalu dibagikan untuk orang sengsara dan faqir, mereka adalah pihak yang lebih utama untuk mendapatkannya. Selain mereka pun boleh mendapatkannya, walau bukan prioritas.
Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah memaparkan cara pembagian sebagai berikut:
للمهدي أن يأكل من هديه الذي يباح له الاكل منه أي مقدار يشاء أن يأكله، بلا تحديد، وله كذلك أن يهدي أو يتصدق بما يراه. وقيل: يأكل النصف، ويتصدق بالنصف .وقيل: يقسمه أثلاثا، فيأكل الثلث، ويهدي الثلث، ويتصدق بالثلث.
📌          “Si pemiliki hewan kurban dibolehkan makan bagian yang dibolehkan baginya sesuai keinginannya tanpa batas. DIa pun boleh menghadiahkan atau mensedekahkan sesuka hatinya. Ada pula yang mengatakan dia boleh memakannya setengah dan mensedekahkan setengah. Dan dikatakan: dibagi tiga bagian,  untuknya adalah sepertiga, dihadiahkan sepertiga, dan disedekahkan sepertiga.”[1] *9⃣          Bolehkah Berqurban Untuk Orang Yang Sudah Wafat?*
Imam Al Bahuti mengatakan:
قَالَ أَحْمَدُ : الْمَيِّتُ يَصِلُ إلَيْهِ كُلُّ شَيْءٍ مِنْ الْخَيْرِ مِنْ صَدَقَةٍ أَوْ صَلَاةٍ أَوْ غَيْرِهِ لِلْأَخْبَارِ .
📌Imam Ahmad berkata: bahwa  semua bentuk amal shalih dapat sampai kepada mayit baik berupa doa, sedekah, dan amal shalih lainnya, karena adanya riwayat tentang itu. [2] Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengatakan:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . لَيْسَ فِي الْآيَةِ وَلَا فِي الْحَدِيثِ أَنَّ الْمَيِّتَ لَا يَنْتَفِعُ بِدُعَاءِ الْخَلْقِ لَهُ وَبِمَا يُعْمَلُ عَنْهُ مِنْ الْبِرِّ بَلْ أَئِمَّةُ الْإِسْلَامِ مُتَّفِقُونَ عَلَى انْتِفَاعِ الْمَيِّتِ بِذَلِكَ وَهَذَا مِمَّا يُعْلَمُ بِالِاضْطِرَارِ مِنْ دِينِ الْإِسْلَامِ وَقَدْ دَلَّ عَلَيْهِ الْكِتَابُ وَالسُّنَّةُ وَالْإِجْمَاعُ فَمَنْ خَالَفَ ذَلِكَ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْبِدَعِ .
📌            “Segala puji bagi Allah. Tidak ada dalam ayat, dan tidak pula dalam hadits, yang mengatakan bahwa ‘Tidak Bermanfaat’ doa seorang hamba bagi mayit, dan juga amal perbuatan yang diperuntukkannya berupa amal kebaikan, bahkan para imam Islam sepakat hal itu bermanfaat bagi mayit, hal ini sudah ketahui secara pasti dalam agama Islam, hal itu telah ditunjukkan oleh Al Quran, As Sunnah, dan ijma’. Barang siapa yang menyelesihinya, maka dia adalah ahli bid’ah.” [3] Beliau juga berkata:
وَالْأَئِمَّةُ اتَّفَقُوا عَلَى أَنَّ الصَّدَقَةَ تَصِلُ إلَى الْمَيِّتِ وَكَذَلِكَ الْعِبَادَاتُ الْمَالِيَّةُ : كَالْعِتْقِ
📌            “Para imam telah sepakat bahwa sedekah akan sampai kepada mayit, demikian juga ibadah maaliyah (harta), seperti membebaskan budak.”  [4]                 Dan, qurban termasuk ibadah maaliyah.
Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah mengatakan:
أَيَّ قُرْبَةٍ فَعَلَهَا الإِْنْسَانُ وَجَعَل ثَوَابَهَا لِلْمَيِّتِ الْمُسْلِمِ نَفَعَهُ ذَلِكَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى : كَالدُّعَاءِ وَالاِسْتِغْفَارِ ، وَالصَّدَقَةِ وَالْوَاجِبَاتِ الَّتِي تَدْخُلُهَا النِّيَابَةُ
📌            “Amal apa pun demi mendekatkan diri kepada Allah yang dilakukan oleh manusia dan menjadikan pahalanya untuk mayit seorang muslim, maka hal itu membawa manfaat bagi mayit itu, Insya Allah, seperti: doa, istighfar, sedekah, dan berbagai kewajiban yang bisa diwakilkan.” [5] *Kelompok yang membolehkan berdalil:*
1.       Diqiyaskan dengan amalan orang hidup yang sampai kepada orang yang sudah wafat, seperti doa, sedekah, dan haji.
2.       Ibadah maaliyah (harta) bisa diniatkan untuk orang yang sudah wafat seperti sedekah, dan berqurban jelas-jelas ibadah maaliyah.
3.       Hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengisyaratkan bahwa qurban untuk orang yang sudah wafat adalah boleh dan pahalanya sampai, Insya Allah.
Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha:
قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى بِهِ
📌                ‘Nabi mengucapkan: “Bismillahi Allahumma taqabbal min Muhammadin wa min  ummati Muhamamdin (Dengan Nama Allah, Ya Allah terimalah Kurban dari Muhammad dan umat Muhammad),” lalu beliau pun menyembelih.” [6]                 Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendoakan agar qurban dari Beliau, dan umatnya diterima Allah Ta’ala. Hadits ini menyebut “umat Muhammad” secara umum, tidak dikhususkan untuk yang masih hidup saja. Sebab, “umat Muhammad” ada yang masih hidup dan yang sudah wafat.
                Sebenarnya, telah terjadi perbedaan pandangan para ulama tentang berqurban untuk orang yang sudah wafat. Berikut ini rinciannya:
إِذَا أَوْصَى الْمَيِّتُ بِالتَّضْحِيَةِ عَنْهُ ، أَوْ وَقَفَ وَقْفًا لِذَلِكَ جَازَ بِالاِتِّفَاقِ . فَإِنْ كَانَتْ وَاجِبَةً بِالنَّذْرِ وَغَيْرِهِ وَجَبَ عَلَى الْوَارِثِ إِنْفَاذُ ذَلِكَ . أَمَّا إِذَا لَمْ يُوصِ بِهَا فَأَرَادَ الْوَارِثُ أَوْ غَيْرُهُ أَنْ يُضَحِّيَ عَنْهُ مِنْ مَال نَفْسِهِ ، فَذَهَبَ الْحَنَفِيَّةُ وَالْمَالِكِيَّةُ وَالْحَنَابِلَةُ إِلَى جَوَازِ التَّضْحِيَةِ عَنْهُ ، إِلاَّ أَنَّ الْمَالِكِيَّةَ أَجَازُوا ذَلِكَ مَعَ الْكَرَاهَةِ . وَإِنَّمَا أَجَازُوهُ لأَِنَّ الْمَوْتَ لاَ يَمْنَعُ التَّقَرُّبَ عَنِ الْمَيِّتِ كَمَا فِي الصَّدَقَةِ وَالْحَجِّ .
وَقَدْ صَحَّ أَنَّ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحَّى بِكَبْشَيْنِ أَحَدُهُمَا عَنْ نَفْسِهِ ، وَالآْخَرُ عَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِهِ .  وَعَلَى هَذَا لَوِ اشْتَرَكَ سَبْعَةٌ فِي بَدَنَةٍ فَمَاتَ أَحَدُهُمْ قَبْل الذَّبْحِ ، فَقَال وَرَثَتُهُ – وَكَانُوا بَالِغِينَ – اذْبَحُوا عَنْهُ ، جَازَ ذَلِكَ . وَذَهَبَ الشَّافِعِيَّةُ إِلَى أَنَّ الذَّبْحَ عَنِ الْمَيِّتِ لاَ يَجُوزُ بِغَيْرِ وَصِيَّةٍ أَوْ وَقْفٍ .
📌                Jika seseorang berwasiat untuk berkurban atau berwaqaf untuk itu, maka dibolehkan berkurban baginya menurut kesepakatan ulama. Jika dia memiliki kewajiban karena nazar atau selainnya, maka ahli warisnya wajib melaksanakannya. Ada pun jika dia tidak berwasiat, dan ahli waris dan selainnya nya hendak berkurban untuknya dari hartanya sendiri, maka menurut Hanafiyah, Malikiyah, dan Hanabilah, membolehkan berkurban untuknya, hanya saja Malikiyah membolehkan dengan kemakruhan. Mereka membolehkan karena kematian tidaklah membuat mayit terhalang mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala sebagaimana sedekah dan haji.
                Telah shahih bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkurban dengan dua kambing kibas, satu untuk dirinya dan satu untuk umatnya yang belum berkurban. Atas dasar ini, seandainya tujuh orang berpartisipasi dalam kurban Unta, lalu salah seorang ada yang wafat sebelum penyembelihan. Lalu ahli warisnya mengatakan –dan mereka sudah baligh- : sembelihlah untuknya, maka itu boleh. Sedangkan kalangan Syafi’iyah berpendapat tidak boleh berkurban untuk mayit  tanpa diwasiatkan dan waqaf. [7] Bersambung …
🍃🍃🍃🍃🍃
*Daftar Pustaka*
[1] Ibid, 1/742-743
[2] Syarh Muntaha Al Iradat, 3/16
[3] Majmu’ Fatawa, 5/466. Mawqi’ Al Islam
[4]  Ibid
[5] Al Mughni, 567-569
[6]  HR. Muslim No. 1967
[7] Al Bada’i Shana’i, 5/72. Hasyiyah Ibnu Abidin,  5/214. Hasyiyah Ad Dasuqi, 2/122, 123. Hasyiyah Al Bujirumi ‘alal Minhaj, 4/300.  Nihayatul Muhtaj, 8/136. Al Mughni ‘Alal Asy Syarh Al Kabir, 11/107. Muthalib Ulin Nuha, 2/472
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …