Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan-Amalannya (Bag. 3)

📆 Senin, 3 Dzulhijjah 1437H / 5 September 2016
📚 *HADITS DAN FIQIH*

📝 Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.*
📋 *Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan-Amalannya (Bag. 3)*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
*4⃣ Shalat Idul Adha*
Dalam hal ini Allah Ta’ala berfirman;
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
📌“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al Kautsar: 2)
Shalat Idul Adha (juga Idhul Fitri) adalah sunah muakadah. Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:
شرعت صلاة العيدين في السنة الاولى من الهجرة، وهي سنة مؤكدة واظب النبي صلى الله عليه وسلم عليها وأمر الرجال والنساء أن يخرجوا لها.
📌Disyariatkannya shalat ‘Idain (dua hari raya) pada tahun pertama dari hijrah, dia adalah sunah muakadah yang selalu dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Beliau memerintahkan kaum laki-laki dan wanita untuk keluar meramaikannya. (Fiqhus Sunnah, 1/317)
Ada pun kalangan Hanafiyah berpendapat wajib, tetapi wajib dalam pengertian madzhab Hanafi adalah kedudukan di antara sunah dan fardhu.
Disebutkan dalam Al Mausu’ah:
صَلاَةُ الْعِيدَيْنِ وَاجِبَةٌ عَلَى الْقَوْل الصَّحِيحِ الْمُفْتَى بِهِ عِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ – وَالْمُرَادُ مِنَ الْوَاجِبِ عِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ : أَنَّهُ مَنْزِلَةٌ بَيْنَ الْفَرْضِ وَالسُّنَّةِ – وَدَلِيل ذَلِكَ : مُوَاظَبَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهَا مِنْ دُونِ تَرْكِهَا وَلَوْ مَرَّةً
📌Shalat ‘Idain adalah wajib menurut pendapat yang shahih yang difatwakan oleh kalangan Hanafiyah –maksud wajib menurut madzhab Hanafi adalah kedudukan yang setara antara fardhu dan sunah. Dalilnya adalah begitu bersemangatnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukannya, Beliau tidak pernah meninggalkannya sekali pun. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 27/240)
Sedangkan Syafi’iyah dan Malikiyah menyatakan sebagai sunah muakadah, dalilnya adalah karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah ditanya oleh orang Arab Badui tentang shalat fardhu, Nabi menyebutkan shalat yang lima. Lalu Arab Badui itu bertanya:
هَل عَلَيَّ غَيْرُهُنَّ ؟ قَال لاَ ، إِلاَّ أَنْ تَطَوَّعَ
Apakah ada yang selain itu? Nabi menjawab: “Tidak ada, kecuali yang sunah.” (HR. Bukhari No. 46)
Bukti lain bahwa shalat ‘Idain itu sunah adalah shalat tersebut tidak menggunakan adzan dan iqamah sebagaimana shalat wajib lainnya. Shalat tersebut sama halnya dengan shalat sunah lainnya tanpa adzan dan iqamah, seperti dhuha, tahajud, dan lainnya. Ini menunjukkan bahwa shalat ‘Idain adalah sunah.
Sedangkan Hanabilah mengatakan fardhu kifayah, alasannya adalah karena firman Allah Ta’ala menyebutkan shalat tersebut dengan kalimat perintah:  “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al Kautsar: 2). Juga karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selalu merutinkannya. (Ibid, 27/240)
*5⃣ Menyembelih Hewan Qurban*
Jumhur ulama mengatakan sunnah muakadah, kecuali Abu Hanifah hang mengatakan wajib, bagi yang sedang lapang rezekinya.
Untuk detilnya masalah ini silahkan buka lagi tulisan saya  “Qurban dan Pembahasannya”.
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Qurban Untuk Anak Atau Diri Sendiri yang Didahulukan?

*Ustadz Menjawab*
_Senin, 05 September 2016_
🌴Ustadz Farid Hasan Nu’man
🌿🍁🌺 *Qurban Atas Nama Anak*
Assalamu’alaikum ustadz/ah..
Jika ana berniat tahun ini utk berkurban a.n. anak (2 thn 6 bln) bolehkah? Sementara utk istri dan ana sendiri insya Allah diniatkan di tahun depannya lagi. Secara finansial kami cukup utk kehidupan sehari-hari. Ada tabungan utk persiapan sekolah (ana sendiri dan anak ana tahun depan). Bagaimana seharusnya Ustadz? Mhn keterangan. Jazakallah.
Pertanyaan yang serupa :
Yth ustadz…Rasulullah menyembelih an beliau dan keluarga serta umat….apakah itu dalil bahwa kurban boleh an keluarga (satu keluarga satu qibas)
🍃🍃Pembahasana :
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Ya, Atas nama 1 orang, dan atas nama sekeluarga adalah sah. Semuanya ada dalilnya. Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha:
قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى بِهِ
‘Nabi mengucapkan: “Bismillahi Allahumma taqabbal min Muhammadin wa Aali Muhammad wa  min  ummati Muhamamdin (Dengan Nama Allah, *Ya Allah terimalah Kurban dari Muhammad, dari keluarga Muhammad* dan umat Muhammad),” lalu beliau pun menyembelih.” (HR. Muslim No. 1967)
Tertulis dalam Al Mausu’ah:
وَقَدْ صَحَّ أَنَّ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحَّى بِكَبْشَيْنِ أَحَدُهُمَا عَنْ نَفْسِهِ ، وَالآْخَرُ عَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِهِ .
Telah shahih bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkurban dengan dua kambing kibas, satu untuk dirinya dan satu untuk umatnya yang belum berkurban. (Al Mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 5/106)
Wallahu A’lam
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Diantara Akhlak Dalam Bersin dan Menguap

 Ahad, 2 Dzulhijjah 1437H / 4 September 2016
 *MUAMALAH*

 Pemateri: *Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag .*

 *Diantara Akhlak Dalam Bersin & Menguap*

 *Hadits*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ (رواه اليخاري)
Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
_”Sesungguhnya Allah menyukai bersin, dan membenci menguap. Maka apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaklah ia memuji Allah (mengucapkan alhamdulillah), dan kewajiban muslim lainnya yang mendengarnya untuk mendo’akannya (mengucapkan yarhamukallah). Sedangkan menguap datangnya dari syetan, maka hendaknya ia menahan menguap semampunya. Dan jika sampai ia mengucapkan “haaah” (menguap dengan bersuara), maka syetan akan tertawa (senang) karenanya.”_
(HR. Bukhari)
 *Hikmah Hadits :*
❣1. Anjuran berakhlaqul karimah dalam segenap aspek kehidupan, tidak terkecuali dalam kebiasaan sehari-hari yang terkadang dianggap sepele dan ringan, seperti akhlak ketika sedang bersin atau ketika sedang menguap.
❣2. Ketika bersin, kita dianjurkan untuk berdoa memuji Allah Swt dengan mengucapkan _*”Alhamdulillah”*_. Karena bersin merupakan nikmat dari Allah Swt.
Sementara, bagi muslim lainnya yg mendengarkan ucapan hamdalah dari orang yang bersin, dianjurkan untuk turut mendoakannya dengan mengucapkan _*”yarhamukallah”.*_
Kemudian selanjutnya orang yang bersin tadi membalasnya kembali dengan mendoakan orang tersebut dengan ucapan _*”yahdikumullah”*_.
Dan sungguh, betapa indahnya kehidupan orang yang beriman, yang selalu saling mendoakan satu dengan yang lainnya.
❣3. Adapun menguap, umumnya datangnya dari syaitan dan termasuk perkara yang tidak disukai Allah Swt. Maka anjuranya ketika menguap adalah hendaknya ditahan sebisa mungkin.
Dan kalaupun harus menguap juga, maka *_hendaknya jangan sampai mengeluarkan suara ketika menguap_*.
Sebab menguap dengan mengeluarkan suara, termasuk perbuatan tercela, dan syaitan sangat menyukainya serta tertawa karenanya.
Wallahu A’lam

Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
Sebarkan dan raihlah pahala …

Membeli Kendaraan Via Lembaga Keuangan Konvensional

*Ustadz Menjawab*
_Ahad, 04 September 2016_
📲Ustadz Umar Hidayat
🌿🍁🌺 *Tidak Ada Pembiayaan Syari’ah di Daerahnya*?
Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah.. apakah membeli kendaraan dengan cara mencicil dengan difalisitasi oleh lembaga pembiayaaan konvensional termasuk riba? Soalnya di daerah kami lembaga pembiayaan syariah belum ada dan yang ini kan diterima dalam bentuk barang dan bukan uang?. Mohon penjelasannnya . syukron katsiran.
Jawaban:
————-
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
👉Mungkin jawaban ini tidak memuaskan tapi minimal bisa jadi pertimbangan.
Bahwa meski terimanya barang, tapi yang bayar dengan uang kepada penjual mobil (mungkin dealer) adalah bank konvensional.
Dan Anda bayar ke bank konvensional itu dengan uang dan pasti terhitung angsuran pokok dan bunganya. Di sinilah masalah ribanya, yakni bunga bank. Maka menjadi transaksi ribawi.
Namun jika itu terpaksa sekali dan kebutuhan mobil itu mendesak, tidak ada alternatif Bank/BPR/ koperasi/BMT yang bertransaksi secara syari’ah, mudah-mudahan termasuk darurat. Jika darurat maka boleh. Namun jika dalam perjalanan ke depan ada yang lebih syar’i segera pindah.
Wallahu a’lam.
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

QS. Ibrahim ayat 24

Sabtu, 01 Dzulhijjah 1437 H/ 02 September 2016
 Al-Qur’an
 Ustadz Noorahmat
 QS. Ibrahim ayat 24
============================

Assalamu’alaikum adik-adik MFT yang budiman….
Maaf ya materinya kesorean…. semoga dimaafkan…
Kali ini kita akan bahas tafsir dari Firman Allah Azza wa Jalla dalam QS Ibrahim ayat 34:
وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).
Nah sekarang kita bahas bagian-bagian ayat tersebut.
Penggalan pertama ayat ini dulu ya…
وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ
Dan Dia telah memberikan kepada kalian (keperluan kalian) dari segala apa yang kalian mohonkan kepada-Nya.
Dalam penggalan ayat tersebut bisa dikatakan bahwa Allah Azza wa Jalla menyediakan bagi kita semua segala sesuatu yang kita perlukan dalam semua keadaan sesuai dengan apa yang kita mohonkan kepada-Nya.
Sebagian ulama tafsir di masa awal Islam mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah dari semua yang kita mohonkan kepada-Nya dan yang tidak kita mohonkan kepada-Nya. Ada pula sebagian ulama yang membacanya dengan bacaan yang artinya “Dan Dia telah memberikan kepada kita keperluan kita dari segala apa yang kita mohonkan kepada-Nya dan yang tidak kita mohonkan kepada-Nya”.
Kemudian penggalan berikutnya dari ayat ini adalah
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kalian menghitungnya.
Dari penggalan tersebut, Allah Azza wa Jalla menceritakan sisi ketidakmampuan kita hamba-hamba-Nya untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada kita semua, terlebih lagi untuk menunaikan syukurnya.
Talq ibnu Habib telah mengatakan bahwa sesungguhnya hak Allah itu jauh lebih berat daripada apa yang dikerjakan oleh hamba-hamba-Nya sebagai rasa syukurnya. Dan sesungguhnya nikmat-nikmat Allah itu jauh lebih banyak daripada apa yang dihitung-hitung oleh hamba-hamba-Nya, tetapi mereka melakukan tobatnya di pagi hari, dan di sore hari mereka bertobat pula.
Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah mengucapkan doa berikut:
“اللَّهُمَّ، لَكَ الْحَمْدُ غَيْرَ مَكْفِيّ وَلَا مودَع، وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ ربَّنا”
Ya Allah, bagi Engkaulah segala puji yang tidak pernah tercukupkan, tidak pernah terpisahkan, dan tidak pernah tertinggalkan, wahai Tuhan kami.
Hafalin ya…semoga Allah Azza wa Jalla memampukan kita untuk senantiasa bersyukur pada Allah Yang Maha Menciptakan.
Salah seorang penyair mengatakan:
لَوْ كُلُّ جَارِحَة مِنِّي لهَا لُغَةٌ…
تُثْنيِ عَلَيكَ بِمَا أولَيتَ مِنْ حَسنِ…
لَكَانَ مَا زَادَ شُكري إِذْ شَكَرت بِهِ…
إليكَ أبلغَ فِي الإحسَان والمننِ…
Seandainya setiap anggota tubuhku dapat berbicara memuji-Mu sebab kebaikan yang telah Engkau berikan kepadaku, niscaya lebih rasa syukurku kepada-Mu merupakan nikmat yang paling besar yang dianugerahkan oleh-Mu kepadaku.
Wallahua’lam.
Barakallahu fiikum ajma’iin.

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Ketika Kepercayaan Menghilang Dalam Pernikahan (bag. 2)

📆 Sabtu, 01 Dzuhijjah 1437H / 03 September 2016
📚 *KELUARGA*

📝 Pemateri: *Ustadzah Dra. INDRA ASIH*
📝 *Ketika Kepercayaan Menghilang Dalam Pernikahan (bag. 2)*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Bag. 1 : http://www.iman-islam.com/2016/08/ketika-kepercayaan-menghilang-dalam.html?m=1
*Pintu-pintu selingkuh*
🌹 *Pertama*:  _Dimulai dari keisengan_
Seringkali ada pria atau wanita jika menyukai seseorang maka mereka lalu secara iseng membangun komunikasi. Jika komunikasi itu berjalan baik, maka hubungan itu bisa meningkat ke hubungan yang bersifat persaudaraan atau bisa lebih mengarah kepada hubungan percintaan. Disinilah awal mula perselingkungan terjadi. Dan untuk keluar dari zona ini sulitnya bukan main, kecuali mereka mendapat hidayah dari Allah. 
🌹 *Kedua:*  _Melalui Hubungan pertemanan._
Seringkali ada pria atau wanita menjalin pertemanan, di dalam pertemanan ini terjadi curhat-curhatan. Si pria menceritakan keadaan rumah tangganya si wanita lalu menceritakan keadaan rumah tangganya, yang menurut mereka bermasalah, atau sengaja dibuat bermasalah. Maka terjadilah komunikasi sambung rasa. Kalau si pria atau wanita tidak cepat sadar maka mereka akan terlibat perselingkuhan yang juga sangat sulit mereka akhiri karena nafsu sudah merasuk sampai di ubun-ubun.
🌹 *Ketiga:* _Melalui pintu kekaguman._
Selingkuh itu bisa terjadi karena faktor kekaguman seorang terhadap orang lain yang menurutnya memiliki pesona dan karisma untuknya. Jika orang yang dikaguminya tersebut juga merespon maka mulai dari sinilah perselingkuhan itu akan terjadi. Dan barangkali masih banyak  pintu selingkuh yang lain.
📚 *Islam telah mengatur dan menetapkan ketentuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.*
Islam telah mengatur dan menetapkan ketentuan yang seimbang antara hak dan kewajiban, bukan hanya dalam rumah tangga, tetapi juga dalam setiap permasalahan dan ketentuan yang ada.
Setiap rumah tangga tentu memiliki resep dan kunci kebahagiaan sendiri-sendiri. Hubungan rumah tangga akan berjalan seimbang dan harmonis bila antara suami dan istri mampu menempatkan posisi mereka masing-masing secara tepat dan baik.
Dalam bingkai rumah tangga, pasangan suami dan istri masing-masing memiliki hak dan kewajiban. Suami sebagai pemimpin, berkewajiban menjaga istri dan anak-anaknya baik dalam urusan agama atau dunianya, menafkahi mereka dengan memenuhi kebutuhan makanan, minuman, pakaian dan tempat tinggalnya.
*A.  Suami, Jangan Khianati Amanah Kalian.*
Suami adalah pemimpin dalam rumah tangga. Pemimpin bagi istri dan anak-anaknya. Suami bertanggung jawab penuh akan kebutuhan mereka, baik lahir maupun batin. Dan juga, suami berkewajiban membimbing istri ke arah yang lebih baik jika terdapat kekurangan pada istrinya.
Seorang suami yang berikrar dalam suatu ikatan pernikahan berarti telah memikul tanggung jawab yang besar. Tak ada alasan baginya untuk mengelak dari hal itu. Sebab, tanggung jawab tersebut telah diatur dan termasuk dalam ketentuan agama.
Namun, ternyata banyak suami yang menyalahgunakan kepemimpinannya dan tanggungan itu. Sang suami malah semena-mena memerintah istri di luar kemampuannya atau melebihi batas dari yang seharusnya. Tentu ini bukan tipe suami yang ideal dalam rumah tangga. Sifat seperti itu malah akan menjerumuskan pada sebuah kehancuran mahligai rumah tangga yang seyogianya harus menuju rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Tanpa kita sadari dalam kehidupan keluarga tidak jarang para suami melakukan tindakan yang menyimpang dari ketentuan Allah SWT dan telah melanggar hak-hak isterinya.
Oleh karena itu _perlu sekali para suami mengetahui perbuatan-perbuatan yang oleh islam dikategorikan sebagai tindakan durhaka terhadap istri._
Adapun beberapa perilaku yang sering suami lakukan adalah sebagai berikut  :
1⃣ Menjadikan Istri Sebagai Pemimpin Rumah Tangga
Dari Abu Bakrah, ia berkata: ”Rasulullah saw.bersabda: ‘tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita.’ “(HR.Ahmad,Bukhari,Tirmidzidan Nasa’i)
Rasul menyampaikan bahwa suatu kaum (termasuk didalamnya suami) tidak akan pernah memperoleh kejayaan atau keberuntungan bila menjadikan seorang wanita (termasuk istri) menjadi seorang pemimpin. Bentuk ketidak beruntungan ini adalah hilangnya wibawa suami sehingga memberi peluang untuk istri berlaku sesukanya dalam mengatur rumah tangga tanpa memperdulikan pendapat suami.
Menyuruh istri mencari nafkah dan mengatur urusan rumah tangga termasuk menjadikan istri sebagai pemimpin. Suami yang berbuat demikian berarti melanggar ketentuan yang ditetapkan Allah dan Rasul-Nya.
Mengingat besarnya tanggung jawab dan akibat yang ditimbulkan akibat kedurhakaan ini, suami wajib menghindari perbuatan tersebut dan segera meminta maaf terhadap Istri dan bertaubat kepada Allah SWT.
2⃣ Menelantarkan Belanja Istri
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr,ia berkata: ”Rasululluah bersabda:’seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya.’”(HR.Abu Dawud,Muslim,Ahmad,dan Thabarani)
Dari ‘Aisyah ra, bahwa Hindun binti Utbah pernah berkata: “Wahai Rasulullah, Sesungguhnya Abu Sufyan adalah orang yang kikir dan tidak mau memberikan kepadaku belanja yang cukup untuk aku dan anakku, sehingga terpaksa aku mengambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya.” Beliau besabda: “Ambillah sekadar cukup untuk dirimu dan anakmu dengan wajar.” (HR.Bukhari,Muslim,Nasa’i,Abu dawud,Ibnu Majah,Ahmad,dan Darimi)
Hadist ini menerangkan bahwa istri yang diberi nafkah tidak sesuai dengan kebutuhannya padahal mempunyai harta yang cukup maka diperbolehkan mengambil sendiri harta itu tanpa sepengetahuan suaminya sekadar untuk memenuhi kebutuhannya dan anaknya secara wajar.
Suami hendaknya menyadari bahwa selama ia menelantarkan belanja istri, selama itulah ia berdosa kepada istrinya. Oleh karena itu ia wajib meminta maaf kepada istrinya dan selanjutnya bertaubat kepada Allah. Ia wajib menyadari bahwa tidak membelanjai istri termsuk mendurhakai Allah SWT. Dosanya tidak hanya kepada istri tapi juga terhadap Allah SWT.
3⃣ Tidak Memberi Tempat Tinggal Yang Aman
“Tempatkanlah mereka (para istri) di tempat kalian bertempat tinggal menurut kemampuan kalian dan janganlah menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Jika mereka (istri yang di thalaq) itu sedang hamil, berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan…” (QS.Ath-Thalaaq(65):6)
4⃣Tidak Melunasi Mahar
Dari Maimun Al-Kurady,dari bapaknya,ia berkata: ”saya mendengar Nabi saw.(bersabda): “siapa saja laki laki yang menikahi seorang perempuan dengan mahar sedikit atau banyak, tetapi dalam hatinya bermaksud tidak akan menunaikan apa yang menjadi hak perempuan itu, berarti ia telah mengacuhkannya. Bila ia mati sebelum menunaikan hak perempuan itu, kelakpada hari kiamat ia akan bertemu dengan Allah sebagai orang yang fasiq…’” (HR.Thabaran,)
Menurut Hadist ini seorang suami yang telah menetapkan mahar untuk istrinya,tetapi kemudian tidak membayarkan mahar yang dijanjikan kepada istrinya, berarti menipu atau mengicuh istrinya. Jika ia tidak memiliki mahar maka ia boleh mengutang kepada istrinya.
Dalam QS.Al-Baqarah(2):237 menerangkan bahwa “jika kalian menceraikan istri istri kalian sebelum kalian bercampur dengan mereka, padahal kalian sudah menentukan maharnya, bayarlah separuh dari mahar yang telah kalian tentukan itu,kecuali jika istri istri kalian itu telah memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah. Pemberian maaf kalian itu adalah lebih dekat kepada taqwa. Janganlah kalian melupakan kebaikan antara sesama kalian.sesungguhnya Allah maha melihat apa yang kalian kerjakan.”.
Suami yang berutang mahar kepada istrinya dengan niat tidak akan melunasinya harus mempertanggung jawabkannya di akhirat kelak.
Apapun alasan yang menjadikan dasar untuk suami melakukan kedurhakaan ini tetap tidak dibenarkan. Karena segala macam utang wajib dilunasi baik oleh suami maupun istri dan untuk melunasinya tidak perlu menunggu ditagih.
🔸Bersambung 🔹
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼 Sebarkan! Raih pahala…

Menyikapi Suami Selingkuh

*Ustadz Menjawab*
_Sabtu, 03 September 2016_
📲Ustadzah Eko Yuliarti Siroj
🌿🍁🌺 *Menghadapi Suami Selingkuh*
Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah
Ustadzah saya mau tanya, bagaimana sebaiknya menyikapi suami yang selingkuh. Setelah mencoba dibicarakan malah mendapat KDRT. Mohon penjelasannya.  Anggota A27
Jawaban:
———–
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Akad nikah Allah sebut sebagai mitsaqon ghalidzhan (janji/ikatan/komitmen yang sangat berat). Didalamnya terkandung makna komitmen, kesetiaan, kasih sayang, cinta, dll. Karena ia sesuatu yang berat, maka tantangan dan rintangannya juga banyak. Dan siapa yang mampu melampaui dengan baik tantangan dan rintangan dalam pernikahan, maka ia termasuk orang yang selamat.
Suami yang selingkuh adalah salah satu rintangan dalam pernikahan. Dan menyikapinya perlu keuletan dan kesabaran.
Menggadapi suami yang selingkuh, kita perlu memastikan bahwa ini adalah peluang kita untuk mendapatkan pahala, kesempatan untuk meningkatkan ketahanan keluarga dan karenanya kita akan menyelesaikan dengan kepala dingin dan rasional.
Kuatkan diri kita sebelum berbicara dengan suami. Sadari bahwa:
# Suami kita sedang dalam kondisi tidak nyaman (karena perbuatan selingkuhnya ketahuan). Ia akan malu dan seringkali menutupi rasa malunya dengan marah.
# Suami kita sedang dalam kondisi tersudut (karena ia tahu bahwa apa yg dilakukannya dosa). Untuk menutupinya ia akan sangat emosional.
# Suami kita dalam kondisi stres (karena seharusnya ia memberi contoh yg baik bagi keluarga sebagai imam).
Ia akan banyak menghindar.
KDRT seringkali terjadi ketika istri berbicara/bersikap kepada suami dengan emosional. Marah, menyatakan kecewa, memaki, menyudutkan, menangis, mengungkit masa lalu, dll.
Maka ingatlah bahwa ketika kita menghadapi suami yang selingkuh, sesungguhnya kita sedang berdakwah. Mengajak orang yang melakukan dosa untuk meninggalkan dosanya. Mengajak orang yang melakukan ma’shiyat untuk meninggalkan kema’shiyatannya. Dan dakwah sesuai firman Allah harus dilakukan dengan penuh hikmah dan cara-cara yang baik.
Istri perlu meminta waktu untuk bicara dengan suami dalam situasi yang nyaman. Tidak ada orang lain, hanya berdua saja. Mulai dengan berbicara bahwa pernikahan ini adalah ibadah. Oleh karenanya kita ingin ibadah ini sampai akhir dengan selamat.
Sampaikan empati bahwa setiap kita mungkin berbuat salah. Dan Allah selalu membuka pintu taubat.
Sampaikan keinginan kita untuk saling setia. Menempuh jalan pernikahan hingga akhir. Dan tidak pernah berfikir untuk berpisah.
Sampaikan kelapangan hati kita sebagai istri untuk menerimanya kembali dan membantunya memperbaiki diri.
Mintalah masukan darinya, apa yang suami inginkan dari istri. Apa yang selama ini blm terpenuhi, apa yg selama ini tidak disukai.
Sampaikan komitmen kita untuk memperbaiki diri. Bila perlu minta maaf atas segala kekurangan selama ini. Hal ini penting sebagai bentuk pengakuan akan keqowwamannya.
Sampaikan juga permintaan kita agar suami berubah dan apa yang kita inginkan. Sampaikan bahwa kita akan membantunya berubah karena kita ingin keridhoan Allah. Bersikap lembut dan tidak menghakimi. Dalam pembicaraan ini tidak ada yang kalah atau menang. Tujuannya adalah kebaikan bersama.
Upayakan agar kita fokus pada dia (sebagai suami) dan saya (sebagai istri). Dan ini masalah dia dan saya. Jangan bawa pihak lain (selingkuhannya) dalam pembicaraan ini. Berikan kepercayaan kepada suami bahwa ia mampu meninggalkan selingkuhannya.
Intinya adalah bagaimana istri menyelesaikan problem yang ada dengan cara yang baik dan menunjukan pengakuan akan keqowwaman suami.
Tentu tidak mudah dan mungkin perlu waktu panjang. Lakoni dengan ulet dan sabar. Karena tujuan kita bukan kemenangan sebagai istri, akan tetapi kembalinya orang yang salah kepada keridhoan Allah. Niatkan upaya2 kita untuk ibadah kepadaNya.
Sikap kita dlm menghadapi masalah rumah tangga, akan berdampak pada kemuliaan kita sebagai istri. Oleh karenanya pilih sikap yang memuliakan.
Wallohu a’lam bis showwab…
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

KISAH NABI ADAM A.S. (1)

📆Jum’at, 30 Dzulqo’dah1437 H/  02 September 2016
📘Sirah
📝 Pemateri: Dr. Wido Supraha
📖 KISAH NABI ADAM A.S. (1)
=============================
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Brother and Sista,
Umat manusia yang ada saat ini sejatinya berawal dari manusia yang satu (Q.S. 4:1), dialah Bapak Manusia, Adam a.s. Sains hari ini pun telah mementahkan teori Darwin yang menyebutkan bahwa manusia hasil evolusi dari kera. Mengetahui hakikat tentang Bapak kita yang pertama tentunya adalah keutamaan tersendiri ya Brother and Sista, agar kita semakin memahami hakikat hidup dan kehidupan ini.
Dari berbagai nash yang kita terima hari ini, berikut ini beberapa fakta terkait dengan Nabi Adam a.s., sebagai berikut:
1⃣ Nabi Adam a.s. diciptakan dari tanah (Q.S. 3:59), bukan dari api yang tidak berasap, dan bukan dari cahaya. Nabi Isa a.s. juga diciptakan dari tanah. Secara logika manusia, tentunya Nabi Adam a.s. lebih  berhak disembah sebagai Tuhan daripada Nabi Isa a.s., namun Islam tidak mengajarkan manusia untuk dijadikan Tuhan.
2⃣ Nabi Adam a.s. adalah manusia pertama dalam sejarah umat manusia hari ini, dan menjadi manusia pertama yang menikah. Hal ini menunjukkan betapa mulianya pernikahan, dan betapa dilarangnya berpacaran. (Q.S. 7:189)
3⃣ Awal kekhawatiran para Malaikat akan penciptaan manusia yang akan melalahirkan kerusakan dan pertumpahan darah adalah karena Malaikat telah menyaksikan kehidupan para jin sebelum penciptaan manusia. Namun pengetahuan makhluk akan tujuan Allah amatlah terbatas. (Q.S. 2:30)
4⃣ Kesombongan iblis, sebagai salah satu jenis makhluk dari kalangan jin tampak ketika ia tidak mau memberikan penghormatan kepada Nabi Adam a.s. yang baru diciptakan-Nya hanya karena perbedaan materi penciptaan. Sejatinya, Iblis membangkang perintah Tuhannya. (Q.S. 7:11)
Sampai disini dulu ya Brother and Sista. Ada yang mau ditanyakan? Kita akan lanjutkan poin-point terkait penciptaan manusia pada tulisan selanjutnya ya.
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih pahala….

Tegar Melangkah di Jalan yang Benar

📆 Jumat, 30 Dzulqo’dah 1437H / 2 September 2016
📚 *MOTIVASI*

📝 Pemateri: *Ustadzah Rochma Yulika*
📋 *Tegar Melangkah di Jalan yang Benar*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Inilah dunia fana.
Ia nampak begitu mempesona dan tak kuasa diri menolak keindahannya.
Gundah hati  menapaki hari. Kadang lelah tak terperi. Letih dan sedih mengisi hari. Merasai perjalanan hidup ini.
Dalam sujudku.
Selalu ku bermunajat pada sang Penentu.
Tuk senantiasa kuatkan hatiku.
Tuk selalu tuntun langkahku. Agar tak tertipu oleh dunia yang semu.
Ketika hasrat dan taat berpadu dalam relung jiwaku.
Tetap istiqamah tuk menjadi penolong agama Mu
Allahu akbar…
_Jadikan kami manusia-manusia yang tegar saat yang lain terlempar._
_Jadikan kami manusia-manusia tangguh saat yang lain rapuh._
_Jadikan kami manusia-manusia kuat saat yang lain tersesat._
_Dan jadikan kami manusia-manusia mulia saat yang lain terperdaya oleh dunia._
Allahu akbar…
Teringat akan kisah perang Badar. Jiwa-jiwa ksatria yang tak pernah gentar.
Meski musuh berjumlah jauh lebih besar. Namun panji Islam tetap kan berkibar
_Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi._
_”Dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya, apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”. (Al Anfal:60)._
Wallahu musta’an.
Seperti kisah berikut ini.
Lelaki renta yang setia menjalani segala amanah yang ada di pundaknya.
Meski melangkah saja tak kuasa, beliau tetap bisa memberikan wejangan kepada anak-anak didiknya.
Meski di kursi roda, semangatnya mampu mengguncang dunia.
Setiap ungkapan yang terucap mempunyai kekuatan yang luar biasa.
Hatinya yang bersih, keikhlasannya yang tulus, dan semangatnya yang membara menjadikan kalimat yang terlontar selalu penuh makna.
Tak lain semuanya dilakukan lantaran keyakinan penuh bahwa Allah pasti akan memberikan kemenangan bagi umat Islam.
Kursi roda setia menemani beliau mengerjakan tugas beratnya.
Tahukah Anda siapakah beliau?
Tak lain dan tak bukan adalah *Syekh Ahmad Yasin*, pemimpin gerakan _Hamas di Palestina_ yang berjuang melawan kekejaman Zionis Yahudi.
Namanya masih kita kenal meski sudah cukup lama beliau meninggalkan dunia ini.
Kenangan akan semangat nya mampu menginspirasi kita semua.
Keteguhannya dalam membela kebenaran dan menegakkan keadilan sungguh tiada terkira.
Perlulah kita mencontoh semangatnya, keteguhan nya, dan keyakinannya.
Meski lelah, letih dan segala kekurangan yang ia miliki takkan pernah menyurutkan keteguhannya di jalan kebaikan. Bersemangat membela kebenaran. Berjuang mencegah kemungkaran.
Begitu pula, ada kisah lain lagi. Ada seseorang yang aktif memperjuangkan keberadaan umat Islam serta memurnikan ajaran-Nya.
Beliau ditanya seberapa besar modal untuk membangun yang dia cita-citakan beserta para muridnya. Dengan lantang beliau menjawab, _“Bukan harta yang menjadi modal, tetapi keimanan dan ketakwaan yang ada pada dada kami yang akan mewujudkannya.”_
Beliau adalah *Hasan al-Banna* yang mendirikan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir yang memiliki keinginan untuk menyatukan umat yang terpecah-belah.
Para kader pendukungnya bukan orang-orang kaya yang sanggup mengeluarkan infak, melainkan orang-orang yang memiliki semangat yang luar biasa.
Bahkan mereka rela makan dengan sederhana untuk keluarganya.
Mereka mengutamakan infak untuk membesarkan nama dan kejayaan Islam.
Masya Allah, bila semua tak berbekal keyakinan dan kepasrahan kepada Rabb-Nya mereka takkan mampu menjalaninya.
Sahabat Surgaku…..
Bersama Allah solusi itu ada…
Allah Dzat yang memiliki segala sesuatu yang mampu menghadirkan keberkahan dari setiap rezeki yang didapatkan oleh makhluk-Nya.
Keberkahan tak terukur dengan ukuran manusia. Tak terjangkau oleh hitungan logis manusia. Menakjubkan memang. Hingga terkadang uang 1 juta menjadi jauh lebih bisa mencukupi dibanding 10 juta.
Begitu pula kekuatan pasukan perang Badar yang berjumlah 300 orang Muslim sanggup mengalahkan 1000 musuh.
Inilah solusi bila ada keyakinan dalam hati. Yakinlah bersama Allah kita bisa.
Hidup memberi seratus alasan untuk menangis, tetapi Allah akan memberi seribu alasan untuk tersenyum.
Keyakinan akan perniagaan yang tak pernah rugi membuat generasi Rabbani tak kenal henti memperjuang kan diin mulia ini. Merenda asa, mengukir prestasi, meneguhkan jati diri, menggenapkan ketaatan pada ilahi begitulah ciri pejuang sejati.
Tak pernah menyerah ketika kaki sudah melangkah. Lantaran semua sudah diawali dengan basmalah.
Tak menghindar meski harus terkapar. Tak mundur selangkah meski harus berdarah-darah.
Jiwa-jiwa mereka tangguh meski kadang terjatuh. Keterjatuhan tak membuat mereka merana lantaran baginya dengan keterjatuhan itu mereka bisa belajar tentang hidup sesungguhnya.
Jiwa-jiwa mereka kokoh, sekokoh karang di laut yang tak mudah goyah, yang tak mudah runtuh.
Lantaran jiwa mereka telah terisi oleh kecintaan pada sang pemilik alam semesta. *Ibnul Jauzi* dalam bukunya, Shifatus Shafwah, dengan sangat baik hati menyebutkan perkataan *Syumait bin Ajlan* yang menjadi bukti bahwa sejatinya kekuatan orang mukmin ada di hatinya, bukan pada anggota badannya.
Syumaith berkata,
_“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menjadikan kekuatan orang mukmin ada pada hatinya, tidak pada anggota badannya._
_Tidakkah kalian melihat orang tua yang lemah, dia mampu berpuasa di siang hari dan shalat di malam hari sedangkan pemuda tidak bisa melakukannya.”_
(Shifatus Shafwah : III/341)
Begitulah setiap kisah dari pendahulu kita bisa menjadikan kita banyak mengambil hikmah.
Bukan hanya para nabi dan rasul, maupun para shahabat, melainkan salafush shalih pun kisahnya bisa kita jadikan pegangan dalam mengarungi bahtera kehidupan ini.
Wallahu A’lam bis Shawab
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Bila Lupa Shalat

*Ustadzah Menjawab*
Jum’at, 02 September 2016_
Ustadzah Nurdiana
🌿🌺🍄 *Lupa Sholat Fardhu*
Assalaamualaikum.  Ustadz/ustadzah,  mohon penjelasan. Bila ada orang yang terlupa belum shalat fardhu, dan baru ingat saat shalat fardhu berikutnya, bagaimana cara menggantinya. Misalnya saat shalat maghrib dia lupa, lalu ingatnya saat shalat isya. Syukron atas segala jawabannya.   # A 40
🌸🌸🌸Jawaban
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Dalam Islam tidak jatuh suatu hukum kecuali sudah memenuhi syarat,
Islam, baligh, berakal sehat, dan paham.
Kalau faktor lupa ini memang merupakan kebiasaan dan ciri khas manusia, itulah sebabnya manusia di sebut Al lnsan ( yang suka lupa) lupa disini bukan disengaja, tapi memang benar-benar lupa.
Untuk jawaban pertanyaan diatas, maka saat dia lupa, dia melakukan sholat disaat ia teringat, jadi dia sholat isya terlebih dulu setelah salam lanjut sholat maghrib, semoga Allah maafkan kelalaiannya dan jadi pelajaran untuk waktu mendatang, bagaimana sholat sebagai kebutuhan pokok dalam hidup dan kehidupan kita.
Wa Allahu A’lam.
🌿🌺🍄🍀🌷🌻
Dipersembahkan  Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : http://is.gd/3RJdM0
Fans page : http://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : http:twitter.com/groupmanis
Instagram : http://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : http://play.google.vom/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….