Kekuatan Tekad

📆 Selasa, 04 Dzulhijjah 1437 H/ 06 September 2016
📕 Sirah
📝 Ustadz Noorahmat
📖 Kekuatan Tekad
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
🖌 Assalamu’alaikum wr wb adik-adik..
🖌 Pada kesempatan kali ini kita bahas mengenai apa itu kekuatan tekad yang ternyata kaitannya sangat erat dalam melahirkan kesungguhan dan keberanian dalam diri kita untuk memperjuangkan target tujuan dalam kehidupan..
🖌 Ada sebuah kisah yang cukup melegenda..khususnya di kalangan kita, Ummat Islam.
Ingin tahu ceritanya? …. Saya yakin semua pernah mendengar kisahnya, tapi tak mengapa kalau diulang kembali ya…. boleh? ☺
🖇 Ketika itu, Rasulullah SAW menghadapi berbagai marabahaya dan malapetaka secara sekaligus. Semua terkait aktifitas dakwah beliau di Mekkah. Diantara meningkatnya ekskalasi perlawanan dan kecaman dari kaum kafir Quraisy, maka Abu Thalib, berbicara kepada kemenakannya…Rasulullah Muhammad SAW.
🖇 “Tidak bisakah kau berhenti dari semua ini?”..
“Yakini saja semuanya untuk dirimu sendiri, tapi jangan usik orang lain!”..
“Jangan kau buat murka para penguasa dan membahayakan dirimu serta kita semua dengan menyebarkannya!”
🖇 Dengan penuh keberanian dan percaya diri..Rasulullah SAW menjawab
“Demi Allah, kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, lalu menyuruhku untuk meninggalkan tugas ini, aku tidak akan meninggalkannya..!!!”
🖌 Adik-adik….
🖇 Jawaban yang diungkapkan Rasulullah SAW terhadap paman beliau yang sangat beliau cintai ini menunjukkan kekuatan Ilahiyyah yang dimiliki beliau. Ungkapan tersebut pun menunjukkan bahwa beliau tidak pernah menunjukkan kelemahan dalam memperjuangkan tugas yang beliau emban. Dengan penuh totalitas, Rasulullah SAW menjalankan misi sebagai pengemban Risalah dengan kesungguhan dan sepenuh kekuatan tekad.
🖌 Masih perlu kisah lain yang menunjukkan keutamaan kekuatan tekad?
Lanjut ya..
🖇 Suatu saat, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Demi Dia yang menggenggam nyawaku, seandainya bukan karena segolongan mukminin akan merasa tidak puas karena aku meninggalkan mereka tetap di belakangku, sehingga aku dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka, tentu aku tidak akan tetap tinggal tatkala ada ekspedisi berangkat di jalan Allah SWT. Demi Dia yang menggenggam nyawaku, aku berharap terbunuh dan dihidupkan kembali, lalu terbunuh kembali”
🖇 Ka’ab bin Malik pernah mengisahkan bahwa, jika Rasulullah SAW berniat untuk ikut melakukan melakukan perjalanan ekspedisi tempur, beliau selalu terlebih dahulu seakan pergi ke suatu tempat lain hingga tiba waktu ekspedisi tersebut dimulai. Misalnya ketika ekspedisi Tabuk. Rasulullah SAW menjalankankannya di bawah terik panas matahari yang luar biasa, menempuh perjalanan panjang dan kemudian menyongsong musuh yang besar. Beliau menunjukkan dengan jelas kepada kaum Muslimin, apa yang harus mereka lakukan agar dapat mempersiapkan perlengkapan perjalanan, dengan mengatakan kepada mereka ke mana beliau akan pergi.
🖇 Ada pula kisah legendaris lainnya yang menunjukkan kegigihan dan kekuatan tekad Rasulullah SAW. Dalam Perang Badr Al-Kubra, beliau berhadapan dengan 1000 pasukan bersenjata lengkap sementara pasukan beliau hanya berjumlah 313 dengan perlengkapan seadanya. Namun, beliau tetap tidak pernah menunjukkan rasa takut atau kecil hati. Beliau menghadapi tantangan berat itu dengan keberanian yang luar biasa sehingga dapat memenangkan pertempuran dahsyat tersebut.
🖇 Belum lagi ketika perang Uhud, ketika kemenangan berubah menjadi separuh kekalahan karena kesalahan beberapa anggota pasukan pemanah yang tidak disiplin. Ditambah pasukan muslim berlarian panik setelah mendengar isu hoax terkait kematian Nabi SAW….tapi beliau Rasulullah SAW tetap tenang saja sebagaimana biasa. Beliau terus melanjutkan perlawanan dengan diiringi para sahabat setianya, hingga sebagian gigi beliau tanggal.. Kepemimpinan beliau yang gagah berani di medan perang Uhud akhirnya menyatukan pasukan muslim hingga kemudian musuh pun mundur tanpa kejelasan hasil perang..
🖌 Ada lagi kisah legendaris lainnya….
🖇 Ketika dalam perang Hunain, para muallaf melarikan diri terbirit-birit dari medan perang di bawah siraman hujan anak panah. Belum lagi hembusan fitnah dari segolongan munafik diantara pasukan. Hanya tinggal Rasulullah SAW dan diiringi sahabat setia beliau yang tetap tegar, hingga akhirnya dengan kepemimpinan dan kekuatan tekad Rasulullah SAW, beliau berhasil kembali mengatur serangan dan melakukan perlawanan sengit yang berujung pada kemenangan bagi pasukan Muslim.
🖇 Saksi mata dalam perang Hunain (Bara’ bin ‘Azib) menyampaikan, “Ya benar aku sempat melarikan diri, tetapi aku menyaksikan Rasulullah SAW tetap tegar bediri dan tetap tegak di tempatnya berdiri. Demi Allah, ketika perang makin sengit, kami berlindung disisi beliau dan orang-orang yang paling berani diantara kami berdiri disamping beliau.”
🖌 Ketahuilah adik-adikku….
🖇 Anas bin Malik pernah pula menyampaikan bahwa Rasulullah SAW merupakan sosok yang paling berani diantara semuanya..
🖇 Pernah, suatu kali tersiar khabar di Madinah bahwa Pasukan Musuh telah datang menyerang dan siap berperang. Siapakah orang Madinah pertama yang maju? Ya benar…Rasulullah SAW menjadi orang pertama di Madinah yang tanpa menunggu pelana terpasang langsung memacu kuda beliau untuk mencari tahu kebenaran berita tersebut..
🖌 Kesungguhan tekad Rasulullah SAW dalam melaksanakan amanah mengemban Risalah Islam menjadikan beliau secara totalitas memenuhi setiap episode kehidupan yang beliau jalani dengan penuh keberanian.
🖌 Keberanian itu bukan berarti tanpa rasa takut lho adik-adik… Keberanian itu sebenarnya merupakan keteguhan untuk bertindak dan melangkah maju meskipun diiringi rasa takut.
🖌 Dari kisah-kisah yang diambil dari teladan mulia, Rasulullah SAW. Maka, kita bisa melihat bahwa Islam yang terus berkembang hingga saat ini merupakan buah dari kesungguhan tekad Rasulullah SAW dalam melaksanakan amanah Risalah dari Sang Penguasa Alam.
🖌 Nah adik-adik…
Kalian tentu punya target dan cita-cita bukan?
Sudah seberapa kuatkan tekad adik-adik untuk mewujudkannya?
Sudah sejauh manakah persiapannya?
Sudah seberapa beranikah adik-adik menghadapi tantangan yang merintangi?
🖌 Yuk kita kokohkan lagi cita-cita kehidupan kita dan selaraskan dengan cita-cita Islam agar kita semakin kokoh dalam memperjuangkan cita-cita kita dengan penuh harapan mendapatkan Ridha Allah Azza wa Jalla.
🖌 Sebagai penutup, silahkan adik-adik sekalian simak secara mandiri QS. Al-Baqarah ayat 249-250. Nanti jangan lupa diskusikan di WAG kesan-kesannya ya…InsyaAllah kita sambung lain waktu dengan urusan disiplin dan keshabaran.
🖌 Wassalam..😊
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Syurutu Qabulisy Syahadatain

📆 Rabu, 05 Dzulhijjah 1437 H/ 07 September 2016
📗 Aqidah
📝 Ustadzah Novria Flaherti, S.si.
📖 Syurutu Qabulisy Syahadatain
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Assalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuhu
Adik-adik MFT..  Kita semua mengaku muslim bukan? Mengapa kita mengaku muslim? Karena kita mengucapkan syahadatain..  Syahadat yang kita ucapkan ini adalah pembeda kita dengan orang kafir, karena syahadatain yang kita ucapkan maka kita sudah masuk kedalam islam.. Karena syahadat yang kita ucapkan ini merupakan sebuah pernyataan kepercayaan dalam keesaan Allah SWT dan Muhammad SAW sebagai Rasulullah. Syahadat adalah azas/landasan/dasar dari rukun Islam. Syahadat merupakan rumah dan inti dari seluruh ajaran Islam.
Karena syahadat merenungkan syarat utama masuk Islam, maka kita tidaklah bisa asal-asalan dalam pengucapannya. Ada beberapa syarat agar syahadat yang kita ucapkan diterima oleh Allah SWT..
Syarat yang mesti dimiliki oleh seseorang yang telah mengikrarkan syahadatnya. Di antaranya adalah:
1⃣ Ilmu yang menolak kebodohan
Seseorang yang bersyahadat mesti memiliki ilmu tentang syahadatnya. Ia wajib memahami arti dua kalimat ini (Laa Ilaha Illa Allah, Muhammadur Rasulullah) serta bersedia menerima hasil ucapannya. Dari kalimat syahadatain tersebut, maka seorang muslim juga harus memiliki ilmu tentang Allah SWT, ma’rifatullah (mengenal Allah), dan ilmu tentang Rasulullah SAW. Mengenal secara baik terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya menjadikan seseorang dapat memberikan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Sebaliknya, tidak mengenal (bodoh) terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya menyebabkan seseorang tidak mampu menunaikan hak-hak Allah SWT dan Rasul-Nya. Allah SWT berfirman:
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” (QS. Muhammad: 19)
Orang yang jahil atau bodoh tentang makna syahadatain tidak mungkin dapat mengamalkan dua kalimat syahadat tersebut.
2⃣ Keyakinan yang menolak keraguan
 
Syahadat yang diikrarkan juga harus dibarengi dengan keyakinan terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya. Yakin bahwa Allah SWT sebagai Pencipta, Pemberi Rezki, Ma’bud (Yang layak disembah), dan lain sebagainya, serta yakin bahwa Rasulullah SAW adalah nabi terakhir yang diutus Allah SWT. Seseorang yang bersyahadat mesti meyakini ucapannya sebagai suatu yang diimaninya dengan sepenuh hati tanpa keraguan. Keyakinan membawa seseorang pada istiqamah dan mendorong seseorang melakukan konsekuensinya, sedangkan ragu-ragu menimbulkan kemunafikan.
Iman yang benar adalah yang tidak bercampur dengan keraguan sedikit pun tentang ketauhidan Allah SWT, sebagaimana dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar.” (QS. Al-Hujurat: 15)
Selain itu, keyakinan kepada Allah SWT menjadikan seseorang terpimpin dalam hidayah. Allah SWT berfirman:
“Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.” (QS. As-Sajadah: 24)
Keyakinan kepada Allah SWT menuntut keyakinan kepada firman-Nya yang tertulis pada kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi dan rasul. Allah SWT menurunkan kitab-kitab itu sebagai petunjuk hidup. Dan di antara ciri mukmin adalah tidak ragu terhadap kebenaran Kitabullah dan yakin terhadap hari Akhir. Sebagaimana dalam firman-Nya:

“Alif laam miim. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Baqarah: 1-5)
Bersambung ya… 😊
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Sholatnya Orang Sakit

Kamis, 06 Dzulhijjah 1437 H/ 08 September 2016
Fiqih Ibadah
 Ustadzah Suci Susanti S.SoS.I
 Sholatnya Orang Sakit
============================

Assalammu’alaikum adik-adik MFT yang dirahmati Allah  bagaimana kabarnya ?
Semoga selalu dalam lindungan Allah swt dan istiqomah di jalan Allah swt. Aamiin.
Adik-adik sholeh dan sholehah, sebagai umat Islam, kita semua wajib melaksanakan shalat. Seperti yang diperintahkan Allah swt.
Allah swt berfirman,
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta’atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (QS. An Nur [24] : 56)
Dalam ayat di atas, Allah swt memerintahkan kepada para hamba-Nya yang beriman untuk melaksanakan shalat. Shalat merupakan satu bentuk peribadahan terhadap Allah swt, Rabb Yang Maha Esa yang tidak ada sekutu baginya.
Perintah Allah swt kemudian dipertegas lagi dalam sabda Rasulullah saw.
Dalam hadits Mu’adz disebutkan,
رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ
“Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak perkaranya adalah jihad” (HR. Tirmidzi no. 2616. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
” إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ ” .
“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala  mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” (HR. Abu Daud no. 864, Ahmad 2: 425, Hakim 1: 262, Baihaqi, 2: 386).
Tapi sebagai manusia, kita tentunya mengalami sakit. Baik sakit ringan ataupun sakit berat. Lalu bagaimana cara shalatnya orang sakit ?
Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Imran Bin Husain Radhiyallahu ‘anhu:
كَانَتْ بِي بَوَاسِيرُ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الصَّلَاةِ فَقَالَ صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ
“Pernah penyakit wasir menimpaku, lalu aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang cara shalatnya. Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Shalatlah dengan berdiri, apabila tidak mampu, maka duduklah dan bila tidak mampu juga maka berbaringlah” [HR al-Bukhari no. 1117]
Ukuran sakit seberapa parahnya, di sini kembali pada kesulitan yang adik-adik hadapi.
Misalnya, sekarang kan musim hujan, kalau sakit demam batuk pilek bagaimana shalatnya ?
Kembali pada adik-adik. Masih kuat berdiri ngga? Kalau karena demam dan kepala sangat pusing, adik-adik bisa shalat sambil duduk. Kalau ngga sanggup duduk bagaimana ? Adik-adik bisa shalat sambil berbaring.
Nah adik-adik, jadi shalat wajib tidak boleh kita tinggalkan walau dalam keadaan sakit sekalipun.
Semoga kita semua selalu diberi kesehatan oleh Allah swt. Aamiin
Have a nice day 
Wassalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
==============
Fikih Sunnah Jilid 1 Sayyid Sabiq
Tafsir Ibnu Katsir

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Takbiran, Buat Apa?

*Ustadz Menjawab*
_Kamis, 08 September 2016_
🌴Ustadz DR. Wido Supraha
💐🌻🌷 *TAKBIR, ANTARA ‘ID AL-FITHR DAN ‘ID AL-ADHA*
Assalamu’alaikum ustadz/ah..
Apa sih maksud dan tujuan takbiran di malem idul fitri dan idul adha?
kmudian, kapankah waktu yg dibolehkan untuk bertakbir?
karena, mmg.. ada segolongan org yg melarang utk brtakbir, mnrt mereka hanya boleh bertakbir setelah waktu subuh hingga sebelum shalat id dilakukan. terimakasih.
🔓 *Jawab:*
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
_”Takbir adalah membesarkan nama Allah sebagaimana syariat mengajarkan.”_
📌 Ketika ‘Id al-Fithr, begitu selesai menunaikan Shaum Ramadhan, maka hendaknya kaum mukminin bertakbir hingga selesai shalat ‘Id dilaksanakan. Hal ini sebagaimana Allah Swt. berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah [2] ayat 185:
وَ لِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
📌 Ketika ‘Id al-Adha, begitu memasuki bulan Dzulhijjah hingga selesai hari Tasyri’ takbir dilakukan untuk memuliakan hari-hari terbesar dalam Islam ini. Takbir semakin dikhususkan jika melihat atsar para sahabat yakni bakda Shalat Subuh di tanggal 09 Dzulhijjah. Hal ini merupakan inspirasi dari firman Allah dalam Surat Al-Baqarah [2] ayat 203:
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ
🚨 Semoga syiar-Nya semakin besar bersama kecintaan manusia dalam bertakbir.
Wallahu a’lam.
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Lemah Ekonomi, Semakin Mudah Dihancurkan

📆 Kamis, 06 Dzulhijjah 1437H / 08 September 2016
📚 *SIROH DAN TARIKH*

📝 Pemateri: *Ustadz AGUNG WASPODO, SE MPP*
📝 *Lemah Ekonomi, Semakin Mudah Dihancurkan*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
🌐 İstanbul, Turki Utsmani 
Pembangunan pusat area Grand Bazaar (Kapalı Çarşısı) dimulai pada musim dingin tahun 1455, dua tahun setelah Konstantinopel dibebaskan oleh Sultan Mehmed II Fatih. Beliau mendirikan satu pojok khusus untuk para penjual tekstil dan batu akik yang dikenal dengan Cevâhir Bedestan atau Bezzâzistan-ı Cedîd. 
💡 *Lesson #1* peradaban tidak sempurna kecuali sudah berdiri pasar yang didominasi Kaum Muslimin, sebagaimana para sahabat Muhajirin dahulu minta ditunjukkan pasar Yastrib. 
Pembangunan Bedesten dirampungkan pada musim dingin tahun 1460, persis lima tahun. Fasilitas ini diserahkan sultan sebagai waqaf bagi Masjid Aya Sofia.
💡 *Lesson #2* sewa kios di pasar menjadi sumber waqaf bagi pemeliharaan masjid; pasar tidak boleh jauh dari orientasi penghambaan kepada Allah SWT dan penyantunan bagi mustadhafin. 
Diantara area bazaar yang paling terkenal adalah: Esir Pazarı atau pasar budak, Bit Pazarı atau pasar barang seken, dan pasar panjang Uzun Çarşı yang mendampingi berbagai kios di bawah satu atap yang memanjang. Pasar buku Sahaflar Çarşısı baru dipindah mendekat ke Beyazid Camii setelah gempa bumi di İstanbul tahun 1894.
💡 *Lesson #3* semua komoditas perdagangan harus dikuasai Kaum Muslimin. 
Pada tahun 1545 pada masa Sultan Süleyman I dibangun pula pasar lain bernama Sandal Bedesten yang khusus menjual benang tenun berwarna kayu Sandal. Nama lain bazaar ini adalah Küçük Cedit/Yeni Bedesten dan letaknya di sebelah utara. 
Beberapa waktu kemudian, seluruh pedagang tekstil dari bazaar yg lama dipindahkan ke Sandal Bedesten. Sedangkan Cevahir Bedesten khusus untuk kios barang perhiasan dan barang mewah. Pada awalnya kedua area ini terpisah dan berkembang sedemikian rupa hingga menyatu di sebelah Beyazid Camii, menurut pengakuan pelancong Perancis pada abad ke-16 Pierre Cardis. 
💡 *Lesson #4* pemerintah tidak boleh lengah dari perhatian terhadap pasar. 
Pada awal abad ke-17 Kapalı Çarşısı sudah seperti bentuknya sekarang dan telah menjadi pusat peredaran dan persinggahan barang se-Eropa. Tercatat 2 jalan utama yang memotong di tengah bazaar dan satu jalan besar yang mengelilinginya. Secara keseluruhan terdapat 67 ruas jalan di dalamnya dengan nama sesuai barang yang diperdagangkan. Terdapat beberapa tempat terbuka untuk menyelenggarakan shalat rawatib berjamaah di dalamnya, 5 masjid, 7 pancuran air dan tempat wudhu, serta 18 pintu Gerbang. Gerbang ini memiliki jadwal waktu buka dan tutup. Dari sistem inilah berkembang konsep “Pasar Tertutup” yang dikenal sebagai Kapalı Çarşısı. 
💡 *Lesson #5* perdagangan harus menjadi pemersatu Kaum Muslimin di seluruh dunia serta menjadi alat penguasaan perekonomian dunia.
Pada tahun 1638, penjelajah Turki bernama Evliya Çelebi mencatat bahwa terdapat 3000 kios di dalamnya dengan sekitar 300 gudang penyimpanan (han) di beberapa caravanserai di sekitarnya dengan fasilitas gudang 2-3 tingkat dan ruang penginapan khusus pedagang luar kota. Pada tahun itu belum semua bagian bazaar memiliki atap. Atap mulai dibangun untuk melindunginya dari kebakaran dan musibah gempa bumi yang sering menimpa wilayah ini. 
Revolusi industri pada abad ke-19 secara perlahan mengalahkan volume perdagangan bazaar ini. Kapitulasi Eropa atas sentra produksi menciderai pasokan bahan baku yang dibutuhkan bazaar. Kemunduran tidak dapat dielakkan, sehingga pada 1850 terjadi penurunan biaya sewa kios hingga sepersepuluhnya. 
💡 *Lesson #6* kekalahan perdagangan adalah sumber kesulitan dan faktor pelemah bagi sektor lain pada tubuh peradaban Ummah. 
Lahirnya kelas borjuis baru menyebabkan reorientasi pusat perdagangan kembali ke Eropa dan keluar dari Turki Utsmani. Kalangan borjuis minoritas Yunani, Armenia, dan Yahudi memindahkan kiosnya ke Pera dan Galata. Kapalı Çarşısı semakin terpuruk dan kekhilafahan Turki Utsmani mulai mengalami kemunduran. 
💡 *Lesson #7* toleransi beragama tidak boleh melemahkan penguasaan mayoritas atas perekonomian. 
📚 Apakah kita semua sudah menjadi pedagang yg berjiwa entrepreneur? 
Agung Waspodo, pulang dari pengajian dan olahraga rutin Ahad pagi. 
Depok, 4 September 2016
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼 Sebarkan! Raih pahala…

Talbiyah… Deklarasi Penghambaan dan Kepasrahan Seorang Muslim

📆 Rabu, 5 Dzulhijjah 1437H / 7 September 2016
📚 AQIDAH

📝 Pemateri: Ustadz Abdullah Haidir Lc.
📋  Talbiyah…
Deklarasi Penghambaan dan Kepasrahan Seorang Muslim
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dalam pelaksanaan haji, saat ihram khususnya, tidak ada untaian kalimat yang terasa amat menerbitkan keharuan dan getaran jiwa selain kalimat talbiyah. Bahkan yang belum berhaji sekalipun bisa jadi merasakan getaran tersebut sembari berharap dan menanti-kenanti kesempatan yang Allah berikan untuk melantunkannya di tempat dan waktu yang sesungguhnya.
Namun, yang sesungguhnya lebih penting dari itu adalah bagaimana makna yang terkandung dalam kalimat talbiyah meresap dalam jiwa, lalu berwujud dalam gerak nyata, dan kemudian menjadi sebuah keyakinan dan kepribadian mempesona. Karena dia mengandung hal yang sangat prisip sekali dalam akidah kita.
Secara garis besar, kalimat talbiyah dapat dibagi dua bagian.
Bagian pertama adalah;
لبيك اللهم لبيك ، لبيك لا شريك لك لبيك
“Aku penuhhi panggilanmu Ya Allah, tidak ada sekutu bagiMu, aku penuhi panggilanmu ya Allah.”
Labbaika… adalah ungkapan penuh ketaatan saat mendengar panggilan yang diarahkan kepadanya . Dalam bahasa Arab, ungkapan ini diucapkan dari pihak yang lebih rendah kepada yang lebih tinggi, seperti anak kepada orang tuanya atau murid kepada gurunya. Sebagaimana para shahabat radhiallahhu anhum, jika dipanggil Rasulullah saw, mereka akan berkata, “Labbaika yaa Rasulallah….” .
Dalam konteks ibadah haji, perjalanan yang panjang, ongkos dan beban berat yang harus dipikul serta berbagai kesulitan menghadang, takkan menghalangi kaum muslimin untuk memenuhi panggilan Allah menunaikan ibadah haji, jika Dia telah izinkan.
Di luar itu, sejatinya, “labbaika..” bukan hanya sebatas ucapan yang dilantunkan, tapi seharusnya menjadi keyakinan tak terpisahkan, bahwa tidak ada jawaban dan sikap yang paling pantas dari diri seorang mukmin saat mendengarkan dan menerima seruan Allah kecuali dia menyatakan “Kami dengar dan kami taat”.
Inilah terjemahan yang paling lugas dari kata “labbaik” itu. Sehingga, bukan hanya terhadap seruan haji, tapi terhadap seruan lainnya yang bersumber dari Allah Ta’ala, seperti shalat, puasa, zakat, bakti kepada orang tua, menutup aurat, melaksanakan yang ma’ruf dan menjauhi yang munkar, lisaanul haal (sikap) kita hendaknya menyatakan “Labbaika yaa Allah….”
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُم لِمَا يُحْيِيكُمْ (سورة الأنفال 24
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya apabila dia menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kamu…” (QS. Al-Anfal: 24)
Inilah hakekat tauhid uluhiyah, tauhid ibadah dan penghambaan yang menuntut kita untuk selalu mewujudkan ibadah dan ketaatan kepada Allah Ta’ala. Dan inilah yang menjadi misi utama para rasul sejak awal hingga akhir. Bahkan pesan tauhid dipertegas lagi dengan kata “Laa syariika lak” (Tidak ada sekutu bagiMu), bahwa ibadah dan penghambaan harus murni kepada Allah Ta’ala semata. Tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada ibadah untuk selain-Nya, apapun dan siapapun wujudnya.
Bagian kedua dari kalimat talbiyah adalah:
إن الحمد والنعمة لك والملك ، لا شريك لك
“Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan hanya milik-Mu, tiada setuju bagi-Mu.”
Bagian kedua dari kalimat talbiyah ini berisi pengakuan dan keyakinan mutlak akan kekuasaan dan kerajaan Allah Ta’ala serta kebesaran dan keagunganNya yang tiada tanding. Maka segala puji hanya layak diberikan kepada-Nya. Lebih dari itu, nikmat Allah Ta’ala tiada terkira kepada setiap hamba.
Tidak ada satupun bagian hidup kita kecuali bergantung dengan nikmat dan kasih sayangNya. Dialah yang menentukan dan mengatur segala kehidupan ini. Maka segala puji hanya layak dikembalikan kepada-Nya.
Inilah Tauhid Rububiyah yang juga tidak boleh hilang dalam diri seorang muslim. Pernyataan ini pun diperkuat dengan nilai tauhid yang mutlak dan murni yang tidak menerima sikap mendua; “Laa syariika lak” (tidak ada sekutu bagiMu).
Tauhid Rububiyah mengajarkan kita untuk bersandar dan bergantung dengan kekuatan dan kekuasaan Allah semata.
Bahwa apapun kedudukan, kekuatan dan kebesaran yang kita miliki, atau yang dimiliki oleh makhluk apapun dan siapapun, semua itu tak ada apa-apanya dibanding kekuasaan dan kekuatan Allah yang sedikitpun kehidupan kita tidak dapat berpisah darinya.
Jangan sampai penyandaran dan kepasrahan kita dialihkan kepada diri sendiri atau makhluk lainnya dibanding kepada Allah.
Apalagi pada saat yang sama dan tempat yang sama, jamaah haji dari berbagai penjuru dunia dikumpulkan dengan berbagai latar belakang sosial, pendidikan dan ekonomi yang beraneka ragam. Semua kebesaran dan simbol-simbol duniawi hendaknya ditanggalkan.
Maka, ketika sesaat sebelum ihram seseorang melucuti pakaian biasanya untuk diganti dengan kain ihram, hendaknya diapun melucuti kesombongannya dan keangkuhannya untuk kemudian menjadi hamba yang bersandar, bergantung dan memohon hanya kepada Allah Ta’ala._ Sebuah sikap yang tidak hanya dituntut saat dia melaksanakan ibadah haji, tapi dalam semua aspek kehidupannya, sebelum haji, saat haji maupun sesudah haji.
Mengumandangkan kalimat talbiyah sambil meresapi makna yang terkandung di dalamnya, tentu akan lebih mampu mengetuk dinding-dinding hati dan lebih memberikan energi untuk semakin mempersembahkan ketundukan kepada Allah rabul izzati…
Wallahu A’lam
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Dimana Harus Berqurban?

*Ustadz Menjawab*
_Rabu, 07 September 2016_
🌴Ustadz Farid Hasan Nu’man
🌿🌺🍄 *Dimana Harus Berqurban*
Assalamu’alaikum ustadz/ah..
mana lebih utama antara qurban di sekitar rumah atau tempat jauh yg kita pandang lebih butuh..seperti saat ini banyak yg menawarkan qurban di pelosok indonesia atau di luar negeri contoh palestina atau syiria..
🍃🍃Jawaban
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Masing2 ada kelebihan dan kekurangan ..
Qurban didaerah sekitar, kelebihannya kita bisa memotong sendiri atau menyaksikan pemotongan, dan keduanya sunah. Kekurangannya, daging sangat berlimpah, kadang ada yg mendapatkan berlimpah2.
Qurban di daerah minus, konflik, bencana, kekurangannya adalah kehilangan dua sunah di atas. Kelebihannya, daging qurban dinikmati oleh umat Islam yg sdg dalam kesulitan, atau minus, shgga terjadi pemerataan dan syiar.
Silahkan ditimbang2 ya ..
Wallahu a’lam
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Meminjamkan Tabungan Anggota

Ustadz Menjawab
Selasa, 06 September 2016
🌴Ustadz Umar Hidayat
🌿🍁🌺 Meminjamkan Tabungan Anggota
Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah..
bagaimana hukumnya kalau uang tabungan dari sekelompok orang (arisan) dipinjamkan ke anggota yang membutuhkan pinjaman, tetapi sistemnya mengembalikannya dengan angsuran beberapa kali sesuai nominal pinjamnya.
Namun yang saya tidak sepakat saat pengembalian ada bunganya, nah bunganya itu nantinya akan dibagikan rata kesemua anggota, bagaimana sikap saya untuk menolak uang bagian itu,tetapi tidak menyinggung?
Jawaban
……………..
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
👉 Kalau transaksi pinjaman tanpa bunga itu bagus dan boleh, namanya *qordul hasan* .
👉Menolak ada bunganya atas pinjaman itu bagus. Jika ternyata ada bunganya yang dibagikan kepada semua anggota termasuk Anda, maka ada 2 alternatif yg bisa dilakukan:
1) jangan diterima atau
2)diterima tapi segera diberikan pada fasilitas umum, dengan alasan jika bunga itu diterima org lain dan kita tahu digunakan tuk hal2 yang mudharat atau kemaksiatan.
Wallahu a’lam.
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Jadi .., Kita Masuk Surga Karena Amal Sendiri atau Rahmat Allah

📆 Selasa, 4 Dzulhijjah 1437H / 6 September 2016
📚 *HADITS DAN FIQIH*

📝 Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.*
📋  *Jadi .., Kita Masuk Surga Karena Amal Sendiri atau Rahmat Allah*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Sebagian kalangan menilai, bahwa manusia masuk surga karena amal shalih yang diusahakannya. Hal ini diperkuat oleh firmanNya:
الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
📌(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam Keadaan baik oleh Para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. An Nahl (16): 32)
  Juga ayat lainnya:
وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
📌   Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Al A’raf (7): 43)
  Dua ayat ini, dan juga hadits-hadits yang membicarakan amal-amal menuju surga, menunjukkan bahwa amal shalih-lah sebagai penentunya.
  Namun, ada pihak yang mengatakan bahwa manusia dimasukkan ke dalam surga adalah karena rahmat Allah Ta’ala semata, bukan karena amalnya. Mereka berdalil dengan beberapa hadits berikut:
  Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لَنْ يُنَجِّيَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ بِرَحْمَةٍ
📌“Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya.”  Mereka   bertanya: “Engkau pun tidak, wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmatNya kepadaku.” (HR. Bukhari No. 6463 dan Muslim No. 2816)
Dari Jabir Radhiallahu ‘Anhu, aku mendengar bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لَا يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ وَلَا يُجِيرُهُ مِنْ النَّارِ وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنْ اللَّهِ
📌Amal shalih kamu tidaklah memasukkan kamu ke dalam surga dan tidak pula menjauhkan dari api neraka, tidak pula aku, kecuali dengan rahmat dari Allah. (HR. Muslim No. 2817)
Demikian alasan masing-masing pihak.  Selintas dalil-dalil mereka nampak bertentangan (ta’arudh) secara lahiriyah satu sama lain. Al Quran menyebut bahwa manusia masuk surga karena amal shalihnya, tetapi Al Hadits menyebut manusia masuk surga karena ramat Allah Ta’ala semata. Bukan karena amal shalihnya di dunia.
*📚Bagaimana mengkompromikan dalil-dalil yang nampaknya bertentangan ini?*
Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:
وَفِي ظَاهِر هَذِهِ الْأَحَادِيث : دَلَالَة لِأَهْلِ الْحَقّ أَنَّهُ لَا يَسْتَحِقّ أَحَد الثَّوَاب وَالْجَنَّة بِطَاعَتِهِ ، وَأَمَّا قَوْله تَعَالَى : { اُدْخُلُوا الْجَنَّة بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ } { وَتِلْك الْجَنَّة الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ } وَنَحْوهمَا مِنْ الْآيَات الدَّالَّة عَلَى أَنَّ الْأَعْمَال يُدْخَل بِهَا الْجَنَّة ، فَلَا يُعَارِض هَذِهِ الْأَحَادِيث ، بَلْ مَعْنَى الْآيَات : أَنَّ دُخُول الْجَنَّة بِسَبَبِ الْأَعْمَال ، ثُمَّ التَّوْفِيق لِلْأَعْمَالِ وَالْهِدَايَة لِلْإِخْلَاصِ فِيهَا ، وَقَبُولهَا بِرَحْمَةِ اللَّه تَعَالَى وَفَضْله ، فَيَصِحّ أَنَّهُ لَمْ يَدْخُل بِمُجَرَّدِ الْعَمَل . وَهُوَ مُرَاد الْأَحَادِيث ، وَيَصِحّ أَنَّهُ دَخَلَ بِالْأَعْمَالِ أَيْ بِسَبَبِهَا ، وَهِيَ مِنْ الرَّحْمَة . وَاَللَّه أَعْلَم .
📌 Menurut zahir hadits-hadits ini ada petunjuk bagi ahlul haq, bahwasanya seseorang tidak berhak mendapat pahala dan surga karena amal ibadahnya. Adapun firman Allah Ta’ala: (Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan) dan (Itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan)  dan yang semisal keduanya dari beberapa ayat Al Quran yang menunjukkan bahwa amal ibadah itu dapat memasukkan ke dalam surga, maka semua itu  tidak bertentangan dengan beberapa hadis ini. Akan tetapi, ayat-ayat itu bermakna bahwa  masuknya seseorang ke dalam surga karena amal ibadahnya, kemudian mendapat taufik untuk melakukan amal ibadah itu dan mendapat hidayah untuk ikhlas dalam ibadah sehingga diterima di sisi Allah, adalah berkat rahmat Allah dan karuniaNya. Maka, yang benar adalah tidaklah seseorang  dimasukkan ke dalam surga semata-mata amal ibadahnya. Yang benar adalah adalah bahwa seseorang masuk ke surga dengan amal-amalnya yaitu dengan sebab-sebabnya, dan itu adalah bagian dari rahmat itu sendiri.  Wallahu A’lam.  (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 9/197. Mawqi’ Ruh Al Islam) 
Syaikh Ismail Haqqi Al Istambuli Al Hanafi Rahimahullah menjelaskan:
أي : ولا أنا أدخل الجنة بعمل إلا برحمة الله. وليس المراد به توهين أمر العمل ، بل نفي الاغترار به وبيان أنه إنما يتم بفضل الله
📌Yaitu:  tidak pula saya dimasukkan ke surga karena amal, kecuali dengan rahmat Allah. Maksudnya bukan berarti meremehkan urusan amal, tetapi ini dalam rangka meniadakan keterpedayaan dengan amal tersebut, dan penjelasan bahwa  amal itu disempurnakan dengan karunia Allah. (Tafsir Ruh Al Bayan, 8/334)
🔑Jadi, tidak ada pertentangan antara ayat-ayat dan hadits-hadits tersebut. Manusia dimasukkan ke dalam surga karena rahmatNya yang diperoleh melalui sebab-sebab yakni amal shalih yang dilakukannya, BAHKAN amal shalih itu sendiri adalah bagian dari rahmat dan karunia Allah Ta’ala. Kita bisa ibadah, menuntut ilmu, .. bukankah itu bagian rahmat Allah kepada kita?
Wallahu A’lam
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Aku Cinta Islam

 Senin, 03 Dzulhijjah 1437 H/ 05 September 2016
 Akhlaq
 Ustadz M. Shafwan Husein El-Lomboki
Aku Cinta Islam
============================

Allah adalah Tuhanku, Muhammad adalah Nabiku, Al-Quran adalah Kitabku, Islam adalah Agamaku.
Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan agama inilah Allah menutup agama-agama sebelumi Islam datang. Allah telah menyempurnakan agama ini bagi hamba-hambaNya. Dengan agama Islam ini pula Allah menyempurnakan nikmat atas mereka. Allah hanya meridhoi Islam sebagai agama yang harus mereka peluk. Oleh sebab itu tidak ada suatu agama pun yang diterima selain Islam.
Allah ta’ala juga berfirman,
“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku pun telah ridha Islam menjadi agama bagi kalian.” (QS. Al Maa’idah: 3)
Allah ta’ala juga berfirman,
“Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19)
Allah ta’ala berfirman,
“Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan pernah diterima darinya dan di akhirat nanti dia akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imran: 85)
Yang harus menjadi perhatian kita sekarang adalah, “cintakah kita kepada Islam, bagaiamana cara mempertahankan cinta itu dan bagaimana pula cara membuktikan cinta kita kepadanya?”
Cara mempertahankan Islam ialah dengan mengamalkannya. Cara mencintai Islam ialah dengan memperjuangkannya. Inilah hakikatnya. Namun, berapa banyak orang Islam yang mengaku mempertahankan Islam tetapi tidak mengamalkan ajaran Islam secara sepenuhnya dan menyeluruh.
Mana yang dirasakan sesuai dengan keinginannya, diterima dan diamalkan. Manakala yang dirasakan merugikan dan mengancam kedudukan, dipinggirkan.
Sebab itu, kita lihat banyak orang yang begitu marah dengan Zionis karena menyerang Islam, tetapi tingkah laku dan cara hidup mereka persis musuh yang mereka benci itu.
Betapa banyak pula yang mengaku mencintai Islam tetapi membiarkan Islam dihina dan dijadikan bahan olokan.
Apalagi membalas hinaan dan olokan orang, mempertahankannya pun tidak mau. Sedangkan, kata Hasan al-Banna, “Kemanisan beragama hanya dapat dirasai oleh orang yang memperjuangkannya.” Bagaimana mungkin kita bisa mencintai Islam sedangkan kita tidak merasakan kemanisannya, dan bagaimana pula kita akan dapat kemanisannya tanpa memperjuangkannya?
Islam untuk diamalkan, bukan untuk dislogankan. Islam untuk ditegakkan dalam realita masa kini, bukan hanya untuk dikenang sebagai nostalgia masa silam. Islam perlu keluar dari “kandang orang salah” yang terpaksa menjawab pelbagai dakwaan dan mulai menyerang musuh yang selama ini menghinanya. Namun, jawaban terbaik ialah tindakan bukan lisan. Malah tindakan yang paling berkesan ialah akhlak yang baik.
Perangi musuhmu dengan senjata kasih sayang. Dengan kasih sayang kita bukan saja menawan fikiran tetapi yang penting dapat menawan hati. Betapa ramai, orang yang menang dalil, tetapi tetap ditolak kerana hati orang yang dihadapinya tidak tertarik dengan akhlaknya. Berapa ramai pula orang yang kalah dalil-dalil tetapi menang pengaruh kerana akhlaknya yang menawan.
Melalui sejarah perjuangan Rasulullah SAW kita bisa melihat dan merasai betapa indahnya praktik Islam dalam menghadapi pelbagai situasi dan kondisi. Islam tidak perlu disesuaikan mengikut zaman karena Islam memang sesuai untuk sepanjang zaman. Realita budaya, bahasa dan bangsa yang berbeda bukan alasan untuk menolak Islam. Islam itu mesra budaya, bangsa, bahasa dan warna kulit.
Komputer dicipta agar bersifat “user friendly”. Bentuk, sifat dan cara pengendaliannya memang untuk memudahkan. Bayangkan, itu hanya komputer yang dicipta oleh manusia yang punya pelbagai kelemahan. Sedangkan Islam ialah ciptaan Allah, Yang Maha Sempurna. Islam tidak ada sebarang cela dan kecacatan. Percayalah, jika Islam dilihat tidak indah, maka mata hati yang melihat itulah yang tidak indah.
Agama islam mengajarkan aku selalu berbuat baik
Agama islam selalu mengajarkan mencintaiMu, Ya Allah
Agama islam mengantarkan aku akan RidhoMu
Agama islam membawaku pada sebuah kebenaran
Ku cinta agama islam, Ku bangga agama islam
Agama islam adalah agamaku
والله أعلم بالصواب

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis