Manusia Yang Paling dimurkai Allah

 Senin, 10 Dzulhijjah 1437 H/ 12 September 2016
 Akhlaq
 Ustadz Rikza Maulan, Lc
 Manusia Yang Paling dimurkai Allah
============================

Ada tiga golongan, orang yang melakukan pelanggaran di tanah haram, orang yang mencari-cari perilaku jahiliyah padahal telah masuk islam, dan memburu darah seseorang tanpa alasan yang dibenarkan untuk menumpahkan darahnya.
ﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑْﻐَﺾُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺇِﻟَﻰ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٌ ﻣُﻠْﺤِﺪٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﺮَﻡِ ﻭَﻣُﺒْﺘَﻎٍ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟْﺠَﺎﻫِﻠِﻴَّﺔِ ﻭَﻣُﻄَّﻠِﺐُ ﺩَﻡِ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺣَﻖٍّ ﻟِﻴُﻬَﺮِﻳﻖَ ﺩَﻣَﻪُ ‏(ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ )
Dari Ibnu Abbas r.a., bahwa Nabi SAW bersabda “Manusia yang paling dimurkai Allah ada tiga golongan; Orang yang melakukan pelanggaran di tanah haram, orang yang mencari-cari perilaku jahiliyah padahal telah masuk Islam, dan memburu darah seseorang tanpa alasan yang dibenarkan untuk menumpahkan darahnya.” (HR. Bukhari)
Hikmah Hadist:
1⃣ Ada perbuatan-perbuatan yang sangat dibenci Allah SWT, sebagaimana digambarkan dalam hadist di atas, dan oleh karenanya, perbuatan-perbuatan tersebut harus dihindarkan sejauh-jauhnya agar kita terhindar dari murka Allah SWT.
2⃣ Yang pertama adalah melakukan pelanggaran atau melakukan perbuatan maksiat di tanah Haram, yaitu di dua kota suci Mekah dan Madinah. Karena, kedua kota tersebut adalah kota yang tanahnya diharamkan atau disucikan oleh Allah SWT, dan oleh karenanya melakukan perbuatan haram lebih ditekankan pengharamannya.
3⃣ Kedua adalah melakukan perbuatan dan kebiasaan yang memiliki unsur kejahiliyahan, padahal ia telah diberi hidayah ke dalam dinul Islam. Terutama perbuatan-perbuatan dan kebiasaan yang mengandung unsur kemusyrikan, mengandung unsur maksiat, atau membawa pada perpecahan umat.
4⃣ Dan yang ketiga adalah, menumpahkan darah sesama muslim, saling tikam, saling menjatuhkan dan saling mencederai satu dengan yang lainnya. Karena sesama muslim adalah bersaudara yang oleh karenanya, haram saling menumpahkan darah, haram saling mencederai kehormatan dan haram saling mengambil harta satu dengan yang lainnya.

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Kapan Waktu Menyembelih Qurban yang Utama?

*Ustadz Menjawab*
_Senin, 12 September 2016_
🌴 Ustadz Farid Nu’man
🌿🌺 *Kapan Penyembelihan Hewan Qurban*
Assalamu’alaikum
Ustadz mau tanya dalam penyembelihan qorban itu apa ada waktu yang lebih utama? Diantara hari HA dan hari tasriq berikutnya? maksud saya kita lembaga sekolah bisa nyembelihnya dihari tasriq kedua itu gimana?
🍃🍃 *Jawaban*
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Bismillah wal Hamdulillah ..
Waktu penyembelihan Qurban hanyalah tertentu saja, yakni  10 Zulhijjah dimulai setelah Shalat ‘Ied hingga selesai ayyamut tasyriq (hari-hari tasyrik), yakni 11,12,13 Zulhijjah. Lewat itu maka bukan lagi disebut Hewan Qurban (Al Udh-hiyah) tetapi sedekah biasa, namun tetap akan mendapat ganjaran dari Allah Ta’ala. Insya Allah.
Hal ini berdasarkan hadits dari Jubeir bin Muth’im Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
وَكُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ
                            
“Setiap hari-hari tasyriq merupakan waktu penyembelihan.”[1] Penyembelihan dilakukan setelah shalat Ied, sesuai ayat berikut:
    فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.”
(QS. Al Kautsar: 2)
Ayat ini menunjukkan bahwa an nahr (penyembelihan) dilakukan setelah shalat ‘Ied sebagaimana yang diterangkan oleh Imam Ash Shan’ani.
Juga diterangkan dalam riwayat Jundab Al Bajali Radhiallahu ‘Anhu:
شَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى يَوْمَ أَضْحًى ثُمَّ خَطَبَ فَقَالَ مَنْ كَانَ ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُعِدْ مَكَانَهَا وَمَنْ لَمْ يَكُنْ ذَبَحَ فَلْيَذْبَحْ بِاسْمِ اللَّهِ
 
“Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat pada Idul Adha, kemudian berkhutbah dan berkata: barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat maka dikembalikan tempatnya, dan barangsiapa yang belum menyembelih maka sembelihlah dengan menyebut nama Allah.”[2] Maka, dengan demikian kita bisa menyembelih di tanggal 10, 11, 12, 13 Zulhijjah, semuanya sah dan memiliki keutamaan, hanya saja memang tanggal 10 lebih spesial karena secara khusus Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengisitilahkan dengan nama _Yaumun Nahri_ (hari penyembelihan).
Wallahu A’lam
—————
[1] HR. Ahmad No. 16751. Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 1583, Al Baihaqi dalam As sunan Al Kubra No. 10006, 19021. Alauddin Al Muttaqi Al Hindi, Kanzul ‘Ummal No. 12052. Berkata Imam Al Haitsami: rijaluhu mautsuqun (semua) pirawayat haditsnya tsiqat (kredibel/terpercaya).(Majma’ az Zawaid, 3/251). Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: “shahih lighairih.” (Ta’liq Musnad Ahmad No. 16751)
 
[2] HR. Bukhari No. 6674, Muslim No. 1960. Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 1713, Al baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 6058, Abu ‘Uwanah dalam Musnadnya No. 7834
🌿🌺🌸🌼🌷🍄🌻🌹
Dipersembahkan oleh:
🌍 Website: www.iman-islam.com
📲 Telegram: https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page: https://m.facebook.com/majelismanis/
📸Instagram: httpz://twitter.com/majelismanis/
🕹 Play Store: https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📮 Twitter: https://twitter.com/grupmanis

Takbiran Itu Sudah Boleh Dilakukan Sejak Awal Zulhijjah sampai Usai Hari-Hari Tasyriq

📆 Senin, 10 Dzulhijjah 1437H / 12 September 2016
📚 *HADITS DAN FIQIH*

📝 Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.*
📋 *Takbiran Itu Sudah Boleh Dilakukan Sejak Awal Zulhijjah sampai Usai Hari-Hari Tasyriq*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Bertakbir sudah boleh dilakukan sejak tanggal 1 Dzulhijjah, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Hal ini disebutkan secara shahih, dalam kitab Shahih Al Bukhari, sebagai berikut:
وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا
📌Dahulu Ibnu Umar dan Abu Hurairah keluar menuju pasar di hari-hari yg 10 (1 -10 Zulhijjah), mereka berdua bertakbir, dan manusia pun ikut bertakbir menyusul takbir mereka berdua.
(Shahih Al Bukhari, Bab Fadhlil ‘Amal fi Ayyamit Tasyriiq, 1/39)
Ini juga menjadi pegangan Abdullah bin Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, Beliau menjelaskan tentang tafsir ayat:
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
📌”Dan mereka mengingat nama Allah dihari-hari yang telah diketahui” (QS. Al Hajj: 28)
Apakah hari-hari yang telah diketahui? Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma mengatakan: 
Ayyamul ma’lumat adalah Ayyamul ‘asyr (10 hari Zulhijjah), sedangkan Ayyamul ma’duudat adalah hari-hari tasyriq. (Shahih Al Bukhari, Ibid)
Bukannya hanya Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, tapi juga para sahabat dan tabi’in lainnya. Imam Ibnu Katsir mengatakan:
ويروى مثله عن أبي موسى الأشعري، ومجاهد، وعطاء، وسعيد بن جبير، والحسن، وقتادة، والضحاك، وعطاء الخراساني، وإبراهيم النَّخعي. وهو مذهب الشافعي، والمشهور عن أحمد بن حنبل
📌”Semisal ini juga diriwayatkan dari Abu Musa Al Asy’ari, Mujahid, ‘Atha, Sa’id bin Jubeir, Al Hasan, Qatadah, Adh Dhahak, ‘Atha Al Khurasani, dan Ibrahim An Nakha’iy. Ini juga pendapat madzhab Syafi’iy, dan pendapat yang terkenal dari Ahmad bin Hambal.” (Tafsir Ibnu Katsir, 5/415)
Sementara, Imam Ibnu Rajab Rahimahullah menyebutkan nama-nama tokoh ulama yang juga berpendapat seperti ini tapi belum disebut oleh Imam Ibnu Katsir, yaitu Ibnu Umar,  ‘Ikrimah, dan  Imam Abu Hanifah. (Fathul Bari, 6/109)
Dan, yang dimaksud dengan “mengingat nama Allah dihari-hari yang diketahui” adalah tentunya juga dengan bertakbir. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits:
Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ، وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ مِن الْعَمَلِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ ، وَالتَّكْبِيرِ، وَالتَّحْمِيدِ
📌Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah, dan tidak pula lebih dicintaiNya, untuk melakukan amal shalih, selain di 10 hari ini, maka perbanyaklah oleh kalian bertahlil, takbir, dan tahmid.
(HR. Ahmad No. 5446, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 3750, Abdu bin Humaid No. 807, Ath Thahawi dalam Syarh Musykil Al Atsar No. 2971. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: shahih. Lihat Ta’liq Musnad Ahmad, 9/324)
Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah, mengutip dari Imam Abu Ja’far Ath Thahawi Rahimahullah:
كان مشايخنا يقولون بذلك أي بالتكبير في أيام العشر
📌Dahulu guru-guru kami mengatakan hal itu, yaitu bertakbir di hari-hari yang 10 itu. (Fathul Bari, 2/458)
Demikianlah. Bertakbir sejak 1 Dzulhijjah, sampai berakhirnya tasyriq, merupakan pandangan dari banyak salafus shalih, juga tiga  Imam Madzhab, yaitu Abu Hanifah, Asy Syafi’i, dan Ahmad bin Hambal Rahimahumullah. Hanya saja memang ini belum menjadi budaya di negeri kita.
Sekian. Wallahu A’lam
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Puasa Arafah Salah Hari

*Ustadz Menjawab*
_Ahad, 11 September 2016_
🌴Ustadzah Rochma Yulika
🍃🍃 *Puasa Arafah*
Assalamualaikum ustad mau tanya jika puasa arafah jatuh pada hari minggu. Dan pusasa arafah nya dilaksanakan pada hari sabtu. Apa tetap sah puasa arafahnya?  Mohon penjelasannya syukron
# A 41
================
Jawaban
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Ya puasa arafah itu dimana yang haji sedang di Arafah untuk wukuf.
Setiap amal meski sekecil apa pun bernilai
Ketika puasa dia mendapat nilai puasa tetapi bukan Arafah krn tidak ketika yang haji wukuf.
Wallahu A’lam.
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
🌍 Website: www.iman-islam.com
📲 Telegram: https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page: https://m.facebook.com/majelismanis/
📸Instagram: httpz://twitter.com/majelismanis/
🕹 Play Store: https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📮 Twitter: https://twitter.com/grupmanis

Keutamaan Dzulhijjah dan Amalan-Amalannya (Bag. 4/selesai)

📆 Ahad, 9 Dzulhijjah 1437H / 11 September 2016
📚 FIQIH DAN HADITS

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan
📋  Keutamaan Dzulhijjah dan Amalan-Amalannya (Bag. 4/selesai)
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Materi kajian sebelumnya bisa dilihat di tautan berikut :
http://www.iman-islam.com/2016/09/keutamaan-bulan-dzulhijjah-dan-amalan.html?m=1
5. Tidak Berpuasa pada Hari Raya ( 10 Dzulhijah) dan hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzul Hijjah)
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Hari ‘Arafah, hari penyembelihan qurban, hari-hari tasyriq, adalah hari raya kita para pemeluk islam, itu adalah hari-hari makan dan minum. (HR. At Tirmidzi No. 773, katanya: hasan shahih, Ad Darimi No. 1764, Syaikh Husein Salim Asad mengatakan: isnaduhu shahih. Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 1586, katanya: “Shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim, tetapi mereka tidak meriwayatkannya.” )
Dari Nubaisyah Al Hudzalli, katanya: bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan dan minum. (HR. Muslim No. 1141)
Inilah di antara dalil agar kita tidak berpuasa pada hari raya dan hari-hari tasyriq, karena itu adalah hari untuk makan dan minum. Sedangkan untuk puasa pada hari ‘Arafah sudah dibahas pada bagian sebelumnya.
Imam At Tirmidzi berkata:
وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ يَكْرَهُونَ الصِّيَامَ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ إِلَّا أَنَّ قَوْمًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَغَيْرِهِمْ رَخَّصُوا لِلْمُتَمَتِّعِ إِذَا لَمْ يَجِدْ هَدْيًا وَلَمْ يَصُمْ فِي الْعَشْرِ أَنْ يَصُومَ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ وَبِهِ يَقُولُ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَقُ
Para ulama mengamalkan hadits ini, bahwa mereka memakruhkan berpuasa pada hari-hari tasyriq, kecuali sekelompok kaum dari sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan selain mereka, yang memberikan keringanan untuk berpuasa pada hari-hari tasyriq bagi orang yang berhaji tamattu’ jika belum mendapatkan hewan untuk berqurban dan dia belum berpuasa pada hari yang sepuluh (pada bulan Dzulhijjah, pen). Inilah pendapat Malik bin Anas, Asy Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq. (Sunan At Tirmidzi, lihat komentar hadits No. 773)
Pada saat itu dibolehkan mengadakan acara (haflah) makan  dan minum, karena memang kaum muslimin sedang berbahagia. Hal itu sama sekali bukan perbuatan yang dibenci.
Al Hafizh Ibnu Hajar memberikan penjelasan terhadap hadits ini, katanya:
وأن الأكل والشرب في المحافل مباح ولا كراهة فيه
Sesungguhnya makan dan minum pada berbagai acara adalah mubah dan tidak ada kemakruhan di dalamnya. (Fathul Bari, 4/238)
6. Berdzikir Kepada Allah Ta’ala pada hari-hari Tasyriq
Dalam riwayat Imam Muslim, dari Nubaisyah Al Hudzalli, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan dan minum. (HR. Muslim No.  1141), dan dalam riwayat Abu Al Malih ada tambahan: “dan hari berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim No. 1141)
Pada hari-hari tasyriq kita dianjurkan banyak berdzikir, karena Nabi juga mengatakan hari tasyriq adalah hari berdzikir kepada Allah Ta’ala.
Agar kebahagian dan pesta kaum muslimin tetap dalam bingkai kebaikan, dan tidak berlebihan.
Imam Ibnu Habib menjelaskan tentang berdzikir pada hari-hari tasyriq:
يَنْبَغِي لِأَهْلِ مِنًى وَغَيْرِهِمْ أَنْ يُكَبِّرُوا أَوَّلَ النَّهَارِ ثُمَّ إِذَا اِرْتَفَعَ ثُمَّ إِذَا زَالَتْ الشَّمْسُ ثُمَّ بِالْعَشِيِّ وَكَذَلِكَ فَعَلَ وَأَمَّا أَهْلُ الْآفَاقِ وَغَيْرُهُمْ فَفِي خُرُوجِهِمْ إِلَى الْمُصَلَّى وَفِي دُبُرِ الصَّلَوَاتِ وَيُكَبِّرُونَ فِي خِلَالِ ذَلِكَ وَلَا يَجْهَرُونَ
Hendaknya bagi penduduk Mina dan selain mereka untuk bertakbir pada awal siang (maksudnya pagi, pen), lalu ketika matahari meninggi, lalu ketika matahari tergelincir, kemudian pada saat malam, demikian juga yang dilakukan.
Ada pun penduduk seluruh ufuk dan selain mereka, pada setiap keluarnya mereka ke tempat shalat dan setelah shalat hendaknya mereka bertakbir pada saat itu,  dan tidak dikeraskan. (Imam Abul Walid Al Baji, Al Muntaqa Syarh Al Muwaththa’, 2/463)
Maka, boleh saja bertakbir saat hari-hari tasyriq (11, 12,13 Dzulhijjah) sebagaimana yang kita lihat pada sebagian masjid dan surau, yang mereka lakukan setelah shalat.
Hal ini berbeda dengan Idul Fithri yang bertakbirnya hanya sampai naiknya khatib ke mimbar ketika shalat Idul Fithri, yaitu takbir dalam artian ‘takbiran’-nya hari raya.
Ada pun sekedar mengucapkan takbir  (Allahu Akbar) tentunya boleh  kapan pun juga. 
Demikian.
Semoga bermanfaat …….
Wallahu A’lam
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Haruskah Pengqurban Melihat Penyembelihannya?

*Ustadz Menjawab*
_Sabtu, 10 September 2016_
🌴Ustadzah Indra Asih
🌿🍁🌺 *Melihat Penyembelihan Qurban*
Assalamu’alaikum ustadz/ah..
Ada yang mau ditanyain nih kalau boleh.. kalau seandainya saya qurban hewan. Apakah saya harus melihat penyembelihan hewannya atau tidak yaah..?   #A 41
🌿🌿 Jawaban🌿🌿
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Disunahkan untuk menyaksikan qurban berdasarkan hadits perintah Rasulullah SAW kepada Fatimah untuk menyaksikan penyembelihan sebagai mana berikut:
“Wahai Fatimah, bangkit dan saksikanlah penyembelihan kurbanmu, karena sesungguhnya Allah mengampunimu setiap dosa yang dilakukan dari awal tetesan darah kurban, dan katakanlah:” Sesungguhnya shalatku, ibadah (kurban) ku, hidupku dan matiku lillahi rabbil ‘alamiin, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan oleh karena itu aku diperintahkan, dan aku termasuk orang yang paling awal berserah diri.”
(HR. Al-Hakim, Al-Baihaqi, dan Al-Ashbahani)
Wallahu A’lam.
🌿🍁🌺🍄🌷🌻🌹
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Ketika Kepercayaan Menghilang Dalam Pernikahan (bag. 3)

📆 Sabtu, 8 Dzuhijah 1437H / 10 September 2016
📚 *KELUARGA*
📝 Pemateri: *Ustadzah Dra. INDRA ASIH*
📝 *Ketika Kepercayaan Menghilang Dalam Pernikahan (bag. 3)*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Bag. 2 :  http://www.iman-islam.com/2016/09/ketika-kepercayaan-menghilang-dalam.html?m=1
lanjutan beberapa tindakan yg sering dilakukan oleh sumai yg melanggar ketentuan Allah dan mengabaikan hak-hak istri :
5⃣ *Menarik Mahar Tanpa Keridhaan Istri*
“jika kalian (para suami) ingin mengganti istri dengan istri yang lain,sedang kalian telah memberikan kepada salah seorang diantara mereka itu mahar yang banyak,janganlah kalian mengambilnya kembali sedikitpun. Apakah kalian kalian akan mengambilnya kembali dengan cara cara yang licik dan dosa yang nyata?Bagaimana kalian akan mengambilnya kembali,sedangkan kalian satu dengan lainnya sudah saling bercampur (sebagai suami istri) dan mereka ( istri istri kalian) telah membuat perjanjian yang kokoh dngan kalian,”(QS.An-Nisaa’(4):20-21)
Ayat tersebut dengan tegas mencela suami yang meminta atau menarik kembali mahar yang telah diberikan kepada istrinya, baik sebagian maupun seluruhnya. Tujuan islam menetapkan mahar dalam perkawinan adalah untuk menghormati kedudukan istri yang pada jaman sebelum islam tidak mendapatkan hak untuk memiliki dan menguasai harta kekayaan apapun, baik dari orang tuanya maupun suaminya. Disamping itu mahar merupakan lambang kekuasaan perempuan yang diberikan oleh islam untuk menentukan pilihan atas laki laki yang akan mempersuntingnya.
Suami yang terlanjur menarik maharnya hendaknya segera meminta maaf kepada istriya dan memohon ampun kepada Allah SWT.
6⃣ *Melanggar Persyaratan Istri*
“Hai orang orang yang beriman,penuhilah janji janji kalian..”(QS.Al-Maaidah(5):1)
“Dari Uqbah bin “Amir ra, ia berkata:”Rasulullah saw bersabda: ’Syarat yang paling berhak untuk kalian penuhi ialah syarat yang menjadikan kalian halal berwenggama dengan istri kalian.’”(HR.Bukhari,Muslim,Tirmidzi,Abu Dawud,Ibnu Majah,Ahmad dan Darimi)
Allah memerintahkan orang orang yang beriman untuk memenuhi janji yang dibuatnya dengan orang orang yang terlibat dengan perjanjian. Dalam Hadist tersebut Rasulullah saw menerangkan bahwa suami istri harus memenuhi perjanjian yang telah dibuatnya, bahkan perjanjian seperti itu paling patut dipenuhi dengan  sebaik baiknya. Islam membenarkan pemberian syarat yang diajukan oleh pihak istri maupun keluarga istri selama tidak bertentangan dengan syariat islam kepada calon suami.
7⃣ *Mengabaikan Kebutuhan Seksual Istri*
Dari anas ra, Nabi saw bersabda: ”jika seseorang diantara kalian bersenggama dengan istrinya, hendaklah ia melakukannya dengan penuh kesungguhan. Selanjutnya, bila ia telah menyelesaikan kebutuhannya (mendapat kepuasan) sebelum istrinya mendapatkan kepuasan, janganlah ia buru buru sampai istrinya menemukan kepuasan.”(HR.’Abdur Razzaq dan Abu Ya’la)
Rasullullah saw bersabda: ”janganlah sekali-kali seseorang diantara kalian menyenggamai istrinya seperti seekor hewan bersenggama, tetapi hendaklah ada pendahuluan diantara keduanya.’ada yang bertanya ”apakah pendahuluan itu?”beliau bersabda :”ciuman dan ucapan (romantis).” (HR Abu Syaikh)
Memenuhi kebutuhan seksual istri yaitu mengusahakan agar istri mendapatkan kepuasan sebagaimana yang suami dapatkan. Bagaimanapun, suami harus berusaha  dan memperhatikan kebutuhan seksual istri dan tidak boleh mengabaikannya karena berarti melanggar perintah agama.
8⃣ *Menyenggamai Istri Saat Haidh*
  
“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh, katakanlah:’ haidh itu adalah suatu kotoran.’ Oleh karena itu, hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita pada waktu haidh dan janganlah kalian mendekati mereka sebelum mereka bersuci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka ditempat yang diperintahkan Allah kepada kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang orang yang bertaubat dan menyukai orang orang yang menyucikan diri.” (QS Al-Baqarah(2):222)
Wanita yang sedang haidh berada dalam keadaan sakit, maksudnya ialah mengalami keadaan yang membuat kesehatannya terganggu karena keluarnya darah kotor dari dalam rahimnya.
Menyenggamai istri saat haidh adalah suatu perbuatan yang dilarang karena sama halnya dengan menyakitinya dan merupakan suatu tindakan yang mengganggu keselamatannya. Di sebut darah kotor karena didalamnya terkandung bibit penyakit yang jika dipaksa melakukan hubungan seksual bakteri-bakteri tersebut tidak hanya menjangkiti milik istri tapi juga milik laki laki juga ikut terserang.
Sungguh berdosa bagi suami yang melakukan perbuatan keji yang menyakiti dirinya dan istrinya.
8⃣ *Menyenggamai Istri lewat Duburnya*
Dari Ibnu Abbas, ia berkata: ”’Umar (Ibnu Khaththa) datang kepada Rosulullah saw., ia bertanya: ‘Ya Rosullullah, saya telah binasa.’ Beliau bertanya: ‘apa yang menyebabkan kamu binasa?’ Ia menjawab: ‘semalam saya telah membalik posisi istriku. ’akan tetapi beliau tidak menjawab sedikitpun, lalu turun kepada Rosulullah saw ayat. ‘istri kalian adalah ladang bagi kalian, maka datangilah ladang kalian dimana dan kapan saja kalian kehendaki.’ (selanjutnya Beliau bersabda: ’Datangilah dari depan atau belakang, tetapi jauhilah dubur dan ketika haidh.’”( HR Tarmidzi)
Perbuatan menyenggamai istri pada duburnya merupakan tindakan yang membinasakan pribadi muslim, setiap suami muslim wajib menjauhinya, karena hal ini merupakan tindakan yang dimurkai oleh Allah dan merupakan kedurhakaan terhadap istri.
1⃣0⃣ *Menyebarkan Rahasia Hubungan Dengan Istri*
Hubungan suami istri haruslah dilakukan ditempat yang tidak terlihat orang lain, bahkan suaranya pun tak boleh terdengar orang lain. Suami istri wajib menjaga kehormatan masing masing apalagi dihadapan orang lain.
1⃣1⃣ *Menuduh Istri Berzina*
 “dan orang orang yang menuduh istri mereka berzina, padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka kesaksian satu orang dari mereka adalah bersumpah empat kalli dengan nama Allah bahwa sesungguhnya dia adalah termasuk orang orang yang benar (dalam tuduhannya) dan kelima kalinya (ia mengucapkan) bahwa laknat Allah akan menimpa dirinya jika ternyata ia tergolong orang orang yang berdusta.” (QS.An-Nuur (24):6-7)
Ayat tersebut memberi ketentuan untuk melindungi istri dari tuduhan suami. Karena tuduhan itu dapat merusak kehormatan dan harga diri istri. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengaturan ketat agar suami tidak sembarangan menuduh istrinya berzina tanpa bukti yang dipertanggung jawabkan menurut syari’at Islam.
1⃣2⃣ *Merusak Martabat Istri*
Dari mu’awiyah Al-Qusrayiri, ia berkata: ”saya pernah datang kepada Rosulullah saw.’ Ia berkata lagi: ’saya lalu bertanya: ’Ya Rosulullah, apa saja yang engkau perintahkan (untuk kami perbuat) terhadap istri-istri kami? ’Beliau bersabda: ’…janganlah kalian memukul dan janganlah kalian menjelek-jelekan mereka.’”(HR Abu Dawud)
Nabi saw melarang para suami menjelek-jelekan atau merendahkan martabat istri. Suami dilarang menggunakan kata yang bernada merendahkandan menghina martabat istri baik dihadapannya maupun dihadapan orang lain. Walaupun istri berasal dari keluarga yang lebih rendah status ekonominya dibanding dirinya.
📚 *Istri, Jangan Khianati Amanah Kalian.*
Tanggungjawab suami yang tidak ringan diatas mesti diimbangi dengan ketaatan seorang istri pada suaminya. Kewajiban seorang istri dalam urusan suaminya setahap setelah kewajiban dalam urusan agamanya. Hak suami di atas hak siapapun setelah hak Allah dan Rasul-Nya, termasuk hak kedua orang tua. Mentaatinya dalam perkara yang baik menjadi tanggungjawab terpenting seorang istri
1⃣ *Ketaatan istri pada suami adalah jaminan surganya.*
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban)
Suami adalah surga atau neraka bagi seorang istri. Keridhoan suami menjadi keridhoan Allah. Istri yang tidak diridhoi suaminya karena tidak taat dikatakan sebagai wanita yang durhaka dan kufur nikmat.
Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa beliau melihat wanita adalah penghuni neraka terbanyak. Seorang wanita pun bertanya kepada beliau mengapa demikian? Rasulullah pun menjawab bahwa diantarannya karena wanita banyak yang durhaka kepada suaminya. (HR Bukhari Muslim)
2⃣ *Menyadari kedudukan suami.*
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku akan memerintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya, disebabkan karena Allah telah menetapkan hak bagi para suami atas mereka (para istri). (HR Abu Dawud)
Hak suami berada diatas hak siapapun manusia termasuk hak kedua orang tua. Hak suami bahkan harus didahulukan oleh seorang istri daripada ibadah-ibadah yang bersifat sunnah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh bagi seorang perempuan berpuasa sementara suaminya ada di rumah kecuali dengan izinnya. Dan tidak boleh baginya meminta izin di rumahnya kecuali dengan izinnya.” (HR Bukhari Muslim)
3⃣ *Dalam hak berhubungan suami-istri, jika suami mengajaknya untuk berhubungan, maka istri tidak boleh menolaknya.*
“Jika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur, kemudian si istri tidak mendatanginya, dan suami tidur dalam keadaan marah, maka para malaikat akan melaknatnya sampai pagi.” (HR Bukhari Muslim)
4⃣ *Hendaknya seorang istri benar-benar menjaga amanah suami di rumahnya*
Baik harta suami dan rahasia-rahasianya, begitu juga bersungguh-sungguh mengurus urusan-urusan rumah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dan wanita adalah penanggungjawab di rumah suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban.” (HR Bukhari Muslim)
5⃣ *Tidak Keluar Rumah Kecuali Dengan Izin Suami*
Seorang istri juga tidak boleh keluar rumah kecuali dengan izin suami. Karena tempat asal wanita itu di rumah. Sebagaimana firman Allah, “Dan tinggal-lah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian.” (QS. Al Ahzab [33]: 33)
Ibnu Katsir berkata, “Ayat ini menunjukkan bahwa wanita tidak boleh keluar rumah kecuali ada kebutuhan.” (Tafsir Al Quran Al Adzim 6/408).
Dengan demikian, wanita tidak boleh keluar rumah melainkan untuk urusan yang penting atau termasuk kebutuhan seperti memasak dan lain-lain. Jika bukan urusan tersebut, maka seorang istri tidak boleh keluar rumah melainkan dengan izin suaminya.
📚 *Penutup*
Perlu diketahui, bahwa menjalankan amanah dan menjaganya bukanlah perkara yang bisa dilakukan semudah membalik tangan.
Allah swt telah menjelaskan tentang beratnya amanah di dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah (yaitu menjalankan perintah-perintah Allah dan meninggalkan seluruh larangan-Nya) kepada seluruh langit dan bumi serta gunung-gunung. Maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu banyak berbuat dzalim dan amat bodoh.” (Al-Ahzab: 72)
“Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (An-Nisa`: 58)
Sedangkan cara untuk menjalankan amanah ini, adalah dengan kita senantiasa menginginkan agar orang lain mendapatkan kebaikan sebagaimana kita menginginkan kebaikan itu pada diri kita.
Hal ini sebagaimana sabda nabi saw:
لاَ يُؤْمِنُ أحَدُكُمْ حَتَّى يـُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُـحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian sampai dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Mudah-mudahan Allah swt menyelamatkan kita semua dan keluarga kita dari api neraka serta mengumpulkan kita dan keluarga kita di dalam surga-Nya.
Sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:
“Dan orang-orang yang beriman dan yang keturunan mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami kumpulkan keturunan mereka dengan mereka di dalam surga dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka.” (Ath-Thur: 21)
Mudah-mudahan Allah mengaruniakan kepada kita semua keluarga yang barakah.
Wallahu a’lam
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼 Sebarkan! Raih pahala…

Komunikasi

Jum’at, 07 Dzulhijjah 1437 H/ 09 September 2016
Pengembangan Diri dan Motivasi
 Ustadzah Heni, Ustadzah Dina, Ustadzah Wiwit
Komunikasi
============================

Assalamualaikum
Pa kabar semuanya?
Semoga Allah selalu memberikan Rahmat dan hidayah kepada kita semua. Aamin
Materi psikologi kali ini tentang komunikasi
Apa sih komunikasi??
Yuukk….kita belajar bareng
Komunikasi adalah “suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain”. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Dikatakan dapat mengerti bila kedua belah pihak telah paham atas informasi yang dimaksud.
Bagaimana bila tidak dapat dimengerti oleh kedua belah pihak?
Terjadilah kesalahpahaman bahkan bisa jadi sampai ke pertengkaran.
Apa solusinya agar tidak sampai begitu?
✅ Konfirmasi, perlu mengkonfirmasi ulang informasi yang di dapat supaya informasi cukup jelas untuk dipahami.
✅Gunakan bahasa yang sesuai dengan lawan bicara. Bedakan bahasa bicara teman dengan orang tua
✅Gunakan nada kalimat yang sesuai pula dengan lawan bicara.
✅Gunakan bahasa yang mudah dipahami. Kalau terbiasa bahasa daerah…pake saja bahasa daerah.
✅Bila berkomunikasi melalui socmed, pilih kata yang mudah dipahami.
✅Ada bahasa tubuh, lukisan dan sarana lainnya sebagai alat berkomunikasi, gunakanlah dengan tepat.
Sudah paham semuanya❓❓
Semoga bermanfaat 
Semoga bermanfaat ya…

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Meniti Hari Tuk Kehidupan Hakiki

📆 Jumat, 7 Dzulhijjah 1437H / 9 September 2016
📚 MOTIVASI

📝 Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika
📋  Meniti Hari Tuk Kehidupan Hakiki
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Berbekal keyakinan tuk meniti perjalanan.
Meski kita tak pernah tahu apa yang ada di hadapan.
Menguatkan asa bagai mengukir di atas batu.
Sesulit apa pun tetap berjuang dan tak pernah kenal jemu.
Tak ada yg mustahil dalam dunia ini jika ada kata usaha.
Karena sesungguhnya mustahil itu tidak ada.
Keterbatasan diri untuk mengetahui yang tak pasti mengajarkan pada kita untuk senantiasa dalam penjagaan.
Meski beralas keraguan, meski beratap ketidakpastian.
Tetap melangkah menjemput cita dengan berbekal keimanan.
Tak secuil keinginan tuk menyerah walau terkadang harus berlelah.
Tak sedikit pun mundur walau tubuh akan hancur.
Tak selintas pikiran tuk buang harapan walau harus berkawan kesulitan, pun berteman rintangan.
Seringkali kita gagal lantaran kita disibukkan berbincang tentang kegelapan, bukan mencari lilin untuk jadi penerangan.
Seringkali pula kita ramai mencari kesalahan, bukan mencari titik terang yang mengantarkan pada kebenaran.
Terlalu naif bila kita disibukkan melihat cela teman .
Buruk budi bila hanya ingin cari perselisihan.
Tak pernah kita sadari musuh sudah siap menyerang.
Tak pernah kita peduli lawan sudah bersiaga untuk menantang.
Menata diri jadi bagian kewajiban setiap insan.
Untuk layak bila kan menghadap Tuhan.
Hanya amal dan perbuatan yang bisa dibawa saat tiba kematian.
Jangan sampai kita mengalami kerugian.
Hingga berakhir pada jalan kesesatan yang menelungkupkan kita pada nyala
api yang telah dikobarkan.
Semua harus beralaskan keimanan yang kokoh kepada Rabb pencipta alam semesta ini.
Bukanlah keimanan jika masih ada keraguan. Bukanlah ketakwaan bila masih ada penolakan.
Memilih menjadi pribadi yang tsabat agar selamat dunia hingga akhirat.
Hidup bersama dalam bahagia karena bisa berjumpa dengan kekasih sejati kita,
Dialah Allah subhanahu wata’ala.
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

AKAD MURABAHAH (JUAL BELI) & AKAD QARDH (PINJAMAN)

*Ustadz Menjawab*
_Jum’at, 09 September 2016_
🌴Ustadz Farid Nu’man Ss
💐🌿 *AKAD MURABAHAH (JUAL BELI) & AKAD QARDH (PINJAMAN)*
Assalamualaikum ustadz..
Saya mau bertanya..misalnya dikantor didirikan koperasi simpan pinjam.utk sesama pegawai yg membutuhkan . ada simpanan pokok, simpanan wajib. jika seseorang melakukan pinjaman maka bayarnya dpt diangsur selama 10bln. anggaplah minjam 1jt.dicicil selama 10bln dg angsuran 100rb/bln.ditambah 10%.jd yg hrs dibayar 110rb.akhir tahun keuntungan dibagi utk sesama anggota.kalo mau keluar dr koperasi itu simpanan pokok dan simpanan wajibnya dikembalikan lg. yg saya tanyakan termasuk ribakah itu?
🔓 *Jawab*
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
jika akadnya “pinjam” maka tdk boleh ada tambahan, sebab semua tambahan dr pinjam adalah riba. Memberikan pinjaman itu semangatnya adalah MEMBANTU bukan mencari UNTUNG. Mencari untung itu ada dalam akad murabahah/jual beli. Jd, usul saya ganti akad saja menjadi murabahah, bukan qardh/pinjaman.
Wallahu a’lam
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….