Shalat Dhuha 4 Rakaat

*Ustadz Menjawab*
_Jum’at, 16 September 2016_
Ustadz Umar Hidayat M. Ag.
🌿🍁🌺 *Sholat dhuha*
Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah
Apakah diperbolehkan solat dhuha 4 rokaat 1 kali salam?
Jika diperbolehkan apa dalilnya?
Jawaban :
————
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Shalat dhuha dapat dilaksanakan sebanyak:
1. Dua rakaat (berdasarkan HR. Muslim dari Abu Hurairah).
2. Empat rakaat (berdasarkan HR. Muslim dari ‘Aisyah).
3. Delapan rakaat dengan melakukan salam tiap dua rakaat (berdasarkan HR. Abu Daud dari Ummu Hani’).
4. Boleh dikerjakan dengan jumlah rakaat yang kita inginkan. Berdasarkan hadis:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ. [رواه مسلم] Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah, ia berkata; Rasulullah saw mengerjakan shalat dhuha empat rakaat dan adakalanya menambah sesukanya.” (HR. Muslim)
*Bolehkah 4 rakaat kemudian salam?*
Maka merujuk kepada sabda Nabi saw, pada dasarnya shalat sunnah dilakukan dua rakaat-dua rakaat. Beliau bersabda, “Shalat malam dua (rakaat) dua (rakaat).”
(HR al-Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat lain disebutkan pula, “Shalat malam dan siang adalah dua rakaat dua rakaat.” (HR al-Imam Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasai dan Ibn Majah).
Artinya memberi salam pada setiap dua rakaat.
Namun demikian bukan berarti tidak boleh melakukan shalat sunnah empat rakaat dengan sekali salam, baik berupa shalat dhuha mapun shalat malam. Hal ini didasarkan pada keterangan Aisyah ra yang bersifat umum saat menggambarkan cara shalat Nabi saw.
Ia berkata,
“Beliau melakukan shalat empat rakaat. Jangan ditanya mengenai bagus dan panjangnya. Lalu beliau melaksanakan empat rakaat lagi. Jangan tanya mengenai bagus dan panjangnya. Setlah tu beliau shalat tiga rakaat.” (HR al-Bukhari) 
Disebutkan bahwa Nabi saw juga melakukan shalat empat rakaat setelah zawal di mana beliau hanya memberi salam di rakaat terakhir.
Ibnu Qudamah berkomentar, “Yang benar jika shalat sunnah dilakukan di waktu siang dengan empat rakaat, maka hal itu boleh seperti yang dilakukan oleh Ibn Umar.”
Wallahu a’lam.
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

KARAKTERISTIK ISLAM

 Rabu, 12 Dzulhijjah 1437 H/14 September 2016
 Aqidah
 Ustadz Farid Nu’man Hasan
 KARAKTERISTIK ISLAM
============================

3⃣ Al-Basathah (sederhana-mudah)
Sederhana dan kemudahan dalam Islam bukanlah dipaksakan adanya, apalagi sengaja dibuat-buat mudah untuk mengikuti selera nafsu manusia. Melainkan Allah Ta’ala sendiri yang menjadikan agama ini mudah. 
Allah Jalla wa ‘Ala berfirman:
“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185)
“Allah memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS. An-Nisa’: 28)
Hadits dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Berikanlah kemudahan jangan mempersulit, berikanlah kabar gembira, jangan buat mereka lari.” (HR. Imam Bukhari. Al-Lu’lu’ wal Marjan. Kitab Al-Jihad, Bab Fi Al-Amr At-Taysir wa Tarku At-Tanfir. no. 1131)
Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah suka jika rukhshah (dispensasi) yang diberikannya dilakukan, sebagaimana Ia juga suka jika ‘azimah (kewajiban awal sebelum dirukhshah)nya dikerjakan.” (HR. Ahmad dan Baihaqy. Imam Thabarany meriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud. Shahih menurut Syaikh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 1881. Al-Haitsami mengatakan dua jalur tersebut rijalnya tsiqah)
Dari Ibnu  Umar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah suka jika rukhshahnya dilaksanakan, sebagaimana ia benci jika maksiat dikerjakan.” (HR.Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkannya, 5866, 5873. Ibnu Hibban dalam shahihnya, 2742. Al-Haitsami mengatakan rijalnya shahih)
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, “Sesungguhnya Rasulullah jika dihadapkan dua perkara, dia akan memilih yang lebih ringan, selama tidak berdosa.” (HR. Bukhari dan Muslim, Al-Lu’lu wal Marjan. Kitab Al-Fadhail, Bab Muba’adatuhu Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lil Atsam, no. 1502)
Kemudahan Islam sangat terlihat ketika kita membandingkan jalan menuju surga dan jalan menuju neraka. Ternyata jalan menuju surga begitu mudah, disesuaikan dengan kemampuan, dan gratis. Sementara menuju neraka harus dibarengi ongkos dan penuh resiko dan sanksi.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengizinkan sebagian orang untuk cukup melakukan ibadah-ibadah wajib yang pokok saja, bahkan mereka bersumpah tidak melebihi dan tidak mengurangi ibadah-ibadah tersebut. Meski demikian Nabi SAW bersabda, “Aflaha in shadaqa (Ia beruntung jika jujur).” (HR. Bukhari, Al Lu’lu’ wal Marjan, Kitab Al-Iman, Bab Bayan ash Shalawat alati ahad arkan al Islam, no. 6) 
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, sesungguhnya ada seorang Badui datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ia berkata: “Tunjukan kepadaku amal yang jika aku kerjakan mengantarkan ke surga.” Rasulullah SAW menjawab: “Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, menegakkan shalat yang wajib, menunaikan wajibnya zakat, dan puasa Ramadhan.” Orang itu berkata, “Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, aku tidak akan menambahnya.” Ketika orang itu berlalu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang ingin melihat laki-laki yang termasuk ahli surga, maka lihatlah orang itu.” (HR. Bukhari, Al-Lu’lu’ wal Marjan, Kitab Al-Iman, Bab Bayan Al-Iman alladzi yadkhulu bihi al Jannah, no. 8)
Ibadah wajib yang pokok adalah shalat wajib lima waktu; mudah, tidak lama, menyehatkan, dan contoh gerakan maupun bacaan sudah ada. Zakat wajib jika sudah mencapai nishab (batas minimal) harta, sedangkan zakat fitrah hanya dua kilogram beras. Itu pun setahun sekali. Puasa Ramadhan hakikatnya hanya memindahkan jam makan saja. Sedangkan kewajiban Haji terikat oleh kemampuan; finansial, kesehatan dan ilmu. Jika belum terpenuhi, maka belum wajib (karena itu wajib setiap muslim menjadi orang yang mampu agar rukun Islamnya sempurna).
Adapun jalan menuju neraka seperti judi, mabuk, korupsi, riba, zina (main pelacur), bukanlah jalan yang mudah. Butuh modal, sanksi berat baik pidana dan moral, tidak menyehatkan tubuh, merusak akal dan jiwa, dan tindakan yang memalukan. Namun, anehnya inilah jalan yang lebih banyak peminatnya.
Sayangnya, kemudahan Islam yang Allah Jalla wa ‘Ala berikan ini tertutup oleh sikap sebagian besar umat Islam yang menyulitkan dan melampaui batas. Entah karena tradisi lokal, pemahaman agama yang menyimpang, atau hadits-hadits palsu.
Seperti masalah pernikahan yang seharusnya mudah dan murah menjadi mahal dan susah karena tradisi dan budaya yang jelas bukan dari Islam. Masih banyak contoh lainnya. Maka, tugas para da’i merubah kesulitan dan kesempitan tradisi, menuju kemudahan Islam. Juga masalah masalah lainnya.
Bersambung…

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Sujud tilawah

*Ustadz Menjawab*
_Kamis, 15 September 2016_
📝Ustadz Umar Hidayat  M. Ag.
🌿🍁 *Sujud tilawah*
Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah
Setiap bertemu ayat Sajaddah apakah harus sujud dan membaca doanya?
Jawaban
———
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
*Sujud Tilawah itu Sunnah*
Para ulama sepakat (beijma’) bahwa sujud tilawah adalah amalan yang disyari’atkan. Di antara dalilnya adalah hadits Ibnu ‘Umar, “Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca Al Qur’an yang di dalamnya terdapat ayat sajadah. Kemudian ketika itu beliau bersujud, kami pun ikut bersujud bersamanya sampai-sampai di antara kami tidak mendapati tempat karena posisi dahinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menurut jumhur (mayoritas) ulama yaitu Malik, Asy Syafi’i, Al Auza’i, Al Laitsi, Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur, Daud dan Ibnu Hazm, juga pendapat sahabat Umar bin Al Khattab, Salman, Ibnu ‘Abbas, ‘Imron bin Hushain, mereka berpendapat bahwa sujud tilawah itu sunnah dan bukan wajib.
Dari Zaid bin Tsabit, beliau berkata, “Aku pernah membacakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam surat An Najm, (tatkala bertemu pada ayat sajadah dalam surat tersebut) beliau tidak bersujud.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bukhari membawakan riwayat ini pada Bab “Siapa yang membaca ayat sajadah, namun tidak bersujud.”
*Tata Cara Sujud Tilawah:*
1- Para ulama bersepakat bahwa sujud tilawah cukup dengan sekali sujud.
2- Bentuk sujudnya sama dengan sujud dalam shalat.
3- Tidak disyari’atkan -berdasarkan pendapat yang paling kuat- untuk takbiratul ihram dan juga tidak disyari’atkan untuk salam.
4- Disyariatkan pula untuk bertakbir ketika hendak sujud dan bangkit dari sujud.
Apa bacaan ketika sujud tilawah?
Seperti bacaan sujud dlm sholat;
Dari Hudzaifah, beliau menceritakan tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ketika sujud beliau membaca: “Subhaana robbiyal a’laa” [Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi] (HR. Muslim no. 772)
Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a ketika ruku’ dan sujud: “Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.” [Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku] (HR. Bukhari no. 817 dan Muslim no. 484)
Dari ‘Ali bin Abi Tholib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sujud membaca:
“Allahumma laka sajadtu, wa bika aamantu wa laka aslamtu, sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin.” [Ya Allah, kepada-Mu lah aku bersujud, karena-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta]
(HR. Muslim no. 771)
Ada jg yg membaca (tp diperselisihkan keshohihannya);
Imam Ahmad bin Hambal -rahimahullah- mengatakan, “Adapun (ketika sujud tilawah), maka aku biasa membaca: Subhaana robbiyal a’laa”
(Al Mughni).
Dan di antara bacaan sujud dalam shalat terdapat pula bacaan “Sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin”, sebagaimana terdapat dalam hadits ‘Ali yang diriwayatkan oleh Muslim.
Wallahu a’lam.
🌿🌺🍄🍀🌷🌹🌻
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

Mengusahakan Masa Depan Bekerja untuk Masa Kini serta _Memahami Masa Lalu

📆 Kamis, 13 Dzulhijjah 1437H / 15 September 2016
📚 *SIROH DAN TARIKH*

📝 Pemateri: *Ustadz AGUNG WASPODO, SE MPP*
📝 *Mengusahakan Masa Depan Bekerja untuk Masa Kini serta _Memahami Masa Lalu_*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
*Jejak Kotor Venice dan Genoa pada Sejarah Konstantinopel*
Tiga kali permintaan menyerah ditawarkan oleh Sultan Mehmet II agar kota Konstantinopel tidak hancur dan penduduknya dapat diselamatkan. Tiga kali pula tawarannya ditolak oleh utusan kaisar Constantine XI Palaiologos. Pertempuran kini tidak dapat dielakkan dan sultan berpacu dengan waktu. Halil İnalcık, sejarawan Turki Utsmani kontemporer, menyebutkan tiga faktor yang mencemaskan sultan: armada Venice yang sudah melaut, balatentara Hungary di perbatasan, serta labilnya sadrazam (kepala menteri, Grand Vizier) Çandarlı Halil Paşa yang sudah lama beliau curigai. Sultan harus mempersingkat kepungannya atas ibukota Byzantium atau bahaya besar mengancam.
💡 *Lesson #1* sebagai pemimpin, waktu tidak selalu bersamamu, maka bersamailah Allah Ta’ala yang menguasai seluruh hajat manusia.
💡 *Lesson #2* waspada tidak hanya kepada lawan, namun juga atas mereka yang sudah mulai menunjukkan tanda keletihan dari panjang dan beratnya perjalanan da’wah.
Setelah pembebasan Konstantinopel, Sultan memanggil Lucas Notaras, megadux kekaisaran yang selamat dari ganasnya pertempuran. Sebagai megadux, yaitu kepala penasihat kaisar, ia menuturkan bahwa kaisar beberapa kali ingin menyerah. Apa yang menyebabkan hal itu tidak terjadi?
Tursun Beg, sejarawan Turki Utsmani yang menyertai Sultan Mehmet II dalam pengepungan Konstantinopel mencatat dalam kitabnya Tarih-i-Ebülfeth bahwa kaisar sebenarnya realistis akan kelemahannya. Sejarawan bernama Critoboulos, yang hidup semasanya juga membenarkan hal tersebut dari sisi Byzantium. Kaisar Constantine XI menyadari bahwa dengan menyerah, kehormatan dirinya akan terjaga dan penduduknya terselamatkan dari status perbudakan.
💡 *Lesson #3* kepastian hukum merupakan dambaan bagi kawan maupun lawan, hal itu dapat menjadi faktor penjaminan yang dibutuhkan lawan ketika mereka menyadari kesalahannya dan siap menyerah; keadilan adalah perintah Allah SWT.
Namun, berulang kali pula niat kaisar untuk menyerah kepada sultan Turki Utsmani itu digagalkan oleh para komandan militer Latin. Sosok yang paling keras menentang penyerahan adalah Giovanni Giustiniani Longo dari Genoa. Ia mewakili berbagai ambisi gereja Katolik dan kepentingan dagang kota-kota independen Italia lainnya. Ia mengepalai pasukan sukarelawan koalisi Italia yang mempertahankan dinding kota Konstantinopel. Sejarawan Byzantium, Critoboulos, menilai mereka ini sebenarnya hanya melindungi kepentingan dagangnya saja. Tidak lebih.
💡 *Lesson #4* setiap koalisi pasti ada mata rantai kelemahannya, temukan itu dan sebesar apapun nampaknya lawanmu akan dapat dipatahkan.
Sejak jatuhnya Konstantinopel kepada koalisi pasukan salib pada tahun 1204 M, kekuatan militer Byzantium telah merosot kekuatan, kepercayaan diri, serta pamornya. Setelah kemalangan Byzantium tanggal 13 April 1204 itu, kekaisaran terpecah menjadi menjadi tiga dinasti: Laskar di Nicaea (İznik), Comnena di Trebizond, dan Doukas di Epiros.
Perang Salib Keempat telah memakan tuannya sendiri. Rombongan militer Latin dari Eropa Barat yang bertujuan merebut kembali al-Quds di Palestina malah dibelokkan secara licik oleh Venice ke Konstantinopel. Baru limapuluh tujuh tahun kemudian, pada tahun 1261 kota simbolik Byzantium tersebut berhasil direbut oleh pewaris tahta, Michael VIII Palaiologos.
💡 *Lesson #5* mempelajari lawan sama pentingnya dengan mempelajari diri, karena menguasai diri adalah sebagian dari penguasaan atas lawan.
Ketetapan Allah SWT seperti yang terjanjikan dalam nubuwwat Rasulullah SAW baru terwujud pada era Sultan Mehmet II. Pada tahun 1453, untuk kedua kalinya Konstantinopel beralih tangan. Kali ini, beralih ke pangkuan Kaum Muslimin Turki Utsmani. Kali ini, untuk selamanya sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadits Latuftahanna yang masyhur tersebut.
❔ Bagaimana dengan intensitas kebersamaan kita kepada Allah SWT?
Depok, disapa oleh sejuknya pagi
7 September 2016
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁🌹
Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
💼 Sebarkan! Raih pahala…

Kebenaran itu….

📆 Rabu, 12 Dzulhijjah 1437H / 14 September 2016
📚 MOTIVASI

📝 Pemateri: Ustadz Abdullah Haidir Lc.
📋  Kebenaran itu….
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Kebenaran..
bukan kisah roman yang asyik dibaca atau ditonton,
tapi dia sesuatu yang harus digenggam dan diperjuang kan…
Kebenaran…
bagi penjahat adalah ancaman,
bagi pejuang adalah medan pengorbanan….
Kebenaran itu…
kulitnya sering terasa pahit memberatkan,
namun isinya manis menyehatkan…
Kebenaran itu,
seringkali ketika datang tak ada yang mempedulikan bahkan mengundang cacian,
tapi ketika pergi semua merasa kehilangan…
Kebenaran,
bukan sampah berserakan yang dimana saja dengan mudah kau temukan,
tapi dia bak mutiara yang tak kau dapati kecuali menyelami lautan…
Jika kebenaran tak juga membuatmu berani berjuang,
setidaknya rasa malu mencegahmu jadi pecundang….
Wallahu A’lam.
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Menghindari Rasa Ujub

*Ustadz Menjawab*
_Rabu, 14 September 2016_
📝Ustadz Shafwan Husein el-Lomboki
🍃🍃🌸 *UJUB*
Ustadz, saya mau tanya, bagaimana caranya menghindari rasa ujub? Terima kasih
Ustman 1
=========
Jawaban
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
تواضع تكن كالنجم لاح لناظر
على صفحات الماء وهو رفيع ولا تكن كالدخان يعلو بنفسه # على طبقات الجو وهو وضيع 
“Rendah hatilah…jadilah laksana bintang bercahaya yang tampak di bayangan air yang rendah, padahal sebenarnya dia berada di ketinggian. Jangan menjadi laksana asap, yang membumbung tinggi dengan sendirinya di lapisan udara yang tinggi, padahal sebenarnya dia rendah.”
Ujub adalah penyakit yang berbahaya yang dapat merusak hidup seseorang. Ujub adalah sifat yang dapat mengalihkan seseorang dari bersyukur kepada Allah ta’ala, kepada bersyukur atas dirinya sendiri. Dari memuji Allah ta’ala kepada memuji diri sendiri. Dari rendah diri di hadapan Allah ta’ala kepada takabbur dengan amal yang sudah dilakukan. Dari menghormati dan menghargai orang lain kepada menghina dan merendahkan orang lain.
*Pengertian Ujub*
Ujub adalah bangga diri, menganggap sudah berbuat lebih dan menisbatkan keberhasilan beramalnya itu kepada diri sendiri, sehingga lupa kepada Yang Telah Memberinya nikmat, yaitu Allah azza wajalla.
*Akibat Ujub*
Di antara kejelekan sifat ujub adalah menggugurkan pahala amal shalehnya, menghilangkan kebaikan, dan mendapat kehinaan. Al-Mawardi berkata, “Ujub itu menghilangkan kebaikan, menampakkan kejelekan, mendapat kehinaan, menghalangi seseorang dari kemuliaan. Menghasilkan amarah dan kebodohan. Hingga ujub itu pun bisa memadamkan kebaikan yang pernah ia lakukan, menghapus keindahan pekerti yang pernah dikenal manusia. Pada akhirnya ia dibuat marah dan dengki disebabkan ujubnya itu.”
*Hukum Ujub*
Ujub adalah perbuatan yang diharamkan. Karena ujub adalah salah satu dari kesyirikan. Syaikh Ibnu Taymiyah rahimahullah ta’ala berkata, “Riya’ dan ujub itu tidak jauh beda. Riya’ adalah syirik dengan menyertakan orang lain dalam ibadah kepada Allah ta’ala. Sedangkan ujub adalah syirik dengan menyertakan diri sendiri dalam ibadah kepada Allah ta’ala. Kedua sifat ini termasuk kesombongan. Orang yang riya’ tidak mengamalkan firman Allah ta’ala ‘Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in’ (hanya kepada-Mu lah kami menyembah). Sedangkan orang yang ujub tidak mengamalkan firman Allah ta’ala ‘wa iyyaka nasta’in’ (dan hanya kepada-Mu lah kami meminta pertolongan). Siapa saja yang mengamalkan dua firman Allah tersebut, maka dia telah bebas dari penyakit riya dan ujub.”
Abu Ahmad Al-Ghazali rahimahullah berkata, “Ketahuilah bahwa ujub adalah sifat tercela. Di dalam firman Allah ta’ala,
…ٍ ۙوَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ)
“Dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai.” (QS. At-Taubah:25)
Firman Allah ta’ala:
…ِ ۚمَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا ۖ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا ۖ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ ۚ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ)

“Kamu tiada menyangka, bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin, bahwa benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka.”
(QS. Al-Hasyr:2)
Firman Allah ta’ala:
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
“Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.”
(QS. Al-Kahfi:104)
وقال صلى الله عليه وسلم (( ثلاث مهلكات : شحُّ مطاع ، وهوى متبع ، وإعجاب المرء بنفسه )). [ أخرجه البيهقي وحسنه الألباني ]. 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tiga penghacur adalah kikir yang ditaati, nafsu yang diikuti, dan orang yang bangga dengan dirinya sendiri.” (HR. Al Bayhaqi dihasankan oleh Al Albani)
بَيْنَمَا رَجُلٌ يَتَبَخْتَرُ يَمْشِي فِي بُرْدَيْهِ قَدْ أَعْجَبَتْهُ نَفْسُهُ فَخَسَفَ اللَّهُ بِهِ الْأَرْضَ فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ فِيهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Ketika seorang laki-laki sedang bergaya dengan kesombongan berjalan dengan mengenakan dua burdahnya (jenis pakaian bergaris-garis; atau pakaian yang terbuat dari wol hitam), dia mengagumi dirinya, lalu Allah membenamkannya di dalam bumi, maka dia selalu terbenam ke bawah di dalam bumi sampai hari kiamat.” (HR. Bukhari, no. 5789; Muslim, no. 2088; dan ini lafazh Muslim)
 جاء في الفتح لابن حجر : قال القرطبي : [ إعجاب المرء بنفسه هو ملاحظته لها بعين الكمال ، مع نسيان نعمة الله ، فإن احتقر غيره مع ذلك فهو الكبر المذموم.
Di dalam Fathul Bari, Al-Qurthubi berkata, “Rasa bangga seseorang terhadap dirinya sendiri terjadi karena dia memandang lebih dirinya, dan melupakan nikmat Allah. Apabila disertai dengan meremehkan orang lain maka itu adalah kibr (kesombongan) yang tercela.”
ومن الأدلة كذلك على ذم العجب حديث أبي ثعلبة الخشني رضي الله عنه ، فعن أبي أمية الشعباني قال : أتيت أبا ثعلبة الخشني فقلت له : كيف تصنع بهذه الآية ؟ قال : أيّةُ آية؟ قال : قوله تعالى {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ لاَ يَضُرُّكُم مَّن ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ } [105: سورة المائدة].
Di antara dalil lainnya pula tentang tercelanya sifat ujub, terdapat di dalam hadith Abi Tsa’labah Al-Khasyni radhiyallahu ‘anhu. Dari Abu Umayyah As-Sya’bani dia berkata, “Aku menemui Abi Tsa’labah Al-Kasyni dan bertanya, “Apa yang kamu perbuat dengan ayat ini?.” Dia bertanya, “Ayat yang mana?.” Aku berkata, “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.”
(QS. Al-Maidah: 105)
قال أبو ثعلبة : أما والله لقد سألت عنها خبيراً ، سألت عنها رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : (( بل ائتمروا بينكم بالمعروف وتناهوا عن المنكر ، حتى إذا رأيت شَّحاً مطاعاً ، وهوىً متبعاً ، ودنيا مؤثَرة ، وإعجاب كل ذي رأي برأيه ، فعليك بخاصة نفسك ودع العوامَّ ، فإن من ورائكم أياماً الصبر فيهن كالقبض على الجمر ، للعامل فيهن مثل أجر خمسين رجلاً يعملون مثل عملكم )) [ رواه الترمذي وقال : حسن غريب وضعفه الألباني ].
Abu Tsa’labah menjawab, ”Demi Allah, kamu bertanya dengan orang yang tahu, aku pernah menanyakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau menjawab: “Akan tetapi, perintahkanlah kebaikan dan cegahlah kemungkaran hingga kamu melihat kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, kehidupan dunia lebih diprioritaskan dan kekaguman setiap orang dengan pendapatnya, engkau harus (berpegangan) terhadap mata hatimu dan tinggalkan orang-orang awam, karena dibalik kalian akan ada suatu masa dimana kesabaran saat itu laksana memegang bara api, orang yang beramal saat itu sama seperti pahala limapuluh orang yang melakukan seperti amalan kalian.” Abdullah bin Al Mubarak berkata; Selain ‘Utbah menambahiku: Dikatakan; “Wahai Rasulullah, pahala lima puluh orang dari kami atau dari mereka?” Beliau menjawab: “Bahkan pahala lima puluh orang dari kalian.” (HR. At-Tirmidzi, hadist Hasan gharib, didhaifkan oleh Al Albani).
Perkataan Salaf tentang Ujub
1. قال ابن مسعود رضي الله عنه : الهلاك في اثنين : القنوط والعجب.
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kehancuran itu ada dua: putus asa dan bangga diri (ujub).”

2. قال أبو حامد : وإنما جمع بينهما ؛ لأن السعادة لا تنال إلا بالسعي والطلب والجد والتشمير ، والقانط لا يسعى ولا يطلب ، والمعجب يعتقد أنه قد سعد وقد ظفر بمراده فلا يسعى.
Abu Hamid berkata, “Ibnu Mas’ud mengumpulkan keduanya, bahwa orang putus asa dan orag yang ujub keduanya tidak pernah bahagia. Karena orang yang putus asa tidak lagi berusaha dan tidak pula mencari kebahagiaan karena sudah putus asa. Sedangkan orang yang ujub juga tidak berusaha mencari kebahagiaan karena menyangka bahwa dia telah meraihnya.”
3. وقال مطرف : لأن أبيت نائماً وأصبح نادماً أحب إليّ من أن أبيت قائماً وأصبح معجباً.
Al-Matraf berkata, “Jika aku tidur dan aku menyesal di pagi harinya karena tidak sholat malam, itu lebih aku sukai dari pada aku bangun malam tapi pagi harinya aku ujub.”
4. وكان بشر بن منصور من الذين إذا رءُوا ذُكِرَ الله تعالى والدار الآخرة ، لمواظبته على العبادة ، فأطال الصلاة يوماً ، ورجل خلفه ينتظر ، ففطن له بشر ، فلما انصرف عن الصلاة قال له : لا يعجبنك ما رأيت مني ، فإن إبليس لعنه الله قد عبد الله مع الملائكة مدة طويلة ، ثم صار إلى ما صار إليه.
Sesungguhnya Bisyr bin Manshur adalah orang yang jika dipandang mengingatkan orang lain akan Allah ta’ala dan akhirat, karena saking tekunnya ia beribadah kepada Allah ta’ala. Suatu hari saat Bisyr memanjangkan shalatnya, ternyata ada seseorang memperhatikannya. Bisyr merasa terganggu dengan kehadiran orang itu. Setelah shalat ia berkata, “Janganlah kamu takjub dengan apa yang kau lihat dari shalatku. Karena Iblis –laknatullah ‘alayhi- telah menyembah Allah ta’ala bersama malaikat Allah yang lain sudah sejak lama. Kemudian dia menjadi apa yang sudah terjadi pada dirinya!.”
5. وقيل لعائشة رضي الله عنها : متى يكون الرجل مسيئاً ؟ قالت : إذا ظن أنه محسن.
Dikatakan kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Kapan seseorang dikatakan celaka?.” ‘Aisyah menjawab, “Jika dia mengira bahwa dia telah berbuat baik.”
6. وقال علي بن أبي طالب رضي الله عنه : الإعجاب ضدّ الصواب ، وآفة الألباب.
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, “Ujub itu adalah lawan dari kebenaran. Dan kehancuran bagi akal.”
7. وقال بزدجمهر : النعمة التي لا يحسد صاحبها عليها التواضع ، والبلاء الذي لا يرحم صاحبه منه : العجب.
Bazdu Jamhar berkata, “Nikmat yang pemiliknya tidak bisa didengki adalah At-Tawadhu’ (rendah hati). Adapun bencana yang pemiliknya tidak dikasihani adalah ujub.”
_*Antara Ujub dan Kufuran*_

Ujub yang berlebihan bisa mengeluarkan seseorang dari Islam, sebagaimana Iblis yang takjub dengan penciptaannya dan ibadahnya kepada Allah ta’ala. Kemudian rasa ujubnya itu membuatnya sombong dan tidak mau mentaati perintah Allah untuk sujud kepada Adam.
وعبد الله بن زياد بن ظبيان التميمي ، خوّف أهل البصرة أمراً فخطب خطبة أوجز فيها، فنادى الناس من المسجد : أكثر الله فينا مثلك . فقال : لقد كلفتم الله شططاً !!
Abdullah bin Ziyad Dzibyan At-Tamimi berkhutbah saat masyarakat Bashroh ketakutan atas suatu perkara. Maka orang-orang berkata, “Semoga Allah ta’ala memperbanyak orang sepertimu.” Abdullah berkata, “Kalian telah bebuat semberono kepada Allah ta’ala!.”
ومعبد بن زرارة ؛ كان ذات يوم جالساً في الطريق ، فمرت به امرأة فقالت له : يا عبد الله ! كيف الطريق إلى موضع كذا ؟ فقال : ياهناه ! مثلي يكون من عبيد الله ؟!! 
Ma’bad bin Zaroroh duduk di jalanan. Lalu seorang wanita lewat di depannya dan berkata, “Wahai Abdullah! Kemana arah ke tempat ini?.” Ma’bad berkata, “Wahai, orang sepertiku lebih pantas dipanggil ubaidillah (hamba Allah yang kecil)!!!”
يا مظهرَ الكبر عجاباً بصورته *** انظر خلاك فإن النتن تثريب  لو فكر الناس فيما في بطونهم ***
ما استشعر الكبر شبان ولا شيب  هل في ابن آدم مثل الرأٍس مكرُمةً *** وهو بخمس من الأقذار مضروب  أنف يسيل وأذن ريحها سهك *** والعين مرفضة الثغر ملعوب  يابن التراب ومأكول التراب غداً ***
أقصر فإنك مأكول ومشروب
Wahai yang sombong karena bangga dengan yang dimilikinya **** Lihatlah darahmu sesungguhnya kebusukannya itu amat menyengat. Seandainya manusia memikirkan apa yang ada di dalam perutnya **** Niscaya dia tidak merasa sombong, pemudakah dia atau orang tua. Apakah kepala anak adam ada kemuliaan **** Sedangkan kepalanya itu memikul lima kotoroan Hidung beringus, telinga berbau tak sedap **** Mata tempat mengalirnya airWahai anak yang berasal dari tanah dan nanti akan makan tanah **** Berhentilah menyombongkan diri karena engkau akan dimakan dan diminum nanti.
_*Sebab-sebab Ujub.*_
1.Kebodohan.
Abu Ahmad berkata, “Sebab ujub adalah jahl (kebodohan). Obat yang mujarab adalah lawan dari kata bodoh itu, yaitu ilmu.” Jadi, orang yang berpenyakit ujub sebetulnya adalah orang yang bodoh. Dia harus banyak belajar lagi agar dia bisa semakin merunduk, dan rendah hati. 
2. Sedikitnya taqwa dan keshalihannya.
3. Kurang merasa diawasi Allah azza wajalla.
4. Sedikit mendengar nasihat.
5. Niat yang jelek.
6. Banyak dipuji manusia sehingga syaithan mengganggunya melalui pintu pujian.
7. Mengejar dunia dan mengikuti hawa nafsu.
8. Sedikit merenungi nikmat Allah ta’ala.
9. Sedikitnya dzikir.
10. Tidak mentadabburi Al-Qur’an dan Sunnah Nabawiyah.
11. Merasa aman dari hukuman Allah ta’ala, serta banyak bersandar pada Kemahamaafan Allah ta’ala.
_*Ciri-ciri orang Ujub*_
1. Menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.
2. Memalingkan muka dari manusia.
3. Jarang sharing atau konsultasi kepada orang-orang yang ahli.
4. Berjalan dengan kesombongan.
5. Merasa lebih dan banyak beramal.
6. Sombong dengan ilmunya. 
7. Memincingkan mata dan suka mencela.
8. Bangga dengan garis keturunannya, kedudukannya dan fisiknya.
9. Sengaja berbeda dari orang lain untuk meninggikan dirinya.
10. Tidak perhatian kepada ulama dan orang-orang bertakwa.
11. Memuji dirinya sendiri.
12. Melupakan dosa-dosanya atau meremehkannya.
13. Selalu mengira dia pantas mendapatkan kebaikan, ampunan, dan do’a-do’anya diijabahi
14. Terus-menerus dalam berbuat salah yang sama.
15. Malas beramal karena dia mengira bahwa ibadahnya telah sempurna.
16. Suka meremehkan, bermaksiat dan berbuat fasik.
17. Merasa berhak menjadi orang unggul padahal dia tidak melakukan pekerjaannya dengan benar.
18. Jarang mendengarkan nasihat dari orang-orang berilmu.
_*Cara Mengobati Penyakit Ujub*_
*• Ujub terhadap Kelebihan Fisik.*
Ujub terhadap fisiknya karena kebagusannya, ketampanannya, keindahan suaranya, kemudian melupakan bahwa semua itu adalah nikmat dari Allah ta’ala. Solusinya: hendaknya dia berpikir tentang apa yang ada di dalam perutnya yang menjijikkan, dan merenungkan tentang bagaimana kelak semua kebagusan itu akan sirna di dalam tanah nanti.
*• Ujub dengan Kemampuan dan Kekuatan.*
Seperti kaum ‘Aad yang berkata, “Adakah orang yang lebih kuat dari pada kamu?.”
(QS. Fusshilat:15)
Solusinya: Hendaknya dia bersyukur atas nikmat Allah ta’ala yang telah menganugerahkannya akal. Hendaknya dia berpikir bagaimana jika akalnya itu hilang atau rusak? Dan hendaknya ia tahu bahwa  perkara yang tidak dia tahu itu lebih banyak dari pada perkara yang dia tahu.
*• Ujub dengan Garis Keturunan.*
Ujub terhadap keturunan. Mulai dari yang berbangga dengan nasabnya sampai ada yang berpikiran bahwa dia akan selamat dari dosa karena dia berasal dari keturunan yang sholeh. Solusinya: hendaknya ia tahu bahwa keturunan itu tidak menyebabkan seseorang menjadi mulia. Akan tetapi yang menjadikan mulia itu adalah ilmu dan ketaatan kepada Allah ta’ala. Karena Allah ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang bertaqwa di antra kalian.”
(QS. Al-Hujurot:13).
*• Berbangga dengan Banyaknya Anak.*
Berbangga dengan banyaknya keturunan, kerabat, anggota atau pengikut. Sebagaimana firman-Nya,
“Dan mereka berkata: “Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab.”
(QS. Saba: 35)
Solusinya: hendaknya dia memperhatikan bahwa setiap orang punya kelemahan, mereka semua adalah hamba Allah ta’ala yang lemah, mereka tidak bisa memberi manfaat dan mudharat. Bagaimana ia bisa bangga dengan banyak jumlah mereka padahal kematian akan memisahkannya dengan mereka? Ia akan menjadi seorang diri di dalam kubur tidak ada yang menemani kecuali amal perbuatannya.
*• Berbangga dengan Harta.*
Allah ta’ala berfirman,
“Dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika ia bercakap-cakap dengan dia: “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat”. (QS. Al-Kahfi:34)
Solusinya: hendaknya ia memikirkan bencana yang harta yang banyak, karena banyaknya hak yang harus ditunaikan. Hendaknya ia merenungkan bahwa kelak orang-orang fakir lebih dulu masuk syurga karena sedikitnya hisab hartanya. Serta waspada terhadap kesombongan yang akan mencelakakannya: Rasulullah shallalahu ‘alayhi wa sallam juga bersabda,
بَيْنَمَا رَجُلٌ يَتَبَخْتَرُ يَمْشِي فِي بُرْدَيْهِ قَدْ أَعْجَبَتْهُ نَفْسُهُ فَخَسَفَ اللَّهُ بِهِ الْأَرْضَ فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ فِيهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Ketika seorang laki-laki sedang bergaya dengan kesombongan berjalan dengan mengenakan dua burdahnya (jenis pakaian bergaris-garis; atau pakaian yang terbuat dari wol hitam), dia mengagumi dirinya, lalu Allah membenamkannya di dalam bumi, maka dia selalu terbenam ke bawah di dalam bumi sampai hari kiamat.” (HR. Bukhari, no. 5789; Muslim, no. 2088; dan ini lafazh Muslim)
*• Ujub dengan Pendapat yang Keliru.*
Allah ta’ala berfirman,
“Maka apakah orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh setan)? maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. Fathir:8)
Firman Allah ta’ala:
Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.”
(QS. Al-Kahfi:103-104).
Mereka adalah ahlu bid’ah yang merasa benar dengan pendapat mereka yang salah. Solusinya: Hendaknya dia senantiasa mencurigai pendapatnya dalam rangka untuk memperoleh dalil yang benar dalam beramal. Hendaknya ia mengambil dalil yang shahih dan kuat, dan menyadari bahwa mengikuti hawa nafsu adalah kehancuran yang tidak disadari.
Washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘alaa alihi wa shahbihi wa sallam.
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
🌍 Website: www.iman-islam.com
📲 Telegram: https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page: https://m.facebook.com/majelismanis/
📸Instagram: httpz://twitter.com/majelismanis/
🕹 Play Store: https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📮 Twitter: https://twitter.com/grupmanis
📡Sebarkan! Raih Pahala

Profile Ustman bin Affan

📆Selasa, 11 Dzulhijjah1437 H/  15 September 2016
📘Sirah
📝 Ustadzah Ida Faridah
📖 Profile Ustman bin Affan
=============================
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Assalamu’alaikum sahabat MFT, apa kabarnya hari ini?
Mudh2n kita selalu dalam lindungan Allah swt, Aamiin
Kali ini, kita akan bahas profile sahabat Nabi dan sekaligus menantu Rasulullah, Ustman bin Affan
Ustman bin Affan memiliki nama lemgkap Ustman bin Abdi Syams bin Abdi Manaf bin Quraisy al-Quraisy, Al-Umawiy. Nama ibu beliau adalah Arwa binti Kuriz bin Rabiah. Dilahirkan pada tahun 573 M, tahun kelima setelah kelahiran Nabi Muhammad Saw. Dia berasal dari keluarga kaya raya. Sebelum masuk islam dia dipanggil Abu Amr. Beliau memiliki sifat jujur dan rendah hati di kalangan umat islam. Bahkan sebelum beliau masuk islam, beliau terkenal dengan kejujuran dan kerendahan hati.
Beliau masuk islam atas ajakan Abu Bakar, yaitu sesudah islamnya Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Haristah. Beliau adalah salah satu sahabat besar dan utama Nabi Muhammad Sa, serta termasuk pupa golongan as-Sabiqun al-Awwalun yaitu orang-orang terdahulu islam dan beriman.
Ustman bin Affan memiliki kedudukan khusus di mata Nabi Muhammad Saw. Dalam salah satu riwayat ketika Aisyah bertanya tentang sikap Nabi Muhammad Saw kepada ketiga Sahabatnya. Dimana Nabi Saw bersikap biasa kepada Abu Bakar dan Umar. Tapi ketika Ustman datang dan masuk ke rumah, Nabi Saw bersikap lebih baik. Nabi Muhammad Saw menjawab:
“Bagaimana mungkin aku tidak merasa malu kepada seorang yang para malaikat saja merasa malu kepadanya?”
Dia terkenal seorang kaya raya yang dermawan. Melalui kekayaanya dia dermakan untuk mengembangkan islam. Sikap dermawan terbukti waktu di madinah. Dia mendermakan 20.000 dirham untuk menggali mata air demi kepentingan umat islam. Dalam perang tabuk, Ustman menyumbangkan sekitar 10.000 dinar dan 1000 unta untuk kepentingan pasukan Tabuk.
Ustman bin Affan merupakan tokoh sentral dalam beberapa peristiwa penting. Pada peristiwa Hijrah pertama ke Habasyah (Ethopia), Ustman bin Affan dan istrinya Ruqoyah, Putri Nabi Muhammad Saw, merupakan suami istri pertama dalam sejarah islam yang hijrah. Beliau pergi ke Habsyi atas perintah Nabi Muhammad Saw untuk menghindari ancaman dan penyiksaan kafir quraisy. Sempat kembali ke makkah ketika mendapat kabar bahwa kondisi makkah sudah aman bagi umat islam. Ketika umat islam masih dalam tekanan dan penyiksaan kafir Quraisy, Ustman bersama istrinya berhijrah kembali ke Habasyah.
Ustman tidak ikut berperang di Badar, karena sedang menunggu Ruqoyah yang sakit. Setelah Ruqoyyah meninggal, Ustman menikah dengan Ummu Kulsum, sehingga dia mendapat gelar Dzul Nurain (Pemilik dua cahaya). Gelar Dzul Nu’rain karena Ustman bi Affan menikahi dua putri Nabi Muhammad Saw. yaity Ruqoyyah dan Ummu Kulsum.
Pada peristiwa perjanjian Hudaibiyyah, Ustman menjadi utusan Nabi Muhammad kepada kafir Quraisy. Beliau menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan Nabi Muhammad Saw dan pengikutnya ke Makkah bukan untuk berperang. Umat islam datang dalam rangka menjalankan ibadah haji.
Ketika Ustman bi Affan di Makkah, tersebar berita bahwa Ustman bi Affan dibunuh. Akibat berita itu, Nabi Muhammad memerintahkan umat islam untuk berbaiat atau sumpah setia membela islam sampai titik darah penghabisan. Peristiwa tersebut dikenal dengan Baiturridwan.
Pada saat Rasulallah Saw meninggal dunia Ustman baru berusia 58 tahun. Beliau dipercaya menagani urusan kenegaraan pada masa Khalifah Abu Bakar dan Khalifah Umar bin Khattab. Setelah Umar meninggal, beliau diangkat menjadi Khalifah pada tahun 24 H berusia 70 tahun..
Beliau meninggal dibunuh pada hari jum’at tanggal 18 Dzulhijjah 35 H ketika sedang membaca al-Qur’an. Beliau meninggal pada usia 82 tahun.
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih pahala….

Beda Paham Fiqih? Lapang dada aja .. Jangan Keras!

📆 Selasa, 11 Dzulhijjah 1437H / 13 September 2016
📚 *HADITS DAN FIQIH*

📝 Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.*
📋  *Beda Paham Fiqih? Lapang dada aja .. Jangan Keras!*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
📚 Imam Abu Nu’aim mengutip ucapan Imam Sufyan Ats Tsauri, sebagai berikut:
سفيان الثوري، يقول: إذا رأيت الرجل يعمل العمل الذي قد اختلف فيه وأنت ترى غيره فلا تنهه.
📌“Jika engkau melihat seorang melakukan perbuatan yang masih diperselisihkan, padahal engkau punya pendapat lain, maka janganlah kau mencegahnya.” (Imam Abu Nu’aim Al Asbahany, Hilyatul Auliya’, 3/133)
📚Pandangan Imam Malik Radhiallahu ‘Anhu
Imam Malik ketika berkata kepada Khalifah Abu Ja’far, tatkala Abu Ja’far ingin memaksa semua orang berpegang pada Al Muwatha’ (himpunan hadits karya Imam Malik): “Ingatlah bahwa para sahabat Rasulullah telah berpencar-pencar di beberapa wilayah. Setiap kaum memiliki ahli ilmu. Maka apabila kamu memaksa mereka dengan satu pendapat, yang akan terjadi adalah fitnah sebagai akibatnya.” .(Al Imam Asy Syahid Hasan Al Banna, Majmu’ah Ar Rasail, Mu’tamar Khamis, hal. 187. Al Maktabah At Taufiqiyah)
📚Pandangan Imam Ahmad bin Hambal Radhiallahu ‘Anhu
Dalam kitab Al Adab Asy Syar’iyyah:
وقد قال أحمد في رواية المروذي لا ينبغي للفقيه أن يحمل الناس على مذهبه. ولا يشدد عليهم وقال مهنا سمعت أحمد يقول من أراد أن يشرب هذا النبيذ يتبع فيه شرب من شربه فليشربه وحده .
📌“Imam Ahmad berkata dalam sebuah riwayat Al Maruzi (Al Marwadzi), tidak seharusnya seorang ahli fiqih membebani manusia untuk mengikuti madzhabnya dan tidak boleh bersikap keras kepada mereka. Berkata Muhanna, aku mendengar Ahmad berkata, ‘Barangsiapa yang mau minum nabidz (air perasan anggur) ini, karena mengikuti imam yang membolehkan meminumnya, maka hendaknya dia meminumnya sendiri.” (Imam Ibnu Muflih, Al Adab Asy Syar’iyyah, Juz 1, hal. 212. Syamilah)
Para ulama beda pendapat tentang halal-haramnya air perasan anggur, namun Imam Ahmad menganjurkan bagi orang yang meminumnya, untuk tidak mengajak orang lain. Ini artinya Imam Ahmad bersikap, bahwa tidak boleh orang yang berpendapat halal, mengajak-ngajak minum orang yang berpendapat haram.
📚Imam Yahya bin Ma’in Rahimahullah
Imam Adz Dzahabi  Rahimahullah berkata tentang Yahya bin Ma’in:
قال ابن الجنيد: وسمعت يحيى، يقول: تحريم النبيذ صحيح، ولكن أقف، ولا أحرمه، قد شربه قوم صالحون بأحاديث صحاح، وحرمه قوم صالحون بأحاديث صحاح.
📌Berkata Ibnu Al Junaid: “Aku mendengar Yahya bin Ma’in berkata: “Pengharaman nabidz (air perasan anggur) adalah benar, tetapi aku no coment, dan aku tidak mengharamkannya. Segolongan orang shalih telah meminumnya dengan alasan hadits-hadits shahih, dan segolongan orang shalih lainnya mengharamkannya dengan dalil hadits-hadits yang shahih pula.” (Imam Adz Dzahabi, Siyar A’lam an Nubala, Juz. 11, Hal. 88. Mu’asasah ar Risalah, Beirut-Libanon. Cet.9, 1993M-1413H)
📚Pandangan Imam An Nawawi Rahimahullah
Berkata Imam an Nawawi Rahimahullah:
وَمِمَّا يَتَعَلَّق بِالِاجْتِهَادِ لَمْ يَكُنْ لِلْعَوَامِّ مَدْخَل فِيهِ ، وَلَا لَهُمْ إِنْكَاره ، بَلْ ذَلِكَ لِلْعُلَمَاءِ . ثُمَّ الْعُلَمَاء إِنَّمَا يُنْكِرُونَ مَا أُجْمِعَ عَلَيْهِ أَمَّا الْمُخْتَلَف فِيهِ فَلَا إِنْكَار فِيهِ لِأَنَّ عَلَى أَحَد الْمَذْهَبَيْنِ كُلّ مُجْتَهِدٍ مُصِيبٌ . وَهَذَا هُوَ الْمُخْتَار عِنْد كَثِيرِينَ مِنْ الْمُحَقِّقِينَ أَوْ أَكْثَرهمْ . وَعَلَى الْمَذْهَب الْآخَر الْمُصِيب وَاحِد وَالْمُخْطِئ غَيْر مُتَعَيَّن لَنَا ، وَالْإِثْم مَرْفُوع عَنْهُ
📌“Dan Adapun yang terkait masalah ijtihad, tidak mungkin orang awam menceburkan diri ke dalamnya, mereka tidak boleh mengingkarinya, tetapi itu tugas ulama. Kemudian, para ulama hanya mengingkari dalam perkara yang disepati para imam. Adapun dalam perkara yang masih diperselisihkan, maka tidak boleh ada pengingkaran di sana. Karena berdasarkan dua sudut pandang setiap mujtahid adalah benar. Ini adalah sikap yang dipilih olah mayoritas para ulama peneliti (muhaqqiq). Sedangkan pandangan lain mengatakan bahwa yang benar hanya satu, dan yang salah kita tidak tahu secara pasti, dan dia telah terangkat dosanya.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim,  1/131. Mawqi’ Ruh Al Islam)
Jadi, yang boleh diingkari hanyalah yang jelas-jelas bertentangan dengan nash qath’i dan ijma’. Adapun zona ijtihadiyah, maka tidak boleh saling mengingkari.
📚 Pandangan Imam Jalaluddin As Suyuthi Rahimahullah
Ketika membahas kaidah-kaidah syariat, Imam As Suyuthi berkata dalam kitab Al Asybah wa An Nazhair:
الْقَاعِدَةُ الْخَامِسَةُ وَالثَّلَاثُونَ ” لَا يُنْكَرُ الْمُخْتَلَفُ فِيهِ ، وَإِنَّمَا يُنْكَرُ الْمُجْمَعُ عَلَيْهِ
📌Kaidah yang ke-35, “Tidak boleh ada pengingkaran terhadap masalah yang masih diperselisihkan. Seseungguhnya pengingkaran hanya berlaku pada pendapat yang bertentangan dengan ijma’ (kesepakatan) para ulama.” (Imam As Suyuthi, Al Asybah wa An Nazhair, Juz 1, hal. 285. Syamilah)
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Ayah Tiri dan Anak Tiri

*Ustadz Menjawab*
_Selasa, 13 September 2016_
📝Ustadzah Novria Flaherti, S.si
🍃🌸 *Hukum Ayah Tiri pada Anak Tiri*
Assalamu’alaikum,, ustadz/ustadzah,,, apa hukum ayah tiri pada anak tirinya,,,
Jika boleh ingin pnjelasan/ riwayat” lngkap antara ayah tiri dan anak tiri dalam islam. Jazakumullah khoir katsiron. #A34
================
Jawaban
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ اُمَّهٰتُكُمْ وَبَنٰتُكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ وَعَمّٰتُكُمْ وَخٰلٰتُكُمْ وَبَنٰتُ الْاٰخِ وَبَنٰتُ الْاُخْتِ وَاُمَّهٰتُكُمُ الّٰتِيْۤ اَرْضَعْنَكُمْ وَاَخَوٰتُكُمْ مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَ اُمَّهٰتُ نِسَآئِكُمْ وَرَبَآئِبُكُمُ الّٰتِيْ فِيْ حُجُوْرِكُمْ مِّنْ نِّسَآئِكُمُ الّٰتِيْ دَخَلْتُمْ بِهِنَّ  ۖ   فَاِنْ لَّمْ تَكُوْنُوْا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ  ۖ   وَحَلَاۤئِلُ اَبْنَآئِكُمُ الَّذِيْنَ مِنْ اَصْلَابِكُمْ ۙ  وَاَنْ تَجْمَعُوْا بَيْنَ الْاُخْتَيْنِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ  ؕ  اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا  ۙ
“Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
[QS. An-Nisa’: Ayat 23] Dari firman Allah diatas jelas bahwa diharamkan menikah dengan ayah atau ibu tiri.  Sesuai dengan firman Allah
وَلَا تَنْكِحُوْا مَا نَكَحَ اٰبَآؤُكُمْ مِّنَ النِّسَآءِ اِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ   ؕ  اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً وَّمَقْتًا   ؕ  وَسَآءَ سَبِيْلًا
“Dan janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sungguh, perbuatan itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).”
[QS. An-Nisa’: Ayat 22] Sudah jelas ya ukhti bahwa hubungan ayah tiri dan anak tirinya adalah mahram/ haram dinikahi karna sebab dari pernikahan yg telah dilakukan antara ibu dan ayah tiri… 
Catatan: Dalam pernikahan itu terjadi hubungan badan antara suami istri tersebut
Allahu’Alam
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
🌍 Website: www.iman-islam.com
📲 Telegram: https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page: https://m.facebook.com/majelismanis/
📸Instagram: httpz://twitter.com/majelismanis/
🕹 Play Store: https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📮 Twitter: https://twitter.com/grupmanis
📡Sebarkan! Raih Pahala..

Surat Al-Ikhlash

📆 Sabtu, 08 Dzulhijjah 1437 H/ 10 September 2016
📒 Sirah
📝 Ustadzah Ida Faridah
📖 Surat Al-Ikhlash
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Assalamu’alaikum adik-adik MFT, ketemu lagi dengan materi Al-Qur’an, kali ini kita akan membahas tafsir surat Al-Falaq
Surat makkiyah, tetapi ada pula yang mengatakan madaniyyah, terdiri atas lima ayat, dan salah satu dari dua surat perlindungan tentang meminta perlindungan Allah SWT.ِِ
ِ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh dari kejahatan makhluk-Nya, dari krjahatan malam ketika telah gelap gulita, dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul, dan dari kejahatan pendengki ketika ia dengki’.”
Riwayatnya tentang orang yahudi yang menyihir Nabi SAW hingga beliau sakit selama tiga hari. Sakit beliau sangat parah sampai tidak sadar akan perbuatanya. Jibrilpun datang dan memberitahunya tentang bagian yang terkena sihir. Setelah itu, dibacakan Jibril surat An-Nas dan Al-Falaq kepada beliau hingga akhirnya sadar seperti semula.
Namun, riwayat ini tidak benar seperti pendapat para ulama kecuali celotehan orang yahudi dengan tujuan agar manusia ragu terhada Nabi SAW dan menganggap beliau benar-benar terkena sihir. Padahal, Allah SWT berfirma,
“Allah memelihara kamu dari gangguan manusia.” (QS. Al-Maidah:67)
“Sesungguhnya kami memeliharamu dari (kejahatan) manusia yang memperolok-olokan (kamu).” (Al-Hijr:95)
Katakan kepada mereka, (ya, muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan seluruh alam yang dapat membelah tanah dan langit. Aku berlabuh kepada-Nya dari semua kejahatan malam jika telah gelap gulita dan menutupi seluruh alam karena kegelapan malam menjadi tabir bagi setiap orang yang melampaui batas dan pendosa.
Aku berlindung kepada-Mu dari wanita peniup buhul tali yang mereka ikat (seperti dijelaskan tadi, tetapi maksud sebenarnya adalah berlindung kepada-Mu dari kejahatan pengadu domba yang memutuskan hubungan cinta kasih.
Dengan demikian ta’ pada َالنَّفَّاثَاتَِ bermakna hiperbol dan bukan menunjukkan ta’nits (feminim). Jadi, maknanya orang yang berusaha mengadu domba dengan mengarahkan segenap upaya untuk menyakiti orang lain.
Tidak ada jalan untuk mendapatkan ridha dari orang semacam itu. Tidak ada cara lain menghadapi orang itu kecuali dengan menghadap kepada Allah SWT agar berkenan memelihara kita dari kejahatannya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis