Puasa Sunah Asyura (Bag. 1)

๐Ÿ“† Senin, 2 Muharrom 1438H / 3 Oktober 2016

๐Ÿ“š *HADITS DAN FIQIH*

๐Ÿ“ Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.*

๐Ÿ“‹ *Puasa Sunah Asyura (Bag. 1)*

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“Œ Tidak Sedikit manusia bertanya, bagaimanakah puasa sunah โ€˜Asyura itu? Dan kapankah pelaksanaannya?

Dalil-Dalilnya:

  Berikut ini adalah dalil-dalil puasa tersebut:

1โƒฃ Hadits Dari Muadz bin Jabal Radhiallahu โ€˜Anhu:

 ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ูˆูŽูŠูŽุตููˆู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ููŽุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ { ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ุทูŽุนูŽุงู…ู ู…ูุณู’ูƒููŠู†ู } ููŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุตููˆู…ูŽ ุตูŽุงู…ูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠููู’ุทูุฑูŽ ูˆูŽูŠูุทู’ุนูู…ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ู…ูุณู’ูƒููŠู†ู‹ุง ุฃูŽุฌู’ุฒูŽุฃูŽู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ

  ๐Ÿ“Œโ€œSesungguhnya Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dahulu berpuasa tiga hari pada tiap bulannya dan berpuasa pada hari โ€˜Asyura, lalu Allah Taโ€™ala menurunkan wahyu: โ€œDiwajibkan atas kalian berpuasa (Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalianโ€  hingga firmanNya: โ€œmemberikan makanan kepada orang miskinโ€ maka sejak itu barang siapa yang ingin berpuasa (puasa tiga hari tiap bulan dan โ€˜Asyura) maka silahkan dia berpuasa, dan barang siapa yang ingin berbuka maka silahkan dia berbuka, dan memberikan kepada orang miskin setiap hari yang demikian itu akan mendapatkan ganjaran.โ€ (HR. Abu Daud No. 507. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 507)

2โƒฃ Hadits dari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha, katanya:

 ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ุชูŽุตููˆู…ูู‡ู ู‚ูุฑูŽูŠู’ุดูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ูŽุฉู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ูู‡ู ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุฏูู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉูŽ ุตูŽุงู…ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุจูุตููŠูŽุงู…ูู‡ู ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ููุฑูุถูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ููŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุตูŽุงู…ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ู

๐Ÿ“Œโ€œHari โ€˜Asyura adalah hari yang pada masa jahiliyah orang-orang Quraisy melaksanakan puasa, saat itu Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam juga berpuasa. Ketika Beliau  sampai ke Madinah beliau berpuasa dan memerintahkan manusia agar berpuasa pada hari itu. Maka, tatkala diwajibkan puasa Ramadhan, dia meninggalkan puasa โ€˜Asyura. Maka, barang siapa yang mau silahkan dia puasa dan barang siapa yang tidak maka tinggalkanlah.โ€ (HR. Bukhari No. 2002, 4504, Muslim No. 1125)

3โƒฃ Dari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha, katanya:

 ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุตููˆู…ููˆู†ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠููู’ุฑูŽุถูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุชูุณู’ุชูŽุฑู ูููŠู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽุฉู  ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ููŽุฑูŽุถูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุตููˆู…ูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุตูู…ู’ู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชู’ุฑููƒูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุชู’ุฑููƒู’ู‡ู

๐Ÿ“Œโ€œDahulu mereka berpuasa pada hari โ€˜Asyura sebelum diwajibkannya Ramadhan dan saat itu hari ditutupnya Kaโ€™bah. Ketika Allah Taโ€™ala mewajibkan Ramadhan, bersabdalah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam: โ€œBarang siapa yang mau puasa (โ€˜Asyura) silahkan, barang siapa yang mau meninggalkannya, silahkan.โ€ (HR. Bukhari No. 1592, Ath Thabarani dalam Al Awsath No. 7495, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 9513)

  Dan lain-lain.

  Dari tiga hadits di atas, kita dapat memahami bahwa dahulu puasa โ€˜Asyura adalah   rutinitas Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya. Lalu,  puasa itu menjadi โ€˜opsiโ€™ (pilihan) saja setelah diwajibkannya puasa Ramadhan, bagi yang menghendakinya.

  Al Hafizh Ibnu Hajar Al โ€˜Asqalani menjelaskan, bahwa sebagaian ulama, yakni kalangan Hanafiyah mengatakan dahulu puasa โ€˜Asyura itu wajib, mereka berdalil dengan zahir hadits bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam memerintahkan hal itu:

  โ€œ โ€ฆ. ketika Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam sampa ke Madinah beliau berpuasa dan memerintahkan manusia agar berpuasa pada hari itu.โ€

  Lalu, ketika diwajibkan puasa Ramadhan, kewajiban puasa โ€˜Asyura di hapus (mansukh). Namun mayoritas ulama mengatakan bahwa tidak ada satu pun puasa yang wajib, sebelum diwajibkannya   puasa Ramadhan, mereka berdalil dari hadits Muโ€™awiyah Radhiallahu โ€˜Anhu secara marfuโ€™: โ€œAllah tidak mewajibkan berpuasa (โ€˜Asyura) atas kalian.โ€.  Ada pun perintah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam pada hadits tersebut tidak menunjukkan kewajiban, tetapi anjuran saja. (Lihat Fathul Bari, 4/103. Darul Fikr)

  Yang shahih โ€“Insya Allah- adalah pendapat jumhur ulama. Hadits yang dimaksud adalah dari Muโ€™awiyah bin Abu Sufyan Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฅู† ู‡ุฐุง ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุกุŒ ูˆู„ู… ูŠูƒุชุจ ุนู„ูŠูƒู… ุตูŠุงู…ู‡ุŒ ูˆุฃู†ุง ุตุงุฆู…ุŒ ูู…ู† ุดุงุก ุตุงู…ุŒ ูˆู…ู† ุดุงุก ูู„ูŠูุทุฑ

๐Ÿ“Œ  โ€œSesungguhnya ini adalah hari โ€˜Asyura, dan kalian tidaklah diwajibkan berpuasa padanya, dan saya sedang puasa, jadi barangsiapa yang mau puasa silahkan, yang mau buka juga silahkan.โ€ (HR. Muttafaq โ€˜Alaih)

  Hadits ini diucapkan juga sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan, maka jelaslah bahwa sebelum wajibnya puasa Ramadhan, tidak ada puasa wajib termasuk โ€˜Asyura.

Bersambung …

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

๐Ÿ—ณSebarkan dan raihlah pahala …

Sholat Jama’ Qashar

*Ustadz Menjawab*
_Senin, 03 Oktober 2016_

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ„ *Sholat Jama’ Qashar*

Assalamualaikum ,afwn mau tanya ketika dalam perjalanan maka ada  ruksoh utk menjama’ qashar ( bermalam) .tapi ketika tdk bermalam tdk di bolehkan mengqhasar ,adakah dalil yg menguatkan ? Jzkh
# A 40

===============
Jawaban

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡

Sholat jama’ qashar itu artinya sholat jama’ yang bilangan raka’atnya dipendekkan bukan bermalam

Mengqasar sholat ditetapkan dalam al-qur’an, sunnah dan ijmak, Rasulullah saw bersabda “Mengqasar sholat adalah sedekah yang Allah berikan kepadamu, maka terimalah sedekah yang Allah berikan itu”.

๐Ÿ“ŒJika bepergian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu qashar, tidak ada keterangan yang kuat yang menyebutkan bahwa beliau shalat empat rakaat jika bepergian.

๐Ÿ“Œ Karena itu, tidak sedikit para sahabat Nabi yang menyatakan bahwa qashar hukumnya wajib.

๐Ÿ“Œ Mereka yang berpendapat wajib adalah Umar bin Khathab, Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Masud, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, dan Jabir bin Abdullah. Kalangan madzhab Hanafi menguatkan pendapat ini.

๐Ÿ“Œ Adapun kalangan Maliki mengatakan bahwa qashar adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), bahkan menurut mereka lebih utama dibanding shalat berjamaah. Makruh hukumnya shalat secara sempurna.

๐Ÿ“Œ Sedangkan kalangan Hambali mengatakan qashar itu mubah (boleh) tetapi lebih utama dibanding shalat sempurna. Demikian juga menurut  pendapat kalangan Syafi’i. Ini semua jika sudah pada jarak dibolehkannya qashar.

Para ulama menetapkan sholat jama’ qashar itu boleh dilakukan jika perjalanan sudah mencapai 83 km, jika jarak berjalan kaki selama 83 km itu ditempuh dengan kendaraan maka tetap berlaku sholat jama’ qashar.

Wallaahu A’lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ„๐Ÿ€๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒป

Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia….

Larangan Jual Beli Najsyi

๏“† Ahad, 01 Muharram 1438H / 02 Oktober 2016
๏“š MUAMALAH

๏“ Pemateri: Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag.

๏“‹   Larangan Jual Beli Najsyi
๏Œฟ๏Œบ๏‚๏€๏Œผ๏„๏Œท๏
A. Hadits:
ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุฌู’ุดู (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)
Dari Ibnu Umar ra, “bahwasanya Rasulullah Saw melarang (praktik) jual beli najsyi (tipuan).” (HR. Bukhari)
B. Hikmah Hadits:
1. Luasnya cakupan ajaran agama Islam, yang tidak hanya mengatur urusan ibadah antara seorang hamba dengan Allah Swt semata, melainkan juga mangatur aspek muamalah, diantaranya adalah aspek perdagangan (bisnis) antara sesama manusia.
2. Diantara aturan terkait dengan muamalah, adalah sebagaimana dijelaskan dalam hadits diatas yaitu larangan praktik jual beli najsy.
Jual beli najsy adalah jual beli dimana penjual menggunakan tenaga teman-temannya untuk berpura-pura menawar barang dagangan miliknya dengan harga yang tinggi, untuk mengelabui atau mempengaruhi “image” pembeli yang sesungguhnya terkait dengan masalah harga, dengan maksud “menipu” pembeli, supaya ia (pedagang) mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
3. Cara seperti ini jelas dilarang dalam syariah, karena mengandung unsur penipuan kepada pembeli, sehingga pembeli membayar barang yang lebih mahal dari harga yang seharusnya.
Dalam kehidupan kontemporer, jual beli seperti ini dapat terjadi misalnya pada praktek tender fiktif, dimana sesama peserta tender saling sepakat untuk meninggikan penawaran harga, lalu ada salah satu peserta tender yg sedikit menurunkan harga agar proyek tersebut jatuh ke tangannya.
Praktik seperti ini adalah bathil, bahkan dalam sebuah riwayat Nabi Saw bersabda, ‘Barang siapa yang berbuat curang diantara kami, maka ia bukan termasuk golongan kami.’ (HR. Muslim)
Wallahu A’lam bis Shawab
๏Œฟ๏Œบ๏‚๏€๏Œผ๏„๏Œท๏
Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๏—ณSebarkan dan raihlah pahala …

Bulan Muharram

*Ustadz Menjawab*
_Ahad, 02 Oktober 2016_
Ustadzah Rochma
๏Œฟ๏๏Œบ *Bulan Muharram*
Terdapat dua pertanyaan yang bertema Muharram dan bisa dijawab sekaligus
Assalamu’alaikum…afwam numpang tanya,kl bs d jwb sesegera mungkin….
Adakah tuntutan berdoa d awal & akhir th???da dalil2 serta haditsnya??
Syukron…# A 42
Puasa suro itu sebaiknya dilakukan tgl brp mhn penjelasanya terima kasih
Jawaban
————
ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah, Dzulqaโ€™dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah Taโ€™ala berfirman:
ุฅูู†ูŽู‘ ุนูุฏูŽู‘ุฉูŽ ุงู„ุดูู‘ู‡ููˆุฑู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงุซู’ู†ูŽุง ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ ุญูุฑูู…ูŒ
โ€œSesungguhnya jumlah bulan di Kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram.”
(QS. At Taubah: 36)
Kata *Muharram artinya โ€˜dilarangโ€™.* Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya. Kemudian ketika Islam datang kemuliaan bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.
Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (syahrullah). Beribadah pada bulan haram pahalanya dilipatgandakan dan bermaksiat di bulan ini dosanya dilipatgandakan pula. Pada bulan ini tepatnya pada tanggal 10 Muharram Allah menyelamatkan nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah saw. menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai kesyukuran atas pertolongan Allah. Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa 10 Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah menjadi sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:
ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจูŽู‘ุงุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุฃูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู„ูŽู…ูŽู‘ุง ู‚ูŽุฏูู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉูŽ ูˆูŽุฌูŽุฏูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุตููˆู…ููˆู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ูŠูŽุนู’ู†ููŠ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ุนูŽุธููŠู…ูŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ู†ูŽุฌูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูููŠู‡ู ู…ููˆุณูŽู‰ ูˆูŽุฃูŽุบู’ุฑูŽู‚ูŽ ุขู„ูŽ ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ููŽุตูŽุงู…ูŽ ู…ููˆุณูŽู‰ ุดููƒู’ุฑู‹ุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ุจูู…ููˆุณูŽู‰ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ููŽุตูŽุงู…ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุจูุตููŠูŽุงู…ูู‡ู
Dari Ibnu Abbas RA, bahwa nabi saw. ketika datang ke Madinah, mendapatkan orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu โ€˜Asyuraa (10 Muharram). Mereka berkata, โ€œ Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Firaun. Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah. Rasul saw. berkata, โ€œSaya lebih berhak mengikuti  Musa as. dari mereka.โ€  Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasaโ€ (HR Bukhari).
ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ู’ู…ูุญูŽุฑูŽู‘ู…ู ูˆูŽุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ููŽุฑููŠุถูŽุฉู ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู
Dari Abu Hurairah RA. berkata, Rasulullah saw. bersabda, โ€œSebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.โ€ (HR Muslim)
Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah saw. memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa hari โ€˜Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari โ€˜Asyura.
Secara umum, *puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan :*
Pertama, berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.
Kedua, berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal: 9 dan 10, atau 10 dan 11.
Ketiga,  puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah memerintahkan untuk puasa pada hari โ€˜Asyura para sahabat berkata:
โ€œItu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: โ€œJika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut.โ€
(HR. Muslim).
Landasan puasa tanggal 11 Muharram didasarkan pada keumuman dalil keutamaan berpuasa pada bulan Muharram. Di samping itu sebagai bentuk kehati-hatian jika terjadi kesalahan dalam penghitungan awal Muharram.
Selain berpuasa, *umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadits, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu baik untuk dilakukan.*
Demikian juga sebagian umat Islam menjadikan bulan Muharram sebagai bulan anak yatim. Menyantuni dan memelihara anak yatim adalah sesuatu yang sangat mulia dan dapat dilakukan kapan saja. Dan tidak ada landasan yang kuat mengaitkan menyayangi dan  menyantuni anak yatim hanya pada bulan Muharram.
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Oleh karena itu  salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam yaitu menjadikan  pergantian tahun baru Islam sebagai sarana umat Islam untuk muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi. Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan Islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah saw. dan sahabatnya dari Mekah dan Madinah.
Dari keterangan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
โœ…Puasa yang dicontohkan oleh Rasulullah adalah pada tanggal 9,10 dan 11.
โœ…Rasulullah tidak mencotohkan doa awal dan akhir tahun. Hanya perlu bermuhasabah diri ketika terjadi pergantian tahun. Bisa juga bermuhasabah dilakukan setiap hari tanpa menunggu bulan Muharram.
Sumber : dakwatuna.com
Wallahu a’lam.
๏Œฟ๏Œบ๏„๏€๏Œท๏Œน๏Œป
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๏’ผSebarkan! Raih Bahagia….

KARAKTERISTIK ISLAM

📆 Rabu, 26 Dzulhijjah 1437 H/ 28 September 2016
📗 Aqidah
📝 Ustadz Farid Nu’man Hasan
📖 KARAKTERISTIK ISLAM
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
4⃣ Al-Wasathiyah wat ‘Adalah wat Tawazun (Pertengahan, Adil, dan Seimbang)
Maksud dari karakter ini adalah sikap Islam yang pertengahan, adil, dan seimbang di antara dua jalan dan arah yang saling bertentangan. Antara dunia dan akhirat, individu (fardiyah) dan masyarakat (jama’iyah), idealita (mitsaliyah) dan realita (waqi’iyah), spiritual (ruhiyah) dan material (maddiyah), tekstual (manthuq) dan kontekstual (mafhum), konsisten (tsatbat) dan taghayyur (perubahan), sosialisme (isytirakiyah) dan kapitalisme (ra’sumaliyah), dan lainnya.
Pertengahan di antara dua hal itulah umat Islam layak di sebut umat terbaik, itu jika mereka masih berpegang teguh padanya.
Allah Ta’ala berfirman: “Kamu sekali-kali tidak akan melihat pada ciptaan Allah Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (QS. Al-Mulk: 3)
Allah Ta’ala berfirman: “Dan Kami jadikan kalian sebagai umatan wasathan.” (QS. Al-Baqarah: 143)
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ummatan wasathan berarti umat yang adil, pilihan dan terbaik. Dikatakan, “Quraisy adalah suku pertengahan di Arab secara garis keturunan (nasaban) dan negri tempat tinggal (Daaran), yaitu sebagai suku terbaik di sana. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga pertengahan (wasathan) di antara kaumnya, yaitu yang paling mulia nasabnya, darinya ada istilah shalat wustha yaitu shalat paling utama, yakni Ashar.” (Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’anul Azhim, 1/190)
Penulis Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah mengatakan, “Umat Islam adalah pertengahan antara agama-agama (milal), sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Dan kami jadikan kalian sebagai umat pertengahan (umatan wasathan).” (QS. Al-Baqarah:143), sedangkan Ahlus Sunnah adalah pertengahan antara firaq (kelompok-kelompok) yang disandarkan kepada Islam. (Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthany, Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah Lisyaikhil Islam Ibni Taimiyah rahimahullah, hal.48. muraja’ah. Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin. Cet.2, Rabiul Awal 1411H. Penerbit: Ri-asah Idarat al Buhuts Al-‘Ilmiyah wal Ifta’ wad Da’wah wal Irsyad)  
Karakter pertengahan, adil, dan seimbang ini bukanlah klaim, melainkan fakta. Contoh, pertengahan Islam dalam menyikapi wanita haid. Menurut Yahudi, wanita haid haruslah dikucilkan, hatta suaminya tidak boleh  menyentuhnya. Adapun menurut Nasrani, wanita haid tidak berdosa bagi suaminya untuk menggaulinya. Dua gambaran ekstrim yang amat bertolak belakang.
Adapun Islam, pertengahan di antara kedua sikap ini. Islam mengajarkan para suami untuk tetap bersikap sewajarnya dengan wanita haid dan berinteraksi secara ma’ruf, bahkan boleh bercumbu (mubasyarah) –banyak hadits yang menceritakan kedekatan Rasulullah SAW kepada isteri-isterinya walau mereka sedang haid sebagaimana yang diriwayatkan dari Aisyah, Ummu Salamah, dan Maimunah radhiallahu ‘anhunna, namun tidak dibenarkan untuk lebih dari itu, yaitu menggaulinya.
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu bahwa Yahudi jika seorang wanita sedang haid, maka mereka tidak mau makan bersamanya (menjauhinya), maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Lakukanlah apa saja oleh kalian (terhadap isteri yang sedang haid, pen) kecuali  nikah (jima’).” (HR. Muslim. Bulughul Maram min Adillatil Ahkam, Kitab ath-Thaharah, Bab Al-Haidh, hal. 33, no. 121. Darul Kutub Al-Islamiyah).
Belum lagi keadilan Islam dalam pembagian waris yang amat detil dan proporsional, yang tidak kita temukan dalam agama lain. Kaum feminis yang selalu sinis menggugat perbandingan 2:1 pembagian waris antara laki-laki dan perempuan. Maunya mereka sama rata. Ini menunjukkan kecerobohan mereka dalam berfikir. Adil tidak berarti sama rata, jika Anda memberikan uang masing-masing Rp. 50.000,- kepada siswa SMA, SMP, dan kelas 1 SD. Adilkah? Tidak! Sebab siswa SMA dan SMP merasa kurang dengan Rp. 50.000,- karena kebutuhan mereka lebih dari itu dalam sepekan. Tetapi bagi siswa kelas 1 SD, uang senilai itu ia tidak mengerti untuk apa. Laki-laki mendapat dua bagian dari wanita dalam hak waris dalam Islam. sebab, si laki-laki akan menggunakan uangnya  untuk isteri dan anaknya, sedangkan si wanita uang yang ia dapatkan tidak berkurang, justru bertambah dari suaminya, apalagi jika ia punya penghasilan juga.  
Keadilan Islam juga nampak dalam menyikapi hak kepemilikan harta. Kaum komunis dan sosialis mengingkari kepemilikan pribadi, bahkan mereka menganggap hak kepemilikan pribadi merupakan sumber segala kehancuran, kehancuran, dan penyelewengan. Hak prbadi semua harus dikembalikan kepada negara, sehingga tidak ada kaya dan miskin di masyarakat. Sedangkan kapitalis mengakui hak kepemilikan pribadi secara ekstrim tanpa mempedulikan masyarakat lain, sehingga walau tetangga melarat, negara bangkrut, bukan urusan dan tanggung jawab mereka (rasa-rasanya ini yang terjadi atau dianut di Indonesia tanpa disadari). Bahkan, mereka menganggap Tuhan telah menakdirkan, kalau si miskin tetap miskin  Kedua model ini sudah terbukti gagal dalam mensejahterakan rakyatnya. Nah, Islam pertengahan di antara keduanya. Manusia secara individu berhak memiliki harta sesuai usahanya yang halal dan baik, tanpa melupakan hak orang lain yang tidak seberuntung dirinya, seperti adanya zakat, infaq, sadaqah, atau waqaf. Negara diberi wewenang untuk mengelola itu semua untuk sebesar kemakmuran umatnya dibawah prinsip keadilan Islam. Sehingga tidak terjadi kesenjangan antara si kaya dan si miskin, dan permusuhan antara pemilik modal dengan negara.
Islam memandang, adanya kaya dan miskin, adalah sunatullah kehidupan yang tidak bisa diingkari. Sedangkan, pengabdian kepada negara Islam dengan pemimpinnya yang shalih, adalah bagian dari perintah agama, athi’ullaha wa athi’urrasul wa ulil amri minkum…
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📷 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Profile Ali bin Abi Thalib

📆 Selasa, 25 Dzulhijjah 1437 H/ 27 September 2016
📕 Sirah
📝 Ustadzah Ida Faridah
📖 Profile Ali bin Abi Thalib
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺
Assalamu’alaikum sahabat MFT…..
Apa kabarnya hari ini???
Baik adik-adik, kali ini kita akan membahas profile sahabat Nabi lagi
Ali bernama lengkap Ali bin Abu Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf. Ibunya bernama Fatimah binti Saad bin Hasyim bin Abdul Manaf. Beliau dilahirkan di Mekkah pada hari jum’at 13 Rajab tahun 570 M atau 32 tahun setelah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Beliau tinggal bersama Nabi Muhammad SAW sejak kecil. Beliau diasuh sebagaimana anak sendiri karena kondisi ayahnya yang miskin. Beliau mendapat didikan langsung dari Nabi Muhammad SAW sehingga menjadi seorang yang berbudi tinggi dan berjiwa luhur.
Ali bin Abi Thalib masuk islam saat berusia tujuh tahun. beliau adalah anak kecil yang pertama masuk islam, sebagaimana Khadijah adalah wanita pertama yang masuk islam, Zaid bin Haritsah adalah budak pertama yang masuk islam, Abu Bakar ra adalah lelaki merdeka yang pertama masuk islam.
Ali bin Abi Thalib mendapat nama panggilan Abu Thurab (Bapaknya tanah) dari Nabi SAW. Abu Thurab adalah panggilan yang paling disenangi oleh Ali karena Nama itu adalah kenang-kenangan berharga dari Nabi SAW.
Ali adalah salah seorang dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Ali adalah orang laki-laki pertama yang masuk islam dan pertama dari golongan anak kecil. Beliau dinikahkan dengan putri Nabi SAW, Fatimah Az-Zahra. Lahir dari Fatimah dua anak yaitu Hasan dan Husein.
Peranan Ali bin Abi Thalib sangat besar. Beliau menggantikan Nabi Muhammad SAW di tempat tidurnya ketika Nabi SAW mau hijrah. Beliau mempertaruhkan nyawanya karena saat itu rumah Nabi Muhammad SAW sudah dikepung oleh algojo kafir Quraisy. Setelah itu, dia mendapat siksaan dari kafir Quraisy.
Selain itu, Ali bin Abi Thalib mendapat tugas untuk menyelesaikan urusan-urusan yang terkait dengan amanat Nabi Muhammad SAW. Sehingga beliau sempat beberapa hari tinggal dulu di Mekkah. Setelah urusan selesai, beliau menyusul Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Beliau berjalan kaki menuju Madinah. Kemudian beliau bertemu dengan Nabi SAW di Quba.
Sikap pemberani dan petarung sejati dibuktikan di beberapa peperangan yang diikutinya. Pada perang Badar beliau melakukan duel satu lawan satu dengan kafir Quraisy. Beliau berhasil membunuh musuhnya, begitu juga ketika perang Uhud, beliau merupakan salah satu petarung yang berhadapan dengan perwakilan kafir Quraisy.
Perang saudara pertama dalam islam, perang Siffin pecah diikuti dengan merebaknya fitnah seputar kematian Ustman bi Affan membuat posisi Ali sebagai khalifah menjadi sulit. Beliau meninggal di usia 63 tahun karena pembunuhan oleh Abdurrahman bin Muljam, seorang yang berasal dari golongan Khawarij (pembangkang) saat mengimbangi shalat subuh di masjid Kuffah, pada tanggal 19 Ramadhan tahun 40 Hijriyah. Ketika berusia 63 tahun. Ali dikuburkan secara rahasia di Najaf, bahkan ada beberapa riwayat yang menyatakan bahwa ia dikubur di tempat lain.
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
💽 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
💾 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Cara Efektif Sukses Ujian ๐Ÿ’ฏ

๏“† Jum’at, 28 Dzulhijjah 1437 H/30 September 2016
๏“™ Pengembangan Diri & Motivasi
๏“ Ustadzah Wiwit, Ustadzah Dina, Ustadzah Heni
๏“– Cara Efektif Sukses Ujian ๏’ฏ
============================
๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ
Suka atau tidak suka, masa ujian tetap datang dan kita harus mengikutinya.
Beberapa tips ini mudah-mudahan bisa membantu untuk sukses dalam menghadapi ujian.
๏“ Preparation : Persiapan sebelum ujian.
๏”ปSelalu berdo’a sebelum belajar.
๏”ปPastikan semua sumber belajar, catatan materi, textbook, dll sudah lengkap.
๏”ปPelajari konsep-konsep utama, hubungkan konsep yang saling berkaitan sehingga mendapatkan pemahaman utuh.
๏”ปRewriting; jgn malas untuk menuliskan kembali apa yang sudah kamu pelajari. Menulis membantu mengingat dan memahami konsep utama.
๏”ปGunakan semua indera saat belajar; tidak hanya membaca, tapi juga menuliskan, dan mendiskusikan dengan teman.
๏”ปCarilah tempat belajar yang kondusif, dapat juga berpindah-pindah supaya tidak merasa bosan.
๏”ปGunakan gambar, tabel, atau diagram untuk lebih memahami konsep yang dipelajari.
๏”ปBerusaha untuk memahami konsep utama, bukan sekedar menghafal.
๏”ปLatihan dengan mengerjakan soal ujian tahun sebelumnya, jika tidak ada, kami bisa coba membuat pertanyaan-pertanyaan latihan.
๏”ปBerlatih untuk menuliskan jawaban soal essay.
๏”ปFokus pada materi-materi yang belum kamu pahami/kuasai.
๏”ปSiapkan semua peralatan yang diperlukan; alat tulis lengkap, kartu ujian, dst.
๏“ Saat ujian :
๏”บDatang sebelum waktu ujian dimulai, sehingga kamu punya waktu untuk mempersiapkan diri.
๏”บBerdo’a sebelum memulai mengerjakan ujian.
๏”บBaca dan pahami soal dengan teliti sehingga kamu bisa memilih jawaban yang tepat.
๏”บGunakan waktu se-efektif mungkin utk setiap soal, jangan berlama-lama pada soal tertentu yang kamu belum kuasai.
๏”บBaca kembali hasil pekerjaanmu, cek apakah ada yang msh perlu ditambahkan atau dikoreksi.
๏”บJangan panik. kepanikan akan membuatmu lupa dan tidak teliti. Berusahalah untuk tetap tenang sehingga kamu bisa berpikir dgn jernih.
๏”บTerus berdo’a semoga Allah SWT memberikan hasil yang terbaik.
Demikian tips yang bisa coba kamu praktekkan, semoga semua sukses menempuh ujian.
Tetap semangat!! ๏Ž‰๏Ž‰๏Ž‰
๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๏“ฒSebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
๏“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๏–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๏“ฎ Twitter : https://twitter.com/grupmanis
๏“ท Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๏•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Tafsir Surat Al-Kautsar

Sabtu, 29 Dzulhijjah 1437 H/ 01 Oktober 2016
๏“’ Al-Qur’an
๏“ Ustadz Noorahmat
๏“– Tafsir Surat Al-Kautsar
============================
๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ๏Œบ
ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

Assalamu’alaikum wr wb

Adik-adik…..pagi ini kita bertemu kembali dengan bagian ketiga dari Tafsir Surat Al Kautsar….
Bagaimana khabar semuanya? Semoga kita terjaga dalam komitmen untuk menjalankan amaliah penghuni syurga tanpa kenal lelah ya…. Agar kelak bisa istirahat di sebaik-baiknya tempat….. Syurga Firdaus, dan bercengkerama bersama Rasulullah SAW menikmati buah dari kerja keras kita di dunia menjaga Syahadat kita.
Nah….kita langsung saja ya…
Allah Azza wa Jalla berfirman
ููŽุตูŽู„ู‘ู ู„ูุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุญูŽุฑู’
Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. (QS Al-Kautsar: 2)
Setelah Allah Azza wa Jalla mengkhabarkan kepada kita akan indahnya Al Kautsar, sebagaimana yang telah dibahas pekan lalu, yang berwujud kebaikan yang banyak di dunia dan akhirat, antara lain sebuah sungai yang sifat-sifatnya telah disebutkan pekan lalu, maka….
Maka… kerjakanlah salat fardu dan salat sunat kalian semua dengan ikhlas karena Allah Azza wa Jalla dan juga dalam semua gerak-gerik kita.
Sembahlah Allah Azza wa Jalla semata, jangan pernah menyekutukan-Nya karena tiada sekutu bagi-Nya.
Hal yang semacam ini juga Allah Ta’ala sebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:
ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู‘ูŽ ุตูŽู„ุงุชููŠ ูˆูŽู†ูุณููƒููŠ ูˆูŽู…ูŽุญู’ูŠุงูŠูŽ ูˆูŽู…ูŽู…ุงุชููŠ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุจูุฐู„ููƒูŽ ุฃูู…ูุฑู’ุชู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ
Katakanlah, “Sesungguhnya salatku, ibadahku. hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).โ€(QS Al-An’am: 162-163)
Ada istilah wanhar di akhir ayat kedua QS Al Kautsar ini….
Apa ya maksudnya?
Ibnu Abbas, Ata, Mujahid, Ikrimah, dan Al-Hasan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan wanhar ialah menyembelih unta dan ternak lainnya sebagai korban. Hal yang semisal telah dikatakan oleh Qatadah, Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi, Ad-Dahhak, Ar-Rabi’, Ata Al-Khurrasani, Al-Hakam, Sa’id ibnu Abu Khalid, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf. Hal ini berbeda keadaannya dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang menyebut nama-Nya, Allah Swt. telah berfirman:
ูˆูŽู„ุง ุชูŽุฃู’ูƒูู„ููˆุง ู…ูู…ู‘ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุฐู’ูƒูŽุฑู ุงุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽููุณู’ู‚ูŒ
Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. (Al-An’am: 121), sampai akhir ayat.
Nah adik-adik…
Pendapat diatas adalah yang sahih, yaitu dengan menyatakan bahwa makna yang dimaksud dengan nahr ialah menyembelih hewan kurban. Karena itulah maka Rasulullah SAW seusai salat Idul Adha segera menyembelih kurbannya, lalu bersabda:
“ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุตูŽู„ูŽุงุชูŽู†ูŽุงุŒ ูˆูŽู†ูŽุณูŽูƒูŽ ู†ูุณููƒูŽู†ูŽุงุŒ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุตูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูุณููƒูŽ. ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุณูŽูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ููŽู„ูŽุง ู†ูุณููƒูŽ ู„ูŽู‡ู”. ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุฃูŽุจููˆ ุจูุฑู’ุฏูŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ู†ูŽูŠู‘ูŽุงุฑู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุฅูู†ู‘ููŠ ู†ูŽุณูƒุชู ุดูŽุงุชููŠ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉูุŒ ูˆูŽุนูŽุฑูŽูู’ุชู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ูŠูุดู’ุชูŽู‡ูŽู‰ ูููŠู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽุญู’ู…ู. ู‚ูŽุงู„ูŽ: “ุดูŽุงุชููƒูŽ ุดูŽุงุฉู ู„ูŽุญู’ู…ู”. ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุนูู†ู’ุฏููŠ ุนูู†ูŽุงู‚ู‹ุง ู‡ููŠูŽ ุฃูŽุญูŽุจู‘ู ุฅู„ูŠู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽุงุชูŽูŠู’ู†ูุŒ ุฃูŽููŽุชูุฌู’ุฒูุฆู ุนูŽู†ู‘ููŠุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: “ุชูุฌู’ุฒูุฆููƒูŽุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุฌูŽุฒูุฆู ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ุจูŽุนู’ุฏูŽูƒูŽ”.
Barang siapa yang salat seperti salat kami dan menyembelih kurban seperti kami menyembelih kurban, maka sesungguhnya dia telah menunaikan kurbannya. Dan barang siapa yang menyembelih kurban sebelum salat (hari raya) maka tiada kurban baginya.Maka Abu Burdah Nayyar bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menyembelih kambingku sebelum salat, dan aku mengetahui bahwa hari ini adalah hari yang semua orang menyukai daging padanya” Rasulullah Saw. menjawab:Kambingmu itu adalah daging kambing biasa (bukan kurban). Abu Burdah berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai seekor anak kambing kacang yang lebih aku sukai daripada dua ekor kambing biasa, apakah itu cukup untuk kurbanku?” Rasulullah Saw. menjawab: Cukup untukmu, tetapi tidak cukup untuk orang lain sesudahmu.
Nah adik-adik…
Ternyata memang surat Al Kautsar ini berkaitan dengan Idul Adha yang beberapa pekan lalu kita rayakan bersama. Dan semuanya bertaut sebagai bagian dari kebaikan yang banyak….
Semoga kita semua semakin semangat mengejar amaliah syurga ya….
Sementara sampai disini dulu, kita akan bertemu kembali pekan depan untuk bagian keempat dari Tafsir QS Al Kautsar yang akan membahas bagian akhir dari surat yang indah ini.
Wassalamu’alaikum wr wb.
๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ๏Œบ๏ƒ๏ƒ๏Œบ
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
๏“ฒSebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
๏“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๏–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๏’ฝ Twitter : https://twitter.com/grupmanis
๏’พ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๏•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Sholat Jama' Qasar

*Ustadz Menjawab*
_Sabtu, 01 Oktober 2016_
Ustadzah Ida Faridah
๏Œฟ๏Œบ๏„ *Sholat Jama’ Kosor*
Assalamualaikum ,afwn mau tanya ketika dalam perjalanan maka ada  ruksoh utk menjama’ kosor ( bermalam) .tapi ketika tdk bermalam tdk di bolehkan mengkosor ,adakah dalil yg menguatkan ? Jzkh
# A 40
===============
Jawaban
ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
Sholat jama’ kosor itu artinya sholat jama’ yang bilangan raka’atnya dipendekkan bukan bermalam
Mengqasar sholat ditetapkan dalam al-qur’an, sunnah dan ijmak, Rasulullah saw bersabda “Mengqasar sholat adalah sedekah yang Allah berikan kepadamu, maka terimalah sedekah yang Allah berikan itu”.
Para ulama menetapkan sholat jama’ kosor itu boleh dilakukan jika perjalanan sudah mencapai 83 km, jika jarak berjalan kaki selama 83 km itu ditempuh dengan kendaraan maka tetap berlaku sholat jama’ qasar.
Menurut madzhab Hanafi, mengqasar sholat didalam perjalanan hukumnya wajib. Sedangkan menurut madzhab Syafe’i dan Hanbali mengqasar sholat dalam perjalanan hukumnya sunnah mu’akad
Wallaahu A’lam
๏Œฟ๏Œบ๏„๏€๏Œท๏Œน๏Œป
Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๏’ผSebarkan! Raih Bahagia….

Puasa Sunah 'Asyura

๏“† Sabtu, 29 Dzulhijjah 1437H / 01 Oktober 2016
๏“š *HADITS & FIQH*

๏“ Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan*

๏“  *Puasa Sunah ‘Asyura*
๏Œฟ๏Œบ๏‚๏€๏Œผ๏„๏Œท๏
๏“š *Tidak Sedikit manusia bertanya, bagaimanakah puasa sunah โ€˜Asyura itu? Dan kapankah pelaksanaannya?*
Dalil-Dalilnya:
  Berikut ini adalah dalil-dalil puasa tersebut:
1โƒฃ Hadits Dari Muadz bin Jabal Radhiallahu โ€˜Anhu:
ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑู ูˆูŽูŠูŽุตููˆู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ููŽุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ { ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ุทูŽุนูŽุงู…ู ู…ูุณู’ูƒููŠู†ู } ููŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุตููˆู…ูŽ ุตูŽุงู…ูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠููู’ุทูุฑูŽ ูˆูŽูŠูุทู’ุนูู…ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ู…ูุณู’ูƒููŠู†ู‹ุง ุฃูŽุฌู’ุฒูŽุฃูŽู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ
  โ€œSesungguhnya Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dahulu berpuasa tiga hari pada tiap bulannya dan berpuasa pada hari โ€˜Asyura, lalu Allah Taโ€™ala menurunkan wahyu: โ€œDiwajibkan atas kalian berpuasa (Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalianโ€  hingga firmanNya: โ€œmemberikan makanan kepada orang miskinโ€ maka sejak itu barang siapa yang ingin berpuasa (puasa tiga hari tiap bulan dan โ€˜Asyura) maka silahkan dia berpuasa, dan barang siapa yang ingin berbuka maka silahkan dia berbuka, dan memberikan kepada orang miskin setiap hari yang demikian itu akan mendapatkan ganjaran.โ€ (HR. Abu Daud No. 507. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud No. 507)
2โƒฃ Hadits dari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha, katanya:
ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ุชูŽุตููˆู…ูู‡ู ู‚ูุฑูŽูŠู’ุดูŒ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ูŽุฉู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ูู‡ู ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽุฏูู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉูŽ ุตูŽุงู…ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุจูุตููŠูŽุงู…ูู‡ู ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ููุฑูุถูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ููŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุตูŽุงู…ูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ู
โ€œHari โ€˜Asyura adalah hari yang pada masa jahiliyah orang-orang Quraisy melaksanakan puasa, saat itu Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam juga berpuasa. Ketika Beliau  sampai ke Madinah beliau berpuasa dan memerintahkan manusia agar berpuasa pada hari itu. Maka, tatkala diwajibkan puasa Ramadhan, dia meninggalkan puasa โ€˜Asyura. Maka, barang siapa yang mau silahkan dia puasa dan barang siapa yang tidak maka tinggalkanlah.โ€ (HR. Bukhari No. 2002, 4504, Muslim No. 1125)
3โƒฃ Dari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha, katanya:
ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุตููˆู…ููˆู†ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠููู’ุฑูŽุถูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุชูุณู’ุชูŽุฑู ูููŠู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽุฉู  ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ููŽุฑูŽุถูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุตููˆู…ูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุตูู…ู’ู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชู’ุฑููƒูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุชู’ุฑููƒู’ู‡ู
โ€œDahulu mereka berpuasa pada hari โ€˜Asyura sebelum diwajibkannya Ramadhan dan saat itu hari ditutupnya Kaโ€™bah. Ketika Allah Taโ€™ala mewajibkan Ramadhan, bersabdalah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam: โ€œBarang siapa yang mau puasa (โ€˜Asyura) silahkan, barang siapa yang mau meninggalkannya, silahkan.โ€ (HR. Bukhari No. 1592, Ath Thabarani dalam Al Awsath No. 7495, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 9513)
Dan lain-lain.
  Dari tiga hadits di atas, kita dapat memahami bahwa dahulu puasa โ€˜Asyura adalah   rutinitas Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya. Lalu,  puasa itu menjadi โ€˜opsiโ€™ (pilihan) saja setelah diwajibkannya puasa Ramadhan, bagi yang menghendakinya.
  Al Hafizh Ibnu Hajar Al โ€˜Asqalani menjelaskan, bahwa sebagaian ulama, yakni kalangan Hanafiyah mengatakan dahulu puasa โ€˜Asyura itu wajib, mereka berdalil dengan zahir hadits bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam memerintahkan hal itu:
  โ€œ โ€ฆ. ketika Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam sampa ke Madinah beliau berpuasa dan memerintahkan manusia agar berpuasa pada hari itu.โ€
  Lalu, ketika diwajibkan puasa Ramadhan, kewajiban puasa โ€˜Asyura di hapus (mansukh). Namun mayoritas ulama mengatakan bahwa tidak ada satu pun puasa yang wajib, sebelum diwajibkannya   puasa Ramadhan, mereka berdalil dari hadits Muโ€™awiyah Radhiallahu โ€˜Anhu secara marfuโ€™: โ€œAllah tidak mewajibkan berpuasa (โ€˜Asyura) atas kalian.โ€.  Ada pun perintah Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam pada hadits tersebut tidak menunjukkan kewajiban, tetapi anjuran saja. (Lihat Fathul Bari, 4/103. Darul Fikr)
  Yang shahih โ€“Insya Allah- adalah pendapat jumhur ulama. Hadits yang dimaksud adalah dari Muโ€™awiyah bin Abu Sufyan Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:
ุฅู† ู‡ุฐุง ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุกุŒ ูˆู„ู… ูŠูƒุชุจ ุนู„ูŠูƒู… ุตูŠุงู…ู‡ุŒ ูˆุฃู†ุง ุตุงุฆู…ุŒ ูู…ู† ุดุงุก ุตุงู…ุŒ ูˆู…ู† ุดุงุก ูู„ูŠูุทุฑ
  โ€œSesungguhnya ini adalah hari โ€˜Asyura, dan kalian tidaklah diwajibkan berpuasa padanya, dan saya sedang puasa, jadi barangsiapa yang mau puasa silahkan, yang mau buka juga silahkan.โ€ (HR. Muttafaq โ€˜Alaih)
  Hadits ini diucapkan juga sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan, maka jelaslah bahwa sebelum wajibnya puasa Ramadhan, tidak ada puasa wajib termasuk โ€˜Asyura.
๏“š *Keutamaan โ€˜Asyura dan Puasanya*
1โƒฃ  Puasa paling afdhal setelah puasa Ramadhan
Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:
ุฃูุถู„ ุงู„ุตูŠุงู… ุจุนุฏ ุฑู…ุถุงู† ุดู‡ุฑ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู…ุญุฑู… ูˆุฃูุถู„ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุจุนุฏ ุงู„ูุฑูŠุถุฉ ุตู„ุงุฉ ุงู„ู„ูŠู„
  โ€œPuasa paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharam.โ€ (HR. Muslim No. 1163. Ad Darimi No. 1758.  Ibnu Khuzaimah No. 2076. Ahmad No. 8534, dengan tahqiq Syaikh Syuโ€™aib Al Arnaโ€™uth)
2โƒฃ  Diampuni dosa setahun sebelumnya
Dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:
ูˆูŽุตูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุญู’ุชูŽุณูุจู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠููƒูŽูู‘ูุฑูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู†ูŽุฉูŽ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽู‡ู
  โ€œDan berpuasa โ€˜Asyura, sesungguhnya saya menduga atas Allah bahwa dihapuskannya dosa setahun sebelumnya.โ€ (HR. Abu Daud  No. 2425, Ibnu Majah No. 1738. Syaikh Al Albani mengatakan shahih dalam Al Irwa, 4/111, katanya: diriwayatkan oleh Jamaah kecuali Al Bukhari dan At Tirmidzi.  Shahihul Jamiโ€™ No. 3806)
3โƒฃ  Hari โ€˜Asyura adalah Hari  di mana Allah Taโ€™ala membebaskan Nabi Musa dan Bani Israel dari kejaran Firโ€™aun dan Bala tentaranya
Dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, katanya:
ู‚ุฏู… ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ูุฑุฃู‰ ุงู„ูŠู‡ูˆุฏ ุชุตูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก.
ูู‚ุงู„: ” ู…ุง ู‡ุฐุงุŸ ” ู‚ุงู„ูˆุง: ูŠูˆู… ุตุงู„ุญุŒ ู†ุฌู‰ ุงู„ู„ู‡ ููŠู‡ ู…ูˆุณู‰ ูˆุจู†ูŠ ุงู„ุณุฑุงุฆูŠู„ ู…ู† ุนุฏูˆู‡ู…ุŒ ูุตุงู…ู‡ ู…ูˆุณู‰ ูู‚ุงู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ” ุฃู†ุง ุฃุญู‚ ุจู…ูˆุณู‰ ู…ู†ูƒู… ” ูุตุงู…ู‡ุŒ ูˆุฃู…ุฑ ุจุตูŠุงู…ู‡
  Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam sampai di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa โ€˜Asyura. Beliau bertanya: โ€œApa ini?โ€ mereka menjawab: โ€œIni hari baik, Allah telah menyelamatkan pada hari ini Musa dan Bani Israel dari musuh mereka, maka Musa pun berpuasa.โ€ Maka, Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œSaya lebih berhak terhadap Musa dibanding kalian.โ€ Maka, beliau pun beruasa dan memerintahkan untuk berpuasa (โ€˜Asyura).โ€ (HR. Muttafaq โ€˜Alaih)
๏“š *Kapankah Pelaksanaannya?*
  Terjadi perselisihan pendapat para ulama.
1โƒฃ  Pihak   yang mengatakan 9 Muharam (Ini diistilahkan oleh sebagian ulama hari tasuโ€™a).
Dari Al Hakam bin Al Aโ€™raj, dia berkata kepada Ibnu Abbas:
ุฃูŽุฎู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ุฃูŽูŠู‘ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ู‡ููˆูŽ ุฃูŽุตููˆู…ูู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ู‡ูู„ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูุญูŽุฑู‘ูŽู…ู ููŽุงุนู’ุฏูุฏู’ ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุตู’ุจูุญู’ ู…ูู†ู’ ุงู„ุชู‘ูŽุงุณูุนู ุตูŽุงุฆูู…ู‹ุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู‚ูู„ู’ุชู ุฃูŽู‡ูŽูƒูŽุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ูู‡ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูŒ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูŽุนูŽู…ู’
  โ€œKabarkan kepada aku tentang puasa โ€˜Asyura.โ€ Ibnu Abbas berkata: โ€œJika kau melihat hilal muharam hitunglah dan jadikan hari ke-9 adalah berpuasa.โ€ Aku berkata; โ€œDemikiankah puasanya Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam?โ€  Ibnu Abbas menjawab: โ€œYa.โ€ (HR. Muslim No. 1133, Ahmad No. 2135)
   Juga  dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, katanya:
ุญููŠู†ูŽ ุตูŽุงู…ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุนูŽุงุดููˆุฑูŽุงุกูŽ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุจูุตููŠูŽุงู…ูู‡ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ุชูุนูŽุธู‘ูู…ูู‡ู ุงู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุตูŽุงุฑูŽู‰ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู…ู ุงู„ู’ู…ูู‚ู’ุจูู„ู ุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูู…ู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุงุณูุนูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฃู’ุชู ุงู„ู’ุนูŽุงู…ู ุงู„ู’ู…ูู‚ู’ุจูู„ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชููˆููู‘ููŠูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ
โ€œKetika Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam berpuasa pada hari โ€˜Asyura dan dia memerintahkan manusia untuk berpuasa pada hari itu, para sahabat berkata: โ€œWahai Rasulullah, sesungguhnya ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani โ€ฆ.,โ€ Maka dia bersabda: โ€œJika datang tahun yang akan datang โ€“ Insya Allah- kita akan berpuasa pada hari ke-9.โ€ Ibnu Abbas berkata: โ€œSebelum datangnya tahun yang akan datang, Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam telah wafat.โ€ (HR. Muslim No. 1134 dan Abu Daud No. 2445)
  Sementara dalam lafaz lainnya:
ู„ุฆู† ุณู„ู…ุช ุฅู„ู‰ ู‚ุงุจู„ ู„ุฃุตูˆู…ู† ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุชุงุณุน
  โ€œJika saya benar-benar masih sehat sampai tahun depan, maka saya akan berpuasa pada hari ke-9.โ€ (HR. Muslim No. 1134. Ibnu Majah No. 1736. Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra No. 8185. Ahmad No. 1971)
  Dalam Shahih Muslim disebutkan tentang puasa hari ke-9:
ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ ุฃุจูŠ ุจูƒุฑ: ู‚ุงู„: ูŠุนู†ูŠ ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก
  โ€œDalam riwayat Abu Bakar, dia ber
kata: yakni hari โ€˜Asyura.โ€ (HR. Muslim No. 1134)
  Dari Ibnu Abbas secara marfuโ€™:
ู„ุฆู† ุนุดุช ุฅู„ูŠ ู‚ุงุจู„ ู„ุฃุตูˆู…ู† ุงู„ุชุงุณุน ูŠุนู†ูŠ ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก
  โ€œJika saya masih hidup sampai tahun depan, saya akan berpuasa pada hari ke -9, yakni โ€˜Asyura.โ€ (HR. Ahmad No. 2106, Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan: sanadnya qawwi. Musnad Ibnu Al Jaโ€™d No. 2827)
2โƒฃ  Pihak   yang mengatakan 10 Muharam, dan ini pendapat mayoritas ulama. Puasa โ€˜Asyura, sesuai asal katanya โ€“ al โ€˜asyr โ€“ yang berarti sepuluh.
Berkata Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah:
ูˆุงุฎุชู„ู ุฃู‡ู„ ุงู„ุดุฑุน ููŠ ุชุนูŠูŠู†ู‡ ูู‚ุงู„ ุงู„ุฃูƒุซุฑ ู‡ูˆ ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุนุงุดุฑ ุŒ ู‚ุงู„ ุงู„ู‚ุฑุทุจูŠ ุนุงุดูˆุฑุงุก ู…ุนุฏูˆู„ ุนู† ุนุงุดุฑุฉ ู„ู„ู…ุจุงู„ุบุฉ ูˆุงู„ุชุนุธูŠู… ุŒ ูˆู‡ูˆ ููŠ ุงู„ุฃุตู„ ุตูุฉ ู„ู„ูŠู„ุฉ ุงู„ุนุงุดุฑุฉ ู„ุฃู†ู‡ ู…ุฃุฎูˆุฐ ู…ู† ุงู„ุนุดุฑ
โ€œTelah berselisih pendapat para ahli syariat tentang waktu spesifiknya, kebanyakan mengatakan adalah hari ke sepuluh. Berkata Al Qurthubi โ€˜Asyura disetarakan dengan kesepuluh untuk menguatkan dan mengagungkannya. Pada asalnya dia adalah sifat bagi malam yang ke sepuluh, karena dia ambil dari kata al โ€˜asyr (sepuluh).โ€ (Fathul Bari, 6/280)
Lalu beliau melanjutkan:
ูˆุนู„ู‰ ู‡ุฐุง ููŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก ู‡ูˆ ุงู„ุนุงุดุฑ ูˆู‡ุฐุง ู‚ูˆู„ ุงู„ุฎู„ูŠู„ ูˆุบูŠุฑู‡ : ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุฒูŠู† ุงุจู† ุงู„ู…ู†ูŠุฑ : ุงู„ุฃูƒุซุฑ ุนู„ู‰ ุฃู† ุนุงุดูˆุฑุงุก ู‡ูˆ ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุนุงุดุฑ ู…ู† ุดู‡ุฑ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู…ุญุฑู…
  โ€œOleh karena itu, hari โ€˜Asyura adalah ke sepuluh, inilah pendapat Al Khalil dan lainnya. Berkata Az Zain bin Al Munir, โ€œ mayoritas mengatakan bahwa โ€˜Asyura adalah hari ke 10 dari bulan Allah, Al Muharram. (Ibid)
Pendapat   ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:
ุฃู…ุฑู†ุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุจุตูŠุงู… ุนุงุดูˆุฑุงุก ูŠูˆู… ุงู„ุนุงุดุฑ
  โ€œKami diperintahkan puasa โ€˜Asyura oleh Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, hari ke sepuluh.โ€ (HR. At Tirmidzi No. 755, katanya: hasan shahih. Syaikh Al Albani menshahihkan dalam Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 755)  
  Lalu, bagaimana dengan dalil-dalil yang dikemukakan oleh pihak yang mengatakan โ€˜Asyura adalah tanggal 9 Muharam?
Al Hafizh Ibnu Hajar memberikan penjelasan: โ€œZahirnya hadits ini menunjukkan hari โ€˜Asyura adalah hari ke-9, tetapi berkata Az Zain bin Al Munir: โ€œSabdanya jika datang hari ke sembilanโ€ maka jadikanlah  ke sepuluh, dengan maksud yang ke sepuluh karena janganlah seseorang berpuasa pada hari ke-9 kecuali setelah berniat pada malam yang akan datang yaitu malam ke sepuluh.โ€  Lalu beliau mengatakan:
  ู‚ู„ุช : ูˆูŠู‚ูˆูŠ ู‡ุฐุง ุงู„ุงุญุชู…ุงู„ ู…ุง ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… ุฃูŠุถุง ู…ู† ูˆุฌู‡ ุขุฎุฑ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ ” ู„ุฆู† ุจู‚ูŠุช ุฅู„ู‰ ู‚ุงุจู„ ู„ุฃุตูˆู…ู† ุงู„ุชุงุณุน ูู…ุงุช ู‚ุจู„ ุฐู„ูƒ ” ูุฅู†ู‡ ุธุงู‡ุฑ ููŠ ุฃู†ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูƒุงู† ูŠุตูˆู… ุงู„ุนุงุดุฑ ูˆู‡ู… ุจุตูˆู… ุงู„ุชุงุณุน ูู…ุงุช ู‚ุจู„ ุฐู„ูƒ ุŒ ุซู… ู…ุง ู‡ู… ุจู‡ ู…ู† ุตูˆู… ุงู„ุชุงุณุน ูŠุญุชู…ู„ ู…ุนู†ุงู‡ ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠู‚ุชุตุฑ ุนู„ูŠู‡ ุจู„ ูŠุถูŠูู‡ ุฅู„ู‰ ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุนุงุดุฑ ุฅู…ุง ุงุญุชูŠุงุทุง ู„ู‡ ูˆุฅู…ุง ู…ุฎุงู„ูุฉ ู„ู„ูŠู‡ูˆุฏ ูˆุงู„ู†ุตุงุฑู‰ ูˆู‡ูˆ ุงู„ุฃุฑุฌุญ
  โ€œAku berkata: yang menguatkan tafsiran ini adalah apa yang diriwayatkan oleh Muslim juga dari jalan lain, dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:  โ€œjika saya masih ada sampai tahun depan saya akan berpuasa pada hari ke-9, dan dia wafat sebelum itu.โ€ Pada zahir hadits ini menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam berpuasa pada hari ke-10, dan   meraka diperintah  melakukannya pada hari ke-9 dan dia wafat sebelum itu. Kemudian apa yang mereka lakukan berupa puasa hari ke-9, tidaklah bermakna membatasi, bahkan menambahkan hingga hari ke -10, baik karena kehati-hatian, atau demi untuk menyelisihi orang Yahudi dan Nasrani. Inilah pendapat yang lebih kuat.โ€ (Ibid)
  Sebenarnya kelompok ini tidaklah mengingkari puasa hari ke-9. Beliau mengutip dari para ulama:
ูˆู‚ุงู„ ุจุนุถ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… : ู‚ูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ุตุญูŠุญ ู…ุณู„ู… ” ู„ุฆู† ุนุดุช ุฅู„ู‰ ู‚ุงุจู„ ู„ุฃุตูˆู…ู† ุงู„ุชุงุณุน ” ูŠุญุชู…ู„ ุฃู…ุฑูŠู† ุŒ ุฃุญุฏู‡ู…ุง ุฃู†ู‡ ุฃุฑุงุฏ ู†ู‚ู„ ุงู„ุนุงุดุฑ ุฅู„ู‰ ุงู„ุชุงุณุน ุŒ ูˆุงู„ุซุงู†ูŠ ุฃุฑุงุฏ ุฃู† ูŠุถูŠูู‡ ุฅู„ูŠู‡ ููŠ ุงู„ุตูˆู… ุŒ ูู„ู…ุง ุชูˆููŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุจู„ ุจูŠุงู† ุฐู„ูƒ ูƒุงู† ุงู„ุงุญุชูŠุงุท ุตูˆู… ุงู„ูŠูˆู…ูŠู†
  โ€œBerkata sebagian ulama: Sabdanya Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam dalam Shahih Muslim: Jika aku masih hidup sampai tahun depan maka aku akan berpuasa pada hari ke -9โ€ bermakna dua hal; Pertama, yaitu perubahan dari hari ke-10 menjadi ke-9. Kedua, yaitu puasanya ditambahkan, ternyata Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa
Sallam keburu meninggal sebelum menjelaskan hal itu, maka demi kehati-hatian puasa tersebut ada dua hari.โ€ (Ibid)
  Berkata Ibnu Abbas secara mauquf:
ุตูˆู…ูˆุง ุงู„ุชุงุณุน ูˆุงู„ุนุงุดุฑ ูˆุฎุงู„ููˆุง ุงู„ูŠู‡ูˆุฏ
  โ€œBerpuasalah pada hari ke 9 dan 10 dan berselisihlah dengan Yahudi.โ€ (HR. Ahmad No. 3213, sanadnya shahih mauquf/sampai Ibnu Abbas saja)
3โƒฃ  Pihak yang mengatakan puasa โ€˜Asyura itu adalah 9, 10, dan 11 Muharam.
Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah menulis dalam kitab Fiqhus Sunnah sebuah sub bab berjudul :
ุตูŠุงู… ู…ุญุฑู…ุŒ ูˆุชุฃูƒูŠุฏ ุตูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก ูˆูŠูˆู…ุง ู‚ุจู„ู‡ุงุŒ ูˆูŠูˆู…ุง ุจุนุฏู‡ุง
  โ€œPuasa Muharam dan ditekankan puasa โ€˜Asyura, dan Puasa sehari sebelumnya, serta sehari sesudahnya.โ€ (Fiqhus Sunnah, 1/450. Darul Kitab โ€˜Arabi)
  Sama dengan kelompok kedua, hal ini demi kehati-hatian agar tidak menyerupai puasa Yahudi yang mereka lakukan pada hari ke-10, sebagai perayaan mereka atas bebasnya Nabi Musa โ€˜Alaihissalam dan bani Israel dari kejaran musuhnya.
  Dalilnya adalah dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Ahuma secara marfuโ€™:
ุตูˆู…ูˆุง ูŠูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก ูˆุฎุงู„ููˆุง ุงู„ูŠู‡ูˆุฏ ุŒ ุตูˆู…ูˆุง ูŠูˆู…ุง ู‚ุจู„ู‡ ุฃูˆ ูŠูˆู…ุง ุจุนุฏู‡
  โ€œPuasalah pada hari โ€˜Asyura dan berselisihlah dengan Yahudi, dan berpuasalah sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya.โ€ (HR. Ahmad No. 2154, namun Syaikh Syuโ€™aib Al Arnaโ€™uth mengatakan sanadnya dhaif)
  Berkata Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah โ€“setelah merangkum semua dalil yang ada:
ูˆุนู„ู‰ ู‡ุฐุง ูุตูŠุงู… ุนุงุดูˆุฑุงุก ุนู„ู‰ ุซู„ุงุซ ู…ุฑุงุชุจ : ุฃุฏู†ุงู‡ุง ุฃู† ูŠุตุงู… ูˆุญุฏู‡ ุŒ ูˆููˆู‚ู‡ ุฃู† ูŠุตุงู… ุงู„ุชุงุณุน ู…ุนู‡ ุŒ ูˆููˆู‚ู‡ ุฃู† ูŠุตุงู… ุงู„ุชุงุณุน ูˆุงู„ุญุงุฏูŠ ุนุดุฑ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… .
  โ€œOleh karena itu, puasa โ€˜Asyura terdiri atas tiga tingkatan: 1. Paling rendah yakni berpuasa sehari saja (tanggal 10). 2. Puasa hari ke-9 dan ke-10. 3.  Paling tinggi   puasa hari ke-9, 10, dan ke-11. Wallahu Aโ€™lamโ€ (Ibid. lihat juga Fiqhus Sunnah, 1/450)
  Wallahu Aโ€™lam
๏Œฟ๏Œบ๏‚๏€๏Œผ๏„๏Œท๏๏Œน
Dipersembahkan oleh:
website: http://www.iman-islam.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Facebook  : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๏’ผ Sebarkan! Raih pahala…