HUKUM GAMBAR/FOTO

Ustadz Menjawab
Selasa, 04 Oktober 2016
Ustadz Farid Nu’man

๐ŸŒฟ๐Ÿ๐ŸŒบ HUKUM GAMBAR/FOTO

Assalamualaikum…
Ustad afwn ,apakah ada dalil yg menguatkan kalau gambar  atau fotho itu hukumnya  haram & akan diminta utk memberikan ruh di akhirat ( menghidupkan gambar atau fotho yg bernyawa ) jzkhr…# A 40

Jawaban
————

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
Jawaban atas pertanyaan ini diambil dari artikel Manis tentang hukum foto dan patung.

Berikut adalah ulasan Syaikh Ali Ash Shabuni tentang patung dan lukisan yang diharamkan dan yang dibolehkan, dalam Kitab Rawaโ€™i Al Bayan, Juz. 2, Hal. 334-335. Darul Kutub Al Islamiyah.

Beliau menulis:

Patung dan Gambar seperti apa yang Diharamkan?

Patung dan gambar yang diharamkan adalah sebagai berikut:

1. Patung berbentuk tubuh yang memiliki ruh (nyawa) seperti patung manusia dan hewan. Ini haram menurut ijmaโ€™ (konsensus/kesepakatan). Rasulullah Shalallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:โ€œSesungguhnya malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya ada anjing, gambar, patung, dan orang junub.โ€ (HR. Imam Bukhari)[7]

2. Gambar yang dibuat oleh tangan (melukis), berupa bentuk yang memiliki ruh. Ini juga disepakati keharamannya.   Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œSesungguhnya pembuat gambar ini akan diazab pada hari kiamat. Diperintahkan kepada mereka, โ€˜Hidupkan apa-apa yang kau ciptakan.โ€™ โ€(HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud, An Nasaโ€™i)

3. Gambar yang bentuknya lengkap (sempurna), tidak ada yang kurang kecuali ruh saja, ini juga disepakati haramnya berdasarkan hadits-hadits sebelumnya, seperti: โ€œDiperintahkan untuk meniupkan (memberikan) ruh pada gambar tersebut, dan tidaklah mampu untuk meniupkannya.โ€  Juga hadits lain dari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha: โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam masuk menemuiku, saat itu aku mengenakan kain lembut yang bergambar, maka raut mukanya berubah, kemudian ia mengambilnya dan merobeknya. Lalu berkata, โ€˜Sesungguhnya manusia yang paling keras azabnya pada hari kiamat nanti adalah orang-orang yang membuat hal yang serupa dengan makhluk Allah.โ€™ โ€œ โ€˜Aisyah berkata: โ€œMaka aku potong kain itu dan aku jadikan dua bantal, dan Rasulullah bersandar di atasnya.โ€

โ€œKemudian ia mengambil dan merobeknyaโ€ menunjukkan keharaman gambar. Lalu, dipotong oleh โ€˜Aisyah menjadi dua bantal sehingga gambar menjadi terbagi dan tidak sempurna, ini menunjukkan kebolehannya. Dari sinilah para ulama menyimpulkan, bahwa gambar jika tidak lengkap (sempurna) tidaklah haram.

4. Gambar-gambar yang diagungkan, digantung (pajang-pamer) agar dilihat-lihat, maka ini juga haram tanpa diperselisihkan. Hadits dari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha, bahwa dahulu ia punya kain yang memiliki gambar burung, jika ada orang masuk pasti akan melihatnya, maka Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œJauhkan ini dariku, sebab tiap aku melihatnya membuat aku ingat dengan dunia.โ€ (HR. Imam Muslim, lihat juga Tafsir al Qurthuby dan Ahkamul Qurโ€™an-nya Ibnul โ€˜Araby)

Hadits dari Abu Thalhah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa โ€˜Aisyah berkata: โ€œNabi keluar pada hari peperangan, lalu aku mengambil namath (kain bergambar yang dicelupi banyak warna),  aku tutupi pintu dengannya. Ketika ia pulang, ia melihatnya, dan aku mengetahui adanya ketidaksukaan pada wajahnya, ia menariknya hingga terkoyak, dan bersabda: โ€œSesungguhnya Allah tidak memerintahkan kita untuk tunduk kepada batu dan tanah!โ€ โ€˜Aisyah berkata: โ€œMaka aku potong kain itu, lalu aku jadikan dua bantal dan sabut (lap โ€“ keset), aku tidak melihat ia mencelaku karena itu.โ€ (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud, An Nasaโ€™I, lihat Jamโ€™ul Fawaaid, juz 1, hal. 825)

Patung dan Gambar Apa  yang Dibolehkan?

1. Setiap Patung atau gambar yang tidak bernyawa, seperti bentuk bangunan, sungai, pepohonan, pemandangan alam. Dan seleruh yang tidak memiliki ruh (nyawa). Maka tidak haram menggambarkannya, sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhu  terdahulu ketika ia ditanya seseorang, โ€œSesungguhnya akulah yang menggambar ini, berikan fatwamu untukku tentang hal ini?โ€ฆโ€ lalu Ibnu Abbas memberitahukan hadits nabi, lalu ia berkata: โ€œJika engkau ingin menggambar, gambarlah pepohonan, dan apa-apa yang tidak memiliki ruh.โ€ (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

2. Setiap gambar yang tidak utuh, seperti salah satu tangan misalnya, atau mata, atau kaki, maka itu tidak haram karena itu bukanlah gambaran makhluk yang sempurna. Ini sesuai hadits dari โ€˜Aisyah, katanya: โ€œAku memotongnya, lalu aku jadikan dua bantal, aku tidak melihat ia mencelaku karena itu.โ€

3. Juga dikecualikan mainan (boneka) anak perempuan (laโ€™ibul banaat). Telah ada berita yang pasti dari โ€˜Aisyah Radhiallahu โ€˜Anha  bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam menikahinya saat usianya baru tujuh tahun, lalu ia membawa โ€˜Aisyah ke rumahnya saat โ€˜Aisyah berusia sembilan tahun, dan saat itu ia masih bersama bonekanya. Rasulullah wafat saat usianya baru delapan belas tahun. (HR. Muslim, lihat juga Jamโ€™ul Fawaaid)

Dari โ€˜Aisyah dia berkata, โ€œAku bermain bersama anak-anak perempuan di dekat Nabi Shalallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, saat itu aku memiliki sahabat yang bermain bersamaku, jika beliau Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam masuk ke rumah, sahabat-sahabatku malu kepadanya dan pergi, lalu beliau memangil mereka dan mendatangkan mereka untukku agar  bermain bersamaku lagi.โ€

Berkata para ulama: Sesungguhnya dibolehkannya boneka anak-anak karena adanya kebutuhan terhadapnya, yaitu kebutuhan anak perempuan agar ia memiliki pengalaman dalam mengasuh anak-anak, namun tidak boleh terus menerus sebab dibolehkannya karena adanya kebutuhan tadi.[8] Serupa dengan ini adalah bentuk yang terbuat dari permen dan adonan kue. Ini adalah keringanan (dispensasi) dalam masalah ini.[9] Selesai kutipan dari Syaikh Ali Ash Shabuni.

Bagaimana Hukum Fotografi?

Tentang hukum fotografi (makhluk bernyawa) para ulama kita telah berselisih pendapat, ada yang mengharamkan karena itu termasuk keumuman hadits larangan untuk menggambar, kecuali untuk kebutuhan mendesak seperti KTP, Pasport, dan lainnya. Ada pula yang membolehkan selama isi fotonya adalah hal-hal yang baik, tidak diagungkan, bermanfaat untuk ilmu pengetahuan dan informasi. Namun, yang benar adalah kelompok kedua, sebab fotografi bukanlah menggambar atau melukis, melainkan bayangan manusia itu sendiri, sebagaimana bercermin. Jadi, sumber penyebab  perbedaannya adalah perbedaan para ulama ini dalam mempersepsikan fotografi.

Berkata Fadhilatus Syaikh As Sayis: โ€œAnda berharap mengetahui hukum fotografi, maka kami katakan, โ€˜Mungkin menurut anda hukumnya sama dengan hukum gambar di pakaian/kain, dan anda telah mengetahui ada nash yang mengecualikannya. Anda juga mengatakan, โ€˜Sesungguhnya fotografi bukanlah menggambar, tetapi menahan (merekam-pent) gambar, sebagaimana gambar di cermin, tidak mungkin anda mengatakan yang di cermin itu adalah gambar (lukisan), dan sesungguhnya itu satu bentuk (dengan aslinya).

Apa-apa yang dibuat oleh alatut tashwir (tustel)  adalah gambar sebagaimana di cermin, tujuan dari ini adalah bahwa alat tersebut menghasilkan dengan pasti bayangan nyata[10] yang terjadi padanya (negatif film โ€“ klise), sedangkan cermin tidak seperti itu. Kemudian klise itu diletakkan pada zat asam tertentu, maka tercetaklah sejumlah gambar/foto (proses ini disebut cuci cetak-pent). Jelas ini secara hakiki  bukanlah menggambar. Sebab ini sekadar upaya memperjelas dan menampakkan gambar yang sudah ada, supaya tertahan dari sinar matahari langsung (agar tidak terbakar โ€“pent). Mereka berkata: โ€œSesungguhnya seluruh foto yang ada bukanlah hasil dari pemindahan (gambar)  dengan perbuatan  sinar  dan cahaya, selamanya tidak ada larangan dalam memindahkan dan mengasamkannya, dan selamanya di dalam syariat yang luas ini foto itu dibolehkan, sebagaimana pengecualian gambar pada pakaian/kain, tidak ada dalil secara khusus yang mengharamkannya. Telah tampak bahwa manusia menjadikannya sebagai barang kebutuhan yang sangat penting bagi mereka.โ€ (Ayatul Ahkam lis Sayis, Juz. 4, hal. 61) [11]

Sementara Syaikh Ali Ash Shabuni sendiri cenderung mengharamkan fotografi, kecuali darurat kebutuhan. Beliau berkata:

Aku (Ali Ash Shabuni) mengatakan, โ€œSesungguhnya fotografi tidaklah keluar dari prinsip larangan menggambar, tidak juga keluar dari apa-apa yang oleh ayat disebut  shurah(gambar/lukisan), dan orang yang membuatnya oleh bahasa dan tradisi disebut mushawwir(pelukis). Jika pun foto tidak termasuk yang dimaksud oleh ayat yang jelas ini -lantaran ia tidak dibuat langsung oleh tangan, dan tidak ada unsur penyerupaan terhadap ciptaan Allah- namun ia tidak keluar dari keumuman maksud dari pembuatan  gambar/lukisan (tashwiir). Maka hendaknya pembolehan foto dibatasi atas dasar kebutuhan mendesak (dharurah), dan karena jelas manfaatnya.Sebab, telah terjadi kerusakan besar yang dihasilkan oleh foto, sebagaimana keadaan majalah-majalah hari ini yang telah menyemburkan racunnya kepada pemuda-pemuda kita, sehingga lahirlahfitnah (bencana) dan kelalaian, di mana terpampang foto-foto bentuk tubuh wanita dan wajah-wajah mereka[12], dengan kepalsuan dan penampilan yang merusak agama dan akhlak.

Adapun foto-foto telanjang, pemandangan yang rendah dan hina, dan rupa-rupa yang membawa fitnah (kerusakan) yang terlihat pada majalah-majalah porno, di mana kebanyakan halamannya mengandung kegilaan, maka akal tidak ragu atas keharamannya, walau gambar tersebut bukan buatan tangan secara langsung, namun kerusakan dan bencana yang dihasilkannya lebih besar dibanding lukisan dengan tangan.

Kemudian, sesungguhnya โ€˜Ilat (alasan) pengharaman foto  bukan karena ia  menyerupai dan menyamai makhluk Allah, tetapi karena adanya titik persamaan dengan jenis gambar yang telah diberi peringatan, yaitu bahwa watsaniyah (paganisme โ€“ keberhalaan) yang merasuki umat-umat terdahulu terjadi karena melalui jalan โ€˜gambarโ€™. Di mana jika orang shalih mereka wafat, mereka membuat gambarnya (patung) dan mengabadikannya untuk mengingatnya dan mengikutinya. Kemudian datang generasi setelah mereka, menyembah patung tersebut. Maka apa-apa yang dilakukan manusia, menggantung foto  besar yang diberi perhiasan di dinding rumah, walau sekadar untuk kenang-kenangan, dan tidak dibuat dengan tangan (bukan lukisan), ini termasuk yang tidak dibolehkan oleh syariat. Karena, nantinya  berpotensi  untuk mengagungkannya dan menyembahnya, sebagaimana yang dilakukan Ahli Kitab terhadap para nabi dan orang-orang shalih mereka.[13]

Maka pemutlakan kebolehan foto dengan alasan ia bukanlah melukis melainkan menahan (merekam) bayangan. Seharusnya pembolehannya terikat yaitu  karena dharurat kebutuhan seperti foto identitas pribadi, dan semua hal yang berkaitan dengan maslahat dunia yang dibutuhkan manusia. Wallahu Aโ€™lam[14]

Sementara itu, Syaikh Wahbah Az Zuhaili mengatakan:

ุฃู…ุง ุงู„ุชุตูˆูŠุฑ ุงู„ุดู…ุณูŠ ุฃูˆ ุงู„ุฎูŠุงู„ูŠ ูู‡ุฐุง ุฌุงุฆุฒุŒ ูˆู„ุง ู…ุงู†ุน ู…ู† ุชุนู„ูŠู‚ ุงู„ุตูˆุฑ ุงู„ุฎูŠุงู„ูŠุฉ ููŠ ุงู„ู…ู†ุงุฒู„ ูˆุบูŠุฑู‡ุงุŒ ุฅุฐุง ู„ู… ุชูƒู† ุฏุงุนูŠุฉ ู„ู„ูุชู†ุฉ ูƒุตูˆุฑ ุงู„ู†ุณุงุก ุงู„ุชูŠ ูŠุธู‡ุฑ ููŠู‡ุง ุดูŠุก ู…ู† ุฌุณุฏู‡ุง ุบูŠุฑ ุงู„ูˆุฌู‡ ูˆุงู„ูƒููŠู†ุŒ ูƒุงู„ุณูˆุงุนุฏ ูˆุงู„ุณูŠู‚ุงู† ูˆุงู„ุดุนูˆุฑุŒ ูˆู‡ุฐุง ูŠู†ุทุจู‚ ุฃูŠุถุงู‹ ุนู„ู‰ ุตูˆุฑ ุงู„ุชู„ูุงุฒ ูˆู…ุง ูŠุนุฑุถ ููŠู‡ ู…ู† ุฑู‚ุต ูˆุชู…ุซูŠู„ ูˆุบู†ุงุก ู…ุบู†ูŠุงุชุŒ ูƒู„ ุฐู„ูƒ ุญุฑุงู… ููŠ ุฑุฃูŠูŠ.

โ€œAda pun fotografi maka itu boleh, dan tidak terlarang menggantungnya di rumah dan selainnya jika tidak mengundang fitnah, seperti foto wanita yang menampakkan bagian tubuhnya selain wajah dan telapak tangan, seperti bagian dada, betis, rambut, dan ini juga berlaku pada gambar televisi. Apa-apa yang terjadi di dalamnya seperti tarian, panggung, dan penyanyi wanita, semua ini adalah haram menurutku.โ€[15]

Syaikh Jaad Al Haq Ali Jaad Al Haq Rahimahullah โ€“mufti Mesir-  berkata:

  ุงุฎุชู„ู ุงู„ูู‚ู‡ุงุก ูู‰ ุญูƒู… ุงู„ุฑุณู… ุงู„ุถูˆุฆู‰ ุจูŠู† ุงู„ุชุญุฑูŠู… ูˆุงู„ูƒุฑุงู‡ุฉุŒ ูˆุงู„ุฐู‰ ุชุฏู„ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ุงู„ู†ุจูˆูŠุฉ ุงู„ุดุฑูŠูุฉ ุงู„ุชู‰ ุฑูˆุงู‡ุง ุงู„ุจุฎุงุฑู‰ ูˆุบูŠุฑู‡ ู…ู† ุฃุตุญุงุจ ุงู„ุณู†ู† ูˆุชุฑุฏุฏุช ูู‰ ูƒุชุจ ุงู„ูู‚ู‡ุŒ ุฃู† ุงู„ุชุตูˆูŠุฑ ุงู„ุถูˆุฆู‰ ู„ู„ุฅู†ุณุงู† ูˆุงู„ุญูŠูˆุงู† ุงู„ู…ุนุฑูˆู ุงู„ุขู† ูˆุงู„ุฑุณู… ูƒุฐู„ูƒ ู„ุง ุจุฃุณ ุจู‡ุŒ ุฅุฐุง ุฎู„ุช ุงู„ุตูˆุฑ ูˆุงู„ุฑุณูˆู… ู…ู† ู…ุธุงู‡ุฑ ุงู„ุชุนุธูŠู… ูˆู…ุธู†ุฉ ุงู„ุชูƒุฑูŠู… ูˆุงู„ุนุจุงุฏุฉ ูˆุฎู„ุช ูƒู„ุฐู„ูƒ ุนู† ุฏูˆุงูุน ุชุญุฑูŠูƒ ุบุฑูŠุฒุฉ ุงู„ุฌู†ุณ ูˆุฅุดุงุนุฉ ุงู„ูุญุดุงุก ูˆุงู„ุชุญุฑูŠุถ ุนู„ู‰ ุงุฑุชูƒุงุจ ุงู„ู…ุญุฑู…ุงุช .

ูˆู…ู† ู‡ุฐุง ูŠุนู„ู… ุฃู† ุชุนู„ูŠู‚ ุงู„ุตูˆุฑ ูู‰ ุงู„ู…ู†ุงุฒู„ ู„ุง ุจุฃุณ ุจู‡ ู…ุชู‰ ุฎู„ุช ุนู† ู…ุธู†ุฉ ุงู„ุชุนุธูŠู… ูˆุงู„ุนุจุงุฏุฉุŒ ูˆู„ู… ุชูƒู† ู…ู† ุงู„ุตูˆุฑ ุฃูˆ ุงู„ุฑุณูˆู… ุงู„ุชู‰ ุชุญุฑุถ ุนู„ู‰ ุงู„ูุณู‚ ูˆุงู„ูุฌูˆุฑ ูˆุงุฑุชูƒุงุจ ุงู„ู…ุญุฑู…ุงุช .

โ€œPara ahli fiqih berbeda pendapat tentang hukum foto,  antara yang mengharamkan dan memakruhkan, yang ditunjukkan oleh hadits-hadits nabi yang telah diriwayatkan oleh Bukhari dan lainnya dari pengarang kitab As Sunan, dan dituangkan dalam kitab-kitab fiqih.  Sesungguhnya foto manusia dan hewan yang sekarang kita kenal adalah tidak  mengapa, jika tidak dicampur dengan sikap  pemandangan untuk diagungkan, dimuliakan, dan diibadahi, dan juga tidak dicampuri dengan hal-hal yang menggerakan syahwat, menyiarkan kekejian, dan segala hal yang diharamkan
 Dari sini, bisa diketahui bahwa menggantungkan foto tidaklah mengapa selama bersih dari pengagungan, peribadatan, dan bukan termasuk gambar yang mengundang kefasikan, dosa, dan hal-hal yang diharamkan lainnya.โ€[16]

Wallahu a’lam.

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ„๐Ÿ€๐ŸŒท๐ŸŒน๐ŸŒป

Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

๐Ÿ’ผSebarkan! Raih Bahagia….

Tafsir Surah Al-Kautsar

๐Ÿ“† Sabtu, 22 Dzulhijjah 1437 H/ 24 September 2016

๐Ÿ“’ Al-Qur’an

๐Ÿ“ Ustadz Noor Rahmat

๐Ÿ“– Tafsir Surah Al-Kautsar
============================
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ

Assalamu’alaikum adik-adik…
Pagi ini kita lanjutkan bagian kedua dari Tafsir Surat Al-Kautsar ya…

Setelah di kesempatan yang lalu kita membahas pendahuluan mengenai Al-Kautsar. Maka, kali ini langsung saja kita mulai dengan ayat pertama.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

ุฅูู†ู‘ูŽุง ุฃูŽุนู’ุทูŽูŠู’ู†ูŽุงูƒูŽ ุงู„ู’ูƒูŽูˆู’ุซูŽุฑูŽ

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar.” (QS. Al-Kautsar: 1)

Dalam hadist yang disampaikan pekan lalu telah disebutkan bahwa Al-Kautsar adalah nama sebuah sungai di dalam surga.

Anas bin Malik r.a. pernah membaca ayat pertama ini, lalu ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

“ุฃุนุทูŠุชู ุงู„ู’ูƒูŽูˆู’ุซูŽุฑูŽุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ู‡ููˆูŽ ู†ูŽู‡ูŽุฑูŒ ูŠูŽุฌู’ุฑููŠุŒ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุดู‚ ุดูŽู‚ู‘ู‹ุงุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุญูŽุงูู‘ูŽุชูŽุงู‡ู ู‚ูุจูŽุงุจู ุงู„ู„ู‘ูุคู’ู„ูุคูุŒ ููŽุถูŽุฑูŽุจู’ุชู ุจููŠูŽุฏููŠ ูููŠ ุชูุฑู’ุจูŽุชูู‡ูุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ู…ูุณู’ูƒูู‡ู ุฐูŽููŽุฑุฉุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุญูŽุตูŽุงู‡ู ุงู„ู„ู‘ูุคู’ู„ูุคู”

“Aku diberi Al-Kautsar, dan ternyata ia adalah sebuah sungai yang mengalir, tetapi tidak dibedakan sebagai mana sungai. Dan ternyata kedua tepinya terdapat kubah-kubah dari mutiara; lalu aku menyentuhkan tanganku ke tanahnya, dan ternyata ia seharum minyak kesturi yang sangat harum baunya, dan ternyata batu-batu kerikilnya dari mutiara.”

Imam Ahmad juga meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda:

ยซุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ุจูู†ูŽู‡ู’ุฑู ุญูŽุงูู‘ูŽุชูŽุงู‡ู ุฎููŠูŽุงู…ู ุงู„ู„ู‘ูุคู’ู„ูุคู ููŽุถูŽุฑูŽุจู’ุชู ุจููŠูŽุฏููŠ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠูŽุฌู’ุฑููŠ ูููŠู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ููŽุฅูุฐูŽุง ู…ูุณู’ูƒูŒ ุฃูŽุฐู’ููŽุฑู ู‚ูู„ู’ุชู: ู…ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูŠูŽุง ุฌูุจู’ุฑููŠู„ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ูƒูŽูˆู’ุซูŽุฑู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽุนู’ุทูŽุงูƒูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽยป

“Aku masuk ke dalam surga, dan tiba-tiba aku melihat sebuah sungai yang kedua tepinya dipenuhi oleh kemah-kemah dari mutiara, lalu aku sentuhkan tanganku ke tanah yang dialiri airnya, tiba-tiba ia adalah minyak kesturi yang sangat harum baunya. Aku bertanya, “Hai Jibril, apakah ini?” Jibril menjawab, “Ini adalah Al-Kautsar yang diberikan oleh Allah SWT kepadamu.”

Imam Bukhari dan Imam Muslim juga telah meriwayatkan bahwa setelah Nabi SAW dibawa naik ke langit, beliau menceritakan:

ยซุฃูŽุชูŽูŠู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽู‡ู’ุฑู ุญูŽุงูู‘ูŽุชูŽุงู‡ู ู‚ูุจูŽุงุจู ุงู„ู„ู‘ูุคู’ู„ูุคู ุงู„ู’ู…ูุฌูŽูˆู‘ูŽูู ููŽู‚ูู„ู’ุชู ู…ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูŠูŽุง ุฌูุจู’ุฑููŠู„ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ูƒูŽูˆู’ุซูŽุฑูยป

“Aku datang ke sebuah sungai yang kedua tepinya dipenuhi oleh kemah-kemah dari mutiara yang dilubangi, lalu aku bertanya, “Apakah ini, hai Jibril?” Jibril berkata, “Ini adalah Sungai Al-Kautsar.”

Ada pula yang bertanya kepada Siti Aisyah r.a., ”Wahai Ummul Mu’minin, ceritakanlah kepadaku tentang Al-Kautsar? Aisyah menjawab, “Sebuah sungai di lembah surga.” Aku bertanya, “Apakah yang dimaksud dengan lembah surga?” Aisyah menjawab, “Terletak dibagian tengahnya, kedua tepinya penuh dengan gedung-gedung dari mutiara dan yaqut, dan tanahnya seharum minyak kesturi, sedangkan batu kerikilnya dari mutiara dan yaqut.”

Nah adik-adik….
Dari semua sinyalemen yang disampaikan oleh Rasulullah SAW terkait Telaga Al-Kautsar, maka, bisa disimpulkan bahwa Al-Kautsar ini adalah sebuah sungai yang dipenuhi kebaikan dan secara khusus diberikan Allah Azza wa Jalla kepada Rasulullah SAW dan ummat beliau yang terpilih.

Ingin merasakannya? Yuk kita berburu amalan yang bisa membawa kita ke syurga…
Sementara sampai disini dulu ya, sampai bertemu kembali di bagian ketiga dari tafsir Surat Al-Kautsar ya…

Wassalamu’alaikum wr wb.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/grupmanis
๐Ÿ“ท Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Tidak Sombong

Jum’at, 21 Dzulhijjah 1437 H/ 23 September 2016

๐Ÿ“™Pengembangan Diri dan Motivasi

๐Ÿ“ Ustadzah Heni, Ustadzah Dina, Ustadzah Wiwit

๐Ÿ“– Tidak Sombong
============================
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ

Assalamualaikum

Bagaimana kabar hari ini?
Semoga Rahmat dan hidayah-Nya selalu tercurah kepada kita semua

Kali ini Tim psikologi pengen cerita tentang salah satu sahabat Rasulullah SAW, yaitu Salman Al Farisi. Dia ini adalah sosok yang tinggi jangkung, berambut lebat dan seorang yang disayangi dan amat di hormati oleh Rasulullah SAW.

Ketika suatu hari prajurit dibawah pimpinan Abu Sufyan dan Uyainah bin Hishn datang ke Madinah dengan maksud akan menghabisi Muhammad SAW, Salman mengajukan sebuah usulan kepada Rasulullah SAW untuk menghadapi serangan ini. Usulan yang belum pernah dikenal oleh orang-orang Arab.

Salman ini memiliki pengalaman luas tentang teknik dan sarana perang, termasuk siasat dan Lika liku nya, sehingga wajar saja Dia mengajukan usulan yang berbeda dengan lainnya. Alhasil usulan tersebut diterima oleh Rasulullah SAW. Kemudian Salman bekerja bersama kaum muslimin lainnya dan setiap melakukan pekerjaan, Salman tak lupa mengucapkan asma-asma Allah agar kemudahan bisa didapatkan.

Kerja keras Salman bersama kaum muslimin lainnya membuahkan hasil yang cukup membahagiakan. Mereka yang ingin menghabisi Rasulullah SAW merasa terpukul melihat hal-hal yang tidak disangka-sangka, hingga tidak kurang sebulan lamanya kekuatan mereka bagai terpaku di kemah-kemah karena tidak berdaya menebus kota. Allah SWT membantu dengan mengirimkan angin topan yang mampu memporak-pondakan tentara mereka, Abu Sufyan pulang dengan kekecewaan dan kekalahan.

Adakah pelajaran yang bisa diambil dari kisah Salman?

Sepertinya banyak…yuukkk kita kupas bersama

โœ… Salman sekalipun sosok yang disayangi dan dihormati oleh Rasulullah SAW, tidak mempergunakan hal itu untuk meloloskan keinginannya. Salman tetap bekerja dan mengusulkan ide perang dengan cara Hanif

โœ… Salman selalu “menggandeng” Allah SWT untuk memudahkan pekerjaan, yaitu dengan selalu menyebut asma-Nya

โœ… Keberhasilan Salman adalah hasil dari proses ikhtiar yang benar. Salman berusaha sesuai dengan kemampuan dan selalu menghadirkan kekuatan Allah sebagai pemilik langit dan bumi.

Kalian menemukan yang lain dari kisah Salman?

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ’ฝ Twitter : https://twitter.com/grupmanis
๐Ÿ’พ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Di antara Keutamaan Basmalah dan Tasmiyah

๐Ÿ“† Kamis, 20 Dzulhijjah1437 H/  22 September 2016

๐Ÿ“˜ Ibadah

๐Ÿ“ Ustadz Farid Nu’man Hasan

๐Ÿ“– Di antara Keutamaan Basmalah dan Tasmiyah
=============================
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

๐Ÿ“ Berikut ini adalah beberapa keutamaannya:

๐Ÿ–Œ Basmalah adalah salah satu nama Allah Ta’ala

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, katanya:

ุฃู† ุนุซู…ุงู† ุจู† ุนูุงู† ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุณุฃู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ุนู† ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู… ูู‚ุงู„ : ู‡ูˆ ุงุณู… ู…ู† ุฃุณู…ุงุก ุงู„ู„ู‡ ูˆ ู…ุง ุจูŠู†ู‡ ูˆ ุจูŠู† ุงุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฃูƒุจุฑ ุฅู„ุง ูƒู…ุง ุจูŠู† ุณูˆุงุฏ ุงู„ุนูŠู† ูˆ ุจูŠุงุถู‡ุง ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุจ

Bahwasanya Utsman bin Affan Radhiallahu โ€˜Anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam tentang bacaan Bismillahirrahmanirrahim. Beliau menjawab: “Ia adalah salah satu dari Nama-nama Allah, begitu dekatnya kalimah Bismillah ini dengan Nama Allah yang Teragung seperti dekatnya biji mata yang hitam dengan biji mata yang putih.” (HR. Al-Hakim No. 2027, katanya: shahih. Al-Baihaqi, Syu’abul Iman No. 2327, Alauddin Al-Muttaqi Al-Hindi, Kanzul ‘Ummal No. 4048)

๐Ÿ–Œ Untuk melawan dan melemahkan syetan

Berikut ini riwayatnya:

ุฃูŽุจููŠ ุงู„ู’ู…ูŽู„ููŠุญู ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุฌูู„ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูู†ู’ุชู ุฑูŽุฏููŠููŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุนูŽุซูŽุฑูŽุชู’ ุฏูŽุงุจู‘ูŽุฉูŒ ููŽู‚ูู„ู’ุชู ุชูŽุนูุณูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุง ุชูŽู‚ูู„ู’ ุชูŽุนูุณูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูู„ู’ุชูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุชูŽุนูŽุงุธูŽู…ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ูˆูŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ุจูู‚ููˆู‘ูŽุชููŠ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ู‚ูู„ู’ ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฅูุฐูŽุง ู‚ูู„ู’ุชูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุชูŽุตูŽุงุบูŽุฑูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุงู„ุฐู‘ูุจูŽุงุจู

Dari Abu Malih, dari seorang laki-laki katanya: “Saya memboncengi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu tergelincirlah hewan tunggangan. Lalu aku berkata:  “Celakalah syetan!” Beliau bersabda: “Jangan kau ucapkan “celakah syetan”, sesungguhnya jika kamu ucapkan itu maka dia membesar sampai sebesar rumah dan dia berkata: “Demi kekuatanku.” Tetapi ucapkanlah: “Bismillah,” sesungguhnya jika engkau membacanya maka dia mengecil sampai seperti lalat.” (HR. Abu Daud No. 3982, Ahmad No. 20591, 20592, 20690, 23092, Al-Hakim, Al-Mustadrak No. 7792, 7793, An-Nasa’i, As-Sunan Al-Kubra No. 10388, 10389, Al-Baihaqi, Syu’abul Iman No. 5183, 5184, 5185, Ath-Thahawi, Musykilul Aatsar No. 321, 322, Abdurrazzaq, Al-Mushannaf No. 20899, Abu Nu’aim, Ma’rifatush Shahabah No. 2290, 2291)

Imam Al-Hakim mengatakan: shahih. Juga dishahihkan Imam Adz-Dzahabi dalam At-Talkhish. (Al-Mustadrak No. 7793).

Imam Al-Bushiri mengatakan: jayyid – baik. (Az-Zawaid, 6/432)

Imam An-Nawawi mengatakan: shahih muttashil. (Al-Adzkar, 1/263)

Imam Al-Haitsami mengatakan: diriwayatkan Imam Ahmad dengan berbagai sanad, dan semua perawinya adalah perawi hadits shahih. (Majma’ Az-Zawaid No. 17099)

Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam berbagai kitabnya. (Shahihul Jami’ No. 8401, Shahih At-Targhib wat Tarhib No. 3128, dan kitabnya yang lain)

Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan: shahih. (Ta’liq Musnad Ahmad No. 20591)

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah mengomentari hadist di atas:

ูู‡ุฐุง ู…ู† ุชุฃุซูŠุฑ ุจุฑูƒุฉ ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ุ› ูˆู„ู‡ุฐุง ุชุณุชุญุจ ููŠ ุฃูˆู‘ู„ ูƒู„ ุนู…ู„ ูˆู‚ูˆู„

“Ini (syetan yang mengecil, pen) adalah akibat pengaruh dari keberkahan Bismillah, oleh karena itu dianjurkan dibaca  diawal setiap perbuatan dan perkataan.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 1/120)

Secara umum, membaca basmalah (yakni membaca bismillahirrahmanirrahim) dan tasmiyah (membaca bismillah saja) dianjurkan pada awal setiap amal kebajikan, sebagaimana riwayat shahih tentang menjima’ istri, naik kendaraan, memulai makan, memulai majelis, memulai wudhu, dan lainnya.

Ada sebuah riwayat:

ูƒู„ ุฃู…ุฑ ุฐูŠ ุจุงู„ ู„ุง ูŠุจุฏุฃ ููŠู‡ ุจ ( ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู… ) ูู‡ูˆ ุฃุจุชุฑ

“Setiap urusan dalam kehidupan yang di dalamnya tidak dimulai dengan bismillahirrahmanirrahim, maka dia terputus.” (Diriwayatkan oleh As-Subki dalam Thabaqat As-Syafi’iyah, 1/6. Al-Khathib dan Al-Hafizh Abdul Qadir Ar-Rahawi, hal. 5)

Namun, riwayat ini dhaif (lemah), lantaran seorang perawi bernama Ahmad bin Muhammad bin ‘Imran Al-‘Atiqi, biasa dikenal Ibnu Al-Jundi. Imam Khathib Al-Baghdadi mengatakan: “Riwayat darinya dilemahkan dan madzhabnya telah dicela (karena dia tasyayyu’ โ€“ terpengaruh syi’ah). Aku bertanya kepada Az-Zuhri tentang Ibnu Al-Jundi, katanya: “Dia bukan apa-apa.” (Tarikh Baghdad, 2/414)

Syaikh Al-Albani menyatakan: dhaif jiddan โ€“ sangat lemah. (Lihat Irwa’ul Ghalil, 1/29. Cet. 2. 1985M-1405H. Al-Maktab Al-Islami. Beirut)

Sementara Imam Ibnu Katsir berhujjah dengan hadist ini, namun, tidak berkomentar apa-apa tentang derajat hadist ini. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 1/120)

Wallahu a’lam..

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala….
=========================
๐Ÿ“ฑTelegram: https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page: https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter: https://twitter.com/groupmanis
๐Ÿ“ท Instagram: https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store: https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Syuruthu Qabulisy Syahadatain

๐Ÿ“† Selasa, 19 Dzulhijjah1437 H/  21 September 2016

๐Ÿ“— Aqidah

๐Ÿ“ Ustadzah Prima Eyza

๐Ÿ“– Syuruthu Qabulisy Syahadatain
=============================
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

๐Ÿ“ Penjelasan Rasmul Bayan

Agar syahadatain kita diterima dan mendapatkan janji Allah SWT, ada beberapa syarat yang harus kita miliki sebagai konsekuensi telah mengikrarkan syahadatain. Diantaranya,

1โƒฃ Ilmu yang menampik kebodohan.
Ilmu yang dimaksud adalah ilmu tentang Allah SWT (ma’rifatullah) dan ilmu tentang Rasulullah SAW. Mengenal Allah SWT dan Rasul-Nya secara tepat akan mendorong keta’atan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Sebaliknya, tidak mengenal Allah SWT dan Rasul-Nya secara tepat membuat kita lalai menunaikan hak-hak Allah SWT dan Rasul-Nya.

2โƒฃ Keyakinan yang menampik keraguan.
Syahadatain yang kita ikrarkan harus diikuti keyakinan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Keyakinan itu meliputi keyakinan bahwa Allah SWT sebagai pencipta, pemberi rezeki, Ma’bud (yang disembah), dan yang semakna dengannya serta yakin bahwa Rasulullah SAW adalah nabi terakhir yang diutus Allah SWT. Keraguan pada semua itu akan membuat syahadatain kita ditolak. Firman Allah SWT dalam surah Muhammad ayat 15.

3โƒฃ Keihlasan yang menampik kesyirikan.
Keihlasan kepada Allah SWT saat mengikrarkan syahadatain sangatlah penting karena ikrar itu merupakan ibadah. Adapun ibadah harus diniatkan dengan ikhlas semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT. Jika ada niat lain yang menyertainya, ikrar syahadatain kita ditolak. Bahkan, jika tauhid kita terkotori kesyirikan, ikrar syahadatain kita tetap ditolak meskipun telah berikrar ratusan atau ribuan kali. Firman Allah SWT dalam surah Al-Bayyinah ayat 5 dan surah Al-Kahfi ayat 110.

4โƒฃ Kejujuran yang menampik kebohongan, mengingkari syahadatain harus kita sertai dengan kejujuran kepada Allah SWT. Ash-Shidqu ma’allah (kejujuran kepada Allah SWT) mutlak diperlukan demi menjaga kemurnian tauhid kita. Sebaliknya, sifat dusta dan bohong bertentangan dengan nilai kejujuran itu dan berakibat keimanan kita ditolak Allah SWT. Islam sendiri sangat menghargai kejujuran dan menolak dusta. Firman Allah SWT dalam surah Al-Baqaroh ayat 8, surah Al-Ahzab ayat 22, dan surah Al-Hajj ayat 24.

Bersambung…

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala….
=========================
๐Ÿ“ฑTelegram: https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page: https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter: https://twitter.com/groupmanis
๐Ÿ“ท Instagram: https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store: https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Larangan Berangan-angan Mengharapkan Kematian

๐Ÿ“† Senin, 17 Dzulhijjah 1437 H/ 19 September 2016

๐Ÿ““ Akhlaq

๐Ÿ“ Ustadz Rikza Maulan, Lc. MAg

๐Ÿ“– Larangan Berangan-angan Mengharapkan Kematian
============================
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

๏ป‹ูŽ๏ปฆู’ ๏บƒูŽ๏บ‘ู๏ปฒ ๏ปซู๏บฎูŽ๏ปณู’๏บฎูŽ๏บ“ูŽ ๏บƒูŽ๏ปฅู‘ูŽ ๏บญูŽ๏บณู๏ปฎ๏ปูŽ ๏บ๏ปŸ๏ป ู‘ูŽ๏ปชู ๏บปูŽ๏ป ู‘ูŽ๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ป ู‘ูŽ๏ปชู ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปดู’๏ปชู ๏ปญูŽ๏บณูŽ๏ป ู‘ูŽ๏ปขูŽ ๏ป—ูŽ๏บŽ๏ปูŽ ๏ปŸูŽ๏บŽ ๏ปณูŽ๏บ˜ูŽ๏ปคูŽ๏ปจู‘ูŽ๏ปฐ ๏บƒูŽ๏บฃูŽ๏บชู๏ป›ู๏ปขู’ ๏บ๏ปŸู’๏ปคูŽ๏ปฎู’๏บ•ูŽ ๏บ‡ู๏ปฃู‘ูŽ๏บŽ ๏ปฃู๏บคู’๏บดู๏ปจู‹๏บŽ ๏ป“ูŽ๏ป ูŽ๏ปŒูŽ๏ป ู‘ูŽ๏ปชู ๏ปณูŽ๏บฐู’๏บฉูŽ๏บ๏บฉู ๏ปญูŽ๏บ‡ู๏ปฃู‘ูŽ๏บŽ ๏ปฃู๏บดู๏ปด๏บŒู‹๏บŽ ๏ป“ูŽ๏ป ูŽ๏ปŒูŽ๏ป ู‘ูŽ๏ปชู ๏ปณูŽ๏บดู’๏บ˜ูŽ๏ปŒู’๏บ˜ู๏บู โ€“
๏บญ๏ปญ๏บ๏ปฉ ๏บ๏ปŸ๏บ’๏บจ๏บŽ๏บญ๏ปฑ

“Janganlah kalian berangan-angan mengharapkan datangnya kematian. Karena, kalaulah dia orang baik, siapa tahu ia bisa menambah kebaikannya. Dan kalaulah dia adalah orang jahat, siapa tahu ia bisa meminta penangguhan (untuk bertaubat).” (HR. Bukhari)

Hadist di atas diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. Adapun hikmah yang dapat diambil dari hadist ini adalah:

1โƒฃ Bahwa dalam menjalani roda kehidupan di dunia ini, tak jarang ada jurang terjal menghadang, ada aral besar yang melintang atau bahkan samudera luas yang membentang menghadang setiap langkah dalam menempuh perjalanan. Dan tak jarang, tajamnya aral yang melintang, ditambah dengan gelapnya sisi lain kehidupan dunia yang diwarnai dengan saling fitnah dan saling hantam, dihiasi juga dengan keburukan dan kemunafikan, membuat sebagian orang berputus asa dalam menjalani bentangan samudera kehidupan. Karena ia beranggapan, lebih baik “pulang” sekarang menuju kematian, daripada harus menunggu hari esok yang entah fitnah apalagi yang akan menghadang, ataupun karena beratnya beban kehidupan, di tengah hedonisme nya zaman, atau juga karena beratnya permasalahan, yang terasa demikian mencengkeram.

2โƒฃ Namun, ternyata hadist di atas melarang siapapun untuk berharap dan mengangankan kematian, terhenti dari segala aktifitas duniawi dan aktifitas pekerjaan. Karena betapapun, setiap detik kehidupan adalah anugerah ilahi, yang tentunya akan sangat berarti. Bisa jadi, dengan masih langgengnya nafas dalam badan, akan menambah kebaikan bagi setiap orang yang mendambakan keridhaan Ar-Rahman. Atau dengan masih langgengnya kehidupan, akan semakin memberi kesempatan bagi orang yang berbuat maksiat, untuk melakukan tauabatan nashuhan.

3โƒฃ Maka, Islam mengajarkan optimisme dalam menapaki jalan menuju hari depan, dan melarang pesimisme dalam mengarungi setiap cobaan dan ujian. Karena sekali lagi, setiap detik nafas yang dihembuskan, adalah samudera potensi kebaikan. Allah SWT berfirman, “โ€ฆdan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf: 87)

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/grupmanis
๐Ÿ“ท Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Mengenal Sahabat Abu Hurairah ra

๐Ÿ“†Selasa, 18 Dzulhijjah1437 H/  20 September 2016

๐Ÿ“˜Sirah

๐Ÿ“ Ustadz Wido Supraha

๐Ÿ“– Mengenal Sahabat Abu Hurairah ra
=============================
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

“Terdapat 30 pendapat yang berbeda tentang nama asli Abu Hurairah r.a., namun yang dianggap paling benar adalah Abdurrahman bin Shakr. Ia sahabat yang pertama kali menyandang nama kunyah seperti ini.”

๐Ÿ’ฆSebab penamaan Abu Hurairah r.a. adalah karena dia ketika masih kecil memiliki kucing kecil ( _hurairah_ ) dan sering bermain dengannya.

๐Ÿ”ฌ  Abu Hurairah r.a. telah meriwayatkan 5374 hadits, dan tidak ada satu pun dari para shahabat yang semisal dengannya dalam periwayatan, tidak pula mendekatinya.
 ( Imam al-Hafizh Baqi bin Makhlad al-Andalusi )

๐Ÿ“‘ Abu Hurairah r.a. adalah perawi yang paling banyak hafalannya pada masanya. Ia tinggal di Dzi al-Hulaifah, Madinah, memiliki rumah disana. Wafat 59 H di Madinah dalam usia 78 tahun, dimakamkan di Baqi’. Aisyah r.a. wafat tidak lama sebelumnya, dan Abu Hurairah r.a. sempat menyalatkannya. Ia Ahlu Sufafh dan paling mahsyur. (Imam Syafi’i)

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala….
=========================
๐Ÿ“ฑTelegram: https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page: https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter: https://twitter.com/groupmanis
๐Ÿ“ท Instagram: https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store: https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

QS. Al-Kaustar

Sabtu, 15 Dzulhijjah 1437 H/ 17 September 2016

๐Ÿ“’ Al-Qur’an

๐Ÿ“ Ustadz Noorahmat

๐Ÿ“– QS. Al-Kaustar
============================
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ

Assalamu’alaikum adik-adik…..
Kali ini kita sharingnya pagi-pagi ya…..agar segar sesegar banyaknya nikmat pagi hari yang bisa kita reguk sabtu ini…

Tafsir kali ini akan membahas surat yang arti dari judulnya adalah Nikmat yang berlimpah. Nikmat tak berujung dari Rabb Semesta Alam.

Surat itu adalah Surat Al Kautsar.
ุฅูู†ู‘ูŽุง ุฃูŽุนู’ุทูŽูŠู’ู†ูŽุงูƒูŽ ุงู„ู’ูƒูŽูˆู’ุซูŽุฑูŽ
ููŽุตูŽู„ู‘ู ู„ูุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุญูŽุฑู’
ุฅูู†ู‘ูŽ ุดูŽุงู†ูุฆูŽูƒูŽ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุจู’ุชูŽุฑู

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.
Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus.

Karena dahsyatnya surat ini…..kita bagi menjadi 4 bagian ya….

Adik-adik….
Anas ibnu Malik mengatakan bahwa Rasulullah SAW menundukkan kepalanya sejenak, lalu beliau mengangkat kepalanya seraya tersenyum. Beliau bersabda kepada mereka, atau mereka bertanya kepada beliau Saw., “Mengapa engkau tersenyum?” Maka Rasulullah SAW menjawab, “Sesungguhnya barusan telah diturunkan kepadaku suatu surat.” Lalu beliau membaca firman-Nya: Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar…. hingga akhir surat. Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Tahukan kalian, apakah Al-Kautsar itu?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah bersabda:

ยซู‡ููˆูŽ ู†ูŽู‡ู’ุฑูŒ ุฃูŽุนู’ุทูŽุงู†ููŠู‡ู ุฑูŽุจู‘ููŠ ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ูƒูŽุซููŠุฑูŒุŒ ุชูŽุฑูุฏู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุขู†ููŠูŽุชูู‡ู ุนูŽุฏูŽุฏูŽ ุงู„ู’ูƒูŽูˆูŽุงูƒูุจู ูŠูุฎู’ุชูŽู„ูŽุฌู ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ุŒ ููŽุฃูŽู‚ููˆู„ู ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ู ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูู…ู‘ูŽุชููŠุŒ ููŽูŠูู‚ูŽุงู„ู ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ูŽุง ุชูŽุฏู’ุฑููŠ ู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ุฏูŽุซููˆุง ุจูŽุนู’ุฏูŽูƒูŽยป

Al-Kautsar adalah sebuah sungai (telaga) yang diberikan kepadaku oleh Tuhanku di dalam surga, padanya terdapat kebaikan yang banyak, umatku kelak akan mendatanginya di hari kiamat; jumlah wadah-wadah (bejana-bejana)nya sama dengan bilangan bintang-bintang. Diusir darinya seseorang hamba, maka aku berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya dia dari umatku.โ€ Maka dikatakan, “Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang telah dibuat-buatnya sesudahmu.”

Adik-adik tentunya ingin tahu lebih dalam terkait telaga Al kautsar ini bukan?

Telah disebutkan sehubungan dengan gambaran tentang telaga ini di hari kiamat, bahwa tercurahkan kepadanya air dari langit melalui dua talang, dan bahwa bejana-bejananya bilangannya sama dengan bintang-bintang di langit.

Nah adik-adik…..sudah dapat gambaran telaga Al Kautsar itu? Semoga kita semua menjadi penghuninya kelak.
Aamiin.

Sampai bertemu kembali pekan depan pada bagian kedua yang InsyaAllah akan membahas ayat pertama dari surat ini.

Wassalam.

๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ’ฝ Twitter : https://twitter.com/grupmanis
๐Ÿ’พ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Kala Cinta Menyapa

Jum’at, 14 Dzulhijjah 1437 H/ 16 September 2016

๐Ÿ“™Pengembangan Diri dan Motivasi

๐Ÿ“ Ustadzah Heni, Ustadzah Dina, Ustadzah Wiwit

๐Ÿ“– Kala Cinta Menyapa
============================
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ

Kalau menyebut jatuh cinta, pasti rasa senang dan semangat dalam menjalani aktivitas apapun ada dalam diri. Yang begini nih biasanya kamu jadi berlebihan setiap harinya. Senangnya berbeda dari hari-hari sebelumnya dan beragam hal yang biasanya kamu malas lakukan tahunya jadi semangat 45. Padahal hanya jatuh cinta lho, tapi mampu mengubah suasana dan perilakumu hampir 180 derajat.

Jatuh cinta itu sebenarnya biasa saja, toh setiap orang juga mengalaminya. Kamu nggak perlu khawatir ya dalam menyikapi rasa jatuh cinta yang mampu membuat hati selalu berdebar. Kamu harus mampu mengontrol perasaan ini agar hari-harimu senantiasa berjalan seperti biasa tanpa berlebihan. Seperti doa Ali bin Abi Thalib ketika jatuh cinta kepada Fatimah

Ya Allah..

Kau tahu..
Hati ini terikat suka akan
indahnya seorang insan
ciptaan-Mu.

Tapi aku takut, cinta yang
belum waktunya menjadi
penghalang ku mencium surga-Mu.

Berikan aku kekuatan menjaga
cinta ini, sampai tiba waktunya,
andaikan engkau pun
mempertemukan aku dengannya kelak.

Berikan aku kekuatan
melupakannya sejenak.

Bukan karena aku tak
mencintainyaโ€ฆ

Justru karena aku sangat
mencintainyaโ€ฆ
( Doa Ali saat jatuh cinta pada Fatimah )

Ali bin Abi Thalib sadar betul bahwa dirinya manusia biasa tapi juga sadar betul bahwa cinta yang hadir saat itu belum selayaknya dimiliki dengan sepenuh hati. Ali bin Abi Thalib tahu bahwa Allah yang tahu pasangan terbaik untuk dirinya

Pilihan  ALLAH itu yang TERBAIK..

‘..Boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.’ (Surah Al Baqarah : Ayat 216)

Cukup cintai dia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhaan dan keikhlasan..

Karena tiada yang tahu rencana Tuhan..

Mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan..
Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan..
Serahkan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya..

Biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya..

‘Barangsiapa yang menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. (Umar Bin Khattab r.a)

cinta boleh hadir tapi kehadirannya hanyalah “sekedarnya” .
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ’ฝ Twitter : https://twitter.com/grupmanis
๐Ÿ’พ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

“Alhamdulillah” Ucapan Ringan Tapi Dahsyat Nilainya

๐Ÿ“† Kamis, 13 Dzulhijjah 1437 H/15 September 2016

๐Ÿ“˜ Ibadah

๐Ÿ“ Ustadz Farid Nu’man Hasan

๐Ÿ“– “Alhamdulillah” Ucapan Ringan Tapi Dahsyat Nilainya
============================
๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ

Dari Abu Malik Al Harits bin ‘Ashim Al Asy’ariy Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

:  ุงู„ุทู‘ูู‡ููˆุฑู ุดูŽุทู’ุฑู ุงู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ูุŒ ูˆุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุชูŽู…ู’ู„ุฃู ุงู„ู…ูŠุฒุงู†ูŽุŒ ูˆุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุชูŽู…ู’ู„ุขู†ู – ุฃูŽูˆ ุชูŽู…ู’ู„ุฃู – ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ูˆุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู

“Kesucian adalah sebagian dari iman, Al Hamdulillah memberatkan timbangan, Subhanallah dan Al Hamdulillah akan memenuhi antara langit dan bumi.” (HR. Muslim No. 223)

Yaitu ucapan Al Hamdulillah akan memenuhi dan menghasilkan berat timbangan kebaikan bagi yang mengucapkannya pada yaumul mizan nanti.

Maksudnya menurut Imam An-Nawawi, begitu besar pahalanya. (Al-Minhaj, 3/101)

Begitu pula dikatakan Imam Al-Munawi Rahimahullah:

( ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุชู…ู„ุฃ ุงู„ู…ูŠุฒุงู† ) ุฃูŠ ุซูˆุงุจ ุงู„ูƒู„ู…ุฉ ูŠู…ู„ุคู‡ุง ุจูุฑุถ ุงู„ุฌุณู…ูŠุฉ

“(dan Al Hamdulillah memberatkan timbangan) yaitu pahala ucapan itu akan memenuhinya dengan cara menjalankan kewajiban (perbuatan) jasmani.” (At-Taisir, 2/241)

Jadi, tidak cukup lisan saja, tetapi perbuatan jasmani juga mesti menunjukkan sikap bersyukur sebagaimana terkandung dalam maksud ucapan tahmid. Lalu, kenapa begitu besar pahalanya? Apa keistimewaan ucapan ini? Karena ucapan tahmid mengandung pengakuan dari hamba-Nya yang lemah bahwa semua pujian hanya bagi Allah Ta’ala, dan Dialah yang paling berhak menerimanya, bukan selain-Nya.

Berkata Syaikh Ismail Al-Anshari:

ูˆุณุจุจ ุฐู„ูƒ ุฃู† ุงู„ุชุญู…ูŠุฏ ุฅุซุจุงุช ุงู„ู…ุญุงู…ุฏ ูƒู„ู‡ุง ู„ู„ู‡

“Sebab hal itu (besarnya pahala) adalah karena ucapan tahmid merupakan penetapan bahwa segala pujian adalah untuk Allah.” (At-Tuhfah, hadits No. 23)

Jika kita melihat keutamaan membaca Alhamdulillah, maka tidak mengherankan jika ucapan tersebut dapat memenuhi timbangan kebaikan bagi pengucapnya pada hari kiamat nanti. Keutamaan-keutamaan itu tertera di berbagai riwayat berikut ini.

Dari Jabir bin Abdullah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู
 
“Dzikir yang paling utama adalah Laa Ilaha Illallah dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah.” (HR. At-Tirmidzi No.3383, katanya: hasan gharib.  Ibnu Majah No. 3800,  An-Nasaโ€™i dalam As-Sunan Al-Kubra No. 10667. Syaikh Al-Albani menshahihkan dalam berbagai kitabnya, Shahih At-Targhib wat Tarhib No. 1526, Tahqiq Misykah Al-Mashabih No. 2306, dll)

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽูŠูŽุฑู’ุถูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ู„ูŽุฉูŽ ููŽูŠูŽุญู’ู…ูŽุฏู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽุดู’ุฑูŽุจ ุงู„ุดู‘ูŽุฑู’ุจูŽุฉูŽ ููŽูŠูŽุญู’ู…ูŽุฏู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง

“Sesungguhnya Allah sungguh ridha terhadap hamba yang makan makanan lalu dia memuji-Nya atas makanan itu, atau dia minum sebuah minuman lalu dia memuji-Nya atas minuman itu.” (HR. Muslim No. 2734)

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ู„ูˆ ุฃู† ุงู„ุฏู†ูŠุง ูƒู„ู‡ุง ุจุญุฐุงููŠุฑู‡ุง ุจูŠุฏ ุฑุฌู„ ู…ู† ุฃู…ุชูŠุŒ ุซู… ู‚ุงู„: ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ู„ูƒุงู† ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฃูุถู„ ู…ู† ุฐู„ูƒ

“Seandainya seluruh dunia dengan sebagiannya berada di tangan seorang laki-laki di antara umatku, kemudian dia berkata Alhamdulillah, maka Alhamdulillah lebih utama dibandingkan hal itu.” (HR. Ad-Dailami No. 5083, Ibnu ‘Asakir, 16/54, Kanzul ‘Ummal No. 6406, Al-Qurthubi dalam Al-Jami’ li Ahkamil Quran, 1/131)

Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma menceritakan:

ู‚ุงู„ ุนู…ุฑ ู‚ุฏ ุนู„ู…ู†ุง ุณุจุญุงู† ุงู„ู„ู‡ ูˆู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูู…ุง ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ุŸ ูู‚ุงู„ ุนู„ูŠ: ูƒู„ู…ุฉ ุฑุถูŠู‡ุง ุงู„ู„ู‡ ู„ู†ูุณู‡ ูˆุฃุญุจ ุฃู† ุชู‚ุงู„

“Umar berkata: Kami telah mengetahui Subhanallah dan Laa Ilaha Illallah, namun apakah Alhamdulillah?” Ali menjawab: “Kalimat yang Allah ridhai untuk diri-Nya dan Dia paling suka untuk disebutkan.” (Lihat Alauddin Al-Muttaqi Al-Hindi, Kanzul ‘Ummal No. 3956)

Demikian. Wallahu A’lam wal Hamdulillah..

๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/grupmanis
๐Ÿ“ท Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis