Peran Turki di Irak, Ketika Pemimpin Kaum Muslimin Punya Kekuatan dan Bukan Boneka Asing

Kamis, 03 Safar 1438H / 3 November 2016

SIROH DAN TARIKH

Pemateri: Ust. AGUNG WASPODO, SE MPP

๐ŸŒ ฤฐstanbul, Turki

Presiden Turki, Recep Tayyip ErdoฤŸan, kembali menegaskan pentingnya Turki terlibat pada pertempuran pembebasan Mosul dari tangan ISIL. Meskipun Mosul (al-Mawshil) berada di dalam wilayah negara Irak, beliau menyatakan bahwa “Turki memiliki tanggung-jawab sejarah di wilayah ini.”

๐Ÿ’ก Sebagai seorang pembaca sejarah amatiran, sulit rasanya untuk tidak kagum dengan ErdoฤŸan dan tim sejarah di belakangnya. Duh, ngiri sekali dengan narasi sejarah yang sedang dibangun dalam tubuh balatentara Republik Turki sekarang. Beliau sepertinya masih menahan diri, seharusnya bukan hanya Mosul namun Baghdad hingga Basra itu dulu urusan Turki. Iya seratus satu tahun yang lalu, bendera Turki Utsmani masih berkibar di muara Sungai Tigris sekitar tahun 1915.

Berbicara di Ankara, hari Selasa kemarin, beliau menyatakan bahwa Turki tidak ingin terlibat dalam konflik sektarian di Irak. Namun, menyuarakan pentingnya memperkuat bangsa Arab Sunni dan Kaum Tรผrkmen di Mosul. “Turki ingin ada di meja perundingan sekaligus di lapangan, ada alasan kuat untuk itu,” tandas ErdoฤŸan.

๐Ÿ’ก Cantik sekali bahasa diplomasinya. Tentu beliau mengarahkan telunjuknya pada dominasi agama Syi’ah yang kini mengendalikan pemerintah boneka Amerika Serikat di Baghdad.

Pasukan gabungan Irak dan Kurdi semakin maju mengunci Mosul setelah merebut sekitar 20an kampung dari tangan ISIL yang juga rekayasa AS. Dalam pidatonya, presiden ErdoฤŸan mengingatkan agar milisi Syi’ah tidak dilibatkan dalam pertempuran mengingat kejahatan HAM yang mereka telah perlihatkan pada operasi militer di bagian Irak lainnya. Beliau menegaskan lagi bahwa, “tigapuluh ribu milisi syi’ah yang dikenal fanatik itu harus siap dengan apa yang mereka akan hadapi (angkatan bersenjata Turki),” jika memaksakan diri hadir di Mosul.

๐Ÿ’ก *Pernyataan yang tegas oleh seorang pemimpin negeri Kaum Muslimin yang melek terhadap percaturan politik Iran dan milisi syi’ah-nya.* Pantas jika beliau dicintai bukan hanya oleh rakyat Turki, namun oleh Kaum Muslimin di berbagai penjuru dunia. Khususnya, negeri Kaum Muslimin yang sampai hari ini terpaksa dipimpin oleh boneka serta barut pilihan asing.

Dua pekan sebelumnya, parlemen Turki telah mensahkan perpanjangan satu tahun bagi pengerahan pasukan ke Syria dan Irak. Parlemen juga menyetujui pengerahan 2 ribu pasukan melintasi perbatasan Irak untuk memerangi organisasi terorisme.

Seperti yang terlihat pada foto di atas, telah ditempatkan 500 pasukan elit Turki di Markas Bashiqa, sebelah utara Irak, guna melatih pasukan milisi Sunni lokal. Mereka akan dikerahkan untuk membantu pembebasan atas kota Mosul.

Beberapa hari sebelum itu, perdana menteri Irak, Haider al-Abadi, mengecam tindakan Turki dan meminta UN Security Council untuk membahasnya. Presiden ErdoฤŸan menanggapinya dengan mengatakan, “pemerintah Irak sebaiknya fokus untuk menghadapi pasukan ISIL dan PKK saja, daripada bicara keras dan sombong kepada Turki.”

Bahkan, mantan penasihat militer Turki di Irak mengatakan kepada al-Jazeera, “Ankara memposisikan Baghdad sebagai pemain asing untuk urusan Mosul. Turki melihat Baghdad sebagai kekuatan syi’ah dukungan Iran yang hendak menguasai Mosul yang mayoritas Islam.” Ia menambahkan, “jika Baghdad diperbolehkan masuk dengan mengerahkan kekuatan sejauh dari Iran, maka Turki lebih berhak untuk masuk ke Mosul yang secara historis terhubung kepada Turki sejak lama.”

Kritik juga datang dari John Kirby, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, pekan lalu: “semua negara tetangga harus menghormati kedaulatan perbatasan Irak.” Amerika Serikat akan memainkan peran sebagai kekuatan udara dalam rencana penyerangan ISIL di Mosul nanti. Kirby juga mengajak semua pihak untuk fokus pada penghancuran Da’esh (ISIL).

ErdoฤŸan menanggapi komentar Kirby, “jika kalian bisa datang dari jauh karena merasa terpanggil oleh retorika Baghdad, okelah. Tetapi Turki juga memiliki perbatasan dengan Irak sepanjang 350 km dan selalu dalam posisi terancam.” Beliau menambahkan, “secara historis kami punya tanggung-jawab di Mosul, maka kami akan berada di sana!”

๐Ÿ’ก ErdoฤŸan tentu sedang menceramahi petinggi AS tersebut bahwa Mosul pernah menjadi bagian dari Turki (Utsmani) selama lebih dari 400 tahun. Baru pada tahun 1918 kemarin diduduki Inggris pada akhir Perang Dunia Pertama. Secara yuridis, Mosul adalah bagian dari Turki yang dipaksakan menjadi salah satu propinsi Irak yang digarap oleh Inggris dan Perancis.

Menurut Gurcan, AS agak meradang karena Turki mau hadir di Mosul secara independen dan bukan di bawah ketiak Amerika Serikat. Turki bersikeras untuk menahan milisi Syi’ah serta elemen militer Kurdi yang pro-PKK masuk ke Mosul. Perdana Menteri Turki, Binali Yฤฑldฤฑrฤฑm, juga akan mengerahkan dukungan serangan udara kepada milisi yang mereka latih di markas Bashiqa.

Amerika Serikat sepertinya tidak keberatan atas rencana Turki, selama AS tetap memegang peran dominan di wilayah tersebut. Dibutuhkan kejelian sebuah diplomasi tingkat tinggi Dari pihak Turki untuk mengelola ini semua.

Upaya menurunkan ketegangan bilateral antara Turki dan Irak sudah dilancarkan menurut menteri luar negeri Turki, Mevlรผt ร‡avuลŸoฤŸlu. Delegasi Irak dijadwalkan tiba di Ankara pada akhir pekan ini. ร‡avuลŸoฤŸlu menegaskan perlunya pendekatan diplomatik pada lawatannya ke Azerbaijan. Ia menegaskan hal tersebut setelah Under-Secretary dari Kementerian Luar Negeri Turki, Umit Yalรงฤฑn, melawat ke Baghdad hari Senin kemarin.

๐Ÿ’ก Walau diplomasi dikuatkan, tujuan akhir Turki tentu saja peggelaran militer serupa seperti di Suriah ketika Operasi Euphrates Shield yang sukses kemarin.

Agung Waspodo, bisa tersenyum pagi ini, alhamdulillah masih ada berita bagus di jagad Dunia Islam..
Depok, 19 Oktober 2016

Update Kas Donasi Multimedia Manis (3/11)

No. 007/INFO/MII/X/2016
Tanggal: 20 Oktober 2016
Perihal : *DONASI MULTIMEDIA MANIS*
Tujuan : Semua Member MANIS & Umum
##################
ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
 ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡

*Tim Multimedia Manis*  membutuhkan dana untuk pengadaan *1 set lengkap peralatan video recording*,

*_Total kebutuhan biaya_*:  *_Rp. 75.910.000_*

     ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ฐ

*UPDATE  2 Nop 2016  DONASI TERKUMPUL*

*1. Uang Tunai*
*_Rp. 3.320.000_*

*2. Barang*
  – Satu unit PC video editing.
  – Satu unit Camcorder Sony NX3 baru

   ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ฐ๐Ÿ’ฐ

Donasi dapat di kirimkan melalui :
๐Ÿง *No Rek. a/n Nur* *Rahmawati : BSM norek : 700-943-3176*

_Mohon tambahkan Rp…03 di setiap transfer sebagai pembeda._
*Contoh Rp. 100.003* _(seratus ribu tiga rupiah)_

๐Ÿ“ฑ *KONFIRMASI TRANSFER* : Andy Abidin WA +62822 9074 6588

โฐ *Donasi akan kami Tutup pada tanggal 15 Nopember 2016*

๏ปญูŽ ๏บ๏ปŸ๏บดูŽู‘๏ปผูŽ๏ปกู ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปดู’๏ปœู๏ปขู’ ๏ปญูŽ๏บญูŽ๏บฃู’๏ปคูŽ๏บ”ู ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปชู ๏ปญูŽ๏บ‘ูŽ๏บฎูŽ๏ป›ูŽ๏บŽ๏บ—ู๏ปชู
-Pengurus MANIS-

SHOLAT SYURUQ

Ustadz Menjawab
Rabu, 02 November 2016
Ustadz Farid Nu’man

Assalamualaykum…
Sholat syuruq itu apa harus di Masjid? Di rumah Boleh apa tidak? Dan definition tdk Boleh beranjak itu apa mulai selesai sholat subuh, diam di tempat dia sholat? Kalau misalnya ingin BAK/BAB bgm?
Satu lagi, mana yg lbh afdol, selesai sholat wajib langsung rawatib ba’diyah atau berdzikir berdoa dulu baru rawatib ba’diyah. ๐Ÿ…ฐ1โƒฃ3โƒฃ
Syukron

Jawaban
——-

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
Silahkan membuka web ini untuk menemukan jawaban.

http://www.iman-islam.com/2015/11/shalat-isyraq.html?m=1

Wallahu a’lam.

Rambu-Rambu Bagi Yang Ikut Serta Dalam Muzhaharah Saliimah (Aksi Damai) 4 Nov 2016

Rabu, 2 Shafar 1438H / 2 Nopember 2016

MUAMALAH

Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan

1. Luruskan niat untuk mencari ridha Allah, bukan untuk pujian dan obsesi pribadi-duniawi.

2. Pasang wajah yang menarik, senyum, sapa dan salam kepada saudara seperjuangan, wartawan, dan kepada pihak keamanan.

3. Berkata-kata yang baik tanpa mengurangi ketegasan, dan hindari kata-kata kotor, caci maki, sumpah serapah kepada siapa pun.

4. Tertib di jalan dan di tempat aksi, serta memberikan hak pengguna jalan lainnya.

5. Tidak merusak fasilitas umum, pepohonan, pedagang kaki lima, dan milik orang lain.

6. Tetap menjaga kebersihan dengan membawa kantong sampah kresek sendiri dan membuang pada tempatnya.

7. Tidak terpancing oleh ajakan-ajakan negatif, seperti menyerang polisi, merubuhkan pohon, pemarka jalan, dan lainnya, yang datangnya dari peserta aksi damai lainnya, yang dimungkinkan sebagai provokasi dari pihak yang ingin merusak jalannya aksi damai.

8. Tetap ikuti korlap dan komanda acara, Insya Allah tidak akan mudah terprovokasi.

9. Siapkan fisik yang prima, bawa makanan dan minuman yang cukup.

10. Tetap jaga wudhu untuk shalat,  menjaga kemungkinan sulitnya air wudhu karena banyaknya peserta aksi.

11. Akhiri aksi damai dengan kebaikan, tidak lupa mendoakan kebaikan kepada pemimpin negara agar Allah memberikan petunjuk kepadanya, serta doa untuk para ulama, guru, kiayi, habaib, mujahidin, du’at, aktifis Islam, secara khusus Indonesia .. dan umumnya bagi seluruh kaum muslimin di dunia.

12. Lalu bertawakal kepada Allah Ta’ala atas hasil usaha dari Aksi Damai ini.

13. Membubarkan diri dengan tertib dan meninggalkan tempat aksi dalam keadaan bersih dan rapi; sehingga Aksi ini mendapatkan kesan positif bagi masyarakat dan semoga  mendapatkan ridha Allah Ta’ala.

Wallahu A’lam

TATACARA MANDI BESAR

Ustadz Menjawab
Selasa, 01 November 2016
Ustadzah Rochma Yulika

Assalamu’alaikum โ€ฆ Niat , do’a & tatacara Mandi Bersih  selesai Haid/menstruasi yg sesuai dg Hadist seperti apa ya? Karena menurut anak saya, yg diajarkan di sekolah, di TPA & yg saya ajarkan di rumah beda2 dikit. Mohon pencerahannya.. Wassalamu’alaikum. ๐Ÿ™๐Ÿป
 A 41

Jawaban
————

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
Mandi adalah aktivitas keseharian kebanyakan manusia, baik dia muslim maupun tidak muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Masyarakat membersihkan diri dari berbagai kotoran fisik dengan jalan mandi. Baik sebelum kedatangan Islam maupun setelahnya, mandi menjadi aktivitas yang telah dikenal oleh masyarakat dunia, dengan frekuensi dan alat bantu yang beragam. Dulu belum dikenal sabun ataupun shampo, mereka menggunakan tetumbuhan yang menghasilkan aroma wangi bagi tubuh.

Dalam Islam, mandi bukan sekedar aktivitas rutin untuk membersihkan badan. Islam meletakkan mandi sebagai bagian dari ibadah kepada Allah. Ada kondisi tertentu dimana kaum muslimah disunnahkan mandi, dan bahkan ada beberapa kondisi lagi yang mewajibkan kaum muslimah mandi. Selain dari usaha menjaga kebersihan diri, mandi juga sebagai bagian dari pensucian dari beberapa kejadian, seperti terhentinya darah haidh, selesainya nifas, dan aktivitas janabat.

Perempuan haidh harus mandi ketika darah telah terhenti dan ketika hendak menjalankan shalat. Demikian pula halnya perempuan yang telah selesai dari nifas, ia wajib mandi sebagai tanda bahwa ia telah suci dan memulai kewajiban seperti shalat. Apabila kaum muslimah tidak mandi setelah berhentinya darah haidh atau nifas, maka ibadahnya menjadi tidak sah. Inilah yang sering disebut sebagai mandi besar.

SYARAT MANDI

Adapun syarat mandi dalam konteks ini ada tiga, yaitu:
1. niat mandi untuk menghilangkan hadats haidh, nifas, janabat atau niat mandi untuk menjadikan boleh apa-apa yang sebelumnya tidak boleh kecuali dengan mandi, seperti shalat, tilawah Quran dan berdiam dalam masjid. Niat ini cukup diungkapkan di dalam hati. Niat inilah yang membedakan antara mandi biasa dengan mandi.
Rasulullah saw bersabda:

โ€œSesungguhnya sahnya suatu amal tergantung dari niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan berdasarkan niatnyaโ€.

2. menghilangkan najis bila terdapat di badannya, seperti bekas tetesan darah haidh dan nifas, atau bekas mani pada janabat.
3. mengalirkan air hingga pangkal rambut dan seluruh kulit. Keseluruhan badan harus mendapatkan siraman air, baik rambut maupun kulit, meskipun rambut pada kulit tipis maupun tebal.

TATACARA MANDI

Mandi untuk membersihkan diri dari haid, nifas dan hadats janabat, dituntunkan oleh Nabi saw sebagaimana riwayat Aisyah ra berikut,
“Rasulullah Saw. bila hendak mandi janabat, beliau memulai dengan mencuci kedua tangannya -dua atau tiga kali- kemudian menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kirinya, kemudian mencuci kemaluannya, lalu berwudlu. Setelah itu mengambil air dan meletakkan jari-jarinya di pangkal rambut, kemudian menyiramkan air dengan kedua tangannya ke kepalanya 3 kali, lalu mengguyurkan air ke seluruh badannya, setelah itu mencuci kedua kakinya.”

Dari keterangan di atas, mandi dilaksanakan sebagai berikut:
a. Mencuci kedua tangan sebelum dimasukkan ke dalam bejana
b. Mencuci kemaluan
c. Berwudlu
d. Mandi dengan jalan membasahi seluruh bagian tubuhnya sebanyak tiga kali dimulai dari kepala
e. Mencuci kedua kaki
Keseluruhannya harus dilakukan secara urut dari awal sampai akhir.

Selain itu juga disunnahkan melaksanakan aktivitas berikut:
a. Membaca basmalah
b. Mendahulukan kanan atas kiri
c. Menggosok seluruh tubuh
d. Menghilangkan kotoran selain najis

Penulis kitab Al-Iโ€™tinaโ€™ mengatakan bahwa niat mandi adalah wajib bagi orang yang wajib mandi. Apabila tidak niat maka tidak sah mandinya kecuali dalam beberapa masalah berikut :

1. perempuan yang karena sesuatu hal tidak dapat mandi sendiri setelah haidh. Lalu suaminya memandikannya agar sah ketika menyetubuhinya. Dalam kasus ini, suami harus niat, demikian menurut pendapat yang kuat.
2. perempuan kafir di mana suami yang memandikannya.
3. perempuan gila, demikian dalam salah satu pendapat yang benar. Wallahu aโ€™lam.

MELEPASKAN IKATAN RAMBUT  KETIKA MANDI

Perempuan ketika mandi setelah haidh dan nifas dianjurkan melepaskan ikatan rambutnya dan menyisirnya dengan sisir atau jari-jari untuk memudahkan sampainya air ke pangkal rambut. Ini berdasar sabda Nabi Saw:

“Uraikanlah (rambut) kepalamu dan bersisirlah!”

Sebagian ulama berpendapat atas wajibnya melepas ikatan rambut berdasar hadits ini. Akan tetapi, jika perempuan itu memiliki ikatan rambut namun air bisa sampai pangkal rambut dan kulit tanpa harus melepaskannya, maka ia tidak harus melepaskannya.
Sedangkan untuk mandi janabat, tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, bahwa perempuan tidak diwajibkan menguraikan rambutnya. Ummu Salamah berkata,

โ€œWahai Rasulullah, saya perempuan yang memiliki ikatan rambut panjang, apakah saya harus melepaskannya ketika mandi janabat?โ€ Nabi Saw. menjawab,
โ€œTidak, cukup bagimu menyiramkan air sebanyak tiga kali ke kepalamu, kemudian kamu guyurkan air itu ke seluruh tubuh.โ€

Tatkala sampai suatu berita kepada Aisyah ra bahwa Abdullah bin Umar menyuruh para wanita untuk menguraikan rambut kepalanya ketika mandi, maka Aisyah berkata:

“Sungguh sangat mengherankan Ibnu Umar ini. Dia menyuruh para wanita menguraikan rambutnya ketika mereka mandi, mengapa dia tidak menyuruh menggundul kepalanya sekalian? Saya pernah mandi bersama Rasulullah saw dari satu bejana dan saya tidak melebihkan siraman ke atas kepala saya” (riwayat Muslim).

Hanya saja jika air tidak sampai ke pangkal rambut kecuali dengan melepaskan ikatan rambut, maka ia harus melepaskannya, karena sampainya air ke rambut dan kulit adalah wajib. Wallahu aโ€™lam.

MENGUSAP BEKAS DARAH DENGAN WEWANGIAN

Untuk menghilangkan kotoran bekas darah haidh dan nifas, serta untuk menghilangkan baunya, dianjurkan wanita muslimah mengusap bekas darahnya dengan wewangian. Ini berdasar hadits Ummu Athiyah r.a.,

โ€œKami telah mendapatkan keringanan ketika suci, bila salah seorang di antara kami mandi usai haidh untuk memakai sedikit minyak wangi..โ€

Aisyah r.a. berkata,
โ€œSeorang perempuan bertanya kepada Nabi Saw. tentang mandi setelah haidh. Kemudian beliau memerintahkan bagaimana ia harus mandi. Sabdanya, โ€˜Ambillah secarik kapas lalu teteskan misk (minyak kasturi) kemudian bersihkan dengannya!โ€™ Perempuan itu bertanya, โ€˜Bagaimana saya membersihkannya?โ€™ Nabi menjawab, โ€˜Bersihkan dengannya!โ€™ Perempuan itu bertanya, โ€˜Bagaimana?โ€™ Beliau menjawab, โ€˜Subhanallah, bersihkanlah!โ€™  Maka saya tarik perempuan itu untuk mendekat dan saya katakan, โ€˜Usap dengan kapas ini bekas darahmu!โ€™โ€

Hadits di atas menunjukkan tuntunan agar kaum wanita muslimah mengusap bekas darah haidh atau nifas dengan kain atau kapas yang diberi pewangi atau parfum, yang di zaman Nabi wujudnya adalah minyak kasturi. Para ulama berkata,

โ€œHadits di atas menunjukkan dianjurkannya memakai wewangian bagi perempuan yang mandi setelah haidh dan nifas di organ tubuh yang terkena darah.”

Hanya mereka berbeda pendapat tentang waktu pemakaiannya.
Sebagian dari mereka berpendapat setelah mandi. Yang lain berpendapat sebelumnya. Dianjurkan pula untuk memakai wangi-wangian pada kemaluannya dengan meletakkan sepotong wool dan dimasukkan ke kemaluan setelah mandi.

DIANJURKAN MENGGOSOK BADAN

Tatkala mandi, dianjurkan untuk menggosok badan agar bisa membersihkan kotoran. Dalam suatu riwayat Nabi saw bersabda:

“Hendaklah salah seorang di antara kalian mengambil air dan daun bidara kemudian bersuci dengannya sebaik mungkin. Kemudian menyiramkan air ke kepalanya dan menggosoknya dengan kuat sehingga sampai ke kulit kepalanya., lalu menyiramkan ke seluruh tubuhnya kemudian mengambil sepotong kain berparfum (firshah mumassakh) lalu menggunakannya untuk bersuciโ€.

Dalam riwayat lain Nabi saw bersabda:

“Hendaklah salah satu dari kalian mengambil air dan daun bidara lalu bersihkan dengan sebersih-bersihnya, lalu tuangkan air di atas kepalanya dan gosok-gosokkan dengan gosokan yang keras sampai terasa di kulit kepala lalu tuangkanlah air.”

Hadits ini menunjukkan dianjurkannya menggosok-gosok badan ketika seorang perempuan bersuci.

Wallahu aโ€™lam.

Belajar Agama Itu Mesti Jelas Rujukannya

๐Ÿ“† Selasa, 1 Shafar 1438H / 1 November 2016

๐Ÿ“š *HADITS DAN FIQIH*

๐Ÿ“ Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.*

Era medsos membuat mudah mendapatkan sumber informasi, begitu pula tentang konten-konten keislaman. Ini bagus. Tp, negatifnya adalah kesadaran untuk mengetahui sumber sering diabaikan. Dapat info langaung BC, dpt ilmu langsung share, padahal tidak ada sandarannya (baca: sanad). Ini jd bahaya, sebab ada dusta dan kepalsusan didalamnya.

Oleh karena itu para ulama memberikan nasihat, di antaranya Imam Abdullah bin Al Mubarak Rahimahullah:

ุงู„ุฅุณู†ุงุฏ ู…ู† ุงู„ุฏูŠู† ูˆู„ูˆู„ุง ุงู„ุฅุณู†ุงุฏ ู„ู‚ุงู„ ู…ู† ุดุงุก ู…ุง ุดุงุก

๐Ÿ“ŒIsnad (sandaran) itu bagian dari agama, seandainya bukan karena isnad niscaya manusia akan sembarangan dan senaknya berbicara. (Shahih Muslim bisyarhi An Nawawi, 1/77)

Imam Sufyan Ats Tsauri Rahimahullah berkata:

  ุงู„ุฅุณู†ุงุฏ ุณู„ุงุญ ุงู„ู…ุคู…ู†ุŒ ูุฅุฐุง ู„ู… ูŠูƒู† ู…ุนู‡ ุณู„ุงุญ ูุจุฃูŠ ุดูŠุก ูŠู‚ุงุชู„

๐Ÿ“ŒIsnad itu senjata bagi seorang mu’min, jika dia tidak memiliki senjata maka dengan apa dia berperang? (Imam Ibnu Hibban, Al Majruhin, 1/27)

๐Ÿ“– *Membaca buku sudah cukup?*

Pada dasarnya berjumpa dan bermajelis dengan guru itulah yang utama. Hal ini bisa diperoleh di pesantren, berkunjung ke rumah guru, atau hadir dalam ta’lim para guru. Sehingga terjadi kesinambungan ilmu dari syaikh ke muridnya.

Zaman ini, ketika kesibukan duniawi manusia luar biasa, lonjakan penduduk juga sangat tinggi, sementara mereka ingin belajar agama untuk bekal hidupnya, apakah hanya membaca buku saja sudah cukup tanpa adanya guru? Sebagian ulama memang melarang seperti itu, seperti Imam Asy Syafi’i, Sulaiman bin Musa, dll, sebab  khawatir adanya ketergelinciran pemahaman, tanpa guru dia sulit membedakan mana haq dan batil.

Tapi, tidak semua ulama menyetujui itu. Sebagian lain mengatakan boleh saja, asalkan buku yang ditelaahnya adalah karya ulama yang mautsuq (bisa dipercaya).

Imam ‘Izzuddin bin Abdissalam Rahimahullah berkata:

ุฃู…ุง ุงู„ุงุนุชู…ุงุฏ ุนู„ู‰ ูƒุชุจ ุงู„ูู‚ู‡ ุงู„ุตุญูŠุญุฉ ุงู„ู…ูˆุซูˆู‚ ุจู‡ุง ูู‚ุฏ ุงุชูู‚ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ุนุตุฑ ุนู„ู‰ ุฌูˆุงุฒ ุงู„ุงุนุชู…ุงุฏ ุนู„ูŠู‡ุง ูˆุงู„ุงุณุชู†ุงุฏ ุฅู„ูŠู‡ุง ู„ุฃู† ุงู„ุซู‚ุฉ ู‚ุฏ ุญุตู„ุช ุจู‡ุง ูƒู…ุง ุชุญุตู„ ุจุงู„ุฑูˆุงูŠุฉ ูˆู„ุฐู„ูƒ ุงุนุชู…ุฏ ุงู„ู†ุงุณ ุนู„ู‰ ุงู„ูƒุชุจ ุงู„ู…ุดู‡ูˆุฑุฉ ููŠ ุงู„ู†ุญูˆ ูˆุงู„ู„ุบุฉ ูˆุงู„ุทุจ ูˆุณุงุฆุฑ ุงู„ุนู„ูˆู… ู„ุญุตูˆู„ ุงู„ุซู‚ุฉ ุจู‡ุง ูˆุจุนุฏ ุงู„ุชุฏู„ูŠุณ

๐Ÿ“ŒAda pun berpegang kepada buku-buku fiqih yang shahih dan terpercaya, maka para ulama zaman ini sepakat atas kebolehan bersandar kepadanya. Sebab, seorang yang bisa dipercaya sudah cukup mencapai tujuan sebagaimana tujuan pada periwayatan. Oleh karena itu, manusia yang bersandar pada buku-buku terkenal baik nahwu, bahasa, kedokteran, atau disiplin ilmu lainnya, sudah cukup untuk mendapatkan posisi “tsiqah/bisa dipercaya” dan jauh dari kesamaran.
(Imam As Suyuthi, Asybah wa Nazhair, Hal. 310. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah. Beirut)

Tapi, hal ini tidak berlaku bagi para qari Al Quran, sebab khusus itu mesti talaqqi kepada guru.

Maka dikatakan:

ูุนู„ู‰ ู‚ุงุฑุฆ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุงู† ูŠุฃุฎุฐ ู‚ุฑุงุฆุชู‡ ุนู„ู‰ ุทุฑูŠู‚ ุงู„ุชู„ู‚ู‘ู‰ ูˆ ุงู„ุฅุณู†ุงุฏ ุนู† ุงู„ุดูŠูˆุฎ ุงู„ุขุฎุฐูŠู† ุนู† ุดูŠูˆุฎู‡ู… ูƒู‰ ูŠุตู„ ุงู„ู‰ ุชุฃูƒุฏ ู…ู† ุฃู† ุชู„ุงูˆุชู‡ ุชุทุงุจู‚ ู…ุง ุฌุงุก ุนู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู…

๐Ÿ“ŒWajib bagi qari untuk mengambil bacaan Al Qurannya dengan metode talaqqi, dan mengambil sanad dari para guru yang juga mengambil dari guru-guru mereka agar terjadi kesinambungan bacaannya dan sebagai pemastian bahwa bacaannya sesuai dengan apa yang dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. (Haqqut Tilawah, Hal. 46)

Demikian. Wallahu A’lam

KISAH NABI ADAM A.S. (2)

Selasa, 01 Safar 1438 H/01 Nopember 2016

Sirah

Pemateri: Dr. Wido Supraha

=============================

Brother and Sista,

Apa khabarnya? Today, kita dah masuk bulan Safar lho? Tetap semangat yach!
Oh ya, terkait judul materi ini, kita lanjutkan ya kisahnya.

Dari berbagai nash yang kita terima hari ini, berikut ini kelanjutan beberapa fakta terkait dengan Nabi Adam a.s., sebagai berikut:

5โƒฃ Nabi Adam a.s. adalah manusia yang kehidupannya menyadarkan kita semua, bahwa manusia dapat dengan mudah diombang-ambingkan oleh syaithan akan sesuatu hal hingga memiliki persepsi yang berbeda 180 derajat, jika manusia tidak berpegang kokoh dengan ilmu, dan hal ini terlihat dalam persepsi Adam a.s. akan hakikat pohon โ€˜ syajaratul khuldiโ€™ dan makna kekekalan dari Allah ๏ทป (Q.S. 2:35/ 7:18-19/ 20:116-119) dan syaithan (Q.S. 7:20-22/ 20:120/

6โƒฃ Nabi Adam a.s. adalah manusia pertama yang menyadarkan seluruh manusia di muka bumi bahwa terbukanya aurat bagi manusia akan hadir rasa malu yang luar biasa, dan ini terlihat setelah Nabi Adam a.s. dan istrinya memilih memakan pohon terlarang. (Q.S. 20:21)

7โƒฃ Kisah Nabi Adam a.s. mengingatkan umat manusia bahwa jika di dunia mereka memiliki mata yang bisa melihat ayat-ayat Allah ๏ทป tapi tidak beriman dan berilmu dengannya, maka kelak manusia akan dikumpulkan dalam kondisi tidak dapat melihat alias buta. (Q.S. 20:115-126)

8โƒฃ Kecerdasan Adam a.s. yang mengetahui seluruh nama-nama yang digunakan di dunia seperti nama-nama manusia, hewan, bumi, zat, gerakan, bentuk dan sejenisnya adalah karena ilmu dari Allah ๏ทป, sehingga kesadaran ini tidak menjadikan Nabi Adam a.s. sombong di puncak kecerdasannya. (Q.S. 2:33)

Sampai disini dulu ya Brother and Sista. Ada yang mau ditanyakan? Kita akan lanjutkan poin-point terkait penciptaan manusia pada tulisan selanjutnya ya.

Belajar Tawadhu dan Rendah Hati dari Rasulullah SAW

Senin, 30 Muharam 1438 H/31 Oktober 2016

Akhlak

Ustadz Muhar Nur Abdy

============================

Suatu hari, Umar bin Khattab r.a. pernah menangis, iba melihat keadaan Nabi SAW. Umar menjumpai utusan Penguasa alam semesta itu bangun tidur dan anyaman tikar mengecap di tubuhnya. Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Mengapa engkau menangis, wahai Umar?.”

“Bagaimana saya tidak menangis, Kisra dan Kaisar duduk di atas singgasana bertahtakan emas,” sementara tikar ini telah menimbulkan bekas di tubuhmu, wahai Rasulullah. Padahal engkau adalah kekasih-Nya,” jawab Umar.

Rasulullah SAW kemudian menghibur Umar, beliau bersabda: “Mereka adalah kaum yang kesenangannya telah disegerakan sekarang, dan tak lama akan sirna, tidakkah engkau rela mereka memiliki dunia sementara kita memiliki akhiratโ€ฆ?โ€

Kemudian beliau SAW melanjutkan, “Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang bepergian dibawah terik panas. Dia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkannya.”

ยฎ Ramah Terhadap Anak Kecil

Di Madinah, ada seorang anak kecil yang berkun-yah Abu Umair. Si Anak memiliki hewan peliharan seekor burung. Ia suka bermain dengan burung peliharaannya itu. Suatu hari, burung itu mati, dan Rasulullah SAW menyapa dan menghiburnya.

Dari Anas bin Malik r.a. ia berkata, “Nabi SAW datang menemui Ummu Sulaim yang memiliki seorang putra yang diberi kun-yah Abu Umair. Rasulullah SAW suka mencadainya. Suatu hari, beliau melihat Abu Umair bersedih. Lalu beliau SAW bertanya,

ูู‚ุงู„: “ู…ูŽุง ู„ููŠ ุฃูŽุฑูŽู‰ ุฃูŽุจูŽุง ุนูู…ูŽูŠู’ุฑู ุญูŽุฒููŠู†ู‹ุงุŸ” ูู‚ุงู„ูˆุง: ู…ุงุช ู†ูุบู’ุฑูู‡

“Mengapa kulihat Abu Umair bersedih?” Orang-orang menjawab, “Nughrun (burung kecil seperti burung pipit yang lekuk matanya berwarna merah)nya yang biasa bermain dengannya mati.”

Kemudian beliau menyapanya untuk menghibur si anak yang kehilangan mainannya ini,

ุฃุจูŽุง ุนูู…ูŽูŠู’ุฑูุŒ ู…ูŽุง ููŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ู†ูู‘ุบูŽูŠู’ุฑูุŸ

“Abu Umair, burung kecilmu sedang apa?.” (HR. Bukhari No. 5850)

ยฎ Mengerjakan Pekerjaan Rumah

ุนู† ุนุงุฆุดุฉ ุฃู†ู‡ุง ุณูุฆู„ุช ู…ุง ูƒุงู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠุนู…ู„ ููŠ ุจูŠุชู‡ุŒ ู‚ุงู„ุช: “ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฎููŠุทู ุซูŽูˆู’ุจูŽู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูŽุฎู’ุตููู ู†ูŽุนู’ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ู…ูŽุง ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุงู„ุฑูู‘ุฌูŽุงู„ู ูููŠ ุจููŠููˆุชูู‡ูู…ู’.”

Dari Aisyah r.a., ia pernah ditanya apa yang dilakukan Rasulullah SAW di rumah. Aisyah radhiallahu ‘anha menjawab, “Beliau menjahit pakaiannya sendiri, memperbaiki sendalnya, dan mengerjakan segala apa yang (layaknya) para suami lakukan di dalam rumah.” (HR. Ahmad No. 23756)

ยฎ Bergaul Dengan Penduduk Desa

Sebagian orang kadang malu jika ada orang desa yang polos, yang mungkin terlihat kuno, mau berteman dekat dengan mereka. Televisi-televisi kita menyugukan tayangan bagaimana anak-anak gaul, malu berteman dengan yang terlihat culun. Hal itu disaksikan anak-anak, sehingga mereka meniru. Tentu, ini berbahaya jika tidak direspon oleh orang tua dengan pendidikan adab dan akhlak yang mulia. Ketika orang tua mampu menampilkan teladan dari Rasulullah SAW, seorang tokoh berkedudukan tinggi di masyarakat, mau berteman dengan orang biasa, tentu hal itu akan menimbulkan kesan yang berbeda pada diri anak-anak.

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ุŒ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุจูŽุงุฏููŠูŽุฉู ูƒูŽุงู†ูŽ ุงุณู’ู…ูู‡ู ุฒูŽุงู‡ูุฑู‹ุง , ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูู‡ู’ุฏููŠ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ , ู‡ูŽุฏููŠู‘ูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุจูŽุงุฏููŠูŽุฉู ุŒ ููŽูŠูุฌูŽู‡ู‘ูุฒูู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ , ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌูŽ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ : ” ุฅูู†ู‘ูŽ ุฒูŽุงู‡ูุฑู‹ุง ุจูŽุงุฏููŠูŽุชูู†ูŽุง ูˆูŽู†ูŽุญู’ู†ู ุญูŽุงุถูุฑููˆู‡ู โ€ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูุญูุจู‘ูู‡ู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุง ุฏูŽู…ููŠู…ู‹ุง , ููŽุฃูŽุชูŽุงู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ , ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽุจููŠุนู ู…ูŽุชูŽุงุนูŽู‡ู ูˆูŽุงุญู’ุชูŽุถูŽู†ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฎูŽู„ู’ููู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู„ุง ูŠูุจู’ุตูุฑูู‡ู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ู…ูŽู†ู’ ู‡ูŽุฐูŽุง ุŸ ุฃูŽุฑู’ุณูู„ู’ู†ููŠ . ููŽุงู„ู’ุชูŽููŽุชูŽ ููŽุนูŽุฑูŽููŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ู„ุง ูŠูŽุฃู’ู„ููˆ ู…ูŽุง ุฃูŽู„ู’ุตูŽู‚ูŽ ุธูŽู‡ู’ุฑูŽู‡ู ุจูุตูŽุฏู’ุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุญููŠู†ูŽ ุนูŽุฑูŽููŽู‡ู ุŒ ููŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ , ูŠูŽู‚ููˆู„ู : ” ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุดู’ุชูŽุฑููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏูŽ ” ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุŒ ุฅูุฐู‹ุง ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุฌูุฏูู†ููŠ ูƒูŽุงุณูุฏู‹ุง ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ : ” ู„ูŽูƒูู†ู’ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุณู’ุชูŽ ุจููƒูŽุงุณูุฏู ” ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ” ุฃูŽู†ุชูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุบูŽุงู„ู ” .

Dari Anas bin Malik r.a., bahwasanya ada seorang dari penduduk desa (Arab badui) yang bernama Zahir, dia selalu menghadiahkan berbagai hadiah dari desa untuk Nabi SAW. Jika Nabi SAW hendak keluar, beliau menyiapkan perbekalannya. Lalu bersabda: “Sesungguhnya Zahir adalah desa kami (maksudnya beliau SAW bisa belajar darinya sebagaimana orang Badui mengambil manfaat dari padang Sahara) dan kami adalah kotanya (yang membuka pintu Madinah lebar-lebar untuk kehadirannya, ini adalah salah satu bukti pergaulan yang baik).

Nabi SAW mencintainya, dia adalah seorang yang jelek (tidak tampan) namun baik hatinya. Suatu hari Nabi SAW mendatanginya sementara ia sedang menjual barangnya, lalu beliau mendekapnya dari belakang, sementara dia tidak bisa melihat beliau. Dia berseru: ‘Siapa ini? Lepaskan aku!’ Kemudian ia menengok ke belakang dan ia tahu bahwa itu adalah Nabi SAW. Ketika dia tahu, dia tetap merapatkan punggungnya agar bersentuhan dengan dada Nabi SAW. Lalu Nabi SAW berseru, ‘Siapa yang mau membeli hamba sahaya ini?’ Zahir menjawab, ‘Wahai Rasulullah, kalau begitu demi Allah, engkau akan mendapatiku (terjual) sangat murah.’ Nabi SAW bersabda, ‘Akan tetapi, di sisi Allah engkau tidaklah murah’ atau ‘Di sisi Allah engkau sangat mahal.’ (HR. Ahmad No.12669)

Lihatlah bagaimana beliau SAW bercanda dengan teman-teman beliau. Pertemanan beliau tidak didasari oleh tampilan fisik, materi kekayaan, namun, beliau mendasari pertemanan berdasarkan keta’atan.

Kita semua tahu, Nabi SAW adalah manusia paling mulia yang pernah ada dan selama-lamanya. Ada para raja, pemimpin negara dan pejabat negara, orang-orang kaya, tidak satu pun yang melebihi kedudukan beliau SAW. Dan mereka tidak layak dibandingkan dengan beliau SAW. Lihatlah, alangkah rendah hatinya beliau SAW dalam pergaulannya. Dalam kehidupan sosialnya.

Dan kita berlindung kepada Allah SWT, agar kita yang tidak memiliki jabatan dan kedudukan ini, tidak berbuat sombong dan meremehkan orang lain.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad..

Wallaahua’alam..

Lomba Kicau Burung

Ustadzah Menjawab
Ustadz Shafwan Husein El-Lomboki
31 Oktober 2016
=====================

Assalamualaikum. Ustadz ma’af apa sih hukumnya mengikuti perlombaan suara burung. Burung yang suaranya paling bagus dia pmenangnya

MFT  โ„น 0โƒฃ2โƒฃ
================
ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Ada dua macam perlombaan:

1. Perlombaan tanpa mendapatkan hadiah

Perlombaan seperti ini diperbolehkan, seperti: perlombaan lari, kendaraan, burung, kuda, keledai dan lainnya.

Jumhur ulama membolehkan perlombaan yang tidak menyediakan hadiah berdasarkan riwayat Abu Daud dari Aisyah bahwa dirinya bersama Nabi saw saat safar (bepergian). Aisyah berkata, โ€Aku mendahului beliau saw dan aku pun mengalahkan beliau saw dengan berlari. Tatkala badanku mulai gemuk aku mencoba mendahului beliau saw namun beliau saw mengalahkanku.โ€™ Beliau saw bersabda, โ€™Inilah balasanku’.

Sementara para ulama Abu Hanifah berpendapat bahwa perlombaan hanya dibolehkan pada onta, kuda dan anak panah berdasarkan riwayat Ahmad dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda, โ€Tidaklah ada perlombaan kecuali pada onta, kuda dan anak penah” Mereka juga menambahkan perlombaan lari berdasarkan hadits Aisyah diatas.

2. Perlombaan dengan mendapatkan hadiah
Tidak ada perbedaan dikalangan para fuqoha dalam membolehkan perlombaan dengan menggunakan hadiah. Namun mereka berbeda pendapat mengenai perlombaan apa saja yang dibolehkan itu.

Jumhur Fuqaha berpendapat bahwa tidak diperbolehkan adanya hadiah kecuali didalam perlombaan melempar anak panah, onta dan kuda. Sementara para ulama Hanafi berpendapat bahwa perlombaan hanya pada empat, yaitu : onta, kuda, anak panah dan berlari.

Apabila ia adalah perlombaan yang menyediakan hadiah lalu darimanakah hadiah itu diperoleh?

1. Apabila perlombaan tersebut dilakukan antara dua orang lalu hadiahnya dikeluarkan dari salah seorang yang bertanding itu, seperti salah seorang dari mereka mengatakan, โ€Jika engkau bisa mengalahkanku maka engkau berhak mendapatkan hadiah dariku dan jika aku berhasil mengalahkanmu maka aku tidak perlu mendapatkan apa-apa darimuโ€ Tidak ada perbedaan dikalangan para fuqoha bahwa hal ini dibolehkan.

2. Hadiah itu dikeluarkan oleh imam, pemimpin atau sejenisnya maka ini pun dibolehkan dan tidak ada perselisihan didalamnya, baik hadiah itu diambil dari harta peibadinya atau dari baitul mal karena didalam hal itu terdapat kemaslahatan yaitu anjuran untuk mempelajari jihad dan memberikan manfaat bagi kaum muslimin.

3. Hadiah itu diambil dari kedua kelompok yang berlomba yaitu berupa taruhan. Para fuqoha berpendapat bahwa hal itu tidaklah diperbolehkan dan termasuk dalam kategori judi yang diharamkan karena setiap dari kedua orang yang bertanding itu tidaklah luput dari untung atau rugi.

Baik uang yang dikeluarkan oleh keduanya untuk hadiah itu dalam jumlah yang sama besar, seperti: setiap mereka mengeluarkan 10 dinar. Atau pun tidak sama jumlahnya, seperti: salah seorang mengeleluarkan 10 dinar sedangkan yang lainnya cukup dengan 5 dinar. (al Mausuโ€™ah al Fiqhiyah juz II hal 8433)

Dari pendapat diatas dapat diketahui bahwa tidak diperbolehkan adanya hadiah didalam suatu perlombaan kecuali pada onta, kuda atau anak panah dikarenakan ketiganya itu merupakan sarana-sarana jihad. Karena pemberian hadiah pada ketiga jenis itu dapat menjadi dorongan bagi para pemiliknya untuk senantiasa meningkatkan kemampuannya baik dalam mengendarai onta, kuda atau melempar anak panah atau juga bagi masyarakat yang menyaksikannya sehingga mereka terdorong untuk memiliki keahlian seperti mereka yang berlomba. Dengan demikian didalam lomba ketiga jenis itu terdapat manfaat bagi manusia.

Al Qurโ€™an pun menganjurkan agar seseorang senantiasa mempersiapkan dirinya untuk berjihad dijalan Allah swt, sebagaimana firman-Nya :

ูˆูŽุฃูŽุนูุฏู‘ููˆุง ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู‚ููˆู‘ูŽุฉู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุฑูุจูŽุงุทู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ู„ู (ูฆู )

Artinya : โ€œdan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang”. (QS. Al Anfal : 60)

Makna kekuatan didalam ayat itu dijelaskan oleh Rasulullah didalam sabdanya saw,โ€Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah melempar”. (HR. Muslim dan Abu Daud)

Adapun perlombaan burung berkicau dengan mendapatkan hadiah yang diambil dari uang pendaftaranโ€”seperti yang anda tanyakanโ€”maka tidaklah diperbolehkan dikarenakan dua sebab :

1. Perlombaan itu tidaklah memiliki manfaat baik kepada pemiliknya atau pun masyarakat dan ia termasuk kedalam bab sia-sia, bermain-main yang tidak dibenarkan. Disamping burung berkicau juga tidak termasuk didalam sarana-sarana jihad. Hal itu didasarkan pada hadits Abu Hurairohโ€”diatasโ€”bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah ada perlombaan kecuali pada onta, kuda dan anak penah”.

2. Apabila hadiah yang didapat yaitu berupa sertifikat dan sejumlah uang yang didapat pemenang berasal dari uang pendaftaran seluruh perserta maka ia termasuk kedalam kategori judi dikarenakan setiap dari peserta hanya memiliki dua kemungkinan yaitu mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada uang pendaftaran yang diberikannya jika dirinya menang atau ia akan mendapatkan kerugian dengan kehilangan uang pendaftaran yang diberikannya jika dirinya kalah. Perbuatan seperti ini pernah marak dimasa jahiliyah yang kemudian diharamkan Allah didalam Al Qurโ€™an :

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ุฎูŽู…ู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽูŠู’ุณูุฑู ูˆูŽุงู„ุฃู†ู’ุตูŽุงุจู ูˆูŽุงู„ุฃุฒู’ู„ุงู…ู ุฑูุฌู’ุณูŒ ู…ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ููŽุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆู‡ู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชููู’ู„ูุญููˆู†ูŽ (ูฉู )

Artinya : โ€œHai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan syaitan.โ€ (QS. Al Maidah : 90)

Wallahu Aโ€™lam

AIR WUDHU

Ustadz Menjawab
Senin, 31 Oktober 2016
Ustadzah Rochma Yulikha

Assalamualaikum ustadz/ah.Minta petunjuk ya…sah tidak sebenarnya jikalau kita berwudhu menggunakan air di bak mandi besar atau kolam,  kita ambil menggunakan ember lalu di
tuang ke ember yg bisa mengalirkan air untuk memudahkan berwudhu(pancuran) ? Mohon penjelasan… ๐Ÿ…ฐ3โƒฃ8โƒฃ

Jawaban
———-

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
Boleh karena airnya punya standar yakni lebih 2 hasta. Meskipun kita ambil dari ciduk. Karena sumbernya dari kolam yg standar tadi.

Air Muthlaq

Air muthlaq ini biasa disebut pula air thohur (suci dan mensucikan). Maksudnya, air muthlaq adalah air yang tetap seperti kondisi asalnya. Air ini adalah setiap air yang keluar dari dalam bumi maupun turun dari langit. Sebagaimana Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ู…ูŽุงุกู‹ ุทูŽู‡ููˆุฑู‹ุง

โ€œDan Kami turunkan dari langit air yang suci.โ€ (QS. Al Furqon: 48)

Yang juga termasuk air muthlaq adalah air sungai, air salju, embun, dan air sumur kecuali jika air-air tersebut berubah karena begitu lama dibiarkan atau karena bercampur dengan benda yang suci sehingga air tersebut tidak disebut lagi air muthlaq.

Begitu pula yang termasuk air muthlaq adalah air laut. Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah ditanyakan mengenai air laut, beliau pun menjawab,

ู‡ููˆูŽ ุงู„ุทู‘ูŽู‡ููˆุฑู ู…ูŽุงุคูู‡ู ุงู„ู’ุญูู„ู‘ู ู…ูŽูŠู’ุชูŽุชูู‡ู

โ€œAir laut tersebut thohur (suci lagi mensucikan), bahkan bangkainya pun halal.โ€ [1]

Air-air inilah yang boleh digunakan untuk berwudhu dan mandi tanpa ada perselisihan pendapat antara para ulama.

Bagaimana jika air muthlaq tercampur benda lain yang suci?

Di sini ada dua rincian, yaitu:

1. Jika air tersebut tercampur dengan benda suci dan jumlahnya sedikit, sehingga air tersebut tidak berubah apa-apa dan masih tetap disebut air (air muthlaq), maka ia boleh digunakan untuk berwudhu. Misalnya, air dalam bak yang berukuran 300 liter kemasukan sabun yang hanya seukuran 2 mm, maka tentu saja air tersebut tidak berubah dan boleh digunakan untuk berwudhu.

2. Jika air tersebut tercampur dengan benda suci sehingga air tersebut tidak lagi disebut air (air muthlaq), namun ada โ€œembel-embelโ€ (seperti jika tercampur sabun, disebut air sabun atau tercampur teh, disebut air teh), maka air seperti ini tidak disebut dengan air muthlaq sehingga tidak boleh digunakan untuk bersuci (berwudhu atau mandi).

Wallahu a’lam.