TAUBAT DARI FOTO TIDAK BERJILBAB

๐ŸŒ Ustadz Menjawab
โœ๐Ÿฝ Ustadz DR. Wido Supraha
๐Ÿ“† 07 November 2016
======================
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒท๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒท

Assalamu’alaikum ka.
Aku mau nanya kan kita sebagai perempuan tidak boleh kelihatan auratnya bagi laki2 bukan mahram, sementara saya baru pakai kerudung menjelang SMA dan otomatis foto2 saya tanpa kerudung sudah tersebar luas, walaupun saya sudah menghapus foto2 tanpa kerudung saya di sosmed, tetapi tetap saja foto2 saya tanpa berkerudung ada buku tahunan sekolah dll.. itu bagaimana ka hukumnya?

Jawaban :
=========

Allah SAW tidak membebani manusia di atas kemampuannya, dan memberikan ganjaran terbaik mereka yang bersegera dalam seluruh urusan ketaatan dan kebaikan.

Rasulullah SAW bersabda,

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ุตูŽุฎู’ุฑ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู : ู…ูŽุง ู†ูŽู‡ูŽูŠู’ุชููƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ู‡ู ููŽุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆู’ู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑู’ุชููƒูู…ู’ ุจูู‡ู ููŽุฃู’ุชููˆุง ู…ูู†ู’ู‡ู ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูู…ู’ุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽูƒูู…ู’ ูƒูŽุซู’ุฑูŽุฉู ู…ูŽุณูŽุงุฆูู„ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงุฎู’ุชูู„ุงูŽููู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุฆูู‡ูู…ู’

Abu Hurairah r.a. berkata, โ€œAku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Apa yang aku larang hendaklah kalian menjauhinya, dan apa yang aku perintahkan maka lakukanlah SEMAMPU KALIAN. Sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kalian adalah karena mereka banyak bertanya dan karena penentangan mereka terhadap para nabi mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

ูƒูู„ู‘ู ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ุฎูŽุทู‘ูŽุงุกูŒ ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ุฎูŽุทู‘ูŽุงุฆููŠู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽูˆู‘ูŽุงุจููˆู†ูŽ

“Setiap manusia banyak berbuat salah (dosa). Dan sebaik-baik dari orang-orang banyak berbuat salah (dosa) adalah orang-orang yang banyak bertaubat.” [HR Tirmidzi, no. 2499 dari sahabat Anas bin Malik].

ุงู„ุชุงุฆุจ ู…ู† ุงู„ุฐู†ุจ ูƒู…ู† ู„ุงุฐู†ุจ ู„ู‡

“Orang yang telah bertaubat dari dosa-dosanya (dengan sungguh-sungguh) adalah seperti orang yang tidak punya dosa.” (HR. Ibnu Majah no. 4250)

Berkata Fudhail bi ‘Iyadh,

ุชูุญู’ุณูู†ู ูููŠู…ูŽุง ุจูŽู‚ููŠูŽ ุŒ ูŠูุบู’ููŽุฑู ู„ูŽูƒูŽ ู…ูŽุง ู…ูŽุถูŽู‰ ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽู‚ููŠูŽ , ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฅูู†ู’ ุฃูŽุณูŽุฃู’ุชูŽ ูููŠู…ูŽุง ุจูŽู‚ููŠูŽ ุฃูุฎูุฐู’ุชูŽ ุจูู…ูŽุง ู…ูŽุถูŽู‰ ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽู‚ููŠูŽ

“Engkau berbuat kebaikan (amal shaleh) pada sisa umurmu (yang masih ada), maka Allah akan mengampuni (dosa-dosamu) di masa lalu, karena jika kamu (tetap) berbuat buruk pada sisa umurmu (yang masih ada), kamu akan di siksa (pada hari kiamat) karena (dosa-dosamu) di masa lalu dan (dosa-dosamu) pada sisa umurmu.”

Maka, terhadap foto-foto yang telah lalu, jika masih ada dijumpai lakukanlah semampu kita dengan hal berikut:

1. Meminta kepada sahabat yang memposting foto untuk menghapusnya, jika tidak mau melakukannya, UN-FRIEND adalah salah satu opsi agar ia tidak tampil dalam wal kita, dan UN-FRIEND bukan bermaksud memutuskan silaturrahim, ia hanya sekedar sarana agar foto tidak tampil.

2. Melakukan UN-TAG terhadap foto-foto yang terkait dengan diri kita dengan posisi tidak syar’i.

Semoga ALlah SWT memberikan keistiqamahan atas hijrah yang telah dilakukan. Yassirlana.

Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

๐Ÿ“† Senin, 06 Shafar 1438 H/07 November 2016

๐Ÿ“• Akhlak

๐Ÿ“ Ustadz Muhar Nur Abdy

============================
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

Assalamu’alaikum adik-adik..
Ketemu lagi sama Senin nih..๐Ÿ˜Š
Sehat dan Semangat teruss ya adik-adik..

So, kita lanjut nih, materi Akhlaknya..
Kita masih ngebahas tentang Meneladani Akhlak Rasulullah SAW..

Dalam diri Nabi SAW terdapat akhlak-akhlak yang mulia sehingga beliau menjadi teladan yang baik bagi ummatnya. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswah hasanah (suri tauladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab : 21)

Akhlak yang mulia menjadi kunci keberhasilan beliau membangun bangsa dari kenistaan ke martabat yang tinggi. Akhlak-akhlak beliau bisa kita ketahui dari banyak referensi, utamanya kitab-kitab syamail (kitab yang membahas tentang sifat, bentuk fisik dan akhlak Nabi), seperti Syamail At-Tirmidzi, Syamail As-Suyuthi dan sebagainya. Membaca kisah Nabi SAW kian lama kian mengasyikkan dan tidak membuat bosan. Semakin kita mengenal Nabi, semakin banyak kita mengenal keistimewaan yang ada padanya. Dengan mengetahui keistimewaan tersebut kita akan bertambah cinta dan ta’at menjalankan sunnah-sunnahnya. Jika sebuah pepatah “tak kenal maka tak sayang” itu menjadi pijakan kita, maka tak salah kalau kita harus membaca biografi beliau secara tuntas hingga akhirnya kita dapat meneladani dan mencintai sunnah-sunnah yang beliau lakukan setiap hari. Bagi seorang muslim, Nabi SAW adalah sumber teladan utama yang patut diikuti. Karena sunnah-sunnahnya mengajari umatnya bagaimana meneguhkan iman dan taqwa, bersabar dalam setiap musibah, bersyukur ketika mendapatkan anugerah, bersikap ridha dan tawakal dalam setiap urusan, bertindak jujur dalam segenap keadaan, serta berjiwa ikhlas dalam beramal.

ยฉ Akhlak Rasulullah SAW.

Para ulama banyak menulis tentang masalah ini. Berikut ini adalah sebagian dari akhlak Nabi SAW :

ยฎ Suka memaafkan dan tidak suka membalas kejelekan orang lain.

Diriwayatkan bahwa waktu perang Uhud, wajah Nabi SAW terluka dan gigi raba’iyah (gigi yang terletak antara gigi seri dan gigi taring)nya patah. Para sahabat merasa berat melihat hal itu. Mereka berkata: “Hendaknya engkau berdoa agar mereka celaka!.” Nabi SAW berkata: “Sesungguhnya aku tidak diutus sebagai orang yang suka melaknat. Aku diutus sebagai juru dakwah dan sebagai rahmat. Wahai Allah, berilah petunjuk kepada kaumku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (Asy-Syifa bii Ta’rifi Huquq Al-Musthafa, Qadhi Iyadh, Juz 1 hal. 105)

Sikap pemaafnya juga tergambar jelas saat berdakwah di Makkah pada awal Islam. Sikap ini perlu ditiru oleh kaum muslimin. Hanya saja, kadang-kadang memberi maaf cukup dilakukan oleh hati tanpa diucapkan dengan kata-kata agar orang yang bersalah tidak mengulangi kesalahannya lagi.

ยฎ Dermawan.

Nabi SAW ketika dimintai sesuatu maka beliau pasti memberi jika ada yang diberikan. Jika tidak ada maka beliau diam. Berdasarkan riwayat ini, orang yang dimintai sesuatu tetapi tidak mungkin memenuhinya maka ia disunnahkan untuk diam agar orang yang meminta tidak malu. Jika orang yang meminta tidak memahami bahasa diamnya, maka ia perlu menegaskan penolakannya dengan kata-kata. (Asy-Syamail Asy-Syarifah, As-Suyuthi, hal 247)

ยฎ Menerima hadiah sekecil apapun dan membalasnya.

Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW menerima hadiah dan membalasnya. Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa Ummu Fadhli mengirim air susu dalam sebuah wadah kepada Nabi SAW saat beliau melakukan wukuf di Arafah, dan beliau meminumnya. (Ithaf As-Sadah Al-Muttaqin, Az-Zabadi, Juz 7 hal. 99)

ยฎ Hidup sederhana dan tidak mau menyusahkan diri sendiri.

Nabi SAW memerah kambing, mengikat dan memberi makan unta, menyapu rumah, membersihkan pakaian, membawa barang belanja dari pasar, makan apa adanya dan berpakaian seadanya. (Madarij As-Su’ud, Nawawi Al-Bantani, hal 54. Ihya ‘Ulumuddin, Al-Ghazali, Juz 3 hal. 366, 372)

ยฎ Bergaul dengan baik

Nabi SAW memenuhi undangan walimah, menjenguk orang sakit, mengiring jenazah, duduk dan makan bersama fakir miskin, menyambung tali kekerabatan, rendah hati dan kadang-kadang bercanda. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa seorang nenek datang kepada Nabi SAW dan berkata: “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkan aku ke dalam surga!.” Nabi SAW berkata: “Hai ibu si Fulan, sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh nenek-nenek!.” Wanita itu pergi sambil menangis. Lalu Nabi SAW berkata kepada para sahabat: “Katakan kepada wanita itu bahwa ia tidak masuk surga dalam keadaan nenek-nenek (karena akan dimudakan umurnya menjadi perawan).” (Ihya ‘Ulumuddin, Al-Ghazali, Juz 3 hal. 356-359. Asy-Syamil, At-Tirmidzi hal. 199)

ยฉ Jangan sampai salah Idola ya adik-adik..

Kemajuan teknologi dan globalisasi yang tidak dibarengi dengan ketakwaan dan ilmu agama yang kuat, akan menimbulkan krisis akhlak dan moral yang berkepanjangan. Banyak remaja muslim yang kurang atau tidak mengenal Nabinya. Di antara akibatnya adalah mereka memilih idola yang tidak semestinya diidolakan. Mengapa demikian? Ada beberapa faktor penyebab di samping faktor di atas, di antaranya:

Mengikuti atau menyesuaikan diri dengan keadaan yang menjadi trend saat itu.Tidak adanya tokoh yang bisa menjadi panutan pada saat itu. Perpecahan kaum muslimin yang berbeda-beda kepentingan.

Adalah sangat disayangkan jika kemudian orang-orang memandang sebelah mata lalu menyalahkan para remaja dan pemuda yang melakukan kesalahan di atas, tanpa melihat latar belakang mereka melakukan kesalahan itu. Banyak pihak yang mungkin dipersalahkan dalam hal ini. Tak ada asap jika tak ada api. Kata yang tepat yang tidak menyinggung perasaan semua pihak dalam masalah ini adalah lepas kontrol. Lepas kontrol terhadap diri sendiri, terhadap anak, terhadap murid dan terhadap lingkungan merupakan penyebab mengapa para remaja begitu mudah terbawa arus, malu mempertahankan sunnah Nabi SAW dan bangga jika telah menyesuaikan diri dengan trend saat itu. Untuk mengatasinya, tak cukup hanya dengan memperbanyak ceramah atau mauidhah. Harus ada pengamalan sunnah Nabi SAW secara nyata oleh berbagai pihak, utamanya orang-orang yang memiliki massa atau pengikut. Dan telah maklum, bahwa seseorang tidak mungkin mengikuti sunnah Nabi SAW secara sempurna, ia hanya diperintahkan untuk melakukan semampunya.

ยฉ Dan pada akhirnya..

Dalam tiap masa dan tiap generasi, selalu ada dua sisi dalam kehidupan: sisi terang yang diperankan oleh aktor protagonis dan sisi gelap yang diperankan oleh aktor antagonis. Pada masa Nabi Dawud AS muncul raja Jalut, pada masa Nabi Musa AS muncul raja Firaun, pada masa Nabi Muhammad SAW muncul Abu Jahal beserta sekutunya di Makkah dan Abdullah bin Ubay beserta sekutunya di Madinah. Begitu juga masa sekarang. Ini telah menjadi sunnatullah. Jadi, hidup adalah pilihan. Jika bisa berperan sebagai aktor protagonis dengan mengamalkan akhlak yang baik, mengapa kita mau memerankan peran antagonis dengan mengamalkan akhlak yang buruk?

Wallaahua’alamu bisshawab.

Pemimpin Buruk dan Penipu

๐Ÿ“† Selasa,  8 Shafar 1438H / 8 November 2016

๐Ÿ“š HADITS DAN FIQIH

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.

Dari โ€˜Auf bin Malik Al Asyjaโ€™i Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

โ€œ  ….. Seburuk-buruknya pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan mereka pun membenci kalian, kalian melaknat mereka, dan mereka pun melaknat kalian …..โ€  (HR. Muslim No. 1855, Ahmad No. 23981, Ad Darimi No. 2839, dll)

Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ูˆูŽุงู„ู ูŠูŽู„ููŠ ุฑูŽุนููŠู‘ูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽุŒ ููŽูŠูŽู…ููˆุชู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุบูŽุงุดู‘ูŒ ู„ูŽู‡ูู…ู’ุŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ

๐Ÿ“ŒTidaklah seseorang yang diberikan amanah untuk memimpin urusan kaum muslimin, lalu dia mati dalam keadaan menipu mereka (kaum muslimin), melainkan Allah haramkan surga baginya. (HR. Al Bukhari No. 7151, Muslim No. 152, dari Maโ€™qil bin Yasar. Ini lafaznya Al Bukhari)

Apa makna โ€œmenipu merekaโ€? Berkata Imam โ€˜Ali Al Qari Rahimahullah:

ุฃูŠ ุฎุงุฆู† ู„ู‡ู…ุŒ ุฃูˆ ุธุงู„ู… ู„ู‡ู…ุŒ ู„ุง ูŠุนุทูŠ ุญู‚ูˆู‚ู‡ู…ุŒ ูˆูŠุฃุฎุฐ ู…ู†ู‡ู… ู…ุง ู„ุง ูŠุฌุจ ุนู„ูŠู‡ู…

๐Ÿ“ŒYaitu mengkhianati mereka (kaum muslimin), atau berbuat zhalim kepada mereka, tidak memberikan hak-hak mereka, dan mengambil dari mereka apa-apa yang tidak wajib atas mereka untuk mengeluarkannya. (Mirqaah Al Mafaatiih, 6/2403. Cet 1, 1422H. Darul Fikr, Beirut)

Wallahu A’lam

SHOLAT JUM’AT

Ustadz Menjawab
Selasa, 08 November 2016
Ustadz Farid Nu’man Hasan
                                           
 Assalamu’alaikum ustadz/ah…sholat jumat itu apakah berlaku utk seluruh muslim (lk&pr)? trus jika laki-laki berhalangan sholat jumat krn sakit atau perjalanan apakah sholat jumat sendiri atau sholat dhuhur?

Jawaban nya
—————

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu โ€˜Ala Rasulillah wa โ€˜Ala Aalihi wa Shahbihi wa Man waalah, wa baโ€™d:

Jazakillah  khairan kepada penanya โ€ฆ semoga Allah Taโ€™ala selalu menaungi antum, keluarga, dan kaum muslimin yang istiqamah dengan hidayah dan rahmatNya.

Pada dasarnya melaksanakan shalat jumโ€™at adalah kewajiban bagi setiap muslim berdasarkan firman Allah swt :

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฅูุฐูŽุง ู†ููˆุฏููŠ ู„ูู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ู…ูู† ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ููŽุงุณู’ุนูŽูˆู’ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฐูŽุฑููˆุง ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุนูŽ ุฐูŽู„ููƒูู…ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุฅูู† ูƒูู†ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumโ€™at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.โ€ (QS. Al Jumuโ€™ah : 9)

ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ ู„ู‚ูˆู… ูŠุชุฎู„ููˆู† ุนู† ุงู„ุฌู…ุนุฉ ู„ู‚ุฏ ู‡ู…ู…ุช ุฃู† ุขู…ุฑ ุฑุฌู„ุงู‹ ูŠุตู„ูŠ ุจุงู„ู†ุงุณ ุซู… ุฃุญุฑู‚ ุนู„ู‰ ุฑุฌุงู„ ูŠุชุฎู„ููˆู† ุนู† ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุจูŠูˆุชู‡ู…. ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ ูˆู…ุณู„ู… ุนู† ุงุจู† ู…ุณุนูˆุฏ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู†ู‡

ูˆุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ูˆุงุจู† ุนู…ุฑ: (ุฃู†ู‡ู…ุง ู…ุง ุณู…ุนุง ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ูŠู‚ูˆู„ ุนู„ู‰ ุฃุนูˆุงุฏ ู…ู†ุจุฑู‡ ู„ูŠู†ุชู‡ูŠู† ุฃู‚ูˆุงู… ุนู† ูˆุฏุนู‡ู… ุงู„ุฌู…ุนุงุช ุฃูˆ ู„ูŠุฎุชู…ู† ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ู‰ ู‚ู„ูˆุจู‡ู… ุซู… ู„ูŠูƒูˆู†ู† ู…ู† ุงู„ุบุงูู„ูŠู†). ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… ูˆุฃุญู…ุฏ ูˆุงู„ู†ุณุงุฆูŠ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุงุจู† ุนู…ุฑ ูˆุงุจู† ุนุจุงุณ.

ูˆุนู† ุฃุจูŠ ุงู„ุฌุนุฏ ุงู„ุถู…ุฑูŠ ูˆู„ู‡ ุตุญุจุฉ: (ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ ู…ู† ุชุฑูƒ ุซู„ุงุซ ุฌู…ุน ุชู‡ุงูˆู†ุงู‹ ุทุจุน ุงู„ู„ู‘ู‡ ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจู‡). ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุฎู…ุณุฉ. ูˆู„ุฃุญู…ุฏ ูˆุงุจู† ู…ุงุฌู‡ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุฌุงุจุฑ ู†ุญูˆู‡ ุฃุฎุฑุฌู‡ ุฃูŠุถุงู‹ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ ูˆุงุจู† ุฎุฒูŠู…ุฉ ูˆุงู„ุญุงูƒู… ุจู„ูุธ (ู…ู† ุชุฑูƒ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุซู„ุงุซุงู‹ ู…ู† ุบูŠุฑ ุถุฑูˆุฑุฉ ุทุจุน ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจู‡) ู‚ุงู„ ุงู„ุฏุงุฑู‚ุทู†ูŠ ุฃู†ู‡ ุฃุตุญ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุฃุจูŠ ุงู„ุฌุนุฏ.

Syarat wajib shalat jumah:
lelaki baligh yang mukim/menetap
Yang tidak wajib:
1. lelaki atau siapapun yang musafir
2. Perempuan
3. anak-anak
4. Budak
5. orang gila
6. Orang sakit.

Ancaman Allah Bagi yang Meninggalkannya
——————
Diriwayatkan dari Ibnu Masโ€™ud bahwa Rasulullah Shalallahu A’laihi wa Salam bersabda tentang orang-orang yang meninggalkan shalat jumโ€™at dengan mengatakan,

โ€Sebenarnya aku berniat memerintahkan seseorang untuk menjadi imam shalat bersama masyarakat dan aku pergi membakar rumah orang-orang yang meninggalkan shalat jumโ€™at itu.โ€
(HR. Muslim dan Ahmad)

Diriwayatkan dari Abu Hurairoh dan Ibnu Umar bahwa keduanya pernah mendengar Rasulullah Shalallahu A’alibi wa Salam bersabda diatas mimbar bersabda,

โ€Hendaklah orang-orang itu menghentikan perbuatan meninggalkan shalat jumโ€™at atau Allah akan mengunci hati mereka kemudian mereka menjadi orang-orang yang lalai.โ€ (HR. Muslim)

Al-Ja’d radhiallahu anhu sesungguhnya Rasulullah Shallllah  A’laihi wa Sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽ ุฌูู…ูŽุนู ุชูŽู‡ูŽุงูˆูู†ู‹ุง ุจูู‡ูŽุง ุทูŽุจูŽุนูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู(ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ ” ุตุญูŠุญ ุงู„ุฌุงู…ุน)

“Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali dengan meremehkannya, maka Allah tutup hatinya.” (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami)

Ibnu Majah, no. 1126 juga meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah radhiallahu anhuma, dia berkata, Rasulullah Shallallah  A’laihi wa Sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุถูŽุฑููˆุฑูŽุฉู ุทูŽุจูŽุนูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู   (ูˆุญุณู†ู‡ ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ ” ุตุญูŠุญ ุงุจู† ู…ุงุฌู‡)

“Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali tanpa kebutuhan darurat, Allah akan tutup hatinya.” (Dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Ibnu Majah)

Al-Munawi rahimahullah berkata, “Yang dimaksud ditutup hatinya adalah Allah tutup dan cegah hatinya dari kasih sayangnya, dan dijadikan padanya kebodohan, kering dan keras, atau menjadikan hatinya seperti hati orang munafik.” (Faidhul Qadir, 6/133)

Dalam sebagian riwayat disebutkan dengan membatasi tiga kali dengan berturut-turut. Dalam musnad Thayalisi dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu  A’laihi wa Sallam bersabda,

ู…ู† ุชุฑูƒ ุซู„ุงุซ ุฌู…ุน ู…ุชูˆุงู„ูŠุงุช ู…ู† ุบูŠุฑ ุนุฐุฑ ุทุจุน ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจู‡

“Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali berturut-turut tanpa uzur, maka Allah akan tutup hatinya.”

Dalam hadits yang lain,

ู…ู† ุชุฑูƒ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ุซู„ุงุซ ู…ุฑุงุช ู…ุชูˆุงู„ูŠุงุช ู…ู† ุบูŠุฑ ุถุฑูˆุฑุฉ ุทุจุน ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจู‡   (ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ ” ุตุญูŠุญ ุงู„ุฌุงู…ุน)

“Siapa yang meninggalkan shalat Jumat sebanyak tiga kali berturut-turut tanpa darurat, maka Allah akan tutup hatinya.” (Dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami)

Tertunda karena Udzur syarโ€™i
———————-
Dari Abdullah bin Fadhaalah, dari Ayahnya, katanya:
Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengajarkan saya, di antara yang pernah dia ajarkan adalah: โ€œJagalah shalat yang lima.โ€ Aku berkata: โ€œSaya memiliki waktu-waktu yang begitu sibuk, perintahkanlah kepada saya dengan suatu perbuatan yang jika saya lakukan perbuatan itu, saya tetap mendapatkan pahala yang cukup.โ€ Beliau bersabda: โ€œJagalah shalat al โ€˜ashrain. โ€œ (HR. Abu Daud No. 428, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 51, 717, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra No. 2188, Ibnu Abi โ€˜Ashim dalam Al Aahad wal Matsaani No. 939, Ath Thabarani dalam Al Muโ€™jam Al Kabir No. 826. Hadits ini dishahihkan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar. (Al Imtaโ€™ Al Arbaโ€™in, Hal. 48), Imam Al Hakim: shahih sesuai syarat Imam Muslim. (Al Mustadrak No. 717), dan disepakati oleh Imam Adz Dzahabi. Syaikh Al Albani juga menshahihkan. (As Silsilah Ash Shahihah No. 1813) )

Dalam riwayat tersebut dijelaskan tentang shalat Al โ€˜Ashrain adalah:

ยซุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุทูู„ููˆุนู ุงู„ุดูŽู‘ู…ู’ุณูุŒ ูˆูŽุตูŽู„ูŽุงุฉูŒ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุบูุฑููˆุจูู‡ูŽุงยป

“Shalat sebelum terbit matahari (Shalat Subuh) dan Shalat sebelum tenggelam matahari (shalat Ashar)”. (Ibid)

Dalam hadits ini nabi mengajarkan kepada sahabatnya untuk menjaga shalat lima waktu, tetapi sahabat itu mengeluh kepada Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, tentang kesulitannya menjaga shalat lima waktu itu, lalu nabi memerintahkan dia untuk menjaga shalat subuh dan ashar. Apa maksudnya? Apakah berarti dia boleh meninggalkan shalat lainnya karena kesibukannya, dan dia cukup shalat subuh dan ashar saja? Bukan itu! Sangat mustahil nabi memerintahkan sahabat itu hanya shalat subuh dan ashar tapi meninggalkan shalat wajib lainnya. Tetapi makna hadits ini mesti diartikan bahwa dia sangat sibuk dan kesulitan untuk menjaga shalat berjamaah, maka dia dianjurkan oleh nabi untuk menjaga shalat berjamaah subuh dan ashar, bukan menjaga shalat subuh dan ashar semata-mata.

Inilah Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah, dia telah menjelaskan hadits ini dengan begitu bagus sebagai berikut:

ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุชู’ู† ุฅูุดู’ูƒูŽุงู„ ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ูŠููˆู‡ู… ุฌูŽูˆูŽุงุฒ ุงู„ูุงู‚ู’ุชูุตูŽุงุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูŠู’ู†ู ูˆูŽูŠูู…ูƒู† ุฃูŽู† ูŠุญู…ู„ ุนู„ู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉ ู„ูŽุง ุนู„ู‰ ุชูŽุฑูƒู‡ูŽุง ุฃุตู„ุง ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู

“Pada redaksi hadits ini nampak ada hal yang membingungkan, karena seakan nabi membolehkan cukup dengan shalat al ashrain (subuh dan ashar), kemungkinan maksud hadits ini adalah tentang meninggalkan shalat berjamaah, bukan meninggalkan shalatnya itu sama sekali. Wallahu Aโ€™lam.” (Al Imtaโ€™ Al Arbaโ€™in, Hal. 48)

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani Rahimahullah menambahkan:

“Rukhshah (keringanan) ini terjadi hanyalah karena kesibukan yang dimiliki orang itu sebagaimana keterangan dalam hadits tersebut. Wallahu Aโ€™lam.” (As Silsilah Ash Shahihah No. 1813)

Demikianlah, kesibukan apa pun yang mendatangkan kesulitan untuk shalat pada awal waktu,  atau tidak sholat jum’at berjamaah. Inilah di antara udzur syarโ€™i itu. Tetapi, ini hanya berlaku bagi kesibukan pada aktifitas yang halal dan bermanfaat bagi kehidupan manusia di dunia dan akhirat, bukan kesibukan karena kesia-siaan apalagi sibuk karena perkara haram dan maksiat.

Jadi, dari keterangan diatas, Khusus buat kasus saudara penanya, tentang kesulitan sholat jumat, bila memungkinkan bisa ditugaskan kepada pegawai wanita ketika jam-shalat jum’at  untuk menjaga . karena wanita tidak wajib shalat jumat. Atau jika ada yang non muslim, mungkin bisa didelegasikan dulu kepada mereka. .

Jika tidak didapatkan pengganti maka dibolehkan baginya untuk tidak melaksanakan shalat jumโ€™at dan menggantinya dengan shalat zhuhur berdasarkan keumuman firman Allah swt :

ููŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุทูŽุนู’ุชูู…ู’

 โ€œMaka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu.โ€ (QS. At Thaghabun : 16)

Wallahu A’lam

WANITA HAID MEMEGANG QUR’AN

Ustadz Menjawab
Senin, 07 November 2016
Ustadz Farid Nu’man Hasan, S.S

Assalamualaikum ukh.. sya ingin bertanya, berwudhu bagi orang haid, mmbaca Al Qur’an+Menyentuh dan membaca hafalan apakah diperbolehkan? Karena banyak pendapat yang mengatakan hal trs dilakukan tidak apa2, ada juga yang berpendapat hal itu dilarang. Mohon penjelasannya ukh. โ˜บ  # A 43

Jawaban:
————
ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡

Dalam pertanyaan diatas, perlu diketahui berhadats besar yaitu hadats yang disucikannya dengan ghusl (mandi), atau istilah lainnya di negeri kita adalah mandi junub, mandi wajib, dan mandi besar. Yang termasuk ini adalah wanita haid, nifas, dan orang junub (baik karena jimaโ€™ atau mimpi basah yang dibarengi syahwat).

Pada bagian ini terjadi khilaf (perselisihan) pendapat di antara ulama Islam, antara yang mengharamkan dan membolehkan.

๐ŸŒฟPara Ulama Yang Mengharamkan dan Alasannya Mereka yang mengharamkan beralasan dengan beberapa dalil berikut:Hadits dari Ali bin Abi ThalibRadhiallahu โ€˜Anhu, katanya:

ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠุญุฌุฒู‡ ุดูŠุก ุนู† ุงู„ู‚ุฑุฃุกุฉ ุฅู„ุง ุงู„ุฌู†ุงุจุฉ            
โ€œBahwasanya tidak ada suatu pun yang menghalanginya dari membaca Al Quran kecuali junub.โ€
(HR. Ibnu Majah No. 594)

Hadits lain dari Ibnu Umar Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ู„ุงุชู‚ุฑุฃ ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆู„ุง ุงู„ุฌู†ุจ ุดูŠุฆุง ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุขู†        

“Janganlah wanita haid dan orang junub membaca sesuatu pun dari Al Quran.โ€ (HR. At Tirmidzi No. 131, Al Baihaqi dalam Sunannya No. 1375, katanya: laisa bi qawwi โ€“ hadits ini tidak kuat. Ad Daruquthni,  Bab Fin Nahyi Lil Junub wal Haa-id โ€˜An Qiraโ€™atil Quran,No. 1)

๐ŸŒฟPara Ulama Yang Membolehkan dan Alasannya Menurut ulama lain, sama sekali tidak ada larangan yang qathโ€™i (pasti) dalam Al Quran dan As Sunnah bagi orang yang berhadats besar untuk membaca Al Quran. Ada pun dalil-dalil yang dikemukakan di atas bukanlah larangan membaca Al Quran, tetapi larangan menyentuh Al Quran. Tentunya, membaca dan menyentuh adalah dua aktifitas yang berbeda. Inilah pendapat yang lebih kuat, dan memang begitulah adanya, menurut mereka bahwa nash-nash yang dibawakan oleh kelompok yang melarang tidaklah relevan. Wallahu Aโ€™lamTetapi, ada yang merinci: wanita  HAID dan  NIFAS adalah  BOLEH, sedangkan  JUNUB adalah TIDAK BOLEH.Syaikh Abdul Aziz bin BazRahimahullah mengatakan โ€“dan ini adalah jawaban beliau yang memuaskan dan sangat bagus:

ู„ุง ุญุฑุฌ ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆุงู„ู†ูุณุงุก ุงู„ุฃุฏุนูŠุฉ ุงู„ู…ูƒุชูˆุจุฉ ููŠ ู…ู†ุงุณูƒ ุงู„ุญุฌ ูˆู„ุง ุจุฃุณ ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุนู„ู‰ ุงู„ุตุญูŠุญ ุฃูŠุถุงู‹ ู„ุฃู†ู‡ ู„ู… ูŠุฑุฏ ู†ุต ุตุญูŠุญ ุตุฑูŠุญ ูŠู…ู†ุน ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆุงู„ู†ูุณุงุก ู…ู† ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุฅู†ู…ุง ูˆุฑุฏ ููŠ ุงู„ุฌู†ุจ ุฎุงุตุฉ ุจุฃู† ู„ุง ูŠู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆู‡ูˆ ุฌู†ุจ ู„ุญุฏูŠุซ ุนู„ู‰ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ูˆุฃุฑุถุงู‡ ุฃู…ุง ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆุงู„ู†ูุณุงุก ููˆุฑุฏ ููŠู‡ู…ุง ุญุฏูŠุซ ุงุจู† ุนู…ุฑ { ู„ุง ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆู„ุง ุงู„ุฌู†ุจ ุดูŠุฆุงู‹ ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุขู† } ูˆู„ูƒู†ู‡ ุถุนูŠู ู„ุฃู† ุงู„ุญุฏูŠุซ ู…ู† ุฑูˆุงูŠุฉ ุงุณู…ุงุนูŠู„ ุจู† ุนูŠุงุด ุนู† ุงู„ุญุฌุงุฒูŠูŠู† ูˆู‡ูˆ ุถุนูŠู ููŠ ุฑูˆุงูŠุชู‡ ุนู†ู‡ู… ุŒ ูˆู„ูƒู†ู‡ุง ุชู‚ุฑุฃ ุจุฏูˆู† ู…ุณ ุงู„ู…ุตุญู ุนู† ุธู‡ุฑ ู‚ู„ุจ ุฃู…ุง ุงู„ุฌู†ุจ ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู„ู‡ ุฃู† ูŠู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ุง ุนู† ุธู‡ุฑ ู‚ู„ุจ ูˆู„ุง ู…ู† ุงู„ู…ุตุญู ุญุชู‰ ูŠุบุชุณู„ ูˆุงู„ูุฑู‚ ุจูŠู†ู‡ู…ุง ุฃู† ุงู„ุฌู†ุจ ูˆู‚ุชู‡ ูŠุณูŠุฑ ูˆููŠ ุฅู…ูƒุงู†ู‡ ุฃู† ูŠุบุชุณู„ ููŠ ุงู„ุญุงู„ ู…ู† ุญูŠู† ูŠูุฑุบ ู…ู† ุงุชูŠุงู†ู‡ ุฃู‡ู„ู‡ ูู…ุฏุชู‡ ู„ุง ุชุทูˆู„ ูˆุงู„ุฃู…ุฑ ููŠ ูŠุฏู‡ ู…ุชู‰ ุดุงุก ุงุบุชุณู„ ูˆุฅู† ุนุฌุฒ ุนู† ุงู„ู…ุงุก ุชูŠู…ู… ูˆุตู„ู‰ ูˆู‚ุฑุฃ ุฃู…ุง ุงู„ุญุงุฆุถ ูˆุงู„ู†ูุณุงุก ูู„ูŠุณ ุจูŠุฏู‡ู…ุง ูˆุฅู†ู…ุง ู‡ูˆ ุจูŠุฏ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ุŒ ูู…ุชู‰ ุทู‡ุฑุช ู…ู† ุญูŠุถู‡ุง ุฃูˆ ู†ูุงุณู‡ุง ุงุบุชุณู„ุช ุŒ ูˆุงู„ุญูŠุถ ูŠุญุชุงุฌ ุฅู„ู‰ ุฃูŠุงู… ูˆุงู„ู†ูุงุณ ูƒุฐู„ูƒ ุŒ ูˆู„ู‡ุฐุง ุฃุจูŠุญ ู„ู‡ู…ุง ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ุฆู„ุง ุชู†ุณูŠุงู†ู‡ ูˆู„ุฆู„ุง ูŠููˆุชู‡ู…ุง ูุถู„ ุงู„ู‚ุฑุฃุกุฉ ูˆุชุนู„ู… ุงู„ุฃุญูƒุงู… ุงู„ุดุฑุนูŠุฉ ู…ู† ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡ ูู…ู† ุจุงุจ ุฃูˆู„ู‰ ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ูƒุชุจ ุงู„ุชูŠ ููŠู‡ุง ุงู„ุฃุฏุนูŠุฉ ุงู„ู…ุฎู„ูˆุทุฉ ู…ู† ุงู„ุฃุญุงุฏูŠุซ ูˆุงู„ุขูŠุงุช ุฅู„ู‰ ุบูŠุฑ ุฐู„ูƒ ู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ุตูˆุงุจ ูˆู‡ูˆ ุฃุตุญ ู‚ูˆู„ู‰ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุฑุญู…ู‡ู… ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุฐู„ูƒ .

โ€œTidak mengapa bagi wanita haid dan nifas membaca doa-doa manasik haji, begitu pula dibolehkan membaca Al Quran menurut pendapat yang benar. Lantaran tidak adanya nash yang shahih dan jelas yang melarang wanita haid dan nifas membaca Al Quran, yang ada hanyalah larangan secara khusus bagi orang yang junub sebagaimana hadits dari Ali โ€“ semoga Allah meridhainya dan dia  ridha padaNya. Sedangkan untuk haid dan nifas, terdapat hadits dari Ibnu Umar: โ€œJanganlah wanita haid dan orang junub membaca apa pun dari Al Quran,โ€ tetapi  hadits ini dhaif (lemah), lantaran hadits yang diriwayatkan oleh Ismail bin โ€˜Iyash dari penduduk Hijaz adalah tergolong hadits  dhaif. Tetapi membacanya dengan tidak menyentuh mushaf bagian isinya. Ada pun orang junub, tidaklah boleh membaca Al Quran, baik dari isinya atau dari mushaf, sampai dia mandi.  Perbedaan antara keduanya adalah, karena sesungguhnya junub itu waktunya sedikit, dia mampu untuk  mandi sejak selesai berhubungan dengan isterinya dan waktunya tidaklah lama, dan urusan ini ada di bawah kendalinya kapan pun dia mau mandi. Jika dia lemah kena air dia bisa tayamum, lalu shalat dan membaca Al Quran. Sedangkan haid dan nifas,  dia tidak bisa mengendalikan waktunya karena keduanya adalah kekuasaan Allah โ€˜Azza wa Jalla, ketika sudah suci dari haid dan nifasnya maka  dia baru mandi. Haid membutuhkan waktu berhari-hari begitu pula nifas, oleh karena itu dibolehkan bagi keduanya untuk membaca Al Quran agar dia tidak lupa terhadapnya, dan tidak luput darinya keutamaan membacanya, dan mengkaji hukum-hukum syariat dari kitabullah. Maka, diantara permasalahan yang lebih utama dia baca adalah buku-buku yang didalamnya terdapat doa-doa dari hadits dan ayat-ayat, dan selainnya. Inilah pendapat yang benar di antara dua pendapat ulama โ€“rahimahumullah-tentang hal ini. (Fatawa Islamiyah,  4/27. Disusun oleh Muhammad bin Abdul Aziz Al Musnid)

๐ŸŒฟBerkata Syaikh Al Albani Rahimahullah:

ูุณู‚ุท ุงู„ุงุณุชุฏู„ุงู„ ุจุงู„ุญุฏูŠุซ ุนู„ู‰ ุงู„ุชุญุฑูŠู… ูˆูˆุฌุจ ุงู„ุฑุฌูˆุน ุฅู„ู‰ ุงู„ุฃุตู„ ูˆู‡ูˆ ุงู„ุฅุจุงุญุฉ ูˆู‡ูˆ ู…ุฐู‡ุจ ุฏุงูˆุฏ ูˆุฃุตุญุงุจู‡ ูˆุงุญุชุฌ ู„ู‡ ุงุจู† ุญุฒู… ( 1 / 77 – 80 ) ูˆุฑูˆุงู‡ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ูˆุณุนูŠุฏ ุจู† ุงู„ู…ุณูŠุจ ูˆุณุนูŠุฏ ุจู† ุฌุจูŠุฑ ูˆุฅุณู†ุงุฏู‡ ุนู† ู‡ุฐุง ุฌูŠุฏ ุฑูˆุงู‡ ุนู†ู‡ ุญู…ุงุฏ ุจู† ุฃุจูŠ ุณู„ูŠู…ุงู† ู‚ุงู„ : ุณุฃู„ุช ุณุนูŠุฏ ุจู† ุฌุจูŠุฑ ุนู† ุงู„ุฌู†ุจ ูŠู‚ุฑุฃ ุŸ ูู„ู… ูŠุฑุจู‡ ุจุฃุณุง ูˆู‚ุงู„ : ุฃู„ูŠุณ ููŠ ุฌูˆูู‡ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุŸ

โ€œMaka gugurlah pendalilan dengan hadits tersebut tentang keharamannya, dan wajib kembali kepada hukum asal, yakni boleh. Inilah madzhab Daud dan sahabat-sahabatnya, Ibnu Hazm berhujah dengannya (1/77-80). Ini juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Said bin Al Musayyib, Said bin Jubeir, dan sanadnya tentang ini jayyid (baik). Telah diriwayatkan dari Hammad bin Abi Sulaiman, dia berkata: โ€œAku bertanya kepada Said bin Jubeir tentang orang junub yang membaca Al Quran, dia memandangnya tidak apa-apa, dan berkata; โ€œBukankah Al Quran juga berada di rongga  hatinya?โ€ (Tamamul Minnah, Hal. 117)

๐ŸŒฟBegitu pula Syaikh Muhammad bin Shalih Al โ€˜Utsaimin Rahimahullah, dia berkata:

ูŠุฌูˆุฒ ู„ู„ุญุงุฆุถ ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ู„ุญุงุฌุฉุŒ ู…ุซู„ ุฃู† ุชูƒูˆู† ู…ุนู„ู…ุฉุŒ ูุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ู„ุชุนู„ูŠู…ุŒ ุฃูˆ ุชูƒูˆู† ุทุงู„ุจุฉ ูุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ู„ุชุนู„ู…ุŒ ุฃูˆ ุชูƒูˆู† ุชุนู„ู… ุฃูˆู„ุงุฏู‡ุง ุงู„ุตุบุงุฑ ุฃูˆ ุงู„ูƒุจุงุฑุŒ ูุชุฑุฏ ุนู„ูŠู‡ู… ูˆุชู‚ุฑุฃ ุงู„ุขูŠุฉ ู‚ุจู„ู‡ู…. ุงู„ู…ู‡ู… ุฅุฐุง ุฏุนุช ุงู„ุญุงุฌุฉ ุฅู„ู‰ ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ู„ู…ุฑุฃุฉ ุงู„ุญุงุฆุถุŒ ูุฅู†ู‡ ูŠุฌูˆุฒ ูˆู„ุง ุญุฑุฌ ุนู„ูŠู‡ุงุŒ ูˆูƒุฐู„ูƒ ู„ูˆ ูƒุงู†ุช ุชุฎุดู‰ ุฃู† ุชู†ุณุงู‡ ูุตุงุฑุช ุชู‚ุฑุคู‡ ุชุฐูƒุฑุงู‹ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ุญุฑุฌ ุนู„ูŠู‡ุง ูˆู„ูˆ ูƒุงู†ุช ุญุงุฆุถุงู‹ุŒ ุนู„ู‰ ุฃู† ุจุนุถ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ู‚ุงู„: ุฅู†ู‡ ูŠุฌูˆุฒ ู„ู„ู…ุฑุฃุฉ ุงู„ุญุงุฆุถ ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู…ุทู„ู‚ุงู‹ ุจู„ุง ุญุงุฌุฉ.ูˆู‚ุงู„ ุขุฎุฑูˆู†: ุฅู†ู‡ ูŠุญุฑู… ุนู„ูŠู‡ุง ุฃู† ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ู„ุญุงุฌุฉ.ูุงู„ุฃู‚ูˆุงู„ ุซู„ุงุซุฉ ูˆุงู„ุฐูŠ ูŠู†ุจุบูŠ ุฃู† ูŠู‚ุงู„ ู‡ูˆ: ุฃู†ู‡ ุฅุฐุง ุงุญุชุงุฌุช ุฅู„ู‰ ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู„ุชุนู„ูŠู…ู‡ ุฃูˆ ุชุนู„ู…ู‡ ุฃูˆ ุฎูˆู ู†ุณูŠุงู†ู‡ุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ุญุฑุฌ ุนู„ูŠู‡ุง.

โ€œDibolehkan bagi wanita haid untuk membaca Al Quran jika ada keperluan, misal jika dia seorang guru, dia membaca Al Quran untuk pengajaran, atau dia seorang pelajar dia membacanya untuk belajar, atau untuk mengajar anak-anaknya yang masih kecil atau besar, dia menyampaikan dan membacakan ayat di depan mereka. Yang penting adalah jika ada kebutuhan bagi wanita untuk  membaca Al Quran, maka itu boleh dan tidak mengapa. Begitu pula jika dia khawatir lupa maka membacanya merupakan upaya untuk mengingatkan, maka itu tidak mengapa walau pun dia haid. Sebagian ulama mengatakan: sesungguhnya boleh bagi wanita haid membaca Al Quran secara mutlak walau tanpa kebutuhan.              

Jadi, tentang โ€œOrang Berhadats Besar Membaca Al Quranโ€ bisa kita simpulkan:

๐Ÿ€ Haram secara mutlak, baik itu Haid, Nifas, dan Junub. Inilah pandangan mayoritas ulama, sejak zaman sahabat seperti Umar, Ali, Jabir,  hingga tabiโ€™in seperti Az Zuhri, Al Hasan, An Nakhaโ€™i , Qatadah, dan generasi berikutnya, seperti Sufyan Ats Tsauri, Ibnul Mubarak, Ahmad bin Hambal, Asy Syafiโ€™i, dan Ishaq.

๐Ÿ€ Haid dan Nifas adalah boleh, sedangkan junub tidak boleh. Ini pendapat Al Qadhi โ€˜Iyadh dan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz.

๐Ÿ€ Boleh jika ada kebutuhan seperti untuk mengajar, belajar, atau untuk menjaga hapalan. Ini pendapat Imam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Ibnu Al โ€˜Utsaimin.

๐Ÿ€Boleh secara mutlak, baik untuk Haid, Nifas, dan Junub.  Ini pendapat Ibnu Abbas, Said bin Al Musayyib, Said bin Jubeir, Bukhari, Thabarani, Daud,  Ibnu Hazm, Ibnul Mundzir, Asy Syaukani, dan lainnya. Selesai.

Wallahu a’lam.

Mulianya Pemimpin Yang Adil

๐Ÿ“† Senin,  7 Shafar 1438H / 7 November 2016

๐Ÿ“š *HADITS DAN FIQIH*

๐Ÿ“ Pemateri: *Ustadz Farid Nu’man Hasan.S.S.*

Siapakah Pemimpin yang adil itu? Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah menjelaskan tentang pemimpin yang adil:

ูˆุฃุญุณู† ู…ุง ูุณุฑ ุจู‡ ุงู„ุนุงุฏู„ ุฃู†ู‡ ุงู„ุฐูŠ ูŠุชุจุน ุฃู…ุฑ ุงู„ู„ู‡ ุจูˆุถุน ูƒู„ ุดูŠุก ููŠ ู…ูˆุถุนู‡ ู…ู† ุบูŠุฑ ุฅูุฑุงุท ูˆู„ุง ุชูุฑูŠุท

๐Ÿ“ŒTafsir terbaik tentang pemimpin yang adil adalah orang yang mengikuti perintah Allah dengan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya tanpa berlebihan dan menguranginya. (Fathul Bari, 2/145, 1379H. Darul Maโ€™rifah Beirut)

Jadi, syarat utama pemimpin adil (Al Imam Al โ€˜Aadil) adalah mengikuti perintah Allah ๏ทป, dan perintah Allah ๏ทป yang paling utama adalah iman kepadaNya, mentauhidkanNya, bukan kufur kepadaNya, dan menyembah selainNya, apalagi menista wahyuNya. Di sisi ini, maka pemimpin kafir itu tidak mungkin adil, justru Allah ๏ทป menyebut mereka sebagai orang-orang zalim, sebagaimana Allah ๏ทป berfirman:

ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููˆู†ูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููˆู†ูŽ

๐Ÿ“ŒDan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al Baqarah: 254)

๐Ÿ“š *Islam Memuliakan Mereka*

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŒ ูŠูุธูู„ู‘ูู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุธูู„ู‘ูู‡ูุŒ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู„ุงูŽ ุธูู„ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุธูู„ู‘ูู‡ู:ุงู„ุฅูู…ูŽุงู…ู ุงู„ุนูŽุงุฏูู„ู ….

๐Ÿ“ŒAda tujuh manusia yang akan Allah naungi dalam naunganNya di hari yang tidak ada naungan selain naunganNya, yaitu: pemimpin yang adil … (HR. Muttafaq ‘Alaih)

 Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŒ ู„ูŽุง ุชูุฑูŽุฏู‘ู ุฏูŽุนู’ูˆูŽุชูู‡ูู…ู’: ุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุนูŽุงุฏูู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽุงุฆูู…ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠููู’ุทูุฑูŽุŒ ูˆูŽุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุธู’ู„ููˆู…ู

๐Ÿ“ŒAda tiga manusia yang doanya tidak ditolak, yaitu pemimpin yang adil, orang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang teraniaya. (HR. Ahmad No. 8043. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: shahih. Ta’liq Musnad Ahmad No. 8043)

๐Ÿ”‘Oleh karena itu, di antara ajaran para salafus shalih adalah mendoakan para pemimpin agar tetap on the track, yaitu hidayah Allah, kebaikan, dan memimpin dengan keadilan. Dan,  sumber keadilan yang tertinggi itu adalah Al Quran dan As Sunnah.

Oleh karena itu,  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah menjelaskan dengan begitu apik:

ูŠุฌุจ ุฃู† ูŠุนุฑู ุฃู† ูˆู„ุงูŠุฉ ุฃู…ุฑ ุงู„ู†ุงุณ ู…ู† ุฃุนุธู… ูˆุงุฌุจุงุช ุงู„ุฏูŠู† ุจู„ ู„ุง ู‚ูŠุงู… ู„ู„ุฏูŠู† ูˆู„ุง ู„ู„ุฏู†ูŠุง ุฅู„ุง ุจู‡ุง . ูุฅู† ุจู†ูŠ ุขุฏู… ู„ุง ุชุชู… ู…ุตู„ุญุชู‡ู… ุฅู„ุง ุจุงู„ุงุฌุชู…ุงุน ู„ุญุงุฌุฉ ุจุนุถู‡ู… ุฅู„ู‰ ุจุนุถ ุŒ ูˆู„ุง ุจุฏ ู„ู‡ู… ุนู†ุฏ ุงู„ุงุฌุชู…ุงุน ู…ู† ุฑุฃุณ ุญุชู‰ ู‚ุงู„ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ยซ ุฅุฐุง ุฎุฑุฌ ุซู„ุงุซุฉ ููŠ ุณูุฑ ูู„ูŠุคู…ู‘ุฑูˆุง ุฃุญุฏู‡ู… ยป . ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ุŒ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุฃุจูŠ ุณุนูŠุฏ ุŒ ูˆุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ .
ูˆุฑูˆู‰ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุญู…ุฏ ููŠ ุงู„ู…ุณู†ุฏ ุนู† ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุจู† ุนู…ุฑูˆ ุŒ ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ : ยซ ู„ุง ูŠุญู„ ู„ุซู„ุงุซุฉ ูŠูƒูˆู†ูˆู† ุจูู„ุงุฉ ู…ู† ุงู„ุฃุฑุถ ุฅู„ุง ุฃู…ุฑูˆุง ุนู„ูŠู‡ู… ุฃุญุฏู‡ู… ยป . ูุฃูˆุฌุจ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุชุฃู…ูŠุฑ ุงู„ูˆุงุญุฏ ููŠ ุงู„ุงุฌุชู…ุงุน ุงู„ู‚ู„ูŠู„ ุงู„ุนุงุฑุถ ููŠ ุงู„ุณูุฑ ุŒ ุชู†ุจูŠู‡ุง ุจุฐู„ูƒ ุนู„ู‰ ุณุงุฆุฑ ุฃู†ูˆุงุน ุงู„ุงุฌุชู…ุงุน . ูˆู„ุฃู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃูˆุฌุจ ุงู„ุฃู…ุฑ ุจุงู„ู…ุนุฑูˆู ูˆุงู„ู†ู‡ูŠ ุนู† ุงู„ู…ู†ูƒุฑ ุŒ ูˆู„ุง ูŠุชู… ุฐู„ูƒ ุฅู„ุง ุจู‚ูˆุฉ ูˆุฅู…ุงุฑุฉ . ูˆูƒุฐู„ูƒ ุณุงุฆุฑ ู…ุง ุฃูˆุฌุจู‡ ู…ู† ุงู„ุฌู‡ุงุฏ ูˆุงู„ุนุฏู„ ูˆุฅู‚ุงู…ุฉ ุงู„ุญุฌ ูˆุงู„ุฌู…ุน ูˆุงู„ุฃุนูŠุงุฏ ูˆู†ุตุฑ ุงู„ู…ุธู„ูˆู… . ูˆุฅู‚ุงู…ุฉ ุงู„ุญุฏูˆุฏ ู„ุง ุชุชู… ุฅู„ุง ุจุงู„ู‚ูˆุฉ ูˆุงู„ุฅู…ุงุฑุฉ ุ› ูˆู„ู‡ุฐุง ุฑูˆูŠ : ยซ ุฅู† ุงู„ุณู„ุทุงู† ุธู„ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุงู„ุฃุฑุถ ยป ูˆูŠู‚ุงู„ ” ุณุชูˆู† ุณู†ุฉ ู…ู† ุฅู…ุงู… ุฌุงุฆุฑ ุฃุตู„ุญ ู…ู† ู„ูŠู„ุฉ ูˆุงุญุฏุฉ ุจู„ุง ุณู„ุทุงู† ” . ูˆุงู„ุชุฌุฑุจุฉ ุชุจูŠู† ุฐู„ูƒ . ูˆู„ู‡ุฐุง ูƒุงู† ุงู„ุณู„ู – ูƒุงู„ูุถูŠู„ ุจู† ุนูŠุงุถ ูˆุฃุญู…ุฏ ุจู† ุญู†ุจู„ ูˆุบูŠุฑู‡ู…ุง- ูŠู‚ูˆู„ูˆู† : ู„ูˆ ูƒุงู† ู„ู†ุง ุฏุนูˆุฉ ู…ุฌุงุจุฉ ู„ุฏุนูˆู†ุง ุจู‡ุง ู„ู„ุณู„ุทุงู†

  ๐Ÿ“Œ          โ€œWajib diketahui, bahwa kekuasaan kepemimpinan yang mengurus urusan manusia termasuk kewajiban agama yang paling besar, bahkan agama dan dunia tidaklah tegak kecuali dengannya. Segala kemaslahatan manusia tidaklah sempurna kecuali dengan memadukan antara keduanya (agama dan kekuasaan),  di mana satu sama lain saling menguatkan. Dalam perkumpulan seperti inilah diwajibkan adanya kepemimpinan, sampai-sampai Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam mengatakan: โ€œJika tiga orang keluar bepergian maka hendaknya salah seorang mereka menjadi pemimpinnya.โ€ Diriwayatkan Abu Daud dari Abu Said dan Abu Hurairah.  

            Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya dari Abdullah bin Amru, bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda: โ€œTidak halal bagi tiga orang yang berada di sebuah tempat di muka bumi ini melainkan mereka menunjuk seorang pemimpin di antara mereka.โ€

Rasulullah mewajibkan seseorang memimpin sebuah perkumpulan kecil dalam perjalanan, demikian itu menunjukkan juga berlaku atas  berbagai perkumpulan lainnya. Karena Allah Taโ€™ala memerintahkan amar maโ€™ruf dan nahi munkar, dan yang demikian itu tidaklah sempurna melainkan dengan kekuatan dan kepemimpinan.

Demikian juga kewajiban Allah lainnya seperti jihad, menegakkan keadilan, haji, shalat Jumat hari raya, menolong orang tertindas, dan menegakkan hudud. Semua ini tidaklah sempurna kecuali dengan kekuatan dan imarah (kepemimpinan). Oleh karena itu diriwayatkan: โ€œSesungguhnya sultan adalah naungan Allah di muka bumi.โ€

 Juga dikatakan: โ€œEnam puluh tahun bersama pemimpin zalim masih lebih baik disbanding semalam saja tanpa pemimpin.โ€ Pengalaman membuktikan hal itu. Oleh karena itu, para salaf โ€“ seperti Al Fudhail bin โ€˜Iyadh dan Ahmad bin Hambal serta yang lain- mengatakan: โ€œSeandainya kami memiliki doa yang mustajab, niscaya akan kami doakan pemimpin.โ€ (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, As Siyasah Asy Syarโ€™iyyah, Hal. 169. Mawqiโ€™ Al Islam)

Wallahu A’lam

Update Donasi Multimedia Manis (5/11)

No. 007/INFO/MII/X/2016
Tanggal: 20 Oktober 2016
Perihal : *DONASI MULTIMEDIA MANIS*
Tujuan : Semua Member MANIS & Umum

##################

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
 ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡

Setelah 1 tahun lebih berdakwah online lewat media sosial WA, Telegram, FB, Twitter, Instagram, Website dan Aplikasi Android,
*YAYASAN MANIS* berencana mengembangkan dakwah di bidang *AUDIO VISUAL.*

Pengurus Manis berencana *memproduksi video kajian Islam* oleh asatidz Manis dengan kualitas bagus.
Video kajian ini, disamping akan menjadi *alternatif materi kajian rutin Manis* juga bisa dinikmati ummat Islam lainnya.

*Tim Multimedia Manis* telah terbentuk dan saat ini membutuhkan dana untuk pengadaan *1 set lengkap peralatan video recording*,
dengan rincian sbb:

1. Camcorder Sony NX3
 – Est. harga: Rp 34.500.000
– Baterai cadangan 1 unit Rp. 700.000

2. Microphone Sennheiser EW 112 PG3 – Est. harga: Rp 6.750.000

3. Audio Recorder Zoom H4N – Est harga : Rp 3.100.000

4. Memory Camera, Kelas 10 – Est. harga: Rp 500.000

5. Tripod Video, excel-VT700 – Est. harga: Rp 1.500.000

6. Lighting 528led h520 2 unit  – Est. harga: @Rp 1.500.000 = Rp. 3.000.000

7. Stand Lighting 2 unit @Rp.280.000= Rp 560.000

8. Batery lighting 3 buah @Rp 400.000 – Est harga: Rp 1.200.000

9. Laptop Lenovo core i7 – Est harga: Rp 15.000.000

10. Dry box (tool box) – Est harga: Rp 600.000

11. Modem + mouse + external hard disc – Est harga: Rp 1.500.000

12. Biaya operational   – Est biaya 1 tahun : Rp 6.000.000

*_Total kebutuhan biaya_*:  *_Rp. 75.910.000_*

๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น

*UPDATE  5 Nop 2016  DONASI TERKUMPUL*

*1. Uang Tunai*
*_Rp. 5.670.000_*

*2. Barang*
  – Satu unit PC video editing.
  – Satu unit Camcorder Sony NX3 baru

๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น๐Ÿ”น

Kami masih mengharapkan bantuan sahabat member Manis untuk ikut beramal jariyah menyebarkan ajaran Islam lewat audio visual ini.

Donasi dapat di kirimkan melalui :
๐Ÿง *No Rek. a/n Nur* *Rahmawati : BSM norek : 700-943-3176*

_Mohon tambahkan Rp…03 di setiap transfer sebagai pembeda._
*Contoh Rp. 100.003* _(seratus ribu tiga rupiah)_

๐Ÿ“ฑ *KONFIRMASI TRANSFER* : Andy Abidin WA +62822 9074 6588

โฐ *Donasi akan kami Tutup pada tanggal 15 Nopember 2016*

๏ปญูŽ ๏บ๏ปŸ๏บดูŽู‘๏ปผูŽ๏ปกู ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปดู’๏ปœู๏ปขู’ ๏ปญูŽ๏บญูŽ๏บฃู’๏ปคูŽ๏บ”ู ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปชู ๏ปญูŽ๏บ‘ูŽ๏บฎูŽ๏ป›ูŽ๏บŽ๏บ—ู๏ปชู

-Pengurus MANIS-

Shalat Muslimah di Rumah Lebih Utama Di Masjid Boleh

Ustadz Menjawab
Ahad, 06 November 2016
Ustadz Farid Nu’man

Assalamu’alaikum Ustad.. sholat di masjid diutamakan untuk laki2 kah? Saya pernah baca klo sebaik2 tempat wanita adalah sholat dirumah. Mhn maaf klo salah. Terimakasih.

Jawaban:
————

ูˆ ุนู„ูŠูƒู…  ุงู„ุณู„ุงู…  ูˆ  ุฑุญู…ุฉ  ุงู„ู„ู‡  ูˆ  ุจุฑูƒุงุชู‡
Bismillah wal Hamdulillah ..

Berjamaah di masjid penekananya buat kaum laki-laki. Tapi, muslimah tidak terlarang ke masjid.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

ู„ูŽุง ุชูŽู…ู’ู†ูŽุนููˆุง ุฅูู…ูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู

“Janganlah kalian melarang hamba-hamba Allah yang wanita terhadap masjid-masjid Allah.”
(HR. Al Bukhari No. 900, dari Ibnu Umar)

Dalam hadits lain:

ูˆุฎูŠุฑ ุตููˆู ุงู„ู†ุณุงุก ุขุฎุฑู‡ุง ูˆุดุฑู‡ุง ุฃูˆู„ู‡ุง

“Sebaik-baiknya shaf bagi wnaita adalah yang paling belakang dan yang terburuk adalah yang paling depan.”
(HR. Muslim No. 440, dari Abu Hurairah)

Maka, dua hadits ini menunjukkan bahwa wanita dibolehkan shalat di masjid. Selama tetap menjaga adab-adab Islam.

Tetapi, memang lebih utama di rumah, hal ini  berlaku baik shalat wajib dan shalat sunnah, baik gadis atau yang sudah menikah.

Hal ini berdasarkan pada hadits berikut:

ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ููู‰ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุง ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ูŽุง ููู‰ ุญูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ูŽุง ูˆูŽุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ูŽุง ููู‰ ู…ูŽุฎู’ุฏูŽุนูู‡ูŽุง ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ูŽุง ููู‰ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุง

โ€œShalatnya wanita di rumahnya lebih utama  daripada shalatnya di  kamar rumahnya, dan shalat seorang wanita di ruang kecil khusus untuknya lebih utama baginya daripada di ruangan lain di rumahnyaโ€
(HR. Abu Dawud 570. Al Hakim, No. 757, katanya: shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim)

Tetapi, jika sedang di Mekkah maka shalat di Masjidil Haram lebih utama di banding di rumahnya.

Abdullah bin Masโ€™ud berkata:

ู…ูŽุง ู„ูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ูŽุงุชูู‡ูŽุง ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุงุŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู

“Tidak ada yang lebih utama bagi shalat wanita  dibanding di rumahnya, kecuali di masjidil haram.”
(Akhbar Makkah Lil Fakihi, 1204)

Wallahu Aโ€™lam

Konsekwensi Kepemimpinan

Ahad, 6 Shafar 1438H / 6 Nopember 2016

MUAMALAH

Pemateri: Ustadz Rikza Maulan, Lc. M.Ag

A. Hadits:

ุนู† ู…ูŽุนู’ู‚ูู„ ุจู’ู†ูŽ ูŠูŽุณูŽุงุฑู ุณูŽู…ูุนู’ุชูู ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠู‚ูˆู„ ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ูˆูŽุงู„ู ูŠูŽู„ููŠ ุฑูŽุนููŠู‘ูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ููŽูŠูŽู…ููˆุชู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุบูŽุงุดู‘ูŒ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)

Dari Ma’qil bin Yasar ra berkata, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda; “Tidaklah seorang pemimpin yang memimpin masyarakat kaum muslimin, kemudian dia meninggal dunia dalam keadaan menipu berbuat curang kepada mereka, melainkan Allah akan haramkan baginya surga.’ (HR. Bukhari)

B. Hikmah Hadits:

1. Peringatan keras Nabi Saw terhadap mereka yang memegeng tumpuk kepemimpinan, bahwa mereka memiliki konsekwensi jabatan yang demikian beratnya.

Dimana bila tidak amanah dalam memimpin kaum muslimin, tidak mengembalikan hak-hak mereka yang terdzalimi, dan justru berbuat curang terhadap mereka, maka Allah Swt akan haramkan surga bagi mereka, na’udzubillahi min dzalik.

2. Peringatan keras ini dimaksudkan, agar setiap pemimpin tidak terlena dengan jabatannya, bahkan justru semakin amanah dan takut pada Allah dalam menjalankan roda amanah kepemimpinannya.

Dalam sejarah perjalanan umat Islam, muncul banyak contoh kepemimpinan yang patut dijadikan teladan, salah satunya adalah Umar bin Abdul Aziz (w. 101 H).

Sejarah mencatat kesolehan pribadi beliau dalam memimpin; selalu menangis di setiap malam karena takut kepada Allah atas jabatan yang diembannya, sangat hati-hati pada yang halal dan haram dalam kesehariannya, sederhana dalam kehidupannya, perhatian yang sangat tinggi pada kepentingan dan hajat masyarakatnya, serta juga sangat profesional dalam kepemimpinannya.

3. Suatu ketika, beliau (Umar bin Abdul Aziz) memimpin rapat bersama para mentri dan gubernurnya. Lalu, di tengah-tengah rapat ada seorang gubernur yang bertanya perihal keadaan beliau dan keluarganya, apakah semua sehat-sehat  dan baik-baik saja?

Mendengar pertanyaan itu, beliau bangkit dari tempat duduknya dan mematikan lantera yang menerangi ruang rapat tersebut.

Ketika suasana gelap, dan semua bingung dengan kondisi gelap tsb, beliau berkata, ‘Kita rapat di sini adalah untuk membicarakan urusan kaum muslimin. Oleh karena itulah kita menggunakan fasilitas ruangan ini.

Maka ketika ada salah seorang dari kalian bertanya tentang diriku dan keluargaku, tentu aku matikan lampu itu. Karena tidak berhak bagi Umar bin Abdul Aziz, menggunakan fasilitas milik kaum muslimin untuk kepentingan diri dan keluarganya…

Wallahu A’lam

Tafsir QS. Al-Hujurat Ayat 9-10 (Bagian 1)

Sabtu, 04 Syafar1438 H/05 November 2016

Al-Qur’an

Ustadzah Noorahmat

============================

Assalamu’alaikum adik-adik.
Bagaimana khabarnya? Semoga Allah Azza wa Jalla mengkaruniai istiqamah dalam Iman Islam.

Kali ini coba kita bahas ayat yang dilantunkan (tasmi’) oleh Syaikh Ali Jabeer dari atas mobil komando aksi 4 November kemarin di waktu maghrib. Beliau melantunkan ayat-ayat dari QS. Al-Hujuraat dengan penuh penghayatan hingga membuat tidak sedikit peserta aksi damai meneteskan air mata kerinduan kepada Rabb Semesta Alam.

ูˆูŽุฅูู†ู’ ุทูŽุงุฆูููŽุชูŽุงู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุงู‚ู’ุชูŽุชูŽู„ููˆุง ููŽุฃูŽุตู’ู„ูุญููˆุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ููŽุฅูู†ู’ ุจูŽุบูŽุชู’ ุฅูุญู’ุฏูŽุงู‡ูู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฃุฎู’ุฑูŽู‰ ููŽู‚ูŽุงุชูู„ููˆุง ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุชูŽุจู’ุบููŠ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽูููŠุกูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู…ู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ููŽุงุกูŽุชู’ ููŽุฃูŽุตู’ู„ูุญููˆุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ุจูุงู„ู’ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุฃูŽู‚ู’ุณูุทููˆุง ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ู…ูู‚ู’ุณูุทููŠู†ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุฅูุฎู’ูˆูŽุฉูŒ ููŽุฃูŽุตู’ู„ูุญููˆุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูŽุฎูŽูˆูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูุฑู’ุญูŽู…ููˆู†ูŽ

“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain, maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali(kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.”

Adik-adik, Allah Azza wa Jalla memerintahkan kaum mukmin agar mendamaikan di antara dua golongan yang berperang satu sama lainnya:

ูˆูŽุฅูู†ู’ ุทูŽุงุฆูููŽุชูŽุงู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุงู‚ู’ุชูŽุชูŽู„ููˆุง ููŽุฃูŽุตู’ู„ูุญููˆุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง

“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya.” (QS. Al-Hujurat: 9)

Allah Ta’ala menyebutkan mereka sebagai orang-orang mukmin, padahal mereka berperang satu sama lainnya. Berdasarkan ayat ini Imam Bukhari dan lain-lainnya menyimpulkan bahwa maksiat itu tidak mengeluarkan orang yang bersangkutan dari keimanannya, betapapun besarnya maksiat itu. Tidak seperti yang dikatakan oleh golongan Khawarij dan para pengikutnya dari kalangan Mu’tazilah dan lain-lainnya yang mengatakan bahwa pelaku dosa besar dimasukkan ke dalam neraka untuk selama-lamanya).

Hal serupa juga disebutkan di dalam kitab Sahih Bukhari. Dimana Rasulullah SAW pernah bersabda:

“ุงู†ู’ุตูุฑู’ ุฃูŽุฎูŽุงูƒูŽ ุธูŽุงู„ูู…ู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽุธู’ู„ููˆู…ู‹ุง”. ู‚ูู„ู’ุชู: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ู‡ูŽุฐูŽุง ู†ูŽุตูŽุฑู’ุชูู‡ู ู…ูŽุธู’ู„ููˆู…ู‹ุง ููŽูƒูŽูŠู’ููŽ ุฃูŽู†ู’ุตูุฑูู‡ู ุธูŽุงู„ูู…ู‹ุงุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: “ุชูŽู…ู’ู†ูŽุนูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูู„ู’ู…ูŽุŒ ููŽุฐูŽุงูƒูŽ ู†ูŽุตู’ุฑููƒูŽ ุฅููŠู‘ูŽุงู‡ู”

“Tolonglah saudaramu, baik dalam keadaan aniaya atau teraniaya. Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, kalau dia teraniaya, aku pasti menolongnya. Tetapi bagaimana aku menolongnya jika dia aniaya?” Rasulullah SAW menjawab: Engkau cegah dia dari perbuatan aniaya, itulah cara engkau menolongnya.”

Anas r.a. pernah berkata bahwa pernah dikatakan kepada Nabi Saw., “Sebaiknya engkau datang kepada Abdullah bin Ubay bin Salut (pemimpin kaum munafik).” Maka Rasulullah SAW. berangkat menuju ke tempatnya dan menaiki keledainya, sedangkan orang-orang muslim berjalan kaki mengiringinya. Jalan yang mereka tempuh adalah tanah yang terjal. Setelah Nabi Saw. sampai di tempatnya, maka ia (Abdullah ibnu Ubay) berkata, “Menjauhlah kamu dariku. Demi Allah, bau keledaimu menggangguku.” Maka seorang lelaki dari kalangan Ansar berkata, “Demi Allah, sesungguhnya bau keledai Rasulullah SAW lebih harum ketimbang baumu.” Maka sebagian kaum Abdullah ibnu Ubay marah, membela pemimpin mereka; masing-masing dari kedua belah pihak mempunyai pendukungnya. Kemudian tersebutlah di antara mereka terjadi perkelahian dengan memakai pelepah kurma, pukulan tangan, dan terompah. Maka menurut berita yang sampai kepada kami, diturunkanlah ayat berikut berkenaan dengan mereka, yaitu firman Allah SWT : “Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya.”

Adik-adik pernah mendengar perseteruan antara Kabilah Aus dan Khazraj? Sa’id ibnu Jubair r.a menceritakan bahwa orang-orang Aus dan orang-orang Khazraj terlibat dalam suatu perkelahian memakai pelepah kurma dan terompah, maka Allah Ta’ala. menurunkan ayat ini dan memerintahkan kepada Nabi SAW. untuk mendamaikan kedua belah pihak.

As-Saddi menyebutkan bahwa dahulu seorang lelaki dari kalangan Ansar yang dikenal dengan nama Imran mempunyai istri yang dikenal dengan nama Ummu Zaid. Istrinya itu bermaksud mengunjungi orang tuanya, tetapi suaminya melarang dan menyekap istrinya itu di kamar atas dan tidak boleh ada seorang pun dari keluarga istri menjenguknya. Akhirnya si istri menyuruh seorang suruhannya untuk menemui orang tuanya. Maka, kaum si istri datang dan menurunkannya dari kamar atas dengan maksud akan membawanya pergi. Sedangkan suaminya mengetahui hal itu, lalu ia keluar dan meminta bantuan kepada keluarganya. Akhirnya datanglah saudara-saudara sepupunya untuk menghalang-halangi keluarga si istri agar tidak di bawa oleh kaumnya. Maka, terjadilah perkelahian yang cukup seru di antara kedua belah pihak dengan terompah (sebagai senjatanya), maka turunlah ayat ini berkenaan dengan mereka. Lalu, Rasulullah SAW mengirimkan utusannya kepada mereka dan mendamaikan mereka, akhirnya kedua belah pihak kembali kepada perintah Allah Azza wa Jalla.

Firman Allah SWT :

ููŽุฅูู†ู’ ููŽุงุกูŽุชู’ ููŽุฃูŽุตู’ู„ูุญููˆุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ุจูุงู„ู’ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุฃูŽู‚ู’ุณูุทููˆุง ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ู…ูู‚ู’ุณูุทููŠู†ูŽ…

“jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Hujurat: 9)

Berlaku adillah dalam menyelesaikan persengketaan kedua belah pihak,’ berkaitan dengan kerugian yang dialami oleh salah satu pihak akibat ulah pihak yang lain, yakni putuskanlah hal itu dengan adil dan bijaksana.

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ู…ูู‚ู’ุณูุทููŠู†ูŽ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Hujurat: 9)

Kenapa berlaku adil sangat penting sekali?

Abdullah ibnu Amr r.a. yang mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil di dunia berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah berkat keadilan mereka sewaktu di dunia.”

Semoga kita termasuk generasi yang mampu menjadi perekat antar perbedaan diantara mukminiin, sehingga Ummat ini semakin kuat dengan persatuan.

Kita bertemu kembali di bagian kedua yang akan membahas Tafsir QS. Al-Hujuraat ayat 10.