Agoes Salim, Rencana Snouck, dan Doa Ibu Antara Batavia dan Mekkah – Bagian Pertama

Ketika menyisiri halaman pada buku Batavia saya terhenti pada halaman gedung Gymnasium Willem III yang sekarang menjadi bagian dari kompleks Gedung Perpustakaan Nasional, Salemba. Seingat saya Agoes Salim pernah sekolah di sini. Lalu, saya terbawa mundur ke waktu yang lalu.

Pahlawan nasional Agoes Salim dilahirkan dengan nama Masjhoedoelhak Salim (مشهود الحق سليم) di Kota Gadang, 8 Oktober 1884, Sumatera Barat. Beliau lahir dari ayah, Soetan Mohammed Salim seorang pejabat hakim (Kadi) di Tanjung Pinang, Riau. Sebagai pegawai Belanda, ayahnya  melawan tradisi Minang yang cenderung menjauhi institusi Belanda sejak kekalahan Perang Paderi, dengan menyekolahkan Agus Salim muda ke sekolah Belanda.

Mendapatkan perhatian dari guru Belandanya, Salim  mengadopsi nama Eropa dengan julukan August, kemudian menjadi Agus. Agus Salim meneruskan sekolah ke Gymnasium Willem III di Weltevreden, Batavia, yang telah dibuka sejak 1860. Sekolah elit ini diperuntukkan bagi anak keluarga Eropa yang berpenghasilan menengah serta dari kalangan Eurasia yang mukim di Batavia, Hindia Belanda.

Pada tahun 1901, setelah melalui proses yang panjang, pidato Ratu Wilhelmina menyinggung pentingnya perhatian pada kesejahteraan koloni Belanda, khususnya pulau Jawa. Sebuah pidato yang melahirkan kebijakan yang kemudian dikenal luas sebagai Ethical Policy, Kebijakan Etis. Tentu ada tujuan terselubung, mengingat kebijakan ini tidak lepas dari masukan Prof. Dr. Christiaan Snouck Hurgronje yang mengepalai urusan kepribumian di Hindia Belanda sejak 1891.

Tujuan terselubung Snouck adalah menimbulkan “emansipasi pendidikan” agar pribumi Indonesia  keluar dari, apa yang ia istilahkan, varian Islam Abad Pertengahan. Snouck Hurgronje yang telah menghabiskan banyak waktu memata-matai jama’ah haji Hindia Belanda ketika ia ditugaskan di Jeddah pada akhir dekade 1880an.  Bahkan Snouck tidak segan berpura-pura masuk Islam dengan nama Syeh Abdul Gafar dan belajar Islam untuk mengelabui petugas Turki Utsmani di Makkah.

Perangkat lainnya, sebagai penguat dari tujuan Snouck Hurgronje di atas menurut Prof. Dr. Husnul Aqib Suminto (1985:4-6) adalah dengan  mengangkat dan menguatkan kembali kepala adat serta adat-istiadat lokal pra-Islam untuk  membenturkannya dengan sekaligus  menggerus peran ulama dalam menanamkan Islam sebagai sendi kebudayaan Indonesia.

Dalam kehidupan intelektual, Agus Salim sempat terpana dengan dr. Abdul Rivai, juga asal Sumatera Barat, yang mengepalai majalah bulanan Bintang Hindia. Dr. Abdul Rivai menggagas pemikiran Bangsawan Pikiran (intellectual aristocrats) yang sejalan dengan tujuan emansipasi pendidikan ala Snouck Hurgronje. Pemikiran dr. Abdul Rivai digandrungi oleh siswa pribumi yang bersekolah di institusi pendidikan Belanda. Bahkan Agus Salim pernah bertekad untuk sekolah di Belanda mengikuti jejak dr. Abdul Rivai pujaannya. Bahkan menurut Cote (1992), Kartini pun pernah terkesima dengan dr. Abdul Rivai.

Agus Salim yang lulus dari KW III School, nama lain Gymnasium Willem, sebagai siswa terbaik mendapatkan perhatian dari HCC Clockener Brousson. Brousson adalah rekan Rivai yang bekerja di Batavia. Brousson pernah menulis satu kolom khusus tentang Agus Salim pada Bintang Hindia dengan pujian: “Seorang pemuda yang periang dengan cita-cita hidup yanh tinggi dengan bakat yang nampak sebagai pembelajar cepat” Bintang Hindia vol. 1, no. 20, terbit 3 Oktober 1903.
Hati-hati terhadap pujian!

Dengan segudang prestasi serta keternamaan, Agus Salim muda belum juga mendapatkan peluang sekolah ke Belanda yang ia idamkan. Atas saran dari Snouck Hurgronje untuk masuk ke Kantor Kolonial, Agus Salim diarahkannya untuk bekerja sebagai pegawai Belanda. Keluarganya merasa senang, ketika Agus Salim mendapatkan rekomendasi dari Snouck untuk magang sebagai trainee penerjemah (dragoman) di kantor Konsulat Hindia Belanda di Jeddah.

Pada awalnya, pejabat Residence Sumatera Barat, keberatan dengan rekomendasi Snouck Hurgronje ini. Hal itu disebabkan karena khawatir Agus Salim muda bertemu dengan kerabatnya,  Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi ulama Sumatera Barat yang mukim di Makkah, yang tekenal anti Belanda. Khusus untuk menjawab kekhawatiran ini, Prof. Dr. Snouck Hurgronje mewawancari Agus Salim muda.  Hasil beberapa kali wawancara khusus keislaman oleh profesor Orientalis yang juga Islamophobe tersebut menyimpulkan bahwa “Agus Salim tidak cukup Islami untuk terpengaruh oleh pamannya.” Betapa kelirunya assessment Snouck Hurgronje kali ini!

Sebenarnya Agus Salim muda ragu-ragu untuk berangkat karena ia tahu betapa kecilnya gaji seorang trainee di Jeddah. Namun doa dan dukungan ibunya yang mendorongnya berangkat melalui Singapura.  Betapa berkahnya doa seorang ibu yang shalihah. Interaksi Agus Salim dengan Syekh Ahmad Khatib inilah yang kelak mengembalikan beliau dari pemikiran sekuler ala Belanda menuju nasionalis relijius yang kita lebih kenal atas beliau.

Agung Waspodo, menasihati dirinya bahwa doa, apalagi doa ibu, adalah senjata yang amat ampuh, the rest is history, selebihnya sudah kita kenal sebagai sejarah!

Depok, 7 Syawwal 1439 Hijriyah

Sumber:
* Laffan, Between Batavia and Mecca – Images of Agoes Salim from the Leiden University Library, 2003
* Merrilees, Batavia in Ninteenth Century Photographs, 2004
* Suminto, Politik İslam Hindia Belanda, 1985

Status Shalat Jumat bagi Musafir

Assalamualaikum, tanya ustadz. Bagaimana status shalat jumat bagi seorang musafir? Kalau dia tetap ikut shalat jumat apakah setelah nya shalat qasar asar, atau dia ikut shalat jumat tapi niat qasar zuhur asar, jazakallah khair atas jawabannya?
Jawaban
————–
‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘ala Rasulillah wa ba’d:
Ada dua pertanyaan ya ..
1⃣ Status Shalat Jumat bagi yang safar
Sesungguhnya shalat jumat TIDAK WAJIB bagi yang safar, cukup baginya zhuhur dan ashar di jamak secara taqdim. Itulah yang dilakukan oleh Nabi ﷺ jika safar dihari Jumat, dan inilah yang sesuai petunjuk sunah.
Syaikh Sayyid Sabiq menjelaskan tentang orang-orang yang tidak wajib shalat Jumat, di antaranya:
المسافر وإذا كان نازلا وقت إقامتها فإن أكثر أهل العلم يرون أنه لا جمعة عليه: لان النبي صلى الله عليه وسلم كان يسافر فلا يصلي الجمعة فصلى الظهر والعصر جمع تقديم ولم يصل جمعته، وكذلك فعل الخلفاء وغيرهم.
Seorang yang safar, jika walau pun dia berhenti untuk sementara mukim, sesungguhnya mayoritas ulama mengatakan bahwa seorang yang safar tidak wajib shalat Jumat, karena Nabi ﷺ jika sedang safar tidak shalat Jumat tapi dia shalat zhuhur dan ashar secara jamak taqdim, dna dia tidak melaksanakan shalat Jumatnya, itu juga dilakukan para khalifah dan selain mereka. (Fiqhus Sunnah, 1/303)
2⃣ Jikalau ikut Jumatan, apakah bisa dijamak dan qashar dengan ashar?
Dalam hal ini khilafiyah para ulama. Hambaliyah mengatakan itu menyelisihi sunah, bahkan mereka membid;ahkan. Sementara Syafi’iyah membolehkan dengan jalan mengqiyaskan dengan jamak “zhuhur dan ashar.”
Jalan keluarnya adalah ikuti saja apa yang nabi ﷺ lakukan.
Wallahu a’lam.

Nasehat Kepada Pimpinan, Antara Ibnu Dzil Khuwaishirah dan Habab bin Munzir

© Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam shahihnya, setelah selesai suatu peperangan, seperti biasa beliau membagi-bagikan ghanimah (rampasan perang). Tiba-tiba ada seseorang dengan ketus berucap, “Adillah wahai Rasulullah!” Maka dengan tegas Rasulullah saw menjawab,
وَيْلَكَ ! وَمَنْ يَعْدِلُ إِذَا لَمْ أَعْدِلْ ؟! قَدْ خِبْتَ وَخَسِرْتَ إِنْ لَمْ أَكُنْ أَعْدِلُ
“Celaka engkau, siapa yang adil jika aku tidak adil?! Sungguh engkau akan kecewa dan rugi jika aku tidak adil.”
▪Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa orang tersebut bernama Ibnu Dzil Khuwaishirah At-Tamimi.
® Di bagian lain, sebagaimana dinukil oleh Ibnu Hisyam dalam sirahnya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menentukan sebuah tempat dekat mata air di daerah Badar sebagai markas pasukan kaum muslimin saat bersiap-siap menghadapi pasukan kafir Quraisy dalam perang Badar. Ada seorang Sahabat yang bernama Habab bin Munzir mendekati beliau seraya bertanya,
“Wahai Rasulullah, apakah tempat ini merupakan ketetapan yang telah Allah tetapkan untukmu, tidak dapat dimajukan atau dimundurkan, ataukah ini termasuk bagian yang masih boleh berpendapat dan strategi perang?”
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Ini termasuk bagian yang boleh berpendapat dan strategi perang.”
▪Maka Habab bin Munzir mengusulkan agar pasukan Rasulullah bermarkas di mata air yang lebih dekat dengan musuh, lalu mata air yang ada ditimbun agar musuh tidak mendapatkan air sedangkan mereka mendapatkan air. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pun menerima keputusan tersebut dan memerintahkan pasukan kaum muslimin untuk berpindah ke tempat yang diusulkan oleh Habab.
© Dari dua riwayat di atas kita dapat tarik kesimpulan bahwa bukan masalah memberikan masukan bahkan kritikan sekalipun kepada pimpinan.  namun dia harus memenuhi adab yang baik, memiliki argument yang jelas serta tetap memberikan cinta dan loyalitas kepada pimpinan. Adapun nasehat atau kritik yang bersifat serampangan, mengabaikan berbagai alasan dan latar belakang dari sebuah keputusan serta dilandasi sikap benci dan bertujuan menggoyahkan loyalitas kepada pimpinan, maka dia lebih dekat disebut sebagai hujatan ketimbang nasehat atau kritik.
▪Dari sinilah kita dapat melihat perbedaan sikap Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam terhadap apa yang dilakukan oleh Ibnu Dzil Khuwaishirah dan Habab bin Munzir dalam riwayat di atas.
Wallahua’lam.

Menerima Hadiah dari Riba..

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah
Jika kita di traktir/ dikasih hadiah dari temen /saudara yang kejelasan harta nya di datangkan dari harta Riba (suami istri) kerja di bank konvensional, bagaiman status pemberian/ hadiah yang di tangan kita?
Member manis A 35
Jawaban
————–
‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Ada dua pandangan para ulama:
1. Menolak baik-baik
Ini sikap hati-hati, sebagaimana hadits Nabi ﷺ:
و من وقع فى الشبهات وقع فى الحرام
Barang siapa yang jatuh dalam perbuatan syubhat maka dia jatuh pada keharaman. (HR. Muslim)
2. Boleh saja menerimanya
Ini pendapat sebagian salaf.
Dzar bin Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhuma bercerita:
جاء إليه رجل فقال : إن لي جارا يأكل الربا ، وإنه لا يزال يدعوني ،
فقال : مهنأه لك ، وإثمه عليه
Ada seseorang yang mendatangi Ibnu Mas’ud lalu dia berkata: “Aku punya tetangga yang suka makan riba, dan dia sering mengundangku untuk makan.” Ibnu Mas’ud menjawab; Untukmu bagian enaknya, dan dosanya buat dia. (Imam Abdurrazzaq, Al Mushannaf, no. 14675)
Salman Al Farisi Radhiyallahu ‘Anhu berkata:
إذا كان لك صديق
عامل، أو جار عامل أو ذو قرابة عامل، فأهدى لك هدية، أو دعاك إلى طعام، فاقبله، فإن مهنأه لك، وإثمه عليه.
“Jika sahabatmu, tetanggamu, atau kerabatmu yang pekerjaannya haram, lalu dia memberi hadiah kepadamu atau mengajakmu makan, terimalah! Sesungguhnya, kamu dapat enaknya, dan dia dapat dosanya.” (Ibid, No. 14677)
Wallahu a’lam.

Zakat Kendaraan

Assalamu’alaikum, ustadzah
Boleh mengajukan pertanyaan :
1. Apakah mobil atau kendaraan ada zakat yang harus dibayarkan ?
2. Hukum zakat dlm perniagaan apakah sama dengan zakat penghasilan 2,5 % ?
A 30
Jawaban
————–
‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
1. Apabila kendaraan tersebut, baik mobil atau motor untuk digunakan sehari-hari sebagai sarana transportasi maka tidak perlu dikeluarkan zakatnya.
Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW:
“Tidak ada kewajiban atas seorang muslim untuk menzakati hamba sahayanya dan kuda tunggangannya” (HR Bukhari).
Hadis ini menjadi landasan bahwa kekayaan untuk pemakaian pribadi tidak ada kewajiban zakatnya, Nabi SAW hanya mewajibkan pada harta yang berkembang dan diinvestasikan. Hal ini juga didukung oleh pendapat Imam Nawawi.
Hanya saja, status mobil sebagai harta tidak wajib dizakati dapat berubah menjadi harta yang wajib dizakati bila status dan fungsi mobil itu berubah status sebagai barang dagangan atau sebagai barang sewaan. Apabila berubah menjadi barang dagangan, maka mobil itu harus dikeluarkan zakatnya dengan ketentuan zakat perdagangan.
2. Zakat perdagangan dikeluarkan oleh seseorang yang keuntungannya telah mencapai nishab (senilai 85 gram emas) dan genap satu tahun. Untuk orang yang berbisnis mobil, maka zakat dikeluarkan dari nilai mobil tersebut. Sedangkan nilai zakatnya adalah 2,5 persen.
Berbeda halnya bila fungsi mobil itu menjadi barang sewaan, maka zakatnya dikeluarkan dari hasil sewanya.
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi  berpendapat bahwa zakat yang dikeluarkan adalah 10 persen setelah dikurangi biaya operasional. Sedangkan batas nishab seseorang mulai berkewajiban mengeluarkan zakat adalah penghasilan sewa tersebut mencapai 653 kg beras atau senilai dengannya.
Syaikh Ibnu Baz dalam, Fatawa Az-Zakah, menjelaskan jika kendaraan tersebut digunakan untuk sehari-hari, tidak disewakan dan rumah hanya dijadikan tempat tinggal maka tidak ada kewajiban zakat atasnya. Namun jika dipergunakan untuk diperjual belikan atau atau disewakan yang menghasilkan uang, maka nilai barang tersebut wajib dikeluarkan zakatnya setiap kali genap satu haul.
Prof. Dr. Wahbah Zuhaili dalam kitabnya, “Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu” menjelaskan tentang rumah dan kendaraan yang dipaikai sendiri dan tidak menghasilkan pendapatan semua tidak wajib dizakati, kecuali benda tersebut menghasilkan pendapatan/keuntungan yang diperoleh maka wajib dizakati. Seperti rumah sewaan atau mobil sewaan.
Wallahu a’lam.

Mari kita Melek Politik

© Meski bukan praktisi politik namun setidaknya mengerti dan memahami seperti apa sejatinya politik. Mungkin dulu juga sempat mengikuti arus yang mengatakan bahwa politik itu kotor. Namun seiring usia dan bertambah wawasan maka sedikit merenung sejatinya yang kotor bukan politiknya namun yang membawakannya atau tidak lain adalah mereka yang berkecimpung di dalamnya.
▪Politik tak lain berarti kebijakan atau politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles). Ketika mengambil makna dari seorang Yunani bukan berarti pula kita mengikuti paham barat. Coba sedikit buka wawasan ada beberapa bahasa yang diambil dari para penjajah seperti kata antara itu dari kata entere, sepatu dari kata sapato dari bahasa portugis, bahkan banyoo itu juga berarti air dalam bahasa spanyol. Apalagi yang diserap dari bahasa Belanda yang nyata-nyata 350 tahun lamanya menjajah seperti kata coklat, atlet dan lain-lain. Dan masih banyak lagi. Apa lantaran setelah kita tahu bahwa banyak bahasa yang diadopsi dari para penjajah akan kita nafikan keberadaannya? Silakan!
® Nah bahasa dari mana saja bisa diadopsi untuk menambah kosa kata dan kekayaan literasi. Menjadi orang yang cerdas akan menjadikan diri pribadi yang berkelas. Tidak hanya sekedar menuruti pemahaman yang sempit. Butuh membuka wawasan seluas-luasnya dan membangun jaringan dengan banyak kalangan.
▪Deal-deal politik di masa Rasulullah juga ada jika menilik makna dari kata tersebut. Ketika Rasulullah mengajak masuk Islam, ketika beliau mempimpin umat juga ketika melakukan musyawarah untuk menuju kebaikan itu juga bagian dari kerja politik.
© Kita di Indonesia akan melakukan Pilkada serentak tak lain dalam rangka sebagai upaya untuk mencapai kebaikan bersama untuk bangsa ini. Agar keadilan tercipta, kesejahteraan terwujud dan masih banyak yang ingin diraih dalam rangka untuk menjadikan negeri ini lebih bermartabat.
▪Seorang penyair dan dramawan Jerman yang bernama bertolt brecht berkata; “Buta terburuk adalah buta politik.
Orang buta politik tak sadar bahwa biaya hidup, harga makanan, harga rumah, harga obat dan semuanya tergantuk sikap politik. Dia membanggakan sikap anti politiknya, membusungkan dada dan berkoar “Aku Benci Politik!”  Sungguh bodoh dia, yang tidak mengetahui bahwa karena dia tidak mau tahu politik akibatnya adalah pelacuran, anak terlantar, perampokan dan yang terburuk adalah korupsi dan perusahaan multidimensional yang menguras kekayaan negeri.
▪Kita melihat sendiri saat kepemimpinan yang tak berpihak pada umat Islam apa yang terjadi? Banyak ulama yang ditangkapi, umat Islam yang lurus akan dibully, yang benar dicaci maki, sementara yang menyimpang diberi simpati dan dilindungi.
® Apakah kita ingin keadaan lebih buruk lagi dari yang sudah terjadi? Suara lawan utuh untuk memberi dukungan sementara umat Islam tercerai berai bahkan ada yang memilih untuk Golput. Lantas ketika harga melambung tinggi, hutang negara tak terkendali, kesengsaraan rakyat semakin menyesak tiada terperi. Lantas apa kita hanya diam saja.
▪Saudaraku mari kita relakan diri untuk membantu perjuangan yang sudah dimusyawarahkan. Kita buang ego diri untuk membantu untuk memenangkan Pilkada ini. Semoga Allah merahmati dan mengaruniakan kemuliaan hingga akhir hayat nanti.
© Semoga Allah beri kemenangan Pada Pilkada esok hari 27 Juni 2018.
#2019gantipresiden
Wallahul musta’an

Penghapus-Penghapus Amal Shalih (Bag. 1)

Biasanya kita begitu perhatian dengan membangun amal Shalih, tapi kita lupa dengan bagaimana merawatnya. Merawat agar amal itu tetap ada dan abadi. Di antaranya adalah dengan cara menjauhi hal-hal yang merusaknya dan menghapuskannya.
Berikut ini hal-hal yang dapat menghapuskan amal Shalih manusia.
1⃣  Murtad
Terhapusnya amal Shalih karena murtad, tertera dalam ayat berikut:
وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Barangsiapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu terhapus amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”
(QS. Al-Baqarah, Ayat 217)
Maka, shalat, puasa, zakat, haji, dan amal Shalih lainnya yang pernah dilakukan oleh orang yang murtad terhapus baik di dunia dan akhirat.  Jika dia mati dalam keadaan itu, belum bertobat, maka dia akan menjadi penduduk neraka dan abadi.
Imam Ibnu Jarir Ath Thabariy Rahimahullah menjelaskan:
وَقَوْلِهِ: {فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ} [البقرة: ٢١٧] يَقُولُ:مِنْ يَرْجِعْ عَنْ دِينِهِ دَيْنِ الْإِسْلَامِ، فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ، فَيَمُتْ قَبْلَ أَنْ يَتُوبَ مِنْ كُفْرِهِ، فَهُمُ الَّذِينَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ يَعْنِي بِقَوْلِهِ: {حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ} [البقرة: ٢١٧] بَطَلَتْ وَذَهَبَتْ، وَبِطُولِهَا: ذَهَابُ ثَوَابِهَا، وَبِطُولِ الْأَجْرِ عَلَيْهَا وَالْجَزَاءُ فِي دَارِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَقَوْلُهُ: {وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ} [البقرة: ٢١٧] يَعْنِي الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَنْ دِينَهُمْ فَمَاتُوا عَلَى كُفْرِهِمْ، هُمْ أَهْلُ النَّارِ الْمُخَلَّدُونَ فِيهَا.
FirmanNya: “lalu dia mati dalam kekafiran”, yaitu dia keluar dari agamanya yaitu agama Islam, lalu dia mati dalam keadaan kafir, dan dia belum bertobat dari kekafirannya, maka mereka inilah orang-orang yang terhapus amal-amalnya, yaitu sebagaimana firmanNya: “maka mereka itu terhapus amalnya”, yaitu sia-sia dan lenyap, yaitu sia-sia pahalanya, lenyap ganjarannya, dan balasannya di dunia dan akhirat.
FirmanNya: “dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya,” yaitu orang-orang yang murtad dari agamanya, dan mereka mati dalam keadaan kekafiran, maka mereka menjadi penduduk neraka dan  kekal abadi.
(Tafsir Ath Thabariy, 2/1154)
Uraian ini sekaligus mengoreksi kalangan liberal dan yang semisalnya, bahwa semua agama sama baik dan benarnya.  Sama-sama menuju surga tapi berbeda jalan. Ini adalah kebohongan mereka dalam memanipulasi hakikat agama yang diridhai Allah, yaitu Islam, dan menyamakannya dengan agama lain.
(Bersambung ..)
Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamith Thariq

Istri Melakukan Tanggung Jawab Suami

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah…
Ada temen saya Suaminya sudah lebih dari 1 tahun resignt dari tempat kerjanya. Ada kerja melatih beladiri gajinya hitungan ratusan ribu untuk nominalnya, istrinya pun tidak tahu karena suami tidak terbuka soal gajinya. Kalau ada pun dipegang sendiri cuman kalau ada keperluan rumah tangga saat dia msh ada uang gajinya mau dikeluarkan.
3 bulan setelah suami resignt istripun ikut resignt dengan pertimbangan mau fokus merawat anak & membuka usaha. Namun disamping itu ada alasan lain; suami sering meminta istri pulang tepat waktu jika terlambat sedikit saja langsung marah, jika ada kerjaan di luar jam kerja suami marah, dll.
Istri pada saat itu percaya pada suami bahwa suami tidak akan membiarkan keluarga dalam kondisi kekurangan. Dengan istri resignt maka suami akan lebih giat berusaha ataupun mencari kerja.
Namun ternyata tidak, waktu berjalan kebutuhan semakin banyak & hutang semakin melilit terutama kredit rumah seperti lintah penghisap darah.
Disaat kondisi sulit seperti itu jika istri bertanya apa rencana kedepannya suami dengan menjawab nanti cari kerja. Pertanyaan yang sudah lebih 1 tahun sama itu namun tidak ada aksi konkritnya.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup terutama makan untuk keluarga ada 2 org anak. Istri menjalankan usaha sejak resignt, ada usaha menjahit & dijual online.
Karena baru merintis istri harus mengerjakan semua sendiri mulai dari mencari modal, mencari konsumen, mencari suplyer bahan, menjahit, mengirim paket (mengirim paket kadang kadang suami membantu).
Istri sering kelelahan ditambah tanggung jawab  mengurus anak & rumah.
Di saat kelelahan suami meminta untuk dipenuhi kebutuhan biologisnya, karena badan sudah tidak sanggup lagi terkadang istri tidak sadar ketiduran karena memang sudah sangat kelelahan. Suamipun marah. Istri pernah mengatakan kepada suami agar dapat mencari kerja atau buat usaha agar kebutuhan rumah tangga terutama untuk rumah, makan & sekolah anak terpenuhi jadi istri tidak terlalu kelelahan sehingga bisa melakukan tanggungjawabnya secara baik & maksimal. Tapi terkadang suami justru marah jika menyinggung soal pekerjaan.
Apa yang harus dilakukan istri?
Istri seperti makan buah simalakama
Bekerja menjalankan usaha supaya bisa mencukupi kebutuhan keluarga terakhirnya kecapekan malah tidak maksimal melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri.
Kalau ingin maksimal menjalankan kewajiban seorang istri tidak bisa maksimal menjalankan usaha untuk mencukupi keluarga karena tidak boleh terlalu kelelahan kerjanya.
Mohon jawabannya ya…
Untuk teman saya
Jawaban
————–
‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Alhamdulillah. Kita bisa belajar banyak dari kisah kehidupan orang lain. Gambaran istri tangguh yang berusaha memenuhi tugas dan kewajibannya serta berusaha bagaimana bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Salut👍.
Anti sudah berbuat, kalaupun ada masalahnya. InsyaAllah badai pasti berlalu. Dari penuturan cerita diatas ada masalah komunikasi yang belum terbangun dan masalah itu timbul karena terhambatnya komunikasi.
Hal lain yang perlu dipahami istri adalah psikologi suami saat tidak punya pekerjaan. Dalam kondisi seperti ini laki-laki biasanya sensitif dan sangat tidak suka saat ditanya hal-hal yang terkait.  Sebagai istri boleh jadi sudah sabar menanti setahun dan belum melihat perubahan atau pergerakannya bahkan cenderung pesimis. Sesungguhnya suamipun lebih lelah dan marah dengan diri dan keadaannya yang dia tidak mampu berbuat.
Luar biasa istri bisa bangkit dan merintis usaha. sekalipun nafkah bukan tanggung jawabnya. Meskipun jatuh bangun dan dengan kekurangan tidak maksimal melayani suami, hal itu terjadi bukan dengan kesengajaan tapi memang sudah diluar batas kemampuannya. semoga Allah maafkan.
Dalam keadaan seperti kasus di atas kita tidak bisa banyak menuntut dan mendesak suami. Hal yang bisa kita lakukan
1. Selalu bersyukur dalam kondisi apapun karena masalah yang dihadapi bukan kesia-sia an tapi lebih merupakan tarbiyahnya Robbani dari Allah yang kaya akan hikmah dan pelajaran seperti
☘ Sarana mematangkan diri dan maknawi
☘ Proses pengenalan karakter dan tanggung jawab dalam berumah tangga
☘Berlatih dan memaknai arti sabar dan ikhlas dalam kerumitan hidup
☘Tentu masih banyak hal lain yang bisa diambil ibroh/pelajarannya.
2. Berbuat semaksimal yang kita bisa dan tidak perlu menuntut
3. Banyak berdoa dan terus meminta hanya kepada Allah karena hanya Allah yang bisa membolak balikkan hati dan fikiran suami
4. Nikmati semua peristiwa kehidupan karena kelak akan jadi cerita indah dalam potongan kisah masa lalu kita
5. Motivasi diri untuk bisa selalu tersenyum dan selalu berprasangka baik kepada Allah. Bahagia itu kita ciptakan, bukan kita tunggu dan kita cari
Semoga Allah akan memudahkan setiap langkah dan niat baik kita🙏
Wallahu a’lam.

Mengembalikan Fitrahnya Peran Suami & Istri

Assalamu’alaikum, ustadz/ustadzah….
Bagaimana caranya agar suami istri kembali ke fitrahnya masing masing
Suami mencari memenuhi kebutuhan keluarga dengan mencari nafkah.
Istri mengurus anak, rumah & melayani suami
Jawaban
————–
‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Untuk bisa kembali kepada fitrohnya masing-masing:
1. Adanya kesadaran dan kemauan
2. Selalu menuntut ilmu
3. Komunikasi yg baik dalam keluarga
Bila ketiga syarat tersebut terpenuhi. InsyaAllah semua bisa baik.
Wallahu a’lam.

Tolak Uangnya dan Tolak Orangnya

© Menjelang hari H pencoblosan biasanya ramai orang-orang tidak bertanggungjawab menyebarkan uang, gula, dan lain-lain, ke rumah-rumah masyarakat dalam rangka “menyuap” mereka agar memilih jagoannya. Tentu mereka tidak sendiri, ada penyandang dana dan eksekutor lapangan.
▪Ada yang menyikapi, “Biarlah, terima aja tapi jangan pilih orangnya.” Ini tentu salah dan tidak mendidik. Jika memang berniat memberikan pendidikan politik yang bermartabat seharusnya “Tolak Uangnya dan Tolak Orangnya/Partainya.”
® Jika memang diketahui itu adalah risywah/sogok (baik diistilahkan serangan fajar, money politic, dan lain-lain), maka sikap  menerimanya sama juga membenarkan operasi keharaman. Sikap seorang muslim seharusnya adalah taghyirul munkar (mengubah kemungkaran), bukan justru menerimanya dan memfasilitasi orang berbuat munkar.
▪Hendaknya aktifis Islam jangan terjebak ikut-ikutan cara yang kotor, hanya karena untuk meraih kemenangan.  Mirip adagium sebagian pesepakbola, “Biarlah kartu kuning dan kartu merah banyak, yang penting gol!”
© Ini tidak pantas dan terlarang. Hal ini berdasarkan pada ayat:
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَان
“Dan janganlah saling tolong dalam dosa dan pelanggaran.” (Qs. Al-Maidah: 2)
▪Disebutkan dalam Al-Mu’jam Al-Wasith tentang makna Risywah:
ما يعطى لقضاء مصلحة أو ما يعطى لإحقاق باطل أو إبطال حق
“Sesuatu yang diberikan agar tujuannya terpenuhi, atau sesuatu yang diberikan untuk membenarkan yang batil, atau membatilkan yang haq.” (Al Mu’jam Al Wasith, 1/348. Dar Ad Da’wah)
▪Jadi, segala macam pemberian dalam rangka menggoyang independensi seseorang dalam bersikap dan mengambil keputusan, itulah risywah. Akhirnya, pemberian itu (uang atau barang) menjadi penggerak sikapnya bukan karena kebenaran itu sendiri. Sehingga yang layak menjadi tersingkir, yang buruk justru terpilih. Haq menjadi batil, batil pun menjadi haq.
® Di tambah lagi, Allah dan Rasul-Nya melaknat penyuap dan yang disuap.  Sebagaimana hadits:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِي وَالْمُرْتَشِي
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melaknat penyuap dan yang disuap.” (HR. Abu Daud No. 3109, dari Abdullah bin Amr. At Tirmidzi No. 1256, dari Abu Hurairah. Shahih)
Juga hadits:
قالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الرَّاشِي وَالْمُرْتَشِي
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Allah melaknat penyuap dan yang disuap.” (HR. Ibnu Majah No. 2304, Shahih)
▪Kondisi masyarakat yang masih “memilih yang bayar” bukan “memilih yang benar” bukan alasan untuk ikut-ikutan menggunakan politik uang. Jika itu dilakukan oleh politisi busuk dan hitam, maka politisi muslim tidak layak mengikutinya.
Wallahul Musta’an