📝 Khutbah Jum’at Oleh: Muh Wildanul Firdaus, M.Pd.
(Bidang Organisasi dan Keanggotaan, PW Ikadi DIY)
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الْبُيُوتَ مَسَاكِنَ لِلْأُمَّةِ، وَأَمَرَنَا بِحِفْظِ الْأَهْلِ وَالْأَوْلَادِ مِنَ النَّقْمَةِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، شَهَادَةً نَرْجُو بِهَا السَّلَامَةَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، خَيْرُ النَّاسِ لِأَهْلِهِ وَأَعْظَمُهُمْ شَفَقَةً بِأُمَّتِهِ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِينَ قَامُوا بِأَمْرِ التَّرْبِيَةِ وَالتَّعْلِيمِ، وَتَابِعِيهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيرِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْمُبِينِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan sebenar-benar takwa, yakni dengan sekuat tenaga menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi serta meninggalkan segala larangan-Nya, baik dalam keadaan sunyi maupun dalam keadaan ramai, baik di saat lapang maupun di saat sempit. Sebab, tidak ada bekal terbaik yang dapat kita bawa untuk menghadap Allah kelak, melainkan kain kafan dan tebalnya takwa kita kepada-Nya.
Shalawat serta salam yang tak henti-hentinya, mari kita haturkan dan curahkan kepada uswatun hasanah kita, teladan sejati sepanjang zaman, baginda Rasulullah Muhammad saw. Begitu pula kepada keluarga beliau, para sahabat, serta para pengikutnya yang istikamah menjaga sunah-sunahnya hingga akhir zaman. Semoga kita semua yang hadir di dalam masjid yang berkah ini, diakui sebagai umat beliau dan berhak mendapatkan syafaatnya di yaumil mahsyar nanti. Amin ya Rabbal ‘Alamin.
Saat ini, kita berada di bulan Muharram, bulan yang suci dan penuh semangat hijrah. Bersamaan dengan itu, saat ini anak-anak kita sedang menikmati masa liburan sekolah. Waktu luang mereka melimpah di rumah. Namun, khatib ingin mengajak kita semua, khususnya para ayah, untuk merenungkan sebuah pertanyaan dari lubuk hati: Di musim liburan ini, di manakah posisi kita sebagai ayah? Apakah kita hadir secara utuh, ataukah anak-anak kita sedang mengalami masa “yatim sebelum waktunya”?
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Istilah “yatim sebelum waktunya” atau yang dalam psikologi modern disebut sebagai fenomena fatherless, adalah sebuah kondisi di mana seorang anak kehilangan sosok, figur, dan peran seorang ayah dalam hidupnya. Ayahnya masih hidup, ayahnya sehat, ayahnya pulang ke rumah setiap hari, namun sang anak tidak pernah merasakan kehadiran jiwanya. Ayah ada secara fisik, tapi absen secara psikologis.
Banyak di antara kita yang terjebak dalam pemikiran bahwa kewajiban seorang ayah hanyalah bekerja, memeras keringat, dan mentransfer uang untuk kebutuhan sehari-hari. Selebihnya, urusan mendidik anak, menemani bermain, mendengarkan keluh kesah, diserahkan sepenuhnya kepada ibu, guru sekolah, atau pesantren.
Padahal, Al-Qur’anul Karim merekam bahwa dialog pengasuhan anak justru mayoritas dilakukan oleh Ayah. Ingatlah bagaimana Allah mengabadikan kisah Luqman Al-Hakim dalam Al-Qur’an surah Luqman ayat 13:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar’.” (Q.s. Luqman: 13)
Perhatikanlah kalimat “Ya Bunayya” (Wahai anakku sayang). Ini bukan panggilan formal. Ini adalah panggilan yang lahir dari kedekatan, kehangatan, dan cinta yang mendalam. Luqman bisa menanamkan akidah yang kokoh kepada anaknya karena dia “hadir” di sisi anaknya, bukan ayah yang asing yang ditakuti di dalam rumah.
Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah,
Ketika anak-anak libur sekolah seperti saat ini, jika mereka tidak menemukan kehangatan, ruang dialog, dan tempat bermain pada ayahnya, maka mereka akan mencari pelarian di di tempat lain. Mereka akan “berkencan” dengan gawai (gadget) mereka selama berjam-jam, mencari pengakuan di media sosial, atau terjebak dalam pergaulan yang salah. Jangan salahkan anak jika mereka lebih mendengarkan perkataan orang lain atau influencer di internet daripada perkataan ayahnya, karena kita sebagai ayah sering kali absen saat mereka membutuhkan kehadiran kita.
Ingatlah, memberi nafkah materi tidak serta-merta menggugurkan kewajiban kita di hadapan Allah dalam mendidik jiwa mereka. Rasulullah saw. mengingatkan dengan keras dalam sebuah hadis sahih:
كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ
“Cukuplah seseorang dikatakan berdosa jika ia menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Abu Dawud).
Menelantarkan di sini bukan hanya tidak memberi makan, melainkan menelantarkan masa depan akhirat mereka, membiarkan moral mereka rusak, dan membiarkan mereka tumbuh tanpa bimbingan agama dari ayahnya. Allah Swt. memberikan mandat yang berat ini langsung kepada pundak kita, para kepala keluarga, dalam surah At-Tahrim ayat 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (Q.s. At Tarhim: 6)
Sahabat Ibnu Abbas r.a. menjelaskan makna ayat ini: “Didiklah mereka dan ajarkanlah adab (akhlak) kepada mereka.” Pertanyaannya, bagaimana kita bisa mendidik dan mengajarkan adab jika waktu kita habis untuk urusan di luar rumah, dan saat di rumah pun mata kita lebih sering menatap layar smartphone daripada menatap mata anak kita sendiri?
Jamaah yang dirahmati Allah,
Maka di bulan Muharram yang mulia ini, mari kita lakukan Hijrah Pengasuhan. Manfaatkan sisa liburan sekolah anak-anak kita untuk “membayar hutang” kehadiran kita.
Teladan kita Rasulullah saw. di tengah kesibukan beliau memimpin negara, mengomandoi pasukan perang, menerima wahyu, dan berdakwah beliau adalah sosok ayah dan kakek yang sangat hangat. Beliau suka memeluk anak-anak, mencium mereka, bahkan membiarkan cucunya, Hasan dan Husain, menunggangi punggung beliau saat sedang bersujud.
Ketika seorang badui melihat Rasulullah mencium cucunya dan berkata, “Aku punya 10 anak tapi tak satu pun pernah kucium,” Rasulullah SAW langsung bersabda:
مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ
“Siapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.” (H.r. Bukhari & Muslim).
Oleh karena itu, wahai para ayah, peluklah anak-anak kita. Duduklah bersama mereka, tanyakan apa mimpi dan cita-cita mereka, apa ketakutan mereka. Imami shalat mereka, ajarkan mereka mengaji, ajak mereka berjalan ke masjid. Jadilah pahlawan nyata di hati mereka, sebelum waktu berlalu, dan mereka tumbuh dewasa dengan hati yang kosong dari figur seorang ayah.
Mari kita bawa pulang satu tekad dari masjid yang mulia ini: Kita ingin menjadi ayah yang bertanggung jawab, bukan hanya di dunia, tapi juga di hadapan Allah di akhirat kelak. Kelak, Allah tidak akan bertanya berapa merek mobil yang kita belikan untuk anak, atau seberapa megah kamar yang kita bangun untuk mereka. Namun Allah akan bertanya, “Apakah engkau telah mengenalkan Aku pada anakmu? Apakah engkau telah mendidik akhlaknya?”
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ … وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban… Seorang laki-laki adalah pemimpin di keluarganya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (H.r. Bukhari & Muslim).
Marilah kita menjadi sosok ayah yang tidak membiarkan anak-anak kita yatim sebelum waktunya. Semoga Allah melembutkan hati kita sebagai orang tua, memberikan kita waktu dan kesabaran untuk mendidik anak-anak kita, dan menyelamatkan keluarga kita dari api neraka. Aamiin
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم، أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْـمُسْلِمِيْنَ وَالْـمُسْلِمَاتِ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْه، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الشَّافِعُ فِي الْمَحْشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اِتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ الْأَوْلَادَ أَمَانَةٌ عِنْدَكُمْ وَأَنْتُمْ مَسْئُولُونَ عَنْهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، كَمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ”. فَأَحْسِنُوا تَرْبِيَتَهُمْ وَتَابِعُوا أَخْلَاقَهُمْ فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ.
قَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَوْلَادَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَاجْعَلْهُمْ هُدَاةً مُهْتَدِينَ، غَيْرَ ضَالِّينَ وَلَا مُضِلِّينَ. اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْهِمُ الْإِيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوبِهِمْ، وَكَرِّهْ إِلَيْهِمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ، وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الرَّاشِدِينَ.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْآ حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ. أَقِيمُوا الصَّلَاةَ!
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
Follow Media Sosial MANIS :
IG : https://www.instagram.com/majelis_manis/?igshid=YmMyMTA2M2Y%3D
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok https://www.tiktok.com/@majelis_manis_
📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Iman Islam
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130







