Ayat Tentang Harut dan Marut

0
33

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz saya mau bertanya, sy pernah membaca kisah tentang malaikat harut marut yg di turunkan Allah ke bumi utk diuji, dan kemudian mereka malah melakukan kemaksiatan. Apakah ini benar, ust? Tp jika berdasarkan surat Al-Baqarah, harut marut berkenaan dgn sihir. Yg benar seperti apa ya ustadz? Jazaakallah khoiron🙏🏻

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃

Jawaban

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Bismillahirrahmanirrahim..

Ayat tentang Harut dan Marut, adalah sebagai berikut:

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا تَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَ ۚ وَمَا کَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰـكِنَّ الشَّيٰـطِيْنَ كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَاۤ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَـکَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَ ۗ وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى يَقُوْلَاۤ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۗ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَ زَوْجِهٖ ۗ وَمَا هُمْ بِضَآ رِّيْنَ بِهٖ مِنْ اَحَدٍ اِلَّا بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَيَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ ۗ وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرٰٮهُ مَا لَهٗ فِى الْاٰ خِرَةِ مِنْ خَلَا قٍ ۗ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهٖۤ اَنْفُسَهُمْ ۗ لَوْ کَانُوْا يَعْلَمُوْنَ

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa Kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal, keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.” Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barang siapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 102)

Siapa Harut dan Marut? Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya berkata:

وَقَدْ تَقَدَّمَ هَلْ هُمَا مَلَكَانِ أَوْ مَلِكَان أو غَيْرُهُمَا؟ خِلَافٌ

Telah berlalu penjelasan tentang siapakah Harut dan Marut, apakah dia dua malaikat (malakaani) atau dua raja (malikaani) ataukah selain keduanya? Ini diperselisihkan. (Tafsir Al Qurthubi, jilid. 1, hal. 424)

Pendapat Pertama

Menurut Ibnu Abbas, Ibnu Abza, Al Dhahak, dan Hasan Al Bashri, bahwa ayat yang berbunyi:

وَمَاۤ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَـکَيْنِ بِبَابِلَ

(Wa maa unzila ‘alal malakaini bibaabil)

Bukanlah dibaca Malakaini (dua malaikat) tetapi Malikaini (dua raja), dengan huruf lam dikasrah. Menurut Ibnu Abza, dua raja yang dimaksud adalah Daud dan Sulaiman. Al Hasan mengatakan keduanya adalah raja di Babil (Babilonia).

Ada pun kata MAA, dalam ayat “Wa maa unzila ‘alal malakaini bibaabil “, adalah maa untuk nafiyah (pengingkaran), sehingga artinya “Dan tidaklah diturunkan dua raja di Babilonia”, bukannya “dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia”. Namun pendapat ini dibantah oleh Ibnul ‘Arabi.

(Tafsir Al Qurthubi, jilid. 1, hal. 423)

Namun menurut Imam Ibnul Jauzi bacaan yang benar adalah malakaini (dua malaikat), inilah bacaan yang lebih shahih menurut jumhur ulama. (Zaadul Masir, jilid. 1, hal. 93)

Pendapat Kedua

Harut dan Marut adalah malaikat. Mereka diutus untuk menginformasikan kepada manusia tentang sihir, agar mereka menjauhinya. Merka berdua mengajarkan bukan untuk menyeru pada sihir, tapi untuk mengetahui bahayanya dan meninggalkannya.

Az Zajaj berkata: diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu, bahwa yang diturunkan adalah dua malaikat yang memberitahu kepada manusia tentang pengajaran dalam rangka indzar (warning) dari sihir, bukan pengajaran untuk mengajak pada sihir.

Az Zajaj mengomentari penjelasan Ali bin Abi Thalib, sbb:

وَهَذَا الْقَوْلُ الَّذِي عَلَيْهِ أَكْثَرُ أَهْلِ اللُّغَةِ وَالنَّظَرِ، وَمَعْنَاهُ أَنَّهُمَا يُعَلِّمَانِ النَّاسَ عَلَى النَّهْيِ فَيَقُولَانِ لَهُمْ: لَا تَفْعَلُوا كَذَا، وَلَا تَحْتَالُوا بِكَذَا لِتُفَرِّقُوا بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. وَالَّذِي أُنْزِلَ عَلَيْهِمَا هُوَ النَّهْيُ، كَأَنَّهُ قُولَا لِلنَّاسِ: لَا تَعْمَلُوا كَذَا

Pendapat ini dianut oleh mayoritas ahli bahasa dan ulama, artinya keduanya mengajarkan manusia tentang larangan, mereka berdua berkata kepada manusia: “Jangan kalian lakukan itu, jangan kalian menipu dari sendiri dengan hal itu untuk menceraikan antara seseorang dengan suaminya.” Dan yang diturunkan kepada keduanya adalah larangan, seolah mereka berdua berkata: “Jangan kerjakan itu”. Jadi, arti dari yu’allimaan (mereka berdua mengajarkan) adalah yu’limaan (menginformasikan).

(Tafsir Al Qurthubi, jilid. 1, hal. 424-425)

Hal serupa dijelaskan dalam Tafsir Al Muyassar:

وكذلك اتبع اليهود السِّحر الذي أُنزل على الملَكَين هاروت وماروت، بأرض “بابل” في “العراق”; امتحانًا وابتلاء من الله لعباده، وما يعلِّم الملكان من أحد حتى ينصحاه ويحذِّراه من تعلم السحر، ويقولا له: لا تكفر بتعلم السِّحر وطاعة الشياطين

Demikian juga orang Yahudi mengikuti sihir yang diturunkan kepada dua malaikat, Harut dan Marut, di bumi Babilonia di Irak, sebagai ujian dari Allah kepada hamba-hambaNya, dan tidaklah dua malaikat itu mengajarkan sampai mereka menasihati dan memberikan peringatan kepada yg mempelajari sihir, mereka berdua berkata: “Janganlah kalian kafir dengan mempelajari sihir dan mentaati syetan.” (Tafsir Al Muyassar, jilid. 1, hal. 116)

Hal serupa juga disebutkan dalam Tafsir Ath Thabari. (Jilid. 2, hal. 420)

Pendapat Ketiga

Harut dan Marut bukanlah raja, bukan pula malaikat, mereka adalah dua orang laki-laki di Babilonia yang diajarkan sihir oleh syetan.

Imam Al Mawardi menyebutkan salah satu penjelasan ahli tafsir, bahwa para ahli sihir Yahudi menyangka Allah Ta’ala menurunkan sihir melalui lisan Jibril dan Mikail kepada Daud dan Sulaiman, maka Allah Ta’ala mendustakan mereka. Sulaiman tidaklah kafir, tidak pula menurunkan sihir kepada dua malaikat (Jibril dan Mikail) tetapi syetanlah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia di Babilonia yaitu Harut dan Marut, dua orang laki-laki di Babilonia.

(An Nukat wal ‘Uyun, jilid. 1, hal. 165)

Pendapat Keempat

Menurut Qatadah, Syetan mengajarkan sihir, Harut dan Marut juga mengajarkan sihir. (Tafsir Ath Thabari, 2/421)

Hanya saja sihir yang diajarkan Harut dan Marut adalah sebagai peringatan atas bahayanya.

Demikian. Wallahu A’lam

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here