Hukum Meringkas Khutbah Jum’at

0
50

Pertanyaan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz… Saya mau bertanya, apakah hadist ini Sholih ustadz? Kenapa banyak ustadz-ustadz melakukan kebalikanya, memanjangkan khutbah dan memendekkan shalat, apakah bisa dikatakan dia tidak faqih Dalam agama?

Dari ‘Ammar bin Yasir beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya panjangnya shalat seseorang dan ringkasnya khutbah merupakan tanda kefaqihannya.” (Shahih Muslim, Kitabul Jum’at nomor 869 dan Bulughul Maram nomor 477

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃


Jawaban

Oleh: Ustadz Ustadz Farid Nu’man Hasan

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ya, haditsnya shahih.. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, Imam Ibnu Hibban, Imam Al Bazar, dll.

Hadits tersebut anjuran tidak memperpanjang khutbah Jumat, agar pendengar paham dan tidak jenuh. Khatib yang faqih (paham), bukan sekedar paham ilmu agamanya tapi juga paham kondisi audiens.

Namun pendeknya khutbah, tidak berarti sangat pendek. Dalam hadits shahih yang lain:

Jabir bin Samurah Radhiallahu ‘Anhu menceritakan tentang shalat dan khutbah Rasulullah ﷺ:

كُنْتُ أُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَتْ صَلَاتُهُ قَصْدًا وَخُطْبَتُهُ قَصْدًا

“Saya pernah shalat (Jumat) bersama Rasulullah ﷺ, lama shalat dan khutbah beliau adalah qashd (pertengahan, tidak terlalu panjang atau terlalu pendek). (HR. Muslim no. 866)

Maksud dari Qashd, adalah antara panjang dan pendek. Syaikh Ahmad Khalil As Saharanfuri menjelaskan:

القصد في الشيء الاعتدال والاقتصاد فيه وترك التطويل، قال النووي: أي بين الطول الظاهر والتخفيف الماحق، وإنما كانت صلاته – صلى الله عليه وسلم – وخطبته كذلك، لئلا يمل الناس، واختلف في أقل ما يجزئ على أقوال مبسوطة في كتب الفقه

Qashd dalam sesuatu adalah i’tidal (pertengahan) dan sederhana, tidak panjang. An Nawawi mengatakan: yaitu antara panjang yang begitu jelas dan pendek yang merusak khutbah, sesungguhnya shalat dan khutbah Rasulullah seperti itu, agar manusia tidak jenuh. Dalam kitab-kitab fiqih, secara sederhana terjadi perbedaan batasan minimal tentang hal itu. (Badzlul Majhud, jilid. 5, hal. 132)

Demikian. Wallahu A’lam

🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here