MENJADI PEJUANG SHALAT SUBUH DI MASJID

0
153

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

📝 Khutbah Jum’at Oleh: Ustadz Mohamad Mufid, M. Pd.I (IKADI DIY)

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلا سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
أَمَّا بَعْدُ؛

Hadirin rahimakumullah,

Dikisahkan bahwa pasca meletusnya perang pada tahun 1973, antara Mesir dan Israel, ada salah seorang tentara Mesir mangajak bicara seorang tentara Yahudi yang paham bahasa Arab. Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon atau batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan, ‘Hai hamba Allah, hai Muslim, ini ada tentara Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia.”

Lalu apa jawab tentara Yahudi itu? Ternyata jawabannya sangat mengejutkan! “Wahai kaum muslimin! Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat Subuh kalian sama dengan shalat Jum’at!”

Hadirin hafidzakumullah,

Dari dialog tersebut, dapat dipahami sebenarnya kaum Yahudi mengakui bahwa kemenangan akan berada di pihak kaum Muslimin. Namun, hal itu tidak akan pernah terjadi sebelum kaum Muslimin berbondong-bondong memakmurkan masjid di waktu shalat Subuh berjamaah. Pada saat itu, masjid-masjid saat shalat Subuh penuh sesak, seperti halnya pada waktu shalat Jum’at.

Jika kita lihat realita saat ini, sepertinya kaum Muslimin masih jauh dari kemenangan dan kejayaan. Memang benar dikatakan, jika kita ingin melihat kuantitas Kaum Muslimin, lihatlah pada shalat Jum’at, Idulfitri atau shalat Iduladha. Pasti jama’ah akan melimpah ruah sampai memenuhi halaman masjid dan sisi kanan kiri jalan raya. Tetapi jika ingin melihat kualitas Kaum Muslimin, lihatlah pada shalat Subuh berjamaah di masjid. Rata-rata di masjid tersebut hanya terdiri atas satu atau dua shaf. Bahkan ada seorang muadzin yang merangkap, mengumandangkan iqomah sekaligus imam. Itulah rahasia bagaimana shalat Subuh berjamaah menjadi salah satu tolak ukur kualitas sebuah masyarakat dan kemenangan umat Islam.

Hadirin rahimakumullah,

Banyak sekali para sahabat Nabi yang menjaga shalat Subuh berjamaah di masjid. Perhatikan kisah sahabat Khalid bin Walid yang tidak mau memulai perang, kecuali setelah melaksanakan shalat Subuh. Hal itu ia lakukan agar tidak tertinggal shalat Subuh. Mengapa beliau punya tekad kuat semacam itu? Tentu karena ia sangat paham bahwa shalat Subuh memiliki keutamaan yang begitu besar bagi umat Islam.

Dr. Raghib As-Sirjani dalam buku berjudul Rahasia Waktu Fajar, mengungkapkan bagaimana shalat Subuh memiliki kedahsyatan yang luar biasa. Dalam buku tersebut dikisahkan bagaimana Anas bin Malik rayidhallahu ‘anhu selalu menangis ketika mengingat saat-saat penaklukan Tastar, sebuah kota yang berada di Persia (Iran).

Peperangan tersebut tergolong peperangan yang sangat berat yang dirasakan kaum Muslimin. Selain memakan waktu yang cukup lama, yaitu hingga 1,5 tahun; dari sisi jumlah pasukan juga tidak sebanding, antara kaum Muslimin dengan jumlah kaum kafir.

Benteng Tastar baru bisa diterobos menjelang shalat Fajar. Pasukan Islam menerobos masuk benteng. Kemudian terjadilah peperangan sengit antara 30.000 para mujahid Islam dengan 150.000 pasukan Persia. Peperangan berlangsung sangat hebat. Pasukan Kaum Muslimin sempat terdesak. Suasana begitu genting, kritis dan sangat berbahaya.

Akhirnya dengan karunia Allah, peperangan dimenangkan Kaum Muslimin. Mereka menang gemilang atas musuh. Kemenangan yang tercapai beberapa saat setelah terbit matahari. Saat itu kaum Muslimin baru menyadari di hari yang menakutkan itu, ternyata shalat Subuh terlewatkan! Dalam kondisi yang begitu rawan, dentingan suara pedang mengintai batang leher, membuat kaum Muslimin tidak sanggup melaksanakan shalat Subuh tepat pada waktunya. Melihat kondisi ini, Anas bin Malik tiba-tiba menangis karena shalat Subuh tertinggal. Anas pun berkata, “Buat apa Tastar? Sungguh shalat Subuh telah berlalu dariku. Sepanjang usia, aku tidak akan bahagia seandainya dunia diberikan kepadaku sebagai ganti shalat ini!”

Ma’asyiral muslimiina rahimakumullah,

Pertanyannya, mengapa sahabat besar seperti Anas bin Malik sangat menyesal tertinggal shalat Subuh? Walaupun sebenarnya Allah sendiri memaklumi kondisi kaum Muslimin yang sedang berjuang jihad fisabilillah.

Sebagaimana diketahui, Anas bin Malik adalah sosok figur sahabat yang sudah hidup bersama Rasulullah sejak usia 10 tahun. Anas selalu membantu keseharian Nabi Muhammad Saw. Artinya, hampir semua sunah Rasul begitu dipahami oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Salah satu jawabannya adalah karena Anas bin Malik paham betul tentang mulianya shalat Subuh berjamaah.

Ma’asyirol muslimiina rahimakumullah,

Maka pada kesempatan kali ini, khatib perlu menyampaikan beberapa keutamaan shalat Subuh berjamaah sebagai pemicu semangat kita untuk menjadi pejuang shalat Subuh berjamaah di masjid.

Pertama, shalat Subuh disaksikan langsung oleh para malaikat. Allah Swt. berfirman dalam surat Al Isra ayat 78:

أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَآنَ ٱلفَجرِ ۖ إِنَّ قُرءَآنَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).” (Q.s. Al-Isra’: 78)

Kedua, pahala shalat Subuh berjamaah setara dengan shalat sunah satu malam penuh. Rasulullah Saw. bersabda:

(( مَنْ صَلَّى العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ، فَكَأنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ في جَمَاعَةٍ، فَكَأنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ )) رواه مُسْلِمٌ

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat Isya berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan shalat separuh malam. Dan barangsiapa yang melaksanakan shalat Subuh berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan shalat semalaman penuh.’” (H.r. Muslim)

Ketiga, shalat Subuh adalah salah satu tolak ukur keimanan. Rasulullah Saw. bersabda:

(( لَيْسَ صَلاَةٌ أثْقَلَ عَلَى المُنَافِقِينَ مِنْ صَلاَةِ الفَجْرِ وَالعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيْهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْواً )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

“Tidak ada shalat yang paling berat bagi orang munafik daripada shalat Shubuh dan Isya. Seandainya mereka mengetahui pahala keduanya, pasti mereka mendatanginya walaupun dalam keadaan merangkak.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Tidak hanya sampai disitu, shalat sunah yang menyertainya juga mendapatkan porsi yang luar biasa. Aisyah raydhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua raka’at fajar (sholat sunnah sebelum Shubuh) lebih baik dari dunia dan seisinya” (H.r. Muslim).

Hadirin rahimakumullah,

Selain imbalan pahala yang melimpah, ternyata shalat Subuh berjamaah juga bermanfaat dari pandangan ilmu kesehatan.

Dokter Barita Sitompul, sesuai disiplin keilmuannya, spesialisasi jantung dan pembuluh darah, menjelaskan bahwa shalat Subuh sangat bermanfaat karena mampu mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular atau sistem jantung dan pembuluh darah.

Pada studi MILIS, studi GISSI 2, dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang valid, dikatakan bahwa puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada pukul 06.00 pagi sampai pukul 12.00 siang. Kemudian pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 03.00 dini hari) sampai siang itulah secara perlahan tekanan darah berangsur naik, karena terjadi peningkatan adrenalin. Peningkatan adrenalin berefek pada meningkatnya tekanan darah dan menyempitnya pembuluh darah, yang pada akhirnya akan meningkatkan resiko pada sistem kardiovaskular.

Dokter Barita Sitompul kembali menjelaskan bahwa gangguan jantung dan pembuluh darah pada setiap manusia dapat terjadi pada semua orang, termasuk bayi, anak-anak, hingga orang tua. Maka tidak heran ada seseorang yang tiba-tiba meninggal dunia pada pagi hari. Padahal, semalam kondisi badannya masih sehat, masih bisa bercengkrama dengan saudara dan kerabat.

Kesimpulannya, seandainya kita bangun pada sepertiga malam, kemudian berwudhu dengan sempurna, dilanjutkan dengan ruku,’ sujud, dan gerakan lainnya dalam shalat tahajud secara tuma’ninah, serta dilanjutkan dengan berjalan ke masjid, secara tidak langsung akan memberikan pencegahan gangguan pada sistem jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).

Inilah rahasia waktu dan shalat Subuh yang diperintahkan oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya 14 abad silam. Meskipun sudah berlalu ribuan tahun, ternyata manfaatnya selalu saja ditemukan oleh ilmu kedokteran. Barangkali kita pernah menjumpai ada seorang pasien yang menghabiskan uang puluhan juta, ratusan juta, bahkan milyaran rupiah hanya untuk mengobati penyakit jantung.

Namun, ternyata Islam sudah menyediakan tindakan preventif melalui shalat tahajud dan Subuh. Artinya, kesehatan menjadi barang yang begitu mahal dan apa pun akan dilakukan agar kita sehat kembali, meskipun harta, tenaga, waktu, dan pikiran dipertaruhkan.

Hadirin rahimakumullah,

Demikianlah khutbah Jumat ini disampaikan. Marilah kita berusaha sekuat tenaga untuk menjadi pejuang pejuang Shalat Subuh berjamaah di masjid, terkhusus kepada kaum laki-laki. Secara tidak langsung, dengan hadir shalat Subuh berjamaah di masjid, kita sudah berkontribusi untuk menuju kebangkitan Islam. meski kita tidak tahu pasti kapan umat Islam akan bangkit, paling tidak dengan kehadiran kita di barisan shaf shalat Subuh, kita akan dicatat oleh Allah sebagai hamba yang sudah berikhtiar untuk kemenangan umat Islam. Aamiin Yaa Rabbal’alamiin.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالِّذكْرِ الْحَكِيمِ ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَ دِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَ لَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَكَرِيْمِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ اْلأَوَّلِيْنَ وَاْلأَخِرِيْنَ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ اَجْمَعِيْنَ . اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ , يَا رَبَّناَ وَ لَكَ الْحَمْدُ وَ لَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِى لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَ عَظِيْمِ سُلْطَانِكَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، فَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ
رَبَّناَ اغْفِرْ لَناَ ذُنُوْبَناَ وَ لِوَالِدَيْناَ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَاناَ صِغَاراً

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here