Seruan Untuk Memakmurkan Masjid

Ketika Museum itu Dahulu adalah Masjid

📝 Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

Pada tahun 1908, masjid Ayasofya (Aya Sofya) Camii masih dipakai untuk sholat walau hanya beberapa shaf saja. Nampak di shof belakang empat muslimah bersama seorang anaknya.

Sejak awal pembebasan oleh Sultan Mehmed II Fatih tahun 1453 gereja Hagia Sophia ini jatuh menjadi properti sultan karena kota direbut melalui pertempuran. Beberapa gereja di dalam kota tua Konstantinopel tetap diizinkan untuk beroperasi; bahkan perbaikannya didanai oleh Kesultanan Turki Utsmani.

Mihrab

Ketika Sultan Mehmed II Fatih menjadikannya masjid maka diletakkanlah mihrab dari kayu menghadap ke arah kota Makkah. Mihrab dibangun sedikit di sebelah kanan Apse (ruang setengah lingkaran pada bagian depan) bekas gereja dengan kemiringan sekitar 10 derajat dari porosnya.

Karpet dan Bendera

Di kemudian hari setelah tahun 1520, pada masa Sultan Süleyman I Kanuni, ketika Madinah dan Makkah menjadi bagian dari tanggung-jawab Kekhilafahan Turki Utsmani, beberapa karpet Masjid Nabawi diganti dengan yang baru. Sedangkan karpet yg lama sebagian diletakkan pada shof pertama Ayasofya Camii. Sedangkan sebagian umbul-umbul (raya) milik Nabi Muhammad ShalalLaahu ‘alayhi wa Sallam diletakkan di sebelah kiri dan kanan mihrab.

Bekas lukisan mosaik gereja tidak langsung diubah sampai pada era Sultan Ahmed I (1603-17). Pada masa beliau barulah gambar-gambar menyerupai manusia itu ditutup untuk tidak melanggar ketentuan dilarangnya gambar mahluk bernyawa.

Menara Masjid/Minaret

Pada era Sultan Mehmed II Fatih ditambahkan sebuah minaret (tapi sekarang tidak ada lagi) di sebelah barat-daya (SW) di sebelah kanan pintu masuk dan satu minaret lagi di sebelah tenggara (SE). Sedangkan Sultan Bayezid II (1481-1512) menambahkan satu minaret di pojok timur-laut (NE) pada era Sultan Selim II (1566-74) menyuruh arsitek kesultanan Mimar Sinan untuk membebaskan perumahan yang mengelilingi masjid. Mimar Sinan juga, dengan pertimbangan keamanan bangunan, menilai salah satu menara buatan Mehmed II Fatih membahayakan struktur asli gereja mengusulkan pembongkarannya serta pendirian yang baru. Pada era Sultan Murad III (1574-95) barulah minaret Selim II selesai dibangun serta menambahkan satu minaret lagi secara simetris.

Kedua Lilin Raksasa

Setelah Sultan Süleyman I Kanuni berhasil menguasai kota Buda (Budapest) di Hungaria, beliau menghadiahkan 2 lilin raksasa dari Katedral Buda kepada Ayasofya Camii. Kedua ghanimah simbolik itu diletakkan pada kedua sisi mihrab.

Ruang Muadzin

Pada masa Sultan Murat III dibangun platform lantai mezanin (Müezzin Mahfili) sebagai tempat muadzin mengumandangkan adzan serta pengumuman lainnya.

Perpustakaan dan Madrasah

Pada masa Sultan Mahmud I (1730-54) ditambahkan sebuah perpustakaan pada barisan di sebelah selatan. Beliau juga menambahkan air-mancur segaligus tempat berwudhu di dekat pintu utama serta sebuah medrese.

Rondel Kaligrafi

Kaligrafi berupa nama Allah Ta’ala, Rasulullah Muhammad ShalalLaahu ‘alayhi wa Sallam, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Hasan, dan Husein yang tergantung pada lantai dua dibuat pada pertengahan abad ke-19 Masehi oleh kaligrafer kesultanan sekaligus Hakim-Militer Kazasker Mustafa İzzet Efendi (1801-1876). Beliau juga mengerjakan seni kaligrafi untuk beberapa masjid lainnya seperti Hırka-i Şerif, Buyuk Kasımpaşa; Kucuk Mecidiye; Sinan Pasa and Yahya Efendi.

❌ Pada tahun 1934, atas perintah Mustafa Kemal Atatürk, masjid Ayasofya ini diubah menjadi museum.

Agung Waspodo

Depok, 24 Dzul-Hijjah 1440 Hijriyah

➡️ Data masjid diambil dari buku 📚 Matthews. Mosques of İstanbul – Including the Mosques of Bursa and Edirne. SCALA Yayıncılık. Ankara: 2010 (pp.41-46)

➡️ Foto diolah sendiri oleh pemateri dari buku 📚 Benoist-Mechin. Turkey 1908-1938 – The End of the Ottoman Empire, A History in Documentary Photographs. Swan Productions. Schweiz: 1989 (p.22)

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *