Relakan dan Sabar

TABUNGAN CINTA

πŸ“ Pemateri: Ustadz Bendri Jaisyurrahman

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸ

Emang benar bahwa sabar itu gak ada batasnya. Yang ada batasnya itu Sumbar, Jabar, Kalbar atau Wabar (Wakanda bagian barat). Tapi kekuatan kita sebagai manusia untuk sabar tentu lah terbatas.

Maka emosi yang kita tahan seharian bisa jebol juga. Dimulai dari pergi kondangan sama suami eh ternyata saltum alias salah kostum. Corak baju mirip dengan taplak meja prasmanan di hajatan. Alhasil sebelum nyicipin makanan minta buru-buru pulang. Malu.

Di tengah jalan ban motor bocor setelah dikejar-kejar anjing dan nabrak tiang listrik. Mata berkunang-kunang pas ngelihat spanduk Kepak Sayap Kebhinnekaan. Plus ilfil saat papasan sama pelakor yang pernah godain suami. Udah gitu pas update status di Facebook gak ada yang komen. Ya Allah…. untung sempat denger pengamen jalanan bersenandung, “Dinda jangan marah-marah..takut nanti lekas tua”. Marah pun surut sesaat. Takut tua. Kebayang kalau Skincare berubah jadi Freshcare buat kerokan.

Begitu sampai di rumah, anak berulah. Rumah berantakan. Kertas bertebaran dimana-mana. Lipstik kesayangan dari Wardah dijadiin crayon buat coret-coret di tembok. Emosi pecah. Spontan membentak anak. Langsung menjewer bahkan mencubitnya.

Anehnya anak malah minta maaf. Menyesal udah bikin ibu marah. Mereka mendadak bijak meski tak bayar pajak. Memaklumi ibu yg marah apalagi di tanggal tua. Dimana emosi ibu berbanding terbalik dengan saldo tabungan. Saldo menurun, emosi memuncak.

Ajaib. Setelah dimarahi anak masih ingin mendekat. Apa sebabnya? Ternyata karena saldo cinta yg kita miliki sudah terlalu banyak dalam rekening jiwa anak. Maka saat kita marah terjadi auto debet pengurangan saldo. Tapi gak sampai defisit. Anak masih sayang dan kagum dengan ortunya.

Hal ini persis dengan yang dialami Usamah bin Zaid. Dimana Rasul pernah murka luar biasa akibat kesalahannya membunuh seseorang di medan jihad. Amarah Rasul ini tak membuat Usamah kesel balik. Kenapa? Salah satunya ketika ia teringat pernah dipeluk Rasul saat kecil seraya didoakan “Ya Allah sayangilah ia. Sesungguhnya aku sangat sayang dengannya”.

Inilah tabungan cinta. Membuat anak tetap kagum meski kita memarahinya. Sayangnya tabungan cinta ini masih konven. Gak syariah. Setelah menabung hasilnya membuat hati anak berbunga. Cobalah!

Wallahu a’lam bish showab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸ

Sebarkan! Raih Pahala

πŸƒπŸƒπŸŒΊπŸƒπŸƒπŸŒΊπŸƒπŸƒ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

πŸ“±Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/Joinmanis

πŸ’° Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
+62 852-7977-6222
+62 822-9889-0678

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *