Foto di Medsos

0
42
⁉UMM (Ustadz Menjawab MFT)

Selasa, 12 September 2017

💝🌼💝🌼💝🌼💝🌼💝

❓Ana Ilmania (08)
Mohon maaf, ana ingin brtanya, kalo udah meninggal, terus yang meninggal ini punya sosmed yang didalamnya banyak foto yang gak berjilbab, apa dosanya ngalir?

💝 Ustadzah Prima Eyza Menjawab :

Pertanyaan bagus banget…

Sepemahaman saya, dosanya tetap mengalir.
Karena dosa berdasarkan dampaknya kan ada 2 macam: dosa yang terbatas dan dosa yang tidak terbatas.
*Dosa yg terbatas*, dampak dan akibatnya (azabnya) hanya untuk diri kita sendiri.
Sedangkan *dosa yang tidak terbatas* ada 2 jenis pula: tidak terbatas tempat dan tidak terbatas waktu.
Yakni dosa yg kita perbuat, ditiru orang di tempat lain atau di waktu/masa yang berganti, atau menyebabkan orang lain di berdosa pula, maka kita juga kebagian hitungan dosanya (azabnya).

Ini berdasar kepada hadits dari Rasulullah saw bahwa beliau bersabda,

مَنْ سَنَّ فِي الإسلام سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِها بعْدَهُ كُتِب لَه مثْلُ أَجْر من عَمِلَ بِهَا وَلا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ

ومَنْ سَنَّ فِي الإسلام سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وزر من عَمِلَ بِهَا ولا يَنْقُصُ من أَوْزَارهِمْ شَيْءٌ

“Barang siapa yang membuat jalan kebaikan dalam Islam, kemudian amalan tersebut tetap diamalkan setelahnya, maka akan dituliskan baginya ganjaran pahala orang-orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala mereka.
dan barang siapa yang membuat jalan kejelekan dalam Islam, kemudian kejelekan tersebut tetap dilakukan setelahnya, maka akan dituliskan baginya ganjaran dosa orang-orang yang melakukannya tanpa harus mengurangi dosa-dosa mereka.”
(HR. Muslim)

Maka, kembali ke kasus orang yang memajang foto membuka aurat, kemudian ia meninggal, jika foto-foto tersebut disaksikan/dinikmati oleh orang lain yang bukan mahrom, maka orang-orang ini kan berdosa. Karena memandang/menyaksikan/menikmati aurat orang lain. Nah si empunya foto yang membuka aurat yang telah menyebabkan orang lain berdosa ini, tentu ia berdosa pula. Walaupun telah meninggal dan telah berganti masa.
Atau ketika foto-foto membuka aurat itu ditiru oleh orang lain oleh sebab dirinya yang mencontohkan. Maka orang lain yang meniru berdosa. Dan yang mencontohkan kebagian dosanya juga, dengan tidak mengurangi dosa orang yang menirunya.
Walau yang mencontohkan telah meninggal dan telah berganti masa.

Hal ini pun semakna dengan hadits Nabi saw tentang dosa pembunuhan yang dilakukan oleh Qabil (anak Nabi Adam as),
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« لاَ تُقْتَلُ نَفْسٌ ظُلْماً إِلاَّ كَانَ عَلَى ابْنِ آدَمَ الأَوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دَمِهَا ، لأَنَّهُ أَوَّلُ مَنْ سَنَّ الْقَتْلَ » .

“Tidaklah seorang jiwa dibunuh secara zhalim, kecuali anak Adam yang pertama (Qabil) ikut menanggung darahnya, karena ia adalah orang yang pertama mencontohkan pembunuhan.” (HR. Al Bukhari)

Qabilnya telah wafat. Tapi setiap orang setelahnya yg melakukan dosa pembunuhan, Qabil ikut kebagian dosanya.
Sama, hal ini berlaku pula untuk semua jenis dosa.

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/majelismanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here