Bulan Muharram

*Ustadz Menjawab*
_Ahad, 02 Oktober 2016_
Ustadzah Rochma
 *Bulan Muharram*
Terdapat dua pertanyaan yang bertema Muharram dan bisa dijawab sekaligus
Assalamu’alaikum…afwam numpang tanya,kl bs d jwb sesegera mungkin….
Adakah tuntutan berdoa d awal & akhir th???da dalil2 serta haditsnya??
Syukron…# A 42
Puasa suro itu sebaiknya dilakukan tgl brp mhn penjelasanya terima kasih
Jawaban
————
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته
Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah. Empat bulan tersebut adalah, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
“Sesungguhnya jumlah bulan di Kitabullah (Al Quran) itu ada dua belas bulan sejak Allah menciptakan langit dan bumi, empat di antaranya adalah bulan-bulan haram.”
(QS. At Taubah: 36)
Kata *Muharram artinya ‘dilarang’.* Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan dimuliakan oleh masyarakat Jahiliyah. Pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya. Kemudian ketika Islam datang kemuliaan bulan haram ditetapkan dan dipertahankan sementara tradisi jahiliyah yang lain dihapuskan termasuk kesepakatan tidak berperang.
Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah (syahrullah). Beribadah pada bulan haram pahalanya dilipatgandakan dan bermaksiat di bulan ini dosanya dilipatgandakan pula. Pada bulan ini tepatnya pada tanggal 10 Muharram Allah menyelamatkan nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rasulullah saw. menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai kesyukuran atas pertolongan Allah. Masyarakat Jahiliyah sebelumnya juga berpuasa. Puasa 10 Muharram tadinya hukumnya wajib, kemudian berubah menjadi sunnah setelah turun kewajiban puasa Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا يَعْنِي عَاشُورَاءَ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ وَهُوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ فَقَالَ أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Dari Ibnu Abbas RA, bahwa nabi saw. ketika datang ke Madinah, mendapatkan orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu ‘Asyuraa (10 Muharram). Mereka berkata, “ Ini adalah hari yang agung yaitu hari Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan keluarga Firaun. Maka Nabi Musa as berpuasa sebagai bukti syukur kepada Allah. Rasul saw. berkata, “Saya lebih berhak mengikuti  Musa as. dari mereka.”  Maka beliau berpuasa dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa” (HR Bukhari).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
Dari Abu Hurairah RA. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)
Walaupun ada kesamaan dalam ibadah, khususnya berpuasa, tetapi Rasulullah saw. memerintahkan pada umatnya agar berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Yahudi, apalagi oleh orang-orang musyrik. Oleh karena itu beberapa hadits menyarankan agar puasa hari ‘Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari ‘Asyura.
Secara umum, *puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan :*
Pertama, berpuasa tiga hari, sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya, yaitu puasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.
Kedua, berpuasa pada hari itu dan satu hari sesudah atau sebelumnya, yaitu puasa tanggal: 9 dan 10, atau 10 dan 11.
Ketiga,  puasa pada tanggal 10 saja, hal ini karena ketika Rasulullah memerintahkan untuk puasa pada hari ‘Asyura para sahabat berkata:
“Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan, akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut.”
(HR. Muslim).
Landasan puasa tanggal 11 Muharram didasarkan pada keumuman dalil keutamaan berpuasa pada bulan Muharram. Di samping itu sebagai bentuk kehati-hatian jika terjadi kesalahan dalam penghitungan awal Muharram.
Selain berpuasa, *umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadits, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu baik untuk dilakukan.*
Demikian juga sebagian umat Islam menjadikan bulan Muharram sebagai bulan anak yatim. Menyantuni dan memelihara anak yatim adalah sesuatu yang sangat mulia dan dapat dilakukan kapan saja. Dan tidak ada landasan yang kuat mengaitkan menyayangi dan  menyantuni anak yatim hanya pada bulan Muharram.
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Oleh karena itu  salah satu momentum yang sangat penting bagi umat Islam yaitu menjadikan  pergantian tahun baru Islam sebagai sarana umat Islam untuk muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan rencana ke depan yang lebih baik lagi. Momentum perubahan dan perbaikan menuju kebangkitan Islam sesuai dengan jiwa hijrah Rasulullah saw. dan sahabatnya dari Mekah dan Madinah.
Dari keterangan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa
✅Puasa yang dicontohkan oleh Rasulullah adalah pada tanggal 9,10 dan 11.
✅Rasulullah tidak mencotohkan doa awal dan akhir tahun. Hanya perlu bermuhasabah diri ketika terjadi pergantian tahun. Bisa juga bermuhasabah dilakukan setiap hari tanpa menunggu bulan Muharram.
Sumber : dakwatuna.com
Wallahu a’lam.

Dipersembahkan Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
Sebarkan! Raih Bahagia….

KARAKTERISTIK ISLAM

📆 Rabu, 26 Dzulhijjah 1437 H/ 28 September 2016
📗 Aqidah
📝 Ustadz Farid Nu’man Hasan
📖 KARAKTERISTIK ISLAM
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
4⃣ Al-Wasathiyah wat ‘Adalah wat Tawazun (Pertengahan, Adil, dan Seimbang)
Maksud dari karakter ini adalah sikap Islam yang pertengahan, adil, dan seimbang di antara dua jalan dan arah yang saling bertentangan. Antara dunia dan akhirat, individu (fardiyah) dan masyarakat (jama’iyah), idealita (mitsaliyah) dan realita (waqi’iyah), spiritual (ruhiyah) dan material (maddiyah), tekstual (manthuq) dan kontekstual (mafhum), konsisten (tsatbat) dan taghayyur (perubahan), sosialisme (isytirakiyah) dan kapitalisme (ra’sumaliyah), dan lainnya.
Pertengahan di antara dua hal itulah umat Islam layak di sebut umat terbaik, itu jika mereka masih berpegang teguh padanya.
Allah Ta’ala berfirman: “Kamu sekali-kali tidak akan melihat pada ciptaan Allah Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (QS. Al-Mulk: 3)
Allah Ta’ala berfirman: “Dan Kami jadikan kalian sebagai umatan wasathan.” (QS. Al-Baqarah: 143)
Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ummatan wasathan berarti umat yang adil, pilihan dan terbaik. Dikatakan, “Quraisy adalah suku pertengahan di Arab secara garis keturunan (nasaban) dan negri tempat tinggal (Daaran), yaitu sebagai suku terbaik di sana. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga pertengahan (wasathan) di antara kaumnya, yaitu yang paling mulia nasabnya, darinya ada istilah shalat wustha yaitu shalat paling utama, yakni Ashar.” (Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’anul Azhim, 1/190)
Penulis Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah mengatakan, “Umat Islam adalah pertengahan antara agama-agama (milal), sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Dan kami jadikan kalian sebagai umat pertengahan (umatan wasathan).” (QS. Al-Baqarah:143), sedangkan Ahlus Sunnah adalah pertengahan antara firaq (kelompok-kelompok) yang disandarkan kepada Islam. (Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthany, Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah Lisyaikhil Islam Ibni Taimiyah rahimahullah, hal.48. muraja’ah. Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin. Cet.2, Rabiul Awal 1411H. Penerbit: Ri-asah Idarat al Buhuts Al-‘Ilmiyah wal Ifta’ wad Da’wah wal Irsyad)  
Karakter pertengahan, adil, dan seimbang ini bukanlah klaim, melainkan fakta. Contoh, pertengahan Islam dalam menyikapi wanita haid. Menurut Yahudi, wanita haid haruslah dikucilkan, hatta suaminya tidak boleh  menyentuhnya. Adapun menurut Nasrani, wanita haid tidak berdosa bagi suaminya untuk menggaulinya. Dua gambaran ekstrim yang amat bertolak belakang.
Adapun Islam, pertengahan di antara kedua sikap ini. Islam mengajarkan para suami untuk tetap bersikap sewajarnya dengan wanita haid dan berinteraksi secara ma’ruf, bahkan boleh bercumbu (mubasyarah) –banyak hadits yang menceritakan kedekatan Rasulullah SAW kepada isteri-isterinya walau mereka sedang haid sebagaimana yang diriwayatkan dari Aisyah, Ummu Salamah, dan Maimunah radhiallahu ‘anhunna, namun tidak dibenarkan untuk lebih dari itu, yaitu menggaulinya.
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu bahwa Yahudi jika seorang wanita sedang haid, maka mereka tidak mau makan bersamanya (menjauhinya), maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Lakukanlah apa saja oleh kalian (terhadap isteri yang sedang haid, pen) kecuali  nikah (jima’).” (HR. Muslim. Bulughul Maram min Adillatil Ahkam, Kitab ath-Thaharah, Bab Al-Haidh, hal. 33, no. 121. Darul Kutub Al-Islamiyah).
Belum lagi keadilan Islam dalam pembagian waris yang amat detil dan proporsional, yang tidak kita temukan dalam agama lain. Kaum feminis yang selalu sinis menggugat perbandingan 2:1 pembagian waris antara laki-laki dan perempuan. Maunya mereka sama rata. Ini menunjukkan kecerobohan mereka dalam berfikir. Adil tidak berarti sama rata, jika Anda memberikan uang masing-masing Rp. 50.000,- kepada siswa SMA, SMP, dan kelas 1 SD. Adilkah? Tidak! Sebab siswa SMA dan SMP merasa kurang dengan Rp. 50.000,- karena kebutuhan mereka lebih dari itu dalam sepekan. Tetapi bagi siswa kelas 1 SD, uang senilai itu ia tidak mengerti untuk apa. Laki-laki mendapat dua bagian dari wanita dalam hak waris dalam Islam. sebab, si laki-laki akan menggunakan uangnya  untuk isteri dan anaknya, sedangkan si wanita uang yang ia dapatkan tidak berkurang, justru bertambah dari suaminya, apalagi jika ia punya penghasilan juga.  
Keadilan Islam juga nampak dalam menyikapi hak kepemilikan harta. Kaum komunis dan sosialis mengingkari kepemilikan pribadi, bahkan mereka menganggap hak kepemilikan pribadi merupakan sumber segala kehancuran, kehancuran, dan penyelewengan. Hak prbadi semua harus dikembalikan kepada negara, sehingga tidak ada kaya dan miskin di masyarakat. Sedangkan kapitalis mengakui hak kepemilikan pribadi secara ekstrim tanpa mempedulikan masyarakat lain, sehingga walau tetangga melarat, negara bangkrut, bukan urusan dan tanggung jawab mereka (rasa-rasanya ini yang terjadi atau dianut di Indonesia tanpa disadari). Bahkan, mereka menganggap Tuhan telah menakdirkan, kalau si miskin tetap miskin  Kedua model ini sudah terbukti gagal dalam mensejahterakan rakyatnya. Nah, Islam pertengahan di antara keduanya. Manusia secara individu berhak memiliki harta sesuai usahanya yang halal dan baik, tanpa melupakan hak orang lain yang tidak seberuntung dirinya, seperti adanya zakat, infaq, sadaqah, atau waqaf. Negara diberi wewenang untuk mengelola itu semua untuk sebesar kemakmuran umatnya dibawah prinsip keadilan Islam. Sehingga tidak terjadi kesenjangan antara si kaya dan si miskin, dan permusuhan antara pemilik modal dengan negara.
Islam memandang, adanya kaya dan miskin, adalah sunatullah kehidupan yang tidak bisa diingkari. Sedangkan, pengabdian kepada negara Islam dengan pemimpinnya yang shalih, adalah bagian dari perintah agama, athi’ullaha wa athi’urrasul wa ulil amri minkum…
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📷 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Profile Ali bin Abi Thalib

📆 Selasa, 25 Dzulhijjah 1437 H/ 27 September 2016
📕 Sirah
📝 Ustadzah Ida Faridah
📖 Profile Ali bin Abi Thalib
============================
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺
Assalamu’alaikum sahabat MFT…..
Apa kabarnya hari ini???
Baik adik-adik, kali ini kita akan membahas profile sahabat Nabi lagi
Ali bernama lengkap Ali bin Abu Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf. Ibunya bernama Fatimah binti Saad bin Hasyim bin Abdul Manaf. Beliau dilahirkan di Mekkah pada hari jum’at 13 Rajab tahun 570 M atau 32 tahun setelah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Beliau tinggal bersama Nabi Muhammad SAW sejak kecil. Beliau diasuh sebagaimana anak sendiri karena kondisi ayahnya yang miskin. Beliau mendapat didikan langsung dari Nabi Muhammad SAW sehingga menjadi seorang yang berbudi tinggi dan berjiwa luhur.
Ali bin Abi Thalib masuk islam saat berusia tujuh tahun. beliau adalah anak kecil yang pertama masuk islam, sebagaimana Khadijah adalah wanita pertama yang masuk islam, Zaid bin Haritsah adalah budak pertama yang masuk islam, Abu Bakar ra adalah lelaki merdeka yang pertama masuk islam.
Ali bin Abi Thalib mendapat nama panggilan Abu Thurab (Bapaknya tanah) dari Nabi SAW. Abu Thurab adalah panggilan yang paling disenangi oleh Ali karena Nama itu adalah kenang-kenangan berharga dari Nabi SAW.
Ali adalah salah seorang dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Ali adalah orang laki-laki pertama yang masuk islam dan pertama dari golongan anak kecil. Beliau dinikahkan dengan putri Nabi SAW, Fatimah Az-Zahra. Lahir dari Fatimah dua anak yaitu Hasan dan Husein.
Peranan Ali bin Abi Thalib sangat besar. Beliau menggantikan Nabi Muhammad SAW di tempat tidurnya ketika Nabi SAW mau hijrah. Beliau mempertaruhkan nyawanya karena saat itu rumah Nabi Muhammad SAW sudah dikepung oleh algojo kafir Quraisy. Setelah itu, dia mendapat siksaan dari kafir Quraisy.
Selain itu, Ali bin Abi Thalib mendapat tugas untuk menyelesaikan urusan-urusan yang terkait dengan amanat Nabi Muhammad SAW. Sehingga beliau sempat beberapa hari tinggal dulu di Mekkah. Setelah urusan selesai, beliau menyusul Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Beliau berjalan kaki menuju Madinah. Kemudian beliau bertemu dengan Nabi SAW di Quba.
Sikap pemberani dan petarung sejati dibuktikan di beberapa peperangan yang diikutinya. Pada perang Badar beliau melakukan duel satu lawan satu dengan kafir Quraisy. Beliau berhasil membunuh musuhnya, begitu juga ketika perang Uhud, beliau merupakan salah satu petarung yang berhadapan dengan perwakilan kafir Quraisy.
Perang saudara pertama dalam islam, perang Siffin pecah diikuti dengan merebaknya fitnah seputar kematian Ustman bi Affan membuat posisi Ali sebagai khalifah menjadi sulit. Beliau meninggal di usia 63 tahun karena pembunuhan oleh Abdurrahman bin Muljam, seorang yang berasal dari golongan Khawarij (pembangkang) saat mengimbangi shalat subuh di masjid Kuffah, pada tanggal 19 Ramadhan tahun 40 Hijriyah. Ketika berusia 63 tahun. Ali dikuburkan secara rahasia di Najaf, bahkan ada beberapa riwayat yang menyatakan bahwa ia dikubur di tempat lain.
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃🌺
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
📲Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
💽 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
💾 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Cara Efektif Sukses Ujian 💯

 Jum’at, 28 Dzulhijjah 1437 H/30 September 2016
 Pengembangan Diri & Motivasi
 Ustadzah Wiwit, Ustadzah Dina, Ustadzah Heni
 Cara Efektif Sukses Ujian 
============================

Suka atau tidak suka, masa ujian tetap datang dan kita harus mengikutinya.
Beberapa tips ini mudah-mudahan bisa membantu untuk sukses dalam menghadapi ujian.
 Preparation : Persiapan sebelum ujian.
Selalu berdo’a sebelum belajar.
Pastikan semua sumber belajar, catatan materi, textbook, dll sudah lengkap.
Pelajari konsep-konsep utama, hubungkan konsep yang saling berkaitan sehingga mendapatkan pemahaman utuh.
Rewriting; jgn malas untuk menuliskan kembali apa yang sudah kamu pelajari. Menulis membantu mengingat dan memahami konsep utama.
Gunakan semua indera saat belajar; tidak hanya membaca, tapi juga menuliskan, dan mendiskusikan dengan teman.
Carilah tempat belajar yang kondusif, dapat juga berpindah-pindah supaya tidak merasa bosan.
Gunakan gambar, tabel, atau diagram untuk lebih memahami konsep yang dipelajari.
Berusaha untuk memahami konsep utama, bukan sekedar menghafal.
Latihan dengan mengerjakan soal ujian tahun sebelumnya, jika tidak ada, kami bisa coba membuat pertanyaan-pertanyaan latihan.
Berlatih untuk menuliskan jawaban soal essay.
Fokus pada materi-materi yang belum kamu pahami/kuasai.
Siapkan semua peralatan yang diperlukan; alat tulis lengkap, kartu ujian, dst.
 Saat ujian :
Datang sebelum waktu ujian dimulai, sehingga kamu punya waktu untuk mempersiapkan diri.
Berdo’a sebelum memulai mengerjakan ujian.
Baca dan pahami soal dengan teliti sehingga kamu bisa memilih jawaban yang tepat.
Gunakan waktu se-efektif mungkin utk setiap soal, jangan berlama-lama pada soal tertentu yang kamu belum kuasai.
Baca kembali hasil pekerjaanmu, cek apakah ada yang msh perlu ditambahkan atau dikoreksi.
Jangan panik. kepanikan akan membuatmu lupa dan tidak teliti. Berusahalah untuk tetap tenang sehingga kamu bisa berpikir dgn jernih.
Terus berdo’a semoga Allah SWT memberikan hasil yang terbaik.
Demikian tips yang bisa coba kamu praktekkan, semoga semua sukses menempuh ujian.
Tetap semangat!! 

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis

Tafsir Surat Al-Kautsar

Sabtu, 29 Dzulhijjah 1437 H/ 01 Oktober 2016
 Al-Qur’an
 Ustadz Noorahmat
 Tafsir Surat Al-Kautsar
============================

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu’alaikum wr wb

Adik-adik…..pagi ini kita bertemu kembali dengan bagian ketiga dari Tafsir Surat Al Kautsar….
Bagaimana khabar semuanya? Semoga kita terjaga dalam komitmen untuk menjalankan amaliah penghuni syurga tanpa kenal lelah ya…. Agar kelak bisa istirahat di sebaik-baiknya tempat….. Syurga Firdaus, dan bercengkerama bersama Rasulullah SAW menikmati buah dari kerja keras kita di dunia menjaga Syahadat kita.
Nah….kita langsung saja ya…
Allah Azza wa Jalla berfirman
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. (QS Al-Kautsar: 2)
Setelah Allah Azza wa Jalla mengkhabarkan kepada kita akan indahnya Al Kautsar, sebagaimana yang telah dibahas pekan lalu, yang berwujud kebaikan yang banyak di dunia dan akhirat, antara lain sebuah sungai yang sifat-sifatnya telah disebutkan pekan lalu, maka….
Maka… kerjakanlah salat fardu dan salat sunat kalian semua dengan ikhlas karena Allah Azza wa Jalla dan juga dalam semua gerak-gerik kita.
Sembahlah Allah Azza wa Jalla semata, jangan pernah menyekutukan-Nya karena tiada sekutu bagi-Nya.
Hal yang semacam ini juga Allah Ta’ala sebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:
قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيايَ وَمَماتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
Katakanlah, “Sesungguhnya salatku, ibadahku. hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).”(QS Al-An’am: 162-163)
Ada istilah wanhar di akhir ayat kedua QS Al Kautsar ini….
Apa ya maksudnya?
Ibnu Abbas, Ata, Mujahid, Ikrimah, dan Al-Hasan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan wanhar ialah menyembelih unta dan ternak lainnya sebagai korban. Hal yang semisal telah dikatakan oleh Qatadah, Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi, Ad-Dahhak, Ar-Rabi’, Ata Al-Khurrasani, Al-Hakam, Sa’id ibnu Abu Khalid, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf. Hal ini berbeda keadaannya dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang menyebut nama-Nya, Allah Swt. telah berfirman:
وَلا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ
Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. (Al-An’am: 121), sampai akhir ayat.
Nah adik-adik…
Pendapat diatas adalah yang sahih, yaitu dengan menyatakan bahwa makna yang dimaksud dengan nahr ialah menyembelih hewan kurban. Karena itulah maka Rasulullah SAW seusai salat Idul Adha segera menyembelih kurbannya, lalu bersabda:
“مَنْ صَلَّى صَلَاتَنَا، وَنَسَكَ نُسُكَنَا، فَقَدْ أَصَابَ النُّسُكَ. وَمَنْ نَسَكَ قَبْلَ الصَّلَاةِ فَلَا نُسُكَ لَهُ”. فَقَامَ أَبُو بُرْدَةَ بْنُ نَيَّارٍ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي نَسكتُ شَاتِي قَبْلَ الصَّلَاةِ، وَعَرَفْتُ أَنَّ الْيَوْمَ يَوْمٌ يُشْتَهَى فِيهِ اللَّحْمُ. قَالَ: “شَاتُكَ شَاةُ لَحْمٍ”. قَالَ: فَإِنَّ عِنْدِي عِنَاقًا هِيَ أَحَبُّ إليَّ مِنْ شَاتَيْنِ، أَفَتُجْزِئُ عَنِّي؟ قَالَ: “تُجْزِئُكَ، وَلَا تُجَزِئُ أَحَدًا بَعْدَكَ”.
Barang siapa yang salat seperti salat kami dan menyembelih kurban seperti kami menyembelih kurban, maka sesungguhnya dia telah menunaikan kurbannya. Dan barang siapa yang menyembelih kurban sebelum salat (hari raya) maka tiada kurban baginya.Maka Abu Burdah Nayyar bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menyembelih kambingku sebelum salat, dan aku mengetahui bahwa hari ini adalah hari yang semua orang menyukai daging padanya” Rasulullah Saw. menjawab:Kambingmu itu adalah daging kambing biasa (bukan kurban). Abu Burdah berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai seekor anak kambing kacang yang lebih aku sukai daripada dua ekor kambing biasa, apakah itu cukup untuk kurbanku?” Rasulullah Saw. menjawab: Cukup untukmu, tetapi tidak cukup untuk orang lain sesudahmu.
Nah adik-adik…
Ternyata memang surat Al Kautsar ini berkaitan dengan Idul Adha yang beberapa pekan lalu kita rayakan bersama. Dan semuanya bertaut sebagai bagian dari kebaikan yang banyak….
Semoga kita semua semakin semangat mengejar amaliah syurga ya….
Sementara sampai disini dulu, kita akan bertemu kembali pekan depan untuk bagian keempat dari Tafsir QS Al Kautsar yang akan membahas bagian akhir dari surat yang indah ini.
Wassalamu’alaikum wr wb.

Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
Sebarkan! Raih pahala
============================
Ikuti Kami di:
 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis