KISAH NABI ADAM A.S. (1)

📆Jum’at, 30 Dzulqo’dah1437 H/  02 September 2016
📘Sirah
📝 Pemateri: Dr. Wido Supraha
📖 KISAH NABI ADAM A.S. (1)
=============================
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Brother and Sista,
Umat manusia yang ada saat ini sejatinya berawal dari manusia yang satu (Q.S. 4:1), dialah Bapak Manusia, Adam a.s. Sains hari ini pun telah mementahkan teori Darwin yang menyebutkan bahwa manusia hasil evolusi dari kera. Mengetahui hakikat tentang Bapak kita yang pertama tentunya adalah keutamaan tersendiri ya Brother and Sista, agar kita semakin memahami hakikat hidup dan kehidupan ini.
Dari berbagai nash yang kita terima hari ini, berikut ini beberapa fakta terkait dengan Nabi Adam a.s., sebagai berikut:
1⃣ Nabi Adam a.s. diciptakan dari tanah (Q.S. 3:59), bukan dari api yang tidak berasap, dan bukan dari cahaya. Nabi Isa a.s. juga diciptakan dari tanah. Secara logika manusia, tentunya Nabi Adam a.s. lebih  berhak disembah sebagai Tuhan daripada Nabi Isa a.s., namun Islam tidak mengajarkan manusia untuk dijadikan Tuhan.
2⃣ Nabi Adam a.s. adalah manusia pertama dalam sejarah umat manusia hari ini, dan menjadi manusia pertama yang menikah. Hal ini menunjukkan betapa mulianya pernikahan, dan betapa dilarangnya berpacaran. (Q.S. 7:189)
3⃣ Awal kekhawatiran para Malaikat akan penciptaan manusia yang akan melalahirkan kerusakan dan pertumpahan darah adalah karena Malaikat telah menyaksikan kehidupan para jin sebelum penciptaan manusia. Namun pengetahuan makhluk akan tujuan Allah amatlah terbatas. (Q.S. 2:30)
4⃣ Kesombongan iblis, sebagai salah satu jenis makhluk dari kalangan jin tampak ketika ia tidak mau memberikan penghormatan kepada Nabi Adam a.s. yang baru diciptakan-Nya hanya karena perbedaan materi penciptaan. Sejatinya, Iblis membangkang perintah Tuhannya. (Q.S. 7:11)
Sampai disini dulu ya Brother and Sista. Ada yang mau ditanyakan? Kita akan lanjutkan poin-point terkait penciptaan manusia pada tulisan selanjutnya ya.
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih pahala….

Tegar Melangkah di Jalan yang Benar

📆 Jumat, 30 Dzulqo’dah 1437H / 2 September 2016
📚 *MOTIVASI*

📝 Pemateri: *Ustadzah Rochma Yulika*
📋 *Tegar Melangkah di Jalan yang Benar*
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Inilah dunia fana.
Ia nampak begitu mempesona dan tak kuasa diri menolak keindahannya.
Gundah hati  menapaki hari. Kadang lelah tak terperi. Letih dan sedih mengisi hari. Merasai perjalanan hidup ini.
Dalam sujudku.
Selalu ku bermunajat pada sang Penentu.
Tuk senantiasa kuatkan hatiku.
Tuk selalu tuntun langkahku. Agar tak tertipu oleh dunia yang semu.
Ketika hasrat dan taat berpadu dalam relung jiwaku.
Tetap istiqamah tuk menjadi penolong agama Mu
Allahu akbar…
_Jadikan kami manusia-manusia yang tegar saat yang lain terlempar._
_Jadikan kami manusia-manusia tangguh saat yang lain rapuh._
_Jadikan kami manusia-manusia kuat saat yang lain tersesat._
_Dan jadikan kami manusia-manusia mulia saat yang lain terperdaya oleh dunia._
Allahu akbar…
Teringat akan kisah perang Badar. Jiwa-jiwa ksatria yang tak pernah gentar.
Meski musuh berjumlah jauh lebih besar. Namun panji Islam tetap kan berkibar
_Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi._
_”Dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya, apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”. (Al Anfal:60)._
Wallahu musta’an.
Seperti kisah berikut ini.
Lelaki renta yang setia menjalani segala amanah yang ada di pundaknya.
Meski melangkah saja tak kuasa, beliau tetap bisa memberikan wejangan kepada anak-anak didiknya.
Meski di kursi roda, semangatnya mampu mengguncang dunia.
Setiap ungkapan yang terucap mempunyai kekuatan yang luar biasa.
Hatinya yang bersih, keikhlasannya yang tulus, dan semangatnya yang membara menjadikan kalimat yang terlontar selalu penuh makna.
Tak lain semuanya dilakukan lantaran keyakinan penuh bahwa Allah pasti akan memberikan kemenangan bagi umat Islam.
Kursi roda setia menemani beliau mengerjakan tugas beratnya.
Tahukah Anda siapakah beliau?
Tak lain dan tak bukan adalah *Syekh Ahmad Yasin*, pemimpin gerakan _Hamas di Palestina_ yang berjuang melawan kekejaman Zionis Yahudi.
Namanya masih kita kenal meski sudah cukup lama beliau meninggalkan dunia ini.
Kenangan akan semangat nya mampu menginspirasi kita semua.
Keteguhannya dalam membela kebenaran dan menegakkan keadilan sungguh tiada terkira.
Perlulah kita mencontoh semangatnya, keteguhan nya, dan keyakinannya.
Meski lelah, letih dan segala kekurangan yang ia miliki takkan pernah menyurutkan keteguhannya di jalan kebaikan. Bersemangat membela kebenaran. Berjuang mencegah kemungkaran.
Begitu pula, ada kisah lain lagi. Ada seseorang yang aktif memperjuangkan keberadaan umat Islam serta memurnikan ajaran-Nya.
Beliau ditanya seberapa besar modal untuk membangun yang dia cita-citakan beserta para muridnya. Dengan lantang beliau menjawab, _“Bukan harta yang menjadi modal, tetapi keimanan dan ketakwaan yang ada pada dada kami yang akan mewujudkannya.”_
Beliau adalah *Hasan al-Banna* yang mendirikan organisasi Ikhwanul Muslimin di Mesir yang memiliki keinginan untuk menyatukan umat yang terpecah-belah.
Para kader pendukungnya bukan orang-orang kaya yang sanggup mengeluarkan infak, melainkan orang-orang yang memiliki semangat yang luar biasa.
Bahkan mereka rela makan dengan sederhana untuk keluarganya.
Mereka mengutamakan infak untuk membesarkan nama dan kejayaan Islam.
Masya Allah, bila semua tak berbekal keyakinan dan kepasrahan kepada Rabb-Nya mereka takkan mampu menjalaninya.
Sahabat Surgaku…..
Bersama Allah solusi itu ada…
Allah Dzat yang memiliki segala sesuatu yang mampu menghadirkan keberkahan dari setiap rezeki yang didapatkan oleh makhluk-Nya.
Keberkahan tak terukur dengan ukuran manusia. Tak terjangkau oleh hitungan logis manusia. Menakjubkan memang. Hingga terkadang uang 1 juta menjadi jauh lebih bisa mencukupi dibanding 10 juta.
Begitu pula kekuatan pasukan perang Badar yang berjumlah 300 orang Muslim sanggup mengalahkan 1000 musuh.
Inilah solusi bila ada keyakinan dalam hati. Yakinlah bersama Allah kita bisa.
Hidup memberi seratus alasan untuk menangis, tetapi Allah akan memberi seribu alasan untuk tersenyum.
Keyakinan akan perniagaan yang tak pernah rugi membuat generasi Rabbani tak kenal henti memperjuang kan diin mulia ini. Merenda asa, mengukir prestasi, meneguhkan jati diri, menggenapkan ketaatan pada ilahi begitulah ciri pejuang sejati.
Tak pernah menyerah ketika kaki sudah melangkah. Lantaran semua sudah diawali dengan basmalah.
Tak menghindar meski harus terkapar. Tak mundur selangkah meski harus berdarah-darah.
Jiwa-jiwa mereka tangguh meski kadang terjatuh. Keterjatuhan tak membuat mereka merana lantaran baginya dengan keterjatuhan itu mereka bisa belajar tentang hidup sesungguhnya.
Jiwa-jiwa mereka kokoh, sekokoh karang di laut yang tak mudah goyah, yang tak mudah runtuh.
Lantaran jiwa mereka telah terisi oleh kecintaan pada sang pemilik alam semesta. *Ibnul Jauzi* dalam bukunya, Shifatus Shafwah, dengan sangat baik hati menyebutkan perkataan *Syumait bin Ajlan* yang menjadi bukti bahwa sejatinya kekuatan orang mukmin ada di hatinya, bukan pada anggota badannya.
Syumaith berkata,
_“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menjadikan kekuatan orang mukmin ada pada hatinya, tidak pada anggota badannya._
_Tidakkah kalian melihat orang tua yang lemah, dia mampu berpuasa di siang hari dan shalat di malam hari sedangkan pemuda tidak bisa melakukannya.”_
(Shifatus Shafwah : III/341)
Begitulah setiap kisah dari pendahulu kita bisa menjadikan kita banyak mengambil hikmah.
Bukan hanya para nabi dan rasul, maupun para shahabat, melainkan salafush shalih pun kisahnya bisa kita jadikan pegangan dalam mengarungi bahtera kehidupan ini.
Wallahu A’lam bis Shawab
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁
Dipersembahkan oleh:
http://www.iman-islam.com
Ikuti Kami di:
Telegram : https://is.gd/3RJdM0
Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : https://twitter.com/grupmanis
Istagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
🗳Sebarkan dan raihlah pahala …

Bila Lupa Shalat

*Ustadzah Menjawab*
Jum’at, 02 September 2016_
Ustadzah Nurdiana
🌿🌺🍄 *Lupa Sholat Fardhu*
Assalaamualaikum.  Ustadz/ustadzah,  mohon penjelasan. Bila ada orang yang terlupa belum shalat fardhu, dan baru ingat saat shalat fardhu berikutnya, bagaimana cara menggantinya. Misalnya saat shalat maghrib dia lupa, lalu ingatnya saat shalat isya. Syukron atas segala jawabannya.   # A 40
🌸🌸🌸Jawaban
و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته ،
Dalam Islam tidak jatuh suatu hukum kecuali sudah memenuhi syarat,
Islam, baligh, berakal sehat, dan paham.
Kalau faktor lupa ini memang merupakan kebiasaan dan ciri khas manusia, itulah sebabnya manusia di sebut Al lnsan ( yang suka lupa) lupa disini bukan disengaja, tapi memang benar-benar lupa.
Untuk jawaban pertanyaan diatas, maka saat dia lupa, dia melakukan sholat disaat ia teringat, jadi dia sholat isya terlebih dulu setelah salam lanjut sholat maghrib, semoga Allah maafkan kelalaiannya dan jadi pelajaran untuk waktu mendatang, bagaimana sholat sebagai kebutuhan pokok dalam hidup dan kehidupan kita.
Wa Allahu A’lam.
🌿🌺🍄🍀🌷🌻
Dipersembahkan  Oleh:
Website : www.iman-manis.com
Telegram : http://is.gd/3RJdM0
Fans page : http://m.facebook.com/majelismanis/
Twitter : http:twitter.com/groupmanis
Instagram : http://www.instagram.com/majelismanis/
Play Store : http://play.google.vom/store/apps/details?id=id.manis
💼Sebarkan! Raih Bahagia….

KENAPA SIH HARUS BELAJAR SIRAH NABAWIYAH? (2 – HABIS)

📆Kamis, 29 Dzulqo’dah 1437 H/  01 September 2016
📘Sirah
📝 Pemateri: Dr. Wido Supraha
📖 KENAPA SIH HARUS BELAJAR SIRAH NABAWIYAH? (2 – HABIS)
=============================
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Brother and Sista,
Kita lanjutkan ya melihat rahasia yang akan kita peroleh dengan mempelajari sirah nabawiyah, selain 2 (dua) alasan yang telah kita diskusikan sebelumnya. Ternyata, jika kita terus mempelajari secara serius Sirah Nabawiyah ini, maka kita pun akan mendapatkan:
3⃣ Kemudahan dalam memahami Al-Qur’an berikut semangat tujuan turunnya setiap ayat.
Cukup banyak ayat-ayat Allah ﷻ yang baru bisa dijelaskan maksudnya setelah mempelajari peristiwa demi peristiwa yang pernah dilalui oleh Rasulullah ﷺ, dan bahkan Brother and Sista akan belajar bagaimana ya mengamalkan setiap ayat tersebut dengan benar.
4⃣ Gambaran utuh hidupnya seluruh prinsip dan hukum Islam.
Tentunya Brother and Sista akan mendapatkan wawasan yang amat banyak mencakup persoalan Aqidah, Hukum dan Akhlak.
5⃣ Model terbaik dalam cara menuntut ilmu, mengamalkan ilmu, menyebarkan ilmu.
Brother and Sista akan mengetahui bagaimana sih pola pendidikan yang terbaik. Fase-fase apa saja yang harus dilalui dalam proses pendidikan. Materi apa saja yang dibutuhkan oleh umat Islam untuk mencapai kejayaannya.
Demikianlah 5 (lima) hal di antara sekian banyak rahasia yang semakin menegaskan bahwa Sirah Nabawiyah bukanlah sekedar kitab sejarah an-sich, tapi ia adalah menjadi salah satu sumber referensi utama dalam mengkaji agama kita yang indah, Islam. Ayo yang belum pada punya bukunya, bulan depan di Jakarta ada pameran buku Islam lho. Nanti kita diskusikan bersama ya kalau brother and sista ada kesulitan dalam memahaminya.
🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃🌸🍃🍃
Dipersembahkan oleh:
www.iman-islam.com
💼Sebarkan! Raih pahala….