Jadi .., Kita Masuk Surga Karena Amal Sendiri atau Rahmat Allah

0
70

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Farid Nu’man Hasan.

Sebagian kalangan menilai, bahwa manusia masuk surga karena amal shalih yang diusahakannya. Hal ini diperkuat oleh firmanNya:

ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุชูŽุชูŽูˆูŽูู‘ูŽุงู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ุงุฆููƒูŽุฉู ุทูŽูŠู‘ูุจููŠู†ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุณูŽู„ุงู…ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงุฏู’ุฎูู„ููˆุง ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ุจูู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ

๐Ÿ“Œ(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam Keadaan baik oleh Para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. An Nahl (16): 32)

Juga ayat lainnya:

ูˆูŽู†ููˆุฏููˆุง ุฃูŽู†ู’ ุชูู„ู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุฃููˆุฑูุซู’ุชูู…ููˆู‡ูŽุง ุจูู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ

๐Ÿ“Œ   Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Al Aโ€™raf (7): 43)

Dua ayat ini, dan juga hadits-hadits yang membicarakan amal-amal menuju surga, menunjukkan bahwa amal shalih-lah sebagai penentunya.

Namun, ada pihak yang mengatakan bahwa manusia dimasukkan ke dalam surga adalah karena rahmat Allah Taโ€™ala semata, bukan karena amalnya. Mereka berdalil dengan beberapa hadits berikut:

Dari Abu Hurairah Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ู„ูŽู†ู’ ูŠูู†ูŽุฌู‘ููŠูŽ ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽุบูŽู…ู‘ูŽุฏูŽู†ููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู

๐Ÿ“Œโ€œTidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya.โ€  Mereka   bertanya: โ€œEngkau pun tidak, wahai Rasulullah?โ€ Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam menjawab: โ€œAku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan rahmatNya kepadaku.โ€ (HR. Bukhari No. 6463 dan Muslim No. 2816)

Dari Jabir Radhiallahu โ€˜Anhu, aku mendengar bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:

ู„ูŽุง ูŠูุฏู’ุฎูู„ู ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุฌููŠุฑูู‡ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽู„ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

๐Ÿ“ŒAmal shalih kamu tidaklah memasukkan kamu ke dalam surga dan tidak pula menjauhkan dari api neraka, tidak pula aku, kecuali dengan rahmat dari Allah. (HR. Muslim No. 2817)

Demikian alasan masing-masing pihak.  Selintas dalil-dalil mereka nampak bertentangan (taโ€™arudh) secara lahiriyah satu sama lain. Al Quran menyebut bahwa manusia masuk surga karena amal shalihnya, tetapi Al Hadits menyebut manusia masuk surga karena ramat Allah Taโ€™ala semata. Bukan karena amal shalihnya di dunia.

๐Ÿ“šBagaimana mengkompromikan dalil-dalil yang nampaknya bertentangan ini?

Imam An Nawawi Rahimahullah menjelaskan:

ูˆูŽูููŠ ุธูŽุงู‡ูุฑ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽุญูŽุงุฏููŠุซ : ุฏูŽู„ูŽุงู„ูŽุฉ ู„ูุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽุณู’ุชูŽุญูู‚ู‘ ุฃูŽุญูŽุฏ ุงู„ุซู‘ูŽูˆูŽุงุจ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉ ุจูุทูŽุงุนูŽุชูู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู„ู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ : { ุงูุฏู’ุฎูู„ููˆุง ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉ ุจูู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ } { ูˆูŽุชูู„ู’ูƒ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุฃููˆุฑูุซู’ุชูู…ููˆู‡ูŽุง ุจูู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ } ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆู‡ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุขูŠูŽุงุช ุงู„ุฏู‘ูŽุงู„ู‘ูŽุฉ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ ูŠูุฏู’ุฎูŽู„ ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉ ุŒ ููŽู„ูŽุง ูŠูุนูŽุงุฑูุถ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽุญูŽุงุฏููŠุซ ุŒ ุจูŽู„ู’ ู…ูŽุนู’ู†ูŽู‰ ุงู„ู’ุขูŠูŽุงุช : ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฏูุฎููˆู„ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉ ุจูุณูŽุจูŽุจู ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽูˆู’ูููŠู‚ ู„ูู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ู’ู‡ูุฏูŽุงูŠูŽุฉ ู„ูู„ู’ุฅูุฎู’ู„ูŽุงุตู ูููŠู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุจููˆู„ู‡ูŽุง ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽููŽุถู’ู„ู‡ ุŒ ููŽูŠูŽุตูุญู‘ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ ุจูู…ูุฌูŽุฑู‘ูŽุฏู ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ . ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูุฑูŽุงุฏ ุงู„ู’ุฃูŽุญูŽุงุฏููŠุซ ุŒ ูˆูŽูŠูŽุตูุญู‘ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุจูุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุฃูŽูŠู’ ุจูุณูŽุจูŽุจูู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽู‡ููŠูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽุฉ . ูˆูŽุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…

๐Ÿ“Œ Menurut zahir hadits-hadits ini ada petunjuk bagi ahlul haq, bahwasanya seseorang tidak berhak mendapat pahala dan surga karena amal ibadahnya. Adapun firman Allah Ta’ala: (Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan) dan (Itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan)  dan yang semisal keduanya dari beberapa ayat Al Quran yang menunjukkan bahwa amal ibadah itu dapat memasukkan ke dalam surga, maka semua itu  tidak bertentangan dengan beberapa hadis ini. Akan tetapi, ayat-ayat itu bermakna bahwa  masuknya seseorang ke dalam surga karena amal ibadahnya, kemudian mendapat taufik untuk melakukan amal ibadah itu dan mendapat hidayah untuk ikhlas dalam ibadah sehingga diterima di sisi Allah, adalah berkat rahmat Allah dan karuniaNya. Maka, yang benar adalah tidaklah seseorang  dimasukkan ke dalam surga semata-mata amal ibadahnya. Yang benar adalah adalah bahwa seseorang masuk ke surga dengan amal-amalnya yaitu dengan sebab-sebabnya, dan itu adalah bagian dari rahmat itu sendiri.  Wallahu Aโ€™lam.  (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 9/197. Mawqiโ€™ Ruh Al Islam)

Syaikh Ismail Haqqi Al Istambuli Al Hanafi Rahimahullah menjelaskan:

ุฃูŠ : ูˆู„ุง ุฃู†ุง ุฃุฏุฎู„ ุงู„ุฌู†ุฉ ุจุนู…ู„ ุฅู„ุง ุจุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡. ูˆู„ูŠุณ ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจู‡ ุชูˆู‡ูŠู† ุฃู…ุฑ ุงู„ุนู…ู„ ุŒ ุจู„ ู†ููŠ ุงู„ุงุบุชุฑุงุฑ ุจู‡ ูˆุจูŠุงู† ุฃู†ู‡ ุฅู†ู…ุง ูŠุชู… ุจูุถู„ ุงู„ู„ู‡

๐Ÿ“ŒYaitu:  tidak pula saya dimasukkan ke surga karena amal, kecuali dengan rahmat Allah. Maksudnya bukan berarti meremehkan urusan amal, tetapi ini dalam rangka meniadakan keterpedayaan dengan amal tersebut, dan penjelasan bahwa  amal itu disempurnakan dengan karunia Allah. (Tafsir Ruh Al Bayan, 8/334)

๐Ÿ”‘Jadi, tidak ada pertentangan antara ayat-ayat dan hadits-hadits tersebut. Manusia dimasukkan ke dalam surga karena rahmatNya yang diperoleh melalui sebab-sebab yakni amal shalih yang dilakukannya, BAHKAN amal shalih itu sendiri adalah bagian dari rahmat dan karunia Allah Ta’ala. Kita bisa ibadah, menuntut ilmu, .. bukankah itu bagian rahmat Allah kepada kita?

Wallahu Aโ€™lam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ


Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Follow IG MANIS : http://instagram.com/majelismanis

Subscribe YouTube MANIS : https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

๐Ÿ“ฑInfo & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis

๐Ÿ’ฐ Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSM : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/6285279776222
wa.me/6287782223130

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here