Uncategorized

Pelajaran Fiqih Dakwah dari Nabi Harun & Nabi Musa ‘alihimassalam

๐Ÿ“† Ahad, 24 Rajab 1437H / 1 Mei 2016

๐Ÿ“š DAKWAH ISLAM

๐Ÿ“ Ust. A Sahal Hasan, Lc

๐Ÿ“‹ PELAJARAN FIQIH DAโ€™WAH dari NABI HARUN & NABI MUSA โ€˜alaihimassalam

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

๐Ÿ“š Tak lama setelah Bani Israil diselamatkan dengan ditenggelamkannya Firaun, dan setelah Allah menurunkan rizki kepada mereka berupa manna dan salwa, Nabi Musa alaihissalam meninggalkan kaumnya untuk bergegas memenuhi janji bertemu dengan Allah di bukit Thursina selama 40 malam, yaitu 30 malam di bulan Dzul Qaโ€™dah dan 10 malam awal Dzulhijjah sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Jarir Ath-Thabari (13/86-87).

๐Ÿ“Œ Sebelum berangkat Nabi Musa telah berpesan kepada saudara kandungnya, Nabi Harun alaihissalam, untuk menggantikannya memimpin Bani Israil selama ia pergi.

ูˆูŽูˆูŽุงุนูŽุฏู’ู†ูŽุง ู…ููˆุณูŽู‰ ุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู‹ ูˆูŽุฃูŽุชู’ู…ูŽู…ู’ู†ูŽุงู‡ูŽุง ุจูุนูŽุดู’ุฑู ููŽุชูŽู…ูŽู‘ ู…ููŠู‚ูŽุงุชู ุฑูŽุจูู‘ู‡ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู†ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ููˆุณูŽู‰ ู„ูุฃูŽุฎููŠู‡ู ู‡ูŽุงุฑููˆู†ูŽ ุงุฎู’ู„ููู’ู†ููŠ ูููŠ ู‚ูŽูˆู’ู…ููŠ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุชูŽู‘ุจูุนู’ ุณูŽุจููŠู„ูŽ ุงู„ู’ู…ููู’ุณูุฏููŠู†ูŽ

Dan telah Kami janjikan kepada Musa tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Rabb-nya: empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.” (QS. Al-Aโ€™raf: 142).

๐Ÿ“Œ Singkat cerita, setelah Nabi Musa pergi, Samiri berhasil menyesatkan sebagian besar Bani Israil dengan penyembahan patung anak sapi. Nabi Harun menjalankan tugas daโ€™wah sebagai Nabi dan pemimpin mereka, sekaligus menunaikan pesan Nabi Musa dengan mencegah mereka dari kesesatan dan berusaha membimbing mereka kembali ke jalan yang lurus:

ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู‡ูŽุงุฑููˆู†ู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ูŠูŽุงู‚ูŽูˆู’ู…ู ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ููุชูู†ู’ุชูู…ู’ ุจูู‡ู ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุฑูŽุจูŽู‘ูƒูู…ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ููŽุงุชูŽู‘ุจูุนููˆู†ููŠ ูˆูŽุฃูŽุทููŠุนููˆุง ุฃูŽู…ู’ุฑููŠ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ู„ูŽู†ู’ ู†ูŽุจู’ุฑูŽุญูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุนูŽุงูƒููููŠู†ูŽ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู…ููˆุณูŽู‰

Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu, dan sesungguhnya Rabb kalian ialah Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah), maka ikutilah aku dan taatilah perintahku.” Mereka menjawab: “Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami.” (QS. Thaha: 90-91).

๐Ÿ“Œ Mereka tidak menaati nasihat Nabi Harun, bahkan mereka hampir membunuh beliau:

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ูŽ ุงุณู’ุชูŽุถู’ุนูŽูููˆู†ููŠ ูˆูŽูƒูŽุงุฏููˆุง ูŠูŽู‚ู’ุชูู„ููˆู†ูŽู†ููŠ

Sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir-hampir mereka membunuhku. (QS. Al-Aโ€™raf: 150).

๐Ÿ“Œ Nabi Musa marah saat melihat kesesatan kaumnya, lalu mendatangi mereka untuk meluruskan mereka kembali (lihat surat Thaha: 86-89).
Setelah itu, barulah ia menegur Nabi Harun:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุงู‡ูŽุงุฑููˆู†ู ู…ูŽุง ู…ูŽู†ูŽุนูŽูƒูŽ ุฅูุฐู’ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽู‡ูู…ู’ ุถูŽู„ูู‘ูˆุง ุฃูŽู„ูŽู‘ุง ุชูŽุชูŽู‘ุจูุนูŽู†ู ุฃูŽููŽุนูŽุตูŽูŠู’ุชูŽ ุฃูŽู…ู’ุฑููŠ

Berkata Musa: “Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat, (sehingga) kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah mendurhakai perintahku? (QS. Thaha: 92-93).

๐Ÿ“Œ Para ulama tafsir menyebutkan maksud teguran Nabi Musa kepada Nabi Harun (ุฃู„ุง ุชุชุจุนู†) โ€œMengapa kamu tidak mengikuti aku?โ€:

โœ… Mengapa kamu tidak segera pergi menyusulku bersama kelompok yang tetap beriman untuk memberitahuku tentang kesesatan mereka? (Ath-Thabari: 18/359; Ibnu Katsir: 5/312).

โœ… Mengapa engkau tidak perangi mereka, karena engkau tahu kalau aku ada saat itu, pasti aku akan perangi mereka. (Zad Al-Masir: 3/172, Al-Baghawi: 3/272-273).

โœ… Mengapa engkau tidak mengikutiku dengan mengingkari kemunkaran mereka? (Zad Al-Masir: 3/172, Fath Al-Qadir: 3/451). Jika yang dimaksud adalah mengingkari dengan lisan, maka Nabi Harun telah melakukannya seperti yang disebutkan oleh surat Thaha ayat 90. Berarti yang dituntut Nabi Musa adalah pengingkaran dengan tangan.

๐Ÿ“Œ Atas pertanyaan saudara kandungnya, Nabi Harun menjawab:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุจู’ู†ูŽุคูู…ูŽู‘ ู„ูŽุง ุชูŽุฃู’ุฎูุฐู’ ุจูู„ูุญู’ูŠูŽุชููŠ ูˆูŽู„ูŽุง ุจูุฑูŽุฃู’ุณููŠ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฎูŽุดููŠุชู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู‚ููˆู„ูŽ ููŽุฑูŽู‘ู‚ู’ุชูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุจูŽู†ููŠ ุฅูุณู’ุฑูŽุงุฆููŠู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฑู’ู‚ูุจู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ

“Hai putera ibu, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): “Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara (memperhatikan) ucapanku.” (QS. Thaha: 94)

๐Ÿ“š Pelajaran Fiqih Daโ€™wah dari Nabi Harun โ€˜alaihissalam:

๐Ÿ”นBersambung๐Ÿ”น

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ๐ŸŒน

Dipersembahkan:
www.iman-islam.com

๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala…

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close