Keutamaan Bulan Dzulhijjah

๐ŸŒผ FIQIH & HADITS,
Rabu, 2 Dzulhijjah 1436 H / 16 September 2015
๐Ÿ‘ค Ustadz Farid Nu’man Hasan
——————–
1โƒฃ Salah Satu Bulan-Bulan Haram
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ุงู„ุณู†ุฉ ุงุซู†ุง ุนุดุฑ ุดู‡ุฑุงู‹ุŒ ู…ู†ู‡ุง ุฃุฑุจุนุฉูŒ ุญุฑู…ูŒ: ุซู„ุงุซูŒ ู…ุชูˆุงู„ูŠุงุชูŒ ุฐูˆ ุงู„ู‚ุนุฏุฉุŒ ูˆุฐูˆ ุงู„ุญุฌุฉ ูˆุงู„ู…ุญุฑู…ุŒ ูˆุฑุฌุจ ู…ุถุฑ ุงู„ุฐูŠ ุจูŠู† ุฌู…ุงุฏู‰ ูˆุดุนุจุงู†”.
            โ€œSetahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga yang awal adalah DzulQaโ€™dah, DzulHijjah, dan Muharam. Sedangkan Rajab yang penuh kemuliaan antara dua Jumadil dan Syaโ€™ban.โ€ (HR. Bukhari No. 3025)
Allah  ๏ทป berfirman:
ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ู„ูŽุง ุชูุญูู„ูู‘ูˆุง ุดูŽุนูŽุงุฆูุฑูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ุดูŽู‘ู‡ู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…
ูŽ
โ€œHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah , dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram โ€ฆโ€ (QS. Al Maidah (5): 2)
Maksud dari โ€œJangan melanggar kehormatan bulan-bulan haramโ€ adalah larangan berperang di bulan-bulan itu. Sebagian imam ahli tafsir menyebutkan bahwa, hukum berperang pada bulan-bulan haram  adalah dibolehkan, sebab ayat ini telah mansukh (direvisi) secara hukum oleh ayat: โ€œPerangilah orang-orang musyrik di mana saja kalian menjumpainya โ€ฆ.โ€.  Sementara, ahli tafsir lainnya mengatakan, bahwa ayat ini tidak mansukh, sehingga larangan berperang pada bulan itu tetap berlaku kecuali darurat. Dan, Imam Ibnu Jarir lebih menguatkan pendapat yang menyatakan bahwa ayat ini mansukh (direvisi) hukumnya. (Jamiโ€™ Al Bayan, 9/478-479. Darul Kutub Al โ€˜Ilmiyah)  Imam Ibnu Rajab mengatakan kebolehan berperang pada bulan-bulan haram adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama), pelarangan hanya terjadi pada awal-awal Islam. (Lathaif Al Maโ€™arif Hal. 116. Mawqiโ€™ Ruh Al Islam)
2โƒฃ Sepuluh hari pertama yang penuh kemuliaan
Yaitu tanggal 1 โ€“ 10 Dzulhijjah, di mana Allah ๏ทป berfirman:
ูˆูŽุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู (1) ูˆูŽู„ูŽูŠูŽุงู„ู ุนูŽุดู’ุฑู (2)
Demi fajar,   dan malam yang sepuluh. (QS. Al Fajr (89): 1-2)
Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan maknanya:
ูˆุงู„ู„ูŠุงู„ูŠ ุงู„ุนุดุฑ: ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจู‡ุง ุนุดุฑ ุฐูŠ ุงู„ุญุฌุฉ. ูƒู…ุง ู‚ุงู„ู‡ ุงุจู† ุนุจุงุณุŒ ูˆุงุจู† ุงู„ุฒุจูŠุฑุŒ ูˆู…ุฌุงู‡ุฏุŒ ูˆุบูŠุฑ ูˆุงุญุฏ ู…ู† ุงู„ุณู„ู ูˆุงู„ุฎู„ู.
(Dan demi malam yang sepuluh): maksudnya adalah sepuluh hari pada Dzulhijjah. Sebagaimana dikatakan Ibnu Abbas, Ibnu Az Zubeir, Mujahid, dan lebih dari satu kalangan salaf dan khalaf. (Tafsir Al Quran Al โ€˜Azhim, 8/390. Dar Ath Thayyibah)
Ada juga yang mengatakan maksudnya adalah sepuluh hari awal Muharram, ada juga ulama yang memaknai sepuluh hari awal Ramadhan. Namun yang benar adalah pendapat yang pertama. (Ibid)  yakni sepuluh awal bulan Dzulhijjah.
3โƒฃ Amal shalih sepuluh hari pertama setara dengan derajat syahid
Dari Ibnu Abbas Radhiallahu โ€˜Anhuma, bahwasanya Rasulullah  ๏ทบ bersabda:
ู…ูŽุง ุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ู ูููŠ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูููŠ ู‡ูŽุฐูู‡ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ูŠูุฎูŽุงุทูุฑู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽู…ูŽุงู„ูู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนู’ ุจูุดูŽูŠู’ุก
ู
โ€œTidak ada amal yang lebih afdhal dibanding amal pada hari-hari ini.โ€ Mereka bertanya: โ€œTidak juga jihad?โ€ Beliau menjawab: โ€œTidak pula oleh jihad, kecuali seseorang yang keluar untuk mengorbankan jiwa dan hartanya, lalu dia tidak kembali dengan sesuatu apa pun.โ€ (HR. Bukhari No. 969)
Imam Ibnu Katsir mengatakan maksud dari โ€œpada hari-hari iniโ€ adalah sepuluh hari Dzulhijjah. (Tafsir Al Quran Al โ€˜Azhim, 8/390. Lihat Syaikh Sayyid Ath Thanthawi, Al Wasith, 1/4497. Mawqiโ€™ At Tafasir)
Maka, silahkan kita shaum, tilawah,  shalat sunah, sedekah, dan amal shalih lainnya di tanggal-tanggal itu sejauh yang kita mampu.
4โƒฃ Shaum โ€˜Arafah (9 Dzulhijjah)
Dari Qatadah Al Anshari Radhiallahu โ€˜Anhu, katanya:
ูˆูŽุณูุฆูู„ูŽ ุนูŽู†ู’ ุตูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุฑูŽููŽุฉูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠููƒูŽูู‘ูุฑู ุงู„ุณู‘ูŽู†ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุถููŠูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุงู‚ููŠูŽุฉ
ูŽ
Nabi ditanya tentang puasa hari โ€˜Arafah, beliau menjawab: โ€œMenghapuskan dosa tahun lalu dan tahun kemudian.โ€
(HR. Muslim No. 1162, At Tirmidzi No. 749, An Nasaโ€™i dalam As Sunan Al Kubra No. 2805, Ath Thabari dalam Tahdzibul Atsar No. 763, Ahmad No. 22535, 22650. Ibnu Khuzaimah No. 2117, dan ini adalah lafaz Imam Muslim)
Hadits ini menunjukkan sunahnya puasa โ€˜Arafah. Imam At Tirmidzi Rahimahullah mengatakan:
ูˆู‚ุฏ ุงุณุชุญุจ ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุตูŠุงู… ูŠูˆู… ุนุฑูุฉ ุฅู„ุง ุจุนุฑู
ุฉ
Para ulama telah menganjurkan berpuasa pada hari โ€˜Arafah, kecuali bagi yang sedang di โ€˜Arafah. (Sunan At Tirmidzi, komentar hadits No. 749)
5โƒฃ Shalat โ€˜Id dan Berqurban
Perintah keduanya disebutkan  firman Allah ๏ทป;
ููŽุตูŽู„ู‘ู ู„ูุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุญูŽุฑ
ู’
โ€œMaka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.โ€ (QS. Al Kautsar: 2)
Shalat Idul Adha (juga Idhul Fitri) adalah sunah muakadah. Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah:
ุดุฑุนุช ุตู„ุงุฉ ุงู„ุนูŠุฏูŠู† ููŠ ุงู„ุณู†ุฉ ุงู„ุงูˆู„ู‰ ู…ู† ุงู„ู‡ุฌุฑุฉุŒ ูˆู‡ูŠ ุณู†ุฉ ู…ุคูƒุฏุฉ ูˆุงุธุจ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนู„ูŠู‡ุง ูˆุฃู…ุฑ ุงู„ุฑุฌุงู„ ูˆุงู„ู†ุณุงุก ุฃู† ูŠุฎุฑุฌูˆุง ู„ู‡ุง.
Disyariatkannya shalat โ€˜Idain (dua hari raya) pada tahun pertama dari hijrah, dia adalah sunah muakadah yang selalu dilakukan oleh Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam, Beliau memerintahkan kaum laki-laki dan wanita untuk keluar meramaikannya. (Fiqhus Sunnah, 1/317)
Bagi Malikiyah dan Syafiโ€™iyah adalah sunnah, sedangkan Hanafiyah mengatakan wajib, tapi maksud wajib dalam madzhab Hanafi adalah antara fardhu dan sunnah, sedangkan Hambaliyah mengatakan fardhu kifayah. (Al Mausuโ€™ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 27/240, secara ringkas)
Shalat โ€˜Id dan berqurban, bagi yang sedang tidak haji, merupakan  amal  yang mudah diingat  di bulan Dzulhijjah bagi masyarakat.
Untuk qurban,  dari Abu Hurairah Radhiallhu โ€˜Anhu bahwa Rasulullah  ๏ทบ  bersabda:
ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุณูŽุนูŽุฉูŒ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุถูŽุญู‘ู ููŽู„ูŽุง ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุจูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุตูŽู„ู‘ูŽุงู†ูŽ
ุง
โ€œBarangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) dan dia tidak berkurban, maka jangan dekati tempat shalat kami.โ€  (HR. Ibnu Majah No.  3123, Al Hakim No. 7565, Ahmad No. 8273, Ad Daruquthni No. 53, Al Baihaqi dalam  Syuโ€™abul Iman  No. 7334)
Hadits ini dishahihkan oleh Imam Al Hakim dalam Al Mustadraknya No. 7565, katanya: โ€œShahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim, tapi keduanya tidak meriwayatkannya.โ€ Imam Adz Dzahabi menyepakati hal ini.
Syaikh Al Albani menshahihkan dalam Shahihul Jamiโ€™ No. 6490, namun hanya menghasankan dalam kitab lainnya seperti At Taโ€™liq Ar Raghib, 2/103, dan Takhrij Musykilat Al Faqr, No. 102.
Sementara Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mendhaifkan hadits ini, dan beliau mengkritik Imam Al Hakim dan Imam Adz Dzahabi dengan sebutan: โ€œwa huwa wahm minhuma โ€“ ini adalah wahm (samar/tidak jelas/ragu) dari keduanya.โ€ Beliau juga menyebut penghasanan yang dilakukan Syaikh Al Albani dengan sebutan: โ€œfa akhthaโ€™a โ€“ keliru/salah.โ€ (Lihat Taโ€™liq Musnad Ahmad No. 8273)
Para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya. Imam Abu Hanifah mengatakan wajib bagi yang sedang lapang rezeki, sedangkan mayoritas ulama mengatakan sunnah. Imam Ash Shanโ€™ani Rahimahulah mengatakan:
ูˆูŽู„ูุถูŽุนู’ูู ุฃูŽุฏูู„ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ูˆูุฌููˆุจู ุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ู’ู‡ููˆุฑู ู…ูู†ู’ ุงู„ุตู‘ูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ููู‚ูŽู‡ูŽุงุกู ุฅู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุณูู†ู‘ูŽุฉูŒ ู…ูุคูŽูƒู‘ูŽุฏูŽุฉูŒ ุจูŽู„ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุญูŽุฒู’ู…ู ู„ูŽุง ูŠูŽุตูุญู‘ู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุญูŽุฏู ู…ูู†ู’ ุงู„ุตู‘ูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุงุฌูุจูŽุฉูŒ . 
Dan karena  lemahnya alasan mereka yang mewajibkannya, maka  madzhab jumhur (mayoritas) dari sahabat, tabiโ€™in, dan ahli fiqih, bahwa  menyembelih qurban adalah sunah muโ€™akkadah, bahkan Imam Ibnu Hazm mengatakan tidak ada yang shahih satu pun dari kalangan sahabat yang menunjukkan kewajibannya.โ€ (Subulus Salam, 4/91)
6โƒฃ Tidak Berpuasa pada Hari Raya ( 10 Dzulhijah) dan hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzul Hijjah)
Dari โ€˜Uqbah bin โ€˜Amir Radhiallahu โ€˜Anhu, bahwa Rasulullah  ๏ทบ bersabda:
ูŠูŽูˆู’ู…ู ุนูŽุฑูŽููŽุฉูŽ ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู†ู‘ูŽุญู’ุฑู ูˆูŽุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุงู„ุชู‘ูŽุดู’ุฑููŠู‚ู ุนููŠุฏูู†ูŽุง ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุฃูŽูƒู’ู„ู ูˆูŽุดูุฑู’ุจ
ู
Hari โ€˜Arafah, hari penyembelihan qurban, hari-hari tasyriq, adalah hari raya kita para pemeluk islam, itu adalah hari-hari makan dan minum. (HR. At Tirmidzi No. 773, katanya: hasan shahih, Ad Darimi No. 1764, Syaikh Husein Salim Asad mengatakan: isnaduhu shahih. Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 1586, katanya: โ€œShahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim, tetapi mereka tidak meriwayatkannya.โ€ )
Dari Nubaisyah Al Hudzalli, katanya: bahwa Rasulullah  ๏ทบ bersabda:
ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุงู„ุชู‘ูŽุดู’ุฑููŠู‚ู ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุฃูŽูƒู’ู„ู ูˆูŽุดูุฑู’ุจ
ู
Hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan dan minum. (HR. Muslim No. 1141)
Inilah di antara dalil agar kita tidak berpuasa pada hari raya dan hari-hari tasyriq, karena itu adalah hari untuk makan dan minum. Sedangkan untuk puasa pada hari โ€˜Arafah sudah dibahas pada bagian sebelumnya.
Pada saat itu dibolehkan mengadakan beragam acara (haflah) makan-makan  dan minum, karena memang kaum muslimin sedang berbahagia. Hal itu sama sekali bukan perbuatan yang dibenci. Al Hafizh Ibnu Hajar memberikan penjelasan terhadap hadits ini, katanya:
ูˆุฃู† ุงู„ุฃูƒู„ ูˆุงู„ุดุฑุจ ููŠ ุงู„ู…ุญุงูู„ ู…ุจุงุญ ูˆู„ุง ูƒุฑุงู‡ุฉ ููŠ
ู‡
Sesungguhnya makan dan minum pada berbagai acara adalah mubah dan tidak ada kemakruhan di dalamnya. (Fathul Bari, 4/238)
7โƒฃ Berdzikir Kepada Allah Taโ€™ala pada hari-hari Tasyriq
Dalam riwayat Imam Muslim, dari Nubaisyah Al Hudzalli, bahwa Nabi Shallallahu โ€˜Alaihi wa Sallam bersabda:
ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุงู„ุชู‘ูŽุดู’ุฑููŠู‚ู ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ุฃูŽูƒู’ู„ู ูˆูŽุดูุฑู’ุจ
ู
Hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan dan minum. (HR. Muslim No.  1141), dan dalam riwayat Abu Al Malih ada tambahan: โ€œdan hari berdzikir kepada Allah.โ€ (HR. Muslim No. 1141)
Pada hari-hari tasyriq kita dianjurkan banyak berdzikir, karena Nabi juga mengatakan hari tasyriq adalah hari berdzikir kepada Allah Taโ€™ala. Agar kebahagian dan pesta kaum muslimin tetap dalam bingkai kebaikan, dan tidak berlebihan.
Imam Ibnu Habib menjelaskan tentang berdzikir pada hari-hari tasyriq:
ูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ู„ูุฃูŽู‡ู’ู„ู ู…ูู†ู‹ู‰ ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠููƒูŽุจู‘ูุฑููˆุง ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑู ุซูู…ู‘ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุงูุฑู’ุชูŽููŽุนูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฒูŽุงู„ูŽุชู’ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู ุซูู…ู‘ูŽ ุจูุงู„ู’ุนูŽุดููŠู‘ู ูˆูŽูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽุนูŽู„ูŽ ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุขููŽุงู‚ู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ ููŽูููŠ ุฎูุฑููˆุฌูู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ูˆูŽูููŠ ุฏูุจูุฑู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽูŠููƒูŽุจู‘ูุฑููˆู†ูŽ ูููŠ ุฎูู„ูŽุงู„ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฌู’ู‡ูŽุฑููˆู†
ูŽ
Hendaknya bagi penduduk Mina dan selain mereka untuk bertakbir pada awal siang (maksudnya pagi, pen), lalu ketika matahari meninggi, lalu ketika matahari tergelincir, kemudian pada saat malam, demikian juga yang dilakukan. Ada pun penduduk seluruh ufuk dan selain mereka, pada setiap keluarnya mereka ke tempat shalat dan setelah shalat hendaknya mereka bertakbir pada saat itu,  dan tidak dikeraskan. (Imam Abul Walid Al Baji, Al Muntaqa Syarh Al Muwaththaโ€™, 2/463)
Maka, boleh saja bertakbir saat hari-hari tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah) sebagaimana yang kita lihat pada sebagian masjid dan surau, yang mereka lakukan setelah shalat. Hal ini berbeda dengan Idul Fithri yang bertakbirnya hanya sampai naiknya khatib ke mimbar ketika shalat Idul Fithri, yaitu takbir dalam artian โ€˜takbiranโ€™-nya hari raya. Ada pun sekedar mengucapkan takbir  (Allahu Akbar) tentunya boleh  kapan pun juga. 
Demikian. Semoga bermanfaat …….
Wallahu Aโ€™lam
-Farid Nu’man Hasan-
๐Ÿฏ๐Ÿฏ๐Ÿฏ๐Ÿฏ
๐ŸŒผDipersembahkan oleh grup WA – MANIS – MAJELIS IMAN ISLAM ๐ŸŒผ
Follow us @GrupMANIS
๐Ÿ’ผ Sebarkan! Raih pahala..

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *