Separah Apa Derita Kita

📆 Jum'at, 25 Muharram 1440 H / 05 Oktober 2018

📚 Motivasi
 
📝 Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika

Hidup adalah perjuangan. Begitulah sunatullah kehidupan. Bahkan para Nabi dan Rasul pun merasakan kepedihan yang tak terperikan

Kadang kala kita terluka yang tak seberapa atau hati memerih lantaran ada yang menghina. Itu belum seberapa bila kita belajar dari para pendahulu kita

Mari kita napak tilasi jejak pengorbanan mereka, salah satunya adalah Nabi Ayub. Beliau kehilangan semua putra. Lantas  harta yang dimiliki lenyap seketika. Dan diberi sakit berat hingga banyak manusia menjauhinya.

Sanggupkah kita jika harus menjalani seperti Sang Nabi? Membayangkan perihnya tiada terperi. Membayangkan sakitnya yang tiada bisa terobati. Anak serta hartanya tak bisa menemani.

Separah apa luka yang telah kita rasakan? Bukan tebasan pedang yang menggores badan. Bukan cacian yang menyayat perasaan. Tapi mengapa seolah diri yang paling merana dalam kehidupan.

Mari kita bersyukur agar menjadi pribadi yang jauh dari ghuhur. Ujian dan cobaan yang Allah berikan tak lain agar iman kita terukur. Maka hendaklah kita senantiasa bertafakur. Tak tergelisahkan oleh pedih yang membuat kita futur.

Duka kita tak sebanding dengan karunia berupa ras bahagia. Seberapa lama rasa bahagia menyelimuti hati kita, kadang kita bisa lupa. Sementara sakit yang sesaat lewat membuat kita diri berduka terlalu lama.

Mari mengingat lebih banyak kemudahan yang telah Allah berikan dibanding dengan kesulitan. Mari kita hitung betapa banyaknya kenikmatan dibanding kesusahan. Dan mari kita selalu ingat Allah dalam setiap keadaan agar semakin yakin bahwa Allah penentu segalanya dan ada maksud terbaik diperuntukkan untuk hamba Nya.

Karena dunia ini adalah daarul ibtilaa’ (negeri tempat ujian dan cobaan). Allah ‘azzawajalla berfirman,

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Wahai manusia, Kami akan menguji kalian dengan kesempitan dan kenikmatan, untuk menguji iman kalian. Dan hanya kepada Kamilah kalian akan kembali.” (QS. Al-Anbiya: 35)

Wallahul musta’an

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh: manis.id

📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis

💰=Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa=💰

💳 a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637

📲 Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis