Uang Korupsi...

Ustadz Menjawab
Rabu, 26 September 2018
Ustadz Farid Nu'man Hasan

Assalamu'alaikum, ustadz/ustadzah
....Membaca bahasan tentang harta haram yang dibelanjakan untuk kebaikan, Saya berasumsi bahwa harta hasil korupsi termasuk Di dalamnya.
Namun,  Dalam konteks korupsi,  aturan negara menyatakan jika seseorang menerima uang hasil korupsi, ia bisa terjerat hukum sebagaimana orang yang melakukan korupsi. Bagaimana menurut ustadz?  Apakah tidak lebih baik kita menghindar Dari menerima harta yang didapat dari cara yang tidak halal?

Jawaban
--------------

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Lain kasus/pertanyaan, tentu lain jawaban. Uang haram itu  banyak sebabnya.

Kalau uang korupsi, mencuri,  cara terbaik adalah mengembalikan barang haram tersebut ke pemiliknya, sebagai mana dikatakan Imam An Nawawi dalam Babut Taubah di kitab Riyadhushalihin. Jika uang negara maka kembalikan ke negara, jika uang manusia kembalikan ke manusia tsb.

Untuk menolak uang haram, sudah pasti seorang muslim mesti menolaknya. Tapi, kadang dia tidak tahu dr mana uang yg dia peroleh dari orang lain, seperti seorang pedagang yg bertransaksi dgn pembeli yg penjudi. Maka, apa yg diterimanya tetap halal walau si pembeli pakai uang judi. Sebab, tidak mungkin pedagang menanyakan dulu "uang anda dari mana?"

Dalam hadits Bukhari, Nabi Shalallahu'Alaihi wa Sallam juga bertransaksi secara hutang dgn seorang Yahudi, dan Nabi menjaminkan baju perangnya. Padahal si Yahudi tsb penghasilannya dari khamr, babi, dll.

Nah,  Berbeda dgn pertanyaan di manis yg terkait "penghasilan artis". Atau uang riba, yg tidak ada kerugian dan org lain, tentu sikapnya beda lagi dgn uang korupsi.
Semoga bisa dipahami ..

Wallahu a'lam.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh: manis.id

📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis

💰Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637

Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis