Rukhsoh Tidak Sholat Jum'at

Ustadz Menjawab
Ahad, 02 September 2018
Ustadz Farid Nu'man Hasan

Assalamu'alaikum, ustadz/ustadzah
....maaf saya mau tanya. Atau mungkin sudah ada pertanyaan yang sama sebelumnya, tapi saya belum dapat.

Apakah ada rukhsah untuk tidak melaksanakan sholat jum'at dan menggantinya dengan shalat dzuhur di daerah yang bener2 jarang masjid dan muslim sebagai minoritas?
Misal bekerja di perusahaan di Jepang dan disana sulit ditemukan masjid, kalaupun ada sangat jauh dari lokasi tempat bekerja dan sangat sedikit jumlah pekerja yang muslim.
Syukran 🙏🏼Dari  i-11

Jawaban
--------------

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Berarti dia musafir ... Dan bagi musafir, baik  mampir sebentar atau lama, selama tidak berniat jadi penduduk tetap, memang tidak wajib shalat Jumat, baginya shalat zuhur saja.

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan:

المسافر وإذا كان نازلا وقت إقامتها فإن أكثر أهل العلم يرون أنه لا جمعة عليه: لان النبي صلى الله عليه وسلم كان يسافر فلا يصلي الجمعة فصلى الظهر والعصر جمع تقديم ولم يصل جمعته، وكذلك فعل الخلفاء وغيرهم.

Musafir walau dia mampir saat shalat Jumat dijalankan, menurut mayoritas ulama adalah tidak wajib shalat Jumat atasnya. Karena Nabi Shalallahu'Alaihi wa Sallam jika safar dia tidak shalat Jumat, tapi shalat zuhur dan ashar secara jamak taqdim, demikian juga hal itu dilakukan oleh Khulafaur Rasyidin setelahnya.(Fiqhus Sunnah, 1/303)

Apalagi di sana minoritas, jamaah shalat Jum'at -menurut madzhab Syafi'iy dan Hambaliy- tidak sah jika tidak mencapai 40 org. Sedangkan Malikiyah mengatakan 12 orang, sedangkan Hanafiy minimal 3 orang. Sementara yang lain mengatakan berdua juga sah. Bahkan kata Imam Ibnu Hajar ada 15 pendapat tentang masalah batas minimal jumlah jamaah shalat Jumat.

Wallahu a'lam.