Kematian Seperti Apa yang Menanti Kita?

📆 Kamis, 03 Muharram  1440 H / 13 September 2018

📚 SIROH  DAN TARIKH ISLAM

📝 Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP

Ketika ditugaskan Nabi Shallallahu 'alayhi wa Sallam menjadi panglima pengganti jika Zayd ibn Haritsah Radhiyallahu'anhu dan Ja'far ibn Abi Thalib Radhiyallahu'anhu, menangislah Abdullah ibn Rawahah. Ketika ditanya mengapa ia menangis, ia mengatakan "bukan karena cinta dunia" (ما بي حبّ الدنيا) dan bukan juga karena "rindu kepada kalian (keluarga)" (ولا صبابة بكم) tetapi

فلست ادري كيف لي بالصدر بعد الورود

Aku tidak tahu pasti bagaimana keadaanku setelah menjumpai (kematian)

Kemudian Abdullah ibn Rawahah menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam pernah menangis (juga) ketika membaca ayat Allah Ta'ala:

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا

Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan.

Surah Maryam, Ayat 71

Ingat Agung Waspodo, bahwa kematian mengintaimu setiap saat. Bagaimana mungkin ada orang yang begitu gembira ketika mendapat amanah? Bahkan berusaha supaya mendapat amanah kembali, kalau bisa berulang-ulang, apakah sudah diketahui kematian seperti apa yang menantinya?

Depok, 16 Dzul-Hijjah 1439 Hijriyah
---
Sirah Nabawiyah li-Ibni Hisyam, Raudhul Unuf, IV, p. 132. Bab Ghazwah Mu'tah.

Makam Abdullah ibn Rawahah, Ja'far Abi Thalib, Zayd ibn Haritsah insyaAllah sudah saya masukkan dalam itinerary Napak Tilas kami di Jordan 🇯🇴 6-13 September 2018 ini.