Jika Memang Harus Bersandar

📆 Jum'at, 04 Muharram 1440/ 14 September 2018

📚 Motivasi

📝 Pemateri: Ustadz Umar Hidayat, M.Ag

Pernahkah kau jatuh saat begitu yakin bisa duduk dan bersandar di kursi, tapi ternyata sandaran kursi itu patah. Orang jawa bilang 'geblak'. Jika jatuh sudah sepenuh kesiapan meski tetap sakit tapi terkurangkan. Bahkan bisa berantisipasi untuk menghindarinya. Seringnya kita tidak siap. Bahkan terjadi tak diduga, sakit. Dan teramat sakit. Na'udzubillah.

Tak jarang ketika jatuh tanpa persiapan, geblak begitu terasa. Bisa gegar otak, patah tulang, syaraf kejepit, lebam, memar. Bahkan bisa sampai jatuh ajalnya, masya Allah.

Seberapa pun beban yang kau pikul jika tak salah bersandar, hidup masih berasa nikmat. Seringan apapun beban terasa begitu berat mendaku, mengurat-saraf serasa bumi dan seisinya menimpanya, jika salah bersandar.

Dunia dan seisinya ini rapuh tak cukup kuat untuk kita sandari. Kadang bersandar harta, rapuh dan geblak. Bersandar jabatan, ada masanya, habis masa jabatan geblak. Bersandar harga diri, terbatas, tak kuat menyangga geblak. Bersandar sesama, pasti akan lemah dan akhirnya pun geblak.

Bukankah Allah Ta’ala menceritakan mengenai Rasul dan sahabatnya dalam firman-Nya,

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, 'Hasbunallah wa ni’mal wakiil (cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung."” (QS. Ali-‘Imron: 173)

Kata Ibnu ‘Abbas, “hasbunallah wa ni’mal wakiil” adalah perkataan Nabi ‘Ibrahim as. ketika mau dilempar di api membara. Sedang Nabi Muhammad saw mengatakan kalimat tersebut dalam ayat,

إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." (HR. Bukhari no. 4563)

Mari bersandarlah pada Allah agar semua ada solusinya. "Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'mal nashir".