Bedah Kodok Buat Praktikum Sekolah

📆 Selasa, 15 Muharrom 1440H / 25 September 2018

📚 Fiqih dan Hadits

📝 Pemateri: Ustadz Farid Nu'man Hasan, S.S.

Benar bahwa dalam beberapa hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melarang membunuh kodok. Hanya saja  membunuh kodok ada dua pendapat ulama tentang makna larangan itu.

*Pertama*. HARAM. Ini pendapat Hanafiyah, Syafi'iyyah, dan Hambaliyah. Serta Imam Ibnu Hazm, dan Imam Ibnu Taimiyah.

Lihat _Musykilul Atsar (2/35), Al Majmu' Syarh Al Muhadzdzab (9/29), Al Mughniy (9/388), Al Muhalla (7/225), Al Fatawa Al Kubra (2/139)._

*Kedua.* MAKRUH.

Ini pendapat Malikiyah, dan sebagian Syafi'iyyah dan Hambaliyah.

Lihat _At Tamhid (15/178) dan Syarh Al 'Umdah (3/148)._

Lalu, bagaimana jika ada keperluan untuk ilmu pengetahuan, penelitian?

Pata ulama menyatakan itu BOLEH, untuk mencapai maslahat yang lebih besar. Jangankan kodok, mayit manusia pun boleh untuk keperluan otopsi, dan keilmuan, maka hewan lebih utama untuk dibolehkan.

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid mengatakan:

إذا دعت الحاجة أو الضرورة لتشريح الضفدع فلا حرج فيه إن شاء الله تعالى , فقد أجاز العلماء تشريح جثة المسلم لأغراض التحقيق الجنائيّ أوالطبّ الوقائي ...

_Jika karena adanya keperluan atau keadaan mendesak untuk membedah kodok maka itu tidak apa-apa Insya Allah. Para ulama telah membolehkan membedah manusia untuk beragam maksud seperti penyelidikan kejahatan, kepentigan kedokteran ..._

فمن باب أولى جواز تشريح الحيوانات – وهي أقل حرمةً من الإنسان – لأغراض البحث العلميّ إذا دعت الحاجة إلى ذلك .

_Maka yg lebih utama dibolehkan adalah hewan -yg mana kehormatannya lebih rendah dibanding manusia- untuk maksud kajian keilmuan, jika memang itu dibutuhkan._

*(Al Islam Su'aal wa Jawaab no. 71181)*

Sementara Syaikh Abdullah Al Faqih mengatakan:

فلا مانع شرعاً -والله أعلم- من تشريح الحيوانات، واستخدامها في الأغراض المشروعة التي تعود على الناس بالخير والنفع، والضفدع كغيره من الحيوانات والحشرات إذا كان قتله لغرض صحيح، فلا مانع منه إن شاء الله

Tidak terlarang dalam syariat -wallahu a'lam- aktifitas membedah hewan, lalu memanfaatkannya untuk maksud-maksud yg syar'iy dan kebaikan serta manfaatnya kembali kepada manusia. Kodok sama dgn hewan lainnya, jika dibunuh untuk keperluan yg benar maka itu tidak terlarang. Insya Allah

*(Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 39997)*

Demikian. Wallahu a'lam

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh: manis.id

📱 Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis

💰=Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa=💰

💳 a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637

📲 Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis