Istri Melakukan Tanggung Jawab Suami

Assalamu'alaikum, ustadz/ustadzah...
Ada temen saya Suaminya sudah lebih dari 1 tahun resignt dari tempat kerjanya. Ada kerja melatih beladiri gajinya hitungan ratusan ribu untuk nominalnya, istrinya pun tidak tahu karena suami tidak terbuka soal gajinya. Kalau ada pun dipegang sendiri cuman kalau ada keperluan rumah tangga saat dia msh ada uang gajinya mau dikeluarkan.

3 bulan setelah suami resignt istripun ikut resignt dengan pertimbangan mau fokus merawat anak & membuka usaha. Namun disamping itu ada alasan lain; suami sering meminta istri pulang tepat waktu jika terlambat sedikit saja langsung marah, jika ada kerjaan di luar jam kerja suami marah, dll.
Istri pada saat itu percaya pada suami bahwa suami tidak akan membiarkan keluarga dalam kondisi kekurangan. Dengan istri resignt maka suami akan lebih giat berusaha ataupun mencari kerja.
Namun ternyata tidak, waktu berjalan kebutuhan semakin banyak & hutang semakin melilit terutama kredit rumah seperti lintah penghisap darah.

Disaat kondisi sulit seperti itu jika istri bertanya apa rencana kedepannya suami dengan menjawab nanti cari kerja. Pertanyaan yang sudah lebih 1 tahun sama itu namun tidak ada aksi konkritnya.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup terutama makan untuk keluarga ada 2 org anak. Istri menjalankan usaha sejak resignt, ada usaha menjahit & dijual online.

Karena baru merintis istri harus mengerjakan semua sendiri mulai dari mencari modal, mencari konsumen, mencari suplyer bahan, menjahit, mengirim paket (mengirim paket kadang kadang suami membantu).
Istri sering kelelahan ditambah tanggung jawab  mengurus anak & rumah.

Di saat kelelahan suami meminta untuk dipenuhi kebutuhan biologisnya, karena badan sudah tidak sanggup lagi terkadang istri tidak sadar ketiduran karena memang sudah sangat kelelahan. Suamipun marah. Istri pernah mengatakan kepada suami agar dapat mencari kerja atau buat usaha agar kebutuhan rumah tangga terutama untuk rumah, makan & sekolah anak terpenuhi jadi istri tidak terlalu kelelahan sehingga bisa melakukan tanggungjawabnya secara baik & maksimal. Tapi terkadang suami justru marah jika menyinggung soal pekerjaan.

Apa yang harus dilakukan istri?
Istri seperti makan buah simalakama
Bekerja menjalankan usaha supaya bisa mencukupi kebutuhan keluarga terakhirnya kecapekan malah tidak maksimal melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri.

Kalau ingin maksimal menjalankan kewajiban seorang istri tidak bisa maksimal menjalankan usaha untuk mencukupi keluarga karena tidak boleh terlalu kelelahan kerjanya.

Mohon jawabannya ya...
Untuk teman saya

Jawaban
--------------

‌و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته

Alhamdulillah. Kita bisa belajar banyak dari kisah kehidupan orang lain. Gambaran istri tangguh yang berusaha memenuhi tugas dan kewajibannya serta berusaha bagaimana bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Salut👍.

Anti sudah berbuat, kalaupun ada masalahnya. InsyaAllah badai pasti berlalu. Dari penuturan cerita diatas ada masalah komunikasi yang belum terbangun dan masalah itu timbul karena terhambatnya komunikasi.

Hal lain yang perlu dipahami istri adalah psikologi suami saat tidak punya pekerjaan. Dalam kondisi seperti ini laki-laki biasanya sensitif dan sangat tidak suka saat ditanya hal-hal yang terkait.  Sebagai istri boleh jadi sudah sabar menanti setahun dan belum melihat perubahan atau pergerakannya bahkan cenderung pesimis. Sesungguhnya suamipun lebih lelah dan marah dengan diri dan keadaannya yang dia tidak mampu berbuat.

Luar biasa istri bisa bangkit dan merintis usaha. sekalipun nafkah bukan tanggung jawabnya. Meskipun jatuh bangun dan dengan kekurangan tidak maksimal melayani suami, hal itu terjadi bukan dengan kesengajaan tapi memang sudah diluar batas kemampuannya. semoga Allah maafkan.

Dalam keadaan seperti kasus di atas kita tidak bisa banyak menuntut dan mendesak suami. Hal yang bisa kita lakukan
1. Selalu bersyukur dalam kondisi apapun karena masalah yang dihadapi bukan kesia-sia an tapi lebih merupakan tarbiyahnya Robbani dari Allah yang kaya akan hikmah dan pelajaran seperti
☘ Sarana mematangkan diri dan maknawi
☘ Proses pengenalan karakter dan tanggung jawab dalam berumah tangga
☘Berlatih dan memaknai arti sabar dan ikhlas dalam kerumitan hidup
☘Tentu masih banyak hal lain yang bisa diambil ibroh/pelajarannya.

2. Berbuat semaksimal yang kita bisa dan tidak perlu menuntut

3. Banyak berdoa dan terus meminta hanya kepada Allah karena hanya Allah yang bisa membolak balikkan hati dan fikiran suami

4. Nikmati semua peristiwa kehidupan karena kelak akan jadi cerita indah dalam potongan kisah masa lalu kita

5. Motivasi diri untuk bisa selalu tersenyum dan selalu berprasangka baik kepada Allah. Bahagia itu kita ciptakan, bukan kita tunggu dan kita cari

Semoga Allah akan memudahkan setiap langkah dan niat baik kita🙏

Wallahu a'lam.