Telah Kujual Diriku Untuk Allah


لَاتَسْأَلُوْنِيْ عَنْ حَيَاتِيْ. فَهِيَ أَسْرَارُ الْحَيَاةِ. هِيَ مِنْحَةٌ هِيَ مِنْحَةٌ. هِيَ عَالَمٌ مِنْ أُمْنِيَاتْ. قَدْ بِعْتُهَا لِلَّهِ ثُمَّ مَضَيْتُ فِيْ رَكِبِ الْهُدَاةِ.

​​(Janganlah engkau tanya tentang jalan hidupku. Di jalan ini terdapat rahasia kehidupan. Ia adalah karunia sekaligus ujian. Ia adalah dunia cita-cita. Aku telah menjual hidup ini kepada Allah, kemudian aku berlalu bersama pemberi petunjuk....)​​

▪Sungguh potongan nasyid indah dari para pejuang Ikhwanul Muslimin. Syair ini dibuat kala mereka tersandung oleh banyaknya ujian yang menguji ketegaran jiwa dalam menegakkan kalimat-Nya.

® Dakwah nampak dari kejauhan selayaknya gunung yang tegak berdiri serta nampak indah dari kejauhan. Seolah warna membiru oleh biasan langit menambah pesona keindahannya. Banyak manusia yang ingin melihat dari dekat bahkan menempuhi perjalanannya.

▪Tak dinyana, di balik keelokannya banyak jurang yang siap menjerumuskan, jalan pun berkelok dan menanjak yang membuat kita harus kuat dalam menapakinya. Nafas kita pun akan terengah-engah, tubuh juga berpeluh, terkadang udara yang semakin dingin akan menusuk tulang belulang.

® Tak banyak yang sanggup menjalani namun tak sedikit yang memiliki mental pejuang sanggup untuk terus berjalan hingga puncaknya.

▪Selayaknya dakwah. Terpaan ujian yang semakin berat dan kian berat kala perjalan ini mendekati puncak. Fitnah dan mighnah saling beriringan. Dalam keadaan ini para pejuang harus semakin meyakini kebenaran nash Ilahi.

© Jalan dakwah telah membeli kita dan membayar dengan Surga. Jalan dakwah telah meminta bahwasanya setiap helaan nafas akan menghadirkan makna. Dan jalan dakwah mengajarkan kita agar menjadi pribadi yang kian memesona.

▪Selayaknya penjual,  kita seharusnya bergegas memperbaiki keadaan diri, keadaan hati untuk Allah semata. Begitulah pribadi yang akhirnya terbeli untuk tegaknya kalimat suci di muka bumi ini.

® Jangan pernah mudah merasa lelah, karena semua kan berupah. Kalau pun tidak terbayar di dunia, tak apalah karena Allah akan menggantinya dengan Surga.