Pesan Pagi, As'adallahu shobaahakum....


سُئِلَ أَبُو هُرَيْرَةَ عَنِ التَّقْوَى، فَقَالَ: هَلْ أَخَذْتَ طَرِيقًا ذَا شَوْكٍ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَكَيْفَ صَنَعْتَ؟ قَالَ: إِذَا رَأَيْتُ الشَّوْكَ عَدَلْتُ عَنْهُ، أَوْ جَاوَزْتُهُ، أَوْ قَصَّرْتُ عَنْهُ، قَالَ: ذَاكَ التَّقْوَى.

Abu Hurairah pernah ditanya tentang taqwa. Maka dia balik bertanya, ‘Pernahkan engkau melewati jalan berduri?’ Orang itu menjawab, ‘Ya’ Beliau bertanya, ‘Apa yang kamu lakukan?’ dia menjawab, ‘Jika aku lihat duri, aku akan
menyingkir, atau melangkahinya atau aku mundur.’ Beliau berkata, ‘Itulah takwa.”

® Berdasarkan riwayat ini, Ibnu Mu’taz menggibah sebuah syair,

خَلِّ الذُّنُوبَ صَغِيرَهَا ..وَكَبِيرَهَا فَهُوَ التُّقَى

وَاصْنَعْ كَمَاشٍ فَوْقَ أَرْ ..ضِ الشَّوْكِ يَحْذَرُ مَا يَرَى

لَا تَحْقِرَنَّ صَغِيرَةً ... إِنَّ الْجِبَالَ مِنَ الْحَصَى

▪Tinggalkan dosa, kecil maupu besar, itulah takwa

▪Bersikaplah seperti orang yang berjalan di atas tanah berduri, dia berhati-hati dengan apa yang dia lihat.

▪Jangan remehkan dosa kecil, sesungguhnya gunung dari kumpulan kerikil.

وَقَالَ الشَّافِعِيُّ: أَعَزُّ الْأَشْيَاءِ ثَلَاثَةٌ: الْجُودُ مِنْ قِلَّةٍ، وَالْوَرَعُ فِي خَلْوَةٍ، وَكَلِمَةُ الْحَقِّ عِنْدَ مَنْ يُرْجَى أَوْ يُخَافُ

Imam Syafii berkata, “Tiga perkara yang sangat mulia;
▪Dermawan saat kekurangan,

▪ Wara (sangat berhati-hati dari perbuatan dosa) saat sendirian

▪Menyampaikan kebenaran, baik kepada orang yang ditakuti atau diharapkan..”

إِذَا مَا خَلَوْتَ الدَّهْرَ يَوْمًا فَلَا تَقُلْ ... خَلَوْتُ وَلَكِنْ قُلْ عَلَيَّ رَقِيبُ

وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ يَغْفُلُ سَاعَةً ... وَلَا أَنَّ مَا يَخْفَى عَلَيْهِ يَغِيبُ

▪Jika suatu saat engkau seorang diri, jangan katakan, aku seorang diri, tapi katakan, diriku selalu diamati.

▪Jangan dikira Allah lalai walau sesaat, juga jangan mengira bahwa apa yang tersembunyi, bagi-Nya tak terlihat

Wallahu A'lam


0 Response to "Pesan Pagi, As'adallahu shobaahakum...."

Post a Comment