Jadikan Rasa Bersalah Sebagai Tonggak Perubahan

© Kita sering gelisah lantaran rasa bersalah. Kita sering gundah lantaran tak tau harus berbuat apa dari rasa bersalah. Kepekaan rasa dalam bersikap atau kepekaan hati atas rasa bersalah kadang butuh diasah. Banyak diantara kita yang sering merasa benar dibanding rasa bersalah.

▪Entahlah mungkin karena ego pribadi atau memang merasa dirinya sudah baik dibanding orang lain.

® Orang yang bisa merasakan kebersalahannya, mereka peka terhadap kebaikan. Ada dorongan yang kuat untuk berubah menjadi lebih baik. Berbeda dengan orang yang cenderung merasa benar. Dia akan mengalami stagnasi dalam akhlak lantara sudah merasa dirinya benar.

▪Orang-orang yang seperti itu akan sulit untuk berubah. Tak ada manusia satu pun yang lepas dari salah, kecuali Rasulullah Al-Ma’shum. Ini bukan sekedar alibi atau mau legalisasi diri bahwa kita, manusia tempat bersalah.

© Hal yang terpenting dari rasa bersalah adalah mampu mengubah kebiasaan yang kurang baik pada diri kita untuk senantiasa berproses ke arah yang lebih baik.
Peringatan itu bisa berupa nasihat dari sahabat, kerabat, atau siapa saja. Bisa juga teguran dari Allah melalui ayat yang kita baca.

▪Namun ada hal lain seperti didatangkan kesulitan bagi kita yang itu merupakan peringatan bagi manusia. Respon atas kesalahan diri berbeda-beda. Ada yang lambat ada yang cepat. Semua tergantung kepekaan rasa pada diri manusia. Juga keterkaitan diri pada nilai-nilai agama juga masalah keimanan yang membuat respon berbeda.

® Tidak mudah memang untuk menaklukkan rasa bersalah pada diri. Apalagi harus memberdayakan rasa bersalah menjadi energi positif dalam diri manusia. Bisa diibaratkan rasa bersalah itu seperti halnya sampah, namun kita tahu bahwa sampah itu jika diolah akan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.

▪Jika kita telah menyadari kesalahan diri, bergegaslah untuk bangkit dan lakukanlah perubahan. Ambil pelajaran terbaik dari peristiwa yang terjadi.
Belajar dari pengalaman agar tentuntun langkah dan tak salah arah.
Jangan terperosok hingga kedua kalinya.

© Jika memang kita masih diberi kesempatan segera ambil dan lakukan perbaikan diri. Betapa Allah sangat sayang kepada hamba-Nya. Berulang kali berbuat salah masih diberi kesempatan untuk merubah diri dan memohon maaf.

▪Namun disayangkan bila kesempatan kita sia-siakan begitu saja. Kita tak peduli atas kesalahan kita, bahkan baginya kesalahan itu hal biasa. Tak ada sesal, tak ada tidak ada pilihan lain yang lebih baik, kecuali memulai saat ini dan di sini.

® Sungguh, hidup ini masih menyediakan berbagai hamparan peluang dan berlimpahnya kesempatan. Kalaulah kita pernah gagal, salah, atau terpuruk, itu hanya sebagian kecil dari bertaburnya jalan menuju kesuksesan.

▪Kuncinya ada pada diri kita. Mau berubah ataukah tidak. Mau lebih baik atau tidak. Surga dan neraka telah siap menanti kita.


0 Response to "Jadikan Rasa Bersalah Sebagai Tonggak Perubahan"

Post a Comment

loading...
loading...