Pandangan Kibarul 'Ulama Tentang Sayyid Quthb (Bag. 2)​


๐Ÿ“š Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah, 1/3185, Fatwa 09 Jumadi Tsaniyah 1428

4⃣ Syaikh Abdullah bin Hasan Al Qu'ud Rahimahullah tentang kitab Ma'alim fith Thariq: "Kitab yang telah dibayar mahal penulisnya dengan mati fisabilillah."

Tentang kitab Syaikh Sayyid Quthb, Ma’alim fith Thariq (Petunjuk Jalan), berkatalah Syaikh Abdullah bin Hasan Al Qu’ud –anggota Hai’ah Kibaril Ulama kerajaan Saudi Arabia- dalam kitabnya, Majmu’ Ar Rasail wa Maqalat, beliau menasihati Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali yang berkali-kali mencela Syaikh Sayyid Quthb:

ู†ู‚ู„ ู„ูŠ ุบูŠุฑ ูˆุงุญุฏ ู‚ูˆู„ูƒ ููŠ ุงุฌุชู…ุงุน ุฃุฎูŠุงุฑ ู†ุญุณุจู‡ู… ูƒุฐู„ูƒ ู‚ูˆู„ูƒ ููŠ ูƒุชุงุจ: "ู…ุนุงู„ู… ููŠ ุงู„ุทุฑูŠู‚": ู‡ุฐุง ูƒุชุงุจ ู…ู„ุนูˆู†.
ุณุจุญุงู† ุงู„ู„ู‡!! ูƒุชุงุจ ุฃุฎุฐ ุตุงุญุจู‡ ุซู…ู†ู‡ ู‚ุชู„ุงً ู†ุญุณุจู‡ ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ ุจุฏุงูุน ู…ู† ุงู„ุฑูˆุณ ุงู„ุดูŠูˆุนูŠูŠู† ู„ุฌู…ุงู„ ูƒู…ุง ูŠุนุฑู ุฐู„ูƒ ุงู„ู…ุนุงุตุฑูˆู† ู„ู„ู‚ุถูŠุฉ، ูˆู‚ุงู…ุช ุจุชูˆุฒูŠุน ู‡ุฐุง ุงู„ูƒุชุงุจ ุฌู‡ุงุช ุนุฏูŠุฏุฉ ููŠ ุงู„ู…ู…ู„ูƒุฉ، ูˆุฎู„ุงู„ ุณู†ูˆุงุช ุนุฏูŠุฏุฉ، ูˆุฃู‡ู„ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฌู‡ุงุช ุฃู‡ู„ ุนู„ู… ูˆุฏุนูˆุฉ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡، ูˆูƒุซูŠุฑ ู…ู†ู‡ู… ู…ุดุงูŠุฎ ู„ู…ุดุงูŠุฎูƒ، ูˆู…ุง ุณู…ุนู†ุง ุญูˆู„ู‡ ู…ู†ู‡ู… ู…ุง ูŠุณุชูˆุฌุจ ู…ุง ู‚ู„ุช، ู„ูƒู†ูƒ – ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…- ู„ู… ุชู…ุนู† ุงู„ู†ุธุฑ ููŠู‡ ู‚ุจู„ ุฃู† ุชุบุถุจ، ูˆุฎุงุตุฉ ุงู„ู…ูˆุถูˆุนุงุช: ุฌูŠู„ ู‚ุฑุขู†ูŠ ูุฑูŠุฏ، ุงู„ุฌู‡ุงุฏ، ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ู…ู†ู‡ุฌ ุญูŠุงุฉ، ุฌู†ุณูŠุฉ ุงู„ู…ุณู„ู… ุนู‚ูŠุฏุชู‡، ุงุณุชุนู„ุงุก ุงู„ุฅูŠู…ุงู†، ู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ุทุฑูŠู‚.. ูˆุบูŠุฑู‡ุง ู…ู…ุง ุชู„ุชู‚ูŠ ู…ุนุงู†ูŠู‡ ููŠ ุงู„ุฌู…ู„ุฉ ู…ุน ู…ุง ุชุฏูŠู† ุงู„ู„ู‡ ุจู‡، ููƒูŠู ุจูƒ ุฅุฐุง ูˆู‚ูุช ุจูŠู† ูŠุฏูŠ ุงู„ู„ู‡ ูˆุญุงุฌูƒ ู‡ุฐุง ุงู„ุดุฎุต ุงู„ุฐูŠ ูˆุตูุชู‡ ุงู„ุฅุฐุงุนุฉ ุงู„ุณุนูˆุฏูŠุฉ ุฎู„ุงู„ ุณู†ูˆุงุช ู…ุชูˆุงู„ูŠุฉ ุจุดู‡ูŠุฏ ุงู„ุฅุณู„ุงู…

“Telah berkata kepadaku lebih dari satu orang tentang ucapanmu dalam sebuah perkumpulan baik-baik – saya berharap memang demikian-, ucapanmu bahwa kitab Ma’alim fith Thariq adalah kitab terlaknat. Subhanallah! Kitab yang telah dibayar mahal oleh penulisnya dengan mati di jalan Allah karena menentang penguasa komunis Mesir Jamal Abdun Nashir, sebagaimana diketahui oleh orang-orang pada masa itu. Padahal buku tersebut telah disebarkan oleh banyak pihak dikerajaan Saudi sejak bertahun-tahun lamanya, dan mereka adalah para ahli ilmu dan para da’i ilallah, dan banyak di antara mereka adalah syaikh dari syaikh-syaikhmu sendiri. Dan tidak satu pun di antara mereka mengatakan seperti yang engkau katakan. Tetapi engkau ini – wallahu a’lam- tidak mau memahami lebih mendalam apa yang engkau bicarakan sebelum marah, khususnya pada tema-tema kitab itu seperti: Jil Qur’ani farid (Generasi Qurani Yang Istimewa), Al Jihad, Laa Ilaha Illallah Manhajul Hayah (Laa Ilaaha Illallah sebagai Konsep Hidup), Jinsiyyatul Muslim wa ‘Aqidatuhu (Identitas seorang Muslim dan Aqidahnya), Isti’la Al Iman (Ketinggian Iman), Hadza Huwa Thariq (Inilah Jalan Itu) ... dan tema lain, dimana secara global adalah bermakna nilai keberagamaanmu kepada Allah. Bagaimana denganmu nanti jika di hadapan Allah, jika orang ini mendebatmu? Padahal orang ini telah bertahun-tahun lamanya oleh media massa Saudi sebagai syahidul Islam?”

๐Ÿ“š sumber: KLIK DISINI

Atau: KLIK DISINI

Sepertinya www.islamgold.com sdh lama off, buka link satunya lagi .

5⃣ Syaikh Umar Sulaiman al Asyqar. Seorang ulama Quwait, dosen Fakultas Syariah di Universitas Quwait

Dia berkata, "Sayyid Quthb -rahimahullah mendalami Islam secara orisinil sehingga beliau mencapai masalah secara mendasar seperti manhaj salaf, pemisahan total antara manhaj Al Qur'an dan filsafat, memurnikan sumber ajaran Islam dari lainnva. membatasi standar hukum hanya dengan Al Qur'an dan As Sunnah dan bukan pada pribadi atau tokoh tertentu. Sayyid Quthb menerapkan cara istimbath langsung dari nash seperti

yang dilakukan salaf. Akan tetapi, sayangnya beliau tidak memiliki kesempatan mempelajari manhaj Islam. Oleh karena itu, terkadang ada beberapa titik rancu dalam tulisannya meskipun beliau sudah berupaya mengkaji secara serius untuk berlepas dari kerancuan. Pastinya, Sayyid Quthb tidak melakukan hal tersebut karena hawa nafsunya." (Jasim al Muhalhil, Ikhwanul Muslimin, Deskripsi, Jawaban, Tuduhan, dan Harapan, hal. 124)

‼️‼️‼️‼️‼️

Siapa pun bisa berbuat salah, termasuk Syaikh Sayyid Quthb Rahimahullah dan tokoh lainnya, sebab yang ma'shum hanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Tapi, kesalahan itu tidak boleh membuat mulut kita tidak terkontrol, dengan menikam mereka dengan sebutan yang buruk dan sangat tidak pantas.

Wallahul Musta'an

๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ

Dipersembahkan oleh: manis.id

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram: @majelismanis
๐Ÿ–ฅ Fans Page: @majelismanis
๐Ÿ“ฎ Twitter: @majelismanis
๐Ÿ“ธ Instagram: @majelismanis
๐Ÿ•น Play Store
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA

0 Response to "Pandangan Kibarul 'Ulama Tentang Sayyid Quthb (Bag. 2)​"

Post a Comment

loading...
loading...