MAKNA-MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAAH - Lanjutan (7) -

๐Ÿ MFT (MANIS For Teens)

๐Ÿ“† Senin, 29 Rabbiul Awwal 1439 / 18 Desember 2017

๐Ÿ“• AKHLAQ

๐Ÿ“ Ustdz. Prima Eyza

๐Ÿ“– MAKNA-MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAAH
- Lanjutan (7) -

๐Ÿ“ฟ๐Ÿ’•๐Ÿ“ฟ๐Ÿ’•๐Ÿ“ฟ๐Ÿ’•๐Ÿ“ฟ๐Ÿ’•๐Ÿ“ฟ

Assalaamu' alaikum wrwb

Apa kabar, adik-adik para pemuda Islam kebanggan umat ?
Mudah-mudahan senantiasa dalam kebaikan iman dan Islam, dalam limpahan kenikmatan dan rahmat Allah SWT, dalam semangat yang membara dan kesungguhan di jalan Allah SWT... Aamiin..

Pembahasan kita pekan lalu sudah selesai membicarakan Makna-Makna Laa Ilaaha illallaah pada makna yang keenam yakni ู„َุง ุขู…ِุฑَ َุฅِู„َّุง ุงู„ู„ู‡ (Tidak ada Pembuat Yang Memerintah kecuali Allah). Kali ini mari kita lanjutkan kepada makna yang ketujuh.

Makna yang ketujuh dari kalimat ู„َุง ุฅِู„ٰู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„ู‡ (Laa Ilaaha ilaLLAAH: Tidak ada Ilah selain Allah) adalah:

ู„َุง ู…َุญْุจُูˆْุจَ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„ู‡

(Tidak ada Yang Dicintai kecuali Allah)


▪ Tidak ada Yang Dicintai kecuali Allah

Aqidah Laa Ilaaha illallaah (Tiada Tuhan/Ilah selain Allah) yang diucapkan harus dilandaskankan pada kecintaan kepada Allah SWT. Kenapa? Karena salah satu makna dari kata “ilah” itu adalah "al mahbub" (Yang dicintai).
Maka ketika kita mengucapkan "Laa Ilaaha illallaah" berati kita mengikrarkan dan bersumpah bahwa tidak ada Yang Dicintai kecuali Allah SWT.
Kenapa harus dilandaskan kepada kecintaan? Sebab manusia tidak akan manut/taat jika tidak setia (loyal). Dan mereka tidak akan setia jika tidak cinta. Begitu pula kepada Allah 'Azza wa Jalla. Kita tidak akan taat kepada-Nya, jika kita tidak setia (loyal), dan kita tidak akan setia kepada-Nya jika kita tidak cinta kepada Allah SWT.
Jadi tuntutannya adalah: diawali dengan cinta kepada Allah SWT.
Cinta seperti apa yang dituntut untuk kita berikan kepada Allah SWT ?


▪  Cinta yang Dituntut  (ู…ُู‚ْุชَุถَูŠَุงุชُ ุงู„ْุญُุจِّ)

Cinta yang dituntut untuk kita serahkan kepada Allah SWT adalah:
1. Cinta yang sempurna (ูƒَู…َุงู„ُ ุงู„ุญُุจِّ).
2. Mencintai apa-apa yang dicintai oleh Allah SWT dan RasulNya (ู…َุญَุจَّุฉُ ู…َุง ุฃَุญَุจَّู‡ُ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ).
3. Membenci apa-apa yang dibenci oleh Allah SWT dan RasulNya (ุจُุบْุถُ ู…َุง ุฃَุจْุบَุถُู‡ُ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ).


(1) Cinta yang sempurna (ูƒَู…َุงู„ُ ุงู„ุญُุจِّ)

Allah SWT dan RasulNya haruslah lebih dicintai dari pada yang lain.
Allah Ta’ala berfirman dalam QS. At Taubah (9) ayat 24,

ู‚ُู„ْ ุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุขุจَุงุคُูƒُู…ْ ูˆَุฃَุจْู†َุงุคُูƒُู…ْ ูˆَุฅِุฎْูˆَุงู†ُูƒُู…ْ ูˆَุฃَุฒْูˆَุงุฌُูƒُู…ْ ูˆَุนَุดِูŠุฑَุชُูƒُู…ْ ูˆَุฃَู…ْูˆَุงู„ٌ ุงู‚ْุชَุฑَูْุชُู…ُูˆู‡َุง ูˆَุชِุฌَุงุฑَุฉٌ ุชَุฎْุดَูˆْู†َ ูƒَุณَุงุฏَู‡َุง ูˆَู…َุณَุงูƒِู†ُ ุชَุฑْุถَูˆْู†َู‡َุง ุฃَุญَุจَّ ุฅِู„َูŠْูƒُู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ูˆَุฌِู‡َุงุฏٍ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِู‡ِ ูَุชَุฑَุจَّุตُูˆุง ุญَุชَّู‰ٰ ูŠَุฃْุชِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِุฃَู…ْุฑِู‡ِ ۗ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ู„َุง ูŠَู‡ْุฏِูŠ ุงู„ْู‚َูˆْู…َ ุงู„ْูَุงุณِู‚ِูŠู†َ

_"Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya".  Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."_

→ Kita boleh mencintai anak, suami/istri, kerabat, harta, dan yang lainnya, tapi yang paling dicintai haruslah Allah SWT.

Demikian pula Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al Baqarah (2) ayat 165,

ูˆَู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุณِ ู…َู†ْ ูŠَุชَّุฎِุฐُ ู…ِู†ْ ุฏُูˆู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃَู†ْุฏَุงุฏًุง ูŠُุญِุจُّูˆู†َู‡ُู…ْ ูƒَุญُุจِّ ุงู„ู„َّู‡ِ ۖ ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَุดَุฏُّ ุญُุจًّุง ู„ِู„َّู‡ِ ۗ ูˆَู„َูˆْ ูŠَุฑَู‰ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุธَู„َู…ُูˆุง ุฅِุฐْ ูŠَุฑَูˆْู†َ ุงู„ْุนَุฐَุงุจَ ุฃَู†َّ ุงู„ْู‚ُูˆَّุฉَ ู„ِู„َّู‡ِ ุฌَู…ِูŠุนًุง ูˆَุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุดَุฏِูŠุฏُ ุงู„ْุนَุฐَุงุจِ

_"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zhalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)."_

→ kecintaan seorang mukmin kepada Allah SWT haruslah teramat sangat cintanya, bukan cinta yang sama dengan cinta kepada selainNya.

Maka, cinta yang sempurna kepada Allah SWT harus memenuhi prinsip berikut:
1.Tidak boleh SAMA CINTAnya kepada selain Allah SWT dengan kepada Allah SWT (ูŠُุญِุจُّูˆู†َู‡ُู…ْ ูƒَุญُุจِّ ุงู„ู„ู‡ِ)
2.Tidak boleh LEBIH CINTA kepada selain Allah SWT (ุฃَุญَุจَّ ุฅِู„َูŠْูƒُู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ูˆَุฌِู‡َุงุฏٍ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِู‡ِ)
3.Harus AMAT SANGAT CINTAnya kepada Allah SWT (ุฃَุดَุฏُّ ุญُุจًّุง ู„ِู„ู‡ِ)

Kenapa cinta tertinggi dan sempurna harus kita serahkan kepada Allah SWT?
1.Karena tabiat cinta itu menuntut pengorbanan.
Jika tidak sempurna kecintaan kita kepada Allah SWT, maka kita tidak akan siap berkorban demi membuktikan keimanan dan menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.
2.Sebab menuruti tuntutan anak, istri, dan lainnya tidak boleh bertentangan dengan kecintaan/ketaatan kepada Allah SWT.
Maka hendaklah sempurna kecintaan kita kepada Allah SWT, agar kecintaan kita kepada selain-Nya berada dibawah kecintaan kita kepada-Nya.


(2) Mencintai apa-apa yang dicintai oleh Allah SWT dan Rasulnya (ู…َุญَุจَّุฉُ ู…َุง ุฃَุญَุจَّู‡ُ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ)

Yakni harus ada penyesuaian dalam masalah kecintaan. Haruslah kita mencintai apa-apa yang dicintai oleh Allah SWT (juga RasulNya). Karena belum tentu yang kita cintai, juga dicintai Allah SWT dan RasulNya. Jadi, kitalah yang harus menyesuaikan diri terhadap apa-apa yang dicintai oleh Allah SWT dan RasulNya.
Firman Allah Ta’ala,

ูƒُุชِุจَ ุนَู„َูŠْูƒُู…ُ ุงู„ْู‚ِุชَุงู„ُ ูˆَู‡ُูˆَ ูƒُุฑْู‡ٌ ู„َูƒُู…ْ ۖ ูˆَุนَุณَู‰ٰ ุฃَู†ْ ุชَูƒْุฑَู‡ُูˆุง ุดَูŠْุฆًุง ูˆَู‡ُูˆَ ุฎَูŠْุฑٌ ู„َูƒُู…ْ ۖ ูˆَุนَุณَู‰ٰ ุฃَู†ْ ุชُุญِุจُّูˆุง ุดَูŠْุฆًุง ูˆَู‡ُูˆَ ุดَุฑٌّ ู„َูƒُู…ْ ۗ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ูŠَุนْู„َู…ُ ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู„َุง ุชَุนْู„َู…ُูˆู†َ

_"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."_
(QS. Al Baqarah [2] : 216)

Kalangan Ulama berkata:

ู…َุญَุจَّุฉُ ู…َุญْุจُูˆْุจِ ุงู„ْู…َุญْุจُูˆْุจِ ู…ِู†ْ ุชَู…َุงู…ِ ู…َุญَุจَّุฉِ ุงู„ْู…َุญْุจُูˆْุจِ

_“Mencintai yang dicintai kekasih adalah tanda kesempurnaan cintanya kepada kekasih.”_

Dan Kekasih kita yang paling hakiki adalah Allah SWT.


(3) Membenci apa-apa yang dibenci oleh Allah SWT dan Rasulnya (ุจُุบْุถُ ู…َุง ุฃَุจْุบَุถُู‡ُ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆْู„ُู‡ُ)

Contohnya, Allah SWT dan RasulNya membenci perbuatan keji (ุงู„ْูَุญْุดَุงุกِ), kemungkaran (ุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ) dan permusuhan ุงู„ْุจَุบْูŠِ) ) , maka kita pun harus membencinya.
Firman Allah Ta’ala,

ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุฃْู…ُุฑُ ุจِุงู„ْุนَุฏْู„ِ ูˆَุงู„ْุฅِุญْุณَุงู†ِ ูˆَุฅِูŠุชَุงุกِ ุฐِูŠ ุงู„ْู‚ُุฑْุจَู‰ٰ ูˆَูŠَู†ْู‡َู‰ٰ ุนَู†ِ ุงู„ْูَุญْุดَุงุกِ ูˆَุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ูˆَุงู„ْุจَุบْูŠِ ۚ ูŠَุนِุธُูƒُู…ْ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุฐَูƒَّุฑُูˆู†َ

_"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."_
(QS. An Nahl [16] : 90)

Sungguh akan membuat tersinggung, apabila yang kita cintai membenci sesuatu tapi kita malah menyukainya. Begitu pula kepada Allah SWT. Ketika kita mengaku mencintai Allah SWT, maka janganlah kita menyukai apa-apa yang dibenci-Nya, serta sebaliknya, janganlah membenci apa-apa yang dicintai-Nya.


▪ Mencintai Allah SWT Butuh Pembuktian

Diantara bukti kecintaan kita kepada Allah SWT yang disebutkan di dalam Al Qur`an yakni :

-Mengikuti Rasul saw (ุฅِุชِّุจَุงุนُ ุงู„ุฑَّุณُูˆْู„ِ)

Allah berfirman dalam QS. Ali ‘Imran (3) ayat 31,

ู‚ُู„ْ ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชُุญِุจُّูˆู†َ ุงู„ู„َّู‡َ ูَุงุชَّุจِุนُูˆู†ِูŠ ูŠُุญْุจِุจْูƒُู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَูŠَุบْูِุฑْ ู„َูƒُู…ْ ุฐُู†ُูˆุจَูƒُู…ْ ۗ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ุบَูُูˆุฑٌ ุฑَุญِูŠู…ٌ

_"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."_

-Berjihad/berjuang di jalan Allah (ุงู„ْุฌِู‡َุงุฏُ ูِูŠ ุณَุจِูŠْู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ)

Allah berfirman dalam QS. Al Hujurat (49) ayat 15,

ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ ุซُู…َّ ู„َู…ْ ูŠَุฑْุชَุงุจُูˆุง ูˆَุฌَุงู‡َุฏُูˆุง ุจِุฃَู…ْูˆَุงู„ِู‡ِู…ْ ูˆَุฃَู†ْูُุณِู‡ِู…ْ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ۚ ุฃُูˆู„َٰุฆِูƒَ ู‡ُู…ُ ุงู„ุตَّุงุฏِู‚ُูˆู†َ

_"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar."_

→ bukti iman yang kokoh adalah berjihad/berjuang menegakkan/membela agama Allah SWT.
→ Jika benar beriman kepada Allah SWT, maka harus berani menanggung resiko untuk menunaikan semua ketatatan kepada Allah Ta’ala.

Dan masih banyak lagi ayat-ayat Al Quran yang berbicara tentang pembuktian kecintaan kepada Allah SWT ini.

Berkata para Ulama:

ู…َุญَุจَّุฉُ ุงู„ْู…َุญْุจُูˆْุจِ ู„ุงَ ุชُู†َุงู„ُ ุฅِู„ุง ุจِุงุญْุชَู…َุงู„ِ ุงู„ْู…َูƒْุฑُูˆْู‡َุฉِ

_"Mencintai kekasih tidak akan tercapai kecuali dengan menanggung segala resiko."_

Demikianlah jika kita benar mencintai Allah SWT. Maka tentu kita akan siap menanggung segala resiko/konsekuensi dari keimanan tersebut, yakni menyempurnakan ketaatan dan ketundukan sepenuhnya kepada Allah SWT.

Nabi saw bersabda tentang orang yang mencintai Allah SWT, ia akan merasakan manisnya iman:

ุซَู„َุงุซٌ ู…َู†ْ ูƒُู†َّ ูِูŠู‡ِ ูˆَุฌَุฏَ ุทَุนْู…َ ุงู„ْุฅِูŠู…َุงู†ِ ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ูŠُุญِุจُّ ุงู„ْู…َุฑْุกَ ู„َุง ูŠُุญِุจُّู‡ُ ุฅِู„َّุง ู„ِู„َّู‡ِ ูˆَู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุฑَุณُูˆู„ُู‡ُ ุฃَุญَุจَّ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ู…ِู…َّุง ุณِูˆَุงู‡ُู…َุง ูˆَู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ุฃَู†ْ ูŠُู„ْู‚َู‰ ูِูŠ ุงู„ู†َّุงุฑِ ุฃَุญَุจَّ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ู…ِู†ْ ุฃَู†ْ ูŠَุฑْุฌِุนَ ูِูŠ ุงู„ْูƒُูْุฑِ ุจَุนْุฏَ ุฃَู†ْ ุฃَู†ْู‚َุฐَู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…ِู†ْู‡ُ

_"Ada tiga hal yang barang siapa mengamalkannya, maka ia dapat merasakan manisnya iman, yaitu orang yang mencintai orang lain hanya karena Allah, ia lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain, dan ia tidak suka kembali kepada kekufuran (setelah Allah menyelamatkannya) sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam neraka."_
(Shahih Muslim No.60)

Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang disebutkan Nabi saw dalam hadits diatas. Aamiiin...


Wallaahu a’lam bishshowab.
Bersambung.

๐Ÿ“ฟ๐Ÿ’•๐Ÿ“ฟ๐Ÿ’•๐Ÿ“ฟ๐Ÿ’•๐Ÿ“ฟ๐Ÿ’•๐Ÿ“ฟ

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/majelismanis
๐Ÿ“ธ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

0 Response to "MAKNA-MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAAH - Lanjutan (7) -"

Post a Comment