Mengusik Lawan,(apakah) Siap Perang?​


​Pertempuran Katia (Qatia/Qatiyah)​
🌐 Sinai, Sebelah Timur Terusan Suez
📆 23 April 1916, Perang Dunia Pertama

Pertempuran ini terjadi antara kekuatan Turki Utsmani dengan pasukan Inggris dan sekutunya di sebelah utara stasiun kereta-api el-Ferdan. Kekuatan militer Turki Utsmani dipimpin oleh Jenderal Friedrich Freiherr Kress von Kressenstein yang berkebangsaan Jerman. Serangan mendadak ini menyergap sebagian dari Brigade Berkuda ke-5 Inggris yang berkekuatan tiga setengah skuadron. Kebetulan, brigade ini tersebar kedudukannya sehingga tidak solid dalam bertahan.

Brigade ke-5 ini sejatinya ditugaskan untuk melindungi proyek pembuatan jalur kereta-api dari Kantara (Qantara) di Terusan Suez menuju perbatasan Palestina. Karena jalur pembangunan jalan kereta-api ini berada di luar lingkup zona pertahanan Terusan Suez maka diperlukan kekuatan yang bermobilitas tinggi. Target capaian pertama adalah kota Romani sebelum Inggris dan sekutunya dapat mengerahkan balatentaranya menyerbu pertahanan kekhilafahan di Palestina.

Sebenarnya, pasukan Kress von Kressenstein sudah lama aktif di wilayah tersebut sejak serangan Turki Utsmani terhadap Terusan Suez pertama kali tahun 1915. Serangan yang dikerahkan dalam 3 kolom tempur itu pernah berhasil melintasi Gurun Sinai. Namun, efek dari serangan atas Terusan Suez tidak terwujud; bangsa Mesir tidak bangkit melawan penjajahan.

Sejak serangan tahun 1915 itu Inggris dan sekutunya memperkuat pertahanan Terusan Suez dengan sumberdaya mereka. Serangan 23 April 1916 ini seolah ingin mengingatkan kembali bahwa kekhilafahan Turki Utsmani masih ada.

Serangan Kress von Kressenstein kali ini berhasil melumatkan kurang lebih satu resimen dari Brigade ke-5 Inggris. Walaupun, serangan serentak serupa di Duidar tidak berhasil karena terlalu dekat dengan Zona Pertahanan Kanal yang sudah diperkuat.

Reaksi Inggris atas kekalahan kecil ini adalah melipatgandakan kekuatan dengan mengirimkan Brigade Kuda Ringan ke-2 serta Brigade Senapan Berkuda Selandia Baru. Keduanya dikirim untuk memperkuat Katia dan Romani. Disusul kemudian oleh Brigade Kuda Ringan Australia serta Divisi Infanteri Lowland ke-52. Pada awal bulan Agustus 1916 kembali terjadi bentrok senjata di Romani. Tetapi itu kisah lainnya.

Agung Waspodo, kembali ke narasi Perang Dunia Pertama.

Lapangan Banteng, 16 November 2017

0 Response to "Mengusik Lawan,(apakah) Siap Perang?​"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI