Samudera Hindia di Era Kekhilafan Turki Usmani (2/5)​


​Kadang Anak Keturunan tidak Mewarisi Semangat Juang Para Pendahulunya​

​​Kisah Hadim Süleyman Paşa (foto)​​

Wafatnya Sultan Selim I Yavuz cukup memperlambat realisasi janjinya mendukung Muzaffer II Sultan Gujarat. Naiknya Sultan Süleyman Kanuni menggantikan ayahnya yang wafat ternyata kembali memberikan harapan.

Bahadur Shah anak Muzaffer II kembali meminta bantuan kekhilafahan Turki Utsmani untuk memerangi Portugis di anak-benua India. Sultan Süleyman memanfaatkan permintaan ini sebagai kesempatan untuk mengimbangi ekspansi Portugis di Samudera Hindia.

Untuk ekspedisi tersebut Süleyman Kanuni mengangkat orang kepercayaannya yaitu Hadim Suleiman Paşa sebagai admiral armada Samudera Hindia. Pada tahun 1538, Hadim Süleyman Paşa memimpin 90 kapal kelas galleys dari pangkalan di Suez menuju Gujarat. Rute yang dilewati adalah sepanjang Laut Merah dan membelah Laut Arab menuju anak-benua India.

Sesampainya di Gujarat, ternyata Bahadur Shah ibn Muzaffar II baru saja terbunuh dalam pertempuran laut melawan Portugis. Sedangkan penerusnya justru memilih untuk bersekutu dengan Portugis.

Setelah armada tersebut gagal mencoba menyerang kota Diu, mental pasukan jatuh. Hadım Süleyman Paşa memutuskan untuk kembali ke Suez untuk menyelamatkan sisa armadanya. Dalam perjalanan balik tersebut mereka berhasil menguasai kota pelabuhan Aden serta sebagian besar wilayah Yaman.

Atas keberhasilan di Yaman itulah, Hadim Süleyman Paşa diangkat menjadi sadrazam, atau perdana menteri, bagi Sultan Süleyman Kanuni.

Agung Waspodo, masih tertarik dengan periode sejarah ini.

Depok, 22 Oktober 2017

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

0 Response to "Samudera Hindia di Era Kekhilafan Turki Usmani (2/5)​"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI