Menjaga Rahasia (2)

๐Ÿ MFT (MANIS For Teens)

๐Ÿ“† Rabu, 21 Muharram 1439 / 11 Oktober 2017

๐Ÿ“• Akhlak

๐Ÿ“ Kak Lelysa

๐Ÿ“– Menjaga Rahasia (2)
==========☆☆☆==========
๐Ÿ—๐Ÿ’‹๐Ÿ—๐Ÿ’‹๐Ÿ—๐Ÿ’‹๐Ÿ—๐Ÿ’‹๐Ÿ—

Assalamu'alaikum para mujahid muda, yuukkk kita lanjutkan pembahasan kita pekan lalu tentang *menjaga rahasia*

Anas berkata, _“Demi Allah, andaikata rahasia itu pernah aku beritahukan kepada seseorang, sesungguhnya aku akan memberitahukan hal itu kepadamu pula, wahai Tsabit.”_ (HR. Muslim, diriwayatkan pula oleh Al Bukhari dengan ringkas)

Saat itu Anas masih kecil, tetapi ia sudah mampu menjaga rahasia Rasulullah. Meskipun yang bertanya mengenai hal itu adalah ibunya sendiri. Seharusnya kita mencontoh sikap Anas tersebut, yaitu mampu menjaga rahasia.
Di dalam kehidupan masyarakat sehari-hari ada beberapa perkara-perkara yang harus dijaga kerahasiaannya baik diminta ataupun tidak diminta, antara lain sebagai berikut :

๐Ÿ‘ป Rahasia (Aib) Mayyit
Perkara ini sangat penting untuk diperhatikan terutama oleh orang yang bertugas memandikan mayyit, seperti aib yang terdapat pada tubuh jenazah.
Dari Abu Rafi’ Aslam, maula (bekas hamba sahaya) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
_“Barangsiapa yang memandikan seorang mayit, lalu ia merahasiakan keburukan mayit itu, maka Allah ampuni dia sebanyak empat puluh kali.”_
(HR. Al Hakim dan ia berkata bahwa ini adalah hadits shahih menurut syarat Imam Muslim, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahih Targhib wat Tarhib No. 3492)

๐Ÿ“ Berikut adalah beberapa poin yang penting untuk diperhatikan tatkala kita ingin curhat dan menceritakan rahasia kita kepada orang lain :

✅ Hendaknya bertanya dalam hati terlebih dahulu, apakah kita perlu atau seberapa penting untuk menceritakan rahasia kita kepada orang lain. Dipertimbangkan mashlahat dan mudarat yang akan datang.

✅ Hendaknya berjaga-jaga atau membayangkan bagaimana seandainya jika orang tersebut tidak amanah, apakah kita sudah siap menghadapi konsekuensi yang terjadi apabila rahasia tersebut terbongkar dan tersebar ?

✅ Jika harus ceritakan, sebaiknya diceritakan kepada orang sholeh yang terkenal amanah

✅ Jangan menceritakan rahasia kita kepada orang yang suka ingin tahu terhadap rahasia orang lain. Tipe orang seperti ini biasanya mudah sekali untuk membeberkan rahasia. Seorang penyair pernah berkata:
_“Janganlah engkau membeberkan rahasia kepada orang yang mencari-cari rahasia tersebut darimu, karena pencari-cari rahasia akan membeberkannya”_

✅ Jangan menceritakan rahasia kita kepada banyak orang, semakin banyak, semakin besar peluang rahasia kita akan tersebar. Sehingga  menjadi apa yang disebut “rahasia umum”.

❣Apabila kita diamanahkan untuk menjaga rahasia orang lain, maka kita harus bertanggung jawab terhadap amanah itu dan memenuhi janji itu. Terlihat serperti sebuah perkara yang sepele akan tetapi berat konsekuensi. Terkadang kita sendiri sulit untuk menyimpan rahasia sendiri, apalagi jika harus menjaga rahasia orang lain. Maka jangan kuatir, Rasulullah bersabda _“Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba lainnya di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.”_ (HR. Muslim).

Wallahu'alamu bis showab

๐Ÿ—๐Ÿ’‹๐Ÿ—๐Ÿ’‹๐Ÿ—๐Ÿ’‹๐Ÿ—๐Ÿ’‹๐Ÿ—

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/majelismanis
๐Ÿ“ธ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

0 Response to "Menjaga Rahasia (2)"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI