MAKNA-MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAAH (2)

๐Ÿ MFT (MANIS For Teens)

๐Ÿ“† Senin, 19 Muharram 1439 / 09 Oktober 2017

๐Ÿ“• Aqidah

๐Ÿ“ Ustadzah Prima Eyza

๐Ÿ“– MAKNA-MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAAH (2)
==========☆☆☆==========
☝๐Ÿป๐Ÿ’˜☝๐Ÿป๐Ÿ’˜☝๐Ÿป๐Ÿ’˜☝๐Ÿป๐Ÿ’˜☝๐Ÿป

Assalaamu'alaikum wr.wb

Apa kabar, adik-adik shalih-shalihat...?? Mudah-mudahan senatiasa dalam kebaikan iman serta lindungan dan naungan keberkahan dari Allah SWT.... Aamiiin....

Pembahasan kita pekan lalu sudah masuk kepada tema Makna-Makna Laa Ilaaha illallaah. Makna yang pertama dari kalimat Laa Ilaaha illallaah sebagaimana yang sudah kita bicarakan bersama adalah ู„َุง ุฎَุงู„ِู‚َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„ู‡  (Tidak ada Pencipta kecuali Allah). Kali ini mari kita lanjutkan kepada makna yang kedua.

Makna yang kedua dari kalimat ู„َุง ุฅِู„ٰู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„ู‡ (Laa Ilaaha ilaLLAAH: Tidak ada Ilah selain Allah) adalah:

ู„َุง ุฑَุงุฒِู‚َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„ู‡

๐Ÿšซ Tidak Ada Pemberi Rizqi Kecuali Allah SWT

Allah Ta’ala bukan hanya mencipta saja, namun Allah SWT pun memelihara alam semesta raya ini dengan memberikan dan menjaminkan rizqi kepada semua ciptaan (makhluk)Nya.
Allah SWT berfirman,

ูˆَู…َุง ู…ِู†ْ ุฏَุงุจَّุฉٍ ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ุฅِู„َّุง ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฑِุฒْู‚ُู‡َุง ูˆَูŠَุนْู„َู…ُ ู…ُุณْุชَู‚َุฑَّู‡َุง ูˆَู…ُุณْุชَูˆْุฏَุนَู‡َุง ۚ ูƒُู„ٌّ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจٍ ู…ُุจِูŠู†ٍ

_"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizqinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)."_
(QS. Huud [11] : 6)

Keyakinan pada kuasa Allah SWT memberi rizqi bagi semua makhluk-Nya akan menghasilkan kesadaran bahwa sedikit atau banyaknya rizqi yang kita peroleh dan nikmati, semuanya adalah dari Allah Ta'ala.
Dalam doa pagi dan petang kita diajarkan :

ุงู„ู„ّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุตْุจَุญْุชُ ู…ِู†ْูƒَ ูِูŠ ู†ِุนْู…َุฉٍ ูˆَุนَุงูِูŠَุฉٍ ูˆَุณِุชْุฑٍ ูَุฃَุชِู…َّ ุนَู„َูŠَّ ู†ِุนْู…َุชَูƒَ ูˆَุนَุงูِูŠَุชَูƒَ ูˆَุณِุชْุฑَูƒَ ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَุงู„ุขุฎِุฑَุฉِ

_“Ya Allah, kenikmatan yang aku atau salah seorang dari makhluk-Mu, berpagi hari dengannya, adalah dari-Mu semata; tiada sekutu bagi-Mu. Maka bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu rasa syukur.”_
(Hadits riwayat Abu Dawud, An-Nasa'i dan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya)

๐Ÿ“š Bukan Karena Ilmu
Ingatlah bahwa semua rizqi yang kita terima, bukanlah karena ilmu yang kita punyai, melainkan Allah-lah yang telah menentukan dan menetapkan ukuran-ukuran rizqi tersebut bagi kita.
Allah Ta'ala berfirman,

ู‚ُู„ْ ู…َู†ْ ูŠَุฑْุฒُู‚ُูƒُู…ْ ู…ِู†َ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ ู‚ُู„ِ ุงู„ู„َّู‡ُ

_“Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah.”_
(QS. Saba’ [34] : 24)

Allah Ta'ala juga berfirman,

ุฅِู†َّ ุฑَุจَّูƒَ ูŠَุจْุณُุทُ ุงู„ุฑِّุฒْู‚َ ู„ِู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ ูˆَูŠَู‚ْุฏِุฑُ ุฅِู†َّู‡ُ ูƒَุงู†َ ุจِุนِุจَุงุฏِู‡ِ ุฎَุจِูŠุฑًุง ุจَุตِูŠุฑًุง

_“Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rizqi kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.”_
(QS. Al Isra` [17] : 30)

Dalam Al Qur`an, Allah SWT mengabadikan keingkaran Qarun karena takabur dan kufur akan rizqi yang diterimanya,

ู‚َุงู„َ ุฅِู†َّู…َุง ุฃُูˆุชِูŠุชُู‡ُ ุนَู„َู‰ ุนِู„ْู…ٍ ุนِู†ْุฏِูŠ

_"Qarun berkata, “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku"._
(QS. Al Qashash [28] : 78)

Juga perkataan Qarun yang dimuat dalam ayat yang lain,

ู‚َุงู„َ ุฅِู†َّู…َุง ุฃُูˆุชِูŠุชُู‡ُ ุนَู„َู‰ ุนِู„ْู…ٍ  

_"Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku."
(QS. Az Zumar [39] : 49)

→ Ini adalah contoh orang-orang yang tertipu. Tidak memahami hakikat harta; siapakah Yang memberikannya.

Hal ini ekstrim berbeda dengan sikap Nabi Sulaiman as dalam memaknai rizqi yang diterimanya:

ู‚َุงู„َ ุงู„َّุฐِูŠ ุนِู†ْุฏَู‡ُ ุนِู„ْู…ٌ ู…ِู†َ ุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ุฃَู†َุง ุขุชِูŠูƒَ ุจِู‡ِ ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ูŠَุฑْุชَุฏَّ ุฅِู„َูŠْูƒَ ุทَุฑْูُูƒَ ۚ ูَู„َู…َّุง ุฑَุขู‡ُ ู…ُุณْุชَู‚ِุฑًّุง ุนِู†ْุฏَู‡ُ ู‚َุงู„َ ู‡َٰุฐَุง ู…ِู†ْ ูَุถْู„ِ ุฑَุจِّูŠ ู„ِูŠَุจْู„ُูˆَู†ِูŠ ุฃَุฃَุดْูƒُุฑُ ุฃَู…ْ ุฃَูƒْูُุฑُ ۖ ูˆَู…َู†ْ ุดَูƒَุฑَ ูَุฅِู†َّู…َุง ูŠَุดْูƒُุฑُ ู„ِู†َูْุณِู‡ِ ۖ ูˆَู…َู†ْ ูƒَูَุฑَ ูَุฅِู†َّ ุฑَุจِّูŠ ุบَู†ِูŠٌّ ูƒَุฑِูŠู…ٌ

_"Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia."_
(QS. An Naml [27] : 40)

Allah SWT berfirman dalam QS. Fathir [35]:15,

 ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ุฃَู†ْุชُู…ُ ุงู„ْูُู‚َุฑَุงุกُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ۖ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุบَู†ِูŠُّ ุงู„ْุญَู…ِูŠุฏُ

_"Hai manusia, kamulah yang berkehendak (faqir) kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji."_

→ kitalah yang sangat memerlukan (_fuqara`_) kepada Allah Ta’ala.

๐Ÿ• Jangan Takut Kelaparan
Di masa jahiliyah dulu, ada orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena takut miskin dan kelaparan. Maka Allah SWT melarang perbuatan ini dengan tegas.
Allah SWT berfirman,

... ูˆَู„َุง ุชَู‚ْุชُู„ُูˆุง ุฃَูˆْู„َุงุฏَูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ุฅِู…ْู„َุงู‚ٍ ۖ ู†َุญْู†ُ ู†َุฑْุฒُู‚ُูƒُู…ْ ูˆَุฅِูŠَّุงู‡ُู…ْ ۖ  ...

+"... Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, ..."_
(QS. Al An’am [6] : 151)

Juga firman-Nya,

ูˆَู„َุง ุชَู‚ْุชُู„ُูˆุง ุฃَูˆْู„َุงุฏَูƒُู…ْ ุฎَุดْูŠَุฉَ ุฅِู…ْู„َุงู‚ٍ ۖ ู†َุญْู†ُ ู†َุฑْุฒُู‚ُู‡ُู…ْ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ ۚ ุฅِู†َّ ู‚َุชْู„َู‡ُู…ْ ูƒَุงู†َ ุฎِุทْุฆًุง ูƒَุจِูŠุฑًุง

_"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar."
(QS. Al Israa` [17] : 31)_

✌๐Ÿป Berbagai Cara Mendapatkan Rizqi
Semua makhluk memiliki cara dan jalannya sendiri-sendiri untuk mendapatkan rizqinya. Cara dan jalan memperoleh rizqi tersebut telah ditetapkan dan diilhamkan oleh Allah Ta’ala bagi mereka masing-masing. Ada hewan yang hidup di udara (misalnya burung), yang justru rizqinya (makanannya) adanya di dalam air. Sebaliknya, ada hewan air, yang rizqinya (makanannya) malah ada di udara. Ada pula hewan yang buta, tetapi tidak pernah kelaparan dan selalu mendapatkan makanannya.
Bagaimana dengan manusia?
Rizqi manusia ada di mana-mana dan berbagai jenis.
Allah SWT berfirman dalam Qur`an surah Al Baqarah (2) ayat 29,

ู‡ُูˆَ ุงู„َّุฐِูŠ ุฎَู„َู‚َ ู„َูƒُู…ْ ู…َุง ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ุฌَู…ِูŠุนًุง ุซُู…َّ ุงุณْุชَูˆَู‰ٰ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุณَّู…َุงุกِ ูَุณَูˆَّุงู‡ُู†َّ ุณَุจْุนَ ุณَู…َุงูˆَุงุชٍ ۚ ูˆَู‡ُูˆَ ุจِูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ุนَู„ِูŠู…ٌ

_"Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."_

Namun kenapa masih ada manusia yang mengalami kelaparan/kemiskinan dan bahkan sampai mati kelaparan?

✈ Masalah Distribusi
Allah Ta’ala sudah menetapkan bahwa manusia itu ada yang kaya (rizqinya berlebih) dan ada yang faqir (rizqinya kurang sekali) atau miskin. Semuanya itu adalah ujian bagi manusia, yakni: bersyukur untuk si kaya (tidak sombong dan kikir) dan bersabar untuk si faqir (tidak membenci si kaya).

Di sinilah Islam mensyari’atkan zakat, infaq, dan shodaqoh.
Allah Ta'ala berfirman,

ูŠَุณْุฃَู„ُูˆู†َูƒَ ู…َุงุฐَุง ูŠُู†ْูِู‚ُูˆู†َ ۖ ู‚ُู„ْ ู…َุง ุฃَู†ْูَู‚ْุชُู…ْ ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑٍ ูَู„ِู„ْูˆَุงู„ِุฏَูŠْู†ِ ูˆَุงู„ْุฃَู‚ْุฑَุจِูŠู†َ ูˆَุงู„ْูŠَุชَุงู…َู‰ٰ ูˆَุงู„ْู…َุณَุงูƒِูŠู†ِ ูˆَุงุจْู†ِ ุงู„ุณَّุจِูŠู„ِ ۗ ูˆَู…َุง ุชَูْุนَู„ُูˆุง ู…ِู†ْ ุฎَูŠْุฑٍ ูَุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุจِู‡ِ ุนَู„ِูŠู…ٌ

_"Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan (infaqkan). Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya."_
(QS. Al Baqarah [2] : 215)

_*Sehingga dalam harta si kaya, ada hak untuk si miskin.*_
Disinilah keindahan dan keluhuran ajaran Islam, di saat semua orang diajarkan untuk tetap berada dalam nilai-nilai kebaikan dan kemuliaan, apapun taqdir yang telah digariskan Allah SWT bagi keadaan kehidupan mereka: si kaya mulia dengan zakat, infaq, dan shodaqohnya, sebaliknya si miskin pun mulia sebab kesabarannya dan ia tidak sampai meminta-minta/mengemis karena kemiskinannya, melainkan ia mendapatkan bagian distribusi harta yang haq dalam syari’at yakni mendapat pembagian dari zakat, infaq, maupun shodaqoh.

Jadi jika ada sekelompok manusia di berbagai penjuru ada yang sampai mati kelaparan atau pun menderita dalam kemiskinan yang sangat papah, maka ini sama sekali bukan karena Allah SWT tidak memberi rizqi kepada mereka, melainkan disebabkan aturan syariat zakat, infaq, dan shodaqoh yang pada prinsipnya mendistribusikan rizqi pada si fakir; ini tidak dijalankan dan ditunaikan. Atau dijalankan, namun tidak merata dan tidak adil dalam pendistribusiannya.

๐Ÿคด๐Ÿป Penguasa dalam Islam Bertanggungjawab terhadap Masalah Ini.
Penguasa dalam Islam bertanggungjawab untuk menerapkan dan memastikan pendistribusian yang merata atas zakat, infaq, dan shodaqoh kaum muslimin. Zakat, infaq, dan shodaqoh tersebut harus sampai kepada setiap orang yang berhak menerimanya sesuai dengan aturan syari'at.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur`an,

ุงู„ْู‚ُุฑَู‰ٰ ูَู„ِู„َّู‡ِ ูˆَู„ِู„ุฑَّุณُูˆู„ِ ูˆَู„ِุฐِูŠ ุงู„ْู‚ُุฑْุจَู‰ٰ ูˆَุงู„ْูŠَุชَุงู…َู‰ٰ ูˆَุงู„ْู…َุณَุงูƒِูŠู†ِ ูˆَุงุจْู†ِ ุงู„ุณَّุจِูŠู„ِ ูƒَูŠْ ู„َุง ูŠَูƒُูˆู†َ ุฏُูˆู„َุฉً ุจَูŠْู†َ ุงู„ْุฃَุบْู†ِูŠَุงุกِ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ۚ ูˆَู…َุง ุขุชَุงูƒُู…ُ ุงู„ุฑَّุณُูˆู„ُ ูَุฎُุฐُูˆู‡ُ ูˆَู…َุง ู†َู‡َุงูƒُู…ْ ุนَู†ْู‡ُ ูَุงู†ْุชَู‡ُูˆุง ۚ ูˆَุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ۖ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุดَุฏِูŠุฏُ ุงู„ْุนِู‚َุงุจِ

_"Apa saja harta rampasan (fa`i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya."_
(QS. Al Hasyr [59] : 7)

→ Ayat ini terkait prinsip distribusi (pemerataan) agar kemakmuran tercapai.


Demikianlah kita meyakini bahwa tidak ada Pemberi rizqi selain Allah SWT.


Wallahu a’lam bishshowab...
Bersambung...

☝๐Ÿป๐Ÿ’˜☝๐Ÿป๐Ÿ’˜☝๐Ÿป๐Ÿ’˜☝๐Ÿป๐Ÿ’˜☝๐Ÿป

Dipersembahkan oleh:
www.manis.id

๐Ÿ“ฒSebarkan! Raih pahala

==========☆☆☆==========
Ikuti Kami di:
๐Ÿ“ฑ Telegram : https://is.gd/3RJdM0
๐Ÿ–ฅ Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
๐Ÿ“ฎ Twitter : https://twitter.com/majelismanis
๐Ÿ“ธ Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
๐Ÿ•น Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
๐Ÿ“ฑ Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

0 Response to "MAKNA-MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAAH (2)"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI