Lupa Niat dan Bacaan, Sahlan Sholatnya?


Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh ustadz. Afwan, mau bertanya sbb:
1. Jika seandainya pada saat setelah takbir tiba2 kita merasa td niat sholatnya sdh benar apa blm, kemudian kita mengulang niat, apakah dibolehkan secara rukun dan apakah shalatnya menjadi syah atau tidak?

2. Jika kita lupa apakah telah membaca surat Al Fatihah, kemudian kita mengulang lagi sebelum atau sesudah surat tambahan lain, apakah dibolehkan secara rukunnya dan apakah sholat kita syah atau tidak.

Syukron katsiran sebelumnya ustadz. Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Jawaban
----------

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

Niat shalat itu rukun shalat. Jika tidak ada atau salah maka tidak sah, wajib mengulangnya. Posisi niat itu di awal bukan ditengah shalat.

Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin Rahimahullah:

يجب على من أراد الصَّلاة أن ينويَ عينَها إذا كانت معيَّنة

​Wajib bagi yg ingin shalat berniat secara spesifik jika shalatnya memang shalat yg khusus.​

مثل: لو أراد أن يُصلِّي الظُّهر يجب أن ينوي صلاةَ الظُّهر، أو أراد أن يُصلِّي الفجر فيجب أن ينويَ صلاة الفجر، أو أراد يُصلِّي الوِتر فيجب أن ينويَ صلاة الوِتر. انتهى.

​Misal, kalau mau shalat zhuhur maka niatnya shalat zhuhur, kalau mau shalat subuh maka niatnya shalat zhuhur, kalau mau shalat witir maka niatnya witir.​ ​(Syarhul Mumti')​

Ada pun perubahan niat di tengah shalat ada rincian sebagai berikut:

تغيير النية إما أن يكون من معيَّن لمعيَّن ، أو من مطلق لمعيَّن : فهذا لا يصح ، وإذا كان من معيَّن لمطلق : فلا بأس .

مثال ذلك :

من معيَّن لمعيَّن : أراد أن ينتقل من سنة الضحى إلى راتبة الفجر التي يريد أن يقضيها ، كبَّر بنية أن يصلي ركعتي الضحى ، ثم ذكر أنه لم يصل راتبة الفجر فحولها إلى راتبة الفجر : فهنا لا يصح ؛ لأن راتبة الفجر ركعتان ينويهما من أول الصلاة .

كذلك أيضاً رجل دخل في صلاة العصر ، وفي أثناء الصلاة ذكر أنه لم يصل الظهر فنواها الظهر : هذا أيضاً لا يصح ؛ لأن المعين لابد أن تكون نيته من أول الأمر .

وأما من مطلق لمعيَّن : فمثل أن يكون شخص يصلي صلاة مطلقة - نوافل - ثم ذكر أنه لم يصل الفجر ، أو لم يصل سنة الفجر فحوَّل هذه النية إلى صلاة الفجر أو إلى سنة الفجر : فهذا أيضاً لا يصح .

أما الانتقال من معيَّن لمطلق : فمثل أن يبدأ الصلاة على أنها راتبة الفجر ، وفي أثناء الصلاة تبين أنه قد صلاها : فهنا يتحول من النية الأولى إلى نية الصلاة فقط .

Mengubah niat baik dari shalat mu'ayyan (spesifik) ke shalat mu'ayyan juga, atau shalat muthlaq ke mu'ayyan maka TIDAK SAH. Tapi jika dari mu'ayyan ke muthlaq, tidak apa-apa

contihnya: dari mu'ayyan ke mu'ayyan, seorang ingin mengubah dari shalat sunah dhuha ke shalat sunah fajar, dia ingin mengqadhanya, saat takbir dia niat dhuha 2 rakat, lalu teringat dia blm shalat sunah 2 rakaat sebelum subuh, lalu dia mengubah niat menjadi shalat sunah fajar, maka ini TIDAK SAH, krn sunah fajar adalah dua rakaat dia harus meniatkannya sejak awal

Begitu pula seorang yang shalat ashar, saat shalat ingat belum shalat zhuhur, akhirnya dia meniatkan zhuhur ini juga tidak sah, karena shalat mu'ayyan harus niat itu di awalnya.

Ada pun dari muthlaq ke mua'yyan, contoh seorang sdg shalat sunah muthlaq, lalu dia teringat belum shalat subuh atau belum shalat sunah fajar, lalu dia mengubah niatnya menjadi shalat subuh atau shalat sunah subuh maka ini juga TIDAK SAH. (Majmu' Fatawa, 12/347)

Shalat MU'AYYAN yaitu shalat spesifik yg memiliki sebab, baik waktu atau peristiwa. Seperti shalat yg 5, Dhuha, tahiyatul masjid, gerhana, istisqa', tahajud, dan rawatib. Nama lainnya shalat MU'ALLAQ atau MUQAYYAD

Shalat MUTHLAQ, adalah shalat tanpa sebab, dilakukan sekedar ingin shalat saja.
Demikian.

Wallahu a'lam.

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh: manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram: @majelismanis
🖥 Fans Page: @majelismanis
📮 Twitter: @majelismanis
📸 Instagram: @majelismanis
🕹 Play Store
📱 Join Grup WA

0 Response to "Lupa Niat dan Bacaan, Sahlan Sholatnya?"

Post a Comment

NASEHAT HARI INI