Suamiku Puber Kedua?

Assalaamu'alaikum ustadz/ah mau bertanya lagi apakah ada ujian di umur 40 tahun? Sebelum nya seseorang itu bisa di katakan sholeh, baik, tetapi setelah usia 40 tahun mulai menunjukkan keburukan akhlak dalam berumah tangga seperti selingkuh atau berzina? Mohon jawaban nya

Jawaban
----------

‌و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته
Pada dasarnya setiap orang beriman pasti akan diuji Allah untuk melihat kadar keimanannya.

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman" dan mereka tiak diuji? (Surat Al-Ankabut 2)

Oleh karena itu ujian pasti akan dihadapi oleh semua orang beriman.

Menurut pendapat para pakar, puber kedua pasti akan dialami oleh seluruh pria. Dalam buku Menyikapi Tingkah Laku Suami karya Muhammad Abdul Ghoffar, disebutkan bahwa puber kedua pria terjadi pada usia 35 – 45 tahun. Sedangkan menurut banyak referensi lain, puber kedua pria terjadi pada usia kisaran 40 tahun. Hampir sama. Dan ini mengingatkan kita pada firman Allah yang secara khusus memberi perhatian pada usia 40 tahun sebagai usia dewasa.

حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

…sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat mengerjakan amal yang shalih yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri” (QS. Al Ahqaf: 15)

Lalu bagaimana sikap seorang istri menghadapi suaminya yang demikian?

Untuk istri, sebaiknya melakukan komunikasi yang intens dengan suaminya yang sedang memasuki tahap puber kedua tersebut. Jika diperlukan, buatlah komitmen kesepakatan untuk tidak melakukan hal-hal tertentu.

Jika memang ternyata suami sudah terlanjur bertindak melenceng terlalu jauh, ada baiknya pasangan tersebut pergi mencari pertolongan profesional, baik melalui psikolog, ustadz, terapis, keluarga, maupun mediator lain.

Ada cara lain yang dapat ditempuh, yaitu dengan mengarahkan suami melampiaskan ke arah positif seperti olahraga, atau hal lain yang lebih produktif. Bisa juga dengan ikut kursus keterampilan atau menggali peluang berbisnis.

Pada dasarnya saat memasuki masa puber, seseorang ingin dikenal dan diakui. Sebab, ini adalah masa-masa produktif. Nah, daripada diakui untuk hal-hal yang negatif, kenapa tidak melakukan sesuatu yang lebih produktif dan membawa dampak positif?

Wallahu a'lam.

0 Response to "Suamiku Puber Kedua?"

Post a Comment